jAuthor            : Zhie

Main Cast       :

– Kwon Jiyong (23 TH)

– Park Sandara (25 Th)

Support Cast :

Lee Donghae (27 Th)

Jessica Jung (22 Th)

Nam Gyu Ri (18 Th)

Lee Seung Hyun (18 Th)

Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

Disclaimer      : Please…coment and don’t copy paste

Jiyong  POV

Tebakanku benar, yeoja itu sedang sibuk mencari direrumputan…aku hanya tersenyum melihatnya. Kudekati dia tanpa sepengetahuannya…kudengarkan keluhannya yang mulai putus asa mencari…

“Kau mencari sesuatu Noona?” Refleks ia berbalik menatapku, dapat ku lihat ia terkejut dengan kehadiranku.

“Kau-“

“Ne… kita bertemu lagi, apa kau mencari ini?” Tanyaku kemudian memperlihatkan benda yang dicarinya, iapun menatapku tak percaya.

“Omo…kau menemukannya, bisa kau berikan padaku?”

“Anio.”Jawabku cepat memasukkan kembali benda itu disakuku, iapun mengerutkan keningnya.

“Wae? Berikan padaku, Itu milik ku Ji.”

“Tapi aku yang menemukannya Noona, jadi barang ini sekarang menjadi milikku…araeso?”

“Ya! Kau bercanda?”

“Ani…kecuali kau mau menebusnya?”

“Aigo….apa kau tidak malu, bukankah kau seorang aktris…itu tidak akan bernilai apa-apa untukmu, kau bahkan bisa memiliki yang lebih dari itu.”

“Ne…tapi aku tidak akan memberikannya, sebelum kau menebusnya? Bukankah ini wajar, aku menemukannya jadi aku berhak meminta imbalan.” Jawabku membela diri.

“Baiklah…berapa yang kau minta?” Ucapnya serius, akupun tak bisa lagi mehanan tawaku…wajahnya sangat lucu bahkan ketika ia marah.

Dara POV.

Kesabaranku mulai habis menghadapi namja ini, dan sekarang ia menertawakanku…apa ini lucu? Aku benar-benar kesal sekarang.

“Ya! Apa yang kau tertawakan hah….cepat katakan yang kau mau,  Kwon Jiyong.” Ucapku berhasil membuat ia menghentikan tawanya.

“Apa kau benar-benar marah sekarang Noona?” Tanyanya menatapku. “Aku tidak akan memberikannya jika kau bersikap seperti itu padaku.” Lanjutnya dengan senyum liciknya…aku bisa melihat itu…pernah berpikir ia namja yang manis adalah kesalahan besar, dia serigala berbulu domba.

“Aish…anio,,,sabar Dara…jangan terpancing dengannya.” Gumanku berusaha menurunkan emosiku. “Algesseoyo…apa kau ingin membalasku Ji?”

“Wae? Aniyo…ini tidak ada hubungannya dengan kejadian kemarin Noona, aku hanya meminta imbalan…hanya itu.”

“Ok…ok…berapa yang kau minta?”

“Jhakamman, ehm…berapa uang yang kau punya?” Tanyanya kemudian, membuatku tersenyum kecut.

“Tidak sebanyak yang kau punya, apa kau sedang membutuhkan uang hah?”

“Ya! Apa maksudmu?”

“Aniya,,,aku hanya menebak..bukankah ini aneh, seorang aktris bernama Kwon Jiyong memeras seorang yeoja lugu hanya karena sepasang cincin…apakah dia dalam masa-masa sulit sehingga membutuhkan sumbangan uang…aish, itu akan menjadi berita yang menarik. Bukankah begitu Kwon Jiyong?” Bom….aku berhasil membuat raut wajahnya berubah, dia tak akan bisa memerasku kekekeke…J

“Aku tak butuh uangmu Noona.” Jawabnya kemudian, akupun tersenyum…aku menang. “Tapi…aku tetap berhak meminta imbalanku, jika kau ingin benda ini kembali…datanglah mulai besok ke penginapan ku.”

“Wae?”

