Have We Met Part. 4 CoverAuthor :           Nam Hee Rin

Genre   :           Sad Romance

Rating  :           T

Length :           Chaptered

Cast     :

– Lee Seunghyun Bigbang
– Park Hee Ra (OC)
– Another Bigbang Members

 

“Yeoboseyo ?” “Ah chagi, kau dimana ?” “Ah aku masih dirumah kok yeobo, ada apa ?” “Pagi ini belum ada yang mengganggumu kan ?” “Belum yeobo, sudahlah jangan khawatirkan aku. Bukannya kau sedang sibuk dengan proyek album barumu ?” “Yaaah tapi aku khawatir chagi !!! Apa perlu aku meminta Yang Hyun Suk appa untuk mengirim utusan ke rumahmu ?” “Shireo yeobo !!! Selama ini keadaannya baik-baik saja !!! Sudah kembalilah bekerja, kalau sempat aku akan mengunjungimu di gedung YG Entertainment. Bye bye yeobo !!! Saranghae !!!” “Tapi cha…”

“TUUUT TUUUT” Argh kenapa yeoja ini keras kepala sekali sih !!! Bagaimana aku tidak cemas ? Setiap Hee Ra keluar dari rumahnya para wartawan selalu gencar mewawancarainya dan mengambil foto dirinya, belum lagi kelakuan para sasaeng fans (Emang Seungri punya sasaeng fans ?) yang terkadang hampir mencelakai Hee Ra. Sudah 1 minggu keadaan selalu begini, aku takut suatu saat kejadian buruk menimpa Hee Ra. Yang Hyun Suk appa tidak marah dan dia malah membantuku melindungi Hee Ra “MAKNAE !!! Jangan bengong terus !!! Kapan kita melanjutkan pembuatan lagunya ???!!!” “Eh-oh ? Mianhae Jiyong hyung”

Yup disinilah aku, studio YG Entertainment. Aku berencana membuat album baru setelah insiden itu yang tentu saja dibantu oleh Jiyong hyung dan Teddy hyung. Diantara 5 lagu di dalam album ini ada 1 lagu yang aku buat khusus dengan Bahasa Inggris, lagu untuk Hee Ra. Entahlah aku terkesan terburu-buru atau tidak tapi aku berniat untuk menyanyikan lagu ini didepannya dan melamarnya. Yang Hyun Suk appa sudah setuju dan anggota Bigbang yang lain juga setuju jadi aku semakin mantap untuk menjadikannya pendamping hidupku. Dan kuharap para penggemarku bisa mengerti dengan keputusanku ini.

 

“TING NONG” “Chakkaman~ Seungri oppa ? Ah maksudku yeobo ? Apa yang kau lakukan malam-malam begini ? Ini sudah jam 10” “Aku baru selesai bekerja untuk hari ini dan aku rindu padamu. Masalah ?” “Ergh ani… Tapi bukannya kau lelah ?” “Karena itu aku ingin beristirahat disini, bolehkan ?” “Ta-ta-tapi…” “SEUNGHYUN !!! KAU BOLEH MENGINAP DISINI !!! HEE RA BERIKAN DIA KAMAR !!!” Sahutan halmeoni Hee Ra terdengar dari lantai atas dan spontan membuat wajah Hee Ra memerah. Halmeoni Hee Ra memang benar-benar halmeoni yang baik, entah darimana dia mendengar percakapan kami tapi yang jelas malam ini aku bisa bersama Hee Ra. Hei aku tidak berfikiran yadong ya !!! Yah tapi tadi sempat terlintas sih (?)

 

“Yeobo disini kamarmu ya… Mianhae kalau kau tidak puas… Kalau kau perlu sesuatu panggil saja aku” Hee Ra hendak meninggalkanku yang sedang terduduk diatas ranjang empuk ini, dengan sigap aku menarik tangannya dan membuatnya berbaring bersamaku “Yang aku perlukan adalah kau” Posisinya memunggungiku dan aku memeluknya erat, degup jantung kami beradu “G-g-geurae… Tapi dengan posisi s-s-seperti ini ?” “Kau mau posisiku berada diatas tubuhmu ?” “HWA SHIREO !!!”

Dia meronta-ronta untuk lepas dari pelukanku “Aku bercanda !!! Kajjima, biarkan aku memelukmu” Dia berhenti meronta dan aku mempererat pelukanku lalu mencium puncak kepalanya dengan lembut. Dia memutar posisinya dan membuat wajah kami berhadapan, mata kami saling memandang. Mata cokelatku dan mata hitamnya saling memperhatikan satu sama lain dengan tatapan yang susah untuk diartikan.

