Air Terjun (hahaha judul apaan nih)

Cast(s) : GTOP

Author: Diyun

Selamat membaca!

 ***


“Hyung… bosan..”

Jiyong menguap, melempar pancingnya dan berguling di lantai kayu menuju Seunghyun yang sedang duduk diam tepat di sampingnya—menimbulkan bunyi berdecit yang cukup keras.

“Hyung tidak bosan?”

“Nggak.”

Jiyong manyun, bangun kemudian duduk di samping Seunghyun, menopang dagunya sambil menatap ujung danau dengan tidak bersemangat.

“Ayo pulang saja. Danau ini tidak ada ikannya.” Jiyong menoleh, matanya melebar mendapati Seunghyun ternyata sedang menatapnya tanpa ekspresi.

“Duduk dan diamlah.” Dan dengan itu Seunghyun kembali memfokuskan padangannya pada air danau yang jernih, tidak mempedulikan erangan Jiyong yang kesalnya sudah sampai ke ubun-ubun.

“Danau. Ini. Mati. Hyung. Plis. Deh!!!” Suara cemprengnya memecah kesunyian, tangannya bergerak liar menirukan gerakan tangan Russel—tokoh animasi  favoritnya dari film Up—dengan alay, namun Seunghyun tak menampakkan reaksi apapun, pria tampan itu malah sibuk menggaruk telinganya, seakan baru mendengar suara ghaib yang entah datang darimana. Jiyong mendengus frustasi. Ia kemudian merangkak pergi, berjongkok tak jauh dari Seunghyun.

“Aku ngambek.”

“Terserah.”

Jiyong membeku, bibirnya semakin maju. Ia berdiri lalu berjalan pergi menuju semak-semak, menghilang di sana.

*

Seunghyun mengeluarkan napas panjang dan berat setelah kurang lebih setengah jam duduk menunggui kail pancing yang tak kunjung bergerak. Ia meregangkan kedua tangannya, kemudian mengerang kenikmatan. Ternyata lelah juga duduk diam seperti ini, Seunghyun membatin.

“Ayo pulang.” Seunghyun bangkit, memutar lehernya, kembali mengerang, lalu tersadar dongsaeng kecilnya sudah tidak ada di sampingnya.

Seunghyun panik.

Pria bertubuh kekar itu lantas menjatuhkan pancing yang dari tadi dibawanya, menyibak semak-semak yang ada di sekitarnya.

Bisa habis dia kalau kehilangan leader kesayangannya itu.

Kemudian  Seunghyun berhenti, menatap tak percaya pada pohon tua yang rimbun yang tumbuh tak jauh dari semak-semak yang ia obrak-abrik.

Di sana, laki-laki kurus dengan rambut warna-warni itu tertidur pulas. Di pipi kanannya tampak air terjun mengalir dengan cukup deras. Seunghyun menggembungkan pipinya, kesal sekaligus lega.

Kalau bangun kubunuh kau.

Tapi sejurus kemudian pikiran Seunghyun teralih, matanya tiba-tiba saja tak bisa lepas dari wajah indah itu. Matanya dengan teliti mengamati lekuk wajah Jiyong.

Leader itu punya sepasang mata kucing yang imut, bibir mungil merah merona yang dilapisi lipgloss tipis, hidung rata-rata—maksudnya tidak terlalu mancung, tapi tidak pesek juga—nya, kulit wajah yang bersih tanpa make up, bulu mata yang tampak cantik dan alis yang melengkung dengan apik.

Oh, God, he’s perfect. Ups, almost. Minus air terjun yang mengalir gembira di pipinya.

Pada akhirnya Seunghyun memilih untuk berjongkok tepat di depan Jiyong, memilih untuk menikmati pemandangan gratis yang tidak bisa setiap hari ia lihat.

Lumayan, deh..

Dan Seunghyun akhirnya lupa pada rencana pembunuhan itu.

*

Jiyong membuka mata ketika merasakan sesuatu bergerak di pipinya.

“Hah? Hyung? Hai.” Jiyong ngelantur, matanya terbuka sedikit. Jiyong menggeliat, merubah posisi tidurnya. Sama sekali tidak berniat untuk mengakhiri istirahatnya.

Ah, such a kebo.

“Bangun, dasar kambing. Sudah sore.” Seunghyun menjitak puncak kepala Jiyong, membuat rapper bersuara cempreng itu manyun tapi masih belum membuka mata.

“Kau dapat ikan tidak?” Jiyong bertanya, walaupun sebenarnya tidak benar-benar bertanya—kalau kalian paham maksudku.

Seunghyun memutar bola matanya.

“Dapat satu karung penuh.”

“HAH?!” dengan bodohnya Jiyong melonjak bangun, matanya membulat sempurna menatap Seunghyun tidak percaya.  Seunghyun terkekeh, seram. Dengan gemas Seunghyun menyentuh rambut Jiyong, mengacak-acaknya dengan penuh nafsu.

“Sialan.”

Baka! Mudah sekali dibohongi. Ayo cepat, atau kau mau kugendong?” Seunghyun mengedipkan sebelah matanya, antara genit dan sok imut, membuat  bulu kuduk Jiyong berdiri seketika, entah kenapa aegyonya Seunghyun tidak pernah terlihat imut dimatanya. Justru terlihat seram, apalagi dilihat dari jarak dekat seperti ini.

Jiyong segera bangkit dan berjalan cepat-cepat. Seunghyun terkekeh, kemudian mengekor.

“Besok kalau kamu mau ke sini lagi jangan ajak aku.”

“Kalau aku maunya sama kamu gimana?”

Jiyong menghentikan langkahnya, menatap Seunghyun dengan satu alis terangkat, “kenapa?”

“Karena aku bisa nonton air terjun gratis.” Dengan santai Seunghyun berjalan melewati Jiyong yang kini sedang terbengong-bengong.

“Sialan.”

End.

Ada yang kangen saya??😛 kayanya enggak, deh. He he. Huuuuulk, akhirnya setelah berjuang dari writer’s block yang ternyata baru-baru ini juga dialami oleh suami saya (kita memang berjodoh) tercinta, saya bisa menyelesaikan ficlet gak penting ini heuheu dan itu sumpah judulnya nggak banget ya-_-

Mind to leave your comment? hihi enggak juga gak apa-apa kok hoooo❤

with lopelope, Diyun (anaknya tony dan pepper) ❤