you know what i mean

Author : FYA (@FYA_VIP)

Genre : Romance, Family, Mistery dll

PG/RATING : PG 16

Disclaimer : Aku sangat menghargai RCL/Komen kalian dan itu semua aku jadikan sebagai spiritku untuk melanjutkan FF ini. Jadi dimohon untuk yang sudah membaca please give your reason. please don’t be silent readers..

Cast :

  • Choi Hyun Yoo
  • Kwon Ji Yong
  • Choi Seung Hyun
  • Kwon Seungri
  • Park Minzy
  • Park Sandara
  • Lee Chaerin
  • Lee Park Bom
  • Kang Daesung
  • Dong Young Bae

 

~~~~~~~~~~~~~You Know What I mean Part 4 begin’s~~~~~~~~~~~~~~

Ji Yong sangat terkejut atas tindakan Hyun Yoo yang tiba – tiba. Sejak pertama kali bertemu Hyun Yoo, ia selalu terkejut dengan apa yang yeoja ini lakukan padanya maupun yang sedang dialami olehnya. Setiap kali melihat Hyun Yoo, Ji Yong seakan terhipnotis. Jiwa, raga, hati, otak dan pikirannya seolah terdoktrin untuk selalu menerima apapun yang dilakukan Hyun Yoo padanya.

Entah apa yang terjadi pada Ji Yong, yang pasti ia tak mampu untuk menolak apapun yang Hyun Yoo lakukan padanya. Seperti sihir, tubuh Ji Yong seolah menurut akan apa yang Hyun Yoo ingin Ji Yong lakukan. Seeperti saat ini, ketika Hyun Yoo tiba – tiba melewati kelasnya. Ji Yong langsung berlari dan menanyakan keadaan Hyun Yoo. Hyun Yoo yang spontan langsung memeluk Ji Yong pun tak di anggap sebagai suatu hal yang aneh sama sekali bagi Ji Yong. Bahkan walaupun ia membalas pelukan Hyun Yoo di depan yeoja chingunya pun, Ji Yong biasa – biasa saja.

Ji Yong memperat pelukannya dengan Hyun Yoo. Hyun Yoo menghela nafasnya panjang. Seolah mampu melepaskan segala penatnya dan rasa lelahnya hanya dengan berada dalam dekapan Ji Yong. Chaerin yang sedari tadi sudah seperti cacing yang kepanasan, marah – marah tak jelas sama sekali tak digubris oleh Hyun Yoo maupun Ji Yong, namja chingunya sendiri.

Tiba – tiba Hyun Yoo merasakan rasa sakit itu lagi. Rasa sakit itu menyerang tubuhnya lagi. Seketika Hyun Yoo berteriak – teriak dengan kencang dan menjambak – jambak rambutnya sendiri. Rasa sakit itu tak tertahankan. Bagai dihujam seribu tombak secara bersamaan. Lebih sakit dari sakit hati karena putus cinta dan lebih sakit dari sakit gigi. Ji Yong yang kebingungan dengan apa yang sedang dialami Hyun Yoo hanya mampu diam tak bergeming. Ia bingung apa yang harus ia lakukan.

Tiba – tiba Hyun Yoo kehilangan kesadarannya dan disana sudah ada Ji Yong yang langsung menangkap Hyun Yoo. Tanpa diperintah Ji Yong langsung mengangkat tubuh Hyun Yoo dan membawanya ke UKS. Tontonan pun selesai, semua siswa bubar seketika. Ji Yong hampir sampai di depan ruang UKS. Tapi di persimpangan ia bertemu dengan Seung Hyun.

Seung Hyun bertanya apa yang sedang terjadi dengan adiknya kepada Ji Yong. Namun Ji Yong hanya menggeleng karena ia sendiri pun tak tahu apa yang sedang terjadi. Akhirnya Seung Hyun mengambil Hyun Yoo dari gendongan Ji Yong dan membawa adiknya ke dalam mobil. Seung Hyun yang sebenarnya tak ingin mengajak Ji Yong pun akhirnya bersedia untuk mengajaknya karena Ji Yong terus memaksanya.

Setelah berada di dalam mobil, dan memastikan adiknya aman duduk di kursi belakang, tidur di atas pangkuan Ji Yong. Seung Hyun langsung menancap pedal gasnya melewati jalanan yang sebenarnya cukup padat menuju ke rumah sakit seoul.

 

 

At Seoul Hospital 

Seung Hyun yang panik melihat adiknya yang tidak sadar juga. Segera menggendong Hyun Yoo dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit.

“Dimana dokter? Dimana? Tolong adikku!” Seung Hyun terlalu panik hingga lepas kendali dan berteriak – teriak tidak jelas sambil berjalan mondar – mandir  mencari dokter untuk adiknya. Untungnya suster – suster disana sigap dan langsung menuntun Seung Hyun untuk membawa adiknya ke dalam ruang ICU agar segera diperiksa oleh dokter. Sedangkan Ji Yong? Ji Yong mengekor di belakang Seung Hyun yang bingung dengan bingung (?) lol