Aku menghapus jarak yang masih ada diantara kami, menempelkan dahiku dengan dahinya, hidungku dengan hidungnya lalu mencium bibirnya lembut “Apa kau akan meninggalkanku dengan kondisi seperti ini ?” “Sudah berapa kali aku bilang… Saranghae, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi” Dia memelukku dan membagikan kehangatan tubuhnya denganku, mataku mulai berat. Lama kelamaan semuanya gelap… Gelap… Dan gelap…

 

“Drrrt… Drrrt…” Aku membuka mataku perlahan akibat alarm getar dari handphoneku yang masih berada di saku celanaku. Ah Hee Ra masih memelukku dan dia masih tertidur, yeoppo… “Seunghyun saatnya sara…” Aku memandang halmeoni Hee Ra, halmeoni Hee Ra menatap kami dengan tatapan yang sulit diartikan “APA…” “Halmeoni ini tidak seperti yang kau fikirkan !!!” “APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN ???!!!” Argh ini akan jadi masalah yang panjang…

 

“Kalian sungguh-sungguh tidak berbuat apa-apa ?” “Aigo halmeoni masih tidak percaya ? Kami hanya berpelukan !!!” “Tapi hal itu juga bukan hal biasa Park Hee Ra” “Jeosonghamnida halmeoni ini salahku, aku duluan yang memeluknya dan mulai tertidur…” Aku membungkuk sedalam-dalamnya, berharap dia percaya padaku dan memaklumiku “Kalian tidak berbuat apa-apa kan ?” “ANI HALMEONI !!!” Kami bersamaan mengucapkan kalimat itu lalu halmeoni Hee Ra tertawa. Mana mungkin aku melakukan hubungan seks dengannya, yah walau aku pernah memikirkan itu sih… Ta-ta-tapi aku kan namja baik-baik !!! “Kau tidak kembali ke gedung YG ?”

Pertanyaan Hee Ra memecah keheningan, oh ya aku lupa kalau hari ini aku harus menyelesaikan albumku “Hem aku akan berangkat sekarang” “Tapi kau kan belum sarapan dan belum mandi Seunghyun !!!” “Gwaenchana halmeoni aku akan sarapan dan mandi disana saja. Aku pamit dulu” Aku menyalimi halmeoni Hee Ra lalu mencium pipi Hee Ra sekilas “Hati-hati yeobo !!!” Aku melambaikan tanganku dan mulai mengendarai mobilku ke gedung YG Entertainment.

 

“And we always together… Together…” Teddy hyung memberikan tepuk tangan setelah aku menyanyikan lirik terakhir dan keluar dari ruang rekaman “Daebak Lee Seunghyun, tunggu sampai yeoja itu jatuh ditanganmu” Kami tertawa. Bayangkan saja melodi dari lagu Haru Haru dan Love Dust digabungkan. Hasilnya akan menjadi lagu yang kuciptakan untuk Hee Ra dengan lirik buatanku sendiri. Aku bersenandung riang menuju tempat parkir mobilku, hari ini aku akan mengambil pesanan cincin berlian yang akan kuberikan saat melamarnya. Semoga saja rencanaku berjalan lancar…

 

“Gamsahamnida sudah membeli di tempat kami !!!” Aku membuka pintu toko perhiasan itu dan keluar dengan perasaan senang, aku berhenti dan memandangi kotak merah berisikan cincin berlian itu. DEG DEG DEG. Egh kenapa jantungku sakit sekali ? DEG DEG DEG. Aku berjalan tertatih-tatih menuju mobilku, tiba-tiba lagu yang kuciptakan untuk Hee Ra terngiang-ngiang di telingaku. Aku jatuh terduduk. Pandanganku mulai kabur. Semua kembali menjadi gelap…

My baby,

Do you know how much my love to you ?

You’re not the first, honey

But you’ll the last for me

Don’t leave me, don’t leave me

If you’ll go from me

Make sure we go together Together

 

“Yeobo…” Panggilan yang sama saat aku pingsan karena kecelakaan mobil itu memanggilku lagi “Yeobo…” Itu Hee Ra kan ? Pasti itu Hee Ra yang memanggilku “Yeobo, saranghae…” Darimana asal suara itu ? Kenapa semuanya gelap ? Tiba-tiba tampak seorang yeoja dengan pakaian biasa ditambah… Darah dan luka yang terdapat di sekujur tubuhnya. Wae ? Kenapa penampilannya seperti itu ? Yeoja itu mendekat dan memegang lembut pipiku dengan tangannya yang berlumuran darah “Mianhae…” Oh yeoja ini Hee Ra, tapi kenapa penampilannya seperti ini ? Kenapa dia meminta maaf ? Kenapa terukir kesedihan dari senyumannya ? “Mianhae…” Aku tidak bisa bicara dan lama-kelamaan tubuh Hee Ra menghilang. Kajjima !!! Kajjima !!! Kau mau kemana ???!!!

