Title : I want to see you again

Author : choi ranti🙂

Casts:

– Choi seung hyun

– Choi li young (OC)

– Lee haa won  (OC)

– Kim jaejong

And Support cast

–      Kwon mili (OC)

–      Han hyo kyung (OC)

–      Family of Choi

–      lee seung hyun

–      Kwon ji yong

–      Kim Roy

Genre : sad romance, conflict

Rating : PG- 16 maybe

Lenght : chapter

Twitter : @pertiwiranti

Haii sebelumnya saya minta maaf . mungkin ini ep-ep amatiran (bukan mungkin lagi tapi iya). Dan saya tau ini ep-ep yang sangat hancur Maaf jika alur seting dan segala macamnya membingungkan . karena ini adalah fanfiction yang pertamakali saya buat.  mohon tinggalkan komentar mau jelek atau bagus saya terima dengan ikhlas. Di mohon juga jangan terlalu memaksakan diri untuk membaca ep-ep karya saya. Di khawatirkan mual, muntaber, dan penyakit lainnya. Karena ceritanya terlalu mengerikan

 

Jaejong pov

Hal yang terindah bagiku adalah saat melihat Haa Won tersenyum bahagia, melihat wajahnya tersenyum manis membuatku tenang. Yah aku menyukainya

“Anyeong”. Sapanya dengan wajah innocent
“kau terlambat lagi haa won.” Tanyaku dengan wajah bosan
“mianieo Oppa. Ini gara-gara seungri oppa”. Jawabnya dengan wajah cemberut. Seungri sampai kapan kau memanfaatkan adikmu.
“Jika kau terus terlambat kau bisa kena sangsi.”
“justru itu yang kutakutkan. Sepertinya aku tidak bisa menghindar dari keterlambatan. Apakah aku akan di pecat ?”. renungnya
“Kau tidak akan di pecat jika kau bisa menepati waktu. Ah ini kemarin surat dari resepsionis untukmu. Katanya ini dari namja kemarin”. Ucapku sambil memberikan surat.
“surat?. Apa surat cinta ?.” ucapnya. Seketika tatapun menajam kearahnya, dia terkejut oleh tatapanku.
“wae Oppa aku hanya bercanda.” Aku membiarkan Haa Won membaca surat itu. Tapi tunggu kenapa senyum di wajahnya menghilang ?

“Oppa salahkah aku menolong sesamanya ?”. Tanyanya dengan suara bergetar.
“maksudmu ?”. Tanyaku bingung . tiba-tiba dia menangis, membuatku panik
“Haa won~ya kau kenapa jadi menangis ?”.
“Aniyo.” Jawabnya dengan memaksakan senyum. Aku tidak ingin melihat dia tersenyum di saat hatinya menjerit.
“Ayo kita bekerja.” Ajaknya, untuk melupakan topic tentang surat itu.
“aku ingin melihat surat itu.” aku merebut surat itu. Saat ku baca ini benar-benar sangat keterlaluan.
“dasar namja tidak tau terimakasih !.” umpatku
“apa dia juga memarahimu kemarin ?.” taynyaku dia hanya diam tidak menjawab. Berarti memang benar namja itu telah mencaci makinya.
“kau diam saja meski di caci maki oleh namja yang tidak di kenal olehmu itu?. Namja macam apa dia?!. Otaknya benar-benar sudah rusak. Namja kurang ajar apa dia buta, tidak punya hati. Yang membandingkanmu dengan seorang pelacur ” amarahku benar-benar keluar sekarang.
“sudahlah Oppa. Tidak usah di pikirkan, ayo kita punya pasien yang harus di periksa.” Ucapnya dengan memaksakan senyuman. Itu terlihat sangat aneh, tangisan dan senyuman ?
“apa kau baik-baik saja?”. Tanyaku
“aku tidak apa-apa.” Jawabnya di sela-sela menahan tangis. Aku ingin memeluk tubuhnya. Meliaht dia menangis. Ku tarik tubuhnya, aku tau dia pasti sangat terkejut
“Aku tau meski di luar kau terlihat tegar, tetapi di dalam kau itu rapuh Haa Won. Di caci maki di bandingkan dengan pelacur seperti itu, aku tau kau ingin memukul wajahnyakan ? karena terlalu sakit hati di perlakukan seperti itu?. Yeoja mana yang ingin di bandingkan dengan pelacur?. Semoga kau tidak bertemu dengan namja seperti itu”. Aku merasa tenang di pelukannya. Apa dia juga merasakan seperti iyu ?
“Oppa apa kau tau meskipun aku memukul wajahnya, sepertinya tidak akan menghilangkan sakit hati ini.” Ucapnya di dalam dekapanku. Haa won melepaskan pelukanku dengan pelan
“Oppa kau harus menghibur ku hari ini.” Tatapnya
“kenapa posisiku seperti orang yang harus bertanggung jawab ?” heranku
“baiklah sepulang kerja, aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat ?. dan sekarang hapus air matamu. Kau terlihat jelek dengan ingusmu itu” candaku
“Jeongmal ?. oppa aku tidak ingusan kok !” kagetnya
“aku hanya bercanda.” Ucapku dengan senyuman.
” Ayo kita bekerja, seperti yang kau bilang ada pasien yang harus kita periksa.” Aku memberantakan letak poninya.
“Aishh~. OPPA !” jengkelnya. Aku tersenyum saat mendengar keluhannya.

