H

Author            : Zhie

Main Cast       :

  • Kwon Jiyong (23 TH)
  • Park Sandara (25 Th)

Support Cast :

  • Lee Donghae (27 Th)
  • Jessica Jung (22 Th)
  • Nam Gyu Ri (18 Th)
  • Lee Seung Hyun (18 Th)
  • Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

 

Jangan kembali berbalik melihatku

Karena ku tak mau kau tau

Begitu rapuhnya aku

 

Seorang yeoja dan namja duduk di sebuah bangku panjang menatap danau yang tenang di hadapan mereka dengan pikiran mereka masing-masing, sampai salah satu dari mereka memulai pembicaraan.

“Dara-yah…!”

“Ne, Oppa..” Yeoja itu menatap namja yang selama ini sangat dirindukannya.

“Kau tentu sudah tau, banyak aturan yang harus ku patuhi saat ini …dan aku tidak ingin mempunyai skandal atau berita mengenai masalah pribadi.”

“Ne, aku tahu itu Oppa.” Jawab yeoja itu.

“Saat ini…semua pintu telah terbuka untukku, itu merupakan kesempatan besar dan aku tidak ingin membuang satu kesempatanpun.” Ucap Namja menatap jauh kedepan, mengabaikan tatapan yeoja yang duduk disampingnya.“Oleh karena itu-“ Terdengar helaan nafas panjang dari namja sebelum ia meneruskan ucapannya. “Mianhe.”

“Wae…?” …..”Wae…Oppa?”

“Mianhe,,karena aku tidak bisa berada disampingmu.”

“Oppa…kau tidak usah memikirkanku,keberhasilanmu saat ini merupakan hasil kerja keras selama bertahun-tahun, aku tidak akan menuntut keberadaan Oppa kapanpun itu.”

“Aku tahu, kau selalu mengerti aku dan mendukungku selama ini…karena itu bolehkan aku meminta satu pengertian lagi darimu Dara-yah?”Namja itu membalas tatapan yeoja disebelahnya.

“Ne..”

“Bisa kita akhiri hubungan ini.”Ucapan Namja itu cepat tapi terdengar jelas bagi yeoja yang seakan tak percaya.

“Oppa…Wae, Oppa?”

“Mianhe Dara, aku tak ingin merasa susah dengan hubungan kita…mianhe, mianhe karena aku memutuskan hal ini..aku ingin fokus dengan karirku dara….Araesso?” yeoja itu hanya diam berusaha menahan air matanya, Namja itupun melepaskan cincin di jarinya dan memberikan ke telapak tangan yeoja disampingya, “Simpanlah ini, aku tak bisa lagi memakainya….Dara, mianhe..ini yang terbaik buat kita.” Lanjut Namja itu menunggu yeoja itu bersuara.

“Donghae-shi, cepatlah kita harus kembali ke Seoul sekarang juga!” Panggil Ajhussi yang tak lain adalah manager dari namja yang bernama Lee Donghae itu.

“Ne,,,,aku akan segera kesana.”Jawab Namja itu cepat, iapun kembali menatap yeoja yang sedari tadi diam.

“Pergilah.” Ucap yeoja itu singkat

“Dara-yah“

“Pergilah Oppa!”

“Mianhe Dara.” Ucap Namja itu lirih sebelum melangkah pergi meninggalkan yeoja yang masih duduk ditempatnya, air mata mulai menetes setelah kepergian namjachingunya itu. Park Sandara nama yeoja itu, ia sungguh tidak mengerti apa yang namja itu pikirkan. Hubungan yang dibangun selama ± 5 tahun kini harus disudahi karena keinginan sepihak. Ia tak tahu harus meminta penjelasan seperti apa, ia hanya bisa diam dengan air mata yang terus mengalir deras diiringi dengan rintik hujan yang mulai turun seolah turut mengerti apa yang ia rasakan…tak ada yang bisa ia perbuat…kini hanya sebuah cincin yang ia genggam kuat ditelapak tangannya,

“Saranghae Oppa.”Ucap yeoja itu lirih di sela isak tangisnya.

 

3 Tahun berlalu……

 

Dara POV

 

Aku terkejut saat desaku didatangi oleh orang-orang dari kota dengan perlengkapan syutingnya, bukankah ini hebat ….baru kali ini aku dapat melihat proses syuting secara langsung. Kya ….aku ingin melihatnya, tapi saat aku menyadari pekerjaan belumlah usai dengan terpaksa ku tinggalkan lokasi syuting ini…kembali ke rutinitas semula, mengantarkan susu dan beberapa kotak biskuit ini kepada pemesannya. Ku kayuh sepedaku dengan kecepatan tinggi…hanya tinggal beberapa rumah lagi.

