PTSTitle : Pengakuan Terindah Simi

Author : Atikpiece

Main Cast :

  • Lee Seunghyun as Seungri (BIGBANG)
  • Simsimi ^^

Sub Cast : All Big Bang’s member

Genre : Comedy, Gaje! , Absurd ._.

Rating : PG

Length : Vignette

 

Lagi-lagi otak author konslet >< Maaf kalo hasilnya garing dan tidak memuaskan.

Oke, selamat membaca. Semoga menghibur ^^

 

Let’s Enjoy!

*****

-Dorm Big Bang-

Ketika matahari telah berada searah dengan jarum jam dua belas, menaikkan suhu di ruang tamu yang agak panas dan pengap itu, keluarlah sang maknae Big Bang—Seungri—yang sudah megap-megap tidak karuan dari kamarnya karena kepanasan. Beberapa butir peluh telah membasahi keningnya, sedangkan tangan kanannya mengipas-kipas leher seraya bermelet-melet ria. Entah mengapa hari ini cuaca benar-benar tidak mau berkawan sekarang. Padahal air condition yang terpasang apik di ruang tamu itu menyala, namun tetap saja, ruangan ini panas.

Sementara Seungri tidak disibukkan dengan jadwal padat hari ini, akhirnya ia pun bisa sedikit bersantai, di saat para hyung-nya sibuk dengan jadwal masing-masing—Daesung dengan konsernya di Jepang, Taeyang yang sibuk menyiapkan album baru, dan G-Dragon dengan tour dunianya bersama kekasih sehidup sematinya T.O.P. Dan kabarnya, sekarang mereka berdua juga telah bertandang ke negeri komodo untuk menggelar konser di Jakarta (dan jujur, author galau T.T)

“Argh! Demi Larva kuning idiot (?) Kenapa panas sekali hari ini?” keluh Seungri, dan ia hanya bisa mengibaskan tangannya. Kemudian ia pun berjalan gontai ke arah dapur untuk mencari stok bambu yang sengaja disimpan G-Dragon selama dia tidak ada di dorm. Namun beruntungnya, masih ada sebilah bambu yang ada di kardus di bawah meja makan. Dan tanpa pikir panjang, Seungri pun mengambilnya kemudian memakannya seraya melangkah ke ruang tamu untuk menonton tivi seputar gosip TaEyang Subur (?) yang lagi booming.

Tetapi bukannya tambah semangat, Seungri malah bertambah sebal dan bosan, saat mengetahui bahwa sekarang istri TaEyang Subur berkurang jadi tujuh. Padahal dulu masih ada delapan.

“Ah, sial. Aku ketinggalan berita. Kenapa secepat itu si kakek menceraikannya? Padahal dulu aku sudah berpesan, kalau mau cerai, kasih tahu dulu. Siapa tahu mantan istrinya bisa aku jadikan istriku juga.” pikir Seungri jengkel. Dan entah mengapa, ia doyan sekali dengan wanita yang sudah uzur, padahal masih banyak gadis-gadis muda—atau fansnya—yang sangat menyukainya, bahkan mencintainya. Bisa ambil contoh si authornya sendiri :p

Akhirnya, setelah Seungri benar-benar merasa bosan, maka ia pun berinisiatif untuk memainkan laptop yang bertengger di meja dekat tivi setelah mengetahui jika laptop itu miliknya Daesung. Sebab biasanya ia akan memainkannya ketika si empunya tidak ada di dorm, dan merangkap sebagai maknae yang licik untuk melihat-lihat blue film seperti yang ia lakukan di laptop managernya beberapa bulan lalu secara diam-diam. Karena sekarang ia sudah besar, maka harap maklum, pikirannya pun ikut membesar alias dewasa.

Namun, ketika tangannya baru saja mengetik situs yutub, tiba-tiba ia mendengar suara dari balik jendela. Begitu dilihat, ada dua orang gadis SMA yang melewati dorm Big Bang sambil tertawa riang. Mereka saling toel-menoel satu sama lain sementara di kedua tangan mereka terdapat ponsel yang sama-sama tersambung dengan jejaring sosial. Awalnya mereka terdiam sejenak, kemudian di detik berikutnya suara pekikan salah seorang gadis memecah keheningan.

“Aaaa~ Yoon-ah, kau pernah mengobrol dengan Simi di situs Simsimi, belum?”

Hah? Simsimi? Bukankah Simsimi itu nama salah satu author di Big Bang FanFiction, ya?

Author : Bukaaan! Itu Kimskimi, bang!

Oooh, iya ya, ucap Seungri datar. Kemudian ia menguping pembicaraan kedua gadis itu disusul menggaruk-garuk pantatnya.