*****

“kau lama sekali haa won.” Aku bergegas menghampirinya.

“maaf tadi aku harus merapikan dokumen pasien dulu di ruanganmu.”
“Jadi dari tadi kau ada di ruanganku, sementara aku menunggu mu begitu lama di luar.” Jengkelku
“miane oppa.” Aku pura-pura mengacuhkanya
“oppa, jika kau menghiburku dengan tampangmu seperti itu hiburannya tidak akan menyenangkan.” Ucapnya dengan memasang wajah cemberut. Hey bukankah yang harus memasang wajah cemberut itu aku ?
“baiklah apa kau siap untuk hiburannya ?”. aku menyerah, dia selalu saja membuatku menuruti segala keinginannya
“yey ! tentu saja aku sangat siap oh iya oppa aku mengajak hyo eonni dan mili eonni.” Ucapnya dengan paduan wajah senang dan innocentnya. ‘Apa ?! kenapa kau mengajak mereka berdua. Apa kau mengerti aku hanya ingin pergi berdua dengan mu, kenapa kau mengajak mereka berdua’ batinku. Ini benar-benar merepotkan jika mereka berdua ikut aku akan menjadi bahan tertawaan mereka berdua
“oppa bagaimana ? lebih banyak lebih serukan ?” tanyanya
“I.. Iya.” Paksaku menyetujui dengan wajah memaksa senyum.
“wajahmu aneh oppa.?”
“Jeongmal.? Tapi wajahku biasa-biasa saja menurutku, malah aku semakin terlihat tampan.” Candaku.
“Tapi jika kau mengajak hyo dan mili sepertinya rute perjalanan aksi menghiburmu aku rubah.”
“wae.?!” Protesnya
“karena…. Karenaa.” Aku sangat bingung harus mengatakan apa. Karena tempat yang kutuju sebelumnya adalah tempat untuk mengutarakan perasaanku untuk haa won.
“karena apa oppa.?” Tanyanya penasaran. Gawat aku merasakan panas, keringatku keluar, aku tegang.
“karena tempat yang akan kita tuju itu sebenarnya tempat yang biasa saja. Dan aku berpikir sepertinya kalau kita datang ramai-ramai seharusnya datang ketempat yang lebih menyenangkan.” Alasanku, cukup logika-kan ?
“emm. Kau benar juga baiklah. Tapi merarti tempat sebelumnya tempat yang tidak ada gregetnya.?!, sebenarnya oppa ikhlas tidak sih.?”
“A.. aku ikhlas kok. Sungguh.” Ucapku panik
“Baiklah aku percaya. kalau begitu kita tunggu hyo eonni dan mili eonni. Hyo eonni sedang menangani pasiennya yang terakhir dan mili eonni sedang di perjalanan.” Akhirnya dia percaya.“bukankah ajuhma sedang di rawat di sini. Kenapa mili tidak menunggunya.?”
“oh tadi mili eonni pulang ke rumahnya.”
“baiklah kita tunggu mereka”
“ah tidak tidak tidak. Aku akan menjemput hyo eonni, aku sudah tidak sabar ingin bersenang-senang.” Ucapnya sambil berlari kecil meninggalkan ku