“Hwaiting Dara!”Ucapku dengan semangat seperti biasa. “Annyeonghaseyo…Ajummha, mianhe..aku terlambat hari ini.”Ucapku seraya membungkukkan badan sebagai permintaan maaf ku terlambat mengantarkan pesanannya, dan memberikan  sebotol susu serta sekotak biskuit kepadanya. Kalian tau Pulau Deungdaeseom ini terkenal dengan ke khasan kue biskuitnya, jadi salah satu yang tidak boleh terlewati saat mengunjungi pulau ini adalah mencicipi kue biscuit khas Deungdaeseom.

Gwenchanayo Dara-yah, letakkan saja di meja…aku tidak bisa menghentikan pekerjaanku.”Aku tersenyum melihat wanita separuh baya yang sibuk menyelesaikan rajutannya.

“Apa itu sebuah syal Ajummha?”

“Ne…jika dia pulang aku akan memberikannya. Donghaeku akan menyukainya…bukan begitu Dara-yah?”Aku hanya tersenyum membalasnya dengan anggukan, Lee Donghae…sebegitu sibuknyakah dirimu disana? Kau pikir dengan hanya mengirimkan uang, apa bisa mengobati rindu Ibumu.

“Ajumma,,aku harus melanjutkan pekerjaanku. Aku akan pergi sekarang.”

“Ne…hati-hatilah Dara-yah, jangan mengendarai sepedamu seperti kau akan mendahului seekor kuda.”

“Kekeke….Ne, Ajumma. Danyeo ogessemnida.” Ucapnya berpamitan pada Ajumma yang sudah ku anggap seperti Eommaku sendiri, walaupun ia tahu hubunganku dengan Donghae telah berakhir, ia tidak berubah dalam memperlakukanku…aku harap Donghae dapat segera datang mengunjunginya, Ajumma pasti senang. Ku kayuh sepedaku menuruni bukit, dengan laju yang maksimal sampai aku terkejut ada seseorang yang tiba-tiba menghalangi laju sepedaku.

“Awas.” Teriakku, tapi terlambat.

BRUUK

“Aish,,,Aigo.” Aku berusaha menyingkirkan sepeda ini dari badanku…dan saat aku sudah dapat menopang tubuhku, kulihat seorang namja tertelungkup tak jauh dari tempatku.”Ottokhe..apa yang terjadi padanya?”Ucapku panik menghampirinya yang tidak bergerak, kubalikkan badannya untuk mengetahui keadaannya. Betapa terkejutnya aku melihat luka dengan sedikit mengeluarkan darah di dahinya..dapat kutebak ia menghantam batu dengan keras, tak kupikirkan tabrakan tadi membuatnya jatuh tersungkur seperti ini. “Ottoke,,,apa yang harus kulakukan…”Kupandangi wajahnya yang sangat asing dimataku, tak pernah kulihat namja ini sebelumnya…dia laki-laki yang manis, itulah pikirku sekilas.

“Hei, sadarlah…komohon sadarlah!”Ucapku tak tau harus berbuat apa, karena saat itu tidak ada siapapun yang bisa kumintai pertolongan, dan tak berapa lama bisa kulihat ia mulai membuka matanya. “Kau sadar,,,apa kau baik-baik saja?”

 

 

Jiyong POV

 

Kulihat seorang yeoja menatap cemas saatku membuka mata, matanya yang indah memantulkan sebuah aura ketulusan yang bisa menenangkan siapapun yang menatapnya.

“Kau sadar,,,apa kau baik-baik saja?” Tanyanya kemudian, suaranya pun terdengar sangat indah ditelingaku, siapa dia…apa dia seorang malaikat, akupun hanya bisa tersenyum memberi jawaban bahwa aku baik-baik saja, kucoba tuk duduk dengan dia yang berusaha membantuku. “Mianhe.” Ucapnya kemudian. “Mianhe, karena telah menabrakmu…aku benar-benar tidak sengaja.” Kutatap yeoja itu sekilas, kali ini aku sudah sadar sepenuhnya. Sadar dengan apa yang baru saja terjadi dan ku mulai merasakan nyeri di dahiku, betapa terkejutnya aku dahiku terluka cukup serius…kutatap matanya lekat-lekat.

“Kau bertanggung jawab atas semua ini, apa kau tahu itu?”Ucapku perlahan membuat ia tidak berani menatapku.

“Ne, mian hamnida.”

“Aish, luka ini tidak akan bisa ditutupi oleh make up terbaik sekalipun.”

“Wae…?”

