G_DRAGON__HEARTbreaker_by_nichkhunnie_conew1

HEART-BREAKER

Author : Raechell

Title : My HeartBreaker

Main-cast:

  • Kwon Ji yong (G-dragon) – Bigbang
  • Sandara Park (Dara) – 2NE1

Others     :

  • Lee Seung hyun (Seungri) – Bigbang
  • Choi Seung hyun (T.O.P) – Bigbang
  • Park Bom (Bom) – 2ne1
  • Dong young bae (Taeyang) – Bigbang

(Masih akan bertambah di setiap chapter nya – so, stay tune! ;D )

Genre/rating/length : Romance, Comedy, School life

Disclaimer : Please respect, no plagiat🙂

A/N :

Annyeong, guys! Ini pertama kali nya gue bikin fanfics sendiri
dengan cast daragon😄 entah kenapa, gue suka banget sama
daragon-ship. Bahkan sangat menentang Jiko-ship, padahal gue bukan
Kiko’s hater hahahaha. (sorry for jiko-ship lover) Dan karena ini
pertama kali nya gue bikin fanfics, gue minta maaf dengan sangat kalau
buatan gue kurang memuaskan hehe. Kalau banyak yang suka, gue
lanjutin… kalau engga, gue pensi deh *sob* hahahaha.

Yang mau ngasih ide cerita email aja: sweetcandycan@gmail.com ! Feel
free to ask, comment, give advice, or else🙂 Oh! Dan satu lagi, gue
mau banget punya temen VIP biar bisa ngomongin Bigbang bareng😄
Annyeong❤

twitter : @asdfjkrae88

 

Prologue – Ouran High School

 

“Omoo! Eotteoke… Eotteoke?! Mau di cap apa aku ini baru pertama masuk sudah telat!” Teriak dara panic dengan nafas terengah-engah setelah memasuki gerbang sekolah barunya.

“Hey! Kau telat ya!” Teriak seorang namja jangkung dengan pakaian seragam yang rapih.

Sepertinya, dia adalah sang ketua osis killer yang dibicarakan bom tadi malam. Cih, apa tampannya orang seperti ini? Bom sudah dibutakan oleh penampilannya! Pasti, habis ini dia akan memahami ku habis-habisan! Runtuk dara dalam hati.

“Ya! Kau berani sekali ya? Siswa baru tapi sudah telat. Kau mau coba-coba eoh?” Bentak namja jangkung itu setelah berdiri tepat di hadapan dara.

“Mianhata, sunbae… Naneun…”

“Hyung! What are you doing?” Kata-kata dara terpotong saat seorang namja dengan hoodie hitam bertulisan “one of a kind” dan tatanan rambut yang asing – bagi dara – muncul di hadapannya.

Tadi si ketua osis, sekarang muncul temannya ikut campur. Dia terlihat – Yikes – sangat sok keren! Sungguh, sekolah ini benar-benar di penuhi dengan makhluk aneh. Kalau bukan karena rencana Bom untuk mencarikan ku pacar kaya, aku tidak akan sekolah disini! Pikir dara.

“Gwaenchana, anak ini telat padahal baru pertama kali masuk,” Jawab ketua osis itu. Choi seung hyun, itulah namanya. Dia di kenal dengan sebutan TOP atau Tabi.

“Jinjja eoh? Whoa, berani juga kau. Ah, hyung… let me take care of her!” Jawab namja dengan hoodie dan rambut aneh itu.

“Eoh, baiklah. Kalau begitu aku pergi mengurus yang lain dulu,” Jawab seung hyun lalu pergi meninggalkan dara dan namja ber-hoodie itu.

Setelah seung hyun menghilang dari pandangan mereka, namja ber-hoodie tersebut mulai memperhatikan dara dari atas sampai bawah sambil memasukkan tangan nya ke kantung hoodie nya tersebut.

“Yah! Kau perempuan atau bukan sih? Lihat gaya berpakaian mu, rambutmu yang berantakan dan terlihat tidak di urus itu…” Protes namja berhoodie itu.

“Mwo?? Kau bilang aku anak jalanan? Kau… kau lebih terlihat seperti preman pencuri dompet yang tidak punya otak tahu? Seragammu… di tutup oleh hoodie buluk dan dekil milikmu itu. Dan… Coba lihat rambutmu? Botak sebelah dan sisanya gondrong dengan cat warna… Oh tidak, kau benar-benar keliatan seperti abang-abang pencuri anak!” Balas dara lepas kendali.