********

Choi seung hyun pov

“roy sebelum kerumah sakit aku ingin bertemu dengan ji yong”
“baik tuan.” Ucapnya sambil menundukan kepala. Anak ini padahal dia lebih tua 2 tahun dariku tapi di memperlakukan aku seperti kaek tua yang di urus di panti jompo.
“Tapi bisakah aku pergi sendiri.?” Ucapku sambil berjalan menghampiri mobil
“maksud tuan.?”
“aku hanya tidak ingin terlalu di awasi, di awasi membuatku merasa berada di ruang sempit.” Ucapku memasuk mobil.
“Kau hanya boleh mengantarkan pada saat aku berada di mobli.” Tambahku
“tapi itu terlalu bahaya tuan.” Khawatirnya
“tenang aku tidak akan melarikan diri. sekarang jalan. Aku ingin segera bertemu jiyong”

Tidak lama aku sampai di tempat tujuan. Sekarang ini ji yong sedang menggelar konsernya, acaranya begitu luar biasa ji yong tampil dengan kharismanya yang luar biasa sehingga dia benar-benar memiliki banyak fans. Hanya saja tubuhnya tidak terlihat ada perubahan dia masih tetap terlihat kurus.

Aku menunggu di ruang rias dimana ji yong akan sibuk menta dirinya di ruangan ini, sebentar lagi konsernya akan segera selesai. Aku ingin melihat konsernya dari pertama sampai akhir, tetapi aku datng di tengah acara.

“Nuguseyo.?” Seseorang bertanya di belakangku. Aku mengenal sura ini. Ji yong
“Apa kau tidak mengenaliku.?” Ucapku tanpa membalikan badanku.
“maaf aku benar-benar tidak tau siapa anda.?”
“Ji kau memang tega!. Tidak bisa mengenali temanmu sendiri meskipun dari suaranya.” Aku mengembalikan badanku
“WOOOAAAA HYUNG KAU SUDAH SEMBUH.?!” Tanyanya begitu antusias
“tentu saja memangnya aku harus sampai kapan terus terusan sakit.?! Apa kau ingin aku tetap sakit huh.?”
“Yakk hyung aku bukannya tidak ingin melihatmu sembuh. Aku hanya terkejut, hampir 3 tahun kau sakit, tapi aku senang akhirnya kau bisa sembuh hyung.” Raut wajah Ji young berubah murung
“hyung aku turut berduka cita. Maaf aku baru bisa mengucapkan duka sekarang. Pada saat itu aku di larang bertemu denganmu untuk sementara. Tapi sekarang aku senang aku bisa bertemu dengan mu lagi hyung.” Ucapnya sambil menepuk bahuku.
“tidak apa. Aku sedang belajar melupakan kejadian itu. Tetapi meskipun aku melupakan kejadian itu aku tidak akan melupakan cinta pertamaku.” Tekanku. Ji yong melihat ku dengan tatapan aneh.
“wae.?” Tanyaku
“aniyo.” Jawabnya sambil menatap kearah lain. “hyung aku ganti baju dulu. Kuarang pantas reunian kita seperti ini, berbicara sambil berdiri di tambah dengan keadaan tubuhku yang berkeringat.” Terusnya
“Ah. Ji maukah kau menemaniku ke rumah sakit.?”
“tentu saja aku mau hyung. Tapi hyung bagaimana dengan Roy.?” Cemasnya
“aku akan menyuruhnya pulang. Eomma pasti mempercayai mu untuk menjaga ku.”
“Baiklah kau tunggu aku di mobil ku saja. Kuncinya ku letakan di tas depan cermin. Plat mobilnya XXXX. Nanti aku menyusul.” Teriaknya di ruang ganti

Aku mencari kunci itu di tas Ji tanpa sengaja aku menemukan foto,
“Ini foto saat aku Ji dan Youngiya, mencari yeoja yang di kagumi Ji. Dia masih menyimpanya.” Aku menatap foto itu, aku ingin kembali di saat seperti di foto ini. Aku merindukan moment ini. Bersama-sama

“Hyung kau belum menemukan kuncinya.?” Tanya Ji, tetapi aku diam tidak menjawab pertanyaan Ji, aku terus menatap foto ini, dia menghampiri ku.
“jika kau mau foto ini kau boleh mengambilnya, aku masih punya foto itu. Apa kau masih selalu mengingatnya hyung.?”
“aku selalu mengingatnya dan akan selalu.” Ji menatap ku aneh, aku tau apa yang di pikirkannya.
“Meski dia telah pergi jauh. Tetapi dia tetap ada di hatiku. Meski orang lain menganggap dia telah mati, aku tidak peduli.! Karena bagiku dia masih tetap hidup.”