“Apa kau tidak tau siapa diriku, Hah?”Ucapku meninggikan suara, inilah aku disaat kesadaranku telah pulih….seseorang yang berbakat di bidang akting dan vocal, tak ada yang meragukan kehebatanku dalam dua bidang itu, seorang Kwon Jiyong..aktris korea berbakat dan saat kusadari itu…keangkuhanku mulai kembali menguasai diriku. Kulihat yeoja itu menggelengkan kepalanya, apa ia bercanda…apa ia tidak tau siapa aku?Aku kembali menatapnya dengan penuh selidik. “Apa dirumahmu ada TV Noona?”Tanyaku, diapun hanya mengangguk…akupun menyunggingkan senyum termanisku. “Jika begitu pasti kau tahu siapa aku?”

“Ani…sinyal TV disini sangat jelek, aku jarang menontonnya, apa kau seorang pemain drama?”Tanyanya.”Oh…Araseo, kau salah satu aktris yang syuting disini…bukankah begitu?”

Aku sangat terpukul bahwa masih ada orang yang tidak mengetahui siapa aku, aku berdiri dan membersihkan pakaianku.”Aku hanya akan memberitahumu sekali Noona,,jadi ingatlah baik-baik….Kwon Jiyong, aku adalah Kwon Jiyong…bisakah kau mengingatnya?”Yeoja itu mengangguk dengan cepat, dan akupun beranjak pergi meninggalkan gadis itu.

“Jiyong-Shi.” Yeoja itu memanggilku dan menghampiriku, ia meletakkan sebotol susu di tanganku. “Mianhe…aku minta maaf atas kejadian ini,aku tidak akan melupakan namamu…jadi terimalah ini sebagai permintaan maafku, kau pasti akan merasa lebih baik…karena itu susu segar..oh ya dan ini, ini adalah biskuit…aku tahu pasti kau bisa memakan yang lebih dari ini…tapi sungguh terimalah permintaan maafku ini.” Yeoja itu berbalik pergi dengan mengendarai sepedanya menjauh dariku. Terlintas pertanyaan itu dipikiranku, tapi aku mengurungkannya…ku rasa aku tak akan pernah bertemu lagi dengannya…jadi aku tak perlu menanyakan siapa namanya…jujur kuakui dia yeoja yang manis tapi tetap saja untuk orang sepertiku dia bukan tipeku.

“Ais,,,luka ini membuatku dalam masalah.” Keluhku dan saat aku akan kembali melangkah pergi, kulihat sesuatu berkilau terkena sinar matahari, kuambil benda itu…terlihat kalung yang terdapat sepasang cincin didalamnya. “Apa ini milik yeoja itu?”Pikirku.

“Kwon Jiyong, apa yang kau lakukan Hah?Ini sudah waktunya kau melakukan tugasmu…”

“Ne…”kumasukan kalung itu disakuku dan kuhampiri managerku yang selama ini selalu membantu dalam segala hal, dia adalah Jun Il Wo…lebih tua 5 tahun dariku. Dia sudah ku anggap seperti Kakak laki-laki bagiku. Dialah yang dipilih orang tuaku sebagai pendamping…jika aku masuk ke dalam dunia ini, Ya…orang tuaku sangat mengawasiku…bukankah aku terlihat seperti anak kecil sekarang, cih…aku benci itu.

“Wae?Apa yang terjadi pada dahimu Hah?Apakah kau bodoh?kau ingin menghancurkan jadwal hari ini?”

“Aish…sudahlah Hyung, kau tau apa gunanya model rambutku ini, inilah mengapa aku belum mau memotongnya…karena ini bisa diandalkan untuk menutupi sesuatu seperti hal yang tidak terduga saat ini…jadi kajja…kita harus segera kembali bukan?”Ucapku menahan ia untuk tidak kembali menceramahiku. “Oya Hyung, bawakan ini.”Ucapku memberikan sebotol susu dan sekotak biskuit itu kepadanya. “Tapi ingat jangan coba-coba kau memakannya…araeso?”

“Sejak kapan kau mau makan makanan seperti ini Ji?”

“Sejak saat ini…sudahlah Hyung, jangan bertanya lagi, kepalaku sudah cukup sakit.”

 

Malam ini bintang terlihat sangat indah, Dara menikmatinya dengan duduk diatas satu dahan pohon yang besar favoritnya….pohon yang tidak terlalu tinggi tapi cukup membuatnya bisa untuk berpikir dapat meraih bintang-bintang yang bertebaran dilangit.

“Appa…apakah kau tenang disana, bahagiakah dirimu Appa?Eomma dan aku merindukanmu?Kau tahu, Eomma tidak terlalu sehat akhir-akhir ini…aku khawatir Appa.” Ucapnya lirih. “Hanya Eomma yang kumiliki…bukankah sekarang Appa telah dekat dengan Tuhan…bisakah kau minta padanya untuk menyembuhkan Eomma, aku tidak ingin sendirian Appa.”

