you know what i meanAuthor : FYA (@FYA_VIP)

Genre : Romance, Family, Mistery dll

PG/RATING : PG 16

Disclaimer : Di harap teliti saat membaca karena ada bagian masa lalu yang diceritakan tanpa diberitahukan sebelumnya

Cast :

  • Choi Hyun Yoo
  • Kwon Ji Yong
  • Choi Seung Hyun
  • Kwon Seungri
  • Park Minzy
  • Park Sandara
  • Lee Chaerin
  • Lee Park Bom
  • Kang Daesung
  • Dong Young Bae

~~~~~~~~~~~You Know What I Mean part 3 Begin’s~~~~~~~~~~~~

               

Dong Wook pura – pura tak mendengar apa yang dikatakan Hyun Yoo. Ia membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu sebagai alasan. Hyun Yoo yang mendapati dirinya diacuhkan oleh appanya sendiri merasa sangat terluka. Seung Hyun yang tak tega melihat adiknya disakiti oleh appanya lebih lama langsung menarik tubuh Hyun Yoo dan membawanya keluar.

“Gomawo sudah menyelamatkan adikku. Cukup sampai disini kau tak perlu mengikuti kami lagi!,” ungkap Seung Hyun pada Ji Yong ketika mereka baru saja keluar dari pintu ruang guru.

“Baiklah, aku akan kembali ke kelasku. Jaga adikmu baik – baik!”

“Tentu saja, sekali lagi gomawo!” Seung Hyun menuntun adiknya menjauhi Ji Yong dan Young Bae yang masih berdiri di depan pintu mengamati kepergian mereka.

Tiba – tiba Seungri datang dengan nafas tersengal – sengal.

“Hyung, dimana Hyun Yoo? Dimana dia? Dia baik – baik saja bukan?,” tanya Seungri masih mengatur nafasnya.

Plak…. Ji Yong memukul kepala Seungri.

“Apo…. Sakit hyung!”

“Kau ini namja apa bukan, heh? Kenapa kau diam saja melihat ada seorang yeoja diperlakukan seperti itu? Walaupun Kyuhyun sahabatmu sendiri, tidakkah kau merasa kasihan pada Hyun Yoo, eoh?”

“Kau tahu sendiri bukan di rumah Hyun Yoo kemarin aku kalah dengannya. Kalau Hyun Yoo saja kalah dengan Kyuhyun, bagaimana denganku hyung?”

Ji Yong hanya mampu menggeleng – gelengkan kepalanya. Ia dan Young Bae pergi meninggalkan Seungri yang meracau tak jelas.

“Hyung, kau mau kemana? Kenapa kau meninggalkanku? Hyung aku ini namja! Kau mau bukti, eoh? Punyamu saja lebih kecil dari punyaku! Ya, hyung!!!!!”

*******************************

Kyuhyun mendekati Seungri yang sedang kesal di dalam kelas.

“Ri, kau kenapa?”

“Menurutmu aku ini namja bukan?”

“Heh?”

“Menurutmu aku ini namja bukan?”

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti?”

“Cho Kyuhyun-ssi kau ini pabo atau apa? Aku sedang bertanya kepadamu!”

“Pertanyaanmu tidak berkualitas!”

“Mwo? Beraninya kau bilang pertanyaanku tidak berkualitas?” Mata Seungri memelototi Kyuhyun.

“Mian, mian. Aku hanya bercanda. Kenapa kau begitu serius,heh? Btw, mengapa kau bertanya masalah itu?”

“Hyung bilang aku bukan seorang namja karena diam saja saat melihat Hyun Yoo kau perlakukan seperti tadi”

“Aku rasa apa yang kulakukan sudah benar. Dia pantas mendapatkannya. Dia sudah berbuat hal yang sangat buruk pada Seohyun dan aku tidak terima itu. Aku tak akan membiarkan dia datang ke pemakaman Seohyun besok!”

“Kenapa kau bisa mengangap Hyun Yoo yang membunuh Seohyun?”

“Karena kemarin saat dia dan teman – temannya yang aneh itu sedang berada di UKS, aku menguping pembicaraan mereka dan Hyun Yoo mengatakan kalau ia akan membalaskan dendam sahabatnya kepadaku yang sudah melukai temannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, kau tahu Hyun Yoo anak siapa?”

Seungri menggeleng.

“Anak Dong Wook sajangnim!”

“Aku sudah tahu!”

“Heh, lalu kenapa kau bertanya? Lagipula kau bisa tahu darimana?”

“Sepulang sekolah aku langsung ke rumah Hyun Yoo bersama hyung hingga malam dan aku rasa tuduhanmu pada Hyun Yoo itu tidak kuat sama sekali. karena apa? Seharian kemarin dia bersamaku!”