*******

Flash back

“YAK Ji !! di mana yeoja itu.? Jangan-jangan yeoja itu hanya khayalanmu saja. Karena kau terus-terusan tidak memiliki kekasih sehingga kau berimajinasi.” tuduhku
“Hyung aku tidak mengkhayal. Yeoja itu benar-benar ada di bukit ini dia sering melukis disini.!” Protes Ji Yong
“Emm, oppa sebaiknya kita terus menunggu saja mungkin yeoja itu sedang di perjalanan kemari. Menurut saranku sih.”
“Menunggu ? kita sudah sangat lama menunggu yeoja itu Li young.” Geramku karena kesal menunggu.
“Apa mungkin yeoja itu tau keberadaan kita sekarang. Dan mungkin dia merasa ter ganggu dengan keadaan orang asing.?” Teori Li Young
“mungkin saja.” Ucap Ji
“apa kita harus bersembunyi saja.?” Saran Li.
“Terserah kalian saja.” Ucapku malas
“baiklah bagaimana kita sembunyi di balik pohon besar itu.” Ji menunjuk pohon besar. Sepertinya di balik pohon itu bisa menampung 3 orang pengintip.

Beberapa saat setelah menunggu yeoja itu, yeoja itu tidak datang-datng juga. Mungkin benar Ji hanya berimajinasi saja. Saat aku melirik Li young, dia tertidur. Yeoja ini di alam terbuka seperti ini dia bisa tertidur. Tapi aku merasa mengantuk juga, bukan ide buruk jika tidur di sini.

“huyng- hyung bangun hyung.!” Terdengar bisikan seperti suara Ji, kubuka mataku perlahan aku terlonjak karena wajah Ji dekat sekali di depan wajahku.
“apa yang kau lakukan.!” Kagetku
“Hyung aku kira kau melihat yeoja itu, tadi dia ada,. Dia benar-benar datng kemari. Ku kira hyung melihatnya. Padahal dari tadi aku mengajak mu berbicara, saat ku lihat kau tertidur.”
“APA.?! Dia benar-benar ada. Dan kau tidak membangunkan aku.” Protesku
“habis aku kira kau melihatnya, karena tadi Li young juga melihat yeoja itu.”
“Bagus sekali setelah berlama-lama menunggu, aku tetap ketinggalan acara.” Protesku
“apa kau mengambil gambar yeoja itu.?” Tanyaku. Tiba-tiba Ji memukul jidatnya sendiri
“Hyung aku lupa. !! lalu untuk apa aku membawa kamera ini.!” Rutuknya. Ini benar-benar sangat menjengkelkan. Bahkan melihat gambar yeoja itu saja tidak bisa.
“young apa kau benar melihat yeoja itu.?” Tanyaku
“aku benar-benar melihatnya. Yeoja itu sangat manis, memilik rambut panjang yang indah. Seperti yang di ceritakan Ji oppa.” Ucapnya
“kalian benar-benar tega tidak membangunkan ku.”
“Hyung bagaimana kalau lain hari saja.?” tawar Ji,
“baiklah. Lain hari juga kau harus sudah berkenalan dengan yeoja itu.” Syaratku
“tapi hyung aku sangat malu, untuk bertemunya saja aku selalu mengintip di balik pohon ini.”
“itu masalahmu.” Ucapku acuh
“em. Oppa bagaimana kalau sekarang kita mengambil selca. Di sini pemanndangannya sangat indah, ayo kita foto bersama.?”
“Aku tidak mau.! Seharusnya kau juga memfoto yeoja itu.!” Jawabku ketus. Li Young menatapku tajam, dia menarik kepalaku mendekatkan kepalaku dengan kepala Ji, kepalanya menempel di pipiku.
“Ji oppa ayo cepat foto.” Perintahnya
“ayo semua bilang cisss.!!!” Ucap Ji mengarahkan kamera.
“Bagaimana hasilnya.?!” Tanya Li antusias. Tidak lama setelah melihat foto itu Li Young tertawa. ‘kenapa dia tertawa’ batinku
“jhahaha wajah seung hyun oppa sangat lucu di sini. Kau bilang tidak mau berfoto bersama. Tapi setelah kamera di dapan wajah kau berpose, padahal sebelumnya wajah mu begitu jutek.” Ucapnya di sela-sela tertawa
“Aishh kau ini..” ucapanku terpotong Ji
“baiklah.! Karena hari akan semakin gelap ayo kita pulang.!” Ucapnya semangat
“DIAM KAU JI.!” Teriakku geram
“wae hyung apa salahku.?” Tanyanya dengan wajah memelas.
“apa kau tidak sadar apa salahnya tadi.!” Geramku
“AISHH~ oppa kau ini, dari tadi terus saja mengoceh sini wajahmu.” Pinta Li Young, dia menarik ujung-ujung bibir ku dengan ke 2 jari telunjuknya, sampai berbentuk senyuman.
“nah ini lebih baik dari pada wajah tadi.” Ucapnya dengan tersenyum tulus, senyumannya benar-benar sangat indah. Aku terpaku dan terus menatap wajahnya.
“wae oppa.? Apa ada yang salah dengan wjah ku.?” Tanyannya, karena aku tidak merespon pertanyan Li Young, membuat Ji terheran-heran
“Li Young ada apa dengan seung hyun hyung.?”
“Aku tidak tau.” Tanpa basa-basi lagi Ji mencubit pipiku kencang
“AWWW.!!!” Jeritku kesakitan. “Apa yang kau lakukan Ji.!!”
“aku hanya memastikan kau tidak apa-apa. Dari tadi kau hanya diam mematung ada apa hyung.?” Tanya Ji. Eh tadi aku mematung.?
“aku tidak apa-apa ayo cepat hari sudah mulai gelap.” Ucapku mengabaikan pertanyaan Ji

