Who’s In Your Heart CHAPTER 2

Cast                                       :

GD               as Kwon Jiyong

CL                as Lee Chaerin

Dara             as Sandara Park

TOP             as Choi Seunghyun

Kwon Dami  as Kwon Dami

Genre                                  :  Sad, romantic

Length                                 :  Doubleshoot

Disclaimer                           : Plot cerita milik saya, cast silakan dibagi bagi deh.

Ps  :

Akhirnya setelah berhiatus sekian lama , lahir juga ini ff #ngelapkeringet Oke readers , seperti biasa , saia mengharapkan kritik , saran , komentar dan juga masukan buat perbaikan di ff mendatang. Mianhae kalo cerita gaje, typo, pengetikan masih berantakan, alur kecepetan. Makasih juga buat admin yang mau ngepost ni ff gaje. If you like, please read it and comment please. If you don’t like it, don’t read it and don’t bash it.

Twitter                                :  @trianazulfa2012

=HAPPY READING=

CHAPTER 2

Bagaimana dengan Chaerin?

Dia sama sekali belum mengetahui tentang ini dari mulutku langsung. Entahlah dia sudah tau atau belum tentang hal ini, mungkin dia sudah mengetahuinya dari Dara.

Hari ini akan ada pengumuman tentang siapa saja yang akan mendapat scholarship ke London. Aku bergegas ke sana dan kulihat banyak kertas sudah tertempel di dinding pengumuman.

Bisa ku lihat dari kejauhan banyak orang mengerubungi tempat itu untuk memastikan pastinya, termasuk aku.

Setelah beberapa saat, akhirnya aku dapat menyela kerumunan itu. Ku tunjuk dengan jari telunjukku, kemudian terus turun sambil mataku berusaha membaca cepat dimana namaku.

“BINGO !” seruku riang saat ku dapati namaku masuk dalam salah satu jajaran yang mendapatkan scholarship ke London.

“Ah, aku harus memberi taukan kabar ini pada keluargaku termasuk Dara.” Ujarku

“Tapi tunggu dulu, Chaerin, bagaimana dengan Chaerin? Sudahkah dia tau akan hal ini? Ku rasa belum. Apakah dia masih memiliki perasaan cinta padaku lebih dari sekedar sahabat?” tanyaku dalam hati

Segera saja aku bergegas menaiki motorku menuju rumah Chaerin. Aku tak tau mengapa aku memacu motorku menuju rumah Chaerin terlebih dahulu, tapi hatiku mengatakan bahwa Chaerin harus tau akan hal ini. Aku ingin agar dia jadi yang pertama yang tau akan hal ini.

Sesampainya di rumah Chaerin ..

Aku mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Chaerin.

“Chaerin-aah, chaerin-aah.” Seruku

Tiba-tiba terbukalah pintu depan rumah Chaerin dan terlihat seorang gadis yang sedang menyembulkan sedikit kepalanya, dialah Chaerin.

“Ya, kau ini! Tak punya sopan santun atau bagaimana huh? Mengetuk pintu sambil berteriak memanggil namaku!” semprot Chaerin  segera setelah dia melihatku di depan pintu

“Kau yang tidak sopan! Ada tamu bukannya disuruh masuk dan duduk malah di marahi di teras. Dasar tidak sopan!” seruku tak mau kalah

“Ah ye ye, aigooo, tamu ini sungguh tidak sopan.” Omel Chaerin dengan suara pelan

“Mworago?” tanyaku

“Ah, ani ani, hehe.” Jawab Chaerin dengan memamerkan deretan gigi putihnya

“Lalu, mau apa kau ke sini huh?” tanya Chaerin

“Kau sudah tau aku mengambil scholarship ke London?” tanyaku dengan nada sedikit ragu pada Chaerin

Bisa kulihat ekspresi terkejutnya, lalu kemudian wajahnya berubah senang dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.

