G_DRAGON__HEARTbreaker_by_nichkhunnie_conew1Author : Raechell

Title : My HeartBreaker

Main-cast:

  • Kwon Ji yong (G-dragon) – Bigbang
  • Sandara Park (Dara) – 2NE1

Others     :

  • Lee Seung hyun (Seungri) – Bigbang
  • Choi Seung hyun (T.O.P) – Bigbang
  • Park Bom (Bom) – 2ne1
  • Dong young bae (Taeyang) – Bigbang

(Masih akan bertambah di setiap chapter nya – so, stay tune! ;D )

Genre/rating/length : Romance, Comedy, School life

Disclaimer : Please respect, no plagiat

twitter : @asdfjkrae88

 

 

My Heartbreaker Chp 4

 

“Bommie-ah!” Teriak dara ketika sampai ke kelasnya. Entah kenapa hari ini dara terlihat lebih ceria dari biasanya.

 

“Eoh, dara-ah, kau kenapa?” Tanya bom bingung.

 

“Wae? Apa yang aneh?” Dara malah balas bertanya.

 

“Tidak, kau hanya terlihat sedikit lebih ceria dan… Lebih rapih hari ini,” kata Bom masih dengan ekspresi bingung. Dara hanya membalas dengan senyum lebar yang tidak bisa di deskripsikan.

 

“Sniff.. Omoo, dara.. Apa kau memakai parfum?” Tanya Bom dan kali ini, rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Dara masih juga belum menjawab, hanya tersenyum lebar – dan masih tidak bisa di deskripsikan.

 

“Dara-ahh! Kau kenapa?!” Tanya bom panik lalu mengguncang-guncang tubuh dara yang mungil.

 

“Wae wae wae?! Aku … Hanya mencoba tampil berbeda,” jawab dara akhirnya.

 

“Yah, dara! Apa yang terjadi? Apa ada yang mengajakmu berkencan? Cepat ceritakan padaku!” Tanya bom penasaran lalu menggenggam tangan dara dan melihatnya dengan tatapan penuh rasa keingin tahuan yang kuat.

 

“Bommie-ah! Tidak ada apa-apa, sungguh..” Jawab dara lalu mengacungkan ke dua jari nya membentuk tanda ‘peace’.

 

“Hey! Kita sudah bersahabat dari kecil, kau tak bisa membohongiku! Ini pertama kalinya aku melihat kau seperti ini. Dara-yah, apa kau sedang jatuh cinta?”

 

DANG! Muka dara langsung memerah dan pipinya terasa panas. “Tidak, tidak mungkin! Jatuh cinta dengan siapa? Kau jangan bodoh, bom..” Jawab dara mengelak. Dia sendiri masih belum tau perasannya… Apa ini bisa di sebut jatuh cinta?

 

“Dara, kau jangan bohong! Gelagatmu kelihatan seperti kau sedang jatuh cinta tahu! Hey, jangan-jangan kau…”

 

“Sandara… Ada yang mencarimu…” Kata Minzy tiba-tiba membuat kata-kata Bom terpotong.

 

“Ah, ye..” Jawab dara lalu keluar kelas.

 

“Annyeongaseo dara-ssi…”

 

***

 

Sandara’s POV

 

Hari ini, banyak sekali kejadian aneh – menurutku. Aku cukup banyak bermain-main dengan otak dan pikiranku, seperti yang ku lakukan sekarang. Entahlah, mungkin ini yang di sebut “galau”. Sesaat, terbersit perkataan Bom tadi pagi. Apa mungkin… Aku jatuh cinta? Tapi… Kepada siapa?

 

Aku memejamkan mataku beberapa detik dan menghempaskan diri ku ke kasur. Merentangkan tangan lebar-lebar dan melepaskan seluruh penatku. Haaah, lelah sekali… Ji yong sunbae?! Aku membuka mataku dengan segera. Barusan, kenapa dia muncul di pikiranku?!

 

Oh tidak… Kurasa ini efek samping dari kecapekan. Ya, itu hanya karena aku lelah hari ini. Aku memejamkan mataku lagi dan mulai mengingat kejadian tadi siang.

