He Is Mine Cover

Author         : Nam Hee Rin

Title             : He Is Mine

Genre         : Romance, Comedy

Rating        : T

Length       : Oneshoot

Cast          :

Lee Seunghyun (Bigbang)    Park Hee Ra (OC)

Kim Jonghyun (SHINee)    Kwon Yuri (SNSD)

Lot Of Cameo

Disclaimer : Asli bikinan author

A/N :

Annyeonghaseyo~~~ Hallo para VIP tercintah *Kasih pelukan TOP* Ini entah FF keberapa yang saya buat .___. Tapi tolong RCL ya, DON’T BE SILENT READER !!! *Kasih tatapan Daesung* Happy reading :3

Twitter : @NyongtoryVirus

“Hahahaha” Aku mendengar suara tertawa dari ruang kelasku, aku melangkahkan kakiku kesana dan melihat sepasang yeoja dan namja sedang asik berbicara satu sama lain .

“Wah kelihatannya menyenangkan sekali, boleh aku bergabung ?” Mereka berdua terkejut dan menoleh kearahku “Ah Hee Ra !!! Ayo kesini” Yeoja yang bernama Yuri itu mengajakku bergabung

“Hee Ra ini tidak seperti yang kaufikirkan…” Namja yang sedari tadi duduk di samping Yuri itu mendekatiku dan berusaha menyentuh tanganku tapi aku meninggalkannya “Hee Ra !!! PARK HEE RA !!! Andwae !!! Kajjima !!!” Namja itu berlari kearahku dan aku juga mulai mempercepat langkahku dan akhirnya kami sampai di taman sekolah. Namja itu berdiri persis dibelakangku

“Hee Ra…”

Aku masih memunggunginya, aku tak ingin memandang wajahnya “Hee Ra…” Namja itu memutar tubuhku dan memandang wajahku, wajahnya seperti melukiskan rasa bersalah “Mianhae… Kau tahukan aku dan Yuri adalah sahabat dekat?” Aku tersenyum sinis padanya “Ne, kau mempunyai banyak sahabat yeoja YANG DEKAT DENGANMU SEUNGRI” Aku mempertegas kata-kataku dan menahan air mataku

“H-H-Hee Ra uljjima… A-a-aku tidak bermaksud…” Dia memelukku erat. Dan bodohnya aku membalas pelukannya. Kami melepaskan pelukan kami dan saling menatap, entah karena apa saat melihat wajahnya… Semua rasa cemburu dan sakit hati ini hilang seketika. Aku sudah sering sekali merasakan perasaan sakit hati dan cemburu tapi tetap saja, apabila semua itu terjadi aku akan mengeluarkan ribuan air mata. Dia tersenyum, dan memelukku lagi, lebih erat sampai aku bisa mendengar suara degupan jantungnya.

Aku memandang kosong jendela kamarku, membayangkan wajah namja yang belum lama menjadi pengisi hatiku, ya dia Seungri. Aku tidak tahu, bagaimana bisa dia mempunyai yeojachingu sepertiku? Seungri adalah namja yang mempunyai banyak sahabat yeoja maupun namja. Dia populer. Bisa-bisanya mempunyai yeojachingu yang menyukai basket, berambut pendek, memiliki warna kulit yang tidak putih pucat, berperilaku seperti namja dan membenci rok dan dia hanya memakai rok saat bersekolah. Jauuuh sekali dari criteria yeoja idamannya. Aku tertawa sendiri mengingat saat-saat kami mulai saling mengenal satu sama lain, waktu itu…

2 Bulan Yang Lalu

“Oper kesana !!! Hoonchul palli !!!”Semua orang berteriak kecewa, bola basket yang dilemparkan ke ring itu meleset. kelas XI-C kalah dengan skor tipis 6-8. Suara sorak kemenangan terdengar dari arah kubu kelas XI-A

“Mianhae….” Aku memandang Hoonchul iba

“Gwaenchana Hoonchul, kau sudah berusaha… Aku yang salah memberi instruksi kepadamu” Aku tersenyum pada namja itu dan namja itu membalas senyumanku

“Yang penting kita sudah berusaha !!!” Aku melirik Jonghyun yang tiba-tiba merangkul kami dan memamerkan senyum termanisnya

“Nah marilah kita merayakan kekalahan tim basket campuran kelas kita !!!” Aku terkejut melihat namja yang membawa banyak minuman kaleng untuk seluruh murid XI-C. Namja itu menceriakan suasana dan membuat kami lupa tentang kekalahan ini, sejak dia pertama kali menginjakkan kaki disekolah ini 3 bulan yang lalu, kelas XI-C terasa hangat dengan tingkah cerianya itu “Hoonchul kau hebat !!! Dan Youngmin kau keren sekali !!!” Seungri memuji penampilan dari setiap pemain. Ya namja ituSeungri, dan sekarang matanya tertuju padaku “Mmm dank-k-kau Hee Ra… K-k-kau sungguh memukau, brilian !!! Baru pertama kali aku bertemu yeoja tangguh seperti kau !!! Daebak !!! Kau sangat cantik saat dilapangan tadi !!!” Tiba-tiba pujiannya itu berhenti saat banyak orang menatap Seungri curiga dan… Wajah Seungri memerah “E-e-eh ? A-a-aku…” Namja itu menerima berbagai sorakan dari teman-temanku dan spontan dia berlari menghindari sorakan mereka “Wahahaha Hee Ra kau memiliki pengggemar !!!” Yuuna menggodaku dan aku merasa wajahku memanas,

eeeeh apa-apaan ini ??? Biasanya setiap aku dipuji namja tidak seperti ini…

Sudah 1 minggu sejak kejadian itu dan aku merasa Seungri menjaga jarak dari diriku. Dia juga tidak seceria dulu. Entahlah tapi aku merasa sedikit… Khawatir dan sedih… Tapi hei aku tahu diri !!! Namja yang populer seperti dirinya mana mungkin dengan yeoja yang jauuuuuuh sekali dari kriterianya… Aku melirik Hyunsak-nim, dia menerangkan pelajaran Matematika dengan cepat sekali dan tanpa memperdulikan apa yang dilakukan muridnya. Aaaah lebih baik aku tidur~

“Saya hampir lupa, tolong kumpulkan pekerjaan rumah matematika kalian yang saya berikan kemarin” MWO???!!!  Mataku kembali terbuka, andwae… Aku mengeluarkan seluruh isi tasku dan… AKU TIDAK MEMBAWA BUKU MATEMATIKA!!! Sial… Jebal, bawa aku pergi dari sini… Aku merutuk dalam hati dan menunggu namaku dipanggil untuk mengumpulkan pekerjaan rumah itu kemeja Hyunsak-nim

“LEE SEUNGHYUN !!! Kau tidak membawanya ???!!! Bagaimana bisa hah ???!!!” Aku melihat Seungri menunduk dan berbicara kecil, sepertinya dia menyesali nasibnya

“SIAPA LAGI YANG TIDAK MEMBAWANYA ???!!!”Aku melirik tangan kananku yang mengangkat dirinya sendiri tanpa perintah dariku. Tangan macam apa kau hah ???!!! Mengkhianati majikanmu !!! Aku memaki-maki tanganku sendiri tanpa memperhatikan Hyunsak-nim

“PARK HEE RA !!!”

Aku menyembunyikan tangan kananku dan segera maju kedepan kelas bersebelahan dengan Seungri. Ah sial… “Kalian berdua keluar dari kelas ini dan bersihkan halaman belakang sekolah sekarang juga !!!”

“Lalu kami pulang jam berapa ? Inikan mata pelajaran terakhir seongsaengnim ?”

“KALIAN PULANG SAMPAI HALAMAN BELAKANG BERSIH !!!” Seungri tidak berani bertanya lagi dan dia hanya menghela nafas “NAGA!!!” Dan kami berduapun berjalan lemas keluar dari kelas ini.

Aku melihat ribuan daun yang sudah kering berguguran di halaman belakang ini, musim gugur memang menyebalkan. Aku melihat alat yang harus kami gunakan untuk membersihkan halaman ini, yaaa kalian tahu kan alat apa ? Aku susah mendefinisikannya .

“Kajja” Aku melihat Seungri memberiku satu alat penggaruk tanah itu dan mulai bekerja. Sebenarnya bukan ribuan daun disini yang aku khawatirkan tapi… Namja itu. Dia dingin sekali, tanpa mengucapkan sepatah katapun dia mengerjakan tugas dari Hyunsak-nim dengan cepat dan akupun hanya bisa mengerjakan tugas ini sembari melihat dirinya. Omo kenapa aku peduli sekali sih ? “Wae ? Capek ?” Aku kaget, ini adalah dua kata pertama yang dia ucapkan padaku seminggu ini “A-a-ani” “Kalau capek bilang saja” Aku mengangguk dan mulai mengalihkan pandanganku darinya.

“Rgggh~” Aku merenggangkan tubuhku, sudah 1 jam aku dan Seungri membereskan daun-daun ini dan mengumpulkannya menjadi gunung daun raksasa. Aku melihat ke kiri dan ke kanan, kemana Seungri ? Ah mungkin dia sudah pulang duluan… Padahal aku berharap setelah mengerjakan tugas ini dia bicara lagi padaku…

“Hei ini tasmu”

“HWAAA!!!”Aku menoleh kesumber suara, terlihat Seungri membawa tasku ditangan kanannya dan memegang tasnya sendiri ditangan kirinya

“Gamsahamnida” Dia duduk disebelahku dan menghembuskan nafas panjang

“Formal sekali”

“Memang kenapa ?” Kami terdiam cukup lama, ah dia sepertinya benar-benar tidak ingin mengatakan sesuatu… Sebaiknya aku pulang saja

“Ah aku duluan ya” Aku bangkit dan merapikan rokku, tiba-tiba… Tangannya memegang tanganku erat.

“Kajjima,  aku ingin bertanya” Entah kenapa… Kini jantungku berdegup 100 kali lebih cepat,  apakah aku menyukainya ?

