love dust part 3Author            : Zhie (@Zhiedara44)

Main Cast       : Park Sandara (25 Th)

                          Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast : Lee Donghae (27 Th)

  Nam Gyu Ri (18 Th)

  Lee Seung Hyun (18 Th)

  Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

Disclaimer      : Please…coment and don’t copy paste. ^^

Twitter            : @Zhiedara44

 

 

Dara POV

Tanpa sadar aku berlari kearahnya dan mendorong tubuhnya hingga kami berdua terjatuh….tepat saat itu dahan telah patah dan jatuh mengenai tanah. Saat itu suasana menjadi hening, aku membuka mata dan menemukannya…. tepat dibawahku dan omo…bersentuhan, bibir kami bersentuhan… aaaaaaaaaaaaaaaaku refleks mengangkat tubuhku dari tubuhnya…Jiyong menatap ku tajam masih seakan tak percaya dan tiba-tiba…

“Cut!”

Il Woo POV

Aku tak percaya dengan apa yang kulihat…sejak kapan yeoja itu meninggalkan tempatnya, apa dia tak mengerti ucapanku hah….dan dia benar-benar membuat masalah sekarang.

“Cut!” Terdengar teriakan geram dari sang sutradara…aku bisa melihat ia sangat kesal sekarang. “Ya! Dari mana datangnya yeoja itu…” Ucapnya lagi…akupun mau tak mau mendekatinya sebelum semuanya terlambat.

“Mianhamnida, aku yang akan mengurusnya…ini akan menjadi tanggung jawabku.” Ucapku meyakinkan. Iapun mengangguk. Segera kulangkahkan kakiku menghampiri yeoja yang sekarang hanya dapat terdiam menatap bingung sekelilingnya…sementara beberapa kru telah membantu Jiyong berdiri dan memeriksa keadaannya.

“Kajja…ikut aku sekarang Dara.” Ucapku saat menarik pergelangan tangannya.

“Oppa.” Gumannya menatapku.

“Apa yang ada dipikirannya yeoja itu hah…dia mengacaukan syuting kita.” Terdengar keluhan dari artis pendatang baru lawan main Jiyong, kulihat Dara menundukkan kepalanya meminta maaf. Saat aku berhasil membawanya menjauh dari tempat itu…akupun melepaskan genggamanku dipergelanggan tangannya.

“Il Woo Oppa.” Panggilnya…akupun menghentikan langkahku, berbalik menatap Dara.

“Kau telah mengacaukannya Dara?” Ucapku membuat ia mengerutkan keningnya.

“Anio….aku telah menolongnya, bukankah kau lihat ada dahan yang hampir mengenainya tadi…aku heran mengapa kalian tidak mengucapkan terima kasih pada ku…bukankah aku telah menolong artis kalian?” Tanyanya penuh percaya diri…aku rasa yeoja ini benar-benar perlu diawasi sekarang.

“Aigo Dara…itu adalah bagian dari syuting.”

“Omo…apa maksudmu Oppa?” Aku tak percaya ia masih bertanya…akupun menunjuk kearah salah satu kru yang tugasnya membawa sebuah pengumuman yang dihadapkan pada orang-orang yang sedang menonton proses syuting

“HARAP MENGIKUTI DENGAN TENANG, SETELAH INI TERDAPAT SCANE DAHAN YANG JATUH…DAN APAPUN YANG TERJADI DISINI ADALAH BAGIAN DARI SYUTING, MOHON BEKERJA SAMA DENGAN BAIK. KAMSAHAMNIDA.”

Aku bisa melihat keterkejutan yeoja ini…apakah ia baru membacanya sekarang…

“Dara-shi, apa kau mengerti sekarang?” Tanyaku padanya, iapun kembali menatapku.

“Mianhe Oppa…apa aku dalam masalah besar sekarang?”

“Ani…jika sekarang kau mau menurut padaku.” Iapun mengangguk cepat, kubawa dia ketenda tempat peristirahatan kami. “Duduklah disini Dara…dan hanya menunggu kami hingga kami selesai, aresso?” Lagi-lagi iapun mengangguk menurutiku…dan tak lama Jiyong datang menghempaskan tubuhnya di sofa yang disediakan oleh kru untuknya beristirahat.

