love dust part 7

Author            : Zhie (@Zhiedara44)

Main Cast       :

  • Park Sandara (25 TH)
  • Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast :

  • Lee Donghae (27 Th)
  • Nam Gyu Ri (18 Th)
  • Lee Seung Hyun (18 Th)
  • Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

Disclaimer      : Please…coment and don’t copy paste. ^^

Twitter            : @Zhiedara44

 

 

Dara POV

Entah mengapa aku menceritakan semuanya pada namja yang baru ketemui ini, dan iapun menepati ucapannya untuk mengantarku pulang kembali ke rumah Kwon Jiyong.

“Seungri-ah.” Ucapku kemudian, iapun mengurangi kecepatan laju motornya.

“Wae…Noona?” Tanyanya setengah berteriak agar aku dapat mendengar suaranya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku…apa hubunganmu dengan Kwon Jiyong?”

“Apa itu penting bagimu?”

“Aku hanya berpikir aku perlu mengetahuinya.”

“Aku adalah sasaengnya Noona.”

“Omo…benarkah itu?” Tanyaku cukup terkejut, tapi kudengar ia tertawa sekarang.

“Anio…aku bercanda, aku bisa dibilang adalah fans fanatiknya…aku ingin menjadi seperti dirinya. Dia adalah seseorang yang berbakat….bukan begitu Noona?”

“A…Ne.” Jawabku membenarkan ucapannya.

“Noona…kita telah sampai di tempat tujuan.” Ucapnya kemudian menghentikan laju motornya tepat dipintu gerbang rumah Kwon Jiyong, aku masih dapat mengingat jelas rumah ini. Akupun segera turun dari motornya.

“Gomawo Seungri-ah.” Ucapku dengan membungkukkan badan sebagai tanda terima kasihku. “Kau telah banyak membantuku hari ini.”

“Chonmaneyo Dara Noona, aku juga telah banyak mendapatkan cerita yang bagus darimu.” Jawabnya kemudian.

“Ya! Dari mana saja kau Noona?” Akupun segera berbalik mendengar suara yang tak asing lagi ditelingaku, aku melihat Kwon Jiyong dan Il Woo Oppa menuju kearah kami.

 

Jiyong POV

Aku dan Il Woo Hyung akan pergi mencari Dara Noona, sampai kami melihatnya didepan pintu gerbang tengah berbicara dengan seseorang.

“Ya! Dari mana saja kau Noona?” Ucapku mendekatinya, dapat kulihat ia berbalik terkejut dengan kemunculan kami.

“Jiyong-shi.” Ucapnya lirih hampir tak terdengar, dan saat itu aku dapat dengan jelas melihat namja yang duduk diatas motornya. Namja itupun tersenyum dan melambaikan tangannya kearah kami.

“Hei…Hyung.” Sapanya singkat.

“Seungri-ah, apa yang kau lakukan disini hah? Bukankah seharusnya kau telah berada di dormmu.”

“A…ne, aku akan kembali ke dorm saat tak sengaja aku melihat Dara Noona mendapatkan masalah…dan aku menolongnya, sehingga ia dapat kembali ke tempat ini.” Jawabnya membuatku mengalihkan pandanganku ke yeoja yang terlihat bingung ini.

“Apa itu benar?”

“Ne…dia telah menolongku Ji, aku tersesat tadi.”

“Baiklah…kau bisa masuk sekarang Dara, kita akan segera membahas masalah yang kau buat.” Ucap Il Woo Hyung kemudian, Darapun mengangguk menuruti perintah Il Woo Hyung, dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. “Dan kau seungri-ah, segeralah kembali ke dorm…Presdir Yang Hyun Syuk akan menghukummu jika menyadari kau tak mematuhi aturan yang ada.”

“Ne…Hyung.” Jawabnya singkat…Il Woo Hyungpun berlalu masuk ke dalam rumah lebih dulu.

“Sebelumnya terima kasih Seungri-ah, kau telah membawa yeoja itu kembali kesini.” Ucapku kemudian sebelum ia berlalu pergi…iapun menatapku dengan mata berkaca-kacanya, ah…aku tak suka ini.

“Hyung…kau tak marah lagi padaku?” Tanyanya, membuatku menghela nafas panjang.

“Ani…jika kau tak mengulangi kesalahanmu lagi, kau tau aku sangat mengdukungmu untuk segera debut…tapi kau mengecewakanku karena sikapmu yang sering tak mematuhi aturan…aku selalu membelamu seungri-ah, karena aku tau kau memiliki potensi yang besar di masa depan. Presdir Yang telah banyak memberimu kesempatan, jadi kuharap kau tak menyia-nyiakan lagi, aresso?” Ucapku kepadanya

Aku mengenal namja ini saat kami satu sekolah di jenjang pendidikan dasar…aku pernah menolongnya saat ia tengah diganggu oleh teman-temannya, ia tampak tak bisa bergaul dengan baik dan semenjak itu ia selalu mengikuti kemanapun ku pergi, sampai akhirnya aku lulus dari sekolah dan kami bertemu lagi saat dia menjadi trainee di agensi kami.