“Hm apa ?”

“Kau kesal padaku ?”

“Mwo ?Ani !!!” Aku tak menyangka dia mengira aku kesal padanya “Kukira kau kesal padaku karena kejadian 1 minggu yang lalu” Aigooo… Ternyata selama ini dia mengira aku kesal padanya… Hhhh… Kukira kenapa… “Ani, aku malah senang kau bicara begitu” Dia terbelalak dan kemudian menatapku tak percaya, aish HEE RA PABO !!! Kenapa bicara seperti itu ???!!!

“J-j-jinjja?” Aku mengangguk, kini wajahku pasti sudah memerah seperi udang rebus, aiiih aku malu sekali !!! Aku mengacak-ngacak rambut setelingaku ini “Naneun saranghae” Sekarang aku yang menatap wajahnya dengan raut wajah tak percaya “G-g-geotjimal…”

“Ani, jeongmal saranghae” Mata kami bertemu dan kami saling bertukar senyuman, inilah awal dari kisah kami.

Aku kembali tersadar dari lamunanku karena terdapat 2 pesan masuk di handphoneku. Ah dari Jonghyun dan Seungri…

From  :         Jonghyun

Hee Ra !!! Kau menangis lagi ?

Aku tertawa, sahabatku yang satu ini selalu mengerti keadaaanku. Aku membalas pesannya dengan cepat.

To      :         Jonghyun

Aaah Jonghyun-ah !!! Darimana kau tahu ?

Aku melihat isi pesan dari Seungri, aku yakin pasti isi pesan itu….

From  :         Mr. Panda

Hee Ra… Mianhae, tadi Yuri sedang berkonsultasi padaku tentang Yesung sunbae… Jeongmal mianhae Hee Ra aku mohon jangan marah padaku lagi😥 Chagi…

Ya aku benar, pasti isinya permintaan maaf. Entah alasannya Yuri ingin membicarakan Yesung sunbae lah atau Dara ingin bercerita tentang Jiyong sunbaelah adaaaa saja hal yang membuatnya dekat dengan para yeoja dan ini sudah yang keribuan kalinya aku cemburu padanya.

To      :         Mr. Panda

Ne, arra.

Aku tidak marah padanya, aku hanya kesal. Capek. Aku capek untuk cemburu. Mungkin mereka bilang aku pencemburu tapi… Bagaimana kalau mereka berada diposisiku ? Ah ada pesan masuk lagi, kuharap dari Seungri…

From  :         Jonghyun

Karena aku adalah sahabatmu yang paling tampan B) Aaah besok kau harus menceritakannya padaku Hee Ra !!!

Argh aku kira Seungri !!! Tapi aku senang Jonghyun peduli padaku. Kami telah bersahabat sejak kelas 2 SMP, dia namja yang menyenangkan dan… Sangat narsis… Yah sama dengan Seungri… Ah panjang umur !!! Ada pesan masuk darinya !!!

From  :         Mr. Panda

Kau masih marah chagi ? Ah mianhae chagi… Tolong maafkan aku lagi…

Aku sedikit senang dia masih membalas pesan singkatku itu tapi… Aku memutuskan untuk mematikan handphoneku. Aku ingin besok dia meminta maaf lagi padaku hahaha~

Aku melangkahkan kakiku gontai menuju gerbang sekolah

“Hee Ra !!!” Aku melihat Jonghyun berlari kearahku dan memelukku dari belakang

“Aish membuatku kaget saja kau !!!” Dia tersenyum, Jonghyun itu manis sekali kalau tersenyum… Aku suka melihatnya tersenyum

“Hehehe, ah kau kemarin menangis kenapa ?” Aku tersenyum pahit

“Biasalah…” Jonghyun tersenyum lagi dan memelukku erat

“Uljjima, aku tahu kau capek. Tapi cinta itu memang banyak tantangan kan ?” Aku membalas pelukannya dan mulai menangis, dia hanya mengelus rambutku dan mengeratkan pelukannya. Tanpa Jonghyun, mungkin aku tidak bisa bertahan dengan Seungri.

Aku  menatap yeoja-yeoja dikelasku, semuanya sama saja. Aku tidak suka mempunyai sahabat yeoja. Wae ? Karena mereka selalu munafik. Contohnya si Airin, teman sekelasku sewaktu kami duduk dikelas 2 SMP. Kami dulu berteman dan saat dia mulai terkenal dia meninggalkanku. Dia ingin berteman padaku karena waktu itu aku terkenal sebagai kapten basket termuda disekolah kami. Cih, tidak hanya dia. Banyak sekali yeoja yang seperti itu dan aku selalu menjaga jarak pada yeoja kecuali eommaku tentu saja !!! Kebalikan dengan namja, mereka selalu mengerti padaku. Diantara sekian namja yang menjadi sahabatku, Jonghyun lah yang paling dekat denganku. Aku menyayanginya tapi tentu saja aku tidak pernah menyayanginya lebih dari sahabat… Tidak akan pernah…

Seungri masuk kedalam kelas, dia terlihat sedikit lesu dan duduk disebelah Hoonchul. Aku terus-terusan menatapnya dan tiba-tiba dia menatapku balik dan dengan cepat aku mengalihkan padanganku, masih ada sedikit rasa sakit… Aku tak mampu menatap matanya lagi. Kejadian ini sudah biasa terjadi, aku yakin pasti nanti kami sudah seperti biasa lagi…

Seperti yang kubilang, sekarang aku dan Seungri sudah seperti biasa lagi. Bahkan tadi kami makan bersama dikantin. Hhh mengapa aku mudah sekali sih memaafkannya ?

Latihan basket sudah selesai, tapi tumben sekali para yeoja kelas XI-C tidak menyemangati namjachingu mereka yang sedang berlatih. Kemana mereka ? Dari tadi aku juga tidak melihat Seungri menontonku latihan. Apa dia bersama para yeoja itu ? Aku berjalan menuju kelas XI-C dan mendengar suara tawa yeoja. Aku melihat kedalam ruang kelas dan… Bingo… Aku melihat para yeoja kelas XI-C mengerubungi seorang namja… Kalian tahukan siapa ? Aku tidak pernah melihat pemandangan semengerikan ini

“Wah sepertinya aku mengganggu kalian ya ?” Para yeoja itu terdiam dan tidak berani menatapku

“H-H-Hee Ra…” Dia mendekatiku dan berusaha memelukku

“Ani Seungri” Aku berjalan menghindari dia dan seperti biasa, dia mengejarku

“Berhenti” Seungri memegang tanganku dan menyudutkan aku kedinding koridor

“Mianhae HeeRa… Tadi mereka hanya ingin mendengarkan aku bercerita tentang Myoongji sunbae, namja yang dikeluarkan karena terlalu sering membuat masalah itu…”

“Kenapa harus kamu yang bercerita ???!!! Kenapa hah !!!”Aku menangis dan dia hanya menatapku sendu

“Karena waktu itu aku dekat dengannya”

“Banyak sekali alasanmu”

“M-m-mianhae Hee Ra… Aku janji akan menjauhi semua yeoja disekolah ini kecuali kau…” Aku menghela nafas panjang, sebaiknya aku harus mengambil keputusan yang tepat…

“Seungri, kurasa kita harus cukup sampai disini” Dengan sekuat tenaga aku menahan air mataku, meskipun banyak orang menilai bahwa aku itu orang yang kuat dan cuek tapi… Sebenarnya aku adalah orang yang gampang menangis

“Chagi ???K-k-kau bercanda kan ???” Seungri menatap wajahku dengan raut wajah tak percaya, dan dia mulai menangis” Kau kira aku tidak pernah cemburu Hee Ra ???!!! Sering HeeRa, sering !!! Memangnya kau kira aku tidak sakit hati saat Jonghyun yang selalu menelukmu dan bersama denganmu ???!!! Kau kira aku tidak cemburu pada setiap namja yang kau ajak bicara ???!!! Aku selalu cemburu Hee Ra !!! Tapi aku tidak mengutarakannya, aku takut kau merasa terkekang !!! Aku ingin kau sadar, tapi percuma !!! Selama ini aku selalu bercerita tentangmu ke Yuri karena apa bila aku bercerita kepada teman namjamu… Nanti mereka akan menjauhimu, aku tak mau !!!” Aku kaget atas pengakuannya, ternyata selama ini dia juga cemburu ? HeeRa pabo, egois. Bagaimana bisa aku tidak menyadari bahwa aku yang selama ini membuatnya seperti itu ??? Aku memeluknya erat dan dia membalas pelukanku. Ini semua salahku, aku tidak boleh membuatnya tersiksa seperti ini

“Mianhae Seungri… Jebal, aku rasa kita cukup sampai disini… Aku mohon Seungri…” Aku berlutut padanya, dan dia menggeleng

“Chagi aku sangat mencintaimu…Jangan…”

“Aku bukan yeoja yang masuk dalam kriteria idamanmu kan ? Apabila kau putus dariku, kau bisa mendapatkan yeoja impianmu itu Seungri… Aku mohon… Ini demi kita…” Dengan pasrah dia menatap mataku dan…

Akhirnya dia mengangguk “Asal kau tahu Hee Ra, kriteria idaman bagiku tidak penting” Aku tersenyum getir padanya dan dia berjalan meninggalkanku, lalu aku ? Tentu saja aku menangisi semua ini, kuharap ini keputusan yang tepat… Aku meringkuk dan menangis. Suara tangisanku memenuhi koridor, tapi aku tidak perduli. Toh tidak ada yang protes. Aku mendengar suara langkah kaki, makin dekat, makin dekat. Aku merasakan kehangatan ditubuhku, sepertinya ada yang memelukku dan saat aku melihat orang itu…

“Uljjima, aku ada disini” Jonghyun, dia malaikatku. Aku memeluknya erat dan mulai menangis lagi, kemeja sekolahnya basah oleh air mataku

“Kubilang uljjima. Aku ada disini” Aku menatap wajahnya, senyumannya membuat hatiku lebih tenang

