Title            : I Love Her

Cast            :

Minzy        as  Gong Minzy

CL            as  Lee Chaerin

GD           as  Kwon Jiyong

Seungri    as  Lee Seungri

TOP        as  Choi Seunghyun

Genre          : romance

Length         : Oneshoot

Disclaimer  : castnya boleh saling pinjam-meminjam, plot milik   saia

A/n                :

Kyyaaa, tumben ini semedi dan hiatus saia tak sampe seabad luamanya. Oke, ini ff saya ketiga, mencoba peruntungan saja kali kali aja ada yang minat gituh kaann? #sapeyangnanyawoi? Ya ketahuilah, berhububung saia ini masih author abal-abal, saia butuh kritik, saran, masukan, dan bimbingan anda semua .. Diharapkan tidak terjadi amuk massa karena cerita aneh, alur kecepetan, typo dan faktor kekurangan lainnya, mohon dimaklumi dan dimaafkaaann ya saudara saudara ? Makasih juga buat admin yang mau ngepost ini ff.

Ps             :

Disini ceritanya TOP oppa ama Seungri oppa seumuran, dan GD oppa malah yang umurnya di bawah Seungri oppa. Oke para readers ? #authormaksa

Twitter     : @trianazulfa2012

*HAPPY READING*

#Jiyong POV

“Minzy-aah, aku pulang dulu ya?” teriak seorang gadis disertai lambaian tangan darinya dengan seorang lelaki berdiri disampingnya yang kurasa merupakan sunbaeku, ketika kami sedang istirahat dan bersiap untuk pulang.

Nee, hati-hati!” teriak Minzy kepada gadis itu.

Namaku Kwon Jiyong, aku merupakan murid baru yang seminggu lalu pindah ke sekolah ini. Saat ini, aku berada di lapangan basket bersama teman-teman baruku.

Memang ada beberapa wanita yang ikut bergabung dalam kelompok basket ini, namun yang ku kenal dekat hanya Minzy. Ya, dia gadis yang powerful dan tomboi.

Ah, aku begitu penasaran dengan gadis tadi. Ya, gadis yang berteriak dan melambaikan tangan pada Minzy.

Gadis itu membuatku selama seminggu ini penasaran sejak awal kedatanganku ke sekolah ini. Kurasa dia adalah sahabat Minzy, karena setiap aku bertemu Minzy, dia juga pasti ada di situ.

Aku ingin menanyakan nama gadis itu kepada Minzy, tapi aku malu. Juga aku ingin menanyakan lelaki yang disampingnya tadi. Setiap berangkat atau pulang sekolah, sepertinya mereka pulang bersama.

Oh, ataukah lelaki itu adalah namjachingunya? Ah, berpikir apa aku ini?

#Jiyong POV end

Esok harinya di Sekolah ..

#Chaerin POV

Aish, ke mana si Minzy? Kenapa dia tidak masuk sekolah dan tidak memberiku kabar?

Aigoo ..

Karena aku merasa bosan, aku pun berjalan-jalan dan masuk ke perpustakaan sekolahku. Tiba-tiba Seunghyun sunbae menepuk pundakku jahil.

“Ya, Seunghyun sunbaenim, kau tau, kalau aku berteriak di sini bagaimana huh?” tanyaku gemas padanya.

Dan dia pun hanya terkikik pelan dan menjawab, “Aigoo, mianhae mianhae. Ya, jangan kau panggil aku seperti itu, panggil saja Seunghyun Oppa. Kau ke sini sendiri huh? Mana si Minzy? Sepertinya aku tidak melihatnya semenjak tadi.” Ucapnya rentet tanpa jeda.

“Ok Seunghyun Oppa, bernafaslah, jangan lupa itu. Iya, aku ke sini sendiri, Minzy sepertinya tidak masuk hari ini, dia pun tak memberikanku kabar.” Keluhku ringan padanya.

Dia hanya terkikik pelan, sepertinya dia suka sekali melakukan itu.

“Ah, nee, jangan khawatir, aku masih bernafas kok, hehe. Ouh, pantas saja aku tidak melihatnya pagi ini.” Jawabnya ringan.

“Ssstt oppaaa, kecilkan suaramu.” Desisku sambil refleks meletakkan tanganku untuk menutup mulutnya.

“Ya sudah kita keluar saja supaya tidak mengganggu yang lainnya. Lihat, sudah banyak yang melirik ke arah kita.” Jawabnya ringan tidak berdosa.

“Justru kau yang membuat ribut dari awal oppa.” Ucapku gemas sambil melangkah keluar meninggalkan ruang perpustakaan.

#Jiyong POV

Ketika aku tengah tenggelam dalam buku bacaan yang ku baca di perpustakaan, aku mendengar orang sedang mengobrol, seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Ketika aku melihat ternyata yang sedang mengobrol itu adalah gadis itu dan Seunghyun hyung.

