Big Mistake (Have We Met Part. 3)Author :           Nam Hee Rin

Genre  :           Sad Romance

Length :           Chaptered

Rating :           T

Cast     :

– Lee Seunghyun (Bigbang)
– Park Hee Ra (OC)
– Another Bigbang Members

 

            Pabo. Hanya kata itu yang berada di kepalaku. Aku melampiaskan kekesalanku dengan menikmati jack daniels ku yang ketiga. Musik yang berdentum keras mulai terdengar sayup-sayup ditelingaku, ya aku memang suka dengan keramaian seperti di klub malam ini tapi sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan minuman beralkohol “Mau bermain ?” Aku menarik tubuh yeoja yang menggodaku ini dan mencium bibirnya kasar, entahlah apa yang merasukiku. Aku bingung, hal ini membuatku sangat kebingungan “Maknae !!!” Aku melepaskan ciumanku dengan yeoja ini dan mencari sumber suara “Aaarh kau siapa ?” Namja yang tidak bisa kukenali wajahnya itu mengusir yeoja pelacur itu dan duduk di sebelahku “Maknae ? Kau kenapa ?” Aku tertawa dan menepuk bahu namja itu pelan “Kau… Tidak lihat aku sedang menikmati malamku yaaang indah ?” Kepalaku terasa berat dan aku mulai mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak jelas, aaah semuanya mulai terlihat gelap… “BRUUUK !!!” “Hoi !!!”

Aku mengerjapkan mataku, mmm aku dimana ? Aku segera bangkit dan menyadari bahwa badanku sudah berada di atas ranjang “Sudah sadarkah ?” “Ah hyung ? Mengapa aku di apartementmu ?” Namja itu menghela nafas panjang “Apa yang kau ingat ?” Aku bersandar pada dinding dan berusaha mengingat apa yang aku lakukan semalam “Hmmm seingatku aku pergi ke klub malam itu dan memesan minum… Lalu aku tidak ingat apa-apa lagi” “Kau mabuk dan pingsan, untung waktu kau akan pingsan aku melihatmu dan menghampirimu sehingga kau tidak melakukan hal menyeramkan yang bisa membuat konflik berdatangan” “Jinjja ? Pabo, aku tidak bisa mengendalikan diriku Taeyang hyung. Ah apa yang kau lakukan di klub itu ?” “Aku hanya sedang ingin mendengarkan musik keras. Kalau kau ? Kau jarang sekali minum minuman beralkohol”

“Gwaenchana…” Taeyang hyung mendekatiku dan menatapku serius “Tentang Hee Ra ?” Sial, dia malah mengingatkanku hal yang ingin kulupakan “Ne” “Bukannya kau sudah berpacaran ?” “TOP hyung mengambilnya” “Mwo ???!!! Jelaskan padaku !!!” Aku menceritakan setiap detail kejadian waktu itu dan mendapat anggukan darinya “Kau terlalu posesif Seungri” “Tapi hyung masalahnya TOP hyung itu kan…” “Ne arrasseo, tapi kau harus menahan amarahmu. Contohlah Hee Ra, dia menahan rasa cemburunya kan ? Padahal siapa tahu diantara para sahabat yeojamu itu ada yang menyukaimu” Taeyang hyung benar, aku terlalu posesif. Aku harus segera memperbaiki masalah ini “Kau harus sedikit menjaga jarak dari sahabat yeojamu itu Panda” Aku segera bangkit dan merapikan bajuku “Mobilku dimana hyung ?” “Sudah kubawa kesini juga kok, tuh kuncinya ada di meja kecil itu” “Gomawo Taeyang hyung, neomu gomawo !!!” “Cheonma, sudah sewajarnya kan hyung harus menjaga dongsaengnya ?” Aku tersenyum mendengar kata-kata manisnya dan segera pergi menuju rumah Hee Ra.