“Siapa yang tahu? Mungkin saja dia melakukannya saat malam hari!”

“Siapa yang tahu juga? Kalau mungkin yang membunuh Seohyun bukanlah Hyun Yoo. Kau tak seharusnya melakukan hal buruk seperti tadi kepadanya. Belum tentu dia yang melakukannya. Polisi saja belum mengatakan siapa pelakunya. Jika ternyata bukan Hyun Yoo. Apakah kau tidak malu, heh?”

*********************

Seungri naik mobil bersama hyungnya mengikuti mobil Hyun Yoo dari belakang. Hari ini Hyun Yoo aDa kerja kelompok bersama Seungri di rumahnya. Setelah sampai di depan rumah Hyun Yoo, Ji Yong pamit pergi. Namun Seungri merengek minta Ji Yong untuk tetap tinggal. Ji Yong mengatakan kalau ia akan kembali lagi untuk menjemput Seungri nanti malam. Seungri mengetek – ngetukkan sepatunya di trotoar, ia terus saja merengek agar hyungnya tetap tinggal. Namun Ji Yong tak mempedulikannya. Ia langsung menancapkan gas begitu Seungri turun dari mobil. Seungri mengumpat hyungnya, namun tak gubris oleh Ji Yong. Akhirnya dengan perasaan was – was Seungri memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah Hyun Yoo sendirian.

Sekilas rumah Hyun Yoo tampak seperti rumah – rumah jaman kerajaan joseon dulu. Rumahnya minimalis dengan aksen korea yang kental dan pekarangan yang ditumbuhi bunga – bunga yang sedang bermekaran. Terlihat sebuah kolam di sudut pekarangan rumah Hyun Yoo. Kolam itu tepat di bawah sebuah pohon yang dililiti tanaman sulur. Seungri mendekati kolam itu berharap dia menemukan apa yang ingin ia lihat. Dan …

Ia menemukannya, Seungri menemukan apa yang ia cari. Matanya berbinar – binar melihat ikan – ikan yang berenang kesana kemari di kolam Hyun Yoo. Ia senang bukan main karena akhirnya ia bisa bertemu sahabatnya kembali. Ia langsung masuk ke kolam Hyun Yoo dan bermain bersama ikan – ikan Hyun Yoo. Seungri terlihat seperti anak kecil yang sangat bahagia karena bertemu dengan sahabat lamanya. Ia mengambil salah satu ikan yang cukup besar di kolam Hyun Yoo dengan tangannya. Lalu ia memeluk ikan itu erat – erat seolah tak ingin berpisah lagi. Ikan yang Seungri peluk hanya bisa menggelepar dan berdoa agar Seungri bisa segera melepaskannya. (Poor Seungri, bahkan ikan pun tak mau ia peluk)

Tiba – tiba appa Hyun Yoo datang dan langsung menjewer telinga Seungri. Seungri nyengir – nyengir kesakitan sambil beranjak keluar dari kolam. Hyun Yoo yang datang meminta appanya untuk melepaskan Seungri. Ia berjanji Seungri tak akan mengangu ikan – ikan kesayangannya lagi.

“Kau ini selain anak mami, namja yang pabo juga ya?” Hyun Yoo menjitak kepala Seungri.

“Apo, sakit bodoh!”

“Salah sendiri, kenapa kau seperti anak kecil sekali? kenapa kau menceburkan diri ke kolam ayahku dan membuat ikan – ikannya hampir mati konyol, heh?”

“Aku suka ikan! Masalah?”

“Jelas masalah, karena kau mengangu ikan appaku dan kau tanggung jawabku disini!”

“Ya, kau tahu? Dari kecil aku suka ikan. Bahkan di kamarku pun terdapat banyak poster tentang ikan. Mulai dari bed cover, dekorasi kamar, karpet, tempat tissue, pintu, hingga baju dan boxerku pun bergambar ikan!”

“Apa peduliku?”

“Kau tahu…..” Seungri berjalan mengelilingi Hyun Yoo.

“Aku dan mereka itu sudah seperti teman dekat, bahkan aku lebih menyanyangi mereka daripada Ji Yong hyung. Tapi… sejak aku berumur 12 tahun orang tuaku mengambil mereka secera paksa dariku. Semua hal yang berbau ikan mereka singkirkan karena mereka berkata aku ini sudah dewasa dan aku harus mempelajari dan lebih mengenal bisnis daripada IKAN!”

Seungri menceritakan itu sambil meratapi nasib malangnya namun Hyun Yoo tak menggubrisnya. Ia masuk kembali ke dalam rumahnya untuk mengambil roti dan minuman untuk Seungri. Sedangkan Seungri? Ia masih bercerita sendiri sambil meratapi nasibnya di samping kolam Hyun Yoo. Hingga akhirnya…

“Kau siapa?” Seseorang menepuk punggung Seungri dari belakang.