Seunghyun hyung sepertinya merupakan teman sekelas dari seorang lelaki yang kemarin berada di sebelah gadis itu.

“Ah!” acak rambutku pelan

Aku penasaran dengan gadis itu, dan juga apa hubungan gadis itu dan lelaki yang berada di sebelahnya kemarin. Namjachingu-nya kah?

Dan lagi, ternyata dia sungguh dekat dengan Seunghyun hyung.

Aaahhh, ada apa dengan aku ini? Terus-menerus memikirkan gadis itu.

Siapa nama gadis itu dan apa hubungannya dengan lelaki yang di sampingnya kemarin? Dua pertanyaan itu yang selalu muncul dalam pikiranku, aku pun tak tau kenapa.

Di sekolah, kantor guru ..

Ketika pelajaran usai, seongsangnim-ku memanggilku untuk datang ke ruangannya.

Aku bertanya heran, untuk apa aku dipanggil oleh seongsangnim?

Ketika tiba di sana, ternyata sudah ada gadis itu dan aku dipersilakan duduk disebelahnya.

“Kau sudah mengenal gadis ini Jiyong-aah?” tanya Seongsangnim

Aku hanya menggelengkan kepalaku, isyarat bahwa memang aku belum mengenalnya. Aku terlalu malu untuk berbicara, apalagi gadis itu sekarang ada di sampingku.

“Ah, baiklah, aku akan memperkenalkan kalian satu sama lain. Jiyong-aah, ini adalah Chaerin, dan Chaerin-aah ini adalah Jiyong. Kalian akan dipersiapkan untuk lomba olimpiade fisika mewakili sekolah ini, harap kerjasama dari kalian semua. Mengingat bahwa dari prestasi yang kau bawa dari sekolahmu sebelumnya Jiyong-aah, jadi kami minta bantuanmu untuk mewakili sekolah kita.”

Mendengar seongsangnim berbicara seperti itu, aku merasa kaget sekaligus senang. Kaget karena bagiku hal seperti ini bukankah terlalu cepat bagi murid pindahan sepertiku? Tapi aku juga merasa senang dapat berkenalan dengannya secara langsung, bukan hanya itu, bahkan dalam beberapa waktu ke depan kami akan mempunyai banyak waktu bersama mengingat untuk persiapan olimpiade itu.

“Tapi, apakah itu tidak terlalu cepat bagi murid pindahan seperti saya untuk di beri tanggungjawab seperti itu seongsangnim?” tanyaku heran

“Bukankah sudah kujelaskan bahwa prestasimu di sekolah sebelumnya cukup membanggakan Jiyong-aah? Hanya perlu tambahan latihan untuk beberapa waktu ke depan, ku yakin kau pasti bisa Jiyong-aah.”

Nee, kamsahamnida seongsangnim atas kepercayaannya.”

“Ah, Jiyong imnida, mohon bantuan dan kerjasamanya.” ucapku seraya menundukkan kepala.

“Ah nee, Chaerin imnida, mohon bantuan dan kerjasamanya.” Ucapnya seraya membalas menundukkan kepala

Beberapa waktu kemudian ..

#Chaerin POV

Ternyata setelah mengenal lebih dekat sosok Jiyong sunbae, dia adalah namja yang baik, juga dia sangat pintar di dalam maupun di luar akademik, mengingat dia merupakan salah satu anggota tim basket yang membawa prestasi bagi sekolah ini.

Ah, berpikir apa aku ini? Chaerin-aah, fokuskan pikiranmu untuk olimpiade ini.

#Chaerin POV end

#Jiyong POV

Ah, aku masih penasaran dengan namja yang selalu disampingnya saat pulang itu. Namjachingu-nya kah?

“Ayolah Jiyong, ini saatnya kau bertanya padanya, apalagi saat ini dia tengah disampingmu.” Batinku menguatkan.

Melihatnya sibuk mengerjakan soal-soal fisika itu beberapa waktu terakhir merupakan pemandangan yang indah.

Terkadang aku tergagap sendiri ketika tiba-tiba dia dengan pandangan heran melihatku yang telah tertangkap basah sedang memandanginya.

Waeyo Jiyong oppa?” itulah yang slalu dia katakan saat kami berada di situasi seperti itu.

Dan aku hanya bisa menjawab, “Uh? Aniyo, gwenchana.”

“Kali ini aku tak dapat menahannya lebih lama, aku harus mengatakan padanya, harus!” ucapku dalam hati menguatkan.

“Chaerin-aah?” panggilku ragu.

Nee Jiyong oppa, waeyo?” jawabnya namun masih tenggelam dalam kertas-kertasnya.

“Ya, lihatlah sebentar ke arahku.” Ucapku memberi instruksi.