Aku sudah berdiri di depan rumah halmeoni Hee Ra, aku takut halmeoni Hee Ra akan mengusirku tapi memangnya dia sejahat itu ? “TING TONG” Sebelum aku memencet bel untuk yang kedua kalinya tampaklah yeoja yang terlihat sudah berumur pasti itu halmeoni Hee Ra (Yaiyalah) “Mencari siapa ya ?” “Annyeonghaseyo Seungri imnida, aku sedang mencari Hee Ra”

Aku membungkuk sopan dan dia terlihat sedang berfikir dengan memejamkan kedua matanya “HA !!! Kau namja yang sering Hee Ra ceritakan padaku !!!” “Jinjja ?” “Ne, apa kalian berpacaran ?” Aigo halmeoni Hee Ra ternyata ramah juga, aku mengangguk malu dan mendapat senyuman lebar darinya “Gamsahamnida sudah mau bersama Hee Ra, ia sudah mengagumimu sejak dulu. Sejak…” “Ah aku tahu halmeoni, tidak usah diteruskan tidak apa-apa. Tapi apa ada Hee Ra ?” “Hee Ra ? Dia pergi bersama teman namjanya, kalau tidak salah namanya Toples” “Maksud halmeoni TOP ?” “Ah iya mungkin itu, aku lupa. Katanya mereka mau pergi ke toko buku yang terletak dekat taman kota” “Oh seperti itu, gamsahamnida halmeoni !!! Aku pergi dulu !!!” Dia melambaikan tangannya dan tersenyum melihatku yang berlalu dengan mobil jaguar hitamku. TOP hyung sialan, tapi kenapa nama TOP hyung jadi Toples ?

Aku sampai di depan toko buku dan mencari-cari mobil TOP hyung, mana ya ? Aku berputar-putar mengelilingi tempat parkir dan nihil. Aigo pabo !!! Sampai kepalaku botak aku juga tidak akan menemukannya !!! TOP hyung kan tidak bisa menyetir !!! Aku segera masuk ke toko buku dan mencari Hee Ra di tempat komik, dia suka komik “Kau suka komik pertarungan juga ya ?” Itu suara TOP hyung. Aku langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati TOP hyung mengobrol ria dengan yeojachinguku. Eh Hee Ra melihat kearahku !!! Aku segera mengambil buku yang berada didekatku dan pura-pura membacanya sambil memunggungi mereka, saat aku menoleh mereka sudah tidak ada. Mereka ke kasir dan segera pergi sambil tetap mengobrol ria, awas saja kau sampai memegang tangan yeojaku TOP hyung !!!

Aku mengikuti mereka yang sedang berjalan beriringan, entahlah mereka mau kemana. Aku yang memang kebetulan sedang menggunakan jaket dan masker membuat mereka tidak menyadari kehadiranku. Aku hanya bisa menahan hasratku untuk tidak menghajar TOP hyung. Tatapanku hanya mengarah pada mereka, ya aku tidak ingin ada hal yang mereka lakukan saat aku memalingkan wajahku. Mobilku masih aku parkirkan di tempat parkir toko buku tadi sehingga aku bisa leluasa mengikuti mereka “Hei awas awas !!!” “Heeei pergi dari situ !!!” “MINGGIR !!!” Kenapa banyak orang berteriak ? Aku menoleh dan tiba-tiba saja “BRAAAK !!!” “AAARGH !!!” “MEOOONG !!!” (Meong ?)

Aku dimana ? Kenapa gelap sekali ? “Yeobo” Hah siapa yeoja yang memanggilku seperti itu ? Hee Ra yang yeojachinguku tidak pernah memanggilku seperti itu. Wae ? Aku tidak bisa berkata-kata apapun, “Yeobo” Dia terus memanggilku, nugu ? Tiba-tiba aku melihat secercah cahaya, makin terang, makin terang, makin terang. “O-o-oppa sudah sadar ?” Aku melihat wajah Hee Ra yang sudah berada tepat di depan wajahku “Mmmh”… Aku mendapati masker udara di wajahku dan berusaha melepaskannya “Ani oppa, kau perlu ini” Tangan Hee Ra menarik tanganku dan menggenggamnya erat. Kenapa aku berada di sebuah ruangan rumah sakit ?

Aku melihat setiap sudut ruangan dan mendapati hanya ada kami berdua di ruangan ini. Aku mendapati tangan kananku yang dibalut gips, apa tanganku patah ?

