Author : choi ranti🙂

Title : I want to see you again

Casts:

– Choi seung hyun

– Choi li young (OC)

– Lee haa won  (OC)

– Kim jaejong

And Support cast

–      Kwon mili (OC)

–      Han hyo kyung (OC)

–      Family of Choi

–      lee seung hyun

–      Kwon ji yong

–      Kim Roy

Genre : sad romance, conflict

Rating : PG- 16 maybe

Lenght : chapter

Twitter : @pertiwiranti

Haii sebelumnya saya minta maaf . mungkin ini ep-ep amatiran (bukan mungkin lagi tapi iya). Dan saya tau ini ep-ep yang sangat hancur Maaf jika alur seting dan segala macamnya membingungkan . karena ini adalah fanfiction yang pertamakali saya buat.  mohon tinggalkan komentar mau jelek atau bagus saya terima dengan ikhlas. Di mohon juga jangan terlalu memaksakan diri untuk membaca ep-ep karya saya. Di khawatirkan mual, muntaber, dan penyakit lainnya. Karena ceritanya terlalu mengerikan

Choi Seung Hyun pov

Tubuhku begitu lemas. Saat aku mencoba bangun, yeoja itu terbangun
“Eoh kau sudah bangun?”.  Yeoja itu berjalan mendekati pintu.
“Tunggu sebentar aku akan segera kembali.” Ucapnya. Dan yeoja itu pergi, setelah tidak lama yeoja itu kembali dengan dokter yang mengikutinya di belakang.
“Dia dehidrasi berat dan kekurangan asupan gizi sehingga tubuhnya begitu lemah, di tambah lagi dia stress berat.“ jelas sang dokter kepada yeoja itu. Aku hanya menatap langit langit ruangan dengan hampa.
“jika lelaki ini tidak kau selamatkan mungkin sekarang dia sudah meninggal.” Tak lama dokter itu keluar setelah memeriksa fisik ku. Yeoja itu menghampiriku
“emmm. Hi naneun Lee Haa Won imnida.” Yeoja itu kembali duduk di kursi dekat tempatku berbaring.
“Bolehkah aku tau siapa kau ?” lanjutnya. Aku tidak membalas pertanyaannya.
“maaf aku membawamu dengan lancang kemari, aku panik karena melihat mu pingsan di ….” “kenapa kau membawaku kemari. Kenapa kau menolongku ?” potongku tanpa melepas pandanganku kearah langit-langit kamar
“ne?”
“apa tujuan mu menolongku,? Kau tidak mengenal ku kenapa kau menolongku, apa kau menginginkan uang hasil dari menolongku ? jangan sok peduli kau menolong karena uangkan ?!!” tuduhku
“aku tidak bermaksud seperti itu.” Belanya.
“manusia munafik !!. di balik kebaikanmu kau ingin mengambil keuntungankan ?, yeoja licik !”
“Apa aku salah jika aku menolong ? aku hanya ingin menolong, itu saja aku ini manusia yang memilik keperimanusiaan aku hanya ingin membantu sesamanaya hanya itu. Aku hanya tidak tega melihat seseorang yang sedang sekarat di tempat yang tidak berpenghuni. Siapa yang akan menolong mu selain aku, karena disana tidak ada siapa-siapa lagi selain aku.”ucapnya dengan sedikit bergetar sepertinya dia mulai eomsi.
“jika kau menginginka uang dari hasil ini. Kau datang saja kerumahku. Aku akan memberikan alamatnya. Atas jasa menemukanku”
“tidak terimakasih. Aku ikhlas membantu mu. Sebentar lagi keluargamu akan datang, maaf tadi aku mengambil tanda pengenalmu. Tenang saja isi dompetmu masih utuh.“ yeoja itu langsung pergi setelah manyimpan kartu tanda pengenalku di dekat vas bunga, ada kertas yang terlipat di atas sanah. Entah setan apa yang merasukiku untuk melihat isi kertas itu. “mwo ige ?”

