COVER SNE'S GONE

She’s Gone

Author: G

Cast:

©       G DRAGON as Ji yong

©       Yoon eun hye as eun hye

©       T.O.P/choi seung hyun/seung hyun

©       All BB member

©       Tuan dan Nyonya yoon as orang tua eun hye

Genre: sad (mungkin)

Rating: Seterah

Length: unknown (saya bingung mau sebut dreble kayanya kepanjangan hehehe)

Disclaimer :

Haii sebelumnya saya minta maaf . karena ini FF amatiran. Maaf jika alur, setting, dan segala macamnya membingungkan . karenasaya penulis baru. jebal tinggalkan komentar after read yg jelek ataupun  bagus(ngarep) saya terima. Maaf banyak typo.

>TERIMA KASIH<

Twitter: @GT2DS

©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

Di sore hari yang cerah ini terlihat seorang pemuda tengah kesal dan melemparkan benda kecil yang berkilauan terkena pantulan sinar matahari dari sebuah bukit di samping taman rumah sakit.
“aww!” tiba tiba terdengar rintih seorang gadis dari arah taman rumah sakit tersebut. Pemuda itu pun kaget dan langsung berlari ke arah taman tersebut, di lihatnya seorang gadis tengah mengusap ngusap kepalanya.
“kau tidak apa apa ?” tanya sang pemuda.
Gadis itu tersenyum sejenak lalu memberikan kembali benda yang tadi jatuh di atas kepalanya .” aku baik baik saja… Ini punyamu kan..?” .
Pemuda itu hanya mengangguk, entah ia merasa bersalah atau ia memang benar benar tidak peduli.
Gadis itu kembali tersenyum.” kalo begitu ini ambilah!” ucap gadis itu di selingi senyuman manisnya.
” buang saja cincin itu aku sudah tidak membutuhkannya lagi!” ucap sang pemuda lantang sambil memalingkan wajahnya .
“benarkah?” tanya gadis itu.
“iya benar.” jawab pemuda dingin.
” boleh aku jual ?” tanya gadis itu lagi.
Si pemuda mulai merasa bingung .”untuk apa kau menjualnya?” tanya si pemuda.
Gadis itu tersenyum.” untuk di sumbang ke panti asuhan. Dengan begitu meski sang pemilik sudah tidak menginginkannya lagi, benda ini akan tetap berguna.” jelasnya.
Untuk sesaat si pemuda hanya bisa tertegun ketika mendengar penjelasan si gadis.
” jadi kau masih mau membuangnya atau tidak ?” tanya si gadis.
“tidak.”
” lalu apa yang akan kau lakukan ?”
” memberikanya padamu, jualah cincin itu!” ucap si pemuda sambil tersenyum tulus pada si gadis.
“baiklah kalo begitu. Gumawo!” ucap si gadis sambil membungkukan badannya .” aku harus pergi sekarang ! Sekali lagi terima kasih.” lanjutnya lalu pergi dari tempat itu.
“namaku ji yong, siapa namamu ?” tanya si pemuda setengah berteriak.
” Eun Hye !” pekik si gadis, sambil berlari gadis itu menengok ke belakang lalu tersenyum kepada ji yong.
Degdegdegdeg “woa ?” pekik ji yong ketika melihat senyuman eun hye yang sekarang telah menghilang di balik bangunan rumah sakit.

‘apa apaan ini?’batin ji yong.
-Jiyong pov-
” ‘…dengan begitu meski sang pemilik sudah tidak menginginkannya lagi benda ini akan tetap berguna.’ ya ampun , kenapa kata kata gadis itu terus saja terniang di telingaku? Tapi memang ada benarnya juga kata kata gadis itu_Eun hye_ Gadis itu benar benar membuatku gila!! Akh sialan jam berapa ini ?” aku melihat jam yang sedari tadi tak kulepaskan, dan betapa kagetnya aku saat ku lihat jarum jam yang paling pendek itu menunjuk angka 01.33 .
‘Jadi selama berjam jam aku hanya memikirkan gadis itu?’ batinku.

“sial ! Liriknya juga belum jadi lagi ! ” umpatku kesal.
“hyung berisik!!!” pekik daesung yang jelas pasti terganggu dengan umpatanku.
” sorry!” balasku sedikit merasa bersalah. Tapi setelah beberapa detik kemudian ada yang mengetuk pintu kamarku.
“ji !! Buka pintunya!” terdengar suara top hyung sedikit marah. Dengan segera aku membuka pintu yang memang selalu ku kunci.
“ada apa hyung?” tanyaku polos.
“kau sudah gila ji!” bentaknya tepat di depan mukuku. Tapi belum sempat aku mau menjawab dia kembali membentaku.” jangan bilang kau tidak tau apa apa !!” sekarang perkataanya benar benar membutku bingung.
“apa maksudmu?”
“kau tidak sadar ya? Sedari tadi aku menelponmu!”
“benarkah?”tanyaku dengan bodohnya, akupun melihat ponselku dan benar saja ada 58 misscall.’sial’ batinkuku. Aku pun langsung meminta maaf padanya – top hyung -.”hyung aku benar benar tidak menyadarinya . Jeongmal mianhae hyung.” ucapku sambil membungkuk padanya.
“baiklah aku maafkan, tapi kurasa sekarang kau berada dalam masalah besar!”.
-Jiyong pov end-