“Gomawo Jonghyun-ah…” Dia mencium keningku dan memelukku lagi “Tenang, aku ada disini bersamamu”

3 Minggu Kemudian

Aku merasakan angin pagi menyapa kulitku “Hmmmm~” Mataku menjelajahi setiap sudut dari halaman belakang sekolah, mengingat setiap kenangan yang ada. Aku memang masih sedikit mencintai Seungri tapi aku tidak pernah berusaha untuk bersamanya lagi. Aku mempunyai namjachingu ? Ani, aku tidak ingin menjadikan namja itu pelarian dari Seungri. Sekarang Seungri sedikit menjaga jarak dengan yeoja dan sampai sekarang dia belum mempunyai yeojachingu lagi tapi aku dan dia sama sekali hilang kontak, kami tidak pernah berkomunikasi sama sekali. Bahkan saling pandang saja tidak. Aku berusaha menghindarinya dengan sekuat tenaga, aku tak ingin menyakitinya lagi “Hee Ra!!!” “HWAAA !!!” Namja itu tersenyum geli melihat reaksi kagetku tadi “Apaan sih senyum-senyum ?” Dia duduk disampingku dan memandangi wajahku “Kau masih mencintai Seungri ?”Aku menatap wajahnya curiga,  jarang sekali dia menanyakan ini padaku “Kurasa… Masih” Dia menghembuskan nafas panjang dan mengacak-ngacak rambut pendekku “Cepat atau lambat kau harus mempunyai cinta yang baru” Ah, Jonghyun benar juga. Aku tidak bisa terus berlarut-larut seperti ini “Sudahlah, itu bel masuk sudah berbunyi !!! Nanti Hyunsak-nim marah loh !!! Kajja !!!” Dia menggandeng tanganku erat dan menuntunku masuk keruang kelas, ternyata genggaman tangannya itu…    Lembut… Lembut sekali… ANDWAE !!! Aish Hee Ra apa-apaan sih…

Selama pelajaran matematika mataku tidak bisa lepas dari Jonghyun. Gayanya saat sedang serius belajar imut sekali… Kyeopta… Aish !!! Aku kenapa sih ???!!! Tapi sungguh, akhir-akhir ini setiap aku berada di dekatnya aku senang sekali dan jantungku berdegup lebih cepat. Apakah aku… Menyu… “PARK HEE RA !!!” “HYAAAH !!!” Semua murid tertawa melihat aku kaget karena panggilan Hyunsak-nim tak terkecuali Jonghyun “Aku tidak memintamu untuk memperhatikan Kim Jonghyun !!! Naga !!!” Wajahku memerah, darimana Hyunsak-nim tahu ???!!! Aish ini memalukan !!! Semua murid meledekku dan mulai bersiul tapi… Seungri menatapku lesu dan aku menatapnya penuh dengan rasa bersalah. Ah ini tatapan mata pertama kami setelah 3 minggu lamanya. Aku merasa bersalah, Seungri andai kau tahu perasaanku saat ini…

“Ngelamun saja !!!” Aku menatap sinis Jonghyun yang menghampiriku kekantin “Cih, ngapainkesini?” Lagi-lagi dia mengacak-ngacak rambut pendekku “Masih kesal pada Hyunsak-nim? Makanya kalo belajar perhatikan !!! Jangan perhatikan aku !!!”Aku menatapnya dengan tatapan meledek, cih aku sudah pernah bilang kan dia itu narsis sekali ? Aku menyantap es krim yang sudah dari tadi aku pesan tanpa memperdulikan Jonghyun “Ish berantakan” GLEP dia menyentuh bibirku dengan tangannya untuk membersihkan es krim dibibirku, aaah aku tahu di film-film drama romantis hal ini pasti terjadi dan mungkin membosankan sekali apabila kita mengalaminya… Tapi sungguh… Hal ini mampu membuat jantungku hampir meledak, ah kau benar Jonghyun… Cepat atau lambat aku akan menemukan cinta yang baru…

Seharian ini aku berusaha menghindari Jonghyun, dia terlihat bingung atas sikapku tapi aku berusaha tidak memperdulikannya. Ah bel pulang sudah berbunyi, ini saatnya aku kembali kerumahku “Hee Ra !!! Andwae !!!” Tanganku digenggam erat oleh Jonghyun dan aku tidak berkutik “Aish, apalagi Jonghyun ? Aku sibuk” “Kau marah padaku ?” Entah kenapa wajahku kini memerah, wajah Jonghyun sangat dekat dengan wajahku. Aigooo dia tampan sekali~ Dengan cepat aku menundukkan wajahku agar dia tidak melihat wajah memerahku ini “Kau aneh !!!” Dia menarik tanganku dan itu membuatku mengikuti langkahnya “Hei kita mau kemana ???!!!” “Tempat biasa” Pasti dia akan membawaku ke bukit yang terletak dipinggir kota, biasanya kami berdua sering bercengkrama disitu. Itu tempat khusus kami. Tapi akhir-akhir ini kami jarang mengobrol disana bersama karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan Seungri. Hmmm…Seungri… “Kangennya~” Ucapan Jonghyun membuatku tersadar dari lamunanku, dia langsung merebahkan diri diatas rerumputan hijau dibukit ini danakupun ikut merebahkan diriku disamping tubuhnya. Aaah sebenarnya aku juga merindukan tempat ini… Aku menatap wajah Jonghyun yang berada tepat disamping wajahku “Kenapa kau memandangku seperti itu ?” Aku memalingkan wajahku dan berpura-pura memandang langit “A-a-ani”

Sudah 15 menit kami merebahkan diri disini tanpa mengucapkan sepatah katapun, entah kenapa suasananya canggung sekali. Aaah aku tidak tahan dengan situasi seperti ini !!! “Hei…” Jonghyun menoleh kearah wajahku dan kini wajah kami hanya berjarak 5 sentimeter “Wae ?” “Kau benar Jonghyun” Aku berusaha keras menyembunyikan kegugupanku “Tentang apa ?” “Bahwa cepat atau lambat aku akan mendapatkan cinta yang baru” Dia membelalakkan matanya tanpa mengubah posisi wajahnya “Jeongmal ???!!! Siapa namja itu ???!!!” Aku terdiam sejenak, memantapkan hatiku untuk segala kemungkinan yang akan terjadi “Sekarang namja itu berada didepan wajahku” Dia tersenyum “Kau tahu ? Kurasa namja yang kau maksud juga mempunyai perasaan yang sama denganmu” “Mwo ???!!! Sejak kapan ???!!!” “Sejak mereka pertama kali bertemu dengan tidak sengaja didepan perpustakaan 4 tahun yang lalu” Kami tersenyum penuh arti dan tidak melepaskan pandangan satu sama lain sedetik pun. Ah bisakah keadaan ini tidak usah berakhir ?

3 Minggu Kemudian

“Chagi !!!” Aku menoleh kearah sumber suara, terlihat seorang namja berlari kearahku dan merangkulku erat “Aigooo aku malu tahu kalau seperti ini !!!” Dia hanya tersenyum simpul “Aku hanya ingin semua namja tahu kau itu milikku dan tidak boleh ada yang merebutmu dariku !!!” Aku menyikut perutnya pelan. Ya, Kim Jonghyun adalah namjachinguku sekarang. Mungkin perkataanku tentang sahabat tidak pernah akan menjadi cinta itu terdengar munafik ya… Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. Dan bagaimana dengan Seungri ? Dia masih sendiri sampai sekarang dan dia masih menjaga jarak dari yeoja, diapun sudah tahu aku berpacaran dengan Jonghyun tapi dia kelihatan biasa saja. Sebenarnya aku masih sedikit mengharapkannya tapi… Aku berusaha untuk menghapus kata ‘Sedikit’ itu menjadi kata ‘Tidak ada sama sekali’. Setelah aku berpacaran dengan Jonghyun aku agak menjaga jarak dari namja karena aku tidak ingin hal yang terjadi dulu terulang lagi, dan Jonghyun pun selama ini hanya mendekati yeoja seperlunya. Terima kasih tuhan kau telah memberikan Jonghyun untukku…

“Jonghyun-ah ? Kau kenapa ?” Dia terlihat lemas sekali sejak tadi siang, padahal saat dikantin dia makan dengan lahap seperti biasanya “Mwo? Aku baik-baik saja chagi, tak usah cemas !!! Ah sampai jumpa besok ya !!! “Dia melambaikan tangannya dan berjalan menuju rumahnya yang berbeda 5 rumah dari rumahku. Jonghyun kenapa ya ?Apa dia sakit ?

“Maaf nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan… “Ini sudah ke 20 kalinya aku menelefon dia tapi tetap saja operator yang menjawabnya hhh~ Kan aku ingin berbicara dengan Jonghyun !!! Bukan operator !!! “Yeoboseyo ???” “Akhirnya !!! Kau darimana saja Jonghyun-ah ???!!!” “Mianhae chagi !!! Tadi handphoneku baterainya habis !!!” “Aish kau ini… Jonghyun-ah kau baik-baik saja ???” “Hehehe, tentu aku baik-baik saja !!! Omo~ Kau begitu perhatian padaku rupanya~” “Jonghyun-ah aku serius !!! Aish aku kan yeojachingumu !!!” “Hahahaha kau menggemaskan sekali sih chagi~ Ah aku cuma sedikit tidak enak badan, mungkin Karena aku sering mandi terlalu malam~” “Pabo !!! Jangan suka seperti itu lagi !!!”    “Ne chagi~” “Sudahlah kau istirahat sana, tidur cepat!!! Jangan begadang karena bermain game !!!” “Ne chagi~ Apa tidak ada kata-kata romantis untukku ?” “Hhhh~ Ne… Jeongmal saranghae Kim Jonghyun-ah~” “Aah nado chagi !!!” “TUUUT TUUUT” Haah Jonghyun selalu seperti anak kecil !!! Tapi aku menyukainya sih… Hahahaha~

Sudah 1 minggu ini Jonghyun terlihat sangat lesu, walaupun dia selalu bertingkah ceria seperti biasa. Dan yang paling menyebalkan adalah dia selalu bilang tidak apa-apa, issshhh !!! Memangnya aku anak kecil apa yang bisa tertipu oleh omongannya ???!!! Aku melihat Jonghyun yang sedang asyik mengoper bola basket kesana kemari, wajahnya pucat sekali. Tiba-tiba… “BRUUUK” “Jonghyun-ah !!!”