“Hyun Yoo, Hyun Yoo kau dimana?” Seungri yang menyadari Hyun Yoo tidak ada mencari – cari keberadaan Hyun Yoo.

“Kau siapa? Aku ini sedang berbicara denganmu! Mengapa kau tidak menggubrisku, heh?” Seung Hyun memelototi Seungri.

“A… .. aku Seungri, teman sekelasnya Hyun Yoo, hyung!” Seuungri menundukan kepalanya tak berani menatap mata Seung Hyun.

“Bukankah kau adiknya Ji Yong? Namja chingunya Chaerin?”

“Ne, hyung. Bagaimana kau tahu?”

“Apa yang tidak aku ketahui tentang sekolahku. Bahkan berapa jumlah pohon yang ditumbuh di pekarangannya saja aku tahu!” Seung Hyun tertawa lebar, puas membanggakan dirinya di depan junior. Seungri yang polos (kata halus dari bodoh) tampak percaya dan manggut – manggut kagum pada Seung Hyun.

“Seungri kemarilah!” Hyun Yoo memanggil Seungri dan menyuruhnya duduk di teras. Seungri yang melihat Seung Hyun masih tertawa dengan lebar meninggalkannya dengan berjingkat agar tidak diketahui Seung Hyun. Setelah Seungri sampai di teras, Seung Hyun telah menyelesaikan tawanya dan ia tampak kebingungan mencari seungri yang sudah tidak ada di depannya. Lalu Seung Hyun menoleh kea rah teras dan melihat Seungri sedang bersama adiknya disana. Seung Hyun marah karena Seungri meninggalkannya saat ia sedang bercerita. Ia langsung menarik baju Seungri dan membawanya ke pekarangan. Seung Hyun langsung mempersiapkan kuda – kudanya. Tangannya mengisyaratkan agar Seungri segera maju menyerangnya duluan. Seungri yang terlihat takut dan ragu memukuli Seung Hyun tampak taktik dan cara yang tepat dan alhasil Seung Hyun yang sedari tadi bisa menghindari serangan Seungri hanya dengan memegangi kerah belakang baju Seungri bagian atas, langsung menendang perut Seungri hingga ia terbang dan tersangkut di tiang lampion rumah Hyun Yoo.

“Dasar anak mami!” Hyun Yoo menatap sinis ke arah Seungri. Seungri hanya diam ketakutan sambil memeluk tiang lampion Hyun Yoo yang sebenarnya tidak terlalu tinggi dan ia dapat dengan mudah turun dari situ. Tapi Seungri tak mau turun dan tetap memeluk tiang lampion Hyun Yoo dengan wajah ketakutan.

“Dia bukan lawanmu oppa! Ayo lawan aku!” Hyun Yoo tersenyum evil kepada Seung Hyun dan langsung memantapkan kuda – kudanya.

1…2….3…… Dengan hanya tiga kali kick Seung Hyun tunduk di bawah kaki Hyun Yoo. Seung Hyun yang sudah tahu kalau ia akan kalah dari adiknya hanya tersenyum dan mengatakan, “Kau jangan sombong dulu Hyun Yoo! Aku hanya menggunakan 10% kekuatanku tadi. Mana mungkin aku menggunakan kekuatan penuh pada adikku sendiri, iya kan?”

“Terserah padamulah oppa!” Hyun Yoo pergi meninggalkan Seung Hyun yang masih terbaring di atas rumput.

“Ayo turun! Dasar anak mami! Apa kau mau terus disitu hingga malam, heh? Ayo cepat turun!”

“Aku takut Hyun Yoo! Kalau nanti tanganku lecet terus berdarah gimana? Ah… aku takut!”

“Ya ampun, kau tak akan terluka! Aku akan menangkapmu dari bawah! Ayo cepat turun!”

Seungri yang nampak ragu memutuskan melompat ke bawah dengan menutup matanya. Alhasil ia jatuh tepat di atas tubuh Hyun Yoo. Hyun Yoo yang tertindih di bawah Seungri langsung meracau meminta Seungri untuk membuka matanya. Mata Seungri langsung terbuka saat mendengar  rancauan Hyun Yoo. Jantungnya berdegup kencang begitu matanya dan mata Hyun Yoo bertemu. Sejenak Seungri menjadi kehilangan akal sehat. Ia terus memandangi setiap senti wajah Hyun Yoo lekat – lekat. Ia sama sekali tak menggubris teriakan Hyun Yoo yang sedari tadi menyuruh Seungri untuk segera menjauh dari tubuhnya. Tiba – tiba kaki Hyun Yoo menendang milik Seungri dan seketika Seungri merasakan nyeri di bagian bawah tubuhnya dan langsung bangkit lalu jingkrak – jingkrak sambil memegangi adiknya yang tadi di tending Hyun Yoo.

