Because Of Her-JiforG

Previously : Because Of  Tattoo | Cake | You | Her

Title : Because Of Her (Part II)

Author : JiforG

Cast :

-Kwon Ji Yong

-Kwon Hyeon Ji aka Jiyong’s Sister (OC)

-Choi Seunghyun, Seungri,  Jee Hee Park (Chandri), Park Chanyeol (EXO-K)

Lenght : Series? Maybe Yes Maybe No

Curious? read

-I PRETEND THAT I DONT CARE-

_________

Seunghyun melepas topi yang tadi di kenakannya. Memijit pelipisnya sekilas, kemudian berjalan masuk kedalam restoran. Ada yang mengganjal di hatinya. Mungkin karena dia sama sekali tidak berbicara dengan Hyeon Ji. Dan dia tahu— pasti kalau gadis itu sangat-sangat kesal dengannya sekarang. Kalau saja wanita tadi, yang bernama Yuri tidak datang dan tidak mengajaknya mengobrol dari awal, mungkin dia sudah leluasa mengobrol dengan Hyeon Ji sekarang. Setidaknya, dia bisa mencegah gadis itu pergi.

“Hey, Hyung!” Panggil Seungri dengan suara yang sedikit besar, begitu di lihatnya pria itu datang dari arah pintu depan. “Belum pulang?” tanyanya.

“Aku baru saja mengantarkan Yuri ke depan. Kalian masih disini?” jawabnya sambil berjalan menghampiri Seungri. Tapi,dengan cepat bola matanya segera menangkap sesosok gadis berambut hitam. Tinggal beberapa langkah lagi dia sampai kearah Seungri, yang secara tidak langsung menuju kearah Hyeon Ji. Tapi, sepertinya dewi fortuna sedang tidak berpihak pada Seunghyun. Jiyong yang-entah-dari-mana-sudah terlebih dahulu menghampiri adiknya, berkata, “Hyeon Ji-ya! Kajja! Aku sudah mulai mengantuk” kata pria—kurus itu, mengajak adiknya pulang.

Seunghyun yang mendengar itu  tiba-tiba diam membeku di tempatnya. “Hyung, aku pulang duluan. Bye!” Jiyong menepuk bahu pria—tinggi itu ketika berjalan melewatinya, yang diikuti Hyeon Ji dari belakang. Mata Seunghyun hanya bisa bergerak mengikuti langkah Hyeon Ji yang semakin terlihat jauh dari ekor matanya. Gadis itu sudah pergi kini. Hanya bibir yang terkatup menyapa keduanya.

<><><>

-NEXT DAY-

Jee Hee datang dengan membawa nampan berisi sepiring kentang goreng dan dua minuman. “Ini, minum dulu” katanya menawarkan, lalu duduk pada bangku di seberang Hyeon Ji. Sehabis di cekokin dengan mata pelajaran yang akan mereka ujikan dalam hitungan bulan, Hyeon Ji mencoba berfokus pada pelajarannya selama sekolah, tapi sialnya, Seunghyun yang tidak di harapkan, diam-diam masuk kedalam otaknya membuatnya sedikit terganggu.

Dengan cepat Hyeon Ji membukanya dan meneguknya. “pelan-pelan” kata Jee Hee sedikit ngeri. “kau terlihat stress, ada apa?”  Dia menatap sekilas pada Hyeon Ji. “Berantem sama Gaho? Atau pemiliknya?” sambung Jee Hee lagi.

Bukannya menjawab pertanyaan temannya itu, Hyeon Ji hanya menggeleng masih sibuk menghabiskan minuman miliknya. “YA! YA! Haus sih haus, tapi kalau minum satu kali teguk itu namanya GILA!” Celoteh Jee Hee sambil bergidik ngeri, sambil sesekali mengalihkan pandangannya kesekeliling café, tempat favorit keduanya. Bahkan pelayan-pelayan café di sana sudah mengenali mereka. Hanya saja, mereka tidak tahu kalau Hyeon Ji, pelanggan mereka adalah adik kandung dari Kwon Jiyong aka Gdragon yang tersohor itu.