“Mwo? Sejak kapan? Kau tak pernah menceritakannya padaku. Lalu, kau hanya ingin memberi tahuku itu?” tanya dia berentetan

“Aku sudah merencanakannya sejak lama, Dara dan keluargaku juga sudah tau akan hal ini. Makannya aku beberapa minggu yang lalu kelihatan sibuk untuk mempersiapkan ini semua termasuk segala macam tes yang harus ku jalani demi mendapat Scholarship itu. Dan tadi sudah diumumkan siapa saja yang mendapat scholarship itu, salah satu diantara mereka semua aku. Makannya aku langsung memacu motormu ke rumahku. Aku ingin kau menjadi yang pertama yang tau akan hal ini.” Jelasku panjang lebar dengan nada gembira

“Aigoooo, chukae Jiyong-aah. Aku sudah menduga kau pasti berhasil. Apalagi dengan kemampuan bahasa Inggrismu yang fasih itu, semakin menambah peluangmu untuk bisa mengejar impianmu itu, ya kan?” jawab Chaerin

“Ah nee, gomawo Chaerin-aah.” Jawabku singkat

“Ah, itu sajakan yang ingin kau sampaikan padaku Jiyong-aah? Aku harus membantu eommaku lagi membereskan rumah.” Ucap Chaerin tiba-tiba

Aku tak ada pilihan lain selain meninggalkan rumah Chaerin segera. Aku segera berpamitan dan bergegas pulang.

“Baiklah, aku hanya ingin menyampaikan itu saja. Aku pulang dulu ya Chaerin-aah.” Jawabku seraya melambaikan tangan

“Nee, hati-hati di jalan.” Seru Chaerin.

#Jiyong POV end

#Chaerin POV

Ah, masih terhitung pagi seperti ini sudah ada yang mengetuk-ngetuk pintu depan rumahku dan memanggil namaku berulang kali.

“Itu pasti Jiyong. Dasar tamu tidak sopan!” rutukku dalam hati

Dengan malas ku buka sedikit pintu depan rumahku dan menyembulkan sedikit kepalaku untuk memastikan bahwa itu benar Jiyong.

“Ya, kau ini! Tak punya sopan santun atau bagaimana huh? Mengetuk pintu sambil berteriak memanggil namaku!” semprotku langsung ketika benar yang datang adalah Jiyong

“Kau yang tidak sopan! Ada tamu bukannya disuruh masuk dan duduk malah di marahi di teras. Dasar tidak sopan!” semprot Jiyong tak mau kalah

“Ah ye ye, aigooo, tamu ini sungguh tidak sopan.” Omelku dengan suara pelan

Jiyong seperti tau aku berbicara sesuatu, langsung bertanya, “Mworago?”

“Ah, ani ani, hehe.” Jawabku singkat sambil memamerkan deretan gigiku

Heran dengan kedatangannya yang mendadak, ku tanyakan padanya, “Lalu, mau apa kau ke sini huh?”

“Kau sudah tau aku mengambil scholarship ke London?” tanyanya padaku dengan sedikit nada ragu-ragu

DEG !

Dia mengambil scholarship ke London?

Tak sampai satu menit aku dapat mengatur kembali perasaanku dan dengan mudah mengganti ekspresi keterkejutanku dengan wajah bahagia.

“Mwo? Sejak kapan? Kau tak pernah menceritakannya padaku. Lalu, kau hanya ingin memberi tahuku itu?” tanyaku sok excited

“Aku sudah merencanakannya sejak lama, Dara dan keluargaku juga sudah tau akan hal ini. Makannya aku beberapa minggu yang lalu kelihatan sibuk untuk mempersiapkan ini semua termasuk segala macam tes yang harus ku jalani demi mendapat Scholarship itu. Dan tadi sudah diumumkan siapa saja yang mendapat scholarship itu, salah satu diantara mereka semua aku. Makannya aku langsung memacu motormu ke rumahku. Aku ingin kau menjadi yang pertama yang tau akan hal ini.” Jawabnya panjang lebar dengan nada gembira

Ah, sepertinya ini merupakan  impian terbesarnya. Dia tampak begitu senang menceritakan itu semua padaku.

Lalu, kenapa seolah-olah orang-orang terdekat Jiyong sudah tau akan hal ini termasuk Dara tapi tidak bagiku?