“Jangan berpikiran yang macam-macam Noona, kau bukan tipeku. Jadi hanya melakukan apa yang kusuruh selama aku disini…setelah itu baru aku akan mengembalikan benda berhargamu ini.” Jawabnya santai beranjak pergi.

“Ya! Kau pikir aku akan mengikuti maumu hah?” Ucapku padanya, iapun berbalik menatapku.

“Kau akan melakukannya Noona.” Jawabnya dengan senyuman yang paling menyebalkan yang pernah ku lihat.

“Aaaaaaaaaaaaaa….” Teriakku frustasi, akupun jatuh terduduk. “Oettoke?”

****

Embun pagi masih menyelimuti Desa Deungdaeseom, hari itu Dara sudah selesai  mengantarkan susu dan biskuit seperti biasa.

Dara POV.

“Pergi…tidak…pergi….tidak…..pergi-“….Aku telah selesai dengan pekerjaanku, “Apa sekarang aku harus pergi ke tempatnya. Apa dia benar-benar serius? Apa aku harus-“ Aku bingung saat ini, tapi aku harus mendapatkan kembali cincin itu…entah mengapa walaupun terdapat kenangan pahit di dalamnya tetapi aku tetap ingin menjaganya…menjaganya hingga bertemu kembali dengannya…apa saat ini aku mulai kembali berharap?

“Ya! Ppali Dara-yah…jangan berharap terlalu jauh.” Gumanku pada diri sendiri. Dan aku sudah memutuskan, ku kayuh sepedaku menuju penginapan satu-satunya di Desa kami…dan setelah bertanya kepada petugas jaga saat itu…sekarang aku berdiri disini, aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya ku putuskan untuk mengetuk pintu dihadapanku. Dan tak lama pintu itu terbuka. “Annyong hasimnika.” Sapaku pada saat pintu terbuka, dan saat ku sadari aku tak mengenali orang yang berada dihadapanku..omo, apa aku salah kamar?

Il Woo POV.

“Annyong hasimnika.” Sapa seorang yeoja dihadapanku dengan membungkukkan badannya, dan dapat kulihat ia cukup terkejut melihatku…aku rasa dia salah kamar.

“Wae, apa ada yang salah?” Tanyaku pada yeoja yang terlihat kebingungan ini.

“Anio…hanya saja-“

“Siapa yang datang Hyung?” Tanya Jiyong, akupun berbalik menatapnya yang baru keluar dari kamar.

“Ya! Kwon Jiyong.” Ucap yeoja di depan saat melihatnya, apa mereka saling mengenal, akupun mengerutkan keningku..

“Ah…kau Noona pengantar susu, aku tau kau akan datang.” Ucap Jiyong kemudian, akupun menatapnya meminta penjelasan.

“Kau mengenalnya Ji?” Tanyaku, dia menjawab dengan anggukkan…

“Aku yang menyuruhnya kemari Hyung.” Akupun kembali menatap yeoja yang sedari tadi belum kupersilahkan masuk itu…yeoja itu pun menyadarinya dan langsung memperkenalkan dirinya.

“Ah..ne, Jae ireumen Sandara Park imnida.”

“San..da..ra Park?”

“Ne, panggil saja Dara.” Akupun mengangguk mengerti.

“Hyung apa kau masih ingin menginterogasinya? Aku memerlukan dia sekarang.” Ucap Jiyong menyadarkanku.

“Ye..oso oseyo.” Ucapku kemudian mempersilahkan yeoja itu masuk, yeoja yang bernama Sandara Park itupun tersenyum.

“Sile hamnida.” Jawabnya.

Jiyong POV.

“Aku tau kau pasti akan datang.” Ucapku saat kami sudah berada di ruang tengah.

“Ya!…apa yang kau mau sekarang hah?” Tanyanya cepat, cukup untuk membuat Hyung menoleh kearah kami. Aku tau dia mengawasi kami saat ini, dan akan menceramahiku kemudian.

“Kajja..ikut aku.” Ucapku padanya, iapun mengikuti langkahku…aku berhenti didepan tumpukan baju-baju kotorku.

“Ige mwoyeyo?” Tanyanya menatapku, akupun mengangguk.