©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

“huft …..” desah ji yong yang kini telah berada di taman dekat RS tempat kemarin ia bertemu dengan eun hye.” sial banget sih gua AAARGHH!!!!”umpat jiyong.
“berisik !!!”pekik seorang gadis.
Setelah mendengar suara yang ia kenal Ji yong langsung meliahat kearah suara itu, dan teryata benar saja itu adalah eun hye.”Hey, eun hye!” panggilnya.
“ji yong?” ucap eun hye saat melihat seorang pria yang memakai kacamata hitam dan syal yang menutupi setengah mukanya.
“iya, ini aku…ji yong.” aku jiyong sambil melepaskan kacamata dan syal yang ia kenakan.
“kenapa memekai pakaian seperti itu ?” tanya eun hye.
“hehe … Hanya untuk jaga jaga .” jawab ji yong sembari cengengesan.
“jaga jaga ? Maksudnya ?” tanya eun hye terlihat bingung.
“ah lupakan saja!–Oh iya sudah kau sumbangkan..Barang itu.”
“em sudah.” jawab eun hye semangat.”mereka terlihat begitu bahagia ketika ku berikan sumbangan itu.” lanjut eun hye di ikuti senyuman manisnya.
Deg deg deg

muka ji yong kini mulai memanas.” ehem .. Haha… Panas sekali di sini.. ” ji yong mulai salah tingkah.
“tentu saja panas, kau memakai syal di musim panas .” jawab eun hye polos.
“hehe iya.” ucap singkat ji yong sedikit salah tingkah.
5 menit berlalu mereka diam. 10 menit mulai bosan. 15 menit eun hye mulai bersuara.” kenapa kita hanya diam saja ya ?”tanya eun hye.
“huawahahahahah.” tawa pun pecah di antara mereka ketika eun hye selesai Berkata kata.
“iya ya.” jawab ji di sela sela tawanya.” apakah kau selalu datang kemari?”tanya ji.
“hem iya.” jawab eun hye.
“kalo begitu besok kau kesini juga?”
eun hye menganggauk. Senyum ji pun mulai terkembang ketika melihat anggukan eun hye.
“eh ji yong sepertinya ini sudah gelap ….. Aku pulang duluan ya ?” ucap eun hye seraya berdiri dari ayunan yang sedari tadi ia duduki.
“iya.” jawab ji ikut berdiri.
“bye !” eun hye membungkuk lalu melambaikan tanganya dan segera melengos pergi

.
Ji yong pun hanya bengong selama beberapa detik memandangi punggung eun hye. ‘ sampai jumpa lagi besok!!’ batinnya.
-di rumah ji-
saat ji sedang bermalas malasan di sofa top datang dan mulai mengganggu ji dengan pertanyaannya .” ji ! Bagaimana ?” tanya top.
“ya begitulah..” jawab ji lesu .
“dia menghukummu tidak ?” tanya top makin bersemangat melihat dongseungnya bersikap seperti itu.
” iya , dia menyuruhku untuk membersihkan tempat latihan selama seminggu . Puas ?” hardik ji saat melihat top mulai cengengesan.
“hahaha lagian siapa suruh kau tidak mengangkat telponku kemarin..hahaha” ejek top yang kini telah membuat ji emosi. Dan ji yang sudah tidak tahan mendengarkan ejekan hyungnya itu langsung bangun dari sofa dan menghentakan kakinya lalu pergi. Niatnya ingin bersantai setelah membersihkan tempat latihan pun pupus.

‘ menyebalkan!!’ umpatnya dalam hati.
“hahaha dasar naga !” ejek top lagi.
BLAM ji yong membanting keras pintu kamarnya yang dengan seketika mengagetkan seluruh penghuni rumah dan dengan serempak mereka berkata…..

“berisik!!!!”

©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

Di sore hari yang cerah ji yong terlihat terburu buru berlari menuju taman dekat rumah sakit tempat ia selalu bertemu dengan eun hye. “eun hye !” panggilnya ketika sampai , tapi eun hye orang yang begitu ingin ia temui tidak ada. Seketika raut wajah ji langsung berubah menjadi kecewa di tatapnya ayunan yang selalu eun hye duduki.

‘apa kau tidak datang hari ini?’ tanyanya dalam hati di ikuti helaan nafasnya yang terdengar begitu merana. Di dudukinya ayunan itu sambil terus menundukan kepalanya.
“ji yong ?” panggil seorang gadis.
“eun hye ?” balas ji, di angkatnya kepala yang sedari tadi tertunduk , dan betapa terkejutnya ia ketika melihat gadis itu memakai piama rumah sakit.
“hey kau datang.” ucap eun hye seraya berlari kecil mendekati ji.
Entah karena masih kaget atau karena dia tidak tau harus bagaimana ji pun hanya terdiam.
“ji yong ?” panggil eun hye sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah ji.
“eh i-iya.” jawab ji gagap.
“kau kenapa? Ku lihat tadi kau begitu murung.” tanya eun hye.
“oh a-aku baik baik saja.” ji berhenti sebentar untuk mengambil nafas.” hey seharusnya aku yang bertanya kenapa bukan kau.” lanjutnya.
“aku ? Hahaha aku baik baik saja .”
“bohong!”
“benar!”
“lalu apa maksudnya dengan ini?” ji menarik narik lengan baju eun hye.
“oh ini , sebenarnya aku tidak ingin memakai piama ini tapi apa boleh buat dokter menyuruhku untuk menginap.” jelas eun hye di selingi tawanya.
“kau sakit apa ?” tanya ji tanpa basa basi.
“kenapa? Apa ada masalah dengan itu?” tanya eun hye balik seraya memalingkan wajahnya.
“bukan itu maksudku.”
“hiks hiks.”eun hye mulai terisak.
“eun hye ?” panggil ji sambil menarik lengan eun hye dan mendekapnya dalam pelukannya.”jangan menangis!” ucap ji menenangkan.
beberapa menit mereka hanya diam satu sama lain ,ji sepeti menunggu eun hye untuk lebih tenang terlebih dahulu sebelum melepaskan pelukannya. Di lihatnya wajah eun hye yang kini memerah akibat menangis.”kau sudah tidak apa apa sekarang?” tanya ji.
“iya, terima kasih .” eun hye mulai menarik dirinya dari pelukan ji.
“baguslah.” ucap ji sambil mengembangkan senyumannya.”duduklah!” perintah ji seraya mendudukan eun hye di atas ayunan yang tadi ia duduki. Lalu setelah itu ji pun duduk di ayunan di sebelahnya.