“Uuhh, apakah kau mempunyai namjachingu Chaerin-aah?” tanyaku sedikit ragu.

“Eh, kau memintaku untuk melihat ke arahmu hanya untuk bertanya seperti itu?” jawabnya sedikit kesal dan hendak kembali pada kesibukannya.

“Eiii, tunggu dulu, kau belum menjawab pertanyaanku.” Sergahku refleks memegang tangannya.

DEG !

Dapat ku rasakan jantungku berdesir kencang dan peredaran darahku mendadak berjalan cepat tanpa bisa ku kontrol.

Ini pertama kalinya aku memegang tangannya. Aku yang segera sadar, dengan cepat menarik tanganku kembali.

Bisa ku lihat bahwa tadi pipinya sedikit bersemu memerah samar-samar.

Aku segera meminta maaf padanya dan berkata, “Ah, mianhaeyo Chaerin-aah. Aku tidak bermaksud untuk ….”

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, dia sudah terlebih dahulu berkata, “Ei, gwenchanayo Jiyong Oppa. Ok, aku akan menjawab pertanyaanmu barusan, aku sedang tidak mempunyai namjachingu oppa.”

Aku sedikit terkejut, lega, tetapi juga merasa senang. Dengan sedikit heran dan bingung aku bertanya, “Lalu, siapa namja yang selalu berada di sampingmu saat kau berangkat dan pulang sekolah? Bukankah dia namjachingumu?”

Seketika meledaklah gelak tawa dari bibir mungilnya yang sepertinya tidak akan berhenti untuk waktu yang cukup lama.

“Ya Chaerin-aah, apa yang kau tertawakan? Aku tidak mengerti kenapa kau tertawa. Berhentilah tertawa Chaerin-aah.” Pintaku kesal.

“Mbaahahaha.” Suaranya ketika masih menahan tawanya.

“Ya, aku serius Chaerin-aah.” Ucapku masih kesal.

“Aaahhh, baiklah Jiyong Oppa, akan ku jelaskan sekarang. Rupanya kau salah paham. Jadi namja yang selalu mengantarku ke sekolah dan menjemputku ketika jam pulang adalah Lee Seunghyun Oppa, hanya saja supaya nama Lee Seunghyun Oppa dan Choi Seunghyun Oppa bisa di bedakan, orang-orang lebih suka memanggil Lee Seunghyun Oppa dengan sebutan Seungri Oppa.” Jelasnya.

“Lalu apa hubunganmu dengan si Seungri Hyung itu?” selidikku.

Aigoo, tunggu sebentar, biarkan aku bernafas dulu.” Pintanya.

Dia kemudian melanjutkan, “Jadi, Seungri Oppa adalah kakakku. Mana mungkin aku memacari kakakku?” jelasnya singkat.

Uuuhh, lega rasanya mendengarnya. Jadi aku bisa melanjutkan misiku kembali.

Waeyo Oppa?” tanyanya lagi.

“Emmhh, Chaerin-aah, kau mau menjadi yeojachinguku?” ucapku cepat.

Ku lihat dia agak terkejut mendengarnya. Aku hanya mencoba berharap dan berdo’a agar dia mempunyai perasaan yang sama padaku.

“Uh, bukankah aku sudah mempunyai namjachingu Oppa?” tanyanya dengan wajah serius.

“Ya, tadi kau bilang kau tidak mempunyai namjachingu?” tanyaku sedikit kesal dengan jawabannya.

“Nah kan oppa sendiri yang  bilang kalau namjachinguku itu Seungri Oppa.” Jawabnya polos dan sedikit menahan tawa.

“Ya, aku serius.” Ucapku mulai kesal.

Arraseo oppa. Aku ingin menjadi yeojachigumu oppa.” Jawabnya sedikit menunduk untuk menutupi rona pipinya.

“Eh, jinjjayo?” tanyaku sedikit terkejut.

Kulihat anggukan pelan dari ujung kepalanya, dengan perasaan gembira aku langsung berkata, “Aaahhh, gomawo Chaerin-aah.

=THE END=

Gyaaa, udah nyangka bakal gaje ni ff. Ok para readers silakan bubuhkan komentar komentar kalian di sini .. #nunjukkearahbawah

hello readers ..

Sebelumnya aku udah pernah bikin wp sebelum ini , alamatnya billiondollarfanfic.wordpress.com ..

tapi mungkin wp ntu agak agak sableng sama kek orang yang bikin ntu wp , jadi ntu wp kagak bisa di akses ..

Aku yakin banget ama password yang kumasukin ntu bener , ampe reset password malah , tapi begitulaahh , teteup gak bisa ..

#curhat

akhirnya tercipta deh ni wp ..

tolong di komen ya , aku masih author abal abal , jd butuh bantuan dan bimbingannya ..

Thank you my lovely readers .. #BOW