“Bagaimana keadaan Hyun Yoo dok? Dia baik – baik saja?” tanya Seung Hyun ketika dokter yang memeriksa Hyun Yoo keluar.

“Sepertinya leukimianya belum benar – benar sembuh!”

“Apa maksud dokter?”

“Sepertinya pengobatan sebelumnya tidak bisa seratus persen membuat penyakitnya hilang.”

“Mwo?”

“Tapi ini masih dugaan. Saya akan memastikannya lebih lanjut dan juga menunggu hasil labnya keluar”

“Ne dok. Gomawo!”

Seung Hyun nampak sangat khawatir. Ia duduk dengan gontai di kursi depan ruang rawat Hyun Yoo. Ia menundukan kepalanya. Tangannya mengacak – acak rambutnya bingung. Otaknya sedang bekerja keras memikirkan sesuatu.

“Hmmmm, bolehkah aku bertanya sesuatu?” Ji Yong duduk di samping Seung Hyung.

“Ne” Seung Hyun masih menatap lantai.

“Sebenarnya Hyun Yoo sakit apa?”

“Kau sudah dengar sendiri kan tadi? Dokter bilang leukimianya belum benar – benar sembuh,” jawab Seung Hyun sambil masih terus menatap lantai.

“Hmmm, kenapa appamu seperti tak mengenal Hyun Yoo ketika ia bertemu dengan Hyun Yoo?”

Seung Hyun mentap wajah Ji Yong, intens menerawang ke dalam mata Ji Yong.

“Kau bisa menjaga rahasia?”

“Tentu. Aku tak akan mengatakan apapun yang keluar dari mulutmu saat ini kepada siapapun!”

“Appa seperti itu karena eomma. Appa salah paham karena melihat eomma sedang berciuman dengan namja lain. Padahal itu adalah teman eomma, mereka taka da hubungan apapun sama sekali. Saat itu juga eomma mengatakan kalau ia sedang hamil Hyun Yoo dan berharap appa bisa tenang dan percaya padanya. Namun appa malah mengira kalau Hyun Yoo adalah hasil hubungan gelap antara eomma dan teman lamanya itu. Akhirnya appa mengusir eomma dari rumah dan melarangnya untuk membawa Hyun Yoo. Eommaku yang hanya lulusan sekolah biasa akhirnya mencari uang dengan pekerjaan yang tidak halal untuk menghidupi Hyun Yoo.

Tapi walaupun ia bekerja sebagai kupu – kupu malam, ia tetap menyanyangi Hyun Yoo dan menyekolahkan Hyun Yoo setinggi mungkin agar Hyun Yoo tak menjadi seperti dirinya. empat belas tahun berlalu, appa bertemu dengan namja yang waktu itu sedang berciuman dengan eomma sedang jalan dengan wanita lain. Appa langsung mengampirinya dan memukulnya, mengatakan kalau ia benar – benar laki – laki tidak bertanggung jawab karena sudah membuat eomma hamil anaknya namun tidak mau bertanggung jawab.

Kebetulan istri namja itu juga teman eomma dan ia menjelaskan kalau sebenarnya saat itu ia juga sedang berada di situ dan berada di kamar mandi dan soal ciuman itu, itu adalah hal biasa bagi mereka. Mereka sering melakukannya sejak SMA dulu. Akhirnya appa yang mulai menyadari kesalahannya mulai mencari eomma dan Hyun Yoo dan saat ia menemukan tempat mereka, ia mendapati eomma telah meninggal karena terkena penyakit HIV dan Hyun Yoo tinggal bersama ahjumma.

Saat appa mendatangi rumah ahjumma ternyat mereka sudah pindah keluar negeri dan appa tak bisa menghubungi mereka dan memendam rasa bersalah selama beberapa tahun. Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu Hyun Yoo, dan keluarga ahjumma lainnya kembali lagi ke korea karena urusan ahjussi sudah selesai dan appa yang mendengar kabar itu langsung meminta orang kepercayaannya untuk membawa Hyun Yoo ke rumah.

Saat bertemu dengan appa Hyun Yoo sangat senang sekali karena sejak kecil eommanya tak pernah mau memberitahunya siapa appanya yang sebenarnya. Namun, appa bersikap aneh. Entah apa yang sedang ia pikirkan, ia seperti tidak senang saat melihat Hyun Yoo dan malah mengacuhkan Hyun Yoo, padahal ia sendiri yang meminta Hyun Yoo untuk pulang ke rumah”

“Bukankah Hyun Yoo itu pandai taekwondo? Kenap saat Kyuhyun menyerangnya ia tidak melawan? Dan kenapa sejak pertama kali bertemu denganku kelakuannya sangat aneh sekali?”