“Tidak terlalu banyak…aku harap kau dapat mengerjakannya dengan baik Noona.”

“Apa kau pikir aku akan melakukannya hah? Aku bukan seseorang yang harus menyucikan bajumu.” Ucapnya lantang tapi beberapa saat kemudian dia telah sibuk mengerjakannya…dia gadis yang aneh bukan kekeke….:D. Akupun duduk diruang tengah menikmati sarapanku, tak berapa lama Il Woo hyung menghampiriku.

“Apa kau akan memberiku penjelasan Ji?” Tanyanya kemudian duduk di hadapanku, akupun menceritakan apa yang terjadi kepadanya. “Apa kau tidak keterlaluan?”

“Anio…aku rasa ini wajar, aku hanya meminta sedikit jasanya sebagai ucapan terima kasih.”

“Aku pikir lebih dari itu Ji.” Ucapnya membuatku menatapnya.

“Wae? Jangan berpikiran macam-macam Hyung.” Jawabku cepat.

“Benarkah?”

“Ah…Hyung coba kau lihat dia, dia yeoja bertubuh mungil dengan dada yang rata…aku rasa pertumbuhannya telah terhenti sebelum waktunya…dia sama sekali tidak sexy hyung, tidak ada yang menarik dari dirinya.” Ucapku meyakinkan. “Jadi janganlah berpikir yang macam-macam Hyung, dia bukan tipeku… araeso?”

“Ani…jika memang dia tidak menarik, kau pasti mengabaikannya Ji.” Ucapnya berdiri dari duduknya dan berlalu pergi.

“Ya! Hyung…ini tidak seperti apa yang kau pikirkan.” Jawabku cepat…aku sama sekali tidak berpikir yeoja ini menarik, aku hanya bosan sekarang…dan  dia hadir diwaktu yang tepat.

Dara POV.

“Ah…namja menyebalkan, apa dia memanfaatkanku sekarang?” Gerutuku kesal, aku hanya perlu bertahan sampai dia mau mengembalikannya…ku lihat sesekali ia mengawasi, apakah saat ini ia tertawa puas…”Kwon Jiyong, aku akan membalasmu nanti.” Batinku bersumpah.

Satu jam berlalu Dara sudah selesai dengan tugasnya, iapun menghampiri Jiyong yang sedang membaca script untuk syutingnya hari ini.

Jiyong POV.

“Apa tugasmu sudah selesai Noona?” Tanyaku saat ku sadari Dara sudah berada di hadapanku.

“Ne.” Jawabnya singkat, aku bisa lihat aura kekesalannya padaku saat ini…dan itu membuatku puas.

“Joseumnida.” Ucapku singkat.

“Bisakah kau memberikannya padaku sekarang? Aku rasa kita sudah impas.” Ucapnya kemudian…akupun kembali menatapnya dan tersenyum.

“Anio.”

“Wae?”

“Bukankah kemarin aku sudah mengatakannya dengan jelas, kau harus menuruti yang ku mau selama aku disini…jadi bersabarlah Noona, berharaplah syutingku dapat berakhir lebih cepat .” Jawabku, membuat ia menghela napas panjang…aku rasa ia sedang mengontrol emosinya sekarang,  dan saat itu Il Woo Hyung datang menghampiri kami.

“Bisa kita berangkat sekarang Ji?” Tanyanya.

“Ne…Hyung.” Jawabku padanya, akupun kembali menatap Dara. “Aku rasa kau boleh pulang sekarang…tidak ada lagi tugas yang harus kau kerjakan, tapi besok datang lagi kemari…aku rasa akan ada tugas baru yang menantimu.”

“Aku tidak berjanji aku akan datang besok.” Jawabnya, akupun menahan tawaku saat mendengarnya…aku rasa aku sudah mengerti sifat yeoja ini.

“Ne..kita lihat saja besok.” Ucapku  kemudian, membuat ia kembali menggerutu kesal.

