WGM

Author : Uisaokke

Cast :

  • All Big Bang member (T.O.P, G-Dragon, Taeyang, Daesung, Seungri)
  • All YG Family
  • JYJ (Jaejoong, Yoochun & Junsu)
  • Queen of Asia (Fictional/OC : Ella Chen, Radha Khan, Han Gyeri, Uzumaki Naru, Gie)
  • Lead female : You as Han Chello (Fictional /OC : Best actress in the world).
  • Pairing : T.O.P & Chello

Genre : Romance/Drama

Rating : T

Length : Chapter

Disclaimer : Not mine but my imagination… Inspired of WGM & Romantic Idol ^_^

A/N : Terima kasih kepada semua reader dan admin Big Bang fanfiction Indonesia yang bersedia membaca fanfic aku. Silakan membaca fanfic saya dan ditunggu kritik dan sarannya ^_^

Twitter : @uisaokke

 

 

 

Chapter 6

Part II : Honeymoon in Jeju Island ~ First Night

Hari pun berakhir dengan begitu cepat, matahari telah terbenam dan mulai berganti malam, setelah T.O.P dan Chello bermain-main di air terjun tepi pantai, mereka pun pergi menuju pusat kota  Jeju untuk jalan-jalan dan mencari makan malam.

Saat jalan-jalan di pusat perbelanjaan kota Jeju, ada sebuah toko pakaian yang menarik perhatian T.O.P dan Chello. Mereka pun masuk kedalam toko tersebut dan mulai memilih-milih T-shirt. T.O.P dan Chello tertarik untuk membeli Couple tee di toko tersebut. Setelah beberapa lama mereka memilih-milih couple tee akhirnya pilihan jatuh pada couple tee berwarna putih bertuliskan TOP COUPLE. T.O.P dan Chello langsung memakai Couple tee tersebut. Setelah itu, mereka menyusuri jalan yang begitu banyak pedagang kaki lima makanan khas korea seperti Tteokbokki, Odeng, Kimbab, buchimgae dan sashimi jeju. Hal ini sangat menggoda perut T.O.P dan Chello, mereka berdua pun mampir ke salah satu kedai makanan tteokbokki dan odeng.

“Annyeonghaseyo, ahjuma~ kami pesan 2 tteokbokki pedas, 4 odeng dan 2 teh ocha.” Kata T.O.P kepada ahjuma pemilik kedai.

Kemudian setelah itu, T.O.P dan Chello duduk di kedai tersebut sambil menunggu pesanan mereka dilayani. Sambil melayani pesanan, Ahjumma pemilik kedai berbicara kepada mereka.

“Kalian berdua sedang liburan ya di Jeju? Kalian pasangan kekasih ya?” Tanya ahjumma agak penasaran.

“Kami sedang honeymoon, ahjumma. Dia istriku, cantik kan ahjumma?” jawab T.O.P dan kemudian bertanya kembali pada ahjumma tentang kecantikkan istrinya aka Chello.

“Ya, neomu ippo~, kau juga tampan.”

“Hahaha, Gamsahamnida ahjumma.” Ucap T.O.P dan Chello bersamaan.

“Kalian kompak juga ya, cocok sekali menjadi pasangan suami istri. Sudah berapa lama kalian menikah?” kata ahjumma sambili meletakkan pesanan makanan mereka.

“Kami baru menikah dua minggu yang lalu, ahjumma.” Jawab T.O.P kemudian ia memakan satu potong tteokbokki.

“Wah, berarti masih pengantin baru dong. Selamat menempuh hidup baru ya dan semoga cepat mendapat momongan.” Ucap ahjumma.

Seketika saat T.O.P dan Chello mendengar ucapan ahjumma yang terakhir tentang momongan ‘anak’, mereka berdua tersedak dan batuk karena terkejut. Ahjumma yang berada dekat dengan mereka langsung memberikan ocha kepada T.O.P dan Chello untuk segera diminum sehingga menghilangkan batuk dan tersedak makanan.

“uhuk..uhuk… uhuk… haha, terima kasih ahjumma. Momongan ya?” ucap T.O.P sambil melirik Chello.

