I am waiting for you

Title        : I’m waiting for you..

Author     : JiforG

Genre     : Romance

Lenght   : Drabble

Cast        : Song Hee (OC), Kwon Jiyong

Background Music : David Choi – By My Side

If you curious, read and if you don’t like it just leave it. Easy!

Well, di samping utang FF saya yang semakin menumpuk, saya datang dengan drabble yang…yah, bisa di bilang sedikit ga jelas karena pembuatannya sedikit kilat di banding biasanya. Dan lagi, ini FF pertama saya setelah saya di cium aspal tiga minggu ya lalu yang mengakibatkan lecet2 yang cukup parah (-________-)” oke, mari tinggalkan kenangan terindah saya bersama aspal itu! First of all….i wanna say thank you untuk semua readers di BBFF yang selalu setia membaca FF semua author(s) tidak ada kata yang bisa kami berikan selain ‘Terimakasiharigatougraciasthankyoukhamsahamida’ mungkin itu terdengar lebay atau apalah, tapi saya mewakili semua Author dan admin disini benar-benar berterimakasih karena setahun belakangan readers dan followers BBFF dan juga  twitter bisa di katakan  meningkat banyak, dan sekali lagi itu semua berkat readers yang selalu berbaik hati menyempatkan membaca dan memberikan komennya disini .

Dan terimakasih juga kepada readers yang sudah menyempatkan diri meninggalkan jejaknya di ‘Reader’s talk and Intro’ karena secara pribadi saya bisa berkenalan secara langsung kepada semua readers walau tidak semua namanya bisa saya hapal =_=. Tapi jujur setiap kali saya balas page di ‘Reader’s talk and Intro‘ selalu ngebuat saya senyum2 sendiri karena kalian begitu berharga #eh LOL.

Dan beberapa bulan belakangan banyak readers yang jujur akan status mereka hehehe, itu lo yang baru ngaku dari silent reader, yang baru intro walau udah lama baca… you know what guys, that’s why we love our readers somuch! You…are…so AWESOME!! Jadi anggap saja FF singkat yang nan gaje ini saya persembahkan untuk semua readers yang sudah setia… Dan kepada semua Author Freelance i just wanna say, “Everything starts in your head, Stop making excuses just do it!”, ada yang tahu itu quote nya siapa?? Hayo di tebak…  and the last…Give me hight five guys!!!😄 #VIP

<><><><>

“Padahal aku hanya ingin sekedar berjumpa”

“ Hanya berjumpa?”

“Dan melihatmu tersenyum padaku itu sudah cukup”

“Kalau begitu, tetaplah menungguku”

_______

Dia—wanita berambut hitam berwajah jelita duduk di kursinya sejak sejam yang lalu. Entah sudah berapa orang datang dan pergi dari café itu, namun hanya dia seorang yang tetap duduk disana dan belum juga beranjak dari tempatnya. Seorang pelayan dengan nampan berisi cappuccino dingin meletakkannya di atas meja dengan suara gelas hampir tidak terdengar. “Apa ada pesanan yang lain?” tanya pelayan itu sopan. Wanita itu menggeleng sambil menyunggingkan senyuman. Pelayan itu pergi, dan sekarang dia kembali sendiri—menanti—teman prianya.

Pukul 23.05. Ini sudah tiga jam sejak kedatangannya dan itu tandanya sudah tengah malam sekarang. Tapi dia masih disana, menunggu teman prianya—Jiyong yang belum juga datang. “Agassi~ café ini sudah mau tutup” tegur seorang pelayan sopan dengan senyuman simpul di bibirnya. Dia tidak langsung mengindahkan perkataan pelayan itu, dia hanya melayangkan pandangan keseluruh ruangan dan tersadar bahwa tidak ada siapapun lagi disana.

Hanya dirinya dan beberapa pelayan yang tengah merapikan kursi-kursi dan mengelap meja.  Sudah sepi. Kemudian dia menoleh kepada pelayan laki-laki itu, menyunggingkan senyum terpaksa, “Bisa minta bill nya?”

……..

“Silakan datang lagi” Salah seorang pelayan membungkuk sopan sembari membukakan pintu bagi wanita itu. Senyuman kecil mendarat di bibirnya yang tipis, balas membungkuk kemudian melenggang keluar café.