“Ngggh aku dimana ?” Jonghyun mengerjapkan matanya dan berusaha bangun dari ranjangnya “Jonghyun-ah !!! Jangan beranjak dulu” Dia kembali merebahkan diri diatas ranjang UKS. Aku menggenggam tangannya erat dan dia membalas genggaman tanganku “Jonghyun-ah… Jujurlah padaku, apa yang terjadi padamu ?” Dia hanya tersenyum dan mencium punggung tanganku lembut “Aku hanya kecapekan chagi” Geotjimal… Aku tahu dia berbohong, tapi aku tidak boleh memaksanya jadi aku hanya bisa membalas senyumannya lembut “Chagi, saranghae” Aku menatap wajahnya bingung “Jonghyun-ah, kenapa kau berbicara seperti itu ?” “Gwaenchana, bisakah mulai sekarang kau memanggilku ‘Yeobo’ ?” Dia memasang wajah penuh harapnya “Ne yeoboo~” Dia mencubit pipiku gemas, aku merasa ada yang tidak beres…

Aku menggandeng tangannya erat, takut dia tiba-tiba terjatuh lagi “Omo chagi kau terlihat sangat khawatir~” “Aish tentu saja!!!” Dia tertawa dan mencium pipiku singkat dan otomatis wajahku memerah “Yeobo… Kau membuatku malu ish !!!” Dia tertawa lagi dan menghentikan langkahnya “Malu ? Masa seperti itu saja malu ?” Aku hanya bisa menunduk dan mengacak-ngacak rambut pendekku. Dia menarik tubuhku agar berhadapan dengan tubuhnya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu berbisik “Chagi… Jeongmal saranghae…” Dia mendekatkan bibirnya kebibirku lalu mengecup bibirku lembut. Aku sedikit terkejut tapi aku membiarkannya bertindak sesuka hatinya. Asal kalian tahu ini adalah ciuman pertamaku… Bibirnya terasa manis sekali… Tapi aku merasa sedikit aneh dengan perilakunya, kenapa tiba-tiba sekali ? Dia melepaskan tautan bibir kami dan tersenyum “Itu ciuman pertamaku loh chagi, khusus untukmu” “Aish…” “Jeongmal !!! Kau yeoja pertama yang mengisi hatiku dan akan selalu mengisi hatiku”Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan manisnya itu tapi aku lagi-lagi merasa seperti ada yang tidak beres dengannya “Jonghyun-ah !!! Eh maksudku yeobo !!! Kau akan keluar negeri ya ? Atau kau mempunyai penyakit kanker ???” Dia menatap mataku aneh dan mulai tertawa dengan keras “Hahahaha chagi kau itu terlalu banyak menonton drama ya ? Hahahaha a-a-aku tidak bisa berhenti tertawa !!!” Aku memukul perutnya dan dia akhirnya berhenti tertawa sambil mengaduh kesakitan “Aku serius yeobo !!!” Lagi-lagi dia tersenyum “Ani chagi” “GEOTJIMAL !!!” “Terserah kau saja lah chagi” Dia mencium bibirku singkat dan beranjak meninggalkanku. Ah dia meninggalkanku untuk pulang sendirian ???!!! Andwae… Tapi aku ternyata sudah sampai didepan rumahku… Aish kenapa aku tidak menyadarinya dari tadi ???!!!

“Kim Jonghyun ?” Tak ada jawaban dari panggilan Hyunsak-nim “Kemana dia ?” “Molla…” Hoonchul menjawab pertanyaan Hyunsak-nim dengan singkat dan kami memulai pelajaran seperti biasa. Jonghyun kemana ya ? Tadi malam kami masih sempat bercanda ria lewat telefon, tapi aku memang merasa suara Jonghyun sedikit melemah. Ah aku harus kerumahnya tapi sekarangkan masih jam 10… Dan kami pulang jam 3 sore… Aigooo itu masih lama sekali !!!

“KRIIING” Bel istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas termasuk aku, aku mengambil tasku dan beranjak pergi “Hee Ra ? Mau kemana ?” Aku melihat Yuri kebingungan “Pulang” Aku meninggalkan dia dan berlari menuju halaman belakang sekolah. Aku memanjat pintu kecil yang berada di halaman belakang ini. Huft ini sudah biasa bagiku, dulu biasanya aku dan Jonghyun sering kabur bersama karena sekolah terlalu membosankan. Dulu aku juga sering kabur bersama Seungri… Ah bukan waktunya untuk memikirkan itu !!! Aku berlari menuju rumah Jonghyun dengan kecepatan penuh. Rambut pendekku dimainkan oleh angin tapi aku tak peduli, kakiku memerintahkanku untuk berhenti tapi aku tak peduli. Jonghyun, Jonghyun, Jonghyun awas saja kalau sampai ada hal yang buruk terjadi padamu !!!

Ah apa Jonghyun ada dirumah ? Walaupun ini bukan yang pertama kalinya aku kerumah Jonghyun tapi aku masih merasa gugup “TING NONG” Eomma Jonghyun membukakan pintu dan terkejut “Hee Ra ? Kamu tidak sekolah ?” Aku tersenyum jahil dan dia hanya tertawa “Ah aku tahu… Kamu mencari Jonghyun kan ? Dia ada dikamarnya” “Chakkaman Tante… Sebenarnya Jonghyun sakit apa ?” Dia tercekat, ini benar-benar janggal “Sebaiknya kamu tanya Jonghyun” Dia tersenyum dan membiarkan masuk kerumahnya. Tanpa buang waktu aku membuka pintu kamar Jonghyun dengan keras dan langsung masuk kekamar Jonghyun. Otomatis dia yang sedang duduk bersila menghadap televisi terkejut dan menatapku heran “HWA !!! C-c-chagi apa yang kaulakukan ?” Dia terlihat sangat pucat, kegiatan yang dilakukannya sekarang adalah bermain playstation dengan banyak komik berserakan disekitarnya “Kekamarmu, masih nanya lagi” “Maksudku bukan itu aish…” Aku tertawa dan ikut duduk bersila disebelahnya “Kau kenapa ?” “Hanya sakit biasa, kecapekan” Aku menyentuh dahinya dengan telapak tanganku dan merasakan suhu tubuhnya, dia panas, sangat panas “Yeobo… Kau panas sekali…” “Hal biasa chagi, jangan terlalu dipusingkan~”Aku mencengkram kerah kaosnya dan membawa wajahnya mendekat padaku “Jangan main-main denganku Kim Jonghyun, aku tidak sebodoh yang kau kira “Aku menatap matanya penuh amarah dan dia menghela nafas, nafasnya hangat sekali. Aku sedikit merinding saat nafasnya menyentuh kulitku” Ah dekat sekali, kau mau aku cium hah ?” “Mwo ? An…” Aku tidak sempat meneruskan perkataanku, bibirku telah dikunci oleh bibirnya. Dia melumat bibirku pelan, mau tak mau aku ikut terhanyut dalam ciumannya. Dia melepas ciuman kami dan menatapku serius “Kau ingin tahu kebenarannya chagi ?” Aku mengangguk “Aku… Emmm… Sebaiknya… Kita putus ya chagi ?” Aku membelalakan mataku, apa-apaan ini ? “Kau tidak jelas yeobo, aku ingin tahu kebenarannya tapi kenapa kau ingin kita putus ?” “Ah baiklah dengarkan aku…” Dia berbisik tepat di telingaku dan aku langsung menatap wajahnya dengan perasaan tidak percaya akan kata-katanya tadi “Y-y-yeobo… Jangan main-main denganku !!!” Dia menundukkan kepalanya “Nah jadi memang lebih baik kita…” Aku memeluknya erat dan membuatnya tak bisa meneruskan perkataannya “Tolong jangan bicara seperti itu lagi atau aku akan benar-benar meninggalkanmu” Dengan sekuat tenaga aku menahan air mataku, dan dia membalas pelukanku erat. Dia menangis, sungguh dia menangis. Aku melepaskan pelukan kami dan menghapus airmatanya dengan tanganku “Uljjima, aku akan selalu berada disisimu sebagaimana kau selalu berada disisiku Kim Jonghyun” “Gomawo chagi, tapi…” Aku menaruh jari telunjukku tepat didepan bibirnya “Ssst, diamlah jangan seperti itu. Dimana Kim Jonghyun yang selama ini selalu tidak perduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya ?” Dia tertawa kecil “Setidaknya… Aku perduli padamu Park Hee Ra”

1 Minggu Kemudian

“KRIIIING” Ah sudah bel pulang !!! Dengan cepat aku berlari sekuat tenaga menuju tempat yang biasa kukunjungi setelah pulang sekolah. Aku berusaha menghindari ribuan manusia yang berada digerbang sekolah ini “Hee Ra !!! Tali sepatumu !!!” Mwo apa yang Youngmin bilang ? Aku melihat tali sepatuku yang ternyata terlepas dan…”BRUUUK” “Hei gwaenchana ? Cih ceroboh” Argh memalukan !!! Kenapa aku harus terjatuh didepan seseorang ???!!! “Ne gwaenchana…” Aku membetulkan posisi dudukku dan mengikat tali sepatuku. Hei orang tadi membantuku mengikat tali sepatuku yang terlepas “Ah gamsahamnida…” “Bukan masalah…” Mata kami bertemu dan kami saling membelalakan mata, tak percaya akan seseorang yang sekarang saling berada didepan mata kami “Ah kalau begitu aku duluan ya Hee Ra” “Ne Seungri… Hati-hati…” Dia meninggalkanku yang masih terduduk karena kontak mata kami tadi, matanya tidak berubah… Kantung matanya yang seperti panda itu tidak berubah… Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan mulai berdiri. Aku tidak boleh seperti ini !!! Aku harus setia pada Jonghyun !!! “Hee Ra mau ke tempat Jonghyun ? Ikut dong” Aish Youngmin ganggu saja, kan aku lagi berusaha memantapkan hatiku !!! “Kajja, eh tadi kau kenapa tidak bilang dari tadi kalau tali sepatuku lepas ???!!!” “Habis kau berlari sih aku juga baru melihatmu tadi tapi kau sungguh sangat lucu hahaha~ Semua orang yang melihatmu berusaha menahan tawanya karena takut akan kau habisi tau” Aku menggaet Youngmin, sebegitu menyeramkannya kah aku ? Padahal aku tidak pernah mengintimidasi mereka, aku cuma sering berkelahi dengan para sunbae saja kok apalagi namja…Itu saja kok ?