“Mungkin karena kau mirip dengan namja chingunnya yang meninggal Karena menyelamatkannya yang hamper diperkosa oleh seseorang saat ia masih SMP. Namja chingunya tak bisa beladiri, namun ia tetap berusaha melawan orang – orang tersebut yang sebenarnya cukup banyak untuk melindungi Hyun Yoo.

Hyun Yoo yang tidak bisa apa – apa akhirnya hanya bisa berteriak – teriak minta tolong melihat namja chingunya di pukuli oleh orang – rang tersebut hingga salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dan menusuk namja chingunya hingga meninggal.

Hyun Yoo merasa bersalah atas kematian kekasihnya tersebut, ditambah lagi orang tua namja itu juga ikut menyahkan Hyun Yoo atas kematian anaknya dan hal itu membuat Hyun Yoo semakin tertekan dan merasa bersalah. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk belajar taekwondo siang dan malam untuk bisa membalaskan kematian namja chingunya itu dan ia berhasil membunuh mereka semua yang telah membuat namja chingunya meninggal. Sebenarnya Hyun Yoo itu sangat lemah lembut tapi karena kejadian itu ia menjadi cukup menakutkan dan trauma”

“Menurutmu apakah Hyun Yoo yang membunuh Seohyun?”

“I don’t think so. Walaupun ia membunuh preman – preman itu, tapi aku tak percaya ia membunuh Seohyun, karena ia baru beberapa hari mengenal Seohyun dan tak mungkin dalam waktu sesingkat itu Seohyun membuat masalah dengannya hingga membuatnya terpaksa membunuhnya. Dan kalaupun ia yang membunuh Seohyun, ia tak akan setega itu meninggalkan Seohyun dalam keadaan naked”

“Lalu menurutmu siapa yang membunuhnya?”

“Entah!” Seung Hyun mengangkat bahunya.

***********************************

“Hyung, kau darimana?” Tanya Seungri yang melihat hyungya baru pulang.

“Rumah sakit!”

“Siapa yang sakit?”

“Hyun Yoo”

“Hyun Yoo? Hyun Yoo sakit apa?”

“Rahasia!” Ji Yong masuk ke dalam kamarnya dan menutup kamarnya,tak membiarkan Seungri masuk dan mengangunya untuk saat ini.

Ji Yong merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya. Matanya mentap lampu yang bersinar terang di langit – langit kamarnya. Pikirannya melayang mengingat kejadia – kejadian saat ia bersama dengan Hyun Yoo. Entah kenapa, walaupun meeka baru mengenal satu sama lain selama beberapa jam anamun Ji Yong merasa nyaman saat ia sedang bersama Hyun Yoo.

Drrrt…Drrtt..Drrrt..

Handphone Ji Yong bergetar. Tertulis nama Chaerin di layar. Ji Yong dengan malas menjawabnya.

“Yeoboseyo?”

“Kau sudah selesai eoh? Selingkuh dengan bitch itu? Keluar dan temui aku di depan sekarang!” Chaerin menutup teleponnya.

“Damn! What’s again now?” Ji Yong mengacak – acak rambutnya. Sebenarnya ia sangat lelah saat ini dan ingin beristirahat. Namun karena Chaerin datang, ia tak jadi melakukannya. Ji Yong berjalan keluar rumah dan menemui Chaerin di depan pagar.

Plak…. Chaerin langsung menampar Ji Yong begitu Ji Yong berdiri di depan matanya.

“Kita putus!” Chaerin melangkahkan kakinya menuju mobilnya kembali setelah ia puas mengatakan apa yang ingin ia katakana dan saat ini hatinya sangat sakit dan hancur. Namun langkahnya terhenti karena Ji Yong meraih pergelangannya dan langsung mencium bibir Chaerin. Chaerin yang sebenarnya memang masih mencintai Ji Yong, tak mampu menolak ciuman Ji Yong. Chaerin membalas ciuman yang diberikan Ji Yong.

Chaerin menutup matanya dan menikmati ciumannya bersama Ji Yong yang baru pertama kali mereka lakukan sejak pertama kali mereka berpacaran. Namun tiba – tiba Ji Yong membuka matanya dan mentap nanar kea rah mobil Chaerin. Hyun Yoo sedang memenuhi pikirannya saat ini dan sebenarnya ia sama sekali tak menikmati ciumannya dengan Chaerin saat ini.

Akhirnya Ji Yong melepaskan ciumannya. Wajah Chaerin memerah dan ia mengatakan pada Ji Yong kalau tadi ia hanya sedang emosi dan meminta Ji Yong untuk melupakannya lalu Chaerin masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Ji Yong sambil sesekali memegangi bibirnya dan tersenyum geli. Ji Yong hanya diam tanpa kata memandangi mobil Chaerin yang pergi dan semakin lama makin jauh dan akhirnya menghilang di kegelapan malam.