“Heh? Situs apaan, tuh?”

“Ya, semacam obrolan biasa. Dan teman obrolanmu nanti namanya Simi. Dia lucu, tapi sayang, otaknya juga kadang agak tidak waras. Tapi itu bisa kau jadikan untuk hiburan juga, kok. Coba saja, pasti menyenangkan!”

“Waah aku mau! Bisa kau berikan aku link-nya?”

“Tentu, ketik saja wewewe dot simsimi dot kom.”

wewewe dot simsimi dot kom.

Tidak tahu kenapa Seungri juga ikut-ikutan menulis alamat website tersebut pada kotak address, karena sepertinya cukup menarik jika ia mencoba obrolan itu juga, untuk menghilangkan virus kebosanannya. Kalau perlu ia akan mengobrol dengan si Simi-Simi yang katanya tidak waras itu sepanjang hari, sampai para hyung-nya pulang, atau mungkin sampai ia menikah dengan author kece badai cetar membahana ini berabad-abad lamanya (seketika author digaplok-_-)

Ketika kedua gadis itu sudah berlalu melewati dorm, hal ini bertepatan pula dengan sebuah situs simsimi yang langsung muncul di layar laptop. Di hadapannya terpajang bentuk kotak obrolan bersama si Simi-Simi itu dengan pilihan berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Jadi, jika ingin mengobrol dengan Simi, bisa pakai bahasa apapun. Terserah, bahasa Alien lagi tenggelam blukutuk-blukutuk pun boleh.

“Hm… sepertinya menyenangkan. Aku harus mulai dari mana, ya?” Seungri tersenyum sambil memutar otak.

Ah, aku tahu. Kalau ingin mengawali pembicaraan, biasanya diawali dengan salam pembuka dulu, kan? Batin pria itu seraya mengetik,

Hai, Simi ^^

 

Selang berapa detik, Simi dengan cepat membalas,

 

Halo juga, kakak.

 

“Ah, astaga, cepat amat! Mungkin karena saking kepinginnya Simi mengobrol bersamaku, ya?” kata Seungri pede disusul cengiran di bibirnya. Ini Seungri-nya yang o’on atau gaptek?

 

Apa kabar, Simi?

 

 

Baik aja, kok, kak. Kakak sendiri?

Baik, senang bisa ngobrol sama Simi ^^

 

 

Simi juga, kok, kak.

Eh, Simi itu orang apa bukan, sih?

 

 

Simi bukan orang, kak. Simi itu Alien. Alien yang kecil-kecil terbang itu, lho.

Yang terbang itu piringnya, bukan Aliennya, Sim -_-

 

 

Iya, kayak yang main jadi si Anjelina Joli itu, lho.

Hah? Apa hubungannya, Sim?

 

 

Ih, masa’ kakak nggak tahu. Makanya, jangan deket-deket sama dia, kak. Dia itu jahat banget sama kakak. Dia udah mengkhianati kakak.

Astaga, kamu ini ngomong apa, sih?

 

 

Aduh, kakak dibilangin nggak ngerti juga. Dasar.

 

“Hah? Apaan, nih? Kenapa jadi tidak nyambung begini?” Seungri mengerutkan alisnya, sementara di otaknya berpikir. Sebenarnya ini seru, tapi kenapa aku bertanya ini, dia jawabnya itu? Jangan-jangan ini yang disebut dengan ketidakwarasan si Simi, ya, batinnya. Kemudian tanpa mengulur waktu Seungri pun akhirnya memutar otak lagi, berencana mengganti topik,

 

Simi, menurutmu, aku orangnya seperti apa?

 

 

Ah, nggak usah ditanya lagi, kak. Kakak itu cantik banget, kok, sumpah! Udah cantik, baik, berbudi pekerti luhur, rajin mengaji, solekhah lagi.

 

Ya ampun, astaga, istighfar.

“Ih, ini kenapa Simi memujinya kayak begini? Aku kan pria!” Teriak Seungri. Mulutnya pun berkomat-kamit tidak jelas, dan ia hampir saja menggebrak meja ruang tamu kalau saja ia tidak bisa menahan kekesalannya. Mungkin kalau para hyung-nya tahu obrolan tersebut dengan Simi, bisa jadi ia masih akan dianggap maknae. Tetapi bukan maknae yang sudah besar dan jantan, melainkan si maknae lekong.

Setelah Seungri meredam emosi dengan terdiam sejenak, ia pun bersiap untuk melanjutkannya lagi. Tetapi jika membahas hal-hal yang sudah biasa saja sepertinya kurang menarik dan membosankan. Maka, ketika arah matanya tertuju pada sebuah pigura yang memajang foto kelima anggota Big Bang termasuk dirinya di lemari ruang tamu, bagaikan otaknya menyembulkan lampu petromak, akhirnya dengan senyuman lebar ia pun cepat-cepat mengetik,

 

Simi suka Big Bang, tidak?

