483023901

Title                       : Revenge

Author                   : Lia

Cast(s)                  : G-Dragon, TOP, (find it by yourself)

Genre                    : Crime, Romance, Series

Disclaimer              : FF ini adalah asli hasil karya saya sendiri, terilhami dari berbagai macam film yang sudah saya tonton ^^v.

Twitter                    : @eejahnieh

Chapter 2 –Siapa lelaki itu?-

“Jadi lelaki ini dengan ketampanannya mengelabui semua wanita dan di ajaknya berkencan kemudian menikahi mereka. Saat mereka menikah dia mengasuransikan sang istri lalu selang beberapa waktu dia membayar orang untuk membunuh sang istri, uang asuransipun jatuh ke tangannya.” Ucap Park Min Ha menjelaskan suatu kasus yang diberikan oleh partner tampannya T.O.P.

Sudah sekitar 4 bulan Park Min Ha bekerja sebagai detektif junior, dan sampai saat inipun ia belum pernah terjun langsung untuk menangani kasus. Dia hanya diberi tugas menganalisis kasu-kasus sebelum yang pernah terjadi. Sebenarnya Min Ha sudah mulai bosan dengan rutinitasnya ini, namun ia masih harus bersabar karena dia memang hanya detektif junior yang harus menurut kepada senior-seniornya. Yang paling berbahagia tentu saja T.O.P, selain mempunyai junior cantik yang selalu menemaninya setiap hari, dia juga seperti mempunyai asisten pribadi. Setiap pagi ia sengaja menyuruh Min Ha untuk membeli minuman kesukaannya di cafe dekat kantor polisi, dengan demikian dia tidak perlu mengajak seseorang untuk memerankan wanita hamil yang sedang ngidam berat.

“T.O.P Ssi, kapan kau mengajakku untuk terjun langsung di lapangan, rasanya semua file lama telah kubaca, dan semua kasus berhasil aku ungkap dengan benar, aku sudah mulai berlumut di kantor ini.” Keluh Min Ha.

T.O.P hanya tersenyum mendengar juniornya merengek seperti itu. Munculah ide jahilnya untuk menggoda Park Min Ha.

“Kenapa? Kau pasti ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamaku ya? Ayoo mengaku saja, baiklah kamu akan ikut menangani kasus selanjutnya asal kau mau memanggilku Oppa, bagaimana?”

Park Min Ha bukanlah wanita yang mudah menyerah. Tentu saja dia menolak mentah-mentah tawaran dari T.O.P. Memanggilnya Oppa sama saja dengan menyuruh Min Ha untuk menjadi kekasihnya. Namun T.O.P tidak kehabisan akal mengerjai Junior cantiknya itu. Dia mengancam Min Ha akan berlumut karena selama 8 bulan kedepan dia akan hanya mengurut kasus menurut tanggal kejadiannya dan juga memecahkan kasus tertulis seperti hari-harinya selama 4 bulan ini.

“Bagaimana? Semua terserah padamu” T.O.P menggoda Min Ha yang sudah memanyunkan bibirnya sepanjang 10 cm itu.

“Oke, T.O.P Oppa! Puas kau sekarang?” Ucap Min Ha kasar.

Mendengar ucapan Min Ha, T.O.P hanya tersenyum simpul, merasa sudah memenangkan peperangan ronde pertama dengan gadis keras kepala ini.

Oke aku menang sekarang, tak lama lagi kau akan menjadi milikku, ingat itu Min Ha.

*Park Min Ha POV*

Hari-hariku terasa sangat membosankan. Selalu saja diisi dengan membaca kasus-kasus lama dan berusaha untuk memecahkannya. Dan percaya atau tidak semua kasus dapat aku pecahkan dengan mudah, itu sebabnya aku merasa sangat bosan. Hari inipun demikian, reading kasus dan lagi-lagi benar. Aku sudah berkata kepada partnerku yang keras kepala itu untuk mengajakku turun langsung menangani kasus, tapi dya selalu saja menggodaku. Akhirnya hari ini aku merendahkan harga diriku dan memanggilnya T.O.P Oppa, hal terkonyol dan ter *iyuhhh* yang keluar dari mulut sepanjang hidupku. Tapi apa boleh buat, daripada aku harus membusuk di ruangan ini dan membaca berpuluh-puluh kasus, aku putuskan untuk melakukannya. Semoga mulutku ini masih mau menerima makanan dan minuman serta berbicara dengan baik dan benar *semoga*.

