I want to see you again

Part 2

Author   : Choi ranti J

Title       : I want to see you again

Casts     :

– Choi seung hyun

– Family of Choi

– Choi li young (OC)

– Lee haa won  (OC)

– Kwon ji yong

– Kim jaejong

And Support cast

Genre      : sad romance, conflict

Rating      : PG- 16 maybe

Lenght     : chapter

Twitter     : @pertiwiranti

Haii sebelumnya saya minta maaf . mungkin ini ep-ep amatiran (bukan mungkin lagi tapi iya ). Meskipun amatiran tapi tetep hasil meres otak saya. Maaf jika alur seting dan segala macamnya membingungkan . karena ini adalah fanfiction yang pertamakali saya buat.  mohon tinggalkan komentar mau jelek atau bagus saya terima.

Flash back

Seunghyun story

Choi seung hyun pov.

Ketika aku kecil, Hidupku penuh dengan pemaksaan. Takada kata bebas dalam hidupku. Aku hanya di kurung di rumah dengan di temani buku-buku yang memuakan bagi ku .!

saat ku buang buku-buku itu appa begitu marah dia memarahi ku habis-habisan hingga membuatku ketakutan “SEUNG HYUN APA YANG KAU LAKUKAN JIKA KAU TIDAK BELAJAR BAGAIMAN MASA DEPAN KELUARGA KITA! KARENA KAU YANG AKAN MENERUSKAN PERUSAHAAN APPA .!!” Tapi di balik itu appa selalu menyayangiku terkadang aku tertawa bersama appa.

Ketika aku mulai bisa mengerti akan kehidupanku aku mulai sadar. Aku merasa aku hidup hanya untuk mencapai ambisi dari appaku. Ambisi untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya.

Appaku lebih mencintai harta dari pada keluarganya sendiri, meski appa menyayangiku dan aku juga menyayanginya juga, karena dia appaku, tetapi entah kenapa aku selalu muak melihatnya, mungkin appa menyayangiku karena aku adalah alat untuk mendapatkan ambisi appa saja.

Appa sering sekali menyakiti eomma, perlakuannya beda sekali perlakuan kepadaku dan ke pada eomma dan nuna. Appa selalu kasar kepada eomma, dan appa sering memarahi nuna. Aku heran kenapa eomma mau menikah dengan lelaki yang mencintai harta daripada keluarga. Eomma hanya mengatakan ‘eomma di jodohkan dengan appamu.’ Tcs ! perjodohan ? sangat menggelikan.! Kenapa eomma mau saja di jodohkan.

Menikah dengan appa, eomma sering di sakiti oleh appa. Appa sering menghindari eomma setiap eomma akan menghampiri appa, seakan eomma tidak ada di hadapan appa dan sering sekali aku dan nuna melihat eomma menangis di kamarnya, dan itu membuat aku dan nuna bertanya-tanya kenapa appa tega membuat eomma menangis. Dan ternyata dari awal appa tidak mencintai eomma. Tapi dengan bodohnya eomma mencintai appa. Eomma dan appa sering bertengkar. Dan appa sangat marah ketika nuna membela eomma ketika bertengkar. Itu lah perjodohan membuat semua orang tersakiti, seharusnya eomma dan appa tidak di jodohkan !. kenapa mereka tidak bercerai saja.? ketika aku lulus SMA appa memaksa ku untuk sekolah di universitas jurusan ekonomi. Aku hanya menurut perintah appa aku takut seperti nuna yang di benci appa dan di sebut anak durhaka karena tidak menurut perkataan appa ketika nuna menolak perjodohan dengan anak seorang pengusaha terpandang, appa hampir saja akan mengusir nuna dari rumah. Aku tidak mau jika itu terjadi, jika appa membenciku dan mengusirku aku tinggal di mana nanti, mungkin aku akan jadi gelandangan yang mati kelaparan. meskipun hati dan pikiranku menolak semua perintah appa tetapi aku tetap menurut perintah appa.

Aku seperti anak anjing yang menurut pada majikannya. Tetapi nuna sering menasehatiku ‘ikutilah perkataan orang tua seung hyun’, padahal nuna sendiri selalu menentang appa. Tetapi maksud nuna seperti itu agar appa tidak membenciku. Karena perkataan nuna lah yang membuatku menurut pada appa.

Dan sekarang aku berdiri di depan universitas yang membosankan bagiku, karena pertama kali datang ke tempat ini suananya begitu membosankan dengan anak-anak yang begitu sangat membosakan tentu dengan buku-buku tebal yang menyebalkan bagiku karena sebenarnya aku tidak berminat melanjutkan sekolah di sini. 3 tahun sudah aku sekolah di universitas ini. Membuatku benar-benar bosan. Aku ingin menjadi diriku sendiri hidup bebas tanpa adanya pemaksaan dari orang tua . aku mencari tempat duduk di kelasku aku memilih bangku terpojok karena aku tidak ingin menyimak pelajaran yang memuakan bagiku, appa pasti akan memarahiku jika dia tau aku hanya bersantai-santai di kampusku, aku tidak peduli.