Flash back end

***********

Choi Seung Hyun POV
At hospital

“Jadi bagaimana dok.?” Tanyaku
“Perkembangan yang sangat luar biasa Mr. Choi. Kondisi anda membaik dengan pesat, apa akhir-akhir ini ada kejadian yang membuat anda menjadi lebih baik dan membuat anda bisa lebih relax.?” Tanyanya dengan tersenyum
“Banyak sekali dok. Itu semua berkat orang-orang yang di sampingku, mereka selalu menyemangatiku.”
“Itu sangat membantu sekali untuk kondisimu.” Ucap dokter Hyo. “baiklah karena sudah tidak ada masalah lagi, anda tidak perlu untuk check up secara rutin lagi, tapi mungkin  sesekali anda harus menjalani pemeriksaan biasa.” Tambahnya

“Tok.. tok.. tok “ sebuah ketukan dari luar pintu
“maaf dokter hyo, apa anda sibuk.?” Ucap seseorang dari belakangku
“tidak kok Haa Won, sebentar lagi selesai.” Tunggu ‘Haa Won .? aku merasa pernah mendengar nama itu.’ Batinku, dengan cepat aku melirik ke arah suara itu berasal. Aku begitu terkejut, begitu pula dengan yeoja itu.
“KAU.!” Ucapku bersaman. Yeoja itu langsung pergi keluar dari ruangan dokter Hyo. ‘Apa yeoja itu sudah membaca surat itu.?’ Batinku.
“mohon maaf Mr. Choi saya tinggal sebentar.”
“Dok kau akan menyusulnya kan.? Tidak usah biar saya yang menyusulnya. Saya ada sedikit masalah dengan dia.” Ucapku sambil mengejarnya

“kemana yeoja itu lari.?” Ucapku dengan nafas berat. ‘di sekitar ini kan dekat toilet, apa yeoja itu sembunyi di sana.?’ Batinku. Aku menuju tempat tolet wanita. Tanpa pikir panjang aku masuk ke dalam toilet. Dan ternyata benar dia sedang berdiri menghadap cermin dengan mata tertutup, wajahnya memerah seperti menahan rasa marah, ini benar-benar salahku. Aku mendekatinya.
“Maaf.” Ucapku, dia sangat terkejut mendengar suaraku dan tentu saja dengan kedatangnku
“Hey ini toilet wanita kenapa kau masuk.? Bagaimana kalo ada orang lain yang melihat kau masuk kesini.” Ucapnya shock
“A.. A.. Karena aku mau minta maaf soal perlakuan dan perkataanku.” Ucapku gugup.
“Tapi tidak sepantasnya seorang namja masuk ke toilet khusus wanita, kita bicara di tempat lain. Dan tidak sopan juga kita berbicara di toilet.”