to choi seung hyun :
maaf atas kelancanganku. aku hanya ingin menolong agar tidak ada yang berduka karena kehilangan seseorang. Aku tidak tau apa masalahmu tetapi. Cobalah menerima takdir hidupmu. Memang sangat berat untuk menjalaninya, tetapi bersabarlah karena di balik itu tuhan memberikan jalan yang terbaik untukmu. Lihatlah keluargamu apa yang mereka berikan. hargailah karena mereka memberikan yang terbaik untuk dirimu, jangan biarkan orang di sekitarmu bersedih karena mu,dan mengkhawatirkanmu. seharusnya kau bisa menjaga persaan orang yang menyayangimu. Apa kau tidak menyayangi mereka yang menyayangimu ? jika kau sayang pada mereka janganlah membuat mereka sedih atas kondisi mu perlakuan mu, buatlah mereka bahagia. Dengan melihat mu bahagia. Karena jika kau bahagia mereka juga akan bahagia

“apa-apan yeoja ini ! siapa dia yang sok peduli. Manusia munafik pasti dia hanya menginginkan uang ! dia memanfaatkan situsai tetapi kedoknya sudah diketahui makanya dia menulis surat ini” aku menulis di balik kertas itu
“dasar manusia munafik !” umpatku setelah selesai menulis balasan surat itu. Tapi aku harus menitipkan kepada siapa surat ini ?. Mungkin aku akan menitipkan pada dokter itu sepertinya dokter iyu saling mengenal
tiba-tiba pintu kamar terbuka ,
”CHOI SEUNG HYUN” eomma berteriak histeris
“kau tidak apa-apa?. Apa ada yang terasa lebih sakit?. Kenapa kau kabur dari rumah eomma sangat khawatir. Bagaimana jika kau tidak terselamatkan apa kau tidak menyayangi eomma seung hyun ?” eomma mulai menangis.
“seung hyun eomma ini sudah tua. Apa kau akan terus membuat eomma sedih dan khawatir karena mu?”

Entah kenapa mendengar perkataan eomma tadi membuatku teringat dengan semua kata-kata dalam pesan itu .
”eomma aku baik-baik saja seperti yang kau lihat sekarang, aku menyayangimu eomma jangan bersedih lagi, aku tidak akan meninggalkan eomma”tanpa sadar aku mengucapkan itu, aku merasakan hati ku tersentuh dan ikut sedih meliaht eomma menangis.
“eomma aku ingin pulang”pintaku
“tapi kau masih lemah seung hyun” tolak eomma
“tetapi aku tidak ingin diam di rumah sakit aku tidak ingin berlama-lama di tempat ini. Eomma rumah sakit itu tidak menjamin keselamatan ku. Lihat saja para dokter di rumah sakit tidak dapat menolong appa dan li young !!” kenapa setiap mengingat mereka emosiku memuncak sehingga tanpa sadar aku membentak orang tuaku sendir. Eomma terkejut dengan bentakanku.
“miane seung hyun. Eomma hanya ingin melihat kondisimu membaik di sini ternyata eomma salah. Itu akan membuatmu semakin tersiksa dengan segala yang berhubugan dengan mereka miane “. Kini wajah eomma bertambah sedih, aku tidak tega melihatnya, yeoja itu benar aku telah membuat semua orang yang menyayangiku bersedih.
“miane eomma aku tidak bermaksud membentak eomma, eomma aku hanya ingin di rumah setidaknya di rumah aku bisa beristirahat dengan leluasa”
“ah ne eomma akan menuruti permintaanmu jika itu membuatmu merasa baik.”

*******

            Author pov

Seorang yeoja berjalan tertunduk melihat langkah kakinya sendiri. Entah apa yang merasukinya dia terus berjalan ke sebuah bukit. Bukit tempat ia menemukan namja sekarat bernama choi seung hyun itu.
“seharusnya aku tidak menemaninya sampai dia tersadar !” rutuknya
“ah apa aku meletakan surat itu juga ? aish~ pasti namja stress itu tidak akan mengerti dan malah menuduhku yang bukan-bukan ! dasar namja stress ! bukanya berterimakasih malah mencaci maki! Haa won tenang di hanyalah namja STRESS !” umpatnya.
Haa won duduk di tanah yang beralasan rerumputan hijau. Ia meletakan kanvas di pahanya.Sering sekali Haa won bermain dan melukis pemandanga di bukit ini sambil belajar melukis bersama seniornya di klub melukis, keuntungan ganda menurutnya selain sepi pemandanganya pun sangat indah, dia bisa menenangkan dirinya di bukit itu.