“ngomong ngomong kenapa kamu selalu kesini?” tanya ji memulai percakapan.
Sebelum menjawab pertanyaan ji, eun hye memasang senyumannya terlebih dahulu.” aku suka tempat ini.”
“be-benarkah? Kenapa?”
“tempat ini membuatku tenang. Kalau kamu kenapa kamu sering datang kesini?”
“Oh aku? Hehe ” ji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.” karena tempat ini sepi.”
“benar, tapi meskipun sepi tempat ini masih terlihat indahkan?”
“iya benar, eemmm…..”
“iya?”
“emmmmm…….”
“apa?”
“boleh tidak aku menelponmu?”
“boleh.”
“be-berapa ?”
“010-898-9898 , em ji yong q harus segera kembali ke rumah sakit.”ucap eun hye sambil terus melirik bangunan rumah sakit.
“baiklah kalo begitu aku antar ya?” tawar ji seraya berdiri.
“ayo.”jawab ji seraya ikut berdiri.
Merekapun berjalan bersama menuju rumah sakit.
“eun hye ! Berapa usiamu?”tanya ji

.
“tanggal 18 nanti usiaku 20 tahun. Kau sendiri?”
“ah berarti ulang tahunmu 5 hari lagi ya? Dan hey usiaku 24 tahun jadi mulai sekarang kau harus memanggilku kaka!”
“baiklah kaka kita sudah sampai!” jawab eun hye sedikit bernada mengejek.
“hey.”pekik ji.” huh baiklah, sampai jumpa eun hye.” lanjutnya.
“sampai jumpa !” balas eun hye sambil menjulurkan lidahnya lalu berlari meninggalkan ji yang entah kenapa tak dapat bergerak walau hanya sejengkal.

Keesokan harinya seperti biasa mereka bertemu di taman bisa mereka bertemu, tidak ada yang istimewa sampai ji yong angkat bicara mengenai persaan yang ia rasakan selama ini ya 3 hari rasanya terlalu cepat untuk seseorang bagi menyatakan perasaannya tapi tidak untuk ji yong pria yang satu ini telah mantap untuk menyatakan perasaannya.

“ eun hye bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?” tanya ji yong mantap.

“sebelumnya ada yang ingain aku katakana terlebih dahulu .” jawab eun hye.

“apa ?” Tanya ji yong kebingungan.

“emmmm..” dehaman eun hyye membuat ji semakin bingung” Aku…. Aku angin emmmm..” telihat eun hye begitu gugup entah apa yang akan ia katakan tapi yang jelas itu membuat ji yong semakin penasaran.
“apa eun hye ???” tanya ji yong tak sabar.
“aku ingin ehh… Pokoknya besok kutunggu kau di sini pagi pagi sekali!!!” jawabnya sedikit berteriak sambil beranjak dari ayunan dan berlari meninggalkan ji yong.
“Eun hye !!!” panggil ji yong tapi eun hye terus berlari tanpa menghiraukan panggilannya.
‘aku tidak egois kan ?’ tanya eun hye pada dirinya sendiri sambil terus berlari tanpa mempedulikan detak jantungnya yang terus berdetak lebih cepat saakan ingin keluar dari dadanya.
Dilain sisi ji yong masih terkaget kaget akan sikap eun hye yang tidak biasa .’ apa dia mengajaku berkencan?’ tiba tiba pertanyaan itu terlintas dipikiran ji yong .” benarkah ?” tanyanya sekali lagi pada dirinya sendiri. Seulas senyum terkembang setelah ia yakin kalau eun hye benar benar mengjaknya kencan.” baiklah kalo begitu aku akan menyatakan persaanku besok ……. Eun hye bersiaplah karena besok kau akan begitu terkejut sekaligus bahagia.” ucap ji yong mantap. Tanpa tau apa tujuan eun hye mengajaknya seperti itu.
Eun hye pov
aku terus berlari , mengalihkan rasa bersalah yang kini terus menjalari persaanku. Entah kenapa sejak aku mengajak ji yong berkencan secara tidak langsung tadi sore perasaanku seperti terkena badai membuatku terus bepikir bahwa aku ini sangat egois . Tanpa sadar aku menteskan air mata membuatku tersentak dan seketika menghentikan langkah kaki yang telah terasa lelah ini . ‘sedalam ini kah perasaanku padanya ?’ batinku. Air mata ini terus mengalir meski otakku memerintahkanya untuk berhenti berkali kali aku menyekanya tapi air mata ini terus saja mengalir kembali menggantikan butiran butiran lain yang telah mengering. “berhenti!!!” pekikku trustasi. Orang orang yang sedari tadi memperhatikanku mulai mendekat ketika ku jatuhkan badan yang mulai terasa lemah ini ke lantai.
” nona anda baik baik saja ?” tanya seorang pria berpakaian santai sambil mengangkat pundaku.
“aku tidak apa apa.” jawabku sambil melepaskan cengkraman tangannya dari pundaku.”terimakasih.” lanjutku sambil pergi meninggalkan pria itu.
Dengan gontai aku berjalan menuju ruang rawatku, tapi tiba tiba sebuah tangan menyambar badanku membuatku terkaget, kudongakan wajahku dan ternyata itu adalah pria yang tadi membantuku berdiri.
“kubantu ya. ” tawarnya sambil tersenyum padaku.
Dia memapahku dengan begitu hati hati seakan tau betapa lemahnya aku saat ini.
“kau kenapa?”tanya pria itu memecah keheningan diantara kami.
“aku tidak apa apa .” jawabku dan langsung di tanggapinya.
“bohong.”
aku pun hanya bisa terdiam menerima pernyataan pria ini ‘iya aku memang sedang berbohong ‘ batinku.
“kau terlihat sangat kacau .”ucap pria itu menydarkanku dari lamunanku.
“benarkah?” tanyaku basa basi. Tidak usah di lihat dari penampilanku aku sudah tau seberapa berantakannya diriku saat ini.
“iya. Apakah kau di putuskan pacarmu?” tanya pria itu yang sontak ingin membuatku tertawa. ‘Aku baru mau mulai.’ batinku.
“kenapa kau jadi senyum senyum sendiri begitu?”

