G_DRAGON__HEARTbreaker_by_nichkhunnie_conew1

Author : Raechell

Title : My HeartBreaker

Main-cast:

  • Kwon Ji yong (G-dragon) – Bigbang
  • Sandara Park (Dara) – 2NE1

Others     :

  • Lee Seung hyun (Seungri) – Bigbang
  • Choi Seung hyun (T.O.P) – Bigbang
  • Park Bom (Bom) – 2ne1
  • Dong young bae (Taeyang) – Bigbang

(Masih akan bertambah di setiap chapter nya – so, stay tune! ;D )

Genre/rating/length : Romance, Comedy, School life

Disclaimer : Please respect, no plagiat

twitter : @asdfjkrae88

 

My Heart Breaker

PART 2

“Waeyeo? Apa kau terkejut?”

“Hh, aku tidak terkejut sama sekali. Aku memang sudah menduga ini ulahmu. Kau belum puas juga rupanya cari masalah denganku?” Kata Dara kesal.

“Mwo??” Tanya Ji yong ringan dan tersenyum merendahkan. “Kau pikir kau siapa? Lihat dirimu, hanyalah seorang anak penjual mie dan cara berpakaianmu… kau benar-benar tidak bisa disebut perempuan. Bagaimana kau bisa masuk Ouran High School sih? Lebih baik kau membantu eomma mu saja meneruskan usaha mie nya itu!” Lanjut Ji yong. Telinga Dara terasa sangat panas dan air mata nya sudah menggenang di mata indahnya. Dia benar-benar tidak habis pikir Ji yong akan berkata seperti itu.

“Waeyeo? Kenapa tidak menjawab? Apa kau takut? Oh, hampir lupa. Ini uang pesanan mie mu. Kau ambil saja kembaliannya. Kau ambil saja kembaliannya, dan kau juga boleh membawa mie mu pulang lagi, karena disini hanya akan menjadi penghuni tong sampah milikku,” Kata Ji yong sinis.

PLAK!

1 tamparan keras berhasil menDarat di pipi Kwon Ji yong. “Kau…” Belum sempat Ji yong melanjutkan kata-katanya, Dara sudah meneteskan air mata.

“Ya Kwon Ji yong! Mungkin kau seorang anak pengusaha kaya, kau memiliki semua nya, kau bisa sesuka hati menggunakan uang ayahmu.. tidak seperti ku yang harus membanting tulang membantu ibuku dan menghidupi adik-adikku. Tapi kau, tidak mempunyai perasaan! Perasaan tidak bisa dibeli dengan uang ayahmu dan kau juga tidak bisa seenak-senaknya menginjak harga diri ku. Asal kau tahu, aku sudah mencoba untuk menahan agar tidak membalas perkataanmu sejak tempo hari, tapi kau malah seenaknya saja menginjak kepalaku dan membawa pekerjaan eomma. Apa ada yang salah dengan pekerjaannya? Bukankah itu halal? Eoh? 1 lagi, kau simpan saja uangmu itu, aku tidak membutuhkan uang sepeser pun dari orang congkak seperti mu. Kau boleh saja membuang mie ini jika kau mau. Aku permisi,” kata Dara lalu menghapus air matanya dan bergegas pergi meninggalkan Ji yong yang masih kaget.

 

***

Pagi ini, Dara sengaja datang lebih pagi. Berharap tidak bertemu Ji yong sama sekali. Dara memang bukan tipe orang pendendam tapi tidak untuk kali ini. Ji yong sudah menginjak harga dirinya!

Dara masuk ke lorong sekolahnya dan berjalan super cepat ke kelasnya.

“Omoo… kenapa dia ada disini? Aigoo…” Kata Dara perlahan setelah melihat Ji yong sedang berjalan ke arahnya. Dara yang salah tingkah hanya diam dan berjalan secepat mungkin.

 

Hana…

 

 

 

Tul…

 

 

 

Set…

 

 

 

 

“Kutunggu kau di halaman belakang pulang sekolah,” Kata Kwon Ji yong saat mereka berpapasan. Dara menoleh ke belakang setelah mendengar hal tersebut, tapi Ji yong terus berjalan dengan santainya.

“Haish… mau apa lagi dia?!” Kata Dara perlahan sambil memukul-mukul kepalanya. Liat saja, aku tidak akan datang! Pikir Dara dalam hati.