***

Beberapa hari berlalu, Dara telah memenuhi semua keinginan Kwon Jiyong walaupun tak jarang Dara hilang kesabaran tapi ia tetap melakukannya….dan hari ini Jiyong menyuruhnya untuk membuatkan sarapan karena ia bosan dengan menu yang diberikan oleh penginapan.

Dara POV.

Hari ini kembali aku berada di ruangan ini, namja ini benar-benar menguasaiku sekarang…tapi ini akan segera berakhir karena aku mendengar syutingnya akan selesai dalam waktu dua hari…bukankah itu berarti aku akan segera bebas dan tak akan bertemu kembali dengannya…Oh Tuhan, aku tidak sabar menanti kepergiannya.

“Noona…aku ingin Naeng Oi Guk, bisa kau membuatnya?” Tanyanya menatapku.

“Ne…aku bisa membuatnya, kau ingin aku memasak itu sekarang?” Kulihat iapun mengangguk seperti anak kecil. Aigo…dia terlihat manis jika seperti itu, tapi sayangnya itu tak berpengaruh padaku…aku akan memasak Naeng Oi Guk yang tak terlupakan untuknya kekekeke…tak berapa lama aku telah menghidangkan semangkup Naeng Oi Guk di hadapannnya, semangkuk sup mentimun yang akan membuatnya berteriak setelah memakannya…:D

“Ini terlihat lezat.” Ucapnya menatap Naeng Oi Guk buatanku.

“Ne…itu sudah pasti, makanlah Ji…akan berbeda rasanya jika itu menjadi dingin.” Ucapku tak sabar melihat ia memakannya.

“Ne…aku akan memakannya Noona, tapi sebelum itu bisakah kau mencicipinya terlebih dahulu? Aku ingin kau juga merasakan masakanmu yang terlihat lezat ini.” Aku terkejut mendengarnya.

“Omo…aku sudah mencicipinya tadi Ji, jadi kau makanlah.” Jawabku berusaha meyakinkannya.

“Ani…aku tidak akan memakannya sebelum kau mencicipinya terlebih dahulu, atau kau telah merencanakan sesuatu Noona?” Tanyanya menatapku dengan curiga.

“Aniya…mengapa kau berpikir seperti itu Ji.” Jawabku menutupi kegugupanku. Diapun menatapku menunggu aku untuk mencicipi Naeng Oi Guk dihadapannya. “Baiklah Ji, berikan padaku.” Ucapku mengambil sendok ditanggannya…”Oh tuhan….bertahanlah Dara.” Ucapku dalam hati, dan akupun mencicipinya.

“Bagaimana Noona…apa itu sangat lezat?” Tanyanya kemudian, akupun hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman…karena saat ini tenggorokanku serasa terbakar, aku berusaha menahan agar dia tak menyadarinya. “Sepertinya kau menikmatinya Noona…aku berikan padamu saja, aku tiba-tiba kenyang sekarang.” Aku terkejut dengan ucapannya dan ia  berdiri dari duduknya.

“Ya! Jiyong-shi…aku sudah memasaknya untukmu, apa kau tak ingin memakannya walaupun sedikit hah?” Tanyaku cepat, iapun tiba-tiba tersenyum….omo, tidak ia sekarang tertawa..apa yang namja bodoh ini ditertawakan.

“Whahahaha…kau lucu sekali Noona….hahaha….kau memakannya, aku tau sekarang kau pasti ingin minum lebih dari segalon air.” Ucapnya disela-sela tawanya, omo….dari mana ia tahu atau jangan-jangan….”Aku melihatnya Noona…kau memasukkan terlalu banyak bubuk cabe kedalamnya…apa kau berniat mengerjaiku Noona?” Akupun merasa tertangkap basah sekarang. Diapun kembali tertawa “Seharusnya kau tadi mengakuinya Noona sehingga kau tak perlu memakannya, kau tau sekarang wajahmu memerah seperti kepiting rebus hahaha.” Ucapnya kemudian dengan wajah yang terlihat puas. Diapun berlalu dari hadapanku.

“Kwon Jiyong, awas kau.” Ucapku semakin membuatnya tertawa keras.

Beberapa saat kemudian …..