Jiyong POV

Kurebahkan tubuhku di sofa untuk beristirahat sejenak…dan saat aku mendapati yeoja si pembuat masalah itu duduk manis dihadapan Il Woo Hyung…aku merasa perlu memberinya perhitungan sekarang.

“Hei…Noona, kau benar-benar membuat masalah sekarang.” Ucapku membuat ia menatapku.

“Mianhe Ji…aku tidak-“

“Aresso…atau kau memang sengaja melakukannya hanya untuk menciumku?” Tanyaku berhasil membuat wajahnya memerah…dia terlihat lucu sekarang kekekeke…..

“Ya! Apa yang kau katakan Ji…aku hanya bermaksud menolongmu, aku tidak berniat sedikitpun untuk-“

“Aigo…sudahlah Noona, kau berhasil mendapatkannya tadi…kau telah menciumku tanpa seijinku…kau telah merebut ciuman pertamaku.” Ucapku dengan raut wajah yang kubuat sesedih mungkin…aku bisa melihat ia merasa tidak enak sekarang sementara Il Woo Hyung hanya mendesah pelan mengetahui kebohonganku…hahaha…bodoh jika yeoja ini percaya dengan ucapanku…

“Ani…mianhe Ji, itu tidak sengaja….ini juga hal yang pertama buatku, aku sama sekali tak berharap akan melakukannya denganmu.” Aku terdiam mendengar ucapannya…jadi ini yang pertama…? Aku bisa saja tertawa keras sekarang…tapi aku menahannya, menahan sampai aku benar-benar puas mengerjainya.

“Aku tidak bisa memaafkanmu Noona,,,karena itu tidak bisa mengembalikannya ciuman pertamaku.” Jawabku pelan…membuat ia tertunduk, apa ia benar-benar menyesal sekarang…”Ani…aku bisa saja memaafkanmu Noona.”

“Benarkah?”

“Ne…tapi dengan satu syarat?”

“Wae? Aku akan melakukannya apapun itu.” Jawabnya bersemangat, akupun menyunggingkan senyum termanisku.

“Berikan kembali ciuman pertamaku itu Noona.” Jawabku puas melihatnya menatapku bingung.

“A…apa..apa maksudmu Ji?” Tanyanya bingung, akupun mendekat padanya dan menundukkan wajahku tepat di depan wajahnya…kurasakan ia bernapas lebih cepat sekarang, terlihat ia sangat gugup. Kudekatkan kembali wajahku hingga membuat ia menutupkan matanya dan kali inilah saatnya….”Terlihat kau benar-benar mengingikan ciuman dariku Noona.” Ucapku membuat ia membuka matanya menatapku tajam…akupun menarik wajahku. “Hahahahaha…kau lihat wajahnya Hyung, bukankah itu lucu…hahahaha.” Aku sudah tak mampu menahan tawaku…Il Woo hyung pun tersenyum mendengar ucapanku, aku tahu ia menahan tawanya sekarang. Aku benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa puasku sementara yeoja ini terlihat sudah mengepalkan tangannya menahan amarah.

“Ya! Kau keterlaluan Ji.” Teriaknya memukuli badanku. “ Kau namja yang buruk.” Gerutunya lagi. Akupun berusaha menghindar dari pukulannya…karena walaupun tangannya kecil tapi terasa menyakitkan, kurasa ia memukulku dengan sekuat tenaga yang ia punya.

“Bisakah kalian berhenti sekarang?” Ucap Il Woo Hyung kemudian…”Dara duduklah kembali ke tempatmu semula.” Kulihat yeoja itu menurutinya dengan sesekali menatapku seolah-olah ia akan membunuhku nanti. “Dan kau Ji…bukankah kau harus kembali ke lokasi sekarang, aku akan ikut denganmu…untuk memastikan tidak akan terjadi kesalahan lagi dan kau Dara, tunggu disini sampai proses syuting selesai…araesso?”