Di kampus ini aku hanya memiliki satu teman ji yong tetapi dia berbeda jurusan dia jurusan seni, karena dia sangat mencintai seni. Tidak sepertiku dia hidup dengan pilihanya sendiri. Terkadang aku terkagum oleh kehidupannya yang begitu bebas tanpa beban. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan naga cungkring itu, aku menunggu jam kelas bubar. AAAARRRRRGGGHHHKKK! Lama sekali aku sudah bosan diam di ruangan ini !

Bebrapa jam kemudian

Aku duduk di kantin, sendiri tentunya. Ji young? Molla mungkin kelasnya belum bubar.

‘’chogi”. Seorang yeoja menyadarkanku dari lamunan mp3 di telinga ku yang membunuh kebosanan ku
“ne?” jawab ku.
“mianhe mengganggu. Aku ingin membereskan tugas ku ini, tetapi tidak ada bangku yang kosong. Boleh aku ikut bergabung?”. Dia membawa buku tebal dan laptop. Kulihat dia begitu sibuk , saat kulihat semua tempat duduk begitu penuh sesak oleh orang-orang
“aku berjanji tidak akan mengganggumu” tambahnya lagi
“ok, sesukamu saja” jawabku singkat
“gamsahmida” ucapnya. Yeoja itu langsung mengeluarkan buku-buku yang ada di dalam tasnya.
dia yeoja yang membuat hidupnya penuh dengan kesibukan’  batin ku
“spertinya kau terlalu sibuk sebagai mahasiswi” ucapku tanpa sadar
“ne?” tanyanya bingung
“aaa emm. Maksudku. Kau terlalu sibuk mengerjakaan tugasmu” jawabku gerogi, ini pertamakalinya aku mengajak bicara dengan seorang yeoja di kampus ini. Kenapa suasananya begitu canggung.?
“Oh aku diberi tugas oleh dosen 3 minggu yang lalu, dan aku lupa mengerjakannya dan hari ini hari terakhir pengumpulan tugas. Aku harus segera menyelesaikannya.” Jelasnya
“kau mengambil jurusan apa ?” tanyaku sekedar basa-basi
“aku mengambil jurusan ekonomi.” Jawabnya tanpa mengalihkan perhatianya dari laptopnya.  “dan kau mengambil jurusan apa ?”
“sperti mu ekonomi” jawabku
“jongmal ? tetapi aku tidak pernah melihatmu ?”
”karena dalam waktu dekat aku akan segera lulus.”
“dalam waktu dekat kau akan segera lulus ?!” tanyanya kali ini perhatiannya teralihkan dari tugas-tugasnya.
‘Sepertinya dia terkejut ?’ batinku “iya. Memangnya kenapa ?”
“tahun berapa kau lulus SMA ?”
“2005 memangnya kenapa ?” (benerean lupa kalo ga salah emang lulus SMA tahun 2005 kan ?)
“ani berarti kau lebih tua dari ku.” Ucapnya.
Mendengar ucapaannya membuatku ingin tertawa tetapi aku hanya bisa tersenyum.
“apa aku terlihat muda, dan imut sehingga kau menyangka aku seangkatan dengan mu ?“ hei sejak kapan aku jadi sok humoris ?
“aku….. aku tidak berpikir seperti itu!” elaknya
“jinja ? lalu kenapa kau menanyakan tahun apa kelulusan ku ?” aku mencoba menyudutkannya “………” dia diam
“hallo apa ada orang di sini ?” tanyaku lagi
“ok memang aku mengira kau seangkatan dengan ku kau puas ?”
“berarti benar aku terlihat muda dan imut”
“YAK.. kau terlalu narsis untuk menjadi namja “
“ah~ benarkah aku terlalu narsis sebagai seorang namja,? tidak masalah bagiku. Aku bangga jika aku masih terlihat muda. Mungkin jika aku memakai seragam anak SMA aku akan terlihat lebih imut lagi bagaiman? Di tambah aku memanggil mu eonni.”
“dasar kau ini.!”
”tetapi aku memang awet muda” banggaku
“kau memang sangat- teramat sangat narsis. Mungkin kau terlihat imutjika kau memakai seragam anak SD.?” Ejeknya
“aku terlalu tua jika memakai seragam SD”elakku
“berarti kau tidak awet muda”
“aku tetap awet muda kok, bahkan kau saja mengakuinya tanpa sadar. Menganggap aku seangkatan denganmu… chakaman! Apa kau iri dengan ke awetan wajahku yang tetap terlihat muda.? Sehingga kau terus saja memprotesku. Berarti kau memang iri padaku karena kau terlihat tua” Ejekku
“YAK!! kenapa kita membahas tentang awet muda ?”
“ah katakana saja kau iri”
“AKU TIDAK IRI!” teriaknya. Sementara waktu kami menjadi pusat perhatian, ku lihat wajah yeoja itu memerah karena malu.
“masih mau membahas ke awetan wajah muda ku ?” Bisikku
“kau memang-memang sangat narsis!”
“yang penting aku tetap awet muda”
“aku menyesal menanyakan tahun ke lulusanmu.” Rutuknya. Kali ini aku dan yeoja itu tertawa.
“AH~ aku lupa naneun Choi li young imnida.” Yeoja itu mengulurkan tangannya yang di sambut oleh tanganku
“naneun seung hyun. Choi seung hyun imnida cukup panggil aku seung hyun, atau kau ingin menambahkan kata dongsaeng?”tanyakku
“aku tidak mau memanggil mu dongsaeng. Kaukan lebih tua daripada aku !”  protesnya
“baiklah kau harus memanggil ku oppa, jika tidak, mungkin orang lain akan menganggapku sebagai dongsaeng mu karena aku terlalu imut.” Dia tertawa sekarang. Sebegitu lucukah aku sekarang? Atau aku terlalu konyol. Entahlah yang terpenting setidaknya aku bisa membuang kebosananku.
“bisakah aku membantu.?” Tawarku.
“Tentu saja kau harus membantuku karena aku tidak mengerti tentang pelajaran ini!”
“Karena kau terlalu bodoh.!” Ejekku
“AKU TIDAK BODOH !” dia tidak terima
“Lalu kau sebut apa lagi selain bodoh jika kau tidak mengerti pada mata pelajaran yang kau pilih sendiri”aku memojokannya,sehingga dia melipatkan wajahnya kesal.
“bukannya aku bodoh, hanya saja bagiku pelajaran dan segala macam tentang ekonomi, bisnis dan lainnya berhasil membuat otakku hancur” jelasnya
“wah ? jika otak mu hancur kenapa kau tetap meneruskan sekolah? lalu kenapa kau memilih jurusan ekonomi.?” Tanyaku penasaran
“itu dorongan dari orang tua ku, terutama appaku. Dari kecil dia selalu memaksaku terus belajar agar masa depanku tidak kesusahan, dan agar aku bisa membuka peluang bisnisku sendiri” jelasnya
“aku ingin hidup bebas tetapi tidak bisa, sebenarnya yang appaku pikirkan hanyalah uang.” Renungnya
“kau senasib denganku li young~ah” ucapku pelan tanpa sadar.