“Kajjima !!! Kajjima !!! Kau mau kemana ???!!!” Aku berteriak-teriak dan pemandangan di depan mataku berubah menjadi langit-langit suatu ruangan. Aku melihat sekelilingku, ini di rumah sakit. Aku menoleh kearah kanan dan mendapati TOP hyung keheranan melihatku “Panda, kau bicara pada siapa ?” “Ah ani aku bermimpi… Hyung kenapa aku berada disini ?” “Kau pingsan di tempat parkir toko perhiasan, kata dokter kau kecapekan dan kurang tidur saja” Aku mengangguk tanda mengerti “Hyung yang lain mana ?” “Mereka sedang ada urusan, tadi mereka sudah menjengukmu. Aku sedang tidak sibuk jadi bisa menemanimu” “Hee Ra mana ? Hee Ra dimana ?”

Entah kenapa TOP hyung terlihat seperti tercekik, matanya berair dan tubuhnya bergetar. Suara televisi yang berada di ruangan ini kebetulan menyala dan suaranya memecah keheningan diantara kami “Kami melaporkan telah terjadi kecelakaan bus di pusat kota pada pukul 10.00 pagi tadi karena fungsi rem bus yang tidak berfungsi baik. Bus menabrak gedung yang berada di sisi kiri jalan yang menyebabkan 10 orang tewas dan 30 orang luka-luka

            Aku menatap mayat yeoja yang tergolek lemas di hadapanku. Kenapa ini semua harus terjadi padamu ? Aku membuka kotak cincin berlian yang sedari tadi berada di tanganku dan memasangkannya di jari manis kanan Hee Ra. Kenapa kita harus terpisah ? Bawa aku Hee Ra, bawa aku bersamamu. Aku tidak bisa melupakanmu, aku rela mati asalkan bersamamu. KENAPA INI HARUS TERJADI PADAMU ???!!! BAWA AKU BERSAMAMU HEE RA, AKU RELA !!! Aku menangis dan memeluk Hee Ra erat sembari menyanyikan laguku untuknya dengan terbata-bata.

You’re my destiny

I can’t if I don’t with you

I’ll always be your side

I can’t change my love to you

And we always together Together

 

            Tangisan mengiringi jalannya upacara pemakaman ini, pemakaman 10 orang yang sama sekali tidak mengira akan berakhir seperti ini. Aku merasa hampa. Aku yakin TOP hyung masih mencintai Hee Ra, terlihat jelas dari matanya yang sembap itu. Orangtua Hee Ra juga terlihat sangat terpukul, sama sepertiku. Musik berakhir dan kini orang-orang mulai meninggalkan tempat pemakaman. Para hyungku mengerti aku butuh waktu sendiri, dan kini hanya aku dan sebuah batu berukirkan nama yeojachinguku. Calon istriku. Kenapa kau harus tinggalkan aku ? Kita belum sempat merasakan indahnya membangun rumah tangga bersama, kita belum sempat merasakan bagaimana rasanya memeluk anak-anak kita, dan kita belum sempat merasakan waktu-waktu manis kita menghabiskan masa tua kita.

Tuhan, bisakah kau bawa aku bersamanya ? Meskipun nanti aku akan jatuh cinta lagi tapi Hee Ra tidak akan pernah tergantikan. Tidak pernah dan tidak akan pernah. Aku menoleh kearah kiri. Memandangi seorang yeoja yang menangis begitu pilu memandangi batu berukirkan nama seorang namja yang ikut terlibat dalam kecelakaan ini. Aku mendekat dan dia menatapku penuh kesedihan “Kenapa aku tidak ikut bersamanya ? Padahal besok adalah hari pernikahan kami, andaikan dia tidak menaiki bus itu…” “Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Untuk calon suamimu. Dan untuk calon istriku” Dia tersenyum tapi aku tahu dia pasti sedang menangis di dalam hatinya sama sepertiku “Nam Hee Rin imnida. Namja ini… Bang Han Gyo” “Lee Seunghyun imnida. Calon istriku bernama Park Hee Ra” Kami tersenyum sesaat dan kembali berusaha merelakan kepergian orang yang kami cintai. Calon pendamping hidup kami.

 

-THE END-