“A.. apalagi ini?” Seungri langsung berteriak kencang begitu melihat sikunya mengeluarkan darah.

Hyun Yoo yang baru saja bangkit dan merapikan bajunya langsung menarik tangan Seungri dan mendudukannya di teras. Hyun Yoo masuk ke dalam rumahnya selama beberapa menit, sementara Seungri masih berteriak – teriak kesakitan seperti anak kecil. Beberapa menit kemudian Hyun Yoo kembali dengan membawa kotak P3K dan mengobati siku Seungri yang terluka dengan telaten. Seungri yang melihat hal itu, langsung terkesima dengan sikap lembut Hyun Yoo.

“Hyun Yoo…”

“Hmmm?,” jawab Hyun Yoo sambil membersihkan luka Seungri.

“Gomawo….”

“Cheonma… ya sudah selesai!”

“Oh ya, itu tadi appamu?”

“Nugu?”

“Yang marah – marah padaku karena kolamnya kumasuki!”

“Ne!”

“Tapi kenapa dia terlihat dingin sekali padamu? Seperti tak mengenalmu!”

“Lupakan. Apa pedulimu tentang keluargaku?” Hyun Yoo beranjak masuk mengembalikan kotak P3K, hingga tiba – tiba………….

“Hyun Yoo-ah……….. kenapa darahnya tambah banyak???? A……..” Seungri yang polos tampak takut melihat kapas berwarna putih yang berwarna merah kecoklatan karena terkena betadine yang menempel di sikunya. Seungri yang polos mengangap itu darah dan sangat takut.

Hyun Yoo langsung berlari ke arah Seungri dan menarik sikunya yang terluka. Ia mencium siku Seungri dengan lembut cukup lama. Seungri hanya bisa diam terkesima melihat Hyun Yoo yang sedang mencium sikunya.

“Begini sudah tidak sakit kan?” Hyun Yoo tersenyum, lalu masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Seungri yang masih terhipnotis atas apa yang telah Hyun Yoo lakukan tadi.

*****************************

Seung Hyun mengamati Hyun Yoo yang tertunduk lesu memeikirkan sesuatu.

“Kau pasti malu karena namja itu sudah hampir membuatmu ‘naked’ di depan umumkan? Tenang saja, oppa pasti akan membalasnya untukmu! Lagipula bagaimana mungkin kau bisa kalah dengannya, heh? Kau kan juara satu taekwondo tingkat seoul?”

Hyun Yoo hanya diam tak bergeming. Pikirannya melayang entah kemana. Otaknya bekerja sangat keras memikirkan sesuatu saat ini. Akhirnya Seung Hyun yang gagal untuk menghibur adiknya meninggalkan Hyun Yoo sendirian. Sebelum Seung Hyun pergi, ia mengingatkan untuk segera mengganti bajunya dengan baju yang baru saja ia ambil di koperasi.

“Segera gantilah bajumu dan kembali ke kelas! Oppa menyanyangimu!” Seung Hyun mencium kening Hyun Yoo singkat lalu pergi meninggalkannya sendirian. Hyun Yoo hanya diam tak menghiraukan kepergian Seung Hyun sama sekali. Lalu ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti bajunya. Setelah itu ia berjalan dengan gontai menuju ke kelasnya sambil masih memikirkan sesuatu di otaknya. Entah apa yang sedang dipikirkan Hyun Yoo, yang pasti hala yang sedang dipikirkannya  itu mampu menguncang jiwanya hingga membuatnya nampak seperti orang yang sedang kehilangan akal sehat.

“Hyun Yoo, kau tak apa kan?,” tanya Ji Yong yang langsung berlari keluar begitu melihat Hyun Yoo berjalan melewati kelasnya.

Mata Hyun Yoo tampak sembab. Wajahnya pucat pasi, bibirnya membiru. Tiba – tiba Hyun Yoo memeluk Ji Yong dengan erat dan menangis sejadi – jadinya disana. Chaerin yang lagi – lagi melihat namja chingunya digoda oleh yeoja lain langsung memukul mejanya dengan keras berharap Hyun Yoo  mendengarnya dan segera melepaskan pelukannya terhadap Ji Yong. Namun Hyun Yoo tak menggubrisnya sama sekali. seolah Chaerin tak ada dan suara keras itu pun tak ada. Bahkan Hyun Yoo tak mempedulikan siswa – siswa lain yang nampak terkejut melihatnya sedang memeluk Ji Yong. Ia nampak tak menghawatirkannya sama sekali, seolah di tempat itu hanya ada mereka berdua. Hanya ada dirinya dan Ji Yong.

“Jangan tinggalkan aku lagi Yongie! Aku takut………………..”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~TO BE CONTINUED~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Gimana? Gimana? Part yang ini kurang gereget ya? Kasih komennya ya VIPdeul🙂 gomawo😀