--2 (1)Title       : SCENE #5 ACT AND REACT

Author      : diff

Main Cast   : Park Sandara (sebagai aku), Kwon Jiyong (sebagai kamu)

Cameo       : Choi Seunghyun

Length      : Chapter(s)

Rate        : General, Romance

Disclaimer  : Terima kasih untuk teh Rina yang sudah ‘memaksa’ saya membuat cerita ini

 

Kembali mengatakan, meskipun seharusnya saya melihat dari sudut pandang orang lain, tapi lagi-lagi saya justru curhat sendiri… >.<

Semoga pada semakin nyaman baca cerita ini.. nggak berharap muluk2 kok,, cuman pengen ngebagi cerita saja.. karena menurut saya “Berkhayal itu nggak salah dan berbagi khayalan itu juga nggak masalah,”

Terima kasih mimin yang baik #peluk cium mimin xoxo

Enjoy dengan cerita ini yaaa… ^o^/

Apa-apaan ini? Kenapa kamu membiarkan orang lain tahu tapi aku tidak kamu beritahu langsung? Sebenarnya kamu anggap apa aku ini?

Aku tidak menuntutmu untuk memberitahuku semua tentangmu. Hanya saja, ini juga menyangkut tentangku, jadi seharusnya aku juga berhak untuk tahu dari kamu langsung. Bukan karena pembicaraan beantai seperti ini..

=.=.=

“Jiyong benar-benar terbutakan olehmu, Dara.” Kata Seunghyun dengan nada tak sabar. Sepertinya dia beranggapan berita yang dia sampaikan ini harus segera kuketahui.

Kupaksa otakku memberikan perintah pada jantung untuk tidak merespon kelenjar adrenalin berlebihan, agar tidak memacu keringat dingin keluar, serta menjaga agar suaraku tidak bergetar. Untuk menyempurnakan semuanya, kusetel wajahku pada modus normal.

“Segala yang dia lakukan atau katakan berorientasi padamu.” Lanjutnya tidak sabar, karena aku tidak memberikan reaksi apapun.

“Ingat, ketika kita berbeda pendapat tentang lokasi sampel. Sebelum kamu berkata apapun, dia salah satu yang bersikeras tidak mau melakukannya dari pintu ke pintu. Tapi lihat setelah kamu berargumen, dia hanya mengangguk dengan mata menatapmu lekat.”

Oh, jadi itu.

“Dan dia membisikkan alasannya padaku, bahwa dia tidak mau menentangmu.”

Final. Seunghyun tidak melanjutkan ceritanya. Baginya itu adalah bagian klimaks penutup. Tinggal aku yang tercenung sendiri, memikirkan semua ucapan Seunghyun.

Sungguh, kamu benar-benar menyebalkan.

=.=.=

Aku tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana padamu. Sesaat lalu saat aku menahan diri untuk tidak berkata apapun padamu, jujur kukatakan aku menrindukanmu. Bagaimana kalau aku benar-benar mencurimu dari kekasihmu? Apakah kamu akan memandangku negatif karena telah menggodamu dan menjauhkanmu dari manusia cantik yang selama ini menjadi kekasih hatimu?

=.=.=

“Dara, coba cek kuisioner yang sudah kususun, apakah sudah cukup?” tanyamu dengan nada biasa-biasa saja. Seolah kamu tidak pernah membisikkan apapun kepada Seunghyun.

Kuterima file yang kamu berikan, “Cukup. Mungkin kalimatnya bisa lebih disederhanakan.” Kataku dengan nada biasa-biasa saja. Seolah aku tidak pernah mendengar apapun dari Seunghyun.

Kenapa kamu bersikap seperti ini padaku?

“Ada yang mau kamu sampaikan lagi?” tanyaku.

Kamu menggeleng.

Baiklah, kalau itu maumu. Aku juga akan mengimbangi sikapmu padaku, seperti kamu mengimbangi sikapku waktu itu.

“Baiklah, kalu gitu aku duluan ya.” Kubereskan barang-barangku dan memasukkannya ke dalam tas.

“Dara,” panggilanmu menghentikan langkahku.

Aku berbalik, menghadapmu, menunggu kelanjutan apa yang akan kamu katakan.

Diam.

“Ada apa?” akhirnya aku bertanya karena kamu terlalu lama membuatku menunggu.

Kamu masih diam.

“Tidak, aku lupa apa yang mau kukatakan.”

“Oh, oke.”

Aku kembali berbalik dan secepat mungkin berlalu dari hadapamu.

“Dara.” Kamu kembali memanggilku.

Aku meneruskan langkahku. Tidak lagi berbalik untukmu.

“Dara.” Kurasa panggilanmu hanya ada dalam imajinasiku.

=.=.=

Kesekian kalinya aku menangis karenamu. Aku lelah. Tolong hentikan semuanya kalau kamu memang berniat memulai apapun. Karena aku tidak pernah berpikir untuk memulai lebih dulu.

=.=.=

To be continue

 

Pendek ya??

Iklan