“Jonghyun !!!” Youngmin memeluk Jonghyun yang terbaring lemas diatas ranjang rumah sakit “Ah Youngmin, sebegitu rindunya kau padaku ? Padahal baru kemarin kalian menjengukku” “Kau itu sakit, masih saja seperti itu !!!” Mereka tertawa dan saling bercengkrama, ya Youngmin adalah sahabat baik Jonghyun selain aku. Kemarin seluruh murid kelas XI-C menjenguk Jonghyun dan membawakan bemacam-macam bingkisan tak terkecuali Seungri. Sewaktu semua murid telah keluar dari ruangan aku melihat dari luar ruangan Jonghyun bahwa Seungri dan Jonghyun sedang berbicara dengan sangat serius, aku tidak ingin ikut campur tapi aku sangat penasaran. Aish Hee Ra…

“Hee Ra, Jonghyun !!! Aku duluan ya !!!” Youngmin melambaikan tangannya dan keluar dari ruangan ini, sekarang tinggal aku dan Jonghyun. Hening, entah kenapa hari ini aku bingung sekali ingin bicara apa “Hei…” Aku menoleh kearahnya “Kau tidak pulang ? Ini sudah jam 6 malam” “Ani nanti saja lagipula orang tuaku sudah tahu aku berada disini. Eommamu mana ?” “Dia sedang membereskan rumah dan mempersiapkan keperluanku untuk dirumah sakit, selama 1 minggu ini rumah kami tidak terurus dan pakaian bersihku untuk dirumah sakit sudah habis” “Oooh begitu…” Aish apa yang harus kubicarakan lagi ya ? “Appamu mana ?” “Ngh ? Dia masih di Indonesia untuk mengatur cabang perusahaannya disana. Besok dia akan kembali kesini kok” “Hmmm… Indonesia ya ? Aku dengar negeri itu sangat indah” “Ne, aku dengar juga begitu… Kau ingin kesana ?” “Ne, mungkin nanti kalau aku sudah bekerja” “Nanti kau akan kesana bersamaku chagi” Aku tersenyum dan memegang tangannya erat “Ya tentu saja” “Tapi itupun kalau aku masih…” Aku menaruh jari telunjukku tepat didepan bibirnya untuk menghentikan ucapannya yang mulai tidak beres “Kau tidak boleh seperti itu… Aku yakin kita akan kesana bersama-sama ” Dia tersenyum lemas dan mengecup punggung telapak tanganku lembut “Chagi saranghae, gomawo…Atas semuanya” “Nado saranghae yeobo, seharusnya aku yang berterimakasih padamu” Dia mengacak-ngacak rambut pendekku lembut dan beranjak pergi dari ranjangnya “Hei hei andwae… Kau masih lemas yeobo !!!” “Aish aku sudah merasa baik kok, aku bosan. Aku ingin jalan-jalan” “Yeobo…” “Jebal…Ya chagi ya ? Ayolah~” Ah wajah memohonnya yang seperti anak kecil membuatku tak berkutik “Hhh chakkaman…” Dia tersenyum penuh kemenangan, aish Jonghyun…

Aku mendorong kursi rodanya perlahan mengelilingi taman yang berada di rumah sakit, untung dia tidak memakai infus kalau dia memakainya acara jalan-jalan Jonghyun akan lebih susah “Chagi ketempat biasa yuk” “Mwo ??? Itu bukit !!! Susah kalau kita memakai kursi roda !!!” “Kalau begitu tidak usah memakai kursi roda” Dia bangkit dari kursi rodanya dan menyembunyikan kursi roda itu dibalik semak-semak “Pabo !!! Duduk lagi dikursi roda itu lagi !!! Palli !!!”” Shireo !!!” “Yeo…” “Jebal chagi…Sekali ini saja oke ? Tolong ya chagi… Jebal~” “Hhh~ Baiklah…”

“Haaaah~” Kami menghela nafas panjang dan segera merebahkan diri diatas rerumputan hijau yang berada dibukit ini. Sebenarnya menaiki bukit ini tidak melelahkan tapi akan menjadi sedikit melelahkan apabila kau harus memapah seseorang. Jonghyun memang menolak saat akan kubantu tapi aku memaksa, aku tahu kondisi tubuh Jonghyun saat ini sangat lemah. Aku melirik Jonghyun yang terbaring lemas, dia pasti sangat kelelahan “Hwaaa chagi lihatlah !!!” Jonghyun berdiri dan menunjuk-nunjuk kearah langit, mau tak mau aku ikut berdiri dan memandangi langit. Jonghyun benar, langit pada malam ini sangatlah indah. Bintang-bintang bersinar terang seakan menyapa kami. Cahaya bulan yang tepat purnama pun menambah keindahan langit pada malam ini “Hwaaa indah sekali~ Sudah lama aku tidak melihat langit seindah ini lagi !!!” “Jinjja? Langit malam memang akan selalu terlihat indah dari atas bukit ini chagi” Memang sudah lama aku dan Jonghyun tidak ketempat ini pada malam hari bersama-sama karena kami sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal sewaktu kami duduk dibangku SMP kami sering sekali kesini pada malam hari maupun siang hari tapi sejak kami mulai masuk SMA… Kegiatan itu sudah jarang sekali kami lakukan lagi… “Ah chagi sudah lama kita tidak kebukit ini bersama saat malam hari~” Aku mengangguk pelan, aku masih menikmati keindahan langit malam dan udara dingin yang mengelilingiku. Tiba-tiba Jonghyun menarik tubuhku agar berhadapan dengan tubuhnya. Kami saling menatap. Hanya cahaya bintang dan cahaya rembulan yang menerangi kami. Dia memiringkan wajahnya dan mulai mendekatkan wajahnya kewajahku. Dia mengecup bibirku pelan. Ah entah kenapa ciuman kali ini terasa sangat manis, mungkin karena cahaya bintang dan cahaya rembulan yang menemani kami. Dia melepaskan ciuman kami dan memelukku erat “Chagi… Jeongmal saranghae… Saranghae chagi… Gomawo…” Aku membalas pelukannya dan dia mempererat pelukan kami, aku bisa merasakan degupan jantungnya yang sangat kencang. Sama dengan degupan jantungku sekarang “Nado saranghae yeobo…” Kami terus berpelukan dan entah kenapa makin lama pelukan dan degupan jantung Jonghyun mulai melemah “Hei yeobo ? Yeobo ?” Akhirnya Jonghyun melepaskan pelukannya dan hampir terjatuh, untung aku menahan badannya. Aku mengguncang-guncangkan tubuhnya tapi dia sama sekali tidak menjawab panggilanku.

Ini gawat, sungguh gawat. Tanpa pikir panjang aku menggendong tubuhnya dengan menahan tubuhnya menggunakan lenganku. Aku berjalan menuju bawah bukit dengan berhati-hati, takut terjatuh tapi… Sayangnya kakiku tidak bisa. Kami terjatuh dan bergulir mengikuti jalur bukit yang sedikit curam. Aku harus menyelamatkan Jonghyun, aku memeluk Jonghyun erat agar tubuhnya tidak terluka. Lama kelamaan guliran tubuh kami mulai melambat dan akhirnya tubuh kamipun berhenti. Aku merasakan nyeri dan perih disekujur tubuhku, tapi ini sudah hal biasa bagiku yang sudah sering berkelahi. Aku segera bangkit dan kembali menggendongnya dengan menahan tubuhnya menggunakan lenganku. Aku berlari menuju rumah sakit tempat dirawatnya Jonghyun yang untungnya tidak jauh dari bukit ini “AAAAARGH !!!” Aku berusaha dengan sekuat tenaga untuk memaksakan tubuhku terus berlari, semua orang dijalan yang melihatku menggendong Jonghyun menatapku heran tapi aku tak perduli. Akhirnya aku sampai didepan pintu rumah sakit itu, aku langsung masuk dan menghampiri meja resepsionis yang menatapku heran “J-j-jebal.. T-t-tangani dia… Dia adalah Kim Jonghyun yang dirawat dikamar 260… Jebal…” Untungnya resepsionis itu bertindak cepat, dia segera memanggil perawat untuk membawa ranjang berjalan. Tidak usah menunggu lama akhirnya perawat yang ditunggu datang dengan membawa ranjang berjalan yang dimaksud dan aku langsung membaringkan Jonghyun untuk ditangani “Gam-m-m-msahamnida…” Aku merasa sangat lelah, entah kenapa kepalaku terasa sangat berat dan mataku mulai menutup “Hei hei!!! Bertahanlah !!!” Suara resepsionis itu mulai menghilang, semuanya menghilang…

