Don't Hate Me Pic

Don’t Hate Me

Author : maknae134unyukk

Main Cast : Kwon Ji Yong (Big Bang)

Kwon Jeera (OC)

Other Cast : Choi Eunsun (OC), Choi Seung Hyun (Big Bang), Lee Seung Hyun (Big Bang), Tablo (Epik High), Kwon Bom (2Ne1)

Genre : Drama, Family |Rated : PG 15 |Gaje |Typos |Oneshoot

Disclaimer : Bigbang punya semua tapi ff nya punya aku

“Everybody hate me. But you love me and I love you”

::::::::::::::: DON’T HATE ME™ :::::::::::::::

Jiyong Pov*

Cih, pagi ini pun aku diceramahi ortuku lagi ! apa mereka tidak bosan menceramahiku setiap pagi ? Jeera saja tidak diceramahi tapi aku ? dasar pilih kasih ! aku benci mereka !! selalu Jeera saja yang dipikirkan, selalu Jeera yang dimanja. Okey, bukannya aku mau dimanja tapi semua yang Jeera inginkan pasti diberikan tapi aku ? jangan harap PSP keluaran terbaru saja tidak dibelikan ! huh, menyebalkan.

Tapi jika bukan karena Jeera yang merayu ortuku mungkin kali ini aku tidak diberikan uang saku karena sudah meminta motor sport baru dari appaku. Kalau bukan karena Jeera mungkin ortuku sudah menjadikanku makan malam Gaho dan Jolie karena aku selalu meminta banyak hal. Bukan karena mereka tidak punya uang. Itu karena uang mereka hanya untuk Jeera, ingat ! HANYA UNTUK Jeera adikku yang sialan itu.
“oppa~ kau melamun lagi, ada apa sih ?” tanya seseorang dengan suara agak tinggi.

“a-ani, hanya saja ada pr yang belum kukerjakan hehe”
Aku Cuma pasang tampang kalau berhadapan dengan adikku. Cih, persetan dengan adik !

Jiyong pov end*

Jiyong langsung melajukan motor sportnya dengan cepat agar tidak terlambat sekolah. Karena takut terjatuh Jeera mengeratkan pegangannya pada Jiyong, kakak tersayangnya.
Sampai di gerbang sekolahnya, Jeera segera masuk ke sekolahnya. Sekolah Jeera dan Jiyong berbeda, Jeera bersekolah di tempat yang elit, yaitu VI High School dan Jiyong di

Dragon High School.

Di depan pintu kelas, Jeera ragu-ragu untuk masuk. Ia takut. Takut ? Jeera sang anak emas sekolah dan kesayangan orang tuanya takut ? oh, sebenarnya apa yang terjadi ??
Itu, karena … BYURR !!! bunyi itu terdengar saat Jeera memasuki kelas. Mungkin bunyi itu sudah sering ia dengar dan ia rasakan. “haha !! rasakan itu ! dasar anak tak tahu diri !!” cemooh seorang yeoja seumuran dengan Jeera. Ia terdiam, tak mampu menahan air mata yang makin lama makin membasahi wajahnya yang sudah basah. Ini bukan salahnya, mereka berbuat begitu karena … karena … tidak pernah terlihat elit ataupun kaya ketika disekolah. Bahkan ia selalu terlihat sederhana. Karena semua uang yang diberikan orangtuanya ia belikan untuk kebutuhan dan kesenangan kakaknya, Jiyong.
BRAKK !! pintu kelas terbuka lebar, seorang yeoja manis bermata tajam masuk kekelas Jeera.

“Yak ! apa yang kalian lakukan pada Jeera !! apa kalian mau mati sekarang eoh !!?” tanya yeoja itu—ani, lebih tepatnya gertak yeoja itu.

“eh, anu—itu kami hanya membersihkan badan Kwon Jeera yang kotor kok, Eunsun-ah” kata seorang yeoja blonde sok imut.

“cih, kalau mau bersih-bersih jangan disini kalian itu tak berpendidikan !! BYURR !!” Eunsun terlihat menyiramkan air sabun bekas pembersih lantai kepada 3 yeoja yang mengerjai Jeera.

“hiks ..” isakan itu terdengar lagi. Dia berlari. Menjauh.
Choi Eunsun, dia adalah adik seorang rapper terkenal di Korea Selatan. Memiliki tatapan mata yang sama seperti Choi Seung Hyun atau TOP. Mata tajam yang membuat orang-orang takut padanya.

