Love Letter
Title : Love Letter

Author : Jiyongyongie18

Cast : Kwon Jiyong , Lee Kyunghee (OC) , Lee Seungri

Genre : Romance , School Life

Length : Twoshoot – 1 of 2

Rating : G

A/N : Annyeonghasseyo readerdeul … Ini FF kedua yang saIa publish di BBFF Indo . Pertama , Jeongmal Gomawo buat admin yg mw posting ini . oh ya , kalo udh baca komen ya… gk wajib kok . Cuma buat jejak ajja . Kalo menurut reader gk rame,,, please kasih tahu kenapa gak rame … Okke .. Happy Reading !! ^^
DISCLAIMER : Cerita ini Hanya fiksi belaka . Cast hanya pinjam nama . Plot dan Jiyongnya Punya saIa . Don’t be a plagIator !!

—Love Letter—

Aku tidak ingin bertemu Sunbae lagi karena kurasa Aku akan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya jika Aku bertemu denganmu Sunbae . Bahkan jika sekarang Aku lupa ingatan , kurasa Aku juga akan terus jatuh cinta pada Sunbae . Jadi , dikehidupan mendatang Aku tidak ingin bertemu Sunbae . Cukup dikehidupan ini saja .

—Love Letter—

Meski Aku tahu Ia tak akan pernah berniat membalas suratku , tapi Aku tetap yakin untuk memberikan ini padanya . Apa yang salah jika Aku memberikan suratku ini? . Aku terlalu malu untuk menyatakan perasaanku secara langsung . Aku tidak bisa membayangkan jika nantinya Aku ditolak olehnya secara mentah-mentah di hadapan siswa lain . Aku tidak bisa membayangkan seberapa memalukannya Diriku jika hal itu benar – benar terjadi . Aku tidak mau , sungguh , jika itu terjadi Padaku rasanya Aku akan langsung keluar dari sekolah ini saja .

Tapi jika dengan begini , semua nya akan aman dan baik – baik saja . Tak perlu mengkhawatirkan apapun . Jika Ia menolaknya pun , tidak apa . Aku yakin Ia akan membaca suratku ini secara pribadi . Lagipula , biarpun Ia melihat wajahku nanti , Aku rasa Ia tak akan mengingat wajahku hanya dengan sekali lihat . Kupikir itu tidak mungkin .

Akhirnya, Aku telah selesai menulis suratku ini . Walaupun Aku tidak yakin , tapi Aku telah berusaha untuk menulis dan merangkai kata sebaik yang kubisa . Aku pun melipat kertas suratku baik-baik dan menyelipkannya di dalam sebuah amplop putih dengan sedikit hiasan berbentuk hati kecil merah di tutup amplopnya .

“Kyung Hee-ya… Kau yakin akan memberikan itu pada Jiyong Sunbae?
” Oh , Seungri . Dia sahabatku . Awalnya juga Ia mencegahku habis-habisan untuk tidak memberikan surat ini pada Jiyong Sunbae . Karena Ia bilang , Jiyong Sunbae tak pernah memiliki kekasih lagi setelah kekasih lamanya telah memutuskannya . Dan siswa yang menghentikan hubungan nya dengan Jiyong , adalah alumni dari sekolah ini . Seungri bilang Ia gadis yang cantik dan keturunan Jepang . Kiko Mizuhara .
Begitulah , walaupun Seungri mencegahku , Aku tak dapat menghentikan ini .

“Seungri , jangan khawatir . Aku akan baik-baik saja sekalipun Ia tak bisa membalas perasaanku . Toh semua siswa yang telah ditolaknya mentah-mentah juga tak mengidap depresi kan? . Jadi , semuanya akan baik-baik saja . Tenanglah . Jika Kau sahabatku , seharusnya Kau membantuku!”

“Yasudah … Kalau begitu , apa yang bisa kubantu ?”
Aku hanya tersenyum manis padanya dan menggelengkan kepala . Sejujurnya , hal kecil seperti ini menurutku bisa kulakukan sendiri . Memberikan surat cinta itu hanya butuh keberanian . Mentalku sudah cukup kuat untuk melakukan ini .

“Kupikir , lebih baik Kau menyemangatiku . Kau hanya perlu membantuku dengan do’a supaya Aku berhasil . Itu sudah cukup bagiku, Seungri.”

“Baiklah , Semangat! FIGHTING!” kata Seungri mengepalkan tangannya .
Aku juga mengepalkan jari-jari ku dan mengangguk kecil . Setelah itu Aku pergi dari kelas menuju kelas Jiyong Sunbae . Aku kaget saat Aku menengokkan kepalaku ternyata Seungri malah mangikutiku . Ia hanya memasang wajah tak bersalah seolah-olah Ia tak melakukan apa-apa .

“Ayolah Kyung Hee . Aku tahu Kau nantinya akan gugup . Jadi biarkan Aku menemanimu .”