Melukis adalah hobinya. Tapi seringkali ia menjual hasil lukisannya kepada siapa saja yang ingin membelinya. Tetapi pekerjaan aslinya adalah sebagai perawat atau asisten dokter. Meski terbilang baru tetapi kemampuan dalam bidang kedokteran haa won sangat baik. Di balik itu hawon termasuk sebagai asisten beruntung, karena dia menjadi asisten salah satu dokter yang tampan di rumah sakit, dokter itu adalah kim jaejong dan sebenarnya jaejong adalah sahabat haa won dari kecil saking dekatnya haa won menganggap jaejong sebagai oppanya.

Haa won hanya memiliki seorang oppa lee seung hyun yang di panggil seungri di rumahnya, kedua orangtuanya pergi entah kemana, bisa di bilang mereka di buang atau di tinggalakan. Haa won hanya tinggal ber dua dengan kakaknya. Haa won tidak mengetahui alasan ke dua orang tuanya kenapa mereka meninggalkan mereka berdua. Demi mencukupi kelangsungan hidup keduanya haa won dan seungri membuka usaha di halaman rumahnya sebagai penjual mie ramen resep keluarga membuat restoran kecil-kecilan. Kakak beradik itu menyulap rumah peninggalan orang tuanya sebagai temapat usaha dan tempat tinggal hidup, mau tidak mau mereka harus berbagi tempat karena rumahnya tidak terlalu besar. Kakak beradik itu harus menjaga usahanya secara bergilir meskipun mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Dring heandphone haa won berdering. Menunjukan pesan singkat telah masuk di heand phone-nya
“eoh 2 pesan ?. mili eonni dan jae oppa ?”

from : kwon mili eonni

Haa wonya~ miane eonni tidak bisa ke bukit sekarang tiba-tiba sakit eomma kambuh lagi. Eonni harus menunggu eomma di rumah sakit, sepertinya kau harus melukis bersama hyo kyung lagi. Miane

“padahal hyo eonni sedang ada pasien di rumah sakit, hari ini aku sendirian lagi di sini.”

To : kwon mili eonni

Eonni semoga ajuhma cepat sembuh, besok aku akan menengoknya sambil bekerja. Hari ni aku sendirian hyo eonni sedang bekerja, jam kerjanya sudah di ganti. Tapi tidak apa-apa. Titip salam untuk ajuhma semoga cepat sembuh🙂.

“pesan dari jae oppa”

From : jaejong oppa

Pasien yang bernan Choi seung hyun itu sudah meninggalkan rumah sakit setelah keluarganya datang. Biyaya yang kau keluarkan untuk namja itu di kembalikan oleh keluarganya. Kau bisa mengambilnya dari ku. Padahal kau sedang keritis di keuangan.
oh….Namja itu menitipkan sesuatu untukmu, sepertinya surat atau apa entahlah. Aku tidak berani melihat barang peribadimu

“namja itu benar-benar sudah gila… mungkin”.gumam haa won

To : jaejong oppa

Aku akan mengambilnya besok. Mau bagaimana lagi namja stress itu harus mendapatkan pertolongan dengan cepatkan ?

“Memikirkan namja stress itumembuatku menjadi ikut stress. Tenang dia hanya namaja stress.” Haa won mencoba menenangkan diri.
“EH APA ?! aku tidak mengatakan ‘memikirkan namja stress itu kan ?!. tapi……..jelas-jelas aku memang memikirkannya.”
“AH maksudku memikirkan maslahnya ! bukan memikirkan namja itu !”
“memikirkan masalahnya ? memangnya aku siapa namja itu sampai memikirkan masalah dari seseoramg yang tidak tau diri itu !!”
“AH!!!~ LUPAKAN !. kenapa aku menjadi bertengkar dengan pikiranku sendiri. Sepertinya aku tertular stress … lebih baik aku pulang saja !!”