Eunsun berlari mengelilingi sekolah, tapi tetap tidak menemukan Jeera, sahabatnya itu. Sahabat sepihak.

“cih ! kemana sih anak itu !! hebat banget ngilangnya cepet !!” dengan sedikit nada marah ia beranjak ke toilet permpuan. Saat hendak membuka pintu terdengar isakan pilu yang menyayat. ‘Nuguya?’ batin Eunsun. CEKLEKK ..

Eunsun pov*

Aigoo !! keadaannya kacau sekali. Aku mendekatinya. Perlahan-lahan tapi pasti. Aku menyamakan tinggiku dengannya. Mengelus pelan surai hitamnya.

“hiks .. otthokae Eunsunie ??” “m-merek..ka, membenciku .. hiks .. hiks ..” isaknya memilukan. “tenang Jeera-ya, aku akan membantumu” ucapku pasti.

“tapi kenapa kau selalu menggunakan uangmu untuk kakakmu ? padahal diakan udah dapat uang dari orangtuamu sendiri ?” tanyaku penasaran.

“a-aku, tak ingin dia merasa terbebani dengan kekangan Tablo appa dan Bom eomma” ucapnya

‘gyaaa … kyeoptta!!’ batinku saat melihat wajah melasnya.

“t-tapi kan, kamu juga jadi terkekang akibat itu”

“a-ani ! kakakku lebih berharga dariku !! aku ingin dia lebih bahagia dari pada aku !” ucapnya dengan nada tinggi dan membuatku kaget dalam sekejap.

“a .. ah, i-itu baiklah aku mengerti”

“gomawo, Eunsunie …”

‘Aku harus melindungi gadis polos nan malang ini dari godaan nenek sihir di kelas !! harus !!’ batinku.
pokoknya nanti aku harus mampir kerumah Eunsunie dan akan kulabrak terang-terangan kakaknya yang bernama Jiyong itu !! cih, dasar tidak berperikeadikkan !! napa gua marah ? jelas gua tau rasanya jadi adik coz gua itu adik bray !! *Author mulai sarap -_-*

Eunsun pov end*

Entah setan dari mana, Choi Seung Hyun atau TOP sang rapper terkenal sedari tadi memandangi Kwon Jiyong sahabat masa kecilnya dengan tatapan err—membunuh.

“yak ! wajahku bisa bolong jika kau tatap seperti itu terus” kata Jiyong ketus. “cihh, manusia tak berperikeadikan” bisik TOP didekat telinga Jiyong dan hasilnya membuat Jiyong naik pitam alias marah besar.

“apa maksudmu eoh ? salahnya dia toh ! aku gak minta uangnya dia, dia sendiri yang ngasih aku barang-barang yang aku mau !!” bentak Jiyong.

“cihh, kalau gitu kenapa kamu mau eoh ??”

“kenapa barang yang sudah dibeli harus ditolak ?! kan gak mungkin gitu !”

“dasar titisan setan !! baca ini !” TOP langsung menyodorkan(?) Iphonenya tepat diwajah Jiyong yang tampan dan manis itu.

Jiyong pov*

DORRR !! rasanya seperti ditembak senjata AK 47. Melihat email dari adik TOP hyung, Eunsun

“oppa~ huwaaa !! kasian banget Jeera, tadi pagi dia nangis di toilet gara-gara nenek sihir itu lagi !! akhh. Ini semua gara-gara Jiyong oppa !! tidak berperikeadikkan !!! dia itu di bully sama temen-temennya gara-gara gak pernah bawa barang-barang WOW gitu ke sekolah, oppa tau kan alasannya ??

Cih, awa kalau aku ketemu Jiyong oppa .. KUBUNUH DIAAA !!
Bye oppa~ Muuahh .. >^<”

Aku meneteskan air mataku, untuk pertama kalinya karena adikku. Aku tahu, dia sekolah di tempat elit maka dari itu dia harus punya barang-barang WOW agar diakui oleh teman-temannya. Tapi, aku menghancurkan semuanya. Akhh ! aku benci diriku !!!

Jiyong pov end*

Jeera pov*

Ughh.. kepalaku pusing, ahh .. aku harus ke UKS agar cepat sembuh . “ehm, songsaenim .. aku tak enak badan, boleh aku ke UKS ?” tanyaku pada Im Songsaenim. “eh..? baiklah, silahkan ke UKS.” Aku segera berjalan menuju UKS.

