you know what i meanJudul : You Know What I Mean Part 1

Author : FYA (@FYA_VIP)

Genre : Romance, Family, Mistery dll

PG/RATING : PG 16

Cast :

  • Choi Hyun Yoo
  • Kwon Ji Yong
  • Choi Seung Hyun
  • Kwon Seungri
  • Park Minzy
  • Park Sandara
  • Lee Chaerin
  • Lee Park Bom
  • Kang Daesung
  • Dong Young Bae

~~~~~~~~~You Know What I Mean part 1 Begin’s~~~~~~~~~~~~

 

‘Detik berganti menit, menit berganti jam, dalam sehari terdapat 24 jam. Seperti air yang mengalir, waktupun terus berjalan. Entah kau senang atau tidak, hidup akan terus berjalan dalam track yang telah ditentukan oleh-NYA’

Hari ini hari pertama Hyun Yoo di Kirin Art High School. Miss Sandara, guru matematika membawa Hyun Yoo masuk ke dalam kelas dan menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.

“Annyeong, Choi Hyun Yoo imnida. Aku pindahan dari New York. Mannaseo Bangawoyo”

“Duduklah disamping Minzy. Itu satu – satunya bangku kosong disini,” ungkap Miss Sandara.

“Ne, Gomawo”

Hyun Yoo berjalan menuju ke bangku Minzy yang berada di ujung kelas dan paling depan sendiri. Hyun Yoo duduk di sampingnya dan melemparkan sebuah senyuman padanya. Minzy membalas senyuman Hyun Yoo dan mengatakan kalau akhirnya ada juga yang mau duduk di sampingnya. Hyun Yoo ingin bertanya mengapa tidak ada satu pun siswa yang mau duduk di sampingnya, namun ia mengurungkan niatnya karena Miss Sandara mulai membagi kelompok untuk mengerjakan tugas yang ia berikan.

“Minzy dengan Kyuhyun, Seungri dengan Hyun Yoo, Daesung dengan Seohyun,………………”

“Oke, Miss sudah membagi rata semua siswa disini menjadi  10 kelompok. Buat dan presentasikan tugas kalian minggu depan sebaik mungkin. Sukses dan selamat siang”, Miss sandara meninggalkan ruang kelas.

Seketika kelas menjadi gaduh dan riuh, para siswa saling melempar kertas satu sama lainnya. Kelas menjadi seperti arena bermain anak TK.

“Omona! What’s going on Minzy-ah?,” tanyaku takjub melihat kejadian yang live di depan mataku.

“Itu sudah biasa. Kau tidak perlu kaget begitu!”

“Mwo? Maksudmu?”

“Murid 2B memang terkenal akan ketidak tertibannya dan sering membuat masalah. Apalagi duo evil itu, mereka sangat menyebalkan sekali! kau harus berhati – hati pada mereka!”

“Duo evil?”

“Yeah, Seungri dan Kyuhyun. Merekalah ketua duo evil di kelas 2B dan Daesung sering menjadi sasaran empuk bullying mereka karena wajahnya yang polos dan culun itu!”

“What? Bagaimana bisa mereka melakukannya?”

“Tentu saja bisa. Kakak mereka adalah anak kelas 3B yang terkenal dengan Duo Cool Man. Selain itu orang tua mereka adalah salah satu penyumbang dana terbesar di sekolah ini”

“Ayo lepaskan bajumu sekarang juga!,” perintah Seungri dengan kasar kepada Daesung

“Tapi…”

“Kau mau melawan, heh? Apa kau mau dikeluarkan dari sekolah ini?”

“Baiklah.. ini…”

Daesung melepaskan satu persatu pakaiannya dan memberikannya kepada Seungri, Seungri memberikannya kepada Kyuhyun, Kyuhyun memberikannya kepada Seohyun, Seohyun membuangnya ke tempat sampah.

“Itu juga, lepaskan!,” perintah Seungri sambil menunjuk boxer  tipis milik Daesung.

