love dust part 6

Author            : Zhie (@Zhiedara44)

Main Cast       :

– Park Sandara (25 Th)

– Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast :

– Lee Donghae (27 Th)

– Nam Gyu Ri (18 Th)

– Lee Seung Hyun (18 Th)

– Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

Disclaimer      : Please…coment and don’t copy paste. ^^

Twitter            : @Zhiedara44

 

Jiyong POV

Pemotretan kali ini berada di Alpensia Resorts di PyeongChang yang berjarak 3 jam dari Seoul ini adalah sebuah kawasan peristirahatan dan wisata terutama untuk ski….perjalanan yang cukup memakan waktu lama membuat kami harus berangkat lebih awal.

“Hyung…”

“Ne.. Ji.”

“Apakah Noona akan baik-baik saja?” Tanyaku membuat Il Woo Hyung menghentikan pekerjaannya, iapun menatapku.

“Bisakah kau tidak mencemaskannya sekarang? Dia akan baik-baik saja jiyong-shi…dia berada ditempat yang aman dan kau tau itu…kurasa ia saat ini telah duduk manis di depan TV dengan beberapa snack dihadapannya.” Jawab Il Woo Hyung, akupun mengangguk membenarkan dugaannya itu.

“Kau benar Hyung….dia tak mungkin membuat masalah sekarang, tapi aku merasa ada sesuatu yang-”

“Ya! Sudahlah Jiyong-shi…jangan memikirkan yeoja itu lagi, fokuslah pada pekerjaanmu. Aku tak ingin kau membicarakannya lagi sekarang, araesso?” Ucapnya memotong membuatku hanya dapat menghela nafas panjang…karena saat ini entah mengapa perasaanku benar-benar tidak enak.

Dara POV

Aku baru saja turun dari bus yang kutumpangi dan sekarang aku hanya bisa terdiam duduk dikursi halte memandangi sekelilingku…”Bagus Dara…kau berada di tempat yang tak kau ketahui sekarang.” Gumanku meratapi kebodohanku. “Aaaaaa….ottoke..ottoke..ottoke??” Ucapku histeris membuat beberapa orang disekelilingku menatap aneh padaku…akupun membungkukkan badan karena mengganggu ketenangan mereka, segera kulangkahkan kaki menjauhi halte tersebut.

Telah cukup lama aku berjalan berharap ada petunjuk untuk kembali ke rumah Kwon Jiyong…aku tak ingin bertanya kepada siapapun sekarang, karena pada saat aku mencobanya mereka menganggapku seorang fans yang gila. Aku menatap sebuat poster besar yang tergambar wajah Kwon Jiyong…dengan pakaian bergaya sporty, kuakui ia dapat membius siapapun yang melihatnya…dia terlihat memiliki karisma yang kuat.

Akupun menghela nafas panjang menyadari seorang Kwon Jiyong akan marah jika tahu aku tak mematuhi pesannya. “Ya! Jiyong-shi, dimana arah menuju rumahmu hah? Aku sudah sangat lelah sekarang.” Ucapku tanpa sadar melampiaskan rasa putus asaku…kembali kulihat orang disekelilingku menatap aneh padaku, dan aku hanya tersenyum kecut…segera pergi dari tempat itu. Ah…lelah. Ini benar-benar membuatku lapar, aku butuh mengisi perutku sekarang.

lalu aku memasuki sebuah kedai di pinggir jalan. Uang yang kubawa hanya cukup memesan mie ramen…dan aku lagi-lagi menyesal tak membawa dompetku. Akupun menikmati semangkuk ramen panas yang terhidang dihadapanku, dengan sesekali aku melihat acara diTV yang ada dikedai tersebut…aku makan sangat tenang, sampai saat adanya siaran TV yang cukup membuatku tersedak.

SEORANG YEOJA TERLIHAT MENINGGALKAN KEDIAMAN KWON JIYONG, DAN INI TIDAKLAH WAJAR KARENA SEPERTI YANG KITA KETAHUI SEBELUMNYA KWON JIYONG HANYA TINGGAL BERDUA OLEH SANG MANAJER SETELAH KEPERGIAN YEODONGSAENGNYA…APAKAH INI ADALAH BUKTI BAHWA KWON JIYONG TELAH MEMILIKI SUATU HUBUNGAN? ATAU YEOJA ITU ADALAH SEORANG SASAENG YANG DIAM-DIAM MENGUNTIT DI RUMAHNYA….? SAMPAI BERITA INI DITURUNKAN BELUM ADA KONFIRMASI DARI PIHAKNYA.