Begitu menghabiskan minumannya, Hyeon Ji sedikit tersengal seolah sudah berlari tiga kali putaran. Di aturnya napasnya, kemudian membuangnya perlahan. Sesaat dia hanya diam dan memandang kosong kedepan hingga Jee Hee memukul kepalanya dengan ponselnya. “YA! Kau itu kenapa sih? seperti orang putus harapan” Jee Hee setengah berteriak. “Tadi di sekolah semangatnya minta ampun, begitu pulang, hopeless sekali”

Bukannya marah, mimic wajah Hyeon Ji berubah sedih, “Dia menciumku Jee Hee!” ucapnya lesu lalu menempelkan dagunya di meja. Kaget apa yang baru saja di dengarnya, membuat Jee Hee hampir tersedak. “Mwo? Mencium? Siapa yang mau mencium mu?” kini Jee Hee membenarkan posisi duduknya yang semula bersandar menjadi maju mendekat ke wajah Hyeon Ji. “Ayo katakan, siapa yang sudah menciummu?” gadis itu berubah antusias bak seorang anak kecil yang menanti mainan dari orang tuanya.

“…..Aku,” jeda sejenak, “aku…. di cium si mata elang…” gadis itu mengatakannya dengan dagu tertempel di meja.

“MWWOOO??!!” Jee Hee terlonjat kaget. Matanya hampir saja keluar dari tempatnya. “Kau sedang tidak demam kan?” di letakkannya pungung tangannya ke dahi gadis itu. Mengerti maksud Jee Hee, Hyeon Ji menepis tangan temannya dari dahinya dengan cepat, “Aku sudah sehat!”

 “Bagaimana mungkin dia mau menciummu?” Jee Hee mengerutkan keningnya, bergumam sendiri.. “Kalau aku jadi laki-laki aku bahkan tidak mau menciummu” kata Jee Hee pelan di akhir kalimat. Tapi sayangnya, suara itu bisa di dengar Hyeon Ji dengan jelas.

“Jee Hee-ya!!”  Protesnya kesal.

“Hahaha…maaf-maaf. Bagaimana bisa kau dan…si-seram-itu berciuman? Kau tidak menggodanya kan? Kau tidak menunjukkan bagian tubuhmu yang tidak seksi itu kan?!” Jee Hee menaikkan sebelah alisnya.

Kini Jee Hee memandang temannya itu dengan kesal, “Ya! maksudmu apa?! Kau kira aku gadis murahan? Siapa bilang tubuhku tidak seksi? Banyak kok yang bilang aku seksi! Bwe~” protes Hyeon Ji cepat, tidak terima di katakan ‘tidak sexy’. Setidaknya Taehyun hair stylish Big Bang dan beberapa teman Jiyong menganggapnya sexy. Ahni, Jiyong juga merasa adiknya itu sexy, hanya saja dia tidak pernah memujinya. Atau lebih tepatnya, takut adiknya itu menjadi besar kepala.

“Ah~ ia, aku percaya.” Jee Hee manggut-manggut. “Lalu, bagaimana dia bisa menciummu? Cepat ceritakan!” desak Jee Hee tidak sabar.

“Kau ingat waktu aku kerumah sakit?” Jee Hee mengangguk mendengarkan sungguh-sungguh temannya itu bercerita. “Aku di antar pulang olehnya, itupun karena di suruh Oppa! Dan begitu sampai di depan apartemen, dia..  bilang suka padaku. Awalnya aku kira dia hanya bercanda, kamu kan tahu, dia itu banyak fans wanitanya dan dia itu cool, tampan, mempesona, membahana, seksi…”

“Hei..hei… kok jadi memujinya?!” potong Jee Hee mulai jengkel

“Eh, maaf. Jadi-ya begitu…” Hyeon Ji menjeda kata-katanya sejenak kemudian menarik napas sebelum melanjutkan kalimatnya, “Dia bilang suka padaku kemudian dia langsung menciumku” Hyeon Ji mengakhiri ceritanya. Kemudian kembali berubah lemas, seperti saat dia pertama datang.

“Dasar Pria mesum!” Gumam Jee Hee. “Terus, kamu bilang apa? Meng-ia kan? Kamu kan juga suka dia dari dulu kan?” Bukan hal lazim memang kalau Choi Seunghyun aka TOP itu sudah di sukai sejak pertama kali debut sebagai BIG BANG, bahkan Kwon Hyeon Ji pun jatuh hati padanya. Hanya saja, menurutnya itu tidaklah tepat karena terpaut usia yang bisa di katakan cukup jauh, dan di tambah pria itu adalah teman kakaknya sendiri. Memang tidak ada masalah mengenai itu. Tapi menurutnya itu hanya ganjil. Dan petaka, mungkin.

“Mwo? Meng-ia kan? Gila kamu! Bisa di bunuh aku sama naga seksi nan cungkring seantero korea selatan! Lagipula aku… aku masih ragu dengan kata-katanya. Aku takut dia ingin mempermainkanku.”

