Title : “Sweet!”

Author : GhinamouRi

Genre : romance, gaje, humor (gagal)

Cast : *Lee Seung Hyun a.k.a Seungri Big Bang
*Kim Rin A (OFC)

Length : oneshot

Twitter : @ggghin

A/N : berhubung ini ff pertama jadi tolong jangan dibash, bully, or wateper. Buat readers yang baik hati dan tidak sombong makasih banget udh mau baca ff gaje saya, dan terimakasih juga kalo para author penghuni wp ini mau membagi keripik apa saja denganku yg pemula. Apalagi kalo meninggalkan jejak berupa komen, uwoooooh…. VERY BIG TENGKYU!!! Plot dan ide murni milik saya tanpa zat – zat lain, sedangkan tokoh – tokoh dan wateper lainnya milik Allah YME termasuk diri saya. Jika mengalami sakit berkepanjangan setelah membaca ff ini, mohon segera hubungi dokter hewan terdekat! WARNING!


= = H.A.P.P.Y R.E.A.D.I.N.G = =

*Rina pov

Pagi hari yang cerah kuawali dengan menonton Hati Ke Hati bersama Mamah Dedeh di antv dengan penerangan lilin seadanya agar makin cerah. Di tengah – tengah acara yang lagi asyik – asyik nya si Mamah bercuap – cuap ria, dering telepon nista memecah kekhusyukanku menonton Mamah Dedeh. Siapa sih pagi – pagi yang telepon kayak gini?! Nggak tau apa ya kalo sekarang lagi asyik – asyiknya? Batin Rina penuh kekesalan yang langsung menyambit telepon genggam tersebut dengan batu namun ia urungkan niat tersebut dan diganti dengan bantal – guling (takut rusak). Tetapi suara yang cukup memekakan telinga tersebut tak kunjung berhenti, akhirnya dengan kepasrahan amat sangat meninggalkan bagian acara mamah dedeh ia pun mengangkat telepon tersebut tanpa meihat kontaknya terlebih dahulu.

“Yoboseyo?”.

“Annyeooong Rina – yaaaaa! Kenapa kau lama sekali mengangkatnya haaaa??? Apa kau tak kasihan pada telingaku yang lama – lama bisa kebosanan karena hanya mendengar bunyi ‘tuut’ berulang kali?????” Rina menjauhkan telepon dari telinga lalu memeriksa siapa yang meneleponnya itu. Terpampang nama –SEUNGRI– plus foto narsis yang dia anggap sangat imut itu.

“Tsk!” Rina mendecak singkat, tak diragukan lagi manusia gila macam apa yang pagi – pagi begini sudah meneriaki lawan bicaranya melalui telepon dengan tak berperasaan selain Lee Seung Hyun a.k.a Seungri yang tak lain dan tak bukan adalah member idol group Big Bang yang dicintai banyak orang itu. Dengan enggan Rina menjawab lawan bicaranya yang dia anggap gila tersebut, ditariknya nafas dalam – dalam seakan – akan oksigen di bumi ini hanya miliknya dan dilanjutkan dengan mengambil ancang – ancang buka mulut lebar – lebar.

“PABBOYAAAA!!! Gendang telingaku hampir saja meloncat dari tempatnya saat kau teriak tadi!!!” nafasnya terengah – engah.

“eh? Hahaha… kau semangat sekali Rina-ya. I love you chagi.” Lagi – lagi ia mengeluarakan jurus gombal basi yang tak pernah ampuh padaku itu. Batinnya

“Cih, bukannya kau yang terlalu bersemangat? Siapa yang kau panggil ‘chagi’ heh? Lagi, dan lagi untuk apa kamu keluarkan jurus memuakkanmu itu eoh?”

“Ahahaha begitukah? Tentu saja kamu yang kupanggil ‘chagi’, tapi kau suka kan? Tak usah munafik.” What the?! Dia bilang aku munafik? Awas saja nanti di kampus, kubejek – bejek (?) dia sampai luluh lantak dengan bumi! Dan kusebarkan pada semua fans nya kalau pikirannya itu mesum semua dan suka memakai underware milik hyung nya, G Dragon! Batin Rina penuh rasa kesal. Tanpa babibu lagi ia tutup telepon tersebut dengan kasar, jadilah saat ini terdengar bunyi ‘tuuut’ yang panjang di telinga Seungri.

“yoboseyo? Yoboseyo? Ukh, lagi – lagi dia putus teleponku!” seungri ngedumel sendiri di seberang sana. Ini memang bukan pertama kalinya Rina memutus telepon Seungri tiba – tiba, pokoknya tiap kali pria berbadan atletis nan aegyo itu melemparkan gombal basi miliknya bisa dipastikan ia langsung menutup telepon tersebut. Mengapa? Karena jantung Rina akan melakukan tahun baruan plus dumbroll alias berasa DAG… DIG… DUG… JDEEERRR… DHEG… DHEG… SERR, dan pipinya berasa seperti buah tomat dalam microwave. Ia belum tahu apa arti dari semua itu, tapi suatu saat nanti pasti dirinya akan mengetahui sendiri.

