Title :  Kebahagiaan

Author : G-Kyung

Cast(s) :

–      Dong Young Bae (Taeyang)

–      Choi Hyo Mi (OC)

Genre :  Romance & Angst

Length : Oneshoot

Desclaimer : Real FF buatanku yang ke-2  #penuh perjuangan dan air mata T_T

A/N : cewek YongBae oppa yang ini bule dikit kayanya…Korea-England?? Enjoy it!! Kritik & saran diterima..

Twitter : @Lady_KangDae

 

 

Dapatkah kebahagiaan datang menghampiri kita?

 *****

 

Hyomi menghentikan langkahnya, sudah cukup jauh dia berjalan. Ia menatap air di sungai Han yang saat itu mengalir deras. Rambutnya berkibar seiiring angin yang terus berhembus. Ia tampak menikmati saat-saat seperti itu. Tenang dan damai.

Namun, ia kehilangan momen itu saat tangannya dicengkram erat oleh seseorang.

“Oppa, bisakah kemunculanmu tidak mengagetkanku sekali saja?”. Hyomi menepuk pundak namja itu pelan.

“Ah, mianhaeyo.. kau meninggalkanku tadi”. Namja yang bernama Taeyang itu menatap intens mata Hyomi.

“Ehh.. oppa tidak bilang kalau ingin pulang bersamaku”. Hyomi memasang wajah ngambeknya. “Yeah, ok itu salahku”. Taeyang mendudukkan diri di rerumputan hijau yang tumbuh disitu diikuti oleh Hyomi.

Taeyang menatap Hyomi yang saat itu kelihatan salah tingkah. Ia mengalihkan pandangannya dan tertawa kecil.

“Wae oppa? Ada yang salah denganku?”. Hyomi menggosok pipinya.

“Ya! Tidak ada apa-apa.. aku hanya merasa tiap kali kau pulang, kau semakin cantik”. Taeyang tersenyum. Hyomi sedikit terkejut dan menunduk.

Entahlah, kenapa Taeyang selalu merindukan Yeoja di sampingnya itu. Sejak gadis dua negara itu pulang-pergi ke negara orang. Apalah daya? Pekerjaan, keluarga, dan semua hal lain menuntut gadisnya itu untuk pergi.

Tidak selamanya sih, mungkin Taeyang yang terlalu lebay..

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini oppa?”.Hyomi  mengeluarkan suara.

“Semua lancar kok, chagiya”. Taeyang  mengelus puncak kepala Hyomi lembut. “Kurasa,  semua orang di kantor telah menemukan kebaagiaannya”. Taeyang menerawang.

Hyomi mengerutkan alisnya. “Kebahagiaan? Yang seperti apa?”.

“Kau tahu? TOP hyung sudah bertunangan, Jiyong  sudah mendapat teman kencannya, Daesung  sudah berhasil menyatakan perasaan pada mahasiswi itu, dan Seungri  akan menikah beberapa bulan lagi”. Taeyang tersenyum lebar mengingat konyolnya teman-teman sehidup sematinya itu.

“Seungri oppa akan menikah? Cepat sekali ,kukira dia yang termuda di antara kalian”. Hyomi menunjukan wajah terkejutnya yang terkesan imut.

“Hahaha… begitulah dia, dia nampak sangat yakin dengan pilihannya”. Ia tertawa.

Keheningan kembali menyergap diantara mereka.

“Hyomi, bagaimana di Inggris? Eomma sudah sembuh?”. Taeyang membuka pembicaraan.

Hyomi menyahut, “Operasinya berjalan lancar,tapi kondisinya masih terlalu lemah untuk kembali ke rumah”.  Ia tersenyum sedih mengingat Ibunya yang harus menjalani operasi pengangkatan kanker otak.

Taeyang menatap sedih gadisnya itu. Sudah 2 tahun belakangan ini hubunganya dan Hyomi harus renggang karena banyak masalah, salah satunya masalah operasi tersebut.

“Minggu depan aku libur, CEO berbaik hati pada kami dan memberikan kami izin cuti yang sudah kami ajukan sejak bulan lalu. Nanti aku akan ke London dan mengunjungi Eomma”.  Taeyang  menatap Hyomi perlahan.

“Kalau oppa sibuk, lebih baik jangan.”. Hyomi menunduk. Menahan tangisan sepertinya.

Tatapan Taeyang berubah kecewa. “Aku sudah meluangkan waktu untuk semua ini. Kenapa kau selalu melarangku? Aku menyayangi kalian!”.

“Lagipula itu membuang uang”. Hyomi menatap Taeyang

Taeyang meledak, “Aku tidak peduli! “.

Tanpa Taeyang sadari ia telah membentak Hyomi…

Hyomi diam. Taeyang pun diam. Mereka tidak berani berbicara.

Memang, hubungan mereka selalu seperti ini. Kadang mesra tapi tak jarang pula mereka bertengkar. Terutama karena sikap keras kepala yang dimiliki oleh Taeyang. Keadaan ini semakin diperparah dengan Hyomi yang terus menerus keluar negeri.

Entah siapa yang harus bertahan dan menahan….

“Oppa, I do not know where our happiness saved”. Hyomi menatap kilauan lampu kota Seoul yang begitu indah.

Taeyang tidak mengerti. “What are you talking about?”.

Hyomi melanjutkan, “Sometimes, kita tertawa bersama. Namun ada kalanya saat seperti ini terjadi. Aku merasa belum menemukan kebahagiaan”. Ia mulai menitikkan air mata.

Taeyang termenung ,tidak berani menyela perkataan Hyomi. Karena bagaimanapun Ia sangat mencintai Hyomi.

“Semua orang sudah menemukan kebahagiaan, namun kita masih berdiam menunggu kebahagiaan itu datang”. Hyomi terisak. “Oppa pernah bilang kalau kebahagiaan itu dicari bukan ditunggu, tapi kita seakaan melupakannya. Tenggelam dalam kehidupan masing-masing”.

Taeyang menatap Hyomi. Perlahan ia menarik Hyomi kedalam pelukan hangatnya.

Cukup lama mereka terdiam dalam posisi tersebut. Yah, biarlah. Lagipula Hyomi baru pulang dari Inggris setelah 5 bulan hanya berhubungan dengan media komunikasi elektronik saja.

Rindu? Tentu.

“Ini bukan salah ‘kita’ tapi ini salah ‘ku’. Terkadang aku terlalu egois dan keras kepala. Mianhaeyo…”. Taeyang meneteskan air matanya.

“Hyomi, dapatkah kita mengulang dari awal?”. Taeyang berkata pelan.

Hyomi menggigit bibirnya. “Pengulangan seperti apa yang akan kita lakukan?”.

“Aku akan berusaha mencari kebahagiaan tersebut”. Ia mengeratkan pelukannya.

“Itu Janji?”. Hyomi mendongakkan kepalanya berusaha melihat wajah Taeyang.

“Semacam itulah…”. Taeyang tersenyum lembut.

 

Ini memang baru awal, namun mereka yakin bahwa mereka akan menemukannya. Menemukan “KEBAHAGIAAN”

 

 

“Kebahagiaan diciptakan karena keinginan dan kemauan, bukan hanya karena mimpi dan harapan” – Gilbert .K.