black-angel
Author      : Uty
Title          : Black Angel (2/2)
Cast         : Lee Chae Rin, Lee Seunghyun (Seung Ri), Choi Seunghyun, Lee Seung Gi
Length      : two shot
Genre       : Romance, action, humor (sedikit), angst.
Disclaimer : Ide+Alur cerita sepenuhnya milik author ^^
A/N : Ah~ akhirnya FF ini di post juga ^^; mian kalo agak aneh baik isi cerita maupun pemilihan cast yang agak maksa ._.V. sekali lagi, jeongmal mianhaeyo (_ _)#BOW
Ah, ya. FF ini pernah aku post juga di https://www.facebook.com/groups/251203704908430/

“Aku ingin kau menangkapanya lalu membunuhnya” kata Seunghyun lalu meninggalkan Seung Ri sendirian di ruangan itu.

“Apa yang harus aku lakukan? Chae Rin tidak boleh tau tentang ini. Jika dia tahu akan hal ini. Dia akan membenciku” pikir Seung Ri panik.

“Aku harus cari cara supaya dia tidak pergi kemana-mana!” pikirnya lalu masuk ke roll royce putihnya. “Mwo? Tidak boleh pulang?” tanya Chae Rin heran.
“Iya, diluar sangat berbahaya. Sebaiknya kamu menetap disini hingga beberapa bulan” jawab Seung Ri.

“Pabo! Begini-begini aku punya Appa! Aku rindu dengan Appa ku dirumah!” bentak Chae Rin kesal. “Pokoknya kau tidak boleh keluar dari rumahku!” kata Seung Ri kesal lalu masuk ke kamarnya.

“Huh! Dasar aneh” gumam Chae Rin sambil menyalakan TV. Malamnya, Chae Rin tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan perkataan Seung Ri tadi siang. Mengapa aku tidak boleh menemui Appa?. Pikirnya bingung. “Aku harus menemui Seung Ri Oppa” katanya sambil mengenakan jaket dan keluar kamar.

Ketika mendekati kamar Seung Ri, Chae Rin mendengar suatu pembicaraan. Mungkin Seung Ri sedang sibuk. Pikirnya lalu ingin kembali ke kamar. Tapi………

“Iya, Boss. Yeoja macam itu akan kupatahkan dengan mudah” kata Seung Ri sambil tertawa. “Iya…dia akan kuhancurkan seperti lidi. Itu mudah” katanya lagi.
“Keberadaannya? Eng……………hm…………..aku sudah tahu. Dia ada didekatku” katanya sambil melihat selembar foto. Dekat dengannya? Apa itu aku?Apa dia akan membunuhku?. Pikir Chae Rin makin kacau.

“Kita akan bertemu besok di……………..Apa ?!rumahku?! Ani…..jangan dirumahku…….Yeoboseyo? yeoboseyo? Aish!” teriak Seung Ri sambil membanting ponselnya.

Krieet.. terdengar suara pintu terbuka.” Chae Rin-ah,” gumam Seungri. “Jadi…. selama ini kau baik padaku hanya karena aku ini targetmu?” tanya Chae Rin berat. Suaranya tercekat di kerongkongan. Dia menangis lalu pergi ke kamarnya.

“Chae Rin! Dengarkan aku dulu! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!” pinta Seung Ri sambil menggedor pintu kamar Chae Rin. Di dalam Chae Rin hanya bisa menangis

“Mengapa ternyata kau sejahat itu? Pa….padahal….sebenarnya aku sangat menyukaimu…..” gumamnya lalu jatuh tertidur. Paginya, sebelum sarapan. Chae Rin sudah bersiap. Dia mengenakan pakaian pertama saat dia bertemu dengan Seung Ri.
“Aku akan pulang hari ini. Terima kasih atas segalanya. Annyeonghi Kyeoseyo” ujar Chae Rin sambil berjalan menuju pintu.

“Jangan pergi!” teriak Seung Ri sambil memegang tangan Chae Rin.

“Apa-apaan kau ini ! Lepaskan!” elak Chae Rin.

“Sa…..saranghaeyo Chae Rin-ah” kata Seung Ri terbata, genggaman tangannya makin kuat.

“Kau bohong! Kau pasti hanya ingin membuatku senang!”

“Tidak! Aku tidak bohong sungguh! Aku mencintaimu! Aku tidak ingin kau pergi! Tetaplah bersamaku, kau akan aman, kau akan kulindungi” Katanya sambil merengkuh Chae Rin. Chae Rin hanya kaget bercampur senang. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dia merengkuh balik Seung Ri. “Bersembunyilah di gudang, aku akan bersamamu dan……….”

“Berusaha menghindari Boss mu ini!” seru seseorang bermata stalakmit dan dua orang berwajah seram di belakangnya.

“Ternyata dugaanku benar. Kau mencintai seseorang dan itu adalah target kita” Gumam Seunghyun pelan sambil menodongkan pistol dari sakunya.

“Aku tahu hukuman yang cocok untukmu…….kau akan kuampuni” katanya pelan.

“Tapi kau harus melihat orang yang kau cinta ini mati ditanganmu sendiri” sambungnya sambil memberikan pistol itu ke Seung Ri. “Tembak dia” Seung Ri terdiam. Dia memandang Chae Rin dengan sedih.

“TEMBAK DIA!!” teriak Seunghyun.

“Mianhaeyo Chae Rin………..” gumamnya. Lalu………… DOR! Satu tembakan tepat di jantung Sang pria stalakmit. Pria itu roboh ke lantai. Dua orang yang sedari tadi hanya diam kini mulai bergerak mengambil senjata mereka. Berusaha melawan namja yang berani membunuh bossnya. Seung Ri memang hebat. Dengan beberapa kali tembakan, dua orang tadi juga jatuh bersimbah darah. Namun, sayangnya tembakan salah satu orang tadi mengenai perut Seung Ri. Seung Ri jatuh, Chae Rin hanya bisa memekik . Dia langsung menelpon ambulans dan menghampiri Seung Ri.

“Bertahanlah, oppa! Kau sudah janji akan selalu bersamaku!” teriaknya. Tangisnya pecah.

“Setidaknya aku sudah menyatakan perasaanku, Chae Rin-ah” Jawabnya sambil tersenyum kecil. Lalu mengeluarkan cairan merah dari mulutnya.

“Aku akan selalu bersamamu Chae Rin-ah . Disini………….Saranghae Chae Rin-ah…..” bisiknya sambil memegang dadanya lalu menutup mata untuk selamanya.

“Seung Ri Oppa?, Seung Ri Oppa! OPPAAAAA!!!!!” tangisnya memecah kesunyian di rumah itu. Chae Rin mengambil pistol yang tidak jauh dari Seung Ri. “Kau sudah berjanji kita akan selalu bersama. Maka aku akan menepatinya” katanya sambil menodongkan pistol itu ke kepalanya.

“Saranghaeyo, oppa. Semoga kita bertemu lagi disana, my Black Angel” bisiknya sambil menarik pelatuk pistol.