******

Choi Seung Hyun pov
at home family choi 08:15 PM

Aku hanya diam di kamarku, tapi itu memang keseharianku sejak 3 tahun yang lalu. Mengunci diri di kamar, menangis, berteriak karena suatu memori yang tidakakan bisa hilang, ada beberapa moment yang kuingat saat aku selalu mengunci diri di kamar, aku selalu menyakiti eomma dan nuna.

Sesuatu mengganggu pikiranku saat ini. Yeoja itu benar aku sudah terlalu merepotkan eomma nuna dan lainnya, membuat mereka sedih. Bagaimana ini ? apa mereka akan membenciku ?. aku sangat takut eomma dan nuna membenci ku, yeoja itu benar!. Jadi sekarang aku harus bagaimana ?. aku segera keluar dari kamarku. Berjalan menelusuri setiap ruangan berharap menemukan sesorang di rumah ini.

“eomma” terdengar suara nuna, tanpa pikir panjang aku menghampiri nuna. Nuna sedang membangunkan eomma yang tertidur di sofa ruang keluarga.
“nuna izinkan aku yang membangunkan eomma .” nuna tercekat saat aku mengatakan itu. “nuna kenapa kau terkejut seperti itu ?”
“A Aniy hanya saja kau terlihat seperti seung hyun dongsaengku yang dulu” ucap nuna. “memangnya aku bukan adik mu nuna ?”
“Bukan begitu.” Aku mengabaiakn nuna dan mencoba membangunkan eomma, wajah eomma begitu kelelahan aku tidak tega melihatnya.
“Eomma….” Panggilku selembut mungkin.
“eomma bangun nanti eomma sakit jika eomma tertidur disini.” Eomma terbangn
“seung hyun ini benar kau nak ?”
“iya ini aku eomma”
“eomma tidak sedang bermimpikan ?” Eomma menyentuh pipiku.
“Tidak eomma, eomma tidak sedang bermimpi. Eomma ini aku seung hyun anak eomma”. Eomma langsung memeluku dengan erat, tubuh eomma bergetar.
“Seung hyun eomma mohon tetaplah seperti ini tetaplah menjadi seung hyun anak ceria dan penyayang seperti dulu.” Isak tangis eomma terdengar jelas di telingaku, aku benar-benar telah membuat eomma bersedih selama ini.
“Eomma aku etap menjadi seung hyun yang dulu. Maaf aku berubah menjadi seperti ini.” Tak terasa air mataku sudah membasahi pipiku, aku tidak tau kapan air mataku terjatuh.
“Tidak itu bukan salah mu. Itu memang takdir yang harus kita lewati seung hyun.” Eomma mengusap kepalaku dengan lembut. Aku sudah sangat merindukan belaian eomma.
“Baiklah eomma, sekarang eomma harus beristirahat, akan kuanatarkan eomma kekamar”.
aku memapah eomma ke kamar, eomma masih menangis meskipun ini tangisan kebahagiaan tetapi tetap saja aku tidak ingin melihat eomma menangis. Semoga ini menjadi air mata terakhir atas segala yang aku perbuat terhada eomma.