Apa mungkinaku kebanyakan mikirin Jiyong oppa lagi ya ?? Ahh … mollayo, aku hanya ingin yang terbaik untuk oppa.
aku merasa ada yang aneh, ada yang mengikutiku. Ahh .. mollayo
aku menuruni tangga dengan hati-hati. BRAKKK !! ada yang mendorongku. Aku terpeleset ditangga. BRUKK !! “Eunsunie !!” suara yang familiar ditelingaku terdengar. Tapi aku tak sanggup untuk membuka mataku. Hitam. Gelap. Aku takut.

Jeera pov end*

“Jeera !!! Jeera !! kumohon sadarlah !! Jeeraaa !!” teriak Eunsun kalut. “kau !! kau apakan Jeera !! dasar nenek sihir !!” Eunsun segera memukuli wajah yeoja itu, Lee Hi. “akhh.. !!” jerit Lee Hi. Eunsun segera menelfon Jiyong.

Tutt~ Tutt~

“Yabossyeo !! oppa !! Jeera !! dia jatuh dari tangga !! dia .. dia .. pingsan oppa !! cepat kesini”

“MWOO !? BAGAIMANA BISA EUNSUNIE ?? AKU AKAN SEGERA KESANA !!”

Tutt~ Tutt~Tutt~

Guru-guru yang melihat itu segera membawa Jeera ke UKS. Tak disadari air mata Eunsunie menetes dengan derasnya. Sedangkan yeoja itu, Lee Hi. Ia dibawa ke kantor BK. Di UKS kepala Jeera terus mengeluarkan darah. Perbanpun tak mempan. 15 menit kemudian. BRAKK !! pintu UKS terbuka dengan lebar. “Jeera-ah !!” panggil 2 namja tampan dari balik pintu. Mereka Jiyong dan TOP. TOP yang melihat Eunsun menangis segera memeluk tubuh kecil adiknya. Sedangkan Jiyong menggenggam tangan adikkya sangat erat. “Jeera-ah,,” panggil Jiyong. “maaf, tuan Jeera-ssi harus segera di bawa ke rumah sakit” ucap salah satu perawat UKS. “baiklah, naik mobil saya saja” ucap TOP pasti. Jiyong segera menggendong Jeera ala bridal style. Saat berjalan di koridor sekolah, banyak murid-murid yang melihat aksi Jiyong dan Jeera. Dan tentu saja mereka berteriak-teriak apalagi, TOP seorang rapper terkenal juga ada disana dan menggenggam tangan seorang yeoja yang mirip dirinya.

TOP melajukan AM Virage Dragon 88nya dengan kecepatan tinggi. Tak peduli adiknya yang sudah berteriak-teriak agar jangan terlalu naif. Tapi TOP tak mendengarkannya. Guru kesehatan yang berada dibelakang pun hanya dapat menggeleng-gelengkan melihat aksi kakar beradik itu. Jiyongpun tak berhenti berdoa agar adik kecilnya itu tak kehilangan darah banyak, walaupun ia tahu darah adiknya itu mengucur deras dari pelipisnya dan membasahi seragamnya. Bau anyir menyelimuti mobil itu. Seakan mereka telah terhipnotis oleh bau itu

Mereka telah sampai dirumah sakit. Seorang suster segera menghampiri mereka, membawa tandu untuk menggiring pasien ke dalam ICU. Sudah 45 menit mereka di dalam sana. Jiyong pun sudah menghubungi orang tuanya. Setelah 1 jam menunggu, uisa yang menangani adiknya keluar.

“siapa disini yang emrupakan keluarga Jeera-ssi ?” tanya sang uisa.

“saya kakaknya dok !” ucap Jiyong langsung berdiri menghadap sang uisa.

“Jeera-ssi membutuhkan banyak darah, golongan darahnya adalah A”

“akh.. golongan darahku AB !!”

“hiks .. golongan daarahku B” “aku juga B” tambah Eunsunie dan TOP hampir bersamaan.

“sekarang persediaan di rumah sakit sedang habis” kata sang uisa. Membuat trio itu membeku seketika. Air mata Jiyong keluar semakin deras. Tanpa suara atau pun isakan.