Jee hee hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, kemudian kembali menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi café. “Kalau aku jadi kamu, aku juga tidak akan langsung meng-ia kan sih, but… till that time, jalani aja dulu. Cari tahu apa dia benar-benar serius dengan ucapannya atau nggak.Oh ia, kenapa kemarin malam menelponku?”

Hyeon Ji kembali mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk, di makannya kentang goreng yang tadi mereka pesan kedalam mulutnya. “Awalnya aku hanya berpura-pura mendapat telpon, eh malah kepencet nomor hp mu.” Hyeon Ji memulai kembali ceritanya. “Habisnya aku kesal dengan si mata elang! Masa iya, dari awal aku datang dia ngga ada nyapa, terus dari awal aku duduk sampai aku pergi dia asyik ngobrol sama cewek yang entah-siapa-namanya-itu”

“Pantes” sahut Jee Hee singkat. Di ambilnya kentang goreng yang ada di atas meja dan ikut memakannya. “Itu tandanya kamu udah suka dia”. Hyeon Ji tahu sahabatnya itu akan mengatakan hal tersebut, membuat gadis itu hanya menghela napas pendek. “Habis acara itu dia tidak ada menghubungi mu lagi?” tanya Jee Hee masih asyik menikmati kentang goreng.

Hyeon Ji menggeleng dengan wajahnya yang di tekuk. “Mungkin ini yang di maksud Oppa kenapa dia melarangku pacaran. Rasanya tidak enak Jee Hee-ya” gumam Hyeon Ji memandang kosong kearah luar café.

Seolah mengerti perasaan temannya itu, Jee Hee berusaha menghibur nya dengan Joke yang menurut Hyeon Ji sangat garing, tapi tetap saja, berhasil membuat dia kembali tersenyum. Di saat kedua orang itu tengah asyik tertawa, ponsel Hyeon Ji tiba-tiba berbunyi, dan bukannya  langsung mengangkat dia malah membiarkannya.

“Aish!” keluh Jee Hee kesal merasa terganggu dengan dering ponsel temannya itu. “Kalau kau tidak angkat, biar aku yang angkat!” ancamnya bersiap mengangkat telpon tersebut.

“Aissh, arra!” Dan dengan malas gadis itu mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.

“Yebboseyo” jawabnya ketus.

“Oddiya?” tanya orang di sebrang

“Café”  Jawab Hyeon Ji datar. “Nugu?” akhirnya kata itu keluar juga, masih dengan nada  ketus.

Bukannya menjawab pertanyaan Hyeon Ji, orang di sebrang hanya menjawab, “Aku jemput lima belas menit lagi. Jangan kemana-mana!”  kemudian mematikan telponnya.

“Apaan sih orang ini?!” keluh Hyeon Ji kembali meletakkan ponselnya di atas meja.

“Siapa?” tanya Jee Hee di sela-sela mengetik sms.

“I don’t know” jawab gadis itu santai—mengangkat kedua bahunya. Membuat  Jee Hee menaikkan salah satu alisnya dan menatap kearah Hyeon Ji seperti, kau-itu-bodoh-atau-memang-stupid. “Arraso!” sahut Hyeon Ji seolah mengerti. Di periksanya kembali panggilan terakhir telponnya kemudian, “Chanyeol” gumamnya.

Jee Hee yang mendengar nama tersebut seolah memandang temannya itu seperti, oke-goodluck-goodbye-for-us.

<><><>

Lima belas menit kemudian, Seorang laki-laki berpakaian kasual menghampiri Hyeon Ji dan Jee Hee yang duduk di pojok café. Laki-laki itu tersenyum manis begitu menghampiri kedua temannya. “Anyeong!” sapanya ramah. Senyumnya belum juga pudar sejak pertama kali dia melihat dua temannya dari pintu masuk. Sedangkan orang yang di sapa, hanya tersenyum simpul. Atau lebih tepatnya tersenyum ‘dengan malas.’

 “Hari ini kalian tidak mau lari dari tugas drama kan?” tanya laki-laki bernama lengkap Park Chanyeol. Anak laki-laki—tinggi yang merupakan teman smp Jee Hee dan Hyeon Ji, adalah ketua festival tahun ini.

“Kami hanya sedang meng- relaxkan diri, setelah pelajaran matematika yang tadi cukup menguras tenaga dan pikiran..” aku Jee Hee. “Kau sendiri, kenapa disini? Bukannya sibuk mengurus festival? Atau jangan-jangan mau menjemput kami?” Jee Hee menaikkan sebelah alisnya, menatap kearah Chanyeol dengan tatapan skeptis.

