--Is This Wrong Dear--

Title                     : Is This Wrong, Dear?

Author                 : @ChobyChoi

Main Cast           :

  • Choi Seung Hyun (BigBang TOP)
  • Han Yong Kyung (OC)
  • Other

Genre                   : AU, Romance, Family, (sedikit) Kekerasan

PG                         : R-16

Length                  : Chapter (3/END)

A/N                        : Part terakhir, semoga tidak mengecewakan ^^

Disclaimer           : Yang Saya punya hanya jalan cerita dan cast (Han Yong Kyung).

==========Happy Reading==========

 

“CEPAT BERIKAN ALAMATNYA!!!” Seung Hyun berteriak pada seorang resepsionis di kantor stasiun televisi itu. Ia sudah kalap mengingat Yong Kyung dalam keadaan bahaya. Tak pedulikan tatapan heran dari para pegawai disana. Ia hanya menginginkan alamat cameramen bernama Taeyang.

Setelah memaksa lebih keras, ia akhirnya mendapatkan alamat rumah Taeyang. Dengan segera namja itu melesat, mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tak wajar. Pikirannya benar-benar kalut memikirkan keadaan Yong Kyung. Mendadak mobilnya berhenti akibat barisan mobil di depannya mengantri tanpa bergerak. Ia terjebak macet!

“Shiittt!!!!” ia memukul stir dengan keras. Kenapa jalanan di Seoul sungguh menyebalkan? Benar-benar membuatnya semakin kalut.

==========Y.T==========

 

“A-apa?” Hyejin mendadak gagap mendengar informasi yang ia dapatkan dari teman kerjanya.

Temannya memberitahu bahwa suaminya datang ke kantor, membuat keributan dengan memaksa resepsionis untuk memberikan alamat Taeyang. Wanita itu mulai kalut. Kemarin Taeyang meneleponnya untuk menanyakan gadis yang sering bersama suaminya. Tapi ia tidak tahu apa yang sudah dilakukan Taeyang sehingga membuat Seung Hyun marah.

Dengan segera ia memasukkan ponselnya ke dalam tas, ia meminta salah seorang suster untuk menjaga Jinwoon. Wanita itu dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan meluncur meninggalkan rumah sakit.

“Apa yang sudah dilakukan namja psikopat itu?!!” desisnya penuh kekesalan.

==========Y.T==========

 

Seung Hyun mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

“Aku membutuhkan bantuanmu! Bawa polisi! Akan kukirim alamatnya”

Setelah mengirimkan pesan singkat berisikan alamat pada orang kepercayaannya, Seung Hyun turun dari mobil dan berlari menembus kemacetan. Tak peduli dengan tatapan orang lain. Yang ia tahu hanya untuk segera sampai di tempat tujuan.

==========Y.T==========

 

“Tolong lepaskan aku! Hiks!” Yong Kyung terus berontak saat bibir Taeyang mencium dada atasnya.

Ia menangis histeris diperlakukan tak baik oleh seorang namja yang dipenuhi rasa nafsu dan amarah itu. Taeyang hendak merobek lebih kaos tipis yang di pakai Yong Kyung. Sedikit ada celah, dengan segera Yong Kyung menendang selangkangan namja itu keras. Membuat Taeyang tersungkur menjauh kesakitan. Sekuat tenaga Yong Kyung berdiri, tapi saat sudah berhasil menegakkan tubuhnya, Taeyang kembali mendorongnya kedinding.

“Sialan!!”

DUGH!

“Arggh!”

Rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya, terutama bagian kepala belakang saat Taeyang membenturkan kepalanya ke dinding dengan keras.

“Aku mohon Hentikan.” mohon Yong Kyung disela sakit dan tangisnya. Kembali Taeyang membentur kepalanya ke dinding.

“Hah! Wanita sepertimu harus diberi pelajaran!”

Ia sudah merasakan pusing yang luar biasa. Ia alihkan wajahnya, menunduk saat tangan Taeyang terangkat, hendak melayangkan tinjunya.

“Ini adalah pembalasan dari perbuatan kekasihmu! Heeuuhh!!”

BRAAAKKKK!!

“Berhenti disitu Dong Yong Bae!” belum sempat Taeyang mendaratkan tinjunya, ia dikejutkan dengan suara dobrakan pintu kamar bersamaan dengan beberapa orang polisi yang menunjukknya dengan sebuah pistol.