Chello hanya tersenyum menanggapi hal tersebut dan ahjumma pemilik kedai pun meninggalkan mereka berdua. Chello mengambil tissue dan mengelap sisa saus tteokbokki di mulut T.O.P. Sepertinya hal tersebut akan menjadi kebiasaan Chello saat makan bersama T.O.P.

“T.O.P oppa, kau kenapa tersenyum seperti itu?” Tanya Chello yang heran melihat T.O.P makan sambil tersenyum.

“Tidak, hanya teringat saja omongan ahjumma tadi.” Jawab T.O.P

“Oh, aku juga tidak habis pikir kenapa ahjumma mengatakan hal itu?” Ucap Chello

“Sebenarnya tidak mengherankan sih karena ahjumma menganggap kita memang pasangan suami istri sesungguhnya.” Balas T.O.P

“Ngomongin soal momongan yang dikatakan oleh ahjumma, apakah T.O.P oppa suka anak kecil?” Tanya Chello

“Aku suka kok anak-anak, mereka lucu dan imut serta menggemaskan. Bagaimana malam pertama bulan madu kita buat momongan saja?” ucap T.O.P dengan nada bercanda.

“T.O.P oppa bisa saja nih. Momongan ya? aku belum memikirkannya,ah!” jawab Chello agak malu.

“Chello-ssi, kau ingin punya anak berapa? Kau suka anak laki-laki atau perempuan?” Tanya T.O.P menggoda Chello

“Ya~~ T.O.P oppa, kenapa kita jadi membahas hal ini?” Balas Chello

“Bukannya Chello-ssi duluan yang memulai. Ayolah jawab pertanyaan ku! kalau aku sih mau dikasih berapa pun dan jenis kelaminnya apa tidak apa-apa kok.” Kata T.O.P agak memaksa meminta jawaban sambil aegyo gitu.

“T.O.P oppa~, ehm, kalau aku sih ingin punya dua orang anak kalau bisa sepasang perempuan dan laki-laki. Sudahkan ku jawab.” Ucap Chello.

~0~

Setelah makan malam selesai, T.O.P dan Chello pun kembali ke villa penginapan mereka. Disana, T.O.P dan Chello bersiap-siap untuk tidur. Sebelum itu mereka mandi dulu tapi mandinya gantian ya, gak barengan kok. Yang pertama kali menggunakan kamar mandi, Chello.

Sambil menunggu Chello selesai mandi, T.O.P beristirahat di ruang tamu lantai pertama sambil menonton TV. Karena begitu kelelahan, T.O.P mulai ketiduran di sofa ruang tamu. Chello yang sudah selesai mandi,  mencari-cari T.O.P untuk menyuruhnya gantian mandi. Chello yang melihat T.O.P ketiduran di sofa jadi gak tega untuk membangunkannya tapi gak mungkin jugakan T.O.P harus tidur disofa dalam keadaan yang belum mandi alias kotor. Chello pun memberanikan diri untuk membangunkan T.O.P.

“Kasihan T.O.P oppa pasti lelah sekali hari ini. T.O.P oppa, T.O.P oppa bangun!” ucap Chello sambil membangunkan T.O.P dengan nada suara yang lembut.

T.O.P pun terbangun dan ia segera bangkit dari sofa menuju kamar mandi namun saat T.O.P menuju lantai atas, Chello mengatakan sesuatu kepada T.O.P.

“T.O.P oppa, piyamanya sudah aku siapkan ya ada diatas tempat tidur.” Ucap Chello.

T.O.P yang mendengar hal tersebut agak kurang mengerti, lalu ia segera ke kamar dan melihat ada piyama pria berwarna hijau, dan ia merasa tidak memilikinya. Dan akhirnya ia mengerti bahwa piyama tersebut disiapkan oleh Chello untuknya. T.O.P pun hanya tersenyum melihat piyama tersebut kemudian ia mandi dan setelah mandi, ia mencoba memakai piyama tersebut.

T.O.P yang merasa lebih segar setelah mandi menghampiri Chello yang berada diruang tamu tepat dilantai bawah. Chello yang menyadari kedatangan T.O.P langsung memalingkan wajah kearah T.O.P dan ia sangat senang sekali T.O.P mau memakai piyama yang telah ia berikan.