Raut muka Daesung gelisah. Keringat bercucuran membasahi pelipisnya. Perasaan takut, malu, bingung memenuhi pikirannya. Dia ingin menolak, namun bibirnya seolah terkunci dan tangannya seolah diluar kendalinya. Perlahan tangan Daesung yang diluat kendalinya menarik boxernya hingga bawah.

“Hentikan!,” teriak Hyun Yoo.

Hyun Yoo memegangi tangan Daesung dan menyuruhnya menghentikkan tindakan bodohnya. Hyun Yoo menatap tajam ke arah Seungri sambil memunguti baju – baju Daesung yang dibuang Seohyun ke tempat sampah.

“Ini, pergilah ke kamar mandi dan pakailah kembali pakaianmu! Apa kau tidak malu, heh?” Hyun Yoo mengembalikan pakaian Daesung kepada yang punya.

“Gam… sa.. hamnida,” ucap Daesung terbata lalu berlari ke kamar mandi.

Hyun Yoo berbalik menuju ke tempat duduknya disamping Minzy. Namun sebuah tangan memegang pergelangan tangannya dan menghentikannya.

“Kau pikir kau bisa lolos dengan begitu saja, nona?,” ucap Seungri dari balik punggung Hyun Yoo.

“Menurut anda apakah saya akan peduli dan takut dengan anada tuan muda?,” ucap Hyun Yoo masih membelakangi Seungri.

“NO WAY!,” Hyun Yoo menarik tangannya kasar dari Seungri dan kembali ke tempat duduknya di samping Minzy. Para siswa kembali ke tempat duduk mereka masing – masing dengan diam tanpa kata. Tontonan mereka telah usai dan kini pelajaran berganti menjadi pelajaran Sains.

***********************

“Chagi, suapi aku. A….” ungkap Chaerin mesra kepada Ji Yong di kantin.

Namun Ji Yong tak terlalu menanggapinya dan tatapannya kosong memikirkan sesuatu. Young Bae seperti kambing yang dikacangi oleh pasangan mesra Ji Yong, Chaerin. Tapi ia selalu setia menemani sahabatnya itu dan tidak pernah mengeluh walau sebenarnya ia ingin sekali merasakan apa yang dirasakan Ji Yong bersama wanita pujaanya, Miss Sandara.

“Hufft…,” desah Young Bae malas.

“Hyung! Hyung!,” teriak Seungri berlebihan sambil berlarian dari kelas menuju ke arah hyungnya diikuti Seohyun dan Kyuhyun di belakangnya.

“Ada apa ri?”

“Hyung ada anak baru di kelasku!,” ungkap Seungri sambil mengatur nafas.

“And then?”

“Dia menghinaku hyung! Dia mengagalkan eksekusiku kepada Daesung! Menyebalkan sekali bukan?”

Ji Yong hanya tersenyum sinis dan menanyakan siapa nama siswa baru itu kepada Seungri. Dari tatapan matanya terlihat jelas rencana liciknya kepada Hyun Yoo yang telah mengangu adiknya. Ji Yong sangat sayang kepada Seungri dan siapapun yang berani menyentuh Seungri maka harus berhadapan juga dengannya.

Kebetulan saat itu Hyun Yoo juga sedang berada di kantin bersama Minzy dan Daesung. Mereka sedang membicarakan sesuatu sambil menyebut – nyebut nama Seungri lalu tertawa terbahak – bahak. Telinga Ji Yong panas mendengar nama dongsaengnya disebut – sebut. Akhirnya ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah Hyun Yoo.

Ji Yong menyiramkan jus alpukat ke kepala Hyun Yoo sambil tersenyum sinis. Semua orang seketika berdiri dari tempat duduknya dan pindah menjauhi Ji Yong dan Hyun Yoo.

“What the hell? Are you fucking kidding me, huh?” Hyun Yoo berdiri dari tempat duduknya dan mengamati rambutnya yang lengket karena jus alpukat.

“Yeah, I’m fucking kidding you, baby!,” jawab Ji Yong sinis lalu berbalik meninggalkan Hyun Yoo.