Memang aku menjadi orang pertama yang tau bahwa Jiyong mendapat scholarship itu, tapi akulah yang menjadi orang terdekat Jiyong yang terakhir yang tau akan rencana Jiyong mengambil scholarship itu.

“Aigoooo, chukae Jiyong-aah. Aku sudah menduga kau pasti berhasil. Apalagi dengan kemampuan bahasa Inggrismu yang fasih itu, semakin menambah peluangmu untuk bisa mengejar impianmu itu, ya kan?” jawabku berpura-pura senang, padahal tidak dengan hatiku.

Jiyong-aah, kau akan meninggalkanku disini tapi kau tidak pernah menjawab bagaimana perasaanmu padaku. Kejadian dulu sepertinya akan selamanya kau anggap tak pernah terjadi.

“Ah nee, gomawo Chaerin-aah.” Jawabnya singkat

“Ah, itu sajakan yang ingin kau sampaikan padaku Jiyong-aah? Aku harus membantu eommaku lagi membereskan rumah.” Ucapku tiba-tiba.

Memang terkesan jahat dan mengusirnya, tapi akuu tidak ingin dia lebih lama disini. Itu membuatku semakin merasa bahwa dia tidak akan lama lagi meninggalkan Seoul dan terbang menuju London tanpa pernah ku tau seperti apa perasaannya padaku.

“Baiklah, aku hanya ingin menyampaikan itu saja. Aku pulang dulu ya Chaerin-aah.” Jawabnya sambil melambaikan tangan padaku.

“Nee, hati-hati di jalan.” Seruku pendek.

#Chaerin POV end

4 Months Later ..

#Jiyong POV

Akhirnya tiba saatku meninggalkan Seoul dan sebentar lagi akan menuju London.

Di bandara Incheon ini, orang-orang terdekat dalam hidupku ikut mengantarkanku, appa, eomma, kakakku Kwon Dami noona, Dara dan juga Chaerin tentunya. Semua melepas kepergianku.

Sebelum pergi, aku memeluk satu per satu mereka semua, terakhir yang mendapat pelukanku adalah Dara.

“Jaga dirimu baik-baik eoh. Jangan kau melirik namja lain saat aku tak ada. I’ll be back, please wait me.” Ucapku pada Dara

“Ah nee, aku tak akan berpaling darimu. Kau juga, jangan melirik yeoja lain. Aku tau yeoja di luar sana pasti lebih menarik dan cantik dariku. Aku akan menunggumu.” Jawab Dara mewanti-wantiku

Kini tiba saatnya bagiku untuk memasuki pesawat yang akan membawaku terbang menuju London.

#Jiyong POV end

3,5 Years later ..

#Jiyong POV

Senang rasanya menginjakkan kakiku kembali di tanah kelahiranku, setelah pengembaraanku yang cukup lama di negeri orang.

Dara dan kakakku Kwon Dami noona datang menjemputku kembali di bandara Incheon.

Di sana aku memang tak tertarik pada yeoja London. Tapi aku tak tau kenapa saat mulai berangkat ke London hingga saat ini, aku terus memikirkan Chaerin.

Jangan tanya padaku kenapa, karena aku sendiri pun tak tau kenapa. Aku tau bahwa hingga saat ini aku masih terikat hubungan dengan Dara, yeojachingu ku.

Banyak pertanyaan tentang Chaerin yang memenuhi kepalaku. Misalnya saja, seperti apa Chaerin saat ini? Dan bagaimana perasaan Chaerin saat ini padaku? Apakah masih sama seperti dulu?

Tiba-tiba Dara berkata, “Chagi, nanti malam kita makan diluar ya? Aku juga mengundang Chaerin, karena selama ini kita jarang bertemu karena universitas kita berbeda dan jadwal yang padat.”

Aku hanya menganggukkan kepalaku saja, tanda aku menyetujuinya.

Ah, akhirnya nanti malam aku akan bertemu dengan Chaerin. Seberapa besar perubahannya ya selama aku tidak di Seoul?

Malam hari di sebuah restoran ..