“Mwo?? Apa yang kau bilang? Baru saja aku ingin membantu mu untuk lolos dari hukuman TOP-hyung. Tapi, adik kelas seperti mu tidak bisa di biarkan,”

“Aku tidak butuh bantuanmu. Kau bisa saja menghukumku sekarang, aku sama sekali tidak keberatan!” Tantang dara.

“YAH! Aish, aku tidak mau tau lagi. Terserah padamu saja. Masuklah ke kelasmu segera, kau merusak pemandanganku, tahu?!” Titah namja itu.

“Kau tidak perlu repot-repot menyuruhku pergi, aku juga ingin segera pergi dari sini. Dan aku tidak akan merusak pemandanganmu kalau kau tidak merusak pemandangan ku terlebih dahulu!” Kata dara lalu pergi dan menoleh sambil menjulurkan lidahnya.

“YAH!” Teriak namja itu tapi… terlambat, dara sudah menghilang dari hadapannya. “Aish, jinjja… that girl.. What’s her name?”

Part 1

 

BRAK!

“Eoh, dara-ah! Waeyeo?” Tanya bom saat dara melempar tasnya ke meja kosong yang berada di sebelah bom.

“Kau tahu? Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah dan aku sudah bertemu dua makhluk aneh yang telah menghancurkan hari ku!” Jawab dara lalu meluncurkan senyum di paksakan di ujung kalimatnya.

Bom tertawa kecil, “Siapa?” Tanyanya kemudian.

“Ketua osis pujaan mu, bom! Dan salah seorang temannya,” Kata dara berhenti sebentar.

“Aku tidak tau siapa namanya tetapi yang aku tahu jelas, dia sangat menyebalkan! Sombong dan mirip om-om penjual anak! Kau tahu? Gaya rambutnya yang sok… atau entah mungkin memang trend jaman sekarang, ah lupakan. Pokoknya, dia berhasil membuat tanganku geregetan untuk menjambaknya!” Lanjut dara dengan kedua tangan terletak di sebelah wajahnya, membentuk cengkraman lalu menggertakan giginya.

“Mwo? Kau sudah bertemu dengannya?” Teriak bom kaget.

“Kau bicara apa sih? Tentu saja aku sudah bertemu dengannya, jelas-jelas dia menghancurkan hari ku…”

“Paboya!! Apa kau bertengkar dengannya seperti yang biasa kau lakukan dulu?” Tanya Bom panic.

“NE!” Jawab dara sambil mengangguk mantap. “Dan aku bangga karena berhasil mengejeknya pencuri anak, muahahaha..” Lanjutnya sambil tertawa.

“YAH! DARA-YAAAAH!! Apa kau tau siapa itu???” Tanyanya sambil mengguncang-guncangkan tubuh dara.

“abbbebibebb… bom.. bommie-ah! Stop it!” Kata dara mencoba menyuruh bom untuk menghentikan guncangan ke tubuhnya.

“Omo, mianh, santokki… aku hanya panik saja,” Kata bom meminta maaf.

“Gwaenchana… memangnya… dia siapa?” Tanya dara penasaran. “Eoh, tapi, siapapun dia… aku tidak peduli! Dia adalah orang paling menyebalkan yang pernah ada!” Lanjut dara.

“Aigoo dara-yah! Dia itu Kwon. Ji. Yong.” Jawab bom menjelaskan.

Hening.

“Ji… JI YONG SUNBAE?! Anak pemilik sekolah ini? JINJJA EOH??!?!”

“AKH, paboya… kau menghancurkan image mu sendiri untuk mendapatkannya!” Kata bom.

“Eotteoke… !!!! Tapi, aku tidak peduli. Di sekolah ini masih banyak orang kaya lain selain dia kan?” Jawab dara sambil tersenyum lebar.

“Aish, terserah mu sajalah,” Kata Bom pasrah. Dan dara masih saja tersenyum lebar…

***

Ji yong menghempaskan tubuhnya keras-keras ke sofa ruang tamu nya. Ruang tamu yang sangat mewah dengan sebuah home-theatre sendiri.

Hari ini sangat melelahkan, pikirnya. Dia masih tidak habis pikir hari ini dia dipermalukan oleh seorang adik kelas dan dia wanita. Ini adalah pertama kali baginya mendapat perlakuan seperti itu.

“Tuan muda, apakah anda ingin saya menyiapkan air mandi untuk tuan? Tuan terlihat sangat lelah hari ini,” tanya salah seorang pelayannya.

“Ah, ye. Dan tolong panggilkan manajer lee untukku,” perintah Ji yong.

“Baik, tuan, saya permisi,” jawab sang pelayan lalu menunduk pamit.

Beberapa menit setelah pelayan itu pergi, manager lee yang sudah menerima mandat tersebut segera menghampiri Ji yong.