“Ya..bisa dikatakan begitu. Anyway, apa sekarang kita sudah boleh pergi ladies? Masih banyak yang harus kita lakukan setelah ini” katanya sambil melihat ke jam tangannya.

Tiba-tiba tanpa di komando, Hyeon Ji bangkit berdiri dari tempatnya. “Kajja…!! Lebih cepat,bukannya lebih baik?” Lalu meninggalkan Jee Hee yang masih duduk, sedangkan Chanyeol masih berdiri di tempatnya, memandang bingung temannya.

“Psstt..Jee Hee-ya, kenapa anak itu?” bisik Chanyeol pelan pada Jee Hee.

“Sedang datang bulan” jawab Jee Hee singkat  kemudian menyusul Hyeon Ji.

<><><>

SAME TIME, ANOTHER PLACE

“Jadi…sehabis ini, aku tidak ada jadwal Hyung?” tanya Seunghyun pada manajernya. Kedua pria itu sedang berada di dalam Coffee Shop di daerah Gangnam setelah pulang  dari pemotretan sekitar dua jam yang lalu.  “Tidak, Kau free sampai besok.” Jawab pria berpostur tinggi—besar itu sambil mengecek iPad yang sedang di pegangnya.

“Kalau begitu, aku ingin berjalan-jalan sebentar keluar” Kata Seunghyun, bangkit dari tempat duduknya. Di rapikannya pakaiannya kemudian memakai topi dan masker. “Sudah lama aku tidak main kesini”

“Mwo? Yang benar saja!” Manajernya tampak menolak gagasan Seunghyun. Terlebih lagi, dia tahu betul bagaimana reaksi sangsaeng fans kalau tahu Seunghyun sedang berkeliaran di luar sana sendirian. Bahkan para paparazzi yang seolah haus akan berita tentang para selebriti. “Kalau kau memang ingin pergi, sebaiknya aku ikut!” Pria itu menggeser kursinya, bersiap berdiri

Seunghyun hanya tersenyum, “Gwenchana… toh tidak ada yang tahu aku sedang di café kan? Ini kan salah satu café temanku. Jadi aku bisa keluar lewat pintu belakang Sudahla hyung, kau jangan berlebihan begitu, aku bisa jaga diri kok. Kalau ada apa-apa aku akan segera menghubungi Hyung.” Katanya buru-buru, lalu bergegas meninggalkan manajernya.

“Tapi, Seunghyun..”

“Aku akan meng-sms kemanapun aku pergi. Jangan khawatir. Aku bisa jaga diri. Sebaiknya Hyung istirahat saja sejenak.” Sahut Seunghyun yang sudah berjalan beberapa meter sambil melambaikan tangannya.

<><><>

-Gangnam-

04.00 PM KST

“Kenapa kita harus kesini? Ini kan jauh dari sekolah” keluh Jee Hee yang berjalan sejajar dengan Hyeon Ji. Sedangkan Chanyeol berjalan beberapa langkah di depan mereka. Mendengar salah satu temannya itu mengeluh, laki-laki itu berhenti sejenak, kemudian menoleh kebelakang dan berkata, “Nanti setelah mengambil kostum, aku teraktir McDonald deh!”

Seolah lupa kalau tadi gadis itu mengeluh, cepat-cepat dia berjalan di samping Chanyeol, kemudian tersenyum. “Di mana tempatnya? Masih jauh?” tanyanya dengan wajah sumringah. Hyeon Ji yang masih berjalan di belakang hanya tersenyum melihat tingkah Jee Hee.

“Nah…itu tempatnya..kajja!” seru Chanyeol semangat yang diikuti Jee Hee kemudian.

Hyeon Ji yang tertinggal beberapa langkah dari mereka, tampak tidak memperdulikan kedua temannya.  Yang di tangkap matanya adalah : sebuah toko yang menjual kamera. Toko itu terlihat mencolok memang di bandingkan dengan toko-toko yang lain. Begitu Hyeon Ji masuk, mata gadis itu di manjakan oleh kamera-kamera Polaroid model terlama hingga model terbaru. Toko itu terkesan kecil jika di lihat dari depan, tapi begitu masuk kedalam, kesan itu seolah hilang.  Toko itu memanjang kedalam, dengan rak-rak yang berbaris rapi memanjang—bersandar ke dinding.

