She's Gone

Title : She’s Gone
Author : Jiyongyongie18 (@AmallyVIP)
Cast : Yoon Ji Hyun (OFC) , Kwon Jiyong
Genre : Sad Romance
Length : Ficlet
Rating : G
A/N :
Ini FF yang sad . Dan saia sedang belajar untuk membuat FF yang bergenre seperti ini . Jadi maklum kalo gak dpt feelnya karena saia msh pemula untuk genre seperti ini . Makasih untuk Admin yang mau ngposting FF saia . Jeongmal Gomapseumnida . Yaudah , Happy Reading ya … ^^
DISCLAIMER:
FF ini hanya fiksi belaka . Cast Cuma pinjam nama . Kecuali Jiyongnya . Dan tdk diperbolehkan utk plegiat karena dijamin FF ini kurang minat .

Author’s POV
Jihyun terbangun . Dipandangi lah semua yang dihadapannya . Tak pernah berubah , dan memang tak ada yang berubah . Cat putih yang menghiasi ruangan ini . Dan saluran infus yang masih menancap di tubuh nya . Ia tahu , ini memang rumah sakit . Rumah Sakit yang menjadi hidupnya . Rumah Sakit yang mengiringinya melewati hari .
Dan ada satu yang tak pernah berubah . Lelaki dihadapannya . Tak pernah tak ada jika Ia terbangun . Entah apa yang dilakukan lelaki itu setiap harinya hingga tak pernah terlambat di kala Jihyun terbangun . Lelaki itu selalu yang pertama Ia lihat . Dan Jihyun bahagia dengan itu .
“Sejak tadi Aku ingin melihatmu terbangun . Aku khawatir .”
Lelaki itu berkata dengan senyum yang agak terpaksa yang menghiasi wajahnya . Matanya makin dalam melihat gadis di hadapannya . Ia kemudian membetulkan selimut supaya tetap menutupi tubuh gadis itu . Ia nampaknya memang khawatir .

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan jika Kau mencari penggantiku .”
Gadis itu telah mengungkapkan isi hatinya bahwa lelaki itu harus mencari penggantinya . Mungkin bukan gadis yang harus ia jenguk di rumah sakit setiap harinya . Mungkin juga bukan gadis yang harus Ia temani ketika gadis itu terbaring . Mungkin juga bukan gadis yang harus selalu melihat wajahnya kala mata gadis itu terbangun dari tidur . Bukan gadis dengan keadaan seperti semua itu .

Gadis itu –Jihyun , merebut jemari si lelaki . Menatapnya penuh harapan dengan mata sayu dan wajahnya yang semakin pucat dari hari ke hari . Pasti ada sesuatu yang harus tersampaikan pada lelaki dihadapannya ini . Mungkin bukan secara lisan . Hanya perlu hati-ke-hati . Jihyun rasa lelaki itu pasti tahu apa yang sebenarnya ingin Jihyun katakan tapi tak bisa karena Ia terlalu lemah .

“Aku ingin tetap menemanimu . Apa itu salah ?. Bukankah jika tanpa Aku , Kau akan semakin lemah?”

“Yong , dengar Aku . Jangan buat Aku menjadi lebih lemah untuk mengatakan ini berulang kali . Carilah seorang gadis yang lebih baik dariku . Bukan gadis yang membuat hidupmu semakin susah . Seperti Aku ini . Sepertinya satu dari Kita memang harus pergi .”

Lelaki yang dipanggil Yong itu melepaskan jemarinya dari Jihyun . Memalingkan wajahnya karena tak menerima dengan semua yang Jihyun katakan . Yong terlihat begitu mencintai Jihyun . Mungkin hingga apapun yang terjadi pada Jihyun lebih dari ini , Yong akan terus berusaha disamping Jihyun . Tapi bagi Jihyun , mungkin bahagia bisa melihat lelaki itu berada di sampingnya . Tapi itu bukan hal baik bagi si Lelaki . Terus berada disampingnya adalah sebuah kesalahan .

“Apa Kau sudah tak mencintaiku lagi ?” tanya Yong .
Jihyun yang sedari terbaring mengangkat tubuhnya . Ia duduk dan kembali menatap Yong . Memberikan sesuatu yang memang sudah seharusnya tersampaikan olehnya . Mengatakannya hanya membuat semuanya menjadi sulit dan rumit . Jihyun hanya ingin Yong memahaminya dengan sederhana . Membuat Jihyun bahagia dengan permintaannya mungkin adalah hal yang terbaik .

“Biarkan Aku .”
Jihyun menggelengkan kepalanya .