 

“Annyeongaseo dara-ssi….” Dia, seungri anak kelas 1-3 kan? Untuk apa dia mencariku?

 

“Ah… Ye, annyeong…” Kata ku balas menyapa.

 

Dia menunjukan senyumnya selebar mungkin dan memperkenalkan dirinya. Sebetulnya, dia tidak perlu repot-repot mengenalkan dirinya padaku, dia cukup populer di kalangan yeoja-yeoja, dan kurasa… Hampir setiap hari yeoja di kelasku membicarakan dia. Mereka bilang, seungri sangat imut di lengkapi dengan mata pandanya yang khas. Malah, ada yang berlebihan sampai histeris kalau sedang membicarakan seungri. Anehnya, untuk apa dia mencariku?

 

Aku hanya tersenyum dan berkata kepadanya bahwa aku sudah tau namanya sehingga dia seharusnya tidak perlu repot-repot memperkenalkan diri. Dia hanya tertawa kecil lalu tersenyum. Perlu ku akui, senyumnya memang sangat manis. Aku yang bingung hanya dapat menatapnya dengan tatapan kosong.

 

“Kau pasti bingung kenapa aku mencarimu,” kata nya seperti bisa membaca pikiranku. “Dan kau pasti akan berpikir darimana aku bisa tahu apa yang sedang kau pikirkan, apa aku bisa membaca pikiranmu atau tidak..” Untuk kedua kalinya, dia berhasil menebak apa yang sedang ku pikirkan. “Itu tertulis di wajahmu,” katanya. Aku jadi salah tingkah dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

 

Dia tertawa lagi, “dara-ssi… Bisakah kita berteman?” Katanya.

 

“Mwo??” Kataku kaget.

 

“Waeyeo? Kau tidak usah kaget seperti itu, aku kan hanya mengajakmu berteman bukan berkencan. Kau tenang saja,” kata seungri membuatku tertawa kecil.

 

“Memangnya siapa yang berfikir kau akan mengajakku berkencan? Kau jangan bodoh…” Kataku sambil tertawa dan tanpa sadar menepuk bahunya. “Eoh, mianhae yeo..” Kataku setelah sadar aku telah memukulnya padahal kami baru saja kenal. Ya Tuhan, dara, kenapa sifat tomboy mu belum juga berubah…

 

“Aniyeo, aku tidak mau memaafkanmu…” Katanya sambil tersenyum. “Sebelum kau menyetujui untuk jadi temanku,” lanjutnya.

 

“W..wae? Seungri-ssi.. Kenapa kau ingin jadi temanku?” Tanyaku bingung.

 

Dia tertawa kecil. “Kalau ku katakan alasannya, kau pasti tidak mau berteman denganku..” Jawabnya.

 

“Tidak, apapun alasan mu.. Aku mau jadi temanmu. Cepat katakan!” Kataku memaksa.

 

Seungri berdehem sebentar lalu tersenyum, “kau manis…” Katanya.

 

TIDAK!!!! Aku terbangun dari tempat tidurku dan segera duduk. Aku bisa merasakan pipi ku panas sekarang… Oh tidak! Ini gila, dia… Maupun aku benar-benar sudah gila!

 

“Dara…” Teriak umma memanggilku.

 

“Ne eommanim, waeyeo?” Kataku yang sekarang sudah ada di anak tangga ketiga dari atas dan melihat ke ruang tamu bawah. Kurasa, aku telah berlari secepat mungkin dari kamarku ke tempat aku berdiri sekarang….. 80km/jam!

 

“Kau tolong belikan ayam ya, besok kita tidak ada persediaan, uangnya di atas kulkas. Oh ya, dara… Sepedamu tadi di pinjam tetangga. Kau pergi jalan kaki saja ya?” Kata umma. Jalan kata nya? Aku menghela nafas panjang. Toko ayam itu jauh sekali! Setidaknya, kalau naik sepeda itu tidak akan terasa jauh.

 

“Eommanim…..” Kataku manja sambil merangkul lengan kiri umma.

 

“Tidak, dara. Tidak ada waktu untuk bermanja-manja. Ayo cepat, nanti keburu tutup tokonya,” kata umma yang masih sibuk memotong sayur.

 

“Ne….” Kataku malas-malasan.