***********************

Seungri sudah berada di dalam kamar Ji Yong begitu Ji Yong kembali ke dalam kamarnya. Seungri hanya mampu nyengir kuda kepada Ji Yong. Ji Yong yang benar – benar kelelahan saat ini hanya mampu memandang sesaat kea rah Seungri tanpa mengatakan apapun lalu naik ke atas ranjangnya dan menarik selimutnya untuk menutup wajahnya.

“Hyung! Kau belum menjawab pertanyaanku! Ayo jawab dulu hyung!!” Seungri menarik – narik selimut Ji Yong. Namun Ji Yong tak menggubrisnya sama sekali.

“Hyung! Jebal! Beritahu aku apa yang sedang terjadi dengan pujaan hatiku itu?”

Tiba – tiba mata Ji Yong terbuka dan terbalalak lebar mendengar kata – kata Seungri.

“Entah kenapa, sepertinya aku mulai menyukai Hyun Yoo hyung. Akhir – akhir ini tidurku menjadi tak nyenyak karena Hyun Yoo selalu saja berputar – putar di otakku hyung. Ia tak mau pergi walaupun aku sudah menyuruhnya. Ah.. aku bisa gila sebenarnya kalau seperti ini terus! Tapi sepertinya aku tidak salah menyukai Hyun Yoo. Dia itu yeoja yang baik, manis, pintar, jago berantem dan masih banyak lagi yang lainnya. Ia kan hyung?”

Ji Yong bangun dari ranjangnya dan menyeret Seungri keluar dari kamarnya.

“Hyung, hyung! Lepaskan aku! Aku ini hanya ingin bertanya padamu! Kalau kau sudah menjawab pertanyaanku, aku bisa keluar sendiri kok. Tidak perlu kau seret – seret! Hyung…….” Seungri mengetuk – ngetuk pintu Ji Yong dan berteriak – teriak kesal.

Ji Yong kembali duduk di atas ranjangnya setelah menyeret Seungri keluar dari kamarnya.

“Aissssh…… Damn!” Ji Yong mengacak – ngacak rambutnya kesal, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

*******************************

Malam ini Daesung dan Minzy nonton teater bersama. Kedua insan ini terlihat bahagia sekali. Mereka tak henti – hentinya memandang satu sama lain dan enggan untuk melepaskan gengaman tangan di antara mereka berdua.

“Zy…”

“Hmmmmm?”

“Kalau misalnya aku bukanlah orang baik, masih maukah kau berteman denganku?”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Kurasa pertanyaanku tadi sudah cukup jelas” Daesung melepaskan genggaman tangannya pada Minzy, lalu memalingkan wajahnya.

Minzy merasa aneh dengan pertanyaan Daesung, namun dengan mantap ia menjawab kalau apapun yang akan terjadi nantinya. Seberat apapun masalah yang di hadapi Daesung dan sekejam apapun dunia mengatakan dan memfitnah kalau Daesung adalah orang jahat, ia akan tetap percaya kalau Daesung adalah orang baik dan akan selalu berada di samping Daesung dan tak akan pernah meninggalkannya.

Daesung membalikan tubuhnya dan menatap wajah Minzy. Tersirat kejujuran dari apa yang telah ia katakan. Daesung menyunggingkan senyum angelnya kepada Minzy lalu mengecup bibir Minzy singkat dan memeluknya erat.

“Gomawo… Minzy-ah”

****************************

Hari ini Hyun Yoo masih berada di rumah sakit di temani oleh Seung Hyun, sehingga ia tidak bisa datang ke pemakaman Seohyun. Seung Hyun mengupskan buah apel untuk Hyun Yoo, namun Hyun Yoo tak mau memakannya. Ia ngambek karena oppanya tak mengizinkannya datang ke pemakaman Seohyun karena katanya itu akan membahayakan keselamatannya

Can I be the one girl
I should be the one

Handphone Seung Hyun berbunyi.

“Yeoboseyo?”

“Seung Hyun-ssi, Kyuhyun meninggal dan mayatnya tergantung di atas pohon dalam keadaan meninggal yang sama seperti Seohyun!”

“Mwo??” Seung Hyun membelalakan matanya. Hyun Yoo bingung melihat mimik wajah Seung Hyun yang tiba – tiba berubah setelah menerima telepon dan bertanya – tanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi.

 

~~~~~~To Be Continued~~~~~~

 

 

SILENT READERS? GO OUT!!!! THANKS…😀