Eomma tertidur di kamar,“Tidur yang nyeyak eomma, semoga mimpi indah.” Ucapku pelan karena eomma sudah tertidur. Kucium lembut puncak kepala eomma, nuna menatapku aneh
“Nuna ayo, biarkan eomma tertidur, eomma butuh istirahat” ajakku sambil mendorong tubuh nuna keluar kamar eomma.
PLAK !!!
“YAA aish~ nuna kenapa kau memukul kepalaku ?!”
“Sssstt… jangan berteriak eomma sedang tidur !”Tegur nuna.
“Nunaku ini kenapa sih?”
“tidak kenapa-napa.” Jawabnya dengan raut wajah innocent
“Lalu kenapa nuna memukul kepala ku ?!”
“Karena… Kau benar-benar menyebalkan kau tidak ingin memeluk nuna mu sendiri atas kembalinya tuan Choi Seung Hyun. Apa kau tidak merindukanku ?!”
“Aku tidak mau memeluk tubuh bau nuan !”jawabku asal karena pukulan tadi
“YAK badanku tidak bau !!”protes nuna tidak terima
“Sssstt nuna berisik !”. nuna melipat wajahnya kesal saat aku meniru gayanya
“Tentu saja aku merindukan nuna paling cerewet ku ini. Tetapi tidak perlu memukul kepala orang !” kesalku
“Aku tidak cerewt seung hyun ! aku memukulmu karena kau terlalu menyebalkan. Tarik kembali kata-katamu !”
“Aku menyebalkan ? aku menyebalkan apa nuna?, iya nuna tidak cerewwet hanya saja nuna terlalu banyak bicara.” Ejekku
“Sama saja bodoh !” geram nuna.
“kau sangat menyebalkan kemarin ! saking menyebalkannya aku ingin memukul mu”Tangan nuna terangkat dia akan memukulku lagi. Sebelum tinjuannya mendarat di kepalaku lagi, aku segera melindungi kepalaku.
“Yak babo ! aku tidak akan memukul kepalamu !”
“bukankah tadi nuna bicara ingin memukulku”
“tadinya aku memang ingin memukulmu. Tetapi aku urungkan niatku itu, sebelum aku memukul mu kau diam !” perintah nuna ‘kenapa aku harus diam? Apa nuna akan menyiksaku sekarang?’ batinku. Dengan takut-takut aku menutup mataku, pasrah. Tiba-tiba aku meraskan
“Terimakasih kau telah kembali menjadi Choi Seung Hyun yang dulu” ucap nuna dengan lembut.
“Nuna aku tetap aku”.
“tidak kemarin choi seung hyunku hilang, dan berubah menjadi seung hyun yang menyebalkan. Tapi sekarang dia sudah sadar dan kembali menjadi Choi Seung Hyun yang dulu”. Ucap nuna sambil menatapku
“dan aku sangat bahagia saat dongsaeng tersayangku kembali. Setelah kau hampir mati tadi pagi, sepertinya kau mendapatkan pencerahan ?. apa kau bertemu dengan seseorang yang menyemangatimu, sehingga kau bangkit kembali ?” ‘kenapa nuna bisa tau, aku tersadar oleh seseorang? Apa aku harus menceritakannya, nuna berhak tau’  batinku
“aku bertemu dengan seseorang yang menyadarkanku, dia mengatakan bahwa yang aku lakukan itu hanya dapat menyakiti semua orang yang ada di sekitarku. Dan itu membuatku tersadar bahwa yang aku lakukan selama ini adalah hal konyol, meskipun aku tidak menyesali atas apa yang aku lakukan di saat depresiku karena Li Young, karena aku masih mencintainya sampai saat ini”. Aku menghentikan perkataanku dan berpikir sejenak
“Aku hanya tersadar saja bahwa yang aku lakukan adalah hal yang bodoh saat aku tau Li Young benar-benar pergi selamanya. Dan aku telah membuatnya sedih di alam sana”. terusku
“seung hyun Nuna mohon jangan ungkit lagi tentang Li Young. Biarkan dia tenang di alamnya sekarang”. Wajah nuna menjadi murung
“kenapa nuna menjadi murung saat membicarakan tentang Li Young?”
“Siapa orang itu?, ah! sepertinya kau harus menghubungi ji yong. Dari kemarin dia terus menanyakan keadanmu”. Nuna menghindari pembahasan tentang Li Young, ‘sebegitu bencikah Nuna kepada Li young, dan Appa’ batinku
“sebegitu bencikah Nuna kepada Li Young?, sampai nuna menghindari pembahasan tentang Li Young ?. Aku sudah tau alasan kebencian nuna  kepada Appa. Tapi Li Young kenapa Nuna membencinya, dia anak yang tidak tau apa-apa, nuna dia juga sama seperti aku. Korban dari penghiantan Appa”.
“STOP ! CHOI SEUNG HYUN STOP JANGAN BAHAS LAGI TENTANG MEREKA DI DEPAN NUNA !!”. Teriak nuna penuh amarah “saat ini aku hanya ingin menceritakan tentang ji yong. Sekarang ji yong sudah menjadi bintang besar, kau harus memberikan kejutan kebahagian untuknya. Selama kau sakit Eomma merahasiakan keadan mu dari perusahaan, agar nama penerus perusahan tetap di pegang olehmu. Dan yang mengetahui kau sakit hanya ji yong”. Jelas nuna
“kenapa tidak nuna saja yang mengambil alih perusahaan ?”
“aku tidak tertarik oleh jabatan. Lagi pula aku tidak ingin menyentuh jabatan lelaki tua itu. Sekarang sudah malam kau harus beristirahat. Nuna akan pergi sekarang, selamat malam semoga mimpi indah”. Nuna pergi kekamarnya dengan menundukan kepala, dia benar-benar sangat marah kepada Li Young