Aku berusaha bangkit dan merasakan nyeri di sekujur tubuhku “Oppa jangan bangkit dulu, kembalilah berbaring” Aku merebahkan tubuhku lagi dan melepaskan masker udaraku “H-H-Hee Ra… Mianhae, waktu itu aku sangat cemburu. A-a-aku t-t-tidak bisa mengendalikan diriku… Jebal… M-m-maafkan aku, a-a-aku j-j-janji a-a-akan sedikit m-m-menjaga j-j-jarak dengan t-t-teman yeojaku…” Nafasku tersengal dan aku menggenggam tangannya erat “Gwaenchana oppa… Mianhae, waktu itu TOP hanya mencium telapak tanganku sebagai teman… Dia hanya menceritakan kisah kita dulu sebelum aku mengalami kecelakaan…” Aku terkejut “TOP hyung m-m-menceritakan s-s-semuanya pa-pa-padamu ?” Dia mengangguk. Ah TOP hyung… Gomawo… “Ekh…” Aku merasakan sakit di jantungku dan mataku mulai terpejam “Oppa !!! Oppa !!! Bertahan !!! Jebal !!! Akan kupanggilkan dokter !!! Oppa !!!” Aku melihat air mata turun dari pipinya, setidaknya sebelum mati aku bisa melihat tangisannya untukku… Hahaha…

Aku membuka mataku, aku dimana ? Ah aku masih berada diatas ranjang rumah sakit lengkap dengan masker udaraku “CKLEK” Tiba-tiba seorang namja masuk dengan yeoja dirangkulannya. OMO ITU TOP HYUNG DAN HEE RA !!! Andwae, mereka kini saling berhadapan. TOP hyung memajukan wajahnya ke wajah Hee Ra, makin dekat, makin dekat, makin dekat, ANDWAE !!! “ANDWAE !!!” Aku langsung bangkit dan berteriak, aku melihat orang-orang yang berada di sekitarku. Mereka adalah seorang dokter dan beberapa perawat, mereka membelalakan mata. Aku melihat dokter memegang alat kejut, apa aku tadi sudah mati ? Aku menyadari wajahku sudah tidak dipasangkan masker udara lagi “A-a-apa yang terjadi ?” “HWAAAA !!!” Kenapa mereka semua berteriak ?

“Hahahaha jinjja ?” GD hyung tertawa lepas saat Hee Ra menceritakan ‘Keajaiban’ yang terjadi padaku “Memangnya kenapa kau bisa tiba-tiba bangun dan berteriak tadi ?” Aku menatap Daesung hyung dengan wajah memerah “Aaah itu rahasia…” “Pasti kau melihat yeoja seksi kan ?” “TOP hyung !!! Aku tidak separah itu !!!” Aish hyungku ini senang sekali mempermalukan aku… Mana ada Hee Ra lagi, bisa-bisa imageku jelek dimata Hee Ra “Haaa itu kan wajar saja TOP oppa, dia kan namja” Semua orang di ruangan ini menatap Hee Ra yang mengucapkan kalimat tadi dengan santai “A-a-ada apa ?” Sekarang aku dan para hyungku saling menatap dan tertawa bersama “Hahahaha kau beruntung Panda !!!” Aku melirik Taeyang hyung dan mulai tertawa lagi. Untung saja Hee Ra tidak beramsumsi buruk tentang diriku.

“Hmmm~” Aku menikmati udara segar yang menyapaku, aku memandangi matahari yang menyinari kami “Hee Ra kau tidak capek membawaku mengelilingi taman rumah sakit ini ?” Yeoja itu tetap mendorong kursi rodaku “Berhentilah sebentar…” “Baiklah oppa” Sekarang dia duduk di bangku taman dengan aku di depan hadapannya. Dia sangat perhatian, sudah 2 minggu ini aku dirawat dan dia selalu menemaniku. Saat dia kuliah eommaku yang bergantian menemaniku. Keadaanku memang berangsur pulih tapi aku enggan keluar dari rumah sakit untuk menjalani kehidupanku lagi, berita kecelakaanku dan pingsannya aku di bar sudah tersebar luas sekuat apapun Yang Hyun Suk appa menutupinya. Dan akhirnya indetitas Hee Ra telah dikenal akibat ulah para netizen, sialan…

Alhasil Hee Ra harus berhati-hati apabila berada di dunia luar atau para sasaeng fans akan menyakitinya. Tapi tidak semua fansku seperti itu, banyak dari mereka yang mendukungku dan mengirimkan aku bermacam-macam bingkisan seperti boneka, vitamin atau bahkan beberapa dari mereka menjengukku.