“Ngggh~” Aku membuka mataku perlahan dan menyadari bahwa aku berada disuatu ruangan. Aku melihat sekeliling, ah aku berada diruangan rumah sakit dan terdapat cahaya yang masuk melalui jendela diruangan ini. Pasti sekarang sudah pagi dan sepertinya malam itu aku pingsan “CKREK” Aku segera mendelik kearah satu-satunya pintu yang berada diruangan ini “Ah jeoseonghamnida aku hanya ingin melihat keadaanmu” Namja yang tadi membuka pintu itu menghampiriku dan meletakkan telapak tangannya diatas kepalaku, itu hal yang sering ia lakukan kepadaku dulu “Gwaenchana,sedang apa kau disini?” “Semalam aku dengar kau pingsan dan ditangani di rumah sakit ini jadi aku kesini” “Kau…Tahu darimana ?” “Itu tidak penting” Namja itu menarik bangku yang berada didekat pintu diruangan ini berada disamping ranjangku dan mendudukinya “Kau sungguh tidak apa-apa ?” “Ne, kau tahu darimana sih ? Aku sungguh penasaran” “Ah itu tidak penting” Aku menatap wajah tanpa dosanya itu dengan tatapan membunuh “Aish baiklah… Tapi berhenti menatapku seperti itu !!! Mmm… Jadi semalam…” “Palli !!!” “Ne !!! Jadi aku sebenarnya semalam menelefon handphonemu tapi tidak ada yang menjawab, setelah 20 kali aku menelefonmu akhirnya ada juga yang menjawabnya tapi yang menjawabnya adalah resepsionis dari rumah sakit ini dan dia segera menjelaskan keadaanmu kepadaku. Dan aku segera kesini dan menunggumu selama kau pingsan sampai orangtuamu kesini “Aku terpana akan penjelasannya, jadi dia masih peduli padaku ? Ah mianhae Seungri, aku telah merepotkanmu… Jadi kau belum pulang kerumahmu lagi semalaman ini ???!!!” Dia mengangguk, apa benar dia masih peduli padaku ? “Mianhae Seungri… Geunde… Kenapa waktu itu kau menelefonku ?” “Hm ? Awalnya aku hanya ingin menanyakan keadaan Jonghyun tapi setelah kau tidak menjawab panggilanku yang ketigakalinya aku khawatir padamu, jadi… Yaaa aku terus-terusan menelefonmu” Dia menunduk dan aku menatapnya dengan tidak percaya, dia masih peduli padaku. Padahal sudah 2 bulan kami tidak pernah berkomunikasi lagi “Gomawo Seungri, jeongmal…” Dia tersenyum dan tanpa sadaraku membalas senyumannya, andwae bukan waktunya untuk hal seperti ini !!! “Eh Seungri, bagaimana dengan Jonghyun ?” Seungri menghela nafas panjang, aku merasa pasti keadaan Jonghyun tidak baik-baik saja “Dia… Sekarang berada di ruang operasi, ternyata kelenjar getah beningnya semakin membengkak. Semalam dia sama sekali tidak sadarkan diri dan sudah 2 jam dia berada diruang operasi tapi sampai sekarang operasinya belum selesai” Aku membisu, kondisi Jonghyun bertambah parah. Hee Ra pabo !!! Kenapa kemarin aku turuti kemauannya untuk berjalan keluar padahal kondisinya sudah sangat parah? Aku mencengkram bahu Seungri dan mulai menangis. Dengan satu gerakan sekarang Seungri membawaku kepelukannya yang hangat “Uljjima, aku ada disini” DEG itu kata-kata yang Jonghyun katakan saat aku menangisi Seungri dikoridor waktu itu. Aku hanya bisa membalas pelukan Seungri dan mulai membuat pakaian Seungri basah karena airmataku “Kubilang uljjima. Aku ada disini” Kata-kata dan intonasinya sungguh mirip dengan apa yang Jonghyun katakan waktu itu denganku, mirip sekali. Aku melepaskan pelukan kami dan aku menatap matanya dengan penuh harap “Jebal Seungri…Aku ingin keruang operasi tempat Jonghyun… Jebal…” Dia diam sejenak dan akhirnya dia mengambil kursi roda yang berada disamping jendela, untung saja aku tidak memakai infus atau Seungri akan kewalahan. Aku sudah bersiap-siap turun dari ranjang tapi Seungri menahanku “Aish pabo, kau itu masih lemah” “Ah Seungri,shire…” Aku tidak sempat meneruskan perkataanku karena sekarang diamengangkat tubuhku dengan menggunakan lengannya seperti yang waktu itu aku lakukan untuk membawa Jonghyun, aaah aku malu sekali… Masalahnya berat badanku itu… Tidak masuk dalam kategori ringan rgggh… Tapi… Aku sangat menikmati saat-saat ini. Aku melingkarkan lenganku dilehernya dan… Aku bisa mendengar degupan jantungnya yang sangat cepat, ah apa yang kupikirkan !!! Dengan perlahan dia memposisikan aku di kursi roda itu dan mendorong kursi roda ini menuju ruang operasi tempat Jonghyun berada. Selama perjalanan kami hanya terdiam, aku benar-benar sedang tidak ingin berbicara. Jonghyun, Jonghyun, Jonghyun, Jonghyun… Aku hanya bisa berdoa untukmu yeobo…

Tanpa sadar kami sudah berada didepan pintu ruang operasi, Seungri memposisikan kursi rodaku berada disamping pintu operasi dan disamping kursi tunggu didepan pintu ruang operasi ini. Saat Seungri beranjak pergi dari sisiku aku menahan tangannya “Seungri, aku ingin masuk. Jebal” Dia menatapku heran “Hee Ra kita kan tidak boleh masuk ke situ saat operasi sedang berlangsung” Aku hanya diam, memang ini terdengar kekanak-kanakan tapi… Aku sangat ingin menemani Jonghyun. Aku menunduk dan mulai menangis lagi, ya aku memang mudah sekali menangis. Seungri memelukku lagi dan menenangkanku “Uljjima HeeRa… Bukannya Jonghyun tidak suka melihatmu bersedih ? Ayolah…” Kata-kata sederhana Seungri mampu membuatku berhenti menangis. Seungri, dia benar. Aku membalas pelukan Seungri tanpa tangisan tapi tiba-tiba dia melepaskan pelukan kami “Ah Seunghyun-ssi gamsahmnida sudah menemani putriku” Omooo appa dan eomma sudah berada disini… Aish memalukan !!! Pasti mereka melihat aku dan Seungri berpelukan… Seungri segera menjauh dariku dan membiarkan appa dan eommaku menenangkanku. Andwae, sepertinya tidak hanya appa dan eomma yang baru datang kesini. Dibalik pelukan appa aku bisa melihat eomma Jonghyun dan… Mwo itu appa Jonghyun ? Dan… Itu noona Jonghyun ? Aku baru pertama kali melihat mereka karena aku jarang sekali mengunjungi rumah Jonghyun. Appa melepas pelukannya dan membiarkan keluarga Kim berbicara padaku “Park Hee Ra ?”Aku mengangguk kecil saat appa Jonghyun memanggil namaku. Dia berlutut dihadapanku dan menggenggam tanganku erat “Gamsahamnida Park Hee Ra. Atas semua waktumu untuk Jonghyun, jeongmal gamsahamnida…” Aku tersenyum “Cheonma ahjussi, gamsahamnida sudah membiarkan Jonghyun bersamaku “Dia membalas senyumanku dan membiarkan aku menenangkan diriku sendiri lagi, sesekali aku melirik noona Jonghyun yang duduk termenung sambil menundukkan kepalanya. Tentu saja dia tidak ingin kehilangan Jonghyun, sama sepertiku. Tanpa sadar aku mulai mengantuk, ngggh~ Aku menyandarkan kepalaku kedinding yang berada tepat berada dibelakangku, mianhae Jonghyun aku tidak terus terjaga untuk menunggumu. Aku janji aku akan segera terbangun.

Aku membuka mataku dan meregangkan tubuhku “Ngggh~” Hye ? Kenapa berada dimana ? Aku segera bangun dan melihat sekeliling, kenapa aku berada diatas bukit yang berada di pinggir kota itu ? Em dan aku masih memakai pakaian yang kupakai sewaktu tertidur tadi “Hwa Hee Ra kau sudah bangun rupanya !!!” Aku menoleh kearah sumber suara, terdapat namja yang memakai pakaian rumah sakit dan kelihatannya sedang bermain-main disekitar bukit ini “KIM JONGHYUN ???!!!” Dia tersenyum penuh arti dan berjalan mendekatiku “Terkejut ?” “Ne !!!” Wajahnya masih terlihat sedikit pucat tapi senyuman indahnya mampu membuatnya terlihat segar “Saat kau tertidur aku membawamu kesini” “B-b-bagaimana caranya ?” “Sama seperti waktu kau membawaku ke rumah sakit” Aku tercengang, i-i-ini bukan mimpi kan ? “D-d-darimana kau m-m-mengetahuinya ?” Lagi-lagi dia tersenyum “Tentu saja aku mengetahuinya” Aku tidak puas akan kata-kata membingungkannya, aku cuma bisa memukul diriku sendiri. Berharap ini bukan mimpi “Hentikan chagi” Dia menahan tanganku dan membawaku kepelukannya. Aku menangis, dan dia hanya mempererat pelukannya. Aku melepaskan diri dari pelukannya dan menahan wajahnya dengan kedua tanganku agar tidak berpindah dari tatapanku. Ini benar-benar Kim Jonghyun “Jeongmal saranghae Kim Jonghyun, kajjima…” “Uljjima, aku akan selalu berada disisimu” “Geotjimal, buktinya sekarang kau akan meninggalkanku” “Kelihatannya, tapi aku akan selalu disisimu. Meskipun nanti aku akan meninggalkanmu dan kau akan menemukan namja lain yang mengisi hatimu, cintaku akan selalu bersamamu” Aku menatap Jonghyun dan dia menatapku “Kata-katamu… Memang terdengar berlebihan tapi… Aku senang kau bicara seperti itu, gomawo Kim Jonghyun” Dia mengangguk dan menjauhkan diri dariku “Jaljayo Park Hee Ra, saranghae~” Dia hendak berlari tapi aku menahan tangannya “Mau kemana kau hah ?” “Heee lepaskan aku !!!” “Kau mau pergi meninggalkan aku hah ?” “Mianhae HeeRa” Dia menarik tangannya dan berlari meninggalkanku, aish mengapa jalan ceritanya harus seperti ini sih ???!!!