Taeyang terkejut, dengan reflek kedua tangannya mengangkat. Salah satu diantara polisi itu mendekat, mengambil tangan Taeyang dan memborgolnya. Namja itu digiring untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Satu orang berjas hitam mendekat pada Yong Kyung yang tak berdaya untuk memeriksa keadaannya.

“Yong Kyung!” Tak lama kemudian, Seung Hyun datang dan langsung menghampiri Yong Kyung. Gadis itu tampak sangat berantakan. Darah, baju yang robek, membuatnya terlihat sangat menderita.

“Op-ppa…” ia tersenyum melihat Seung Hyun yang merengkuh tubuhnya.

“Akhirnya kau datang…” Yong Kyung berucap lagi, membuat mata Seung Hyun berkaca-kaca, bahkan detik berikutnya air menetes dari matanya.

“Jangan menangis…” dengan lemah Yong Kyung mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Seung Hyun.

“Bodoh! Kenapa kau melakukan ini?!” rutuk Seung Hyun disela tangisnya.

“Aku ingin membuktikan sesuatu padamu”

“Diam! Jangan banyak bicara! Aku akan membawamu ke rumah sakit.”

Yong Kyung tersenyum mendengarnya. Ia menggantungkan lengannya di leher Seung Hyun. Namja itu menggendongnya keluar dari rumah Taeyang. Saat akan memasukkan Yong Kyung ke dalam mobil, langkah Seung Hyun terhenti, ia melihat sebuah mobil hitam yang baru saja datang, terparkir di pekarangan rumah Taeyang. Si pengendara mobil keluar, matanya menatap Seung Hyun yang juga tengah menatapnya. Tapi itu tak berlangsung lama, karena Mr. Lee –orang kepercayaan Seung Hyun- segera mempersilahkannya masuk ke dalam mobil. Suara sirine ambulance dan polisi memenuhi pagi yang cerah itu. Seluruh warga sudah antri di pinggir jalan untuk menyaksikan kejadian kriminal yang dialami tetangganya.

 

This is wrong, dear!

This is wrong!

Bukan kalimat itu yang ingin kuucapkan

Diam, dan dengarkan kembali apa yang aku katakan

Kau hanya perlu duduk dan menikmati kisah ini

.

.

.

3 Januari 2013…

 

“Aku akan menikah….”

Kalimat itu yang pertama kali kudengar darinya saat berhasil menjemput dan mengantarku pulang. Untuk beberapa saat, kami hanya diam. Dia tak melanjutkan kata-katanya. Aku-pun tak menjawab, hanya memilih tersenyum. Entah, apakah senyuman ini mampu menutupi isi hatiku atau tidak. Sebelumnya aku pernah mendengar cerita darinya, bahwa ada seorang yeoja yang mengaku hamil. Bukan lagi rahasia kalau dia adalah pemabuk berat. Dia bisa meminum vodka sebanyak yang ia inginkan. Wanita itu mengatakan, ia ditidurinya saat menemukannya di club malam di daerah Gangnam. Aku hanya mendesah sesak saat itu.

“Yong Kyung…” dia berlirih pelan, menuntutku untuk membuka suara. Aku menoleh padanya dan tersenyum lebar. Sebelum berucap, aku menepuk bahunya agak sedikit keras.

“Itu baru namanya pria sejati!”

==========Y.T==========

 

6 Januari 2013…

 

“Kau akan datang ‘kan malam ini?”

Jam 6.30 dia menghubungiku. Pertanyaan itu sudah ia tanyakan berulang kali. Dia mengatakan, malam ini akan ada pesta pertemuan keluarga untuk membicarakan pernikahan. Aku yakin maksudnya adalah pertemuan keluarganya dengan keluarga wanita itu. Apakah aku harus datang, dan mendengarkan mereka membicarakan tentang pernikahan? Aku rasa, aku bukan siapa-siapa mereka.

“Mr. Lee akan menjemputmu. Dandanlah yang cantik.” Belum sempat aku menjawab, dia sudah menyuruhku lagi.

“Yong Kyung…” dia menyebut namaku. Selalu seperti itu jika tak mendapat respon dariku.

“Iya, Oppa”

Dengan malas aku memakai gaun yang kirim olehnya tadi sore. Sebenarnya siapa yang akan menikah? Kenapa aku harus datang? Memakai gaun dan berdandan yang cantik? Ini sungguh membuatku muak!