Jiyong bilang, hari ini dia pasti akan datang. Dia selalu bilang begitu walau pada akhirnya malam ini berakhir dengan ucapan semata. Dan bodohnya, wanita itu selalu saja menunggunya.

Angin malam bertiup lebih kencang dari biasanya, mungkin akan segera turun hujan sebentar lagi. Begitu masuk kedalam mobil, wanita itu kembali memeriksa handphonenya berharap ada pesan Jiyong tertera di sana walau pada kenyataannya sedari awal tidak ada pesan bahkan telpon dari Jiyong. “Aku terus memikirkanmu..Jiyong..bisakah kau  kembali seperti dulu hanya untuk beberapa menit?” Pikirannya kembali mengingat masa lalu mereka. Masa dimana Song Hee—nama wanita itu bisa melihat Jiyong tersenyum, menatap matanya,menikmati tawanya bahkan mencium baunya dengan leluasa. Tapi bukankah dia sudah berjanji akan selalu menunggu pria itu?

Dia menghidupkan mesin mobil kemudian segera melaju di jalan meninggalkan area parkir. Pikirannya masih di penuhi : Jiyong, dan Jiyong. Entah sudah berapa lama keduanya tidak bertemu, hingga malam ini seharusnya menjadi momen yang paling indah bagi Song Hee jika Jiyong datang menemuinya. Dan jika mungkin, mencium bibir pria itu adalah kerinduannya yang lain. Tapi, bukankah pria itu harus datang terlebih dahulu?

……..

Pukul satu lima belas dini hari. Song Hee masuk kedalam apartemennya. Di lepaskannya sepatunya kemudian segera membaringkan tubuhnya ke sofa. Ada rasa kecewa di hatinya, tapi apapun itu dia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Jiyong. Pria itu memang terlampau sibuk sekarang, tidak seperti pertama kali mereka berkencan yang setiap saat bisa meluangkan waktu untuk mengobrol atau sekedar berjalan bersama di taman. Tapi sekarang? Dia terpaksa menunggu hanya untuk sekedar melihat pria itu tersenyum dan menyentuh pipinya.

Pukul satu lima puluh. Song Hee sudah berganti baju dan hendak tidur saat hujan turun dengan derasnya di luar sana. “Jiyong-ah…apakah ini saatnya dimana aku harus membiarkan hujan menghapus semua kenangan kita? Membiarkannya luntur terkena hujan malam ini?”  Ada nada kekhawatiran keluar dari bibirnya.

Pukul dua empat belas. Song Hee sudah tertidur ketika seseorang menekan bel apartemennya. Dengan mata yang berat dan indera pendengar yang lemah dia memaksakan diri untuk bangun kemudian membuka pintu apartemennya. Begitu pintu itu terbuka, seolah tersihir wanita itu berdiri membeku ketika di dapatinya siapa yang berada di hadapannya. Cuma matanya yang sanggup bergerak mengikuti apa yang terjadi. Jiyong, Kwon Jiyong—pria itu, pria yang di nantikannya sedang berdiri di hadapannya dengan baju sedikit basah dan senyum yang selalu di rindukannya. Pria itu berhambur memeluk tubuhnya yang masih diam membeku. Pelukan hangat yang lambat laun mampu mencairkan kebekuan Song Hee. “Aku merindukanmu…Song Hee-ya..” Dia mempererat pelukannya, dan berbisik lembut ketelinga wanita itu, “Malam ini, aku milikmu seutuhnya..”

……..

Ia suka cara pria itu menyentuh pipinya dengan kedua tangannya. Menatap kedalam matanya untuk beberapa detik sebelum mencium bibirnya lebih dalam. Ia suka saat pria itu memeluknya erat dan membisikkan kata-kata lembut. Ia suka saat pria itu menggenggam erat tangannya. Kuat—seakan mereka tidak dapat terpisahkan.

 

 

::FIN::

Dont forget leave some comment yaaa…

hey guys, here my twitter :@goyaaprilia. Yah, mana tahu ada yang mau follow yakan.. lol.

Much love from : JiforG