“Jonghyun !!! Kim Jonghyun !!!”Aku terus-terusan meneriakkan namanya dan tiba-tiba ada seseorang yang mengguncang tubuhku, perlahan aku tersadar bahwa aku tidak lagi berada dibukit. Mwo ? Aku berada diatas ranjang rumah sakit ? “Gwaenchana ?” Ah ternyata semua itu hanya mimpi. Tapi itu semua terasa sangat nyata !!! “Mianhae appa aku mengigau tadi…” Appa hanya tersenyum dan menggenggam tanganku penuh kasih sayang “Ah iya appa, bagaimana dengan Jonghyun ?”Sebenarnya aku sudah mempunyai firasat buruk, tapi aku memberanikan diri untuk menanyakannya “Dia baik-baik saja…” “Jinjja ???!!! Aku ingin bertemu dengannya appa !!!” Apakah appaku serius ? Appa segera mengangkatku ke atas kursi roda dan membawaku keruangan Jonghyun “CKLEK” Suara terbukanya pintu ruangan Jonghyun terdengar menggema di dalam ruangan ini. Appa mendekatkan kursi rodaku disamping ranjang tempat Jonghyun tertidur “Appa tinggal dulu ya” Aku hanya diam meneliti setiap lekuk wajah Jonghyun, dia memejamkan matanya erat dan wajahnya sangat pucat seperti biasanya tapi… Dia terlihat seperti sedang tersenyum “Kim Jonghyun, Jonghyun, K-I-M J-O-N-G-H-Y-U-N !!!” Tidak ada jawaban “HOOOI !!!” Aku berteriak tepat didepan lubang telinganya, tetap tidak ada jawaban “Joooooooonghyuuuuun~” Aku mengguncang-guncang tubuhnya. Nihil, dia sama sekali tidak merespon apapun. Dugaanku benar, dia…Dia sudah meninggalkanku. Dengan sekuat tenaga aku menahan tangisanku tapi… Sayangnya tetes demi tetes airmataku jatuh diwajah damai Jonghyun. Aku tidak bisa Jonghyun. Aku tidak bisa tidak menangisimu. Aku memeluk tubuhnya yang tergulai lemas dan terus menangis “S-s-saranghae y-y-yeobo… Aku t-t-tidak a-a-akan melupakanmu… Berjam-jam aku habiskan untuk terus bersama dirinya, menangis, dan terus menangis sampai air mataku enggan untuk keluar lagi.

Aku menatap sebuah batu tertuliskan namanya, Kim Jonghyun. Semua orang sudah mulai meninggalkan tempat ini tapi lain denganku yang masih berdiri tegak menatap batu itu. Sungguh sakit rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang selama ini selalu bersamamu. Aku tidak ingin menangis lagi, aku tidak ingin Jonghyun melihatku terus-terusan berlarut-larut atas kepergiannya. Aku merasakan tetes demi tetes air membasahi tubuhku, dan akhirnya mereka menyerbuku dan makam Jonghyun. Hujan, sangat cocok dengan suasana hatiku saat ini. Aku masih tetap berdiri disini dan menatap makam Jonghyun lekat-lekat. Tiba-tiba… Aku merasakan tetesan hujan mulai berhenti membasahiku, apa sudah berhenti ? “Hee Ra, kajja” Suara lembut seorang yeoja yang melindungiku dengan payungnya membuatku meninggalkan tempat semula aku berdiri “Ne Yuri” Mianhae Jonghyun aku harus pergi sekarang.

2 Bulan Kemudian

“TING NONG TING NONG” Aku menekan bel dirumah ini beberapa kali agar sang pemiliknya keluar. Akhirnya keluarlah yeoja yang terlihat dewasa membukakan pintu untukku “Ah Hee Ra ? Chakkaman ne” Tidak lama kemudian keluarga Kim sudah siap, mereka sekarang bergabung bersamaku dan orang tuaku untuk melaksanakan kegiatan rutin kami setiap bulan. Kami hanya terdiam selama perjalanan dan tanpa sadar kami telah sampai ketempat yang kami tuju. Kami meletakkan beberapa buket bunga didepan batu yang tertuliskan nama seorang namja. Setelah beberapa menit kami berada disini kami harus kembali kerumah kami masing-masing. Berbeda dengan saat kami berangkat, perjalanan pulang kami diselingi canda tawa.

Kami telah sampai didepan rumah keluarga Kim, saat kami telah mengucapkan salam perpisahan noona Jonghyun menahan tanganku dan memberikan buku yang seperti buku catatan tapi tidak terlalu tebal dan tidak terlalu besar “Ini buku harian Jonghyun, mianhae aku baru bisa memberikannya padamu sekarang karena aku rasa sekarang adalah waktu yang tepat” “Gomawo eonnie…” Dia tersenyum dan memasuki rumahnya. Aku rasa aku butuh waktu yang banyak untuk membaca buku ini.

Aku merebahkan diri diatas rerumputan hijau yang berada dibukit spesialku dan Jonghyun, aku membuka buku harian Jonghyun yang aku bawa halaman perhalaman

Rabu, 8 April 2009

Yeaaay hari ini aku berulang tahun !!! Tapi… Kenapa noona memberiku hadiah buku kosong setebal ini ? Katanya aku harus menulis buku harian, ergh memalukan !!! Ya tapi tidak buruk juga asal tidak ada yang tahu kalau aku menulis buku harian hehe.

          Hahaha Jonghyun polos sekali… Tapi sepertinya Jonghyun tidak rajin menulis buku harian, buktinya dalam 4 tahun dia hanya memperlukan 1 buku yang tidak terlalu tebal. Aku membaca halaman per halaman dengan teliti dan aku sampai di halaman yang mulai menceritakan diriku.

Jumat, 8 Oktober 2010

Aigo, hari ini aku bertemu yeoja yang sangat unik !!! Jadi tadinya aku sedang berlari mengejar temanku dan tiba-tiba aku menabrak seorang yeoja yang sedang memantul-mantulkan bola basket didepan pintu perpustakaan sekolah, bukannya aneh bermain bola basket didepan pintu perpustakaan ? Kami bertabrakan dan terjatuh, awalnya dia menarik kerah seragamku dan menatapku dengan tatapan membunuh. Hiii… Aku langsung meminta maaf dan bersujud sujud didepannya, untungnya dia memaafkanku. Akhirnya kami berkenalan. Sebenarnya aku sudah tahu siapa dia. Park Hee Ra, yeoja terseram seangkatanku dan kurasa dia lebih kuat dari namja. Tapi ternyata dia adalah yeoja yang baik dan menyenangkan. Dan dia cantik, saat aku menatap mata cokelatnya untuk pertama kali… Jantungku berdegup 100x lebih cepat !!! Omo apa aku menyukainya ? Aaah kenapa aku jadi berlebihan !!!

Rabu, 1 Desember 2010

Woah siapa sangka kalau sekarang kami bersahabat ? Dan sekarang kami sudah mempunyai tempat istimewa, bukit yang berada di pinggir kota. Sebenenarnya itu adalah tempat istimewaku tapi sekarang itu adalah tempat istimewa kami. Aish lagi-lagi aku terlalu berlebihan !!! Dan aku rasa Hee Ra benar-benar malas dengan yeoja, padahal dia seorang yeoja. Kupikir tidak semua yeoja seperti yang Hee Ra fikirkan, dia hanya selalu berteman dengan yeoja yang salah. Ah Hee Ra kau harus berteman dengan yeoja juga !!! Tidak ada salahnya kan ?

Rabu, 23 Februari 2011

Aku malas sekali menulis buku harian, mianhae noona !!! Namanya juga namja…

Selasa, 8 Mei 2012

Senangnya sekarang kami sudah menjadi anak SMA !!! Kebebasan !!! Aku dan Hee Ra sudah berencana untuk masuk ke sekolah yang sama dan untungnya semua rencana kami berjalan lancar. Dan entah kenapa rasa cintaku semakin bertambah, rgggh.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Tuhan, inikah namanya kehidupan ? Kenapa aku diberi cobaan yang begitu berat ? Haruskah penyakit ini ya tuhan ? Nama penyakitnya saja susah sekali ya tuhan…Tapi aku tahu aku pasti bisa melewatinya.

Sabtu, 26 Januari 2013

Hari ini Hee Ra ulang tahun, kami semua para namja kelas XI membuat pesta kejutan untuknya dibukit yang biasanya aku dan Hee Ra kunjungi. Haha sebenarnya sudah jarang sekali aku kebukit ini bersamanya. Aku tidak pernah percaya dia menyukai Lee Seunghyun yang biasa dipanggil Seungri. Dia murid baru, tapi dia namja yang baik dan sangat setia kawan. Pantas dia mempunyai banyak teman, aku pun senang berteman dengannya tapi… Ya aku sakit hati, memangnya Ccma yeoja yang bisa sakit hati ? Park Hee Ra yang sudah aku sukai selama 4 tahun diambil olehnya yang baru beberapa bulan mengenal Hee Ra. Tak kusangka Hee Ra bisa menyukai namja. Ya tapi kenapa bukan aku ? Hahaha aku terdengar sangat menyedihkan sekali… Aku harap hadiah gelang yang modelnya biasanya dipakai oleh vokalis band beraliran rock dariku untuknya tetap dia pakai.

Rabu, 27 Februari 2013

Kematianku semakin dekat, tadi aku membaca dibuku kedokteran bahwa ‘Limfoma non-Hodgkin’ adalah kanker yang menyerang limfosit, sejenis sel darah putih dan ditandai oleh kelenjar getah bening yang membengkak, demam dan mengalami penurunan berat badan. Aaah… Dan yang membuatku bertambah sedih adalah Hee Ra… Dia mengakhiri hubungannya dengan Seungri, padahal sebenarnya mereka bisa bertahan lama kalau Seungri dan HeeRa saling mengerti… Yaaa tapi aku sedikit senang karena itu artinya Hee Ra mempunyai sedikit waktu untukku lagi, ah piciknya aku !!!