Aku kembali kekamarku dengan malas. ‘nuna benar-benar sangat marah tadi’ batinku. Ah! Aku lupa aku harus berterimakasih dan memnita maaf kepada yeoja itu. Aku sduah menuduhnya . apa besok aku harus menemuinya?. Tapi aku tidak mengetahui siapa dia, mungkin aku harus menanyakan identitas yeoja kepada respsionis di rumah sakit. Kemarinkan dia yang menanggung biayaya perwatanku. Mungkin besok aku akan menanykannya.

Ku ambil sebuang foto di atas nakas, menatap foto ini membuat pikiranku tenang.
“selamat malam youngiya~” ucapku tanpa melepas pandangan kearah foto

Next day
at 09:35

Aku sengaja bangun pagi untuk memprsiapkan diri sebaik mungkin, aku ingin bertemu  dengan ji yong. Seperti yang di katakana nuna aku harus memberikan kejutan untuk ji young. Dan sepulng dari itu aku akan menemui yeoja itu

Sebuah ketukan menggangguku bersiap-siap “TOK TOK TOK”
“geogi nuguseyo ?”
“saya tuan muda, kim roy.” Jawabnya
“ada apa?”. Tanyaku di balik pintu
“nyonya menyuruh saya untuk mengantar tuan muda ke rumah sakit untuk cek up kesehatan.” Jawabnya
“tapi aku ingin bertemu Ji Young terlebih dahulu”

*********

Lee Haa Won POV

At 10 : 00

“OPPA !!, CEPAT AYO BANGUN !!!”. Teriakku di dekat telinganya.
“emm……”. Mata pandanya terbuka kemudian menutup lagi, itu membuatku semakin tambah kesal. Tetapi melihat mata pandanya yang semakin menghitam gara-gara kurang tidur. Sebenarnya aku kasihan melihatnya, tapi jika alas an kurang tidurnya karena menonton siaran bola kesayangannya.
“AYO BANGUN!!”
“5 menit lagi oppa masih ngantuk”. Pintanya, dasar anak panda !!!
“OPPA !!”. Teriakku lebih keras
“baiklah oppa sudah bangun sekarang”. Ucapnya masih menutup mata
“aku terlambat masuk kerja oppa. Cepat masuk kamar mandi cuci muka”. Perintahku jengkel
“iya-iya”. Jawabnya sambil tetap meringkuk di kasurnya. Beberapa saat

“BYURRR” aku menyiram wajahnya dengan air

“STUNAMI !!!!”. teriaknyakelabakan, layaknya orang sedang tenggelam. Saat sadar bahwa dia di siram air olehku

“YAK BABO KENAPA KAU MENYIRAMKU. AKU SEDANG TIDUR !!!”. bentaknya geram
“YAK OPPA AKU MEMBANGUNKAN MU DARI TADI !!. aissh aku terlambat masuk kerja. Aku tidak ada waktu meladenimu bertengkar. Seharusnya kau tidak menonton bola sampai melewati tengah malam. Aku sudah terlambat masuk kerja, oppa jaga restoran, sekarang giliranmu!”. Ucapku sambil pergi meninggalkan oppa
“OPPA JANGAN TIDUR LAGI !!”. pesanku saat benar-benar meninggalkan rumah.