“Ini tidak benar , Yong . Kau seharusnya telah bahagia tapi Kau masih bersusah payah terus menjengukku .”

“Aku tidak bersusah payah . Aku senang melakukan semua ini .”

“Aku tidak tahu . Tapi , keluarlah sebentar . Kuharap Kau bisa memikirkan semuanya . Asal Kau tahu , Yong . Aku ingin Kau bahagia .”

“Baiklah .”
Yong dengan enyahnya melangkahkan kakinya keluar . Sepertinya Jihyun memang benar-benar serius dengan semua yang Ia katakan . Kali ini bukan sekedar bahan perbincangan mereka berdua . Tapi Jihyun , ingin Yong benar-benar meninggalkannya .
Yong pergi keluar dari ruangan itu . Langkah kakinya menuntun dirinya untuk pergi ke tempat yang sepi . Ada sebuah taman di Rumah Sakit ini . Taman yang bisa menghibur semua penghuninya karena setidaknya mata mereka masih bisa melihat dunia yang begitu indah .

Yong duduk di salah satu kursi di sana . Memikirkan yang dikatakan Jihyun . Jujur , meninggalkannya adalah hal yang tak pernah terpikirkan olehnya sebelum Jihyun benar-benar mengatakan padanya untuk meninggalkannya . Sulit untuk benar-benar mencintai gadis lain . Apalagi melihat semua pasien memiliki pendamping mereka masing-masing . Jika Yong meninggalkannya , Jihyun akan sendiri . Appa dan Eommanya mungkin tak bisa menjenguk Jihyun sesering yang Yong lakukan untuk Jihyun .

Jihyun pasti kesepian jika tanpa Yong . Dan Yong juga akan kehilangan jika tanpa Jihyun . Mereka saling mencintai , dan Yong tahu itu . Jadi apa yang salah ketika Yong ingin tetap bersama Jihyun ? . Benar, memang ada kesalahan . Permintaan Jihyun lah yang salah . Bukan permintaanya untuk tetap bersama Jihyun .

Akhirnya Yong selesai memikirkan semuanya . Ia tetap bersi kukuh pada pendirian . Biar saja Jihyun menolak . Akan lebih menyakitkan lagi Jika Yong benar-benar meninggalkan Jihyun .

Yong membuka pintu kamar itu lagi . Dilihatnya gadis itu berbaring ke samping , dimana hanya punggung gadis itu yang terlihat .

“Jihyun , Aku tak bisa mengabulkan permintaanmu . Aku akan tetap menemanimu apapun yang terjadi .”

“…”

Benar – benar ! . Gadis itu sepertinya memang ingin Yong menjauh darinya .
Yong mendekati gadis itu . Lagi .

Ia duduk di hadapan gadis yang terbaring lesu itu .

“Jangan bilang Kau ingin menghindar dariku . Jangan berpura-pura untuk tidur , Jihyun.”
Lagi . Tak ada jawaban . Yong menjadi khawatir . Jihyun tak terbiasa untuk tidur secepat ini . Lima belas menit setelah terbangun lalu tidur kembali bukan hal yang rutin dilakukannya . Yong mengelus pelan pipi Jihyun .
Ini dingin .

“Jihyun !”
Yong berteriak . Jihyun tak terbangun juga . Yong menggoyang pipinya . Tetap sama , tak ada respon yang diperlihatkan gadis itu . Yong mengguncang tubuhnya kecil . Jihyun tetap tertidur .

“Bangunlah Jihyun ! . Aku kembali ! . Katakanlah semua permintaanmu , tapi bangunlah !”
Yong mennyentuh nadi di pergelangan tangan Jihyun . Tak terasa detakkan apapun . Mungkin ini waktunya .

“Jihyun !”

“Apa Kau telah mengetahui jawabanku lalu Kau pergi ?”
Yong meneteskan airmatanya . Waktunya memang telah datang . Sekuat apapun Yong menggenggam jemarinya , Jihyun tak akan terbangun . Sesedih apapun Yong menangis , Jihyun tetap menutup matanya . Yong menyesal tak membuatnya bahagia untuk permintaan terakhirnya . Jihyun mungkin tak akan memaafkannya . Jihyun telah pergi .

—END—

Gimana ini ? . Jujur ajja deh kalo readers yang baca pasti gak dapet feelnya ? Iya kan ?
Mohon readers sebagai juri komentar yahhh … Soalnya masih byk yang hrus diperbaikin dari FF saia ini .. Okkeee … ^^
Jeongmal Gomapseumnida yang udah mau baca … ^^