*Seungri pov

– Flashback-

Aissh… ya ampun, pagi ini sepi sekali. Hyungdeul rese itu semua dengan teganya meninggalkanku di apartemen sendirian, huhuhu… maknae sepertiku kan seharusnya disayang – sayang, sebaliknya aku malah dijahili terus apalagi oleh si tua Bangka T.O.P hyung! Uhuhuhu… saat Alive Tour Concert saja aku berulang kali disiksa bagaikan TKW – TKW Malaysia itu, dimanakah kepedulian Menteri Perlindungan Hak Asasi Panda? Uhuhuhu… teganya, teganya, teganya dirimu wahai hyung… walau masih pagi – pagi begini, Seungri sudah meratapi nasibnya. Ia cek twitter tapi tak mendapati DM maupun mention dari hyungdeulnya maupun yang lain, gantilah ia memelototi kontak handphone miliknya. Tiba – tiba sudut bibirnya tertarik menyeringai nakal dan memencet sebuah kontak untuk ditelepon. Tuuuut… tuuut… tuuut… nada sambung masih saja menghiasi pendengaran Seungri, bibirnya manyun – manyun 5cm karena teleponnya tak kunjung diangkat.

“Aigoo, apa dia masih tidur ya? Lama sekali sih ngangkatnya?” tak lama kemudian senyumnya mengembang. “Yoboseyo?”. Akhirnya muncul juga suara dari seberang

“Annyeooong Rina – yaaaaa! Kenapa kau lama sekali mengangkatnya haaaa??? Apa kau tak kasihan pada telingaku yang lama – lama bisa kebosanan karena hanya mendengar bunyi ‘tuut’ berulang kali?????” yap! Ini Rina, sahabatku di kampus yang sering kujahili karena sangat menyenangkan, aku sendiri tak tahu kenapa, tapi ya lucu saja ketika melihat wajah dan lengkingannya ketika marah. Membuatku merasa semangat. Kudengar ia mendecak sebal.

“PABBOYAAAA!!! Gendang telingaku hampir saja meloncat dari tempatnya saat kau teriak tadi!!!” hmm… suara lengkingan yang amat kurindukan setelah sekian lama tak bertemu.

“eh? Hahaha… kau semangat sekali Rina-ya. I love you chagi.” Kukeluarkan jurus gombal andalan ku.

“Cih, bukannya kau yang terlalu bersemangat? Siapa yang kau panggil ‘chagi’ heh? Lagi, dan lagi untuk apa kamu keluarkan jurus memuakkanmu itu eoh?” Rina – ya tak dapatkah kau tahu kalau suara mu ketika marah sangat imut? Nan neomu choa… batin Seungri. “Ahahaha begitukah? Tentu saja kamu yang kupanggil ‘chagi’, tapi kau suka kan? Tak usah munafik.” Seungri mempermainkan Rina sekali lagi, tapi tak dikira bunyi ‘Pip!’ akan terhentak dari ponsel genggamnya disertai bunyi ‘tuuuuuuuuuuuuuutt’ panjang tanda sambungan putus. “yoboseyo? Yoboseyo? Ukh, lagi – lagi dia putus teleponku!” Seungri ngedumel tidak jelas sambil menatap ponsel tak bersalah tersebut, dia segera meninggalkan ponsel itu dengan sejuta kenistaan dan masuk ke kamar mandi. (Ha? Untuk apa? Ya mau mandi lah, readers jangan yadong lho yaa -_-)

-Flashback end-

Diregangkan otot – ototnya setelah selesai berpakaian rapi dan segera mengambil kunci mobil lalu dikemudikannya ke suatu rumah yang telah disetting di memorinya, sebuah rumah gadis kesayangannya. Tiiiiiin… tiiiiin… dibunyikan klakson mobilnya, tak lama kemudian muncul lah sesosok wanita tak seberapa tinggi – tak seberapa pendek a.k.a ukuran medium menggunakan rok terusan putih dengan rambut hitam panjang terurai, yap itu Rina saudara – saudara, bukan mbak kunti karena kakinya yang dilindungi oleh flat shoes merah masih menapak di tanah. Ia memandang bingung kearah mobil Ferrari hitam yang tak jauh dari rumahnya, muka bingung Rina yang aegyo membuat Seungri tergoda untuk melongokkan kepalanya keluar jendela, tak disangka – sangka atraksi ‘mengeluarkan kepala dari jendela’ Seungri memperoleh reaksi yang amat dahsyat dari sang pemilik muka bingung. Rina langsung berlari sekuat tenaga setara dengan kecepatan ‘kayuhan-sepeda-anak-SMP-yang-berangkat-sekolah-nyaris-telat’ membuat Seungri segera memasukkan kembali kepalanya dan mendahului Rina yang lari sambil megap – megap seperti ikan koi ambil nafas, sialnya Seungri membawa Ferrari yang tentu saja kalah dengan kaki ringkih Rina ia portal jalan dengan mobil mulusnya.

“Rina – ya kenapa kau lari? Aku jadi tampak seperti hidung belang yang mau menculik gadis polos macam kau?!”