“Ne…oppa.” Jawabnya singkat…kulihat ia membuang muka saat aku menatapnya…aku tau dia masih sangat kesal denganku…akupun hanya tersenyum melihat tingkahnya, kurasa ia benar-benar hiburan yang sempurna disaat-saat yang melelahkan ini.

Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam saat proses syuting hari itu berakhir… merekapun bersiap-siap untuk kembali kepenginapan. Dan pada saat Jiyong dan Il woo kembali ke tenda mereka…ia melihat Dara telah tertidur di sofa yang tadi ditempati Jiyong.

Jiyong POV

“Aigo…dia tertidur pulas sekarang Hyung.”

“Seharusnya kita tadi menyuruhnya pulang Ji…wajar kalau ia merasa bosan dan tertidur.” Ucap Il Woo Hyung kemudian, akupun mendekati Noona itu dan membangunkannya.

“Ya! Kau putri tidur…bangunlah.” Kulihat ia membuka matanya dan menatap kami bergantian.

“Apa sudah selesai? Jam berapa sekarang?” Tanyanya saat ia benar-benar sadar dari tidurnya.

“Jam 9 lewat 10 menit Noona.”

“Omo…aku harus segera pulang sekarang, eomma akan mengkhawatirkanku.” Ucapnya panik membuatku dan Il Woo hyung saling berpandangan.

“Hyung..bisakah kau pulang ke penginapan lebih dulu? Aku akan mengantarnya.”

“Ani…kau tidak perlu mengantarku Ji.”

“Ya…aku tidak mungkin membiarkan kau pulang sendiri Noona.” Jawabku tegas membuat ia terdiam.

Dara POV

Kami tidak saling berbicara saat di perjalanan, aku masih sangat kesal dengannya…ia terlalu mudah mengerjaiku tapi aku cukup terkejut ia memaksaku untuk mengantarku pulang. Apakah ini sisi baiknya? Atau dia memiliki maksud tersembunyi….aigo, aku tidak akan membiarkannya mempermaikanku lagi. Dan saat tiba di rumahku…kulihat eomma menungguku dengan raut wajah yang menunjukkan kecemasan.

“Eomma.”

“Aigo…chagi, darimana saja dirimu..kau tahu eomma hampir saja memanggil para tetangga untuk mencarimu.”Jawab Eomma membuatku merasa bersalah…

“Mianhamnida Ajhumma…Dara terlambat karena saya.” Jawab Jiyong mendahuluiku…Eommapun menyadari kehadirannya.

“Nuguseyo?“

“Jeoneun Kwon Jiyong imnida… Mannaseo bangapsseumnida.” Jawab Jiyong membungkukkan badannya, ia menjadi namja yang sopan sekarang.

“Eomma…ia salah satu pemain dalam drama yang sedang syuting disini…aku terlambat karena melihat proses syuting mereka.” Ucapku menambahkan.

“Benarkah?”

“Ne Ajhumma…putri anda sempat membuat kekacauan tadi, oleh karena itu ia sedikit mendapat hukuman…untuk menunggu kami hingga proses syuting selesai…oleh karena itu ia terlambat pulang, mianhamnida karena membuat anda cemas.” Jawab Jiyong menceritakan semuanya…eommapun sempat menatapku, akupun hanya tertunduk mengakui kesalahanku.

“Maafkan putriku karena telah menyusahkanmu.” Ucap Eomma kemudian… Jiyongpun menyunggingkan senyum malaikatnya.

“Ne Ajhumma.”

“Geurae…kau ikutlah makan malam bersama kami, aku ingin berterima kasih karena kau sudah menyempatkan waktu untuk mengantarkan putriku.” Ucap eomma membuatku menatapnya.

“Eomma…apa yang kau katakan. Dia harus segera pulang.”

“Kau tidak boleh bersikap seperti itu Chagi…dia adalah tamu kita sekarang.” Jawab Eomma.

“Kamsahamnida Ajhumma, tapi yang dikatakan putri anda benar…saya harus segera pergi sekarang.”