 

 

Suka banget, kak! Big Bang itu boyband Korea yang kece itu, kan?

Iya, yang terkenal sampai ke luar negeri itu, lho.

 

 

Tahu, kok, kak. Kenapa?

 

Seungri cengegesan. Karena sepertinya ini adalah kesempatan terbaik untuk menaikkan reputasinya, meskipun hanya di hadapan seorang—maksudnya—sealien Simi.

 

Simi tahu member Big Bang yang namanya Seungri, tidak?

 

Mata Seungri sudah jelalatan duluan, dan jantungnya seakan melompat-lompat dari tempatnya, berharap jawaban Simi sesuai dengan harapannya. Senyum dikulum menghiasi wajahnya, dan jangan sampai jawaban Simi tidak nyambung lagi, karena jika seperti itu, anggap saja ini akan gagal. Dan ketika balasan Simi sudah terpampang nyata,

 

Hah? Seungri? Siapa, tuh? Nggak kenal.

 

DUAR!

Hati Seungri bagai diserang bom molotov, memporak-porandakan seluruh bagian dalamnya sampai terjatuh ke perut. Harapannya pupus sudah, sementara ia ingin merengek habis-habisan dan menghambur ke pelukan hyung tercintanya, G-Dragon, bila perlu ia juga akan memeluk tubuh musuh bebuyutannya si T.O.P meskipun tak ingin. Namun apa daya, mereka semua sedang menghirup udara segar, membebaskan diri dari aroma pengap dorm, dan meninggalkan maknae tercinta mereka, sendirian. Gagal pula ia atas rencananya dari awal.

 

Eh, sialan kau, Sim. Masa’ tidak tahu siapa itu Seungri.

 

 

Beneran nggak tahu, kak. Aku pikir orangnya kayak Tessy.

(-____-“) Oke, kalau T.O.P Big Bang?

 

 

Oh, dia rapper yang paling aku suka, kak! Aku suka suara bass-nya.

Kalau Daesung Big Bang?

 

 

Aku suka suaranya Daesung!

Taeyang Big Bang? Sama G-Dragon Big Bang?

 

 

Dua-duanya favorit aku!

 

Seungri tambah sewot.

 

Ih! Kalau begitu, bagaimana kalau Lee Seunghyun Big Bang?? Simi pasti tahu, kan??

Seungri mengetik sambil menekan tombol keyboard kuat-kuat sampai ada yang hampir remuk bahkan terjun bebas dari tempatnya, karena saking sebalnya membaca jawaban Simi yang baik dan bagus untuk para hyung-nya. Sedangkan untuk dirinya?

 

Lee Seunghyun itu siapa, kak? Pasti jelek banget deh orangnya. Kembarannya Mandra kan? Apa Sule? Aziz gagap? Komeng? Adul?

 

-_______________-

Aduh, siapa pula yang Simi sebutin ini? Dasar, Simi sialan kurang ajar!

 

Nyebelin kamu, Lee Seunghyun itu kembarannya Erdward Cullen, tahu!

 

 

Erdward Cullen yang tertunda kali… Idih, kakak kamseupay, deh.

Kau yang kamseupay!

 

 

Iya, aku emang kamseupay.

Mana mungkin orang ganteng cetarrr membahana baddaii halilintar terpampang nyata sedunia akhirat kayak begini dibilang kamseupay! Jangan-jangan Simi naksir lagi sama aku.

 

 

Ih, nggak banget, deh. Aduh, kakak jijay bajay sekali. Lebih baik aku mati terjun ke got daripada jadi pacar kakak.

Siapa juga yang mau jadi pacar kamu?

 

 

Iya deh, kak. Lebih baik kakak menjauh dari dia. Dia itu nggak baik buat kakak.

Nah, mulai lagi deh (-__-“)

 

 

Kakak mau jadi Britney Spear? Dia cantik banget, lho, kak, kayak kakak.

 

“Oi! Meidei, meidei! Aku butuh telepon untuk ke rumah sakit jiwa sekarang!” Seungri berteriak pada diri sendiri seraya hampir mencekik lehernya karena emosi yang meluap-luap. Bukannya bahagia mendapat teman ngobrol asik tapi menyesatkan dari Simi, Seungri malah semakin lama semakin tidak dapat mengontrol diri dan membabi buta. Memang benar, Simi itu tidak waras. Sampai yang ikut mengobrol bersamanya pun menjadi ikut tidak waras juga.