Aissh aku terlambat bekerja. Aku harus mengatakan apa?. Jika ku jawab jalanan macet, keadan jalan hari ini lancar. Ini gara-gara oppa, aku harus memotong sayuran sampai tengah malam tanpa di bantu sedikitpun, sedangkan dia menghabiskan malam liburnya dengan bersantai menonton tv

“Anyeong”. Sapaku dengan wajah innocent
“kau terlambat lagi haa won”.
“mianieo Oppa. Ini gara-gara seungri oppa”. Jawabku
“Jika kau terus terlambat kau bisa kena sangsi.”
“justru itu yang kutakutkan. Sepertinya aku tidak bisa menghindar dari keterlambatan. Apakah aku akan di pecat ?”. renungku “Kau tidak akan di pecat jika kau bisa menepati waktu. Ah ini kemarin surat dari resepsionis untukmu. Katanya ini dari namja kemarin”. Ucapnya sambil menyodorkan surat
“surat?. Apa surat cinta ?”. candaku, EH ?!. tatapan Jaejong oppa begitu tajam melihatku.
“wae Oppa aku hanya bercanda.”

Jujur aku sangat terkejut, dan baru kali ini aku di caci maki seperti ini.

Dasar yeoja licik! Uangmu sudah aku kembalikan. Kau menginginkan uang hasil menolongku kan !!. aku sudah menabahkan lebih dari uang yang kau keluarkan untukku. Dengan embel-embel menolongku. Urusan ku dengan mu sudah selesaikan ?. Oh aku beritahu satu hal. Tingkahmu yang sok baik itu tidak bisa menutupi kelicikanmu, penilaianku tentang kau. Kau itu lebih buruk dari seorang pelacur, sepertinya aku akan lebih memilih pelacur dari pada yeoja sepertimu !

“Oppa salahkah aku menolong sesamanya ?”. Tanya ku dengan suara bergetar
“maksudmu ?”. Tanyanya bingung. Aku sudah tidak tahan lagi, mataku kini mulai berair
“Haa won~ya kau kenapa jadi menangis ?”. paniknya
“Aniyo.” Jawabku dengan memaksakan senyum
“Ayo kita bekerja.” Ajakku
“aku ingin melihat surat itu.” Jaejong oppa merebut surat di tanganku. Aku hanya diam menunggu reaksinya.
“dasar namja tidak tau terimakasih !.” umpatnya
“apa dia juga memarahimu kemarin ?.” taynyanya. Aku hanya diam.
“kau diam saja meski di caci maki oleh namja yang tidak di kenal olehmu itu?. Namja macam apa dia?!. Otaknya benar-benar sudah rusak. Namja kurang ajar apa dia buta, tidak punya hati. Yang membandingkanmu dengan seorang pelacur ”
“sudahlah Oppa. Tidak usah di pikirkan, ayo kita punya pasien yang harus di periksa.” Ucapku dengan senyuman, mungkin aku terlihat terlalu memaksakan tersenyum.
“apa kau baik-baik saja?”.
“aku tidak apa-apa.” Jawabku di sela-sela menangahn tangisku. Tiba-tiba jaejong Oppa memelukku.
“Aku tau meski di luar kau terlihat tegar, tetapi di dalam kau itu rapuh Haa Won. Di caci maki di bandingkan dengan pelacur seperti itu, aku tau kau ingin memukul wajahnyakan ? karena terlalu sakit hati di perlakukan seperti itu?. Yeoja mana yang ingin di bandingkan dengan pelacur?. Semoga kau tidak bertemu dengan namja seperti itu”. Aku merasa tenang di pelukannya
“Oppa apa kau tau meskipun aku memukul wajahnya, sepertinya tidak akan menghilangkan sakit hati ini.” Ucapku di dalam dekapannya. Aku melepaskan pelukannya dengan pelan
“Oppa kau harus menghibur ku hari ini.” Tatap ku kewajahnya
“kenapa posisiku seperti orang yang harus bertanggung jawab ?”. aku ingin tertawa mendengar ucapannya
“baiklah sepulang kerja, aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat ?. dan sekarang hapus air matamu. Kau terlihat jelek dengan ingusmu itu”
“Jeongmal ?. oppa aku tidak ingusan kok !”
“aku hanya bercanda.” Ucapnya dengan senyuman manisnya.
” Ayo kita bekerja, seperti yang kau bilang ada pasien yang harus kita periksa.” Dia menghancurkan bentuk poniku. Seperti biasa dia selalu menghancurkan bentuk poniku
“Aishh~. OPPA !”

 

 

TBC

Apa makin hancur atau bagaimana ?. di mohon untuk memberikan komentar mau buruk atau tidaknya. Saya terima dengan ikhlas