“Yasudah.” Jawabku singkat . Kami berdua akhirnya pergi menju kelas Jiyong Sunbae . Dan sekarang , Kami berdua telah berada di ambang pintu . Aku dan Seungri berhenti . Perasaanku kini benar-benar tak karuan . Seungri benar , ini memang membuatku begitu gugup . Agak lama kami berada di ambang pintu . Aku belum berani masuk ke dalam kelas Jiyong Sunbae .

Aku hanya melihatnya tengah membaca buku . Ya ampun , tak kukira ternyata Ia namja yang keren lebih dari yang kupikirkan . Bahkan Aku tidak bisa mengontrol detak jantungku yang berpacu dag-dig-dug ini .

“Kau hanya mau memerhatikan Dia ? Lalu kapan Kau mau memberikan suratmu? Waktu istirahat hampir selesai !. Kau mau semuanya sia-sia ? Kita sudah berada di luar kelasnya dan Kau hanya mematung seperti ini ? Ayolah … Jangan takut . Kau bilang Kau akan baik-baik saja . Cepatlah . Kalau isirahat selesai , akan banyak sunbae lain yang berada di dalam kelas dan itu akan membuatmu menjadi lebih gugup lagi .”
Celoteh panjangnya membuat banyak Sunbae menatap kami aneh . Tapi biar begitu , kurasa celoteh nya ada benarnya juga . Aku memang harus memberikan ini secepatnya . Kalau tidak , perjuangan ku sampai di luar kelasnya seperti ini akan sia-sia saja . Kupikir memang Aku tak boleh hanya menghiraukan perasaanku . Aku harus berani !

“Baiklah ! Ternyata Kau berguna juga ! .”
Aku pun memasuki kelasnya . Langkah kakiku kuatur sepelan mungkin tapi dengan gerakan yang agak cepat . Aku terus melangkah mendekati meja . Oh Ya Tuhan … Kenapa Aku begitu gugup ? …
Tepat saat Aku berada di samping mejanya . Aku diam . Ia tak menghiraukanku dan terus membaca . Kupikir itu hal yang keren walaupun sebenarnya secara tidak langsung Ia telah meniadakan kehadiran ku .

“Sunbae… Jiyong Sunbae ….”
Ia menengok ke arahku . Ia menghentikan aktivitas membacanya . Sungguh , Aku tak pernah melihatnya hingga sedekat ini . Oh … Ia benar-benar ….. Sempurna!? … Aku tidak tahu … Kenapa tubuhku seperti membeku ? . Ya ampun , Jiyong Sunbae tersenyum Padaku? Benarkah ? . Ia terlihat begitu manis .

“Ada apa?” tanyanya lalu berdiri .
Sekarang Aku benar-benar dihadapannya . Jantungku masih terus berpacu dan semakin cepat . Mataku sepertinya akan kekurangan oksigen karena kurasa Aku tak berhenti menatapnya . Hatiku , perasaanku … Tak ada bandingannya . Tapi otakku berkata , surat ini harus segera kuberikan . Tapi sejujurnya , Aku tidak tahu kata-kata apa yang harus kuucapkan untuk memberikan surat ini . Aku bingung , terlalu bahagia bisa melihatnya .

TRETTTTTTTT …

Bel berbunyi ! . Oh tidak , waktuku habis ! .

“A-annyeong hasseyo Sunbae … Kyung Hee Imnida .T-trimalah suratku .!” Aku memberikan surat itu pada tangan nya dan langsung cepat lari sambil menundukkan kepalaku . Aku benar-benar malu , gugup , tegang , senang… entahlah . Semua itu sepertinya bisa Aku rasakan hanya dalam satu kejaDian . Aku benar-benar tidak yakin apa surat yang tadi kuberikan benar-benar akan Ia baca . Apa Jiyong Sunbae akan membacanya ? . Tapi kenapa sekarang Aku jadi malu jika Jiyong Sunbae membaca surat itu? . Ya ampuuuunnn ….

“Bagaimana ? Kau berhasil ?” tanya Seungri yang berada didekat pintu .
Aku menggelengkan kepala . Sejujurnya , ini belum bisa dipastikan apakah Aku berhasil atau tidak . Aku hanya bisa berdoa karena Aku sudah berusaha . Jika nantinya surat itu tak Ia baca Aku hanya bisa pasrah . Jika nanti ini tidak berhasil , atau Ia menolakku , Aku mungkin akan memberikan surat untuk kedua kalinya . Tapi , Aku akan menunggu apa yang terjadi setelah ini .

“Hey … Kyung Hee ! Kau kenapa ?”

“Ah sudahlah . Lebih baik kita cepat pergi ke kelas . Terimakasih sudah mau membantuku , Seungri .”

Dan Aku memeluk Seungri singkat lalu tersenyum padanya . Sejak dulu Aku bahkan telah menganggapnya sebagai kakak ku .