Tidak lama ji yong datang dengan segala kehebohan style yang ia gunakan, dia memang raja fashion.
“Ah hyung mian aku terlambat tadi aku bertemu teman lama dan berbicang sebentar….” perkataan Ji yong terhenti saat melirik kearah li young.
“Eh Li Young apa kabar mu. Kukira kau tidak masuk kuliah karena masih sakit.” Ucap Ji Yong, yang duduk di sampingku. Tunggu apa mereka saling mengenal?.
“maaf kalian saling mengenal?” tanyaku “dari segi pembicaran kalian sepertinya kalian akrab” terusku
“seung hyun oppa, siapa yang tidak kenal dengan oppa kwon ji yong. Diakan yang selalu memeriahkan festival seni di universitas kita masa oppa tidak tau?”ucapnya dengan sok imut.
“Li young mengenalku saat dia jadi panitia festival tahun kemarin. Dari situ kita jadi saling kenal” cerita Ji Yong
“Maaf aku kantidak terlalu memperhatikan festival tahun kemarin. Li young berarti kau mengenal Ji young sudah satu tahun”
“iya memangnya kenapa?”
“pasti Ji Yong selalu menceritakan tentang yeoja tukang pelukis itu.”
“setiap hari dia selalu menceritakannya, sepertinya Ji oppa selalu mengikuti yeoja itu setiap hari”. Setelah Li young mengatakan itu perhatianku dan Li young bertuju ke Ji Yong.
“hei-hei kenapa kalian melihatku seperti itu !!” protesnya
“hei apa hari ini juga kau akan melihat yeoja itu di padang ilalang ?” tanyaku
“i-iya memang kenapa.?” Jawabnya gugup
“tidak hanya saja selama ini kau selalu menceritakan tentang yeoja itu tanpa memperlihatkannya pada ku. Jadi aku ingin melihatnya. Aku akan ikut denganmu.”
“aku juga ikut !” ucap Li young dengan semangat.

***

            Aku mencium bau yang begitu menyengatkan di hidungku dan suatu cahaya menimpa mataku begitu menyilaukan. Kepala seorang yeoja sedang tertidur dekat lenganku. Beberapa saat aku sadar sekarang  aku sedang terbaring di tempat yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah sakit. Dan yeoja ini siapa ?

.

.

.

.

TBC

Aaaaaaaaa ceritanya tambah jelek mian (_ _) .  maaf di part petama banyak banget kata-kata terurai hancur. Dari hancur ke lebih hancur. Aaa mian. Maaf kalo ada yang langsung mual baca ni ep-ep dari pertama sampai part sekarang.

Pesan: di sini cerita masa lalu bertemunya TOP sama li young.