 

***

“Dara! Kau mau kemana? Ayo pulang!” Teriak Bom saat melihat Dara keluar dari kelasnya.

“Ke toilet, 5 minutes!” Jawab Dara lalu melesat pergi.

Lihat, dia bahkan tidak datang. Bodoh kau! Mau apa kesini? Runtuk Dara dalam hati. Akhirnya Dara memutuskan untuk pulang bersama Bom.

 

***

 

Hujan tak juga berhenti sejak sore tadi, mengguyur seluruh kota Seoul. UDara juga terasa sangat dingin dan anginnya tidak bersahabat. Dara terpaksa menutup toko mie nya karena tidak bisa mengantar pesanan-pesanan.

Kenapa harus hujan sih? Gerutu Dara dalam hati. Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu yang bodoh… “Apa Ji yong menunggu ku ya?” Kata Dara perlahan sambil memperhatikan setiap tetes hujan yang membasahi jendela kamarnya. “HAH! Kau mikir apa lagi sih, Dara. Dia tidak mungkin melakukan itu. Dia itu sunbae menyebalkan dengan kesombongan tiada tara! Mana mungkin dia mau hujan-hujanan. Apalagi, menunggu mu?!” Kata Dara mencoba menyadarkan dirinya.

“Dara, kau sedang apa?” Tanya eomma nya yang tiba-tiba muncul dari daun pintu.

“Eoh, eommanim… Aku hanya sedang membereskan meja belajarku,” Jawab Dara asal sambil pura-pura membereskan meja belajarnya.

“Jeongmal? Kau tidak seperti sedang membereskan meja belajarmu. Kau kenapa? Akhir-akhir ini kau tidak seperti biasanya? Dara-yah, bagaimana sekolah baru mu?” Tanya eomma nya menginterogasi kemudian duduk di ranjang Dara.

“Ani, eommanim… gwaenchana. Sekolah baruku juga sangat menyenangkan, mereka semua ramah,” Jawab Dara sambil tersenyum.

“Kau tidak bisa membohongi ibumu, Dara. Aku yang mengandungmu selama 9 bulan. Perasaanmu terhubung dengan perasaanku. Coba ceritakan apa yang terjadi? Apa kau bertengkar dengan bom?”

“Ani, aku dan bom baik-baik saja,” Jawab Dara sekenanya.

“Lalu kenapa?”

“Gwaenchana… Jangan khawatir, eomma. Eoh?” Kata Dara lalu memeluk ibunya dengan erat.

“Aigoo, anak ibu sudah besar sekarang. Ya sudah, jangan lupa turun makan,” Kata eomma nya lalu keluar dari kamar Dara.

“Ne…”

 

***

“Ji yong sunbae kok bisa ngga masuk sih?” Kata seorang yeoja yang sedang berlalu lalang di lorong kelas. Dara yang tidak sengaja lewat, secara tidak langsung mendengar perkataan yeoja tersebut.

“Aku dengar katanya dia sakit,” Jawab yeoja yang satunya lagi.

Sakit? Sakit apa? Apa jangan-jangan kemarin dia kehujanan menungguku? Ah! Mikir apa sih. Dia sakit pasti karena ulah nya sendiri. Sukur! Pikir Dara dalam hati.

“Eoh, Dara-ssi… Pak kepala sekolah mencarimu,” kata seorang namja dengan wajah sangat manis, Lee seung hyun atau seungri adalah namanya.

Sepertinya, dia anak dari kelas 1-3. Pikir Dara.

“Ah, ne… aku akan kesana. Gomawo yeo,” Jawab Dara.

“Dara-ssi…” Panggil seungri.

“Wae?”

“Ani… Aniyeo…” Jawab seungri lalu tersenyum dan pergi meninggalkan Dara.

Anak aneh, pikir Dara.

 

 

Ji Yong’s POV

 

Sial, kenapa aku bisa sebodoh ini? Harusnya kemarin aku langsung pulang dan mendengarkan kata-kata manajer Lee. Yeoja itu benar-benar menyebalkan! Memang sih, aku telah mengejeknya habis-habisan, tapi… apa ini balasannya? Aku bahkan belum sempat minta maaf.

Hh, apa yeoja itu mendengar kabar tentang aku sakit ya? Apa dia akan merasa bersalah?