“Tuan muda, ada perlu apa dengan saya?” Tanya manager Lee.

“Ah, ne. aku ingin kau mencarikanku seluruh informasi tentang anak kelas 1 yang telat tadi pagi,” perintah Ji yong.

“Tuan, apa tidak ada keterangan spesifik?” Tanya manager Lee hati-hati.

“Justru karena aku tidak tahu, aku ingin kau mencarikanku informasi tentangnya. Dia anak kelas 1 yang 1-1nya telat tadi pagi,” Jawab Ji yong.

“Baik, tuan muda. Saya mengerti. Saya akan mencarikan info tentang anak tersebut. Saya permisi,” Pamit manager Lee dan menunduk.

“Ne..”

***

“Annyeong, sunbae..” Kata yeoja-yeoja yang berlalu lalang di lorong. Kwon ji yong hanya membalas mereka dengan senyuman ramah. Namja ini memang tidak luput dari perhatian kebanyakan yeoja-yeoja.

BRUK!

“Mianh…” Kata Kwon Ji yong dan yeoja yang menabraknya bersamaan.

“YAH! Kau…” Kata Ji yong setelah menyadari bahwa yeoja yang menabraknya barusan adalah yeoja yang sama dengan anak kelas 1 kurang ajar kemarin. Ya, Sandara Park.

“Mianhata..” Jawab dara cepat dan bergegas pergi sebelum Ji yong mengenalinya.

I’m so dead! Tamat sudah riwayatku….. oh, Tuhan…., runtuk dara dalam hati.

“Eheiii, kau mau kemana?” Kata Ji yong yang telah menggenggam tangan dara sampai dia tidak bisa berkutik lagi.

“Si… siapa kau?” Tanya dara pura-pura bodoh.

“Kau jangan pura-pura tidak mengenalku. Bukankah rambutku mengingatkanmu dengan abang-abang pencuri anak? Eoh?” Bisik Ji yong tepat di telinga dara. Dara hanya diam tidak menjawab.

“Eoh, kemana keberanianmu kemarin, nona? Ku kira kau akan mengataiku lagi. Bagaimana tatanan rambutku hari ini, nona? Aku juga sudah melepas hoodie dekil dan bulukku itu. Masih mau protes?” Ji yong berkata tanpa henti sambil berjalan berputar mengelilingi dara. Dara masih tetap diam tidak menjawab.

“Coba lihat kau? Apa kau tidak menyetrika seragammu? Seragammu terlihat lecek dan lusuh. Kau… masih ingin menyandang status anak jalanan ya?” Tanya Ji yong sinis. Telinga dara sudah terasa sangat panas, dia ingin sekali menampar Ji yong atau membalas perkataannya. Tapi… siapa dia berani melawan seorang KWON. JI. YONG. ?!

“Yah! Kenapa kau tidak menjawab? Kau membuatku muak!” Kata Ji yong dengan nada tinggi lalu melangkah pergi meninggalkan dara.

“Aish, jinjja! Sombong sekali orang itu!” Kata dara lalu pergi ke kelasnya.

***

“Ya, Ji yong! What’s up?” Sapa seorang namja berambut Mohawk. Dong Young bae, atau Taeyang adalah namanya.

“Sandara… Park…” Kata Ji yong tanpa sadar.

“Hey, hey! Siapa itu? Pacar baru mu?” Tanya Taeyang ringan.

“MWO?! Pacar katamu? Kau sudah gila, bae! Orang bernama Sandara Park itu telah habis-habisan mempermainkanku!” Kata Ji yong kesal.

“Hahahaha… slow down, man! Kau terlihat seperti kakek-kakek lansia kalau kau menekuk mukamu seperti itu…” Kata Taeyang bercanda.

“YAH! Kau…! Aish, apa aku benar-benar terilhat seperti kakek lansia atau pencuri anak?!” Tanya Ji yong dengan nada meninggi.

“Heheheyy! Kau kenapa? Apa hubungannya dengan pencuri anak? Eoh, atau kau ingin aku menyebutmu ‘Ji Yong si kakek pencuri anak’?” Jawab Taeyang sambil tertawa.

“MWO?!” Kata Ji yong melotot.

“Hahahaha… Ani, ani. Aku hanya bercanda. Sebenarnya, kau kenapa sih?” Tanya Taeyang serius.

“Ah, panjang ceritanya.. kau takkan mengerti,” Jawab Ji yong sambil mengibaskan tangannya. “Lihat saja, Sandara Park, aku pasti akan menaklukanmu…” Kata Ji yong perlahan, nyaris tak terdengar.