“Gomawo, piyama ini sangat nyaman sekali.” Ucap T.O.P

“Ternyata pilihan ku tepat tentang piyama ini.” Ucap Chello bangga dan senang.

T.O.P duduk disamping Chello dan menemani Chello menonton TV. Sebenarnya ada yang ingin sekali Chello katakan kepada T.O.P namun ia agak ragu-ragu untuk menanyakannya. Namun untuk memecahkan keheningan ini, ia harus memulai berbicara pada T.O.P.

“T.O.P Oppa, bagaimana kalau besok kita pergi mengunjungi orang tua ku? Mereka baru pulang dari USA kemarin? Apa kau mau bertemu dengan orang tua ku?” Tanya Chello agak takut dan malu.

“Orang tua mu??? Besok???” balas T.O.P agak terkejut.

“Iya, T.O.P oppa. Mumpung kita ada di Jeju. Aku ingin mengenalkan mu kepada kedua orang tua ku. Mau ya?” Pinta Chello dengan eye puppy.

T.O.P merasa terkejut dan juga takut masalahnya ini bukan seperti cuma bertemu dengan orang tua teman maupun pacar tapi bertemu dengan calon mertua masa depannya. T.O.P sudah jatuh hati kepada Chello dan ia merasa harus menjadikannya miliknya selamanya. Setelah berpikir cukup singkat, ia memberanikan diri menjawab pertanyaan tersebut.

“Baiklah, besok kita bertemu dengan orang tua mu.” Jawab T.O.P

“Gomapseumnida, T.O.P oppa.” Balas Chello dengan senang, sampai senangnya ia tanpa sadar memeluk T.O.P dan membuat T.O.P mendapat serangan kejutan lagi.

“Iiiyaaa…” jawab T.O.P grogi.

Chello yang sadar akan hal yang diperbuatnya secara tiba-tiba memeluk T.O.P, langsung melepaskan pelukan tersebut dan meminta maaf kepada T.O.P.

“Chello-ssi, bagaimana orang tua mu?” Tanya T.O.P

“Orang tua ku baik kok, T.O.P oppa. Mereka pasti senang sekali bertemu dengan T.O.P oppa.” Jawab Chello.

“Aku tau itu maksudku lebih spesifik tentang karakter kedua orang tua mu?” Tanya T.O.P agak khawatir.

“Ehm, omma orang nya sangat baik, perhatian dan sangat welcome dengan semua teman-temanku kalau appa agak sedikit pendiam sih, tapi ia begitu perhatian sama aku maupun saudara-saudara ku dan ia juga welcome kok sama semua teman-teman ku.” Jawab Chello

“Apakah ada sesuatu atau hobi yang disukai oleh orang tua mu?”

“Omma sangat suka sekali memasak, masakan omma sangat enak dan tidak ada bandingannya karena hal tersebut lah yang telah mencuri perhatian appa sehingga ia mau menikahi omma. Appa tidak terlalu suka makan diluar, ia selalu minta masakan omma. Kalau appa, hobi yang paling sangat disukai adalah menanam bunga, appa ku sangat ahli sekali soal bunga. Jadi jangan heran kalau nanti kerumah ku banyak sekali taman bunga.Appa juga pintar sekali bermain gitar dan bernyanyi, mungkin bakat gyeri onnie terwariskan dari ayah.”

“Wah, mendengar cerita mu tentang ommonim dan aboenim sepertinya mereka yang sangat baik dan sederhana. Hah, apakah aku akan disukai oleh mereka ya?” ucap T.O.P penuh kekhawatiran dan menghela napas.

“T.O.P oppa, Gwenchanayo~. Mereka pasti sangat menyukai mu, aku jamin itu.” Ucap Chello memberikan semangat pada T.O.P

“Ommonim dan aboenim, menyukai pria seperti apa?”

“Seperti T.O.P oppa. Baik dan sopan, itu saja cukup kok.”

“Besok aku pakai baju apa ya? Besok kita harus membawakan sesuatu untuk ommonim dan aboenim, Chello-ssi tahu apa yang mereka suka ? biar nanti aku yang belikan.” Tanya T.O.P

“Ehm, masalah pakaian biar nanti aku yang pilihkan dan soal bingkisan aku rasa kita belikan mereka dragon fruit dan jeruk jeju saja. Mereka paling suka sekali itu tapi kita harus memetiknya langsung diperkebunan langganan appa sering membelinya. Perkebunannya dekat kok dari sini.”