Aku mencintai mereka, mungkin tanpa mereka aku tidak akan cepat pulih “Oppa” Panggilan Hee Ra membuatku tersadar dari lamunanku “Apa sebaiknya kita putus ?” Eh apa aku tidak salah dengar ? Bisa diulangi ? “Sepertinya aku hanya menambahkan beban oppa” “Ani, kalau kita putus itu malah menambahkan beban oppa” Dia mengernyit, lucu sekali “Tapi kan… Oppa harus menyelesaikan 3 masalah sekaligus, pasti fansmu akan kecewa sekali kalau mengetahuinya…” “Kalau dia benar-benar fansku yang tulus, dia pasti akan selalu mendukungku chagi” Dia diam “Jangan-jangan justru kau yang ingin pisah dariku karena tidak tahan dengan keadaan ini ?” Lagi-lagi dia terdiam, cepatlah jawab dengan jawaban yang manis Hee Ra… “Ani, karena aku adalah fansmu yang tulus, yeobo” Akhirnya… Dia memanggilku yeobo lagi sejak kecelakaan itu. Aku memajukan wajahku untuk dekat dengan wajahnya dan dia menutup mata, sedikit lagi… “MAKNAE ~” Aku menjauhkan wajahku dan menoleh kearah GD hyung dan Daesung hyung yang melambaikan tangannya di seberang sana. Aish hyung !!! Padahal sedikit lagi !!!

“Kau bisa pulang besok maknae” Ucapan Daesung hyung membuatku lemas, aku tidak mau kembali. Aku mau disini, terus disini “CKLEK” Namja yang barusan masuk itu mendekatiku dan tersenyum “Akhirnya kau boleh pulang !!!” Aaaah jangan ucapkan kata-kata ‘Pulang’ lagi juseyo !!! “Ah maknae aku harus menyusul GD hyung ke dorm. Mianhae !!!” Daesung hyung memelukku singkat dan berlari keluar dari ruangan.

GD hyung sudah kembali ke dorm lebih dulu untuk mempersiapkan konser solo pertamanya sama seperti Daesung hyung, TOP hyung sedang beristirahat setelah syuting filmnya selesai dan Taeyang hyung tidak bisa datang karena sedang merencanakan pembuatan album barunya. Aku merasa tidak enak mengganggu waktu sibuk mereka tapi aku senang hyungku sangat perhatian hahaha~ “Hee Ra mana ?” “Dia sudah pergi kuliah, mianhae TOP hyung kau harus menggantikan eommaku” “Gwaencaha, seorang hyung memang harus menjaga dongsaengnya kan ?” Aku tersenyum mendengar kata-kata manisnya, seperti yang diucapkan Taeyang hyung “Ah geunde… Kau masih kesal padaku ?” “Hah ? Ani !!! Waktu itu aku hanya cemburu TOP hyung, tapi aku tidak kesal padamu. Kan aku menyayangimu” TOP hyung tersenyum “Kau mau aku cium ?” “Hwa TOP hyung aku saja belum sembuh kau malah seperti itu” Dia tertawa dan menaruh tubuhnya di atas ranjangku “Geser.”

Aku menurut, untungnya ranjang ini cukup besar “Kau tahu ? Aku rindu disaat Bigbang melakukan pekerjaan bersama” Aku mengangguk, ya aku juga rindu saat-saat itu. Hyungku sudah melakukan berbagai aktivitas solo mereka tapi aku belum sama sekali, aku merasa tidak siap “Nado hyung” “Ah bagaimana dengan berita kecelakaan dan mabukmu itu ?”