“Apa kalian akan pergi ke lokasi syuting?” Tanya Dara saat melihat Jiyong dan Il Woo sibuk bersiap-siap untuk pergi.

Il Woo POV

“Apa kalian akan pergi ke lokasi syuting?” Tanya Yeoja yang beberapa hari ini, selalu datang untuk memenuhi keinginan Jiyong, kurasa Jiyong terlalu berlebihan padanya tapi aku tidak bisa menghentikannya…karena sepertinya ia adalah hiburan untuk Jiyong. Ku lihat Jiyong tak menjawab, ia masih sibuk memakai sepatunya.

“Ne…Dara.” Jawabku mengiyakan.

“Bolehkah aku ikut?” Tanyanya menatapku.

“Jangan perbolehkan ia Hyung, ia akan membuat masalah nanti.” Ucap Jiyong cepat.

“Ani..aku hanya akan duduk manis disana, aku tidak akan membuat masalah aku janji.” Ucap Dara dengan wajah memohonnya kepadaku…aku tidak mungkin tidak menyiyakannya.

“Baiklah kau boleh ikut Dara…tapi tolong hanya duduk dan melihat, aresso?” Tanyaku memastikan kalau ia tak akan membuat kekacauan, yeoja itupun mengangguk cepat. Ku lihat ia tersenyum dan menjulurkan lidahnya pada Jiyong, Jiyong hanya mendesah menanggapinya…aku seperti berhadapan dengan 2 anak kecil sekarang.

Syuting kali ini berlokasi di puncak bukit dimana terdapat pohon maple yang telah berumur ratusan tahun dan selalu menjadi pusat para wisatawan yang datang untuk mengunjunginya, karena pohon maple yang satu ini terkenal sebagai pohon dewi cinta…dimana pohon maple ini dipercaya dapat menyatukan dua insan yang berciuman dibawahnya.  Saat itu para kru sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, Jiyong sedang di make up oleh penata rias…sedangkan Il Woo tengah berbincang dengan asisten sutradara dan Dara duduk manis di tempat yang sudah di sediakan oleh Il Woo dimana ia bisa melihat syuting tanpa mengganggu siapapun.

Dara POV

“Apa dia serius, apa aku harus melihatnya dari sini…ini terlalu jauh.” Gerutuku kesal, sementara aku lihat beberapa orang dari penduduk Desa mulai berdatangan untuk ikut menonton proses syuting hari ini. Akupun tersenyum…aku meninggalkan tempat itu dan bergabung dengan orang-orang dari Desaku agar bisa melihat lebih dekat…dan tak lama proses syutingpun dimulai, aku mengakui akting Jiyong sangat bagus saat itu…ia terlihat berbeda, ia benar-benar mendalami perannya. Kulihat lawan mainnya seorang yeoja yang sangat cantik dengan tubuh yang sexy dan terlihat menarik…bisa kudengar para penonton disekelilingku memuji kecantikannya tanpa sadar aku membandingkannya dengan diriku. “Omo…sangat jauh dariku.” Akhirnya aku mengakuinya…aku tidak tahu ini bercerita tentang apa karena tidak mengikutinya dari awal tapi yang aku tahu ini pasti cerita drama yang romantis…kulihat saat itu Jiyong menahan yeoja itu untuk pergi dan memeluknya, dan iapun semakin mendekatkan wajahnya pada yeoja itu…kulihat semua orang membuka mata dan mulutnya, mereka semua tak sabar untuk melihat adegan selanjutnya. “Apa mereka akan benar-benar berciuman?” Gumanku ingin tahu dan secara tak sadar aku melihat dahan yang lumayan besar dari pohon maple itu yang telah patah sebagian…angin saat itu mampu menggoyangkan dahan itu hingga aku sadar itu akan jatuh tepat mengenai Jiyong…”Aigo…Ji awas.” Tanpa sadar aku berlari kearahnya dan mendorong tubuhnya hingga kami berdua terjatuh….tepat saat itu dahan telah patah dan jatuh mengenai tanah. Saat itu suasana menjadi hening, aku membuka mata dan menemukannya….tepat dibawahku dan omo… ?????

To be continued…..