==========Y.T==========

 

“Kau, Han Yong Kyung?” baru saja aku keluar dari mobil, seorang yeoja asing menyambutku.

“Aku Kang Hyejin”

Degh!

Jadi ini wanita itu? Dia mengulurkan tangannya di depanku. Dengan terpaksa aku menyambutnya.

“Seung Hyun banyak bercerita tentangmu. Kau sahabat yang baik, maaf aku harus datang di tengah-tengah kalian”

Dia mulai bercerita saat kami berjalan beriringan masuk ke dalam rumah Seung Hyun Oppa. Namja itu benar-benar keterlaluan! Kenapa harus membiarkan aku disambut oleh wanita ini? Kupikir ini terlalu special untuk seorang sahabat sepertiku, dan tadi apa katanya? Dia bercerita tentangku pada wanita ini? Huh! Apa waktu dua tahun tidak cukup untuk membuatnya mengerti perasaanku?

Aku benar-benar ingin pergi dari sini. Tuhan, aku mengizinkannya menikah dengan wanita lain, tapi jika kau harus memberiku beban –menyaksikan mereka membicarakan pernikahan, aku tidak yakin untuk sanggup menghadapinya.

Langkah kami terhenti di depan sebuah ruangan yang sudah dihuni lima orang, tiga diantaranya adalah orang tua Seung Hyun Oppa dan Hye Hoon Onnie. Sepasang suami istri lainnya duduk membelakangiku, saat itu aku yakin bahwa mereka adalah orang tua dari Hyejin. Baiklah… mungkin sekarang aku harus memanggilnya “Onnie”.

“Akhirnya kau datang…” sapa Hye Hoon Onnie. Apa kau juga akan membunuhku malam ini, Onnie?

“Aigoo… kau cantik sekali” aku hanya tersenyum hambar mendengar pujian itu. Setidaknya aku akan terlihat cantik jika malam ini benar-benar mati.

Kepalaku tertunduk saat suara tawa mereka mulai memenuhi telingaku. Jangan katakan kalau aku hanya menjadi patung bagi mereka.

“Yong Kyung…” suara Choi ahjuma memanggilku. Aku tak yakin bisa menjawab.

“Yong Kyung, angkat kepalamu.” Bahkan aku tak yakin bisa mengangkat kepalaku dengan benar.

“Kenapa kau tak mau mengangkat kepalamu?” Sebuah tangan melingkar di pundakku, bersamaan dengan suara berat yang kukenal. Aku mendongak, melihatnya tengah tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya, meski mungkin terlihat sangat tipis. Malam ini dia terlihat sangat bahagia.

Mataku sedikit menunduk, sebelum akhirnya menatap lurus ke depan. Seketika tubuhku membeku saat menatap dua orang yang berdiri di depanku. Mereka tersenyum penuh kemenangan. Apa mataku bermasalah saat ini? Aku melihat orang tuaku berdiri disana.

“Op-oppa…” aku mengangkat kepala, menatap Seung Hyun Oppa yang juga menatapku dengan senyuman.

“Eum?”

“Bukankah….”

“Malam ini memang untuk membicarakan pernikahan” sahutnya.

“Tapi….” Sekali lagi ucapanku menggantung.

“Pernikahan kalian berdua” sambar seseorang. Aku menoleh, ternyata Choi ahjussi angkat bicara.

“Pernikahan?” lirihku tak mengerti. Ini jelas membuat kepalaku mulai sakit.

“Tapi bukankah… Hyejin Onnie…” aku menunjuk wanita yang tadi menyambutku. Dia tengah dirangkul oleh seorang namja berambut mohawk dan memasang wajah dengan senyuman yang sama dengan orang-orang di ruangan ini.

“Ah sudahlah… cepat jelaskan padanya. Aku tidak tega melihatnya seperti itu” ujar Choi ahjumma.

Kepalaku rasanya benar-benar sakit memikirkan ini. Apa orang-orang disini tengah mempermainkan aku? Tangan Seung Hyun Oppa menarik pundakku agar berhadapan dengannya.

“Dengar, waktu itu aku berbohong tentang wanita yang mengaku hamil olehku. Wanita itu, sebenarnya adalah Hyejin. Dia sepupuku yang baru datang dari Jepang dan sudah menikah dengan Taeyang, juga sudah hamil tiga bulan. Aku ingin memberimu pelajaran karena tak pernah menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya. Padahal aku sudah berulang kali memberimu peringatan bahwa aku menyukaimu”

Aku sedikit tersipu mendengarnya. Eh? Benarkah yang aku dengar?