“Jamkkaman!,” Hyun Yoo menarik tangan dan tubuh Ji Yong agar berbalik, lalu mencium bibir Ji Yong kasar. Hyun Yoo memegangi tengkuk Ji Yong untuk memperdalam ciuman mereka dan tak mau melepaskannya. Hyun Yoo mengigit bibir bawah Ji Yong memaksanya untuk membuka mulut agar lidahnya dapan menjelajahi mulut Ji Yong. Chaerin yang kepanasan melihat adegan ciuman Hyun Yoo dan Ji Yong yang HOT langsung mendekat ke arah Hyun Yoo dan menamparnya.

“Dasar kau! Bitch!”

Chaerin langsung menarik tangan Ji Yong kasar dan membawanya pergi dari kantin. Hyun Yoo hanya terdiam sambil memegangi pipinya yang merah. Tatapannya tajam kepada Chaerin. Andai tatapan bisa membunuh maka Chaerin akan mati saat itu juga karena tatapan Hyun Yoo. Daesung dan Minzy langsung menghampiri Hyun Yoo setelah Duo Evil, Duo Cool Man dan gadis – gadisnya itu pergi. Hyun Yoo hanya tersenyum dan mengatakan kalau ia tak apa kepada teman – temannya untuk menenangkan mereka.

**************************

“Noona, kau sangat indah. Bahkan keindahannu melebihi keindahan bulan. Noona, kau sangat harum. Bahkan aromamu mengalahkan aroma bunga – bunga yang bermekaran di pagi hari. Noona, kau mebuatku kecanduan. Kecanduan akan dirimu. Kecanduan akan cintamu. Berasa ingin lagi, lagi dan lagi melihat wajahmu dan bertemu dengan dirimu,” gumam Seung Hyun di dalam lamunannya sambil memperhatikan wajah Miss Bommie.

“Seung Hyun kau sudah siap?,” tanya Miss Bommie kepada Seung Hyun.

“Ne,” jawab Seung Hyun gugup sambil memalingkan wajahnya karena malu ketahuan memperhatikan wajah Miss Bommie lekat – lekat.

“Hwaiting!” Miss Bommie tersenyum kepada Seung Hyun dan memberikan semangat kepadanya yang akan mengikuti lomba News Reader.

Akhirnya giliran Seung Hyun maju ke depan, ia membacakan berita dengan sangat tegas dan jelas. Bahasa inggrisnya juga cukup lancar. Ditambah pronounciation yang meyakinkan. Membuatnya menjadi seorang News Reader yang hebat dan akhirnya membuatnya berhasil memenangkan perlombaan News Reader tingkat kota tersebut. Miss Bommie tersenyum puas dan memberikan selamat kepada anak didiknya tersebut.

“Miss…  Bolehkah aku meminta sesuatu karena sudah berhasil memenagkan lomba ini?”

“Hmm.. Baiklah.. satu permintaan..”

“Dinner sama aku malam ini ya miss?”

“Mwo?”

“Jeongmal,” pinta Seung Hyun memohon.

“Baiklah. Jam 9 di kutunggu kau di gangnam, ok?”

“Oke”

******************************

“Oppa, kau mau kemana? Wangi sekali?,” tanya Hyun Yoo sambil mengendus – endus aroma baju Seung Hyun.

“Anak kecil mau tahu aja!,” jawab Seung Hyun sambil menjitak puncak kepala Hyun Yoo gemas lalu berlalu pergi meninggalkannya.

“Oppa, aku mau menceritakan sesuatu!,” teriak Hyun Yoo.

“Nanti saja ya adik kecil! Oppa ada urusan, ini menyangkut hidup dan mati oppa! Bye!,” teriak Seung Hyun memugunggi Hyun Yoo sambil melambaikan tangan dan bersiap masuk ke dalam mobilnya.

*****************************

“Kau sudah siap Chaerin?”

“Ne, eonnie. Sebenarnya kita mau kemana sih?”

“Sudah, ayo kau masuk saja ke dalam mobil! Nanti kita telat”

Park Bom melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi menyusuri jalanan malam kota yang tidak terlalu padat menuju ke arah Gangnam.