Dan saat itu aku melihat foto-foto diriku saat keluar dari rumah Kwon Jiyong terus bermunculan…akupun menatap tak percaya, “Ani…anio, ini tak bisa terjadi…ini tak mungkin, aku membuat masalah besar sekarang.” Ucapku tanpa sadar dan saat itu ada yang berbisik melihat kearahku.

“Lihat…bukankah yeoja itu mirip dengannya, pakaian yang ia kenakan juga sama.”

“Ne..benar, itu seperti dirinya.” Aku tak berani menatap mereka, segera aku berdiri dari tempat itu…karena rasa laparku telah hilang seketika, akupun segera membayar dan pergi dari kedai itu. Berjalan dengan cepat tanpa kutahu harus kemana…aku berusaha menutupi wajahku, aku tak ingin ada lagi yang membicarakanku. Ini tak pernah kupikirkan sebelumnya…aku benar-benar merasa  bodoh sekarang…aku telah kembali membuat masalah… ”Appa…Eomma…ottoke?”

Il Woo POV

Ponselku kembali bergetar…saat aku sedang berbicara dengan klienku yang menyempatkan datang ke tempat pemotretan Jiyong berada. Dan akupun kembali mengabaikannya karena sekarang aku sedang membicarakan hal yang cukup serius dengannya, ini berhubungan dengan bisnisku yang berada diluar negeri…aku cukup bisa membagi waktu atas semua pekerjaanku. Oleh karena itu aku tak akan menyia-nyiakan setiap waktu dan kesempatan yang kupunya. Dan saat pembicaraan kami telah selesai…aku langsung memeriksa panggilan dihpku. Ada banyak nomor masuk yang berasal dari para pencari berita, akupun mengerutkan keningku. “Apa yang mereka inginkan?” Pikirku bingung dan saat itu aku menerima sms berasal dari salah satu anggota agensi kami.

Sunbaenim, apa kau sudah melihat berita?….

kita memiliki masalah sekarang….

ini telah ramai menjadi perbincangan di internet.

Akupun segera membuka laptopku, mencari berita yang menjadi perbincangan saat ini dan saat itu aku hanya melihat tak percaya dengan berita yang kulihat, foto-foto seorang yeoja terlihat sangat jelas saat keluar dari rumah jiyong dan aku bisa memastikan itu adalah SANDARA PARK. “Apa yang dilakukan yeoja itu sekarang?” Tanyaku dalam hati dan saat itu kulihat Jiyong menghampiriku karena ini waktunya ia beristirahat…segera kumatikan laptop agar ia tidak mengetahui hal ini, karena aku hanya ingin ia tahu saat pekerjaannya telah selesai.

“Ada apa dengan wajahmu Hyung, apa ada masalah?” Tanyanya setelah meminum air mineralnya.

“Ani…” Jawabku cepat.

“Benarkah?” Tanyanya memperhatikanku.

“Tak ada masalah Ji…aku hanya berpikir kau harus menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik sekarang.”

“Ah…itu pasti Hyung, hanya ada 2 sesi pemotretan lagi…setelah itu kita dapat kembali ke rumah. Aku ingin memastikan ia tidak membuat masalah.” Ucapnya kemudian, akupun hanya menanggapinya dengan senyuman. Aku berharap yeoja itu tidak pergi terlalu jauh, dan berada di rumah sekarang…karena setelah ini aku akan benar-benar memberinya hukuman.

Dara POV

Matahari telah terbenam, aku sangat putus asa sekarang…aku sempat berpikit untuk pergi ke kantor polisi, tapi aku sangat takut kalau mereka berpendapat aku adalah seorang penguntit yang menyerahkan diri. Aku berjalan tanpa memperhatikan sekitarku, dan saat itu aku sadar aku berjalan kearah yang salah…kulihat beberapa orang pemabuk dihadapanku sedang menatapku tajam seakan aku adalah santapan lezat mereka, akupun meneguk ludahku sekarang…apa lagi yang akan menimpaku kali ini.

Kulihat mereka melihatkan seringainya dan mendekatiku…akupun berbalik untuk menghindari mereka, tetapi salah satu dari mereka berhasil menangkap pergelangan tanganku. “Ya! Apa yang kau mau hah? Lepaskan.” Ucapku panik saat itu, 3 pemabuk yang lain pun mendekat kearah kami. Aku dapat mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari mereka. “Oh…tuhan, tolong aku.” Batinku memohon. Dan saat itu tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan mengendarai motornya kearah kami, dan dapat kupastikan ia seorang namja, melihat pakaian seragam sekolah yang ia kenakan…wajahnya tidak dapat terlihat karena ia memakai helm dan iapun berhenti tak jauh dari kami memainkan gas motornya. Aku cukup lega ada yang dapat membantuku sekarang.