“tidak apa apa . Ah ini kamarku ” ucapku sambil menghentikan langkah kakiku”terimakasih.”lanjutku. Tapi pria itu tidak melepaskan pegangannya dia malah membuka pintu kamarku dan menuntunku untuk masuk lalu dengan lembutnya dia menggendongku dan menidurkan ku ke atas tempat tidur.
“kau tidak usah melakukan ini.”ucapku tidak enak.
“aku tidak tega melihatmu . Kau terlihat sangat berbeda.” balasnya membuatku terhanyak ‘apa maksudnya?’ batinku.” oh iya namaku choi seung hyun, siapa namamu?”
“eh namaku eun hye.” entah kenapa setalah mendengar jawabanku wajahnya terlihat sedikit terkejut tapi dengan buru buru ia langsung merubah ekspresi wajahnya kembali.
“eun hye aku pergi ya ?”
“iya sekali lagi terimakasih.” jawabku sambil memberikan senyum terbaik yang bisa ku lontarkan saat ini.
“sama sama Sampai jumpa lagi.”ucapnya lalu pergi.

Eun Hye POV end

seung hyun alias TOP buru buru menutup pintu kamar eun hye lalu berjalan menjauhi kamar itu. ‘ kenapa dia terus berkata tidak apa apa ?’ batinnya, wajahnya memperlihatkan ekspresi yang sangat sedih sangat berbeda 180 derajat dari ekspresinya tadi saat di depan eun hye. Ya TOP  memang mengenali eun hye sejak beberapa hari yang lalu ketika ia memeriksakan cederanya.
Flashback
saat itu TOP sedang menunggu giliran untuk menemui dokter. Ketika ia melihat seorang gadis berjongkok seperti sedang menghibur anak kecil yang kala itu tengah menangis.
” adik kecil jangan menangis .” ucap eun hye sambil berjongkok lalu memeluk anak kecil itu.”ayo kaka gendong !” ajaknya lalu membawa anak itu ke kursi tunggu lalu ia pun duduk tepat di sebelah TOP.
“adik kecil sebentar lagi ibumu keluar kok sayang.” hibur eun hye.
“memangnya ibunya tidak bisa mengajaknya sekalia ?” tanya TOP dengan suara beratnya itu.
“oh sepertinya anak anak di lalarang masuk ke ruangan dokter.” jawab eun hye ramah.
Setelah beberapa lama menunggu ibu sang anak pun keluar dan berarti Ini giliran eun hye.
“terimakasih nona.”ucap wanita parubaya sambil mengambil anak kecil yang kini tengah tertidur di pangkuan eun hye.
” ah tak apa apa ajuma.” jawab eun hye ramah.
Lalu eun hye pun masuk ke ruang dokter sekitar 30 menit kemudian gadis itu keluar setelah terdengar bentakan suara pria yang sepertinya adalah dokter, ekspresi wajah eun hye terlihat kontras dari apa yang tadi di lihat TOP.
“Tuan choi !” panggil suster. TOP pun langsung masuk ke ruang dokter. Di dalam ruangan itu terlihat sang dokter masih gusar karena terlihat dari cara sang doktet memeriksa TOP. Setelah ia selesai di pariksa dan dokter telah selesai menerangkan keadaan cedera TOP, TOP berinisiatif menanyakan keadaan eun hye gadis yang tadinya terlihat begitu ceria tiba tiba berubah murung.
“dok gadis yang tadi itu kenapa kau membentak bentaknya ?” tanya TOP sedikit memelankan suaranya.
“oh dia .” ucap sang dokter meski sedikit ragu untuk memberi tau TOP tapi akhirnya ia pun memberi taukan masalah yang tadi sempat membuatnya naik darah. ” gadis itu meski sudah tau penyakitnya begitu parah tapi dia tetap saja bersikeras tidak ingin di rawat maka dari itu tadi saya memerahinya dan berniat untuk mengadukannya pada ayahnya.” jelas sang doktet.
“lalu?”
“dan saya berhasil mulai besok dia akan di rawat.” jawab sang dokter bahagia.
Flashback end
karena itu TOP sangat kaget ketika ia mendengar nama eun hye dia kaget karena setiap malam dongsaengnya -ji yong- selalu menceritakan tentang gadis bernama eun hey. Meski dia tau gadis yang selalu di ceritakan ji yong itu memang sedang di rawat di rumah sakit tapi dia tidak menyangka kalo itu adalah gadis yang juga telah merebut hatinya. “ya ampun dunia ini begitu sempit .”guman TOP seraya menggaruk garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