Aku dan Dara sudah sampai dulu di restoran daripada Chaerin. Lalu seorang pelayan mengantarkan kami pada sebuah meja yang kosong.

Setelah duduk dan menunggu beberapa saat, akhirnya Chaerin datang. Dara yang melihat siluet tubuh Chaerin dan melihatnya mencari-cari keberadaan kami, lalu melambaikan tangan memberi tanda bahwa kami ada disini.

Dia begitu cantik. Tak ku sangka perubahan pada dirinya sangat besar.

Dia mulai berjalan mendekati meja kami.

“Hei! Sudah lama?” sapanya

“Ah, ani. Kami juga baru saja sampai.” Jawab Dara

Setelah memesan beberapa makanan, kami pun menunggu pesanan kami datang dengan mengobrol sedikit.

Dara pun kemudian meminta izin ingin ke toilet.

Ah, inilah kesempatanku menanyakan padanya tentang perasaannya.

“Chaerin-aah, apakah kau masih punya perasaan lebih dari sekedar sahabat padaku?” tanyaku ragu

“Ah, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu eoh? Apakah kau masih merasakan jet leg sampai menanyakan hal tidak jelas seperti ini?” tanya Chaerin memastikan

“Aniya, gwenchanayo. Ayolah jawab pertanyaanku.” Pintaku sambil menatap manik matanya

“Memang dulu aku mempunyai perasaan lebih dari sekedar sahabat padamu sampai aku mengantarkanmu ke bandara Incheon untuk menjemput impianmu, tapi ……” jawabnya terputus

“Tapi kenapa Chaerin-aah?” tanyaku penasaran

“Tapi setelah itu aku bertekad untuk membunuh perasaanku. Aku pikir, tak pantas rasanya aku mempunyai rasa yang tak sewajarnya pada namjachingu sahabatku sendiri. Dari situlah aku belajar melupakan rasa ini, maka dari itu aku tak pernah menghubungimu selama kau berada di London. Aku takut, jika penantianku ini ku lanjutkan hanya menambah pedih hatiku, makannya ku relakan perasaan ini hilang berangsur-angsur. Dan lihat, saat ini aku telah berhasil melakukannya, aku tak mempunyai rasa apapun ketika kau kembali. Bahkan saat ini aku telah bertunangan, dia akan datang ke sini, tapi sedikit terlambat.” Jelas Chaerin panjang lebar

Aaahh, ottoke? Ketika Chaerin mempunyai perasaan untukku, aku mengganggapnya sekedar sahabat. Sekarang aku telah menemukan perasaanku untuknya, dia berusaha mengubur perasaannya untukku dan bahkan sudah bertunangan dengan namja lain.

“Chaerin-aah, saat ini aku mempunyai perasaan itu untukmu.” Kataku pasrah

“Mianhae Jiyong-aah, tapi aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun. Kan aku juga sudah mengatakan bahwa aku sudah bertunangan.” Jawabnya memberiku pengertian

“Tapi kenapa Chaerin-aah kau mengubur perasaanmu?” tanyaku padanya dengan tatapan memohon jawaban

“Aku sudah bilang Jiyong-aah, aku rasa tidak pantas aku mempunyai perasaan seperti itu pada namjachingu sahabatku sendiri, aku tidak mau melanjutkan kepedihanku dengan tetap menunggumu yang bahkan tak memberikan jawaban apapun termasuk sebelum kau pergi mengejar impianmu itu.” Jawab Chaerin sedikit emosi

Tiba-tiba Chaerin melambaikan tangannya pada seorang namja yang kuyakin dia adalah tunangannya Chaerin.

“Hei, maaf chagiya aku terlambat, kau sudah menunggu lama eoh?” tanya namja itu pada Chaerin seperti mengganggap tak ada kehadiranku disini.

“Uh, aku belum terlalu lama chagi. Ah ye, kenalkan, ini Jiyong-aah, dia sahabatku dari kecil dan dia baru saja hari ini pulang dari London menyelesaikan kuliahnya. Jiyong-aah, ini tunanganku yang kuceritakan tadi, namanya Choi Seunghyun.” Kata Chaerin sambil memperkenalkan kami satu sama lain.