“Ya! Kalian….Lepaskan dia, atau aku akan membuat kalian menjadi mayat seketika.” Ucapnya lantang. Kulihat para pemabuk inipun mulai mengalihkan pandangannya dariku kearah namja yang menantang mereka.

“Apa yang akan kau perbuat anak muda? Kau terlalu bermulut besar hah….” Bentak salah satu dari mereka mendekati namja itu. Dan tiba-tiba namja itupun menarik gasnya dan melaju kearah pria mabuk tersebut…pria itu pun terjatuh karena menghindar dan namja itupun mengarahkan kembali motornya dengan cepat kearahku memberikan tendangan yang cukup cepat dan kuat kepada pemabuk yang lainnya, dan saat ku sadar semua pria yang mengganggu telah terjatuh….iapun menghentikan laju motornya tepat dihadapanku. “Cepat naiklah, karena mereka akan sangat marah sekarang.” Ucapnya kemudian, akupun tanpa berpikir panjang langsung naik dibelakangnya…”Berpeganganlah…aku akan melaju sangat cepat sekarang.” Ucapnya lagi, membuatku mengencangkan peganganku dipinggangnya.

Jiyong POV

Kami dalam perjalanan pulang sekarang, aku merasa ada yang aneh dengan Il Woo Hyung…ia seperti menutupi sesuatu dariku. Tapi aku tak akan bertanya sekarang…aku hanya berpikir ia sedang memikirkan bisnisnya. Akupun memandang keluar jendela…kami masih butuh waktu 1 jam lagi untuk tiba di Seoul…dan saat ini hari telah gelap, akupun mulai teringat oleh Dara Noona…apa yang ia lakukan sekarang. Akupun mengambil ponselku…dan menelfon rumah, tapi setelah sekian detik tak ada jawaban, akupun mencobanya lagi…tetap sama. Akupun mulai mendesah dan tetap mencobanya….

“Siapa yang kau hubungi Ji?” Tanya Il Woo Hyung yang duduk di samping supir pribadi kami.

“Aku menelfon rumah Hyung…tapi tak ada jawaban.”

“Mungkin ia cukup tau diri, untuk tidak mengangkat telfon seenaknya…atau dia tak tau cara menggunakannya.” Ucap Il Woo Hyung kemudian, akupun tertawa mendengarnya.

“Kau keterlaluan Hyung…aku rasa ia tidak sebodoh itu.”

“Ne…berharaplah ia tak sebodoh itu Ji.” Ucapnya kembali membuatku tertawa…aku tak pernah berpikir yeoja itu bodoh, ia hanya kurang hati-hati dan ceroboh…itulah salah satu alasan mengapa aku selalu mengkhawatirkannya…akupun kembali meletakkan ponselku, mengambil kesimpulan bahwa ia cukup tau diri untuk tak mengangkat telfon seenaknya…bukan karena tak bisa menggunakannya, aku membayangkan jika ia benar-benar tidak bisa menggunakannya…pasti ia sedang berdiri memandangi benda tersebut dan berbicara dalam hati, “Omo…bagaimana ia bisa tiba-tiba mengeluarkan suara?” Kekeke…itu terlihat sangat lucu dibayanganku.

Dara POV

Aku berada di depan sebuah mini market sekarang, menunggu namja itu yang sedang membeli sesuatu di dalam. Dan tak lama iapun keluar….

“Minumlah Noona…ini dapat membuatmu lebih tenang.” Ucapnya memberiku 1 kalenng minuman hangat, akupun menerimanya.

“Gomawo…ehm-“

“Ah…Jeoneun Lee Seung Hyun imnida.” Ucapnya kemudian memperkenalkan diri. “Tapi kau bisa memanggilku Seungri Noona.”

“Ne…Seungri-ah, gomawo…kau telah menolongku.”

“Chonmaneyo…Noona?”

“Sandara Park…kau bisa memanggilku Dara Noona.” Jawabku kemudian, iapun tersenyum…ia adalah namja yang cute.

“Apa yang kau lakukan di tempat seperti itu Dara Noona…kau telah memasuki kandang singa tadi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu jika aku tak sengaja melihatmu Noona.”