***

Bel sudah berbunyi, mereka sudah boleh pulang. Hari ini dara mendapat jadwal piket jadi dia harus pulang lebih lama dari teman-temannya. Chae Rin dan Minzy tidak bisa menemaninya piket karena Chae rin harus ke rumah sakit menjenguk eomma nya dan Minzy mengganti jadwal kursus menjadi hari ini. Dara jadi terpaksa harus piket sendiri.

Biasanya, dara pulang dengan Bom – tentunya bom yang mengantar dara pulang. Maklum, bom kan anak tunggal dari seorang pengusaha kaya, tidak heran apapun yang Bom minta pasti diberikan.

Lain dengan dara, untuk masuk sekolah ini, dia butuh beasiswa, karena memang nilai nya tidak bisa dipungkiri lagi, terlalu bersinar!

Biasanya, dara kesekolah dengan bus dan pulang dengan Bom. Tapi sayangnya, hari ini Bom tidak bisa pulang terlalu lama karena orang tua nya balik dari US. Karena jadwal piket hari ini, dara jadi harus pulang dengan bus.

Sial, kalau tau begini akhirnya, aku tidak mau ke sekolah! Runtuk dara dalam hati sambil terus menyapu seluruh ruangan kelas. Sesekali dia melihat keluar jendela memandang para namja-namja yang sedang bermain basket di lapangan sekolah.

“Omoo! Itu kan sunbae menyebalkan itu! Tidak ku sangka… dia pandai bermain basket juga. Hmm, dia terlihat tampan…” Kata Dara tanpa sadar.

YA! Nan paboya! Kau mikir apa sih? Dia itu namja yang sudah mengejekmu anak jalanan. Dan sekarang kau menyebutnya tampan? Kau sudah gila, dara! Kata Dara dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya supaya sadar.

“Eoh! Kau belum pulang rupanya? Wah, coba lihat apa yang kau pegang? Sapu itu memang pantas menjadi teman mu,” Kata Ji yong – saat melewati kelas dara – dengan tatapan merendahkan dan melenggok pergi dengan santainya setelah puas mengejek dara.

“Aish! Kau memang sudah gila, dara! Lihat apa yang barusan dia lakukan padamu. Tampan? Oh tidak! Cukup untuk hari ini…” Gerutu dara perlahan setelah Ji yong pergi.

***

“Dara! Dara! Cepat turun,”

“Wae eommanim?” Tanya dara setelah turun dan menghampiri eomma nya.

“Tolong antarkan pesanan mie ini ke alamat yang ada di kertas di atas kulkas itu ya. Eoh, kau ganti pakaianmu itu! Ini pesanan dari seorang keluarga kaya,” Kata eommanya.

“Wae? Kenapa begitu? Begini juga sudah pantas. Mereka tidak akan peduli dan memperhatikan pakaianku,” kata dara menolak.

“Ya sudahlah, terserah kau saja. Ayo cepat di antar,”

“Ne…” Kata dara lalu menaiki sepedanya.

“Dara, hati-hati…” Teriak eommanya.

“Ne eommanim, gwaenchana…” Kata dara lalu pergi.

***

Ting… Tong…

“Siapa disana?” Tanya sebuah suara.

“Aku mau mengantar pesanan mie…” Kata dara menjawab.

“Silahkan masukk…” Kata suara tak berwujud itu dan pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.

“Ah, Dara-ssi… Silahkan masuk,” Kata seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan jas.

Dari mana dia tahu namaku?! Tanya dara dalam hati. “Aniyeo, aku di luar saja,” Kata dara menolak untuk masuk.

“Tenang saja, dara-ssi, tuan menyuruh ku untuk mempersiilahkan mu masuk. Kata tuan, dia sendiri yang akan membayar pesanan mie ini,” Kata laki-laki paruh baya tadi.

“Eoh, arasso..” Dara akhirnya mengikuti perintah laki-laki paruh baya itu dan dia di bawa ke ruang tamu yang sangat… mewah.

“Tuan muda, dara-ssi sudah datang. Dara-ssi, ini tuan muda yang ingin bertemu dengan mu. Saya permisi,” Pamit laki-laki separuh baya tadi. Dara masih berdiri di depan ruang tamu tersebut menunggu sang tuan muda untuk beranjak dari sofanya dan berbalik melihat ke arahnya. Tapi kok… Orang ini seperti tidak asing ya?

“Annyeongaseo, dara-ssi…” Sapa tuan muda tersebut dengan tatapan sinis. Tidak salah lagi…

“YAH! Kau…”

“Waeyeo? Apa kau terkejut?”

*To be continued*