“Annyeong, Choi Seunghyun imnida. Senang berkenalan denganmu” Kata namja itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum

“Annyeong, Kwon Jiyong imnida. Senang juga berkenalan denganmu.” Kataku sambil membalas uluran tangannya dan memasang senyum palsuku

Akhirnya Dara datang kembali menghampiri meja kami.

Tiba-tiba Dara berkata, “Hei Seunghyun-aah, sudah lama sampai eoh? Sudah lama ya tidak bertemu?”

Ah, lagi-lagi akulah yang terakhir tau bahwa Chaerin sudah mempunyai tunangan, sedangkan Dara sepertinya sudah mengenal akrab Seunghyun ini.

“Aniya, aku baru saja sampai di sini. Nee, cukup lama tidak bertemu denganmu, juga aku senang berkenalan dengan namjachingu mu ini.” Jawab Seunghyun renyah

“Ah, rupanya kalian sudah berkenalan eoh?” tanya Dara

“Nee.” Jawab Seunghyun singkat

#Jiyong POV end

Keesokan Harinya ..

#Dara POV

Siang ini aku akan menelepon Jiyong untuk bertemu di sebuah cafe. Ku sentuh layar I-Phone ku, menghubungi nomor Jiyong yang sudah ku hafal di luar kepala.

Sebentar menunggu kemudian terdengar suara dari Jiyong di sebrang sana.

“Yeobosseo? Ada apa?” jawab Jiyong

“Hei, bisakah kita bertemu nanti siang di sebuah cafe? Aku akan mengirimkan alamatnya padamu nanti.” Tanyaku

“Nee, kau ingin bertemu jam berapa eoh?” tanya Jiyong disebrang sana

“Sekitar jam 11, bisa?” tanyaku memastikan

“Akan kuusahakan.” Jawabnya singkat

KLIK!

Sambungan telepon telah kuputus.

Dia telah berubah, dia bukan semanis dulu ketika menggangkat teleponku.

Di Sebuah Cafe ..

“Jiyong-aah, apakah kau masih mencintaiku?” tanyaku pada Jiyong

“Mwo? Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu eoh?” jawabnya sedikit terkejut

“Aniya. Aku tau apa yang kau bicarakan kemarin dengan Chaerin. Kau mencintai Chaerin eoh?” tanyaku padanya

Ku lihat dia hanya tertunduk.

Lalu aku melanjutkan,”Aku sudah menduganya karena semenjak kau pergi ke London, kau menjadi berbeda. Kenapa kau tak mengatakannya padanya ketika kau berangkat ke London? Kau malah berjanji padaku untuk kembali. Kau memang kembali, tapi hatimu tidak kembali padaku. Jiyong-aah, jangan kau berjanji untuk sesuatu yang tak bisa kau tepati. Aku menunggumu cukup lama, tapi kenapa tak kau putuskan saja hubungan ini? Kau malah membuatku menunggumu yang sudah jelas dihatimu tak ada lagi aku. Sekarang kau menyesal kan karena Chaerin tak mempunyai perasaan apapun untukmu, dan bahkan dia sudah bertunangan dengan Seunghyun. Kalau aku benar-benar sudah tak ada di hatimu, kita akhiri saja hubungan ini. Carilah yeoja yang lebih baik, jangan kau berjanji lagi untuk sesuatu yang tak bisa kau tepati. Ungkapkan lah perasaanmu, jangan tunggu hingga penyesalan datang menghampirimu.” Jawabku

“Mianhae Dara-aah, aku tak bermaksud melukai perasaanmu. Aku juga tak tau mengapa aku bisa sebegitu bodohnya.”

“Aniya, lebih baik begini. Jadi aku tau bahwa aku terlalu percaya diri untuk berkata bahwa kau akan selalu mencintaiku. Sekarang kau bebas memilih yeoja yang kau inginkan. Aku pergi.” Ucapku seraya pergi meninggalkan cafe itu.

=THE END=

Gimana readers? Dapet feelnya gak ? Ayo di komeenn .. #nunjuk ke bawah