Kemudian saking kesalnya, Seungri pun akhirnya duduk bersimpuh lalu mengetik obrolan selanjutnya dengan gaya nungging.

 

 Argh! Bego lu, Sim!

Kakak juga bego.

Simi bodoh!

Simi emang bodoh.

Simi nggak punya otak!

 

 

Ciyus? Miapa? Enelan?

Mioyeng, Miyebus, Miayam, Miyabi! Pokoknya Simi jelek!

 

 

Kakak juga jelek banget! Ih, beneran nggak ada rasa terima kasihnya, ya. Udah bagus aku temenin ngobrol!

 

“Argh! Tidak tahu! Pokoknya Simi tidak punya otak!”

BRUAK!

Dengan rasa tidak bersalahnya, Seungri pun membanting benda kesayangan Daesung hingga layar laptop memisahkan diri dari badannya, ditambah tombol-tombol keyboard yang melayang kemana-mana, bahkan ada yang sampai nyungsep di hidung Gaho, yang baru saja melewati tubuhnya yang menggelepar-gelepar di lantai bagai kesurupan arwah Boss.

“Simi jelek, jahat, bodoh!”

Di tengah-tengah teriakannya, Seungri pun tidak menyadari, jika ada suara langkah kaki mendekat ke arahnya hingga di detik berikutnya bunyi berdebam barang berat terdengar nyaring sampai ke sudut-sudut dorm. Dan ketika Seungri sudah selesai dengan perihal kesurupannya, betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang bertubuh tegap, berambut blonde, dan bermata seperti segaris pensil alis itu menatap gadget yang telah rusak parah akibat diterjang amukan panda betina di dalam tubuh Seungri, seperti biasa.

Kemudian rahang orang itu terjatuh hampir sepanjang sepuluh senti dari wajahnya.

“Seungri-ya! Apa yang kaulakukan dengan laptopku??”

Seungri menatap laptop Daesung sebentar, kemudian nyengir kuda. Tangannya lagi-lagi menggaruk pantatnya yang tidak gatal, lalu dilihatnya muka penuh amarah dari lawan bicaranya meskipun cuma sekilas. Takut mendapat amukan massa.

“Hehe, maafkan aku, hyung, aku merusaknya. Tapi aku juga minta maaf lagi, karena tidak bisa mengganti laptop hyung dengan uangku. Lagi bokek, hyung. Besok saja, ya?” Seungri berkedip beberapa kali dan memasang wajah aegyeo-nya supaya Daesung luluh dan memaafkannya. Namun apalah arti aegyeo, itu sama sekali tidak mempan bagi Daesung. Tanpa tedeng aling lengan kanannya pun langsung mencengkeram kerah kemeja Seungri kemudian di angkat setinggi tiang listrik. Seungri pun meronta, sekaligus takut akan apa yang akan terjadi padanya nanti.

“Dasar kau maknae kurang ajar! Aku baru saja pulang dari Jepang, tetapi kau sudah membuat masalah denganku!”

Mianhae… Demi Larva merah yang kerdil, maafkan aku, hyung…” ujar Seungri seraya masih meronta.

“Huh, sebagai gantinya, kau harus melakukan satu hal padaku.”

“Hah? Apa itu, hyung?”

Daesung pun tersenyum sinis sekaligus lebar, kemudian ia langsung menggendong Seungri tiba-tiba dengan gaya ala bridal style hingga Seungri menjadi agak ketakutan. Lalu dengan langkah lebar, Daesung pun berucap sambil tertawa lantang.

“Nikahi aku!”

What?? Tidak! Tidak mau!”

“Harus! Harus mau, titik!”

“Tidak mau, hyung! Jebal!”

Daesung pun tidak mengindahkannya. Ia terus saja berjalan ke kamarnya, sampai ia membuang Seungri ke ranjang kemudian mengunci pintunya rapat-rapat dan membuang kuncinya ke sembarang tempat. Senyum puas terukir di wajah Daesung, sementara Seungri, sungguh malang nasibnya karena ia harus mengikat janji suci bersama orang yang tidak dicintainya.

“Tidaaak! Jiyong-hyung, tolong akuuuuu!”

.

.

.

.

.

.

Ternyata mengobrol bersama Simi itu bisa menjerumus ke dalam jenjang pernikahan juga, ya .__.v

.

.

.

-Fin-

 

A/N : Satu lagi FF gaje bin garing dari saya ^^/ bagaimana? Konyol banget kan, ya? Tapi, apapun itu, saya mengharapkan komentar, kritik dan sarannya. Terima kasih banyak sudah membaca ya xD *ngilang*