“Aniyo…kau tidak boleh pergi sebelum makan malam bersama kami, aku tahu kau pasti belum makan… kau terlihat lelah Jiyong-shi.” Ucap Eomma kemudian, akupun mengakuinya Jiyong terlihat sangat lelah sekarang…dan akhirnya iapun bersedia makan malam bersama kami, Eomma terlihat menyukainya…tak jarang eomma menambahkan lauk kepadanya, Jiyong berusaha menolak karena ia terlihat sudah penuh sekarang tapi ia tak bisa menolaknya…atau lebih tepatnya tidak ingin menolak, jadi ia memaksakannya masuk ke mulutnya. Sekali lagi aku melihat sisi baiknya….

 

Beberapa saat kemudian…

Jiyong POV

Makan malam kali ini sangat berbeda, walaupun terlihat sederhana…tapi aku bisa merasakan kenikmatannya, Noona…kau memiliki keluarga yang hangat walaupun aku baru tau jika appanya telah lama tiada. Akupun menyudahi makanku tanpa sisa sedikitpun, dan setelah berbincang-bincang sebentar dengan Ajhumma… akupun berpamitan pulang, karena aku yakin Il Woo Hyung yang mencemaskanku sekarang.

“Noona…Kamsahamnida, mian karena telah membuatmu kesal.” Ucapku saat ia mengantarku keluar dari rumahnya.

“Ne…kau baru sadar sekarang hah?” Akupun hanya tertawa menjawabnya. Dan aku terdiam untuk beberapa saat…entah mengapa aku merasa berat untuk mengucapkannya.

“Noona..”

“Wae Ji?”

“Noona…besok syutingku yang terakhir.” Ucapku kemudian, iapun menatapku.

Dara POV

“Noona…besok syutingku yang terakhir.” Ucapnya kemudian.

“Omo..bukankah syutingmu berakhir lusa Ji?”

“Ada beberapa scane yang tidak diperlukan Noona…jadi kami dapat mengakhirinya lebih cepat.” Jawabknya berusaha menjelaskan.

“Apa itu artinya kau akan segera meninggalkan desa ini?”

“Ne…besok kami akan syuting dari pagi hingga matahari terbenam, setelah itu kami akan langsung kembali ke seoul…” Jawabnya membuatku terdiam, bukankah seharusnya aku senang… aku senang itu berarti dia akan mengembalikan cincinku, tapi mengapa tiba-tiba ada bagian yang sakit di dadaku…ini terasa sesak.

“Noona?”

“Ah…Ne, Ji….wae?”

“Tapi aku belum bisa menyerahkan cincin itu sekarang Noona… aku tidak membawanya saat ini.” Jawabnya seakan bisa membaca pikiranku, tapi jujur bukan itu yang kupikirkan sekarang.. aku hanya merasa mulai terbiasa dengan keberadaannya.

“Oh…kau bisa menyerahkannya besok Ji.” Jawabku kemudian.

“Ne…besok datanglah setelah matahari terbenam ke penginapan Noona, karena lokasi kami syuting besok sangat jauh dari sini jadi aku tidak mungkin menemuimu besok.”

“Aku mengerti Ji…jadi mulai besok aku akan bebas, benarkan?”

“Hahaha…kau benar Noona, tak ada alasanku lagi untuk mengerjaimu…bukankah itu yang kau harapkan…berharap aku cepat pergi dari sini.” Jawabnya, akupun hanya menanggapinya dengan senyuman. “Tapi perlu kau ingat Noona,,,datanglah tepat waktu karena aku tidak akan menunggumu.” Ucapnya lagi, akupun mengangguk mengerti…setelah itu akupun melihatnya pergi menjauh…apa dia akan benar-benar pergi, apa kami tidak akan pernah bertemu lagi…

“Aigo…apa yang kau pikirkan dara…anggaplah dia mimpi burukmu yang akan segera berlalu, araesso?” Ucapku dalam hati meyakinkanku jika aku akan kembali ke kehidupanku yang tenang sebelum bertemu dengan namja bernama Kwon Jiyong. Aku kembali masuk ke dalam rumah…aku menghampiri eommaku yang sedang mencuci piring.