Membuat Duo Choi itu melihat Jiyong miris.

“hiks.. hiks.. huuwaa !!” tangis Eunsun semakin keras dalam pelukan kakaknya.

Jiyong pov*

Kenapa eomma dan appa belum datang ?? akhh .. aku semakin benci mereka !! kalau sampai sesuatu terjadi pada Jeera aku akan benar-benar membenci mereka. Aku akan menelefon mereka sekali lagi.

“yabosyeo ! eomma !! cepatlah datang ke rumah sakit XXX !! Jeera sedang keritis eomma !!”

“haha .. hyak !! anak nakal, kau pikir eomma percaya ? jangan pernah kau bohongi eomma dasar anak nakal !”

“MWO !!? eomma pikir aku bercanda !! dasar persetan dengan setan !!!”

Tutt~ Tutt~ Tutt~

Aku segera menutup telefonku. Mereka, mereka pikir aku bercanda ? mereka mengecapku sebagai pembohong ? mereka !!! persetan dengan uang !!

“hiks..hiks.. oppa ? ada apa ? apa ahjuma tak percaya denganmu oppa ?” tanya Eunsunie dengan terisak.

“ne, mereka tak percaya padaku, mereka pikir aku hanya berbohong pada mereka !! akhh.. persetan dengan uang !!” teriakku frustasi. Air mataku menetes lagi, kali ini lebih deras dan aku tak mampu menahan semuanya.

“hiks .. hiks ..” kurasakan TOP hyung memelukku.

“everything gonna be okay Jiyongie, okey .. uljima” ucapnya.

Eunsun pov*

Apa-apaan itu !? masa ahjuma dan ahjussi tak percaya pada anaknya sendiri ?? GILA ya mereka ??

Aku segera mengeluarkan Iphone ku, menelfon nomor ahjuma.

Tutt~ Tutt~ Tutt~

“yabosyeo ahjuma ! cepatlah ke rumah sakit !! apa kau ingin melihat anakmu tak bernyawa lagi eoh !! Jeera ! dia sedang kritis dan butuh banyak darah !!”

“hyak !! Eunsun-ah ! bicaramu kasar sekali !! aku ini lebih tua darimu !! ingat itu !! dasar tidak tahu diri !! aku tak percaya kalau Jeera kenapa-kenapa karena Jeera itu selalu melindungi dirinya tahu !!”

“persetan dengan pelindung !! dasar eomma macam apa kau ini !! kau mau melihat anakmu sekarat eoh !? akan kukirimkan !!!”

Tutt~ Tutt~ Tutt~

Aku segera mendekati kaca ruang ICU, disana terdapat Jeera terbaring lemah dengan kepala diperban. JEPRETT !! aku memfoto keadaan Jeera dan mengirimkannya pada ahjuma. Lihat saja ini nenek tua bangka !

Pipp~

“Eunsunie !! kata-katamu kasar sekali pada ahjuma !! kau ini”

“yak !! oppa kalau kau sudah dengar kata-kata ahjuma pasti kau akan muak dengan ucapannya. Dia tak percaya bahwa sekarang Jeera sedang kritis !! persetan !!” ucapku amat sangat kasar.

“aku sudah mengiriminya foto Jeera yang sedang kritis lihat saja apa reaksinya” ucapku menyeringai evil dan membuat semua yang ada disana bergidik ngeri.

Pipp~

“yak ! Eunsun !! kau tak berbohong pada ahjuma kan !? ini benar Jeera ??”

“dasar !! begini kau masih tanya ahjuma !!” emosiku mulai naik lagi.

Tutt~ Tutt~ Tutt~

Aku memutuskan telepon itu. Tiba-tiba saja segerombolan dokter dan suster memasuki ruang ICU itu. 20 menit mereka tak kunjung keluar. CKREKK ! seorang dokter keluar

“maaf, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi darah yang diperlukan Jeera-ssi sangat banyak. Dan kami tak punya persediaan. Sekarang Jeera-ssi sudah pergi dengan tenang” kata-kata dokter menancap seperti anak panah dalam jantungku.

“huwwaaaaa…!!!” tangisku pecah. Aku segera berlari menuju ruangan itu. Kulihat Jeera, tubuhnya sudah ditutupi kain putih. Ia sudah tenang disana. BRAKKK !! aku melihat 2 orang suami-istri telah datang. Mereka, Tablo ahjussi dan Bom ahjuma yang selalu tak pernah menganggap anak-anaknya.