Akhirnya Seung Hyun dan Bom bertemu dan makan di restoran. Chaerin yang merasa hanya jadi orang ketiga berusaha meninggalkan mereka berdua. Namun Park Bom mencegahnya dan menyuruhnya tetap tinggal menikmati makanannya. Sebenarnya Seung Hyun sempat terkejut mengetahui kalau ternyata Chaerin anak kelas 3B adalah adik dari Miss Bommie dan Miss Bommie mengajaknya makan malam bersama mereka berdua. Itu cukup membuat Seung Hyun tergangu, namun itu tak terlalu menjadi masalah untuknya. Yang terpenting untuknya saat ini ialah ia bisa menghabiskan malam ini bersama wanita yang ia puja – puja sejak ia pertama kali masuk Kirin Art High School.

‘Percaya atau tidak, cinta Bisa membuatmu kehilangan akal hingga menuju ke penyakit jiwa yang juga disebut gila. Cinta bisa membuatmu tertawa sendiri, menangis sendiri, hingga berteriak – teriak dengan kencang di saat yang bersamaan tanpa sebab yang jelas’

************************

Hari kedua untuk Hyun Yoo di sekolah barunya. Dia baru saja akan membuka pintu ruang kelas, namun Daesung segera berlari dari belakangnya dan mendahuluinya masuk ke kelas. Alhasil badan Daesung basah kuyup dan bajunya putih semua karena terkena air sekaligus tepung yang telah diletakkan oleh duo evil diatas pintu. Seluruh siswa yang berada di dalam kelas tertawa terbahak melihat Daesung yang seperti adonan kue. Cukup tambahkan telur dan mentega sudah bisa langsung dimasukkan oven.

Hyun Yoo memarahi Daesung yang berusaha menolongnya dengan mengorbankan dirinya. Namun Daesung mengatakan kalau ia sudah biasa mendapatkan hal yang seperti itu dan ini hanya hal kecil baginya. Minzy yang baru datang langsung mengusap wajah Daesung dengan sapu tangannya dan membawa Daesung ke kamar mandi. Sementara Hyun Yoo? Hyun Yoo masih berdiri dengan bingung di depan pintu kelas.

Lalu tiba – tiba, raut wajahnya berubah dan ia tersenyum penuh arti ke arah Seungri. Hyun Yoo melangkahkan kakinya masuk dan menuju ke arah duo evil dan para gadisnya. Hyun Yoo menatap manik mata Seungri tajam. Menatapnya dalam hingga mungkin mampu untuk menusuknya. Seungri berkedip, tak sanggup untuk terus lama membalas pandangan mata Hyun Yoo yang tajam.

“Annyeong, Good morning!,” sapa Seungri basa – basi membuka pembicaraan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak terlihat gatal sama sekali.

“Tuan muda, bukankah kita satu kelompok matematika kemarin?”

“Eoh? Jeongmal?”

“Ne. Kapan kau mau datang ke rumahku?”

“Kerumahmu?”

“Yes, of course. Atau.. kau ingin aku yang datang ke rumahmu?”

“Oh.. Tidak perlu.. Aku akan datang kerumahmu!”

Hyun Yoo menarik tangan Seungri dan menuliskan nomor handphonenya beserta alamat rumahnya di telapak tangan Seungri.

“Sore ini, jam 5. Ok, chagi?,” Hyun Yoo melempar senyum evil kepada Seungri.

Seungri hanya bisa terdiam melihat sekaligus mendengar ucapan dan perlakuan Hyun Yoo padanya. Hyun Yoo mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduknya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, ia berhenti dan kembali menuju ke tempat duduk Seungri. Hyun Yoo mendekat ke arah Seungri dan membisikkan sesuatu di telinganya.

“Don’t forget to bring your doll, baby! Or you will died!”

“Apa maksudmu bonekaku?”

You know what I mean!

 

~~~~~~~~~TO BE CONTINUED~~~~~~~~~~~~~~

Don’t forget for RCL ya chingu.. kasih saran kasih saran… gomawo😀