“Baiklah .” Aku dan Seungri pun pergi ke kelas kami cepat . Aku tahu kami sudah terlambat karena bel sudah berbunyi sejak beberapa saat yang lalu .
—Love Letter—

JIYONG POV
Saat istirahat tadi ada yang memberikanku surat . Siapa ya ? Kang Hee? Kyung Hae ? Kyung Hee ? Ah , Aku lupa . Tapi tak apalah , toh Aku akan segera mengetahui siapa gadis itu karena Aku mengingat wajahnya . Dia memang tidak secantik Kiko . Tapi Dia punya senyum yang manis . Hanya saja kacamatanya itu menurutku sangat mengganggu untuk Dia pakai . Ah sudahlah lebih baik Aku membaca surat ini .
Tapi , sejujurnya . Kalau diingat-ingat saat Ia memberikanku ini , Aku akan tertawa karena Ia terlihat begitu gugup . Oke , bagaimana isi suratnya ya ?.

Dear Jiyong Sunbae…
Entah mengapa Aku bingung akan menulis apa disurat ini . Sunbae pasti akan menebak jika Aku akan menyatakan perasaanku pada Sunbae kan ? . Benar sekali ! Aku menyukaimu Sunbae . Tapi , Aku tak memaksamu . Aku hanya ingin Kau tahu saja .

Oh ya … Sunbae pasti masih menyukai pacar-pacar Sunbae yang dulu kan ? . Aku yakin jawabannya Ia , jadi Aku tak berharap banyak dari Sunbae . Sekali lagi , Aku hanya ingin Kau tahu saja kalau Aku memang menyukaimu .
Jika sunbae ingin tahu , sebenarnya Aku ini sering sekali berkhayal tentang Sunbae dan Diriku . Aku akan membayangkan Kau menjadi Putera Mahkota dan Aku menjadi Puteri mahkotanya . Kurasa itu akan sangat membahagiakan .
Di kehidupan kedua nanti , Kau ingin menjadi apa ? . Kalau Aku tidak ingin bertemu Sunbae lagi karena kurasa Aku akan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya jika Aku bertemu denganmu . Bahkan jika sekarang Aku lupa ingatan , kurasa Aku juga akan terus jatuh cinta pada Sunbae . Jadi , dikehidupan mendatang Aku tidak ingin bertemu Sunbae . Cukup dikehidupan ini saja . Karena jatuh cinta padamu itu kadang” membuatku sakit hati . Melihatmu memang membuatku bahagia . Tapi jika Aku ingat Aku ini bukan siapa-siapa bagimu , Itu akan membuatku sakit hati .
Aku ingin dicintai tapi Kau tak terlihat mencintaiku

Aku berputar dalam lingkaran ini dan menemukan satu jawaban
Meski Aku takut , Meski Aku terluka
Aku dapat mengatakan “Aku mencintaimu” pada orang yang kucinta
Dan itu adalah hal yang terindah di dunIa
Semoga Aku masih tetap bisa menulis banyak surat lain untuk Sunbae .

-KH-

“Di kehidupan mendatang Aku tidak ingin bertemu denganmu karena Aku akan terus jatuh cinta padamu” . Sepertinya sebelum ini Aku juga pernah mendengar itu . Tapi siapa ? . Apa Kiko ? Kiko ?. Tidak mungkin , tapi itu memang kata-kata yang pernah Kiko ucapkan untukku . Tapi kenapa gadis ini bisa mengatakan hal yang sama ? . Kupikir tidak akan ada orang lain lagi selain Kiko yang bisa mengatakan hal ini Padaku.
Semua gadis yang menyatakan perasaannya Padaku bilang jika suatu saat nanti ingin bertemu denganku kembali . Ada yang ingin menjadi kakakku , ada yang ingin menjadi adikku , ada yang ingin menjadi istriku bahkan ada yang mengatakan bahwa Ia ingin menjadi rambutku agar tak pernah lepas dariku . Semua yang dikatakan gadis-gadis itu intinya mereka ingin bersamaku di kehidupan mendatang .

Tapi dua gadis ini , mereka berbeda . KH . Kiko . Apa KH lebih baik daripada kiko ? Entahlah . Tapi sepertinya jantungku merespon suratnya . Aku tidak yakin Aku menyukainya . Tapi rasanya seperti pertama kali Aku jatuh cinta pada Kiko bahkan lebih . Aku merasa lebih bahagia dari sebelumnya . Aku merasa menerima sebuah cinta . Ya , Aku memang menerimanya . Dari gadis ini .

Benarkah dalam beberapa detik Aku menyukainya ? . Ini tidak mungkin . Hanya karena
Aku membaca kata-kata yang sama seperti yang diucapkan Kiko , tak mungkin kan jika Aku langsung mencintainya . Tapi , perasaanku memang benar merespon surat yang Ia berikan . Aku tidak tahu mengapa .Sepertinya Ia mirip dengan Kiko .

— TBC —