pagi pagi sekali di taman tempat di mana ji yong dan eun hye bertemu sudah terlihat ji yong yang sedang senyum senyum tidak jelas.
“oppa !!” pekik eun hye dari jauh dan seketika membuat ji yong kaget.
‘tidak biasanya eun hye memanggilku seperti itu.’batin ji yong.
“oppa .” panggilnya sekali lagi dengan wajah yang begitu manis.
“hey..”balas ji yong sekenanya.
“oppa wajahmu memerah.” ucapnya begitu manis.
“benarkah? panas sekali disini.”jawab ji yong asal kali ini pandangan.a tertuju pada penampilan eun hye yang begitu berbeda,  dengan rok sedikit di atas lutut, kemeja dan tas selempang kecil, serta rambut panjangnya yang tergerai indah.”kau sudah siap?”tanya ji sambil menarik tangan eun hye.
“oppa kita naik bis saja yuk?” ajak eun hye.
“tidak bisa.”tolak ji yong sambil terus menarik lengan eun hye ke arah sebuah mobil sedan berwarna silver miliknya.
“kenap?”
“nantiku jelaskan di mobil.”
setelah sampai ji membukakan pintu mobilnya itu untuk eun hye.”terimakasih.”ucap eun hye lalu masuk. Dan setelah ji masuk eun hye langsung bertanya.”jadi?” tanyanya singkat.
“apa kau benar benar tidak tau siapa aku ?” tanya ji seraya menyalakan mesin mobilnya.
“kau ji yong.” jawab eun hye polos.
“ah kau ini.” celoteh ji.”aku ini G Dragon.” lanjutnya.
“si heartbreaker?” tanya eun hye sontak membuat ji tertawa .
“hahaha iya.” jawab ji di sela sela tawanya.
“oh aku mengerti.”
“jadi kau mau mengajaku kemana ?”
“emmm aku ingin pergi ke pantai di incheon.”jawab eun hye malu malu.
“baiklah.” ucap ji seraya melajukan kuda besinya dengan kecepatan tinggi.

Setelah sampai eun hye terlihat begitu bahagia dengan cepatnya ia langsung keluar dari mobil dan segera berlari menuju bibir pantai. Seperti biasa eun hye memeng menyukai kesunyian terlihat dari pantai ini pun hanya ada mereka berdua sebagai pengunjung.
“kau sangat bersemangat eun hye , apa kau begitu menyukai pantai ini ?” tanya ji.
“iya , tapi bukan hanya itu aku juga…” eun hye menggantungkan kata katanya.
“apa ?” tanya ji saat mendapati dirinya menjadi sasaran empuk eun hye.
“kyaaaaa” pekik eun hye sambil mengguyur ji dengan air laut yang di bawanya.
Byurrr
“awas kau !!!!!” pekik ji lalu mengejar eun hye yang sudah jauh di depannya . Tapi apa mau di kata ji yang memang seorang pria dengan cepat mengejar eun hye dan menangkap eun hye lalu mereka pun terjatuh dengan posisi eun hye di bawah sedangkan ji yong di atas.
“apa lagi yang membuatmu begitu bersemangat ?” tanya ji to the point melihat posisi eun hye yang tidak bisa menghindar.
“kau.” jawab eun hye pelan begitu pelannya sampai sampai itu terdengar seperti bisikan karena teredam suara ombak.
“apa?” tanya ji sekali lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah eun hye.
“kau!!!” kini eun hye bahkan berteriak. Seburat merah tergambar di wajah pucatnya.
Semakin lama jarak diantara mereka semakin menipis dan DRTT handphone ji bergetar yang seketika membuat mereka beranjak dari posisi aneh mereka.
Dengan gugup ji menjawab telpon dari seseorang “ha–halo???”
“ji kau dimana?”
“eh a aku ada emm aku.” entah kenapa ji begitu gugup.
“kau sedang apa?”tanya orang di seberang sedikit membentak.
“hyung, aku sedang berkencan jadi jangan ganggu aku !!”jawab ji sambil menutup Telponnya.
Tapi saat ji melihat ke belakang tempat mereka tadi terjatuh ji di kagetkan dengan eun hye yang kini tengah membawa se ember air dan berancang ancang untuk menyidankannya pada ji tapi untungnya eun hye gagal karena ia malah terpeleset dan air yang di bawanyapun mengguyur badanya sendira yang sontak membuat ji tertawa terbahak bahak.
“hahaahaha!!”
“AAAAAA DINGIN!!!!!”pekik eun hye.
“hahaha kualat .”ejek ji
“YA! bantu aku !” pekik eun hye manja.
“iya iya.”ji pun membantu eun hye berdiri lalu mengajaknya untuk pulang karena keadaan eun hye yang basah kuyup.”kita pulang saja ya?”
“sebentar lagi.”rengek eun hye.
“kau ini, lihat bajumu semuanya basah kuyup.”hardik ji.
“kalo begitu aku mau berenang saja..”ucap Eun hye sambil berlari menuju air laut.
“HEI, Bukankah kau sedang sakit ??” pakik ji.
“memangnya kenapa?” tanya eun hye seolah mengolok olok ji. “kau sama saja seperti orang orang di rumah sakit.” hardik eun hye sambil menjulurkan lidahnya .
“ayo kita pulang!”seru ji sambil menarik tangan eun hye.
“tidak mau!!”berontak eun hye.
“hei kau—“kata kata ji terpotong karena handphonenya kembali bergetar. Ji pun mengambil hp dari sakunya.’video call?’ batin ji.
“a ada apa hyung ?” tanya ji saat melihat wajah hyungnya yang sedikit marah. Mungkin karena tadi ji langsung menutup telponya.
“kau ini!, dengarkan aku dulu !” jawab orang di sebrang.
“baiklah.”,”ji yong lepaskan aku mau berenang !!!!!!” pekih eun hye dan ji bersamaan.
“hei kalian sedang apa ?” tanya orang disebrang yang kaget mendengar suara seorang gadis.
“tidak aku tidak melakukan apa apa.” jawab ji gugup.
“aku ingin melihat kekesihmu.”pinta orang di sebrang, karena sedari tadi ia terganggu melihat baju ji yang sedikit basah.
“aku bukan kekasihnya !!!” pekik eun hye.
Lalu Ji mengarahkan kameranya ke eun hye.”eun hye”,”seung hyun”ucap mereka bersamaan terkaget melihat wajah masing masing.
“hai” ucap eun hye kaku sambil melambaikan tangannya. Sepertinya dia malu.
“hai” balas seung hyun alias top sama kakunya.
“kalia saling kenal?” tanya ji.
“tidak kami hanya pernah bertemu sekali.” jawab Eun hye polos.
“oh, hyung ada apa sebenarnya ?”
“eh iya, besok kita di beri libur seharian penuh.”
“benarkah?” tanya ji tidak percaya.
“benar. Sudah ya aku tutup bye.”
“eh tadi dia yang ngotot , sekarang malah dia yang menutup duluan.” gumam ji.
“itu kakak mu?” tanya eun hye.
“eh .” ji baru ingat dengan eun hye.”iya.”lanjutnya.
“huatcim.” eun hye mulai bersin bersin.
Dan saat ji melihat eun hye “hey lihat wajahmu pucat sekali. Ayo kita pulang sekarang !” ucap ji seraya memakaikan jaket miliknya lalu menarik tangan eun hye menuju mobil.