SMS dari Cha Eun Gyeol: “Min Ha ya, kita ketemuan yuk, aku ada komik baru yang mau aku kasih lyat ke kamu, kamu dimana? Mau aku jemput?”

Akhirnya ada juga hal menggembirakan hari ini. Bibirku yang monyong 10cm pun perlahan-lahan mundur dan berubah menjadi senyum sumringah. Cha Eun Gyeol, seorang pria yang baru aku kenal sekitar 3 bulan yang lalu. Dia tampan dan menawan, tidak banyak gaya seperti kalian tau nama siapa yang akan aku sebunkan bukan? Dia seorang komikus, komiknya sudah banyak yang terbit di toko buku, dan untungnya aku tidak usah beli komik-komik tersebut karena dia dengan senang hari memberikannya gratis hanya untuk aku. Komiknya bergendre action dan terkadang ada sedikit romance di dalamnya. Yang jelas aku memang bukan pecinta komik, tapi kalau komik milik Eun Gyeol pasti akan selalu aku baca. Ups, ini bukan karena aku naksir sama Eun Gyeol ya, aku hanya merasa nyaman apabila bersamanya. Rasanya seperti menemukan Naga Kecilku yang hilang.

-Naga Kecilku, tenang saja, aku tidak melupakanmu kok, aku hanya merasa sebagian kamu ada pada dirinya. Dia sama-sama pandai menggambar sepertimu, senyumnya juga manis sama sepertimu. Aku berharap dia adalah kamu.-

Park Min Ha mengirim SMS: “Bertemu di cafe biasa ya, aku baru mau pulang dari kantor J”

‘message sent’

-FLASH BACK-

*Author POV*

Pagi itu seperti biasa Min Ha sudah berada di cafe dekat kantornya, dan seperti biasa pula dia mengantri sambil terus membaca file-file di tangannya. Mulutnya komat-kamit (tapi bukan sedang membaca mantra) matanya terus saja menatap berita acara yang banyaknya hingga berlembar-lembar. Mengamati satu persatu alibi para saksi dan tersangka. Min Ha memang selalu membawa pulang 1 berkas kasus kejahatan untuk dia pelajari, itulah tugasnya sebagai detektif junior. Dan setiap pagi dia mengantri di cafe ini juga merupakan suatu tugas detektif junior yang mempunyai partner yang malas bergerak. Setiap pagi Min Ha harus membelikan Green Tea Latte kegemaran seniornya T.O.P. Sebenarnya Min Ha juga tidak rela diperbabukan oleh senior tampannya itu, namun dia harus bersabar karena dia hanyalah “Junior”.

“Kalau kau ingin cepat-cepat naik level, dan ikut denganku menangani kasus secara langsung kau haru ikuti semua kemauanku, oke?” ucap T.O.P saat Min Ha mengeluh tentang tugasnya yang hanya berdiam diri di kantor, dia tidak merasakan greget menjadi seorang detektif sama sekali, tugasnya lebih mirip dengan satpam kantor.

Ditengah lamunan Min Ha yang sangat campur aduk pagi itu, tiba-tiba seorang pria menyapanya. Seorang pria manis, dan fashionable, dandanannya unik, berbeda dengan lelaki lain. Sepertinya umurnya sebaya dengan Min Ha, atau mungkin dya lebih tua 1 atau 2 tahun darinya.

“Maaf nona, saya hanya ingin bilang kalau..”

Belum sempat lelaki itu berbicara Min Ha langsung sewot. Dia teringat akan tingkah T.O.P tang selalu berusaha menyerobot antrian orang lain dengan aktingnya yang murahan itu.

“Maaf ya, tapi saya juga sibuk dan tidak punya banyak waktu, jadi kalau mau bertukar antrian, cari orang lain saja”

Pria itu hanya tersenyum melihat reaksi Min Ha diluar dugaan. Biasanya setiap wanita yang di ajak bicara olehnya pasti langsung jatuh hati karena walaupun pria ini tidak begitu tampan, namun senyumnya manis mempesona. Berbeda dengan Min Ha yang justru sewot maksimal, padahal pria ini bermaksud baik.