Wajah Hyeon Ji terlihat begitu bahagia ketika melihat seluruh isi toko. Sepertinya gadis itu lupa akan temannya yang sudah—entah dimana. Dia benar-benar terpesona dengan setiap susunan kamera-kamera serta pernak pernik yang ada di dalam toko. Wanita paruh baya yang berdiri di balik meja kasir, hanya tersenyum menyambut kedatangan Hyeon Ji. Dengan cepat jemari kurus—lentik milik gadis itu, menyentuh setiap kamera-kamera yang berada di rak. Sesekali dia mengambil kamera, memperhatikannya dengan seksama, kemudian mengembalikannya ketempatnya. Dia melakukan hal tersebut hingga berjalan ke sisi tengah bagian toko, dan tanpa di sengaja menabrak seseorang, hingga membuatnya mundur beberapa langkah.

Cepat-cepat Hyeon Ji membungkuk meminta maaf atas ketidak sengajaannya, tapi orang tersebut sama sekali tidak membalikkan badannya. Dia hanya berpura-pura tidak tahu. Hyeon Ji diam sesaat, berharap orang yang lebih tinggi darinya tersebut membalikkan badan dan menyahutinya. Tapi sialnya, orang tersebut malah menjauh beberapa langkah, hingga membuat Hyeon Ji sedikit kesal dan mencibir, “Cih! Sombong sekali sih” kemudian membalikkan badannya dan pergi menjauh dari orang tersebut. Tidak sampai semenit, orang tersebut membalikkan badannya dan memanggil.

“Hyeon Ji?”

Hyeon Ji diam di tempat, begitu mendengar namanya di panggil. Dia membalikkan badannya dan terkesiap begitu melihat orang yang tadi di tabraknya adalah Seunghyun. Dia tahu benar pria itu Seunghyun, sekalipun pria itu memakai masker dan topi seperti sekarang ini. “Hyeon Ji-ya?” Seunghyun membuka maskernya kemudian tersenyum senang, begitu melihat siapa yang berada di depannya.

“Jangan mendekat!” seru Hyeon Ji spontan. Membuat langkah Seunghun terhenti seketika. Wajahnya terlihat bingung. “Kau tidak mengikutiku kan?” tanya gadis itu.

Seunghyun tersenyum, kembali melangkah kearah Hyeon Ji. “Ya! Chagi-ya, kau kira aku tidak punya kerjaan lain?” jawabnya dengan nada menggoda. Kini jarak keduanya hanya beberapa centi. Memang sedang tidak ada pelanggan lain di toko itu, sehingga Seunghyun bisa sedikit leluasa mendekati Hyeon Ji yang  menundukkan kepalanya. Di raihnya dagu Hyeon Ji, sehingga membuat wajah gadis itu menatapnya. “Mianhe..” katanya pelan.

-BUT IT MAKES ME MISS YOU MORE-

__________

TOBECO…

Aaahh~ akhirnya saya ngepost juga, setelah perkuliahan berakhir sodara! berakhir! Well, berakhir does it mean saya udah lulus, belum sih. Maksud saya udah libur😄. So how the FF? Kurang memuaskan? Iya, saya tahu…  ini juga saya bergumul mau di post atau ngga. Udah lama siap Part ini sebenarnya. Tapi, dengan menimbang berat kambing tetangga sebelah, saya baru pede nge post bulan ini. Mianhe😥

Untuk Next Part yang kemungkinan di publish tahun depan. *dilemparreaders

“Anytime. Tapi sebagai gantinya, apa aku bisa meminjam Hyeon Ji? Aku sedang ada perlu dengannya” Bisik Seunghyun pelan pada Chanyeol. Seketika wajah Chanyeol berubah, tidak lagi senang seperti awal dia bertemu Seunghyun. Dan bukan langsung menjawab, dia malah melirik kearah Hyeon Ji yang berdiri di samping Jee Hee, seperti menimbang-nimbang sesuatu. “Bagaimana?” tanya Seunghyun.Chanyeol memang tahu kalau Hyeon Ji adalah adik Kwon Jiyong aka Gdragon, tapi dia tidak tahu kalau hubungan Hyeon Ji,  begitu dekat dengan Choi Seunghyun.

“Anggap saja ciuman tadi tidak pernah ada” Seru Seunghyun yang sudah mulai berjalan menjauh.

Hyeon Ji masih berdiri, lidahnya terasa kelu, kakinya terasa lemas.Yang dia rasakan, semuanya terasa tiba-tiba. Tubuhnya tidak mampu untuk menghentikan Seunghyun sekarang.