“Dara-yah.”Panggil wanita separuh baya yang terlihat pucat.

“Eomma,,apa yang kau lakukan diluar Eomma…udaranya sangat dingin.”

“Turunlah Dara,,bukankah ini sudah malam, apa yang kau lakukan diatas sana.”

“Aku hanya ingin memandang bintang Eomma.”Ucap Dara setelah turun dari tempat favoritnya.

“Kau tidak pernah mengubah kebiasaanmu Dara-yah, kau tau Eomma selalu cemas jika kau berada diatas sana.”

“Ne,,Eomma. Hanya saja di atas sanalah kenangan yang kumiliki bersama Appa…aku hanya melakukan jika aku merindukannya.”

“Chagiya…kemarilah.”Ucap Eomma Dara memeluk erat putri kesayangannya itu.”Eomma juga merindukan Appa…sangat merindukannya, bukankah itu wajar…Appa selalu melihat kita dari sana, kapanpun, dan dimanapun…Appa juga pasti merindukan kita.”

“Ne…eomma.”Jawab Dara lirih, memeluk eommanya sementara itu Eomma dara meneteskan air mata saat ia sadari darah segar kembali menetes dari hidungnya, segera ia membersihkannya sebelum Dara menyadarinya. Sedangkan itu ditempat lain……

 

Jiyong POV

 

“Hyung, berapa hari lagi kita harus menginap di Desa sunyi ini…kau tau sinyalnya membuatku gila…setiap waktu kita harus naik ketempat yang lebih tinggi untuk mendapatkannya…bukankah ini terdengar bodoh.”

“Sabarlah Ji,,,jika kita tidak memiliki kendala apapun, ku pastikan minggu depan kita akan segera kembali ke duniamu.”

“Hyung, besok aku akan bangun pagi untuk berjalan-jalan disekitar sini…apakah kau mau ikut denganku?”Tanyaku duduk di kursi tepat diseberang ia duduk, kesibukannya mengatur jadwalku membuatku ingin cepat menentukan hari libur kami.

“Ani…aku harus mengecek lokasi besok, jangan celakai dirimu lagi Ji…berhati-hatilah lain kali,Araseo?”

“Ne…Hyung, aku tidak bodoh …tidak untuk tertabrak sepeda untuk kedua kalinya, itu sangat memalukan.”

“Kekeke…harusnya ada paparazzi disini, aku ingin melihatmu saat jatuh tadi Ji.”

“Itu tidak lucu Hyung…”Ucapku menghentikan tawanya, aku beranjak pergi meninggalkannya menuju kamarku…saat itu ku ingat sesuatu yang tadi kusimpan di laci meja, ku ambil benda itu. “Apa dirimu akan mencari benda ini Noona? Jika ini berharga maka kita akan bertemu lagi besok.”

 

Dara POV

 

“Eomma,,,kau lihat kalungku?” Tanyaku panik saat menyadari kalung yang biasa ku kenakan tidak melingkar di leherku.

“Ani…kau melepasnya?”Ucap Eomma balik bertanya menatap ku, aku menggeleng berusaha mengingatnya.

“Aku tidak pernah melepasnya Eomma.” Jawabku sambil mengingat dimana benda berharga itu….aigo, dimana benda itu…apa aku menjatuhkannya? bodohnya diriku…sejak kapan benda itu hilang? Aku tak menyadarinya…

“Besok kita cari dara-yah…sekarang istirahatlah dulu, ini sudah waktunya kau tidur.” Ucap Eomma kemudian. Akupun menurutinya…kubaringkan diriku disebelahnya, ku putar memoriku untuk kembali mengingat dimana aku menjatuhkannya…dan saat itu aku mulai mengingat sesuatu. “Apakah benda itu disana? Apa saat terjatuh tadi? Ottokhe…aku tidak bisa mencarinya sekarang.” Ucapku lirih..karena ku tahu Eomma tidak akan mengijinkanku untuk keluar selarut ini.

“Dara-yah…tidurlah.”

“Ne…Eomma.” Aku hanya bisa berharap tidak akan ada yang mengambilnya….besok aku harus menemukannya.

 

Pagi yang cerah di mana embun masih terasa di Desa yang masih asri itu, seorang Yeoja sedang mencari benda kesayangan disekitar rerumputan.

“Aigo,,,dimana kalungku, aku tidak dapat menemukannya.” Keluhnya kesal .” Apa aku menjatuhkannya di tempat lain? Atau sudah ada yang menemukannya ? Aish..apa yang harus kulakukan.” Ucapmya mulai putus asa.

“Kau mencari sesuatu Noona?” Tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya.

“Kau-“

 

To be continued….^^