“Mau apa kau kemari heh?” Rina tak menanggapi pertanyaan Seungri.

“Eh? Tentu saja aku mau menjeputmu dan kuliah, memang untuk apa lagi?” wajah polos Seungri terpajang apik. “ah sudahlah, kajja, masuklah mobilku biar kuantar sampai ke kampus.” Tawaran bagus untuk para Champions tapi tidak untuk Rina, walau sebetulnya ingin.

“Ani! Aku akan berangkat sendiri dengan bus.” Jawabnya acuh tak acuh sambil melangkahkan kakinya yang sudah gemetaran.

“Aissh, wanita egois!” tanpa izin si pemilik tubuh Seungri segera mengangkat tubuh Rina dengan ala bridal style dan memasukkan secara paksa ke dalam mobilnya, Seungri segera mengemudikan mobil agar Rina tak dapat keluar.

“Yaa! Namja pabbo, untuk apa kau lakukan ini huh? Turunkan aku sekarang juga!” Seungri hanya diam dan focus menyetir mobil karena dia tidak ingin berakhir di rumah sakit bahkan kamar mayat, yang ia inginkan adalah berakhir di pelaminan. (khekhekhe… author sarap :p)

*Author pov

Setelah sampai, Rina berlari lagi seperti orang kebelet menuju bukit belakang kampus, Seungri yang baru saja bertemu tambatan hatinya yang merupakan sahabatnya sendiri setelah sekian lama berpisah karena harus mengembara di Alive Tour Concert langsung capcus mengejar Rina. Di bukit Rina berteriak.

“Seungri – ah jangan kau ikuti aku terus! Pergilah jauh – jauh dariku! Hatiku ini sakit tiap kali melihatmu bersama wanita lain, arra?!” aaaaaa…. Dasar pabbo! Untuk apa aku berkata begitu? Itu justru akan membuatnya besar kepala! Pabbo! Rina terus merutuk betapa bodoh dirinya sambil menutup muka menyembunyikan mukanya yang memerah. Dibandingkan dengan wajah Rina yang merah, wajah Seungri tampak pias dan gelisah namun ia tak berhenti mengejar Rina. Pada akhirnya tangan kekar Seungri dapat meraih Rina dan menariknya kedalam pelukan, Rina yang merasa canggung berusaha menarik tubuhnya menjauhi tubuh Seungri tapi ia justru memperdalam pelukannya hingga Rina tak berkutik.

“Rina – ya jangan pernah kau katakan itu lagi! Aku sama sekali tak ingin berpisah denganmu!” suaranya bergetar menahan emosi.

“Mworago?” Rina tampak seperti orang bodoh dan berusaha mencerna tiap kata yang keluar dari bibir Seungri.

“Apa kau tak mengerti juga ha? Aku ini mencintaimu Kim RinA, kurang apa lagi penjelasanku?” Rina merasa seperti tersambar petir di siang hari tetapi terasa menyenangkan. Ia dapat merasakan detak jantungnya dan lelaki di hadapannya bergerak seirama, ia tak dapat mengendalikan jantungnya sendiri saat ini. Karena tak kunjung mendengar suara dari bibir tipis Rina akhirnya Seungri membisikkan satu kata dengan lembut dan penuh perasaan. “Saranghae…” tanpa komando, bibir dan otaknya bekerja sama untuk mengatakan satu kata juga.

“nado…” kalimatnya tergantung

“Seungri…” hening sejenak.

“… oppa…”

bisiknya amat pelan. Seungri mengendurkan pelukannya dan menatap begitu dalam mata Rina yang hitam. Ia dekatkan wajahnya hingga tersisa jarak hanya 2 cm, Rina dapat merasakan hembusan nafas Seungri yang perlahan dan hangat. Mata mereka mulai terpejam dan bibir mereka saling bertautan. Singkat, namun hangat. Seungri melepaskan bibirnya dari bibir Rina disertai bunyi

‘cup!’.

Dapat dilihat mimik muka Rina yang malu setengah mati dan merah padam.

“Rina – ya…” panggil Seungri manja. “Ne?”.

“Bolehkah aku bertanya?” Rina mengangguk pelan “Tahukah kau jika mukamu memerah membuatmu semakin imut?” pertanyaan Seungri yang lebih mirip pujian itu membuat mukanya semakin memerah. Dipuji begitu oleh Seungri yang setengah jam lalu sangat ia benci dan lima menit kemudian berubah menjadi pria yang sangat ia cintai membuat hati Rina nge-fly. Masa bodo sekarang ia jadi mencintai Seungri dan terlihat seperti cewek plin – plan yang penting ia mencintainya dengan serius karena kalau masalah perasaan Rina tak pernah main – main. Seungri kembali memeluknya seakan – akan tak ingin melepas Rina barang sedetikpun, Rina membalas pelukannya dan meraba sepasang bibir merah miliknya yang tadi bertabrakan dengan bibir Seungri, ia mengingat kembali rasanya tadi.

‘Manis!’

Jeongmal mianhae kalau alur kecepatan atau cerita membosankan~ Thank’s kalo udah mbaca ^^ *deepbow