Dia mengajakku ke taman rumah sakit. Awal memang sangat canggung, dia duduk membelakangiku dan begitu juga aku membelakanginya.
“Jadi kau mau apa.? Apakah cacian mu kemarin itu kurang untuk kau lontarkan kepadaku.?” Ucapnya dengan nada  tenang. Gawat dia benar-benar marah, tapi bagiku itu tidak masalah meskipun dia tetap marah kepadaku, yang terpenting aku sudah meminta maaf.
“Tidak maksud kedatanganku, aku ingin meminta maaf.” Aku langsung ke point
“Baiklah aku memaafkan mu.” Ucapnya, dia menghampiriku dan berdiri tepat di depan aku duduk.
“PLAKK.!!” Dia menampar wajahku dengan keras, dia yeoja ke dua  yang menampar wajahku setelah nuna.
“kenapa kau menamparku.? Bukankah kau telah memaafkan ku.?” Ucapku sambil menatap tajam kearah yeoja itu
“Ya aku memang memaafkan mu tapi ini adalah pelampiasan rasa kesal ku atas perlakuanmu itu. Sebenarnya di saat pertama kali bertemu denganmu dan mendengarkan kata-kata cacianmu itu aku sanngat ingin menampar wajahmu sekeras dengan tenaga yang aku punya. Tapi aku mengurungkan niatku karena kau terlihat sakit dan sekarang kau sudah sembuhkan.?” Aku tertawa hambar
“Jadi kau balas dendam.?”
“bisa di bilang begitu. Tapi teteap aku minta maaf.” Dia menundukan kepalanya. “dan aku harap ini pertemuan untuk yang terakhir kalinya, senang bertemu denganmu.” Tambahnya, yeoja itu pergi meninggalkan aku yang masih terduduk di bangku taman, entah kenapa aku ingin menghentikan langkahnya agar dia jangan pergi. Tapi kenapa aku menginginkan agar dia bersamaku sekarang. Terdengar bisikan di telingaku ‘kau kesepian seunghyunya…’ ah ! ini suara youngie. Kenapa aku mendengar suaranya, tiba-tiba perasaanku menjadi kacau. Aku tidak tau ini perasaan apa yang jelas aku benar-benar sedih dengan perasaan ini ‘memang aku kesepian. Aku kesepian karena kehilanganmu.!’ Batinku
“TUNGGU.!!” Teriak ku kepada yeoja itu. Yeoja itu menatapku aneh di jarak yang lumayan jauh
“Kau memanggil ku.?” Aku menghampiri yeoja itu.
“ada apa kau memanggilku,?”
“aku.. aku kesepian.” Ucapku
“kesepian.? Maksudmu.?” Yeoja ini tidak mengerti
“maukah kau mendengarkan cerita ku.? Aku sangat kesepian sekarang.” Yeoja itu terlihat sangat bingung.
“aku mohon..” tambahku, hey kenapa aku terlihat sangat mengemis dengan suara yang lemah. Aku seperti anak kecil yang meminta permen.
“ba.. baiklah tapi hanya untuk malam ini sajah, dan kalau bisa jangan terlalu lama.” Pintanya. Aku dan yeoja itu duduk kembali, tetapi dengan posisi duduk bersebelahan.
“Jadi apa ceritamu. Tetapi sebelum kau bercerita aku ingin bertanya. Di bukit tempat aku menemukanmu pingsan ada makam tunggal, apa kau tau itu makam siapa. ? karena 3 tahun yang lalu aku tidak pernah melihat makam siapapun di sanah.”
“Itu makam kekasihku.”

TBC

Maaf pasti nunggunya lama. Apa makin hancur atau bagaimana ?. di mohon untuk memberikan komentar mau buruk atau tidaknya. Saya terima dengan ikhlas

Oh iya kalian bisa ngebayangin bukit itu kaya di MV park bom yang you and I🙂