“Maaf nona, saya tidak bermaksud untuk bertukar antrian, saya Cuma ingin mengembalikan dompet kamu yang baru saja berhasil saya selamatkan dari tangan copet. Sepertinya kamu terlalu serius membaca sehingga tidak sadar dompetmu telah berpindah tangan.”

Jelas pria itu sembari menyodorkan sebuah domper coklat kecil yang berhiaskan gantungan naga kecil di bagian resletingnya. Sepertinya Min Ha memang benar-benar terlalu serius membaca berkas kasusnya sampai-sampai ia tidak sadar bahwa dompet yang berisi harta kekayaannya itu sudah berpindah tangan. Menyadari bahwa ia telah berlaku tidak baik kepada pria itu, Min Ha hanya tersenyum dengan pipi yang memerah.

Park Min Ha        : “Oh, maaf, saya benar-benar tidak menyadarinya, terima kasih banyak.”

Pria Manis           : ”Tak masalah, sepertinya belum ada yang sempat diambil oleh copet itu, lain kali hati-hati ya, saya kembali ke barisan dulu.”

Setelah mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya, prima manis itupun kembali ke barisan *paling belakang* pastinya. Min Ha merasa sangat bersalah melihat hal itu, seharusnya kalau pria itu tidak mengejar copet biadap yang mengambil dompetnya, pasti dia sudah ada di depan kasir dan memesan minuman, tapi kini dia harus mengantri di belakang.

Park Min Ha        : “Hei kamu! Kamu mau pesan apa? Biar aku yang membayar, sebagai rasa terimakasihku J”

Prima manis       : “Tak usah repot-repot, 1 Hot Americano ya, dan namaku Cha Eun Gyeol, Park Min Ha Ssi.”

Mulai saat itu mereka menjadi semakin dekat satu sama lain, mereka sering bertemu hanya untuk Saling oceh sana sini. Menceritakan berbagai hal, dari yang serius sampai yang konyol. Min Ha yang biasanya acuh dan menjaga sikap di depan lelaki, menjadi orang yang berbeda ketika sudah bersama Eun Gyeol. Mereka seperti sudah lama mengenal satu sama lain.

-FLASH BACK END-

*T.O.P POV*

Sudah 2 bulan ini hidupku sepertinya tidak seru, selain persediaan wanita menipis, karena satu persatu dari mereka tahu bahwa mereka buka satu-satunya. Juniorku Park Min Ha juga sudah tidak lucu untuk dikerjai. Sekaang dia selalu pulang kantor lebih cepat, membawa pulang 1 berkas kasus, dan berjanji mengembalikannya besok beserta analisisnya. Biasanya, selama 2 bulan pertama, sepulang jam kantor dia sibuk mebolak-balik halaman kasus-kasus lama. Pada saat itu, akupun sibuk memperhatikan dia, dia begitu cantik hampir setiap gerakan, dan mimik wajahnya membuatku terpesona. Walaupun dia tidak pernah bersikap manis layaknya wanita-wanita lain, tapi entah mengapa hal itu justru membuatku tergila-gila padanya. Sepertinya T.O.P si nomor 1 ini sudah akan bertobat sebentar lagi.

*Park Min Ha POV*

Seperti hari-hari biasa, suasana cafe ini pada sore hari hening. Hanya terdapat beberapa orang saja yang sedang sibuk di depan laptopnya masing-masing menyelesaikan tugas kantornya hari ini. Sementara aku, seperti biasa juga duduk di sudut cafe bersama dengan pria ini. Cha Eun Gyeol, pria yang baru aku kenal 2 bulan terakhir, yang mampu mngalihkan duniaku. Mengalihkan duniaku, karena biasanya aku masih berada dikantor untuk mengamati kasus-kasus lama, dan pada saat yang bersamaan, senior mata keranjang itu akan memperbudakku untuk bersih-bersih ruangan kita. Padahal kan di kantor itu sudah ada OB yang seharusnya membersihkan semuanya. Semenjak 2 bulan terakhir ini aku selalu menemui Eun Gyeol di cafe ini. Terkadang dia menyuruhku untuk membaca komik terbarunya dan meminta saran-saran dariku, terkadang juga aku menceritakan kasus yang sedang aku pelajari. Aku meminta dia mencoba menganalisis kasus tersebut, dan percaya atau tidak dia mempunyai insting yang tajam. Tak jarang tebakannya juga benar, siapa pelaku sebenarnya, apa senjata pembunuhnya, bagaimana alurnya. Dia bilang itu karena dia suka sekali membaca komik detektif dan juga menonton film detektif.