“dan malam ini…, maaf aku harus melamarmu.”

Aku sedikit mundur saat Seung Hyun Oppa berjongkok di depanku seraya mengangkat sebuah kotak berwarna biru krystal. Isinya sebuah cincin yang menurutku… terlihat sangat cantik!

“Would you marry me?” ucapnya. Aku sedikit syok mendengar itu.

“Oppa, tapi….” Ucapanku menggantung. Dia menatapku penuh harap. Oh Tuhan… apa ini nyata? Aku terharu dengan keadaan ini.

I do…” segera aku menghambur kepelukkannya. Dia berdiri untuk menyambutku, kemudian mencium puncak kepalaku. Tawa diiringi suara tepuk tangan terdengar ditelinga. Apa ini sebuah do’a yang terkabul?

“Hiks! Kau jahat!” tak terasa aku menangis. Aku memukul dadanya sedikit keras. Berbohong untuk membuat hatiku patah hati adalah perbuatan yang sangat menyebalkan.

Seung Hyun Oppa melepas pelukannya dan menatapku cemberut.

“Itu sakit, sayang.”

“Itu karena kau jahat!” sekali lagi aku memukulnya, dia sedikit menjauh, tapi tak melepas pelukannya.

“Ini semua ide Hye Hoon Noona” tunjuk Seung Hyun Oppa pada noona semata wayangnya.

“Apa? Aku mendapatkannya dari Eomma” sahut Hye Hoon Onnie memberikan pembelaan.

“Ya! Bukankah kau sendiri yang gelisah karena sikap Yong Kyung” bela Choi ahjumma.

“Berarti kau yang jahat.”

Aku kembali mengangkat kepala melihat Seung Hyun Oppa berkata seperti itu.

“Kalian semua jahat!” ucapku tak mau disalahkan.

“Termasuk dirimu.”

Aku memukul dadanya saat dia berucap lagi. Semua orang di rumah ini tertawa keras. Meski kesal, ujung bibirku tetap tertarik. Seung Hyun Oppa memelukku, dan aku menyembunyikan tangis sekaligus tawaku di dadanya.

Oh Tuhan…. Ini benar-benar……. TIDAK SALAH!!!

==========Y.T==========

“Di buang sayang”

 

Tabi: Ini baru benar sayang…

Me: Mengerjaiku? Kau salah!

Tabi: Mwo? Tapi kau tetap tersenyum.

Me: Bukan itu! 6 januari, seharusnya kau mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

Tabi: Yang penting aku sudah memberimu sebuah kejutan.

Me: Membuatku patah hati dan melamarku?

Tabi: Kau tidak ingin menikah denganku?

Me: *bimbang* Tidak. Sebelum kau mengucapkan selamat ulang tahun.

Tabi: Baiklah… Saengil chukkae hamnida, chagi :*

Me: Dalam bahasa Indonesia.

Tabi: Bahasa Indonesiaku blepotan(??).

Me: Ucapkan, atau tidak sama sekali?

Tabi: Baiklah… Selamat ulang tahun, sayang :*

Me: Terimakasih sayang.

Tabi: Sekarang, kau mau menikah denganku?

Me: *kembali bimbang*

Tabi: Kenapa tak menjawab?

Me: Ada seseorang yang menungguku.

Tabi: Siapa?

Me: *tunjuk Seung Ri*

Tabi: Namja itu? Baiklah… Aku akan membuatnya tak bisa menunggumu lagi.

Tabi-pun menghampiri Seung Ri dan menghajarnya habis-habisan demi menikah dengan Yong Kyung. Tapi Seung Ri memberikan perlawanan, dia sudah menunggu gadis itu selama satu tahun lebih dan pertarunganpun semakin alot. Tanpa mereka sadari, sang pujaan hati, Yong Kyung telah digondol maling, eh salah! Telah diembat sang leader kece!

GD: Neng, ikut abang yuk.

Me: Gak ah… gak nolak baaaang :*

Akhirnya Yong Kyung dan GD pun hidup bahagia selamanya.

THE END

 

Note: Maafkan atas kegajean di akhir cerita, terimakasih… *bows ^_^