“Baiklah kalau begitu, ayo sekarang kita kesana!” ucap T.O.P tanpa memperhatikan kalau sekarang masih malam saking cemasnya memikirkan pertemuan dengan mertuanya besok.

“T.O.P oppa, ini masih malam mana mungkin kita keperkebunan malam-malam gini. Besok pagi sebelum kita pergi bertemu orang tua ku, kita pergi ke perkebunan untuk memetik dragon fruit dan jeruk jejunya ya. Ini sudah malam, ayo kita istirahat di kamar.”

“Hem, Baiklah.” Ucap T.O.P singkat

T.O.P dan Chello menuju kamar mereka di lantai atas dan T.O.P seperti biasa muncul jiwa keusilan atau keromantisannya, secara tiba-tiba menopang atau bisa dibilang menggendong Chello ala bridal style menuju kamar mereka. Chello membantu membukakan pintu kamar dan setelah mereka masuk kekamar T.O.P menutup pintu kamar secara perlahan dengan kakinya dan selanjutnya T.O.P mematikan lampu dan menaruh Chello ditempat tidur secara perlahan dan lembut. Lalu,………………………………………………………………………………………………………

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~0~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~To Be Continue~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~0~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Interview

PD : “ Tadi kalian makan malam bersama di pinggir jalan, apa yang sebenarnya terjadi hingga kalian tertawa?”

T.O.P : “Oh, tadi ahjumma pemilik kedai memberikan selamat atas pernikahan kami dan mendoakan kami untuk segera dapat momongan. Lalu kami mulai bercerita tentang memiliki anak bersama.”

PD : “Jadi kalian berencana untuk program memiliki anak dalam malam pertama honeymoon kalian?”

T.O.P : “Haha, entahlah lihat saja nanti.”

PD : “Bagaimana menurutmu dengan memiliki anak?”

Chello : “Hah? Ternyata kau ingin menanyakan masalah ini. Aku dan T.O.P oppa sangat menyukai anak-anak tapi kami kan baru menikah. Aku masih ingin berduaan dengan T.O.P oppa dulu.”

PD : “Suami mu mengatakan akan berencana untuk program memiliki anak dalam malam pertama honeymoon kalian, bagaimana menurut mu?”

Chello : “Haha, coba saja kalau berani.” Jawab Chello dengan nada menantang dan bercanda.

PD : “Chello-ssi, kau tadi mengungkit masalah mempertemukan suami mu dengan orang tua mu?”

Chello : “Iya, aku memang berencana dari awal untuk memperkenalkan T.O.P oppa kepada orang tua ku.”

PD : “Apakah orang tua mu mengetahui pernikahan mu dengan T.O.P?”

Chello : “Tidak ada yang pernah aku sembunyikan dari orang tua ku, aku sudah mengatakannya dan mereka juga sudah menonton episode perdana WGM, tentu saja mereka tahu.”

PD : “Lalu, Bagaimana pendapat orang tua mu mengenai pernikahan Chello-ssi dengan T.O.P?”

Chello : “Mereka sangat ingin bertemu dengan T.O.P oppa. Orang tua ku sepertinya sangat menyukai T.O.P oppa.”

PD : “Katanya besok kau akan bertemu dengan mertua mu?”

T.O.P : “Memikirkan hal itu aku jadi cemas sekali. Aku tidak menyangka akan secepat ini bertemu dengan mereka. Rasanya aku belum siap tapi aku juga berkeinginan bertemu dengan orang tua nya. Kalau seperti ini, sepertinya aku benar-benar telah menjadi suami Chello-ssi.”

PD : “Apa yang akan kau lakukan saat bertemu dengan mertua mu?”

T.O.P : “Aku belum memikirkannya, aku akan menjadi diriku sendiri nanti saat bertemu dengan aboenim dan ommonim. Berusaha menjadi laki-laki dan suami yang pantas untuk Chello.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Terima kasih sudah membaca, mohon direview ya ^_^

See u next chapter ^_^