Yah Ji yong! Mikir apa kau? Yeoja tak tahu diri itu tidak akan pernah merasa bersalah. Sekalipun dia mendengar kabar tentang kau sakit, belum tentu dia akan peduli. Haish…. Jinjja…

Eoh, ini sudah pukul 5 sore. Kenapa yeoja menyebalkan itu belum juga datang ke rumah ku? Apa dia tidak mengikuti perintah kepala sekolah? Dia mau di keluarkan ya?!

 

SanDara’s POV

 

Dasar sunbae menyebalkan! Bahkan di saat dia sakit saja dia masih terus menyusahkanku. Bukankah dia punya banyak teman? Banyak juga pasti yeoja-yeoja yang bersedia mengantar catatan untuknya.. kenapa dari seper sekian banyak murid OHS dia menyuruhku?!

Apa dia akan mempermalukanku lagi? Liat saja Kwon Ji yong, aku benar-benar akan membunuhmu kalau kau berani mengejekku lagi.

***

 

Third Person’s POV

 

“Eoh, Dara-ssi.. kau sudah datang rupanya. Silahkan masuk,” kata manajer Lee.

“Ye..” Jawab Dara lalu mengikuti manajer Lee masuk ke dalam. Sama seperti kemarin, Dara di bawa ke ruang tamu.

“Eoh, kau sudah datang,” Kata Ji yong setelah melihat Dara masuk ke ruang tamu rumahnya.

“Tuan muda, saya permisi…” Manajer Lee menunduk pamit.

“Ini catatanmu, aku sudah menyelesaikan tugasku. Aku pulang,”  Kata Dara setelah menyerahkan buku-buku yang dititipkan kepala sekolah tadi.

“Hey, kau tidak pernah di ajarkan bertamu ya?” Kata Ji yong kesal. Dara hanya membalas perkataan Ji yong dengan tatapan sinis.

“Arasso… kau tidak usah menatapku seperti itu. Aku tidak mau melihatmu menangis lagi, kau…. Kau…. Semakin terlihat jelek,” Kata Ji yong.

“Mwo???” Jawab Dara melotot.

“Ani, aku hanya bercanda he… he… he. Eoh, kau! Kenapa kau tidak datang kemarin?” Tanya Ji yong dengan nada tinggi.

“Untuk apa aku datang? Memang kau datang?” Jawab Dara ringan.

“YAH! Kau pikir karena siapa aku sakit?”

“Karena salah mu,” Jawab Dara santai.

“Haish, Jinjja… Kau itu…”

“Wae?” Jawab Dara dengan pandangan tidak bersalah.

“Sudahlah, aku hanya ingin minta maaf padamu kemarin,” Kata Ji yong akhirnya.

Hening. Selama 3 detik tidak ada seorang pun dari mereka yang berbicara.

“Jeongmal… mianhata…” Kata Ji yong melanjutkan. Dara yang tidak habis pikir Ji yong akan berkata seperti itu hanya diam.

“Yah! Kenapa kau tidak menjawab?” Tanya Ji yong kesal.

“Memang kau ingin aku menjawab apa?” Jawab Dara asal.

“Kau!!!” Teriak Ji yong.

“Aku permisi…” Kata Dara lalu mencoba melangkah pergi.

“O…. OEEKKKK…. HOEK!!!”

“YAH KWON JI YONG!!!” Teriak Dara setelah mendapati Ji yong sedang menutup mulutnya seperti orang mual.

“OEEEEEK…” Teriak ji yong sekali lagi.

“YAH! Kau kenapa??” Kata Dara lalu memapah Ji yong ke sofa.

“Hh, pala ku mendadak pusing dan aku merasa mual,” Jawab Ji yong lemah. Dara yang panic memegang kening Ji yong untuk mengecek apakah dia demam atau tidak.

“Hey Kwon Ji yong, apa kau sedang mempermainkan ku? Kau sama sekali tidak demam, kau tahu!” Tuduh Dara kepada sunbae menyebalkan itu.

“YAH! Memangnya aku seburuk itu? Aku benar-benar mual tahu,” Jawab Ji yong dengan nada meninggi.

“Jangan pikir aku bisa tertipu ya! Aku pulang…” Kata Dara lagi, lalu berdiri dan mencoba meninggalkan ruang tamu.

BRUK!

“Yah! Ji yong-ssi!!!” Teriakan Dara memekik seluruh ruangan.

 

*To Be Continued*