Eunsun pov end*

PLAKK !! “kenapa kau datang !” teriak Jiyong sambil menampar eommanya, eomma kandungnya.

“apa yang kau lakukan huh !!” teriak sang appa.

“apa !? apa yang aku lakukan ?? aku menampar wanita sialan ini !! salahkan dia yang tak percaya padaku !! membuat adikku tak bernyawa lagi !!” teriak Jiyong kesetanan.

“J-Jeera .. chagiya, k-kau akan bangun kan ??” tanya sang eomma. Tangis wanita itu semakin kencang. Eunsun menatap wanita itu tak suka.

“kau bukan eommanya, wanita sialan” desisnya saat berpapasan dengan wanita itu. Membuat si wanita membeku seketika.

3 hari sejak kematian Jeera, Jiyong tak pernah kembali kerumah. Ia mengambil seluruh barang-barangnya dan tinggal sendiri di appartemen. Ia tak mau tinggal di rumah orangtuanya—ani di rumah sepasang suami-istri yang sangat berdosa itu.

Lee Hi, sang pembunuh pun sekarang sudah mendekam di tempat rehabilitas anak.

Jiyong pov*

Aku gagal .. aku .. aku gagal membahagiakannya. Aku, akulah yang membuatnya menderita. Akulah penyebab semuanya. Aku membenci diriku dan … mereka !!!

Aku segera mengambil sebotol soju dalam rak. Aku memasang earphoneku yang mulai mengalunkan lagu Epik High – Don’t Hate Me. Aku meneguk soju itu dan mulai menjelajahi duniaku yang kelam.

Everybody hates me, but you love me and I love you.
ooo! nan neoman sonppyeokchimyeon dwae. Baby.
onsesangi anti. geureon naega utneun iyu.
ooo! nan neoman nae pyeonimyeon dwae.

naman daldaldal bokka. silsudo jalmotcheoreom. sesang moduga ibe mangchi ttaeryeo, nal motcheoreom.
gumeongtuseongin maeum. nunmulman sae. useumyeon an dwae? nan wae?
saram sirheohaneunde museun iyuga innyago? naega sirheul ttaen wae sucheon sumangajinyago.
jeonbu nae tasirago sorichine. nae ibeul mangneun goalkeepers, kkolbogi sirtae!

da naman sirheohae.
da naman miwohae.
da songarakjil hae.
nega eobseumyeon na michil geot gatae.

Everybody hates me, but you love me and I love you.
ooo! nan neoman sonppyeokchimyeon dwae. Baby.
on sesangi anti. geureon naega utneun iyu.
ooo! nan neoman nae pyeonimyeon, nae paenimyeon dwae.

naran jwigumeonge bichin dan hanaui byeot. seulpeum nanugoneun sipjiman, da naui geot.
neon geunyang useojugiman hago sumeo. sesang gajang keun bangpae dwie meomulleo haengbongman pumeo.
ireon bihogam, gonggongui jeogin nawa… summan swimyeon nollan, gonggongui kkeomin nawa
doma wieseo chumeul chumyeo jeulgineun neo. chwihyang hana cham jugineun neo.
da naman mwora hae.
hwasallo gyeonyanghae.
sarajigil barae.
nega eobseumyeon na jugeul geot gatae.

Everybody hates me, but you love me and I love you.
ooo! nan neoman sonppyeokchimyeon dwae. Baby.
on sesangi anti. geureon naega utneun iyu.
ooo! nan neoman nae pyeonimyeon, nae paenimyeon dwae.

jega geureoke miwoyo?
jeoreul saranghaejwoyo.
nal saranghanda. nal miwohanda.
nal saranghanda. nal miwohanda.
nal saranghanda. nal miwohanda.
Love and hate! dul da gomapji, mwo.

Everybody hates me, but you love me and I love you.
ooo! nan neoman sonppyeokchimyeon dwae. Baby.
on sesangi anti. geureon naega utneun iyu.
ooo! nan neoman nae pyeonimyeon, nae paenimyeon dwae.

Hate me. Hate me. Hate me. Hate me. Hey hey hey hey.
Hate me (don’t hate me). Hate me (don’t hate me). Hate me (don’t hate me).
Please love me.
neoman nae paenimyeon dwae!