Sekarang TOP hyung memutar tubuhnya agar berhadapan dengan tubuhku “Molla hyung, ingin rasanya aku tidak kunjung pulih agar tetap disini. Menghindari semua masalah itu” “Kau tidak boleh seperti itu, kau cukup membuat konferensi pers dan menjelaskan semuanya” “Tapi kalau berita soal Hee Ra itu…” “Kau harus jujur, ingat kejadian Se7en hyung dan Park Han Byul-ssi ?” TOP hyung benar, aku harus kuat. Ini sebuah tantangan. Aku memeluk TOP hyung erat dan dia hanya menepuk-nepuk kepalaku pelan “Gomawo hyung, neomu gomawo…”

Aku menatap kosong, entahlah apa yang kutatapi. Aku sudah keluar dari rumah sakit hari ini dan sekarang aku di Gwangju, rumahku yang sebenarnya. Aku bingung bagaimana aku harus menatap para media massa dan fans-fansku, aku tidak ingin para fansku benar-benar kecewa. Lee Seunghyun pabo, aku terlalu ceroboh… Tapi eottokhae ? Semuanya sudah terjadi “Drrrt… Drrrt…” Handphoneku bergetar, ada telefon dari manajerku “Yeoboseyo ?” “Seungri-ya !!! Aku sudah ada di depan rumahmu, kajja kita ke tempat konferensi” “Chakkaman” Dengan tangan yang masih terbalut gips aku berlari menuju depan rumahku dan masuk kedalam mobil jaguar hitamku itu “Kajja” Dan tanpa banyak komentar kami segera melesat menuju tempat konferensi.

Aku duduk disamping manajerku, ruangan ini tampak sudah penuh dengan para media massa dan beberapa perwakilan fans. Aku memberanikan diriku menatap mata mereka dan menahan air mataku, aku harus kuat.

Manajerku mengucapkan beberapa kalimat pembuka, jangan cepat-cepat manajer… “Dan sekarang saatnya Seungri untuk menjelaskan semuanya kepada kalian” GLEK tenggorokanku kering, suaraku tertahan tapi aku harus bicara “Annyeonghaseyo semuanya…” Semua orang menjawab sapaanku dan suasana kembali hening “Jadi begini… Aku akan menjelaskannya satu persatu, jadi tolong dengarkan baik-baik agar tidak terjadi kesalah pahaman” “Soal kejadian memalukanku di bar waktu itu… Jeosonghamnida, aku benar-benar di luar kendali” “Apa alasanmu sampai melakukan hal itu Seungri-ssi ?” Salah satu wartawan menyela penjelasanku dan itu membuatku sedikit kesal “Jebal, aku belum selesai. Jadi saat itu aku benar-benar sedang frustasi dan kehilangan arah sehingga aku meminum beberapa minuman keras dan itu membuatku kehilangan kendali atas diriku sendiri” “Wae ?” Beberapa wartawan mulai gencar menanyaiku “Karena aku manusia biasa. Aku juga punya masalah yang membuatku kehilangan akal sehatku dan membuatku melakukan segala cara untuk melupakannya. Neomu jeosonghamnida kalau ada pihak yang dirugikan karena perilakuku waktu itu”

Semuanya terlihat puas dengan penjelasanku “Selanjutnya tentang kecelakaan waktu itu, mungkin itu bukan suatu masalah tapi aku ingin menjelaskannya. Saat itu aku sedang berjalan-jalan dan tiba-tiba sebuah mobil yang kehilangan arah karena rem yang tidak berfungsi dengan baik menghantam sisi kanan jalan dan aku hanya terhantam sisi mobil itu sehingga hanya lenganku yang terluka parah. Aku tidak menyalahkan sang pengemudi jadi masalah ini tidak semestinya menjadi panjang” Sekali lagi semua orang yang hadir terlihat puas “Dan terakhir… Berita saya dengan seorang yeoja” Hening, aku bingung apa yang harus kuucapkan. Haruskah aku jujur ? Atau aku harus memberikan kebohongan agar fansku tidak kecewa ? “Dia… Dia… Yeojachingu saya” “Seungri-ssi !!! Bagaimana kalian bisa bersama ?” “KYAAA !!! AKU TIDAK RELA !!!” “Seungri-ssi !!! Sudah berapa lama kalian bersama ?” Yap, reaksi mereka sudah bisa kutebak.

-To Be Continued-