“Dia sudah pulang?” Tanya Eomma, aku mengangguk mengiyakan. “Dia namja yang baik bukan?”

“Ani…dia menyebalkan eomma, kau jangan tertipu dengannya…bukankah kau tau dia seorang aktor..tadi dia hanya berakting menjadi namja yang baik.”

“Benarkah? Tapi eomma merasa…dia adalah namja yang benar-benar baik dan sangat bertanggung jawab.”

“Ais…dia berhasil menipumu eomma.” Jawabku membuat eomma tertawa.

***
Hari cukup cerah saat ini Dara mengayuh sepedanya mengantar susu dan biskuit kepada pelanggan setianya…

“Joheun achimieyo…. annyeonghi jumusyeotseumnikka.” Ucap Dara bersemangat saat mengantar susu dan biskuit ke salah satu pelanggannya.

“Aigo..kau selalu terlihat cantik Dara-yah.”

“Kekeke…benarkah Harabeoji, lalu bagaimana dengan Halmoni?” Goda Dara.

“Dia juga tentunya…” Jawab Harabeoji membuat Dara tersenyum melihat Halmoni yang tersipu malu….dan saat itu tiba-tiba ada seorang ajhusi yang berlari kearah mereka.

“Dara-yah!”

 

Dara POV

Aku menoleh saat ada suara yang memanggilku…saat itu ku lihat Ajhussi yang tinggal di samping rumahku berlari dengan tergesa-gesa menghampiriku.

“Wae…ajhussi?” Tanyaku saat ia telah sampai di hadapanku.

“Eommamu Dara-yah….dia jatuh pingsan saat menyiram tanamannya, dan sampai saat ini ia belum sadar…kami berencana membawanya kerumah sakit sekarang…karena itu aku mencarimu.”

“Ottoke…eomma…” Aku cukup terkejut apa yang baru saja ku dengar…bukankah tadi eomma terlihat sehat, apa yang terjadi pada eomma….kamipun segera membawa eomma ke rumah sakit di Desa kami…dan saat eomma telah ditangani oleh dokter, dapat kulihat sekarang wajahnya yang pucat dan tampak lelah…mengapa aku tak menyadarinya, apa eomma bekerja terlalu keras akhir-akhir ini…”Eomma bertahanlah…kau akan baik-baik saja, iyakan eomma?” Ucapku saat aku telah memegang tangannya…tak ada jawaban yang ku dengar, hanya dokter yang berusaha menjelaskan bahwa sekarang eomma perlu melakukan beberapa pemeriksaan agar dapat mengetahui penyakit yang dideritanya. Aku tak bisa berpikir apa-apa lagi sekarang…aku hanya ingin eomma sadar, appa….bisa kau kuatkan aku sekarang? Aku tak ingin sendirian.

Jiyong POV

Aku terus melihat jam ditanganku….ku ketuk-ketukan jariku di meja yang menjadi tumpuanku. “Apa dia tak akan datang? Apa dia lupa? Bukankah ini sudah lewat waktunya…aigo.” Gerutuku kesal….yeoja yang ku tunggu tidak kunjung datang, padahal Il Woo hyung sudah berkemas untuk segera meninggalkan penginapan ini.

“Kau belum berkemas Ji?” Tanyanya, akupun menghela nafas panjang.

“Ne…Hyung, akan segera kulakukan.” Jawabku bangkit dari duduk menuju kamar untuk mengemasi barang-barangku. Beberapa saat kemudian barang-barang kami telah masuk ke dalam mobil…tapi aku masih ragu untuk meninggalkan tempat ini.

“Masih menunggunya?” Tanya Il Woo hyung padaku.

“Ne Hyung…bukankah seharusnya ia datang, bukankah benda ini sangat penting untuknya.” Jawabku memainkan sepasang cincin yang berada ditelapak tanganku.

“Tidak bisakah kau menitipkannya pada penjaga penginapan ini Ji?” Ucap Il Woo hyung mengusulkan.