Sesampainya di taman ji menahan eun hye agar tidak keluar dulu dari mobil karena melihat eun hye masih pucat. Ji menggenggam tangan eun hye dirasanya tangan eun hye terasa begitu dingin padahal penghangat di mobil sudah di nyalakan.
“eun hye kau dingin sekali?” tanya ji.
Eun hye hanya membalasnya dengan senyuman.
“eun hye aku aku menyukaimu, maukah kau menjadi kekesihku ?”ucap ji sontak mengagetkan eun hye, Tapi ji begitu puas karena ia bisa menyatakan perasaannya dengan begitu lancar.
“maaf ji, aku tidak tau harus berkata apa.” jawab eun hye .’bukan ini tujuanku.’ batin eun hye.
“kau hanya perlu menjawab ya atau tidak.” jawab ji.
Eun hye hanya terdiam membisu , di tariknya tangan yang sedari tadi di genggam ji. Di tatapnya ji.
Ji membalasnya dengan tatapan yang seakan berkata -ada apa?-.
Melihatnya eun hye langsung memalingkan wajahnya.”kenapa ?” tanya eun hye lirih.
“karena aku sangat menyayangimu.”jawab ji seraya menuntun wajah eun hye untuk menghadap ke wajahnya.
“maaf.”ucap eun hye seraya menundukan kepalanya.
“kenapa ? Ada apa ? Eun hye ?” tanya ji kecewa.
“hari ini kau membuatku merasa hidup tapi tapi aku …… Maafkan aku.” ucap eun hye lalu segera keluar dari mobil milik ji dan berlari menjauh ‘ eun hye kau pengecut !’ umpat eun hye dalam hati. Eun hye menghentikan langkahnya lalu bebalik berjalan menuju mobil ji di sana ji hanya terpaku membisu.
“oppa ji yong”panggil eun hye.
Suara eun hye mengagetkan ji dan menyadarkannya.”eun hye”
“aku sudah tau jawabannya .”ucap eun hye mantap.
“apa?”
“aku tidak menyukaimu aku tidak ingin menjadi kekasihmu aku sangat membencimu jadi jangan ganggu aku!!!”ucap eun hye mati matian menahan air matanya. Lalu iapun langsung pergi sekali lagi meninggalkan ji
“eun hye kau sungguh sungguh mengucapkannya padaku ??”tanya ji, suaranya bergetar. Saat di lihatnya punggung eun hye tidak menunggu lama ji keluar dari mobil dan mengejar eun hye.”JADI APA SEMUA INI ?”bentak ji saat dirinya berhasil menangkap tangan eun hye.
“nothing.” jawab eun hye.
“lihat aku tatap mataku !”perintah ji.
“sudah ku bilang aku membencimu !”pekik eun hye tanpa melihat ji.
“jadi kau hanya mempermainkanku hah ?” bentak ji.
“iya.” mendengarnya kontan ji langsung melepaskan tangan eun hye membiarkannya pergi dengan separuh jiwanya.
“maaf”ucap eun hye pelan seraya berlari tangisannya kini tak dapat tertahan lagi ia menangis Eun hye menangis.
©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