Senin, 3 Maret 2013

Tak kusangka akhirnya Hee Ra menjadi milikku, sekarang dia mencintaiku. Apa aku hanya pelarian untuknya ? Ah yang penting sekarang dia milikku, tapi aku merasa tidak enak dengan Seungri… Aku sudah bicara dengannya tadi lewat telefon dan dia terdengar biasa saja. Apa dia sudah tidak mencintai Hee Ra? Saat aku menanyakan hal itu padanya dia malah menjawab “Dia sudah milikmu, perasaanku tidak lagi berarti” Sebenarnya aku tidak ingin bila keadaannya seperti ini tapi… Mianhae Seungri, cinta telah memaksaku.

Kamis, 29 April 2013

Ulang tahunku kali ini aku rayakan di rumah sakit, bosaaan !!! Tapi aku senang semua teman-temanku datang ketempat aku dirawat dan mengadakan pesta kecil-kecilan disini. Hee Ra memberiku hadiah sebuah jam tangan. Katanya aku harus lebih perduli dengan waktu yang aku miliki, dia benar. Tapi aku jarang sekali memakai jam tangan itu, aku takut akan rusak !!! Jadi aku menyimpannya didalam kotak pribadiku yang sekarang sudah berada di rumah, haha aku memang selalu berlebihan apabila bersangkutan dengan Hee Ra.

Rabu, 8 Mei 2013

Aku benar-benar sudah pasrah. Aku dengar dari eomma bahwa kelenjar getah beningku makin membengkak padahal aku sudah melakukan berkali-kali kemoterapi. Tentu saja sekarang tidak ada sama sekali sehelai pun bertengger di kulit kepalaku, sebenarnya aku sedikit sedih karena…Aku tidak terlihat sangat keren dengan keadaan ini… Tapi keluarga dan teman-temanku sangat mengerti keadaanku, mereka tidak pernah membahas hal ini. Tak terkecuali Hee Ra yang terlihat tidak peduli dengan keadaan fisikku. Sama sekali tidak pernah. Tuhan, apabila ajalku memang sudah ada didepan mataku… Jebal, jaga keluargaku yang sangat kusayangi ini… Dan semua teman-temanku… Apalagi… Hee Ra…Aku rela dia bersama namja lain demi kebahagiannya daripada harus bersamaku yang sekarat ini tapi untungnya itu tidak terjadi. Aku tidak ingin mereka semua berlarut-larut dalam kesedihan. Aku sudah membicarakan tentang HeeRa dengan Seungri apabila aku meninggalkan dunia ini, Seungri benar-benar namja yang baik. Dia tidak ingin mengambil Hee Ra padahal aku yakin dia masih sangat mencintainya. Aku memaksanya untuk membahagiakan Hee Ra setelah aku pergi tapi dia tidak mau, dia percaya aku akan sembuh. Dia memang sahabat yang baik. Mianhae noona mungkin ini adalah tulisan terakhirku, tanganku rasanya sudah tidak mampu untuk menulis lagi.

Ribuan air mata mulai turun dari mataku, ternyata Jonghyun sangat tulus mencintaiku. Tapi kenapa ya Tuhan ? Kau harus membawanya pergi bersamamu, wae ? Aku menatap gelang yang sedang aku kenakan dan mulai menangis lagi. Tenang Jonghyun, aku masih memakainya… Tiba-tiba aku merasakan handphoneku yang berada disaku celanaku bergetar, sepertinya ada telefon. Aku segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelefon “Y-y-yeoboseyo ?” “Ini Seungri, ah Hee Ra kau dimana ? Tadi aku ingin meminjam buku catatan matematikamu tapi kata eommamu kau tidak ada dirumah” “A-a-aku berada ditempat biasa Seungri” “Hei kau menangis ?” Suaraku masih sedikit serak akibat menangis tadi, ternyata dia menyadarinya “Mmm…Ani” “Andwae aku segera kesana” Dia memutuskan sambungan telefonnya, apa dia benar-benar akan kesini ?

5 menit kemudian seorang namja ikut duduk bersila disebelahku dan pura-pura memandangi langit, aku yang baru menyadari kehadirannya hanya bisa terkejut dan menghapus jejak air mataku yang berbekas dipipiku “Aku tahu kau masih sedih” Aku menunduk dan dia memperhatikan buku harian Jonghyun yang aku taruh di depanku “Apa itu?” “Hmmm buku harian Jonghyun” “Oooh…” Kami terdiam, aku tahu apa yang harus kami bicarakan “Kalau kau mau menangis lagi silahkan saja” “Hmh ? Ani… Tidak usah” “Ayolah” Dia benar-benar tahu bahwa aku masih ingin menangis dan tanpa buang waktu aku mulai menangis lagi, dia membawaku kepelukannya dan hanya terdiam. Dia memang sahabat yang baik. Setelah kematian Jonghyun, aku dan dia kembali akrab. Awalnya aku bingung akan perubahan ini tapi setelah membaca buku harian Jonghyun aku mengerti. Tapi aku tidak tahu apakah dia masih mencintaiku atau tidak karena selama ini kami tidak pernah membicarakannya. Sebenarnya… Aku mulai kembali mencintainya, tapi aku masih belum bisa bangkit sejak kematian Jonghyun. Eotteokhae?

Aku berjalan lemas menuju gerbang sekolah, aku malas sekali dengan jam mata pelajaran pertama… Pelajaran Hyunsak-nim ergh… “Hee Ra !!!” Seorang yeoja tiba-tiba merangkulku dan berjalan beriringan denganku “Heee semangat sekali kau…” “Loh tentu saja kita memang harus selalu semangat setiap saat !!!” “Tapi… Jam mata pelajaran pertama kan Hyunsak-nim…” Yeoja itu seketika memasang wajah kesalnya dan berjalan lemas sepertiku. Siapa yang tidak malas mengikuti pelajaran guru paling mengerikan dan membosankan sedunia ? Aku menduduki tempat dudukku yang berada disebelah Yuuna dan didepan yeoja yang bersamaku tadi, Yuri. Sejak aku membaca buku harian Jonghyun aku mulai mendekatkan diri lagi dengan yeoja dan mereka menerimaku dengan baik. Jonghyun benar, tidak semua yeoja seperti yang aku fikirkan. Aku melihat kearah pintu kelas dan melihat orang yang dari tadi belum terlihat batang hidungnya. Seungri, entah kenapa jantungku mulai berdegup cepat lagi apabila berada didekatnya “Ssst HeeRa!!! Jangan terus-terusan melirik Seungri !!! Itu Hyunsak-nim sudah dating !!! “Awalnya aku ingin meninju Yuuna tapi aku urungkan niatku karena sekarang Hyunsak-nim menatapku tajam, tatapan iblis “Sebelum kita memulai pelajaran tolong kumpulkan buku catatan matematika kalian !!! Saya ingin memeriksa siapa saja yang tidak mencatat” Aku mengacak-ngacak seluruh isi tasku dan tidak menemukan buku catatan matematikaku, omo kan Seungri meminjamnya waktu itu !!! Aku menatap Seungri dan dia menatapku lemas, aku sudah tau pasti dia tidak membawa buku catatannya dan buku catatan matematikaku. Argh akan kuhajar nanti kau Seungri !!! “Lee Seunghyun dan Park Hee Ra !!!Kalian tidak membawanyakan !!!” Kami menunduk dan pasrah akan kelanjutan nasib kami “Naga !!! Kalian dihukum !!! Bersihkanlah halaman belakang sekolah !!!” “Tapi seongsaengnim, inikan masih pagi?” Hyunsak-nim menatap Seungri dengan tatapan iblis dan tanpa buang waktu lagi kami segera berlari menuju halaman belakang sekolah, andwae… HALAMAN BELAKANG SEKOLAH???!!!

Biasanya apabila masih pagi, petugas kebersihan sekolah akan membersihkan halaman belakang dari daun yang berserakan dan untungnya dugaanku benar. Apa Hyunsak-nim lupa akan hal ini? Tanpa harus membolos aku bisa pergi dari mata pelajaran ini~ Seungri menatapku dan aku menatapnya dan kami tersenyum “YEAAAH !!!” Tanpa sadar kami berteriak senang, jadi apa yang harus kami lakukan selanjutnya ? Aku melihat Seungri duduk dikursi yang berada dihalaman belakang ini dan aku ikut duduk disebelahnya. Entah kenapa aku mulai mengingat saat-saat Seungri menyatakan sesuatu disini, aaah aku ingin waktu itu terulang lagi… Eh apa yang kupikirkan ??? Tanpa sadar wajahku mulai memerah dan Seungri memperhatikanku “Kenapa wajahmu merah ?” “A-a-ani, m-m-mungkin hanya… Kepanasan…” “Sekarang kan udaranya sejuk” Sial, aku tidak mampu mengelak lagi. Aaah aku malu sekali !!! “Hei…” “Hmh ?” “Mmm… Apakah kau masih ingat waktu kita dihukum Hyunsak-nim untuk membersihkan halaman belakang ini ? Tapi itu sudah lama juga sih…” “Aku masih ingat kok” Ternyata dia sedang memikirkan hal yang sama denganku “Mmm… Kau tahu? Sebenarnya namja yang waktu itu menyatakan perasaannya padamu itu masih mempunyai rasa yang sama sampai sekarang” Aku menatapnya tak percaya dan dia menatapku dengan wajah yang sedikit memerah “J-j-jinjja ???” Dia mengangguk “Dan yeoja yang saat itu mendengarkan pernyataanmu itu sekarang mempunyai perasaan yang sama denganmu juga. Meskipun waktu itu dia sempat bersama dengan orang lain tapi… Namja itu sekarang mengisi hati yeoja itu lagi” Kami tersenyum dan dia menatapku dalam. Tuhan, tolong jangan ambil orang yang berharga untukku lagi. Karena dia milikku sekarang.

-THE END-