“A..Ne, aku tersesat…aku tak tahu jalan kembali ke rumah, dan aku tak tahu kalau itu tempat para pemabuk…” Jawabku berusaha menjelaskan, tapi aku tiba-tiba melihat namja di hadapanku dengan penuh selidik. “Aku juga mencium bau alkohol pada dirimu, apa kau juga seorang peminum hah?”

“Kekeke…kau menyadarinya sekarang, tapi aku sedang tidak mabuk saat ini…aku hanya meminumnya sedikit tadi Noona.”

“Ya! Bukankah kau masih seorang pelajar…kau tidak seharusnya meminum minuman itu hah.”

“Aigo…kau mulai seperti ibuku sekarang.”

“Cih…ternyata kau sama saja seperti mereka.”

“Anio…aku berbeda Noona, aku tak akan melakukan perbuatan seperti itu.”

“Ne…itu karena kau berbicara dengan sadar sekarang Seungri-ah.” Jawabku menegaskan.

“Sudahlah Noona…aku tak ingin berdebat denganmu.” Ucapnya kemudian. Dan tiba-tiba ia menatapku tajam…omo, apa efek alkohol baru terlihat sekarang…apa dia mabuk? Batinku, karena ia terus menatapku.

“Ya! Kau…mengapa melihatku seperti itu Hah?” Tanyaku cepat.

“Ani…diamlah dulu Noona.” Jawabnya singkat, kulihat ia mengambil sesuatu di tasnya dan mengeluarkan sebuah ponsel…ia menatap sesuatu dilayar ponsel itu dan secara bergantian menatap kearahku.

“Omo…kau adalah yeoja itu Noona.” Serunya kemudian, akupun mengerutkan keningku tak mengerti.

“Apa maksudmu Seungri-ah?” Tanyaku membuat ia mengembangkan senyumnya…dan iapun memperlihatkan apa yang ada dilayar ponselnya kepadaku.

“Bukankah itu kau?” Tanyanya kemudian, akupun kembali terkejut menemukan foto yang kulihat tadi di TV ada diponselnya. Iapun menatap puas keterkejutanku. “Jadi itu benar kau?” Tanyanya lagi, dan aku terpaksa mengangguk karena aku tak mungkin mengelaknya…iapun terlihat loncat kegirangan. “Kyaaa….ternyata itu adalah kau Noona.” Aku cukup terkejut melihat perubahan sikapnya yang tiba-tiba, iapun memelukku. Aku tak memahami apa yang terjadi sekarang. “Aku senang bertemu denganmu Dara Noona.” Ucapnya kemudian melepaskan pelukannya.

“Aku tidak mengerti.” Ucapku lirih. Lagi-lagi aku melihatnya tersenyum bahagianya, seakan-akan aku telah menyelamatkannya dari kematian…apa  yang sebenarnya terjadi pada namja ini, aku salah mengatakan ia namja yang cute…karena ia terlihat seperti namja yang gila sekarang. Iapun menarik tanganku untuk mengikutinya, kamipun duduk di sebuah kursi tak jauh dari tempat awal kami berada. “Seungri-ah…bisa kau jelaskan padaku, apa yang terjadi padamu hah?” Tanyaku kemudian menatap namja yang duduk disampingku.

Seungri POV

Aku sangat senang sekarang, menemukan Dara Noona…seperti menemukan peta untuk menuju sebuah harta karun yang saat ini kucari. Kulihat ia menatapku menunggu penjelasan.

“Apakah kau seorang sasaeng Noona?” Tanyaku padanya, iapun dengan cepat menggeleng.

“Ani…aku bukan sasaeng Seungri-ah.” Jawabannya cukup membuatku tersenyum.

“Lalu apa sebenarnya hubunganmu dengan Jiyong Hyung Noona?” Tanyaku lagi dengan tatapan penuh selidik. Aku bisa melihat ia bingung untuk menjawabnya.

“Ini tak seperti apa yang kau pikirkan…aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya.”

“Benarkah?” Aku tak puas dengan jawabannya, iapun mengangguk cepat. “Lalu bisa kau jelaskan mengapa kau bisa keluar dari dalam rumahnya? Karena tidak mungkin itu menjadi rumahmu sekarang.”

“Aku tidak harus menjelaskan itu padamu Seungri-ah.” Jawabnya, membuatku berpikir bagaimana membuat Noona ini dapat berbicara lebih banyak lagi.