“AAARRGGGHH” BRAKKKK terdengar suara pecahan kaca yang jatuh ke lantai.
“JI !!!! HENTIKAN!!!!” bentak seung hyun seraya menggedor gedor pintu kamar ji.
“AAAAARRGHHH” Pekikan ji terdengar kembali.
“hyung ada apa?” tanya seung ri maknae big bang.
“entahlah.” jawab seung hyun.” JI !” panggilnya sekali lagi.
Beberapa lama kemudian datang 2 orang lagi personil big bang yaitu taeyang dan daesung mareka langsung mendatangi seung hyun dan seung ri .”ada apa dengan ji ?” tanya taeyang.
“entah sedari tadi dia berteriak teriak seperti orang gila .” jawab seung ri yang langsung di balas tatapan membunuh dari seung hyun.
“ji apa ini gara gara eun hye ?” tanya seung hyun dia berpikir mungkin kemarin mereka bertengkar.
“hyung katakan semua ini hanyalah mimpi !” jawab ji sembari keluar dari kamarnya keadaannya begitu mengenaskan rambutnya acak acakan, tangannya berlumuran darah dan
wajahnya terlihat begitu berantakan.
“jadi benar ini gara gara dia?” tanya seung hyun sekali lagi. Ketiga orang yang lain hanya bisa menatap kaget ke arah ji.
“ikut aku !” seru seung hyun.
Ji pun mengikuti hyungnya ke kamar milik seung hyun meninggalkan seung ri, taeyang dan daesung yang hanya terdiam mematung. Di sana seung hyun mengobati luka ji terlebih dahulu lalu menyuruh ji menceritakan semuanya. Ji pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya kemarin.
“dia benar benar mengatakannya ?” tanya seung hyun.
Ji hanya mengangguk lemas menanggapi pertanyaan hyungnya.
“dan kau hanya menerima itu ? Apa kau lihat matanya saat mengatakan itu?”
ji menggeleng.
“sudah ku duga dia tidak mau memperlihatkan kesedihannya padamu.”
“apa maksudmu ?”
“ini hanya tebakan saja ya, kurasa dia tidak mau membuatmu lebih tersakiti saat kau tau dirinya yang seutuhnya.”
“aku tidak mengerti ”
“dia berbohong.”
ucapan terakhir hyungnya membuatnya seakan tersadar buru buru ia keluar dan pergi menuju taman tapi nihil dia tidak mendapati eun hye di sana lalu iapun memutuskan pergi ke rumah sakit di sana ia bertanya pada resepsionis tapi sang resepsionis hanya mengatakan bahwa eun hye sudah keluar dari rumah sakit kemarin sore. Tapi anehnya sang resepsionis menyuruhnya untuk menemui dokter yang bertugas mengurusi eun hye. Setibanya di ruang dokter ji di sambut oleh seorang pria berperawakan tampan yang sepertinya adalah dokter karena ia memakai jas putih.
“ji yong akhirnya kau datang .”ucap sang dokter
“anda mengenal saya ?” ucap ji kebingungan .
“siapa yang tidak kenal g dragon .” jawab sang dokter sembari tertawa renyah.”eun hye sudah pergi ke amerika kemarin sore.”
ji semakin bingung kenapa dokter itu seperti seorang pembaca pikiran. Dan seakan tau ji merasa bingung sang dokter kembali berkata.
“eun hye yang menyuruhku untuk memberi taukannya padamu.”
“kenapa dia harus pergi.”
“karena dia membencimu dan dia ingin menjauh darimu itu katanya.”perkataan itu seakan mencambuk perasaan ji.”tapi….” sang dokter menggantung perkataannya.
“tapi?”ji mengulang ucapan dokter dengan nada bertanya.
“dia berbohong. Meski kata kata itu memang terlontar dari mulutnya tapi bukan itu yang terlihat dari matanya.” jelas dokter.
“apa yang terlihat dari matanya?” tanya ji bersemangat.
“matanya seolah olah berkata ‘tunggulah aku’ saat itu.”
ji mulai tersenyum kembali.”baiklah.”
sang dokter pun ikut tersenyum melihat ji kembali bersemangat.
“terima kasih.”ucap ji seraya membungkukan badannya.
“sama sama.”
©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

2 tahun kemudian
ting tong
“hyung tolong bukakan pintunya aku sedang mandi!”pekik seung ri ketika mendengar suara bell.
“oke.” jawab ji seraya keluar dari kamarnya. Ji langsung membukakan pintu dorm karena selain para menejer dan orang orang penting tidak ada lagi yang tau kalau itu dorm big bang.
“silakan masuk.” sambut ji ramah. Tapi saat ia melihat sepasang wanita dan pria paruh baya ia bertanya. “ada perlu apa ya ?”
“kami ingin bertemu dengan seseorang bernama ji yong.” jawab seorang lelaki paruh baya yang membawa kotak berwarna pink.
” dengan saya sendiri , mari silakan masuk.” jawab ji.
Merekapun masuk dan setelah ji menyuruh mereka duduk merekapun duduk. Dan setelah itu sang pria paruh baya itu menyerahkan kotak pink itu pada ji. Tapi saat ji melihat ke arah mereka wajah mereka menunjukan ekspresi yang begitu sedih. “maaf sebenarnya anda ini siapa dan ada perlu apa mencari saya?” tanya ji yang terlihat begitu kebingungan.
“kami adalah orang tua yun eun hye, dan kami ke sini setelah beberapa hari yang lalu kami menemukan surat dari eun hye, dia meminta kami untuk memberikan ini padamu.”jelas pria paruh baya itu.
“kenapa bukan dia sendiri yang memberikannya padaku?” tanya ji, dan tiba tiba wanita paruh baya itu pergi sambil membekam mulutnya seperti menihan tangis.
“maafkan istri saya. Lebih baik anda cari tau sendiri semuanya ada di dalam sana!” jawab pria itu sembari berdiri.”terima kasih.” lanjutnya sembari membungkuk Lalu pamit pergi.