“Anio…aku yang akan memberikan benda ini padanya hyung.”

“Apakah harus?”

“Ne…bukankah aku yang menenemukannya, jadi aku yang harus memberikan langsung padanya hyung.”

“Aku rasa itu hanya alasanmu untuk bertemu dengannya Ji.” Ucap Il Woo hyung membuatku menatapnya.

“Ani..bukan begitu hyung, aku hanya ingin ia benar-benar memiliki kembali benda ini…bukankah kau juga melihatnya hyung, ia melakukan apapun yang kusuruh demi benda ini. Bukankah itu berarti ini sangat berharga? Aku tidak mungkin menitipkannya pada orang lain hyung. Aku ingin benda ini tepat kembali pada pemiliknya.”

“Tapi bukankah kita harus pergi sekarang Ji, besok kita ada pertemuan yang sangat penting?”

“Beri waktu setengah jam lagi hyung…jika ia tidak datang, kita akan benar-benar pergi.”

“Baiklah…aku mengerti.” Jawabnya kemudian menyerah dan memilih menunggu di mobil.

Setengah jam berlalu…

Il Woo POV

“Bisa kita pergi sekarang Ji?” Tanyaku pada jiyong yang tampak bimbang, walaupun aku juga cukup heran mengapa yeoja itu tak datang.

“Kajja…kita pergi hyung.” Jawab Jiyong masuk ke dalam mobil…akupun hanya bisa menghela nafas melihat ia masih tidak tenang.

“Ajhussi, kita pergi sekarang.” Ucapku pada supir pribadi kami…sebelum Jiyong berubah pikiran.

Dara POV

“Oettoke…bukankah aku harus bertemu dengan Jiyong, aku melupakannya. Eomma aku pergi sebentar…tidak akan lama. Aku harus mengambil benda berhargaku padanya-“ Ucapku tidak meneruskan kata-kataku karena di lain sisi alasanyaku yang utama adalah aku ingin bertemu dengannya sebelum ia pergi. “Dia namja yang menyebalkan yang pernah kutemui eomma…aku harap dia masih menungguku…aku tidak akan lama, araesso.” Ucapku kemudian mencium kening eommaku yang sampai sekarang belum siuman “Appa…jagalah eomma.” Doaku saat itu. Aku berlari sekuat tenaga menuju penginapan…melewati jalan pintas agar segera tiba ditempat yang kuharapkan ia masih menungguku.

“Eonni….apa dia masih disini?” Tanyaku pada penjaga penginapan yang ku kenal semenjak aku sering datang untuk menemui Jiyong di penginapan tersebut.

“Dia telah pergi setengah jam yang lalu Dara-yah.” Ucapnya membuatku terdiam.

“Dia menitipkan sesuatu untuk mu.” Akupun menerima kotak yang eonni berikan padaku…kubuka kotak itu dan aku membaca pesannya.

Ya! Kau terlambat Noona…
Bukankah aku menyuruhmu untuk  datang tepat waktu
Kau membuatku benar-benar kesal sekarang…
Aku tidak akan menunggumu….
Kau tau itu….
Aku hanya mengembalikan satu benda berhargamu….
Satu ada padaku…itu sebagai hukuman untukmu…
Berharaplah kita dapat bertemu lagi…
Araesso !!!>o<

Akupun mengambil sebuah cincin yang berada didalam kotak itu…aku tersenyum memandangnya. Seharusnya kau langsung mengatakannya Ji…aku ingin mendengar langsung seberapa kesalnya dirimu sekarang…dan tanpa sadar air mataku menetes. “Omo…apa yang terjadi padamu Dara…bukankah kau senang dia tidak akan mengganggumu lagi…” Batinku meyakinkan….dan saat itu aku kembali memakai cincin itu di jari manisku. “Kwon Jiyong…kuharap kau menjaganya sampai kita bertemu lagi, kau harus mengambalikannya padaku…araesso.” Ucapku dalam hati berharap ia dapat mendengarnya.

 

To be continued…..