“A…Ne, padahal aku berniat mengantarmu pulang tadi…tapi sekarang tiba-tiba niat itu hilang Noona.” Ucapku kemudian, akupun berdiri dari dudukku beranjak meninggalkan Dara Noona…dan 1…2…3….

“Seungri-ah.” Ucap Dara Noona memanggilku, akupun tersenyum dan menghentikan langkahku…seperti dugaanku, ia akan memanggilku karena ia sangat membutuhkan diriku sekarang kekekeke…:D

“Wae Noona?” Tanyaku berbalik menatapnya.

“Apa kau akan mengantarku ketempat tujuanku bila aku menceritakan semuanya?” Ucapnya kemudian berbalik bertanya padaku, akupun mengangguk.

“Tentu…dengan satu syarat kau harus menceritakan yang sebenarnya Noona.” Jawabku, iapun akhirnya mengangguk….kau seorang namja yang cerdas Seungri, ucapku dalam hati. Akupun kembali duduk disebelahnya. “Kajja…ceritakanlah sekarang Noona!” Ucapku kemudian bersemangat, iapun menghela nafas sejenak dan kemudian memulai ceritanya.

Jiyong POV

Kami telah tiba di rumah sekarang, akupun masuk ke dalam rumahku disusul oleh Il Woo Hyung…dan aku mulai melihat disetiap sudut ruangan ini, tak terlihat yeoja itu. Apa ia telah berada di kamarnya? Apa ia telah tertidur? Akupun pergi ke lantai 2, mengetuk kamarnya tapi tak terdengar jawaban…

“Noona…apa kau berada di dalam?” Panggilku, tetap tak ada jawaban…akupun mulai merasa ada sesuatu yang aneh sekarang, akupun mencoba membuka pintu kamar itu dan ternyata ia tidak menguncinya…”Dia benar-benar ceroboh.” Ucapku lirih…”Noona, aku akan masuk.” Ucapku kemudian sebelum memasuki kamar itu…dan saat itu aku melihat kamar yang kembali tak berpenghuni…tak terlihat ada tanda-tanda yeoja itu disini, aku sudah mencarinya..berpikir bahwa ia sedang membersihkan diri…tapi ia benar-benar tak ada di kamar ini. Akupun kembali menuruni tangga, kulihat Il Woo Hyung baru saja keluar dari kamarnya.

“Apa ia telah tidur Ji?” Tanya Il Woo Hyung saat aku telah berada tak jauh dari dirinya

“Ani…ia tidak ada di kamarnya Hyung.” Jawabku cepat…aku kembali melihat sekelilingku. Berharap yeoja itu menampakkan dirinya.

“Jadi ia belum kembali?” Guman Il Woo Hyung, membuat aku mengerutkan keningku.

“Apa maksudmu Hyung…kau tau dimana dia?” Tanyaku mendekatinya.

“Ani…aku tidak berpikir ia akan keluar sampai selarut ini.”

“Hyung apa yang sebenarnya terjadi…apa kau tahu sesuatu hah?” Aku mulai tak tenang sekarang. Kulihat Il Woo Hyung berbalik kembali menuju kamarnya dan tak lama ia keluar dengan membawa laptopnya…ia meletakkan laptopnya dimeja dan duduk dihadapannya. “Apa ia tahu ini bukan waktu yang tepat untuk bekerja?” Pikirku menahan emosiku. Tapi kemudian ia menatapku.

“Kemarilah Ji, kau perlu lihat berita ini sekarang.” Ucapnya kemudian, dan kini aku menatapnya bingung. Akupun berjalan mendekatinya dan melihat apa yang ingin ia perlihatkan padaku…

“Omo…bukankah itu Noona?” Ucapku cepat…akupun menatap Il Woo Hyung, meminta ia memastikan kalau tak ada yang salah dengan penglihatanku. Kulihat iapun mengangguk.

“Ia sedang jadi perbincangan sekarang Ji…kurasa ia tak sengaja bertemu dengan paparazzi saat berjalan-jalan keluar.”

“Aigo…bukankah aku mengatakan untuk tetap tinggal di rumah, apa dia tak membaca pesanku hah?” Ucapku mulai panik, kulihat Il Woo Hyung masih serius memikirkan sesuatu.

“Tapi aku tak mengerti, mengapa ia belum kembali saat ini…apa ia tersesat?” Tanyanya kembali membuatku merasa sesak sekarang.

“Aku merasa tebakanmu benar Hyung…ia benar-benar bodoh sekarang.” Ucapku kemudian.

 

To be continued ….