Cha Eun Gyeol   : “Bagaimana Min Ha? Komikku yang ini bagus tidak? Aku tidak biasa membuat komik romantis, tapi aku coba sekarang, karena bayarannya lumayan :D”

Park Min Ha        : “Lumayan juga, untuk lelaki yang tidak romantis dapat membuat cerita seperti ini, namun karakter lelaki playboy itu mengingatkanku pada seseorang.”

Cha Eun Gyeol   : “Haha, itu semua berkat bantuan Hyeong ku, dia banyak memberi pelajaran *bagaimana menjadi lelaki playboy* kepada karakter komik ini.”

Sudah 2 bulan aku mengenal Eun Gyeol, baru kali ini aku mengetahui bahwa dia memiliki seorang Hyeong. Untung dia tidak playboy seperti Hyeongnya, kalaupun dia playboy, aku bersedia kok mengembalikan dia ke jalan yang benar (jangan mimpi, belum tentu dia suka sama aku kan). Hari itu kami berbincang-bincang hingga larut malam, meskipun demikian aku tidak merasa bosan sama sekali. Ada sesuatu dalam diri Eun Gyeol yang membuatku nyaman, sehingga aku tidak akan bosan walaupun seharian aku hanya memandangnya saja. Apa ini cinta? Tapi jantungku tidak berdetak cepat seperti yang biasanya dikatakan orang-orang yang sedang jatuh cinta. Apakah ini hanya rasa nyaman antar sahabat? Memang dari kecil aku tidak pernah mempunyai seorang sahabat, hanya satu orang sahabat yang pernah mengisi hari-hariku, Naga Kecilku, ya hanya dia yang mau berteman denganku saat itu.

-FLASH BACK-

Naga Kecil           : “Ketika aku dewasa aku akan menikah dengan wanita cantik seperti kamu Min Ha”

Min Ha Kecil       : “Aku juga akan menikah dengan lelaki setampan kamu”

Naga Kecil           : “Janji ya..”

Min Ha Kecil       : “Janji..” (Merekapun saling mengaitkan jari kelingking)

-FLASH BACK END-

*Di Rumah Park Min Ha*

Dering telepon selularku menyadarkanku dari lamunan berkepanjangan tentang si Naga Kecil. Di layar telepon langsung muncul wajah lelaki paruh baya yang sangat aku cinta melebihi lelaki manapun di dunia. Ayahku menelepon, sudah sekitar 2 minggu ayahku tidak menelepon, dan sekitar 2 tahun aku tidah bertemu dengannya.

Park Min Ha        : “Yeoboseyo Abojiiiii!!!!”

Ayah Min Ha      : “Tebak, ayah sudah dimana? Ayah sudah di Incheon sayang,, tunggu ayah di rumah ya.. ”

Park Min Ha        : “Yang benar? Ayah jangan bercanda?”

Ayah Min Ha      : “Tentu saja sayang, ayah akan pulang ke rumah naik taksi.”

*Someone POV*

“Mantan Menteri Budaya Korea Selatan telah pulang setelah selama 4 tahun terakhir tinggal di USA untuk memperkenalkan budaya Korea Selatan di negara barat. Dia juga telah berhasil mendirikan Sekolah khusus untuk orang Korea yang tinggal di USA, selain itu restorannya juga berhasil menjadi restoran Korea yang paling banyak diminati di USA. Dia kembali ke tanah air setelah menyerahkan semua bisnisnya kepada anak-anak didiknya di sana. Dia merasa telah mengharumkan nama Korea Selatan bahkan di saat dia sudah pensiun dari pemerintahan.”

Jadi kau sudah pulang bapak tua? Apa? Mengharumkan nama Korea Selatan? Apa kau lupa dengan kelakuanmu dulu saat kau menjabat sebagai mentri? Semudah itukah kau lupa? Kau telah memfitnah seorang yang tak berdosa hingga di hukum mati, sekaran giliranmu mendapat balasannya karena teman-temanmu yang lain sudah mendapatkannya.