Setelah ji mengantar ayah eun hye menuju pintu depan ji langsung kembali ke dorm melihat box berwarna pink yang di hiasi pita berwarna merah yang di berikan oleh ayah eun hye ukurannya lumayan besar dan terlihat sedikit betat. Ji mulai membukanya meski ia sedikit ragu . “kenapa dia tidak memberikannya sendiri dan kenapa orang tuanya terlihat begitu sedih?” gumam ji. Dilihatnya tumpukan surat, alat perekam suara, handycam, album foto dan beberapa bungkusan seperti kado.
Pertama tama ji mengambil tumpukan surat surat itu semuanya tertuju pada ji. Lalu ia mengambil perekam suara menyalakannya dan milai teralun suara eun hye. ‘ hai oppa apa kabar? Hari ini aku pergi ke amerika dan saat ini aku berada di pesawat. Semua orang sedang tidur tapi aku tidak bisa tidur. Aku masih merasa bersalah pada mu. Sebenarnya aku aku sangat menyukaimu aku juga sangat sangat ingin menjadi pacarmu, aku bohong ketika tadi kukatakan aku membencimu. Dan oppa maafkan aku sekali lagi.’ mesin perekam berhenti mengalunkan suara eun hye. Senyum terkembang dari wajah ji lalu diapun mengambil handycam dan memasangkanya pada tv di ruang tengah. Lalu ji pun memilih rekaman terakhir yang terlihat dari posisinya yang terletak paling bawah.
-PLAY-
munculah wajah eun hye dengan potongan rambur baru potongan shegy pendek wajahnya sangat pucat bibirnya membiru dia tengah berbaring lemah tak berdaya . “oppa” panggil eun hye seraya tersenyum.
“eun hye” gumam ji sepertinya ia telah salah memilih.
“oppa aku masih cantik kan ? Hehe” eun hye tertawa renyah meski di selingi tawa suara eun hye terdengar begitu parau .”oppa aku benar benar minta maaf ? Karena kali ini kesempatan terakhirku untuk mengucapkannya.”eun hye berhenti dan tersenyum kembali.”oppa tau sekarang aku ada di rumah sakit di soeol, 15 menit lagi aku akan di operasi dan aku akan mati di sini hehehe tapi tidak apa apa karena semua ini demi orang orang yang lebih membutuhkan. Hah sudahlah pada intinya aku ingin mengucapkan selamat tinggal Selamat tinggal oppa ji yong aku menyayangimu sangat menyayangimu.” rekaman itu berhenti dan hanya terlihat hitam. Ji yong mulai meneteskan air mata tapi ia di kagetkan saat tiba tiba ada seseorang menepuk pundaknya membuatnya menengadahkan kepalany.”hyung dia terlihat begitu senang.” ucap ji.
“Itulah eun hye.” balas seung hyun.
“tapi apa sebenarnya yang dia lakukan ?” tanya ji dengan suara yang begitu lirih.”kenapa dia berkata seperti itu?” lanjutnya.
“entahlah, apa ada sesuatu lagi di dalam kotak itu?” tanya seung hyun.
“ada.” mereka pun membuka semua bungkusan yang ada di dalam kotak dan isinya semuanya barang barang pria yang sepertinya akan di berikan untuk ji. Lalu selesai membuka semua bungkusan mata mereka tertuju pada album foto tapi isinya hanyalah foto foto eun hye dari hari ke hari. Namun ji ingat satu hal surat, surat itu belum ia baca. “suratnya!” ucap ji ia lalu mengambil asal surat yang berada di dalam kotak. Ia membacanya dan matanya terbelalak ketika melihat tanggal surat itu sama dengan rekeman video yang tadi di lihatnya. Ia membacanya dan beberapa saat kemudian ia kembali terbelalak lalu menatap nanar seung hyun. “hyung she’s gone.” ucapnya bergetar air matanya tak dapat terbendung lagi. Gadis yang selama ini di nantinya telah hilang , meninggal tanpa mendapat jawaban atas permintaan maafnya.
Ya she’s gone , eun hye is gone .

©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©

Isi surat yang di baca ji.

Dear oppa,
Apa kabar ? Pasti baikan. Di sini aku sangat merindukanmu .
Hari ini adalah hari terakhirku jadi mungkin suratnya akan sedikit panjang. Aku mulai , satu tahun yang lalu aku menyakitimu dengan mengatakan sesuatu yang sangat buruk padamu dan aku benar benar menyesal semenjak saat itu aku tidak dapat tidur dengan baik jadi dokter lebih sering membiusku supaya aku bisa beristirahat. Kemarin aku mengunjungi anak anakku lagi , mereka adalah da mi, mei ri, mi sun dan ri ku, mereka adalah anak anak yang manis dan lucu. Aku berharap saat aku sudah pergi kau bisa menganggap mereka sebagai anak anakmu juga. Haha Aku bercanda , tapi aku tidak berbohong mereka memang sangat manis. Da mi sering mengajaku menontonmu saat sedang tampil meskipun hanya lewat laptop. Dia fans berat mu. Dan mei ri dia sering sekali membuatku tertawa karena setiap ke rumah sakit pasti ada saja yang ia tabrak.
Kalau misun dia sering sekali membuatkanku kue tart. Lalu ri ku dia sering membawa foto foto terbaru big bang karena dia juga penggemar berat big bang. Karena itu selama aku berada di sini maksudku di korea aku tidak pernah mengabarimu atau oppa seung hyun aku tidak ingin merusak semua kepopuleranmu. Dan aku senang karena dengan kepopuleranmu setiap hari kau selalu muncul di tv sehingga aku masih tetap bisa melihatmu. Nanti ketika aku pergi oppa tidak usah sedih karena aku akan hidup sebagai mata mei ri , jantung da mi , ginjal mi sun dan hati ri ku. Mereka semua tinggal di seoul dan aku harap oppa bisa mengunjungi mereka terutama da mi dan ri ku.
Yang terakhir aku ingin mengatakan aku sangat mencintaimu.
Saranghae oppa
©

with love eun hye.

©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©©
gumawo, kamsahamnida, gomapda, mianhae ©©©