Kuakui ia memiliki vocal yang sangat bagus dan kemampuan dancenya yang cukup membuat kami sepakat mempertahankannya…kami berusaha mengerti dengan kelakuannya yang kadang susah diatur, tapi Presdir berlaku tegas padanya dengan menunda debutnya…

“Ne Hyung, aku tak akan mengecewakanmu lagi.” Jawabnya kemudian…

“Aku akan memegang kata-katamu itu Seungri-ah…sekarang pergilah, aku akan menghubungi sunbaenimmu di Dorm bahwa aku menyuruhmu untuk menemuiku. Agar kau tak mendapat masalah kali ini.”

“Kamsahamnida Jiyong Hyung…kau benar-benar malaikat penolongku.”

“Ya! Hentikan panggilan itu…aku tak suka mendengarnya.” Ucapku kemudian.

 

Dara POV

Akupun memberanikan diri menatap Il Woo Oppa yang duduk di hadapanku, ia sedang sibuk membaca berita yang melibatkanku dan artisnya berkembang cukup cepat di internet…”Il Woo Oppa.” Ucapku memanggilnya, membuatnya ia membalas tatapanku.

“Ada apa Dara?”

“Apa kalian mengenal Seungri-ah sebelumnya?”

“Ne…dia adalah salah satu Trainee di agensi kami, dia sangat mengidolakan Jiyong…tapi kadang ia bisa sangat berlebihan, ia sering tak mengikuti latihan bila bukan Jiyong mentornya…dia hanya menurut pada Jiyong, bisa kutebak ia mengantarmu kemari karena agar Jiyong dapat memaafkannya karena membuat ulah beberapa waktu lalu saat waktu latihan, ia berkelahi dengan salah satu peserta trainee lain hanya karena masalah kecil.” Jawabnya membuatku cukup jelas sekarang. Dan saat itu aku melihat Jiyong yang baru datang dan duduk di samping Il Woo Oppa.

“Dia sudah pulang?” Tanya Il Woo Oppa pada Jiyong, Jiyongpun menjawab dengan anggukkan.

“Aku juga sudah munghubungi para sunbaenim agar tak memberinya hukuman kali ini.” Ucapnya kemudian. Lalu iapun menatapku…”Dan kau Noona…bisakah kau memberiku penjelasan tentang masalah yang kau timbulkan ini?” Tanyanya kemudian, akupun tak berani menatapnya sekarang.

“Ne…Ji.” Jawabku kemudian mulai menceritakannya dari awal. Dan setelah itu dapat kulihat wajah Kwon Jiyong mulai melunak sekarang…sepertinya kekesalannya padaku telah berkurang sekarang.

“Seharusnya kau mematuhiku untuk tak keluar dari rumah ini Noona.”

“Mianhe…Ji, aku tak berpikir akan menimbulkan masalah ini.”

“Sekarang yang perlu kita pikirkan bagaimana membuat ini semua tak semakin berkembang, kita perlu mengadakan konfrensi pers segera Ji…agar mereka tidak membuat spekulasi yang bisa membuat ini semakin buruk, dan aku akan pergi besok menemui Presdir untuk menjelaskan semuanya…dan meminta persetujuannya untuk melakukan konfrensi pers, sedangkan kau tetaplah bekerja besok.”

“Ne…Hyung, aku mengerti.” Jawab Jiyong kemudian, aku merasa sangat bersalah sekarang…membuat Il Woo Oppa harus mengurus dan menyelesaikan semua masalah yang kutimbulkan.

“Oppa…mianhe, mianhe karena telah menyusahkanmu.” Ucapku kemudian.”Aku juga minta maaf padamu Ji…aku telah membuatmu menjadi bahan perbincangan sekarang.” Ucapku tanpa sadar meneteskan air mata.

“Ya…sudahlah Noona, semuanya telah terjadi…kita hanya perlu menyelesaikan ini secepatnya…ini sudah menjadi hal yang biasa bagi kami. Bukan begitu Hyung?” Kulihat Il Woo Oppapun mengangguk, akupun tahu kalau mereka tak ingin membuatku terlalu merasa bersalah…aku kini benar-benar meyakini bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat baik. “Kau bisa beristirahat sekarang Dara…kita akan membicarakan ini kembali besok.” Ucap Il Woo Oppa kemudian, akupun mengangguk.

Aku telah berada di kamar sekarang, aku masih menyesalkan masalah yang terjadi hari ini…dan saat itu ada yang mengetuk pintu kamarku.

“Noona…apa kau belum tidur?” Akupun segera membuka pintu kamarku.

“Wae Ji?” Tanyaku saat melihatnya, iapun menyodorkan kotak obat padaku…akupun mengerutkan keningku.

“Pakailah sesuatu yang ada di dalam sini Noona…kau telah berjalan sangat jauh, aku melihat beberapa luka lecet dikakimu.” Ucapnya kemudian, akupun baru menyadari ada luka itu…aku tak merasakannya tadi. Akupun menerimanya dan setelah itu ia berlalu pergi tanpa aku sempat mengucapkan terima kasih…

***

Sehari setelah Jun Il Woo menemui Presdir yang menaungi agensi mereka, maka telah diputuskan jika mereka akan mengadakan konfrensi pers hari ini…

 

 

Il Woo POV

“Kau sudah siap Dara?” Tanyaku pada yeoja yang terlihat tegang ini…iapun mengangguk, aku terpaksa melibatkannya mengikuti Konfrensi Pers ini…agar para wartawan tidak lagi berusaha mencari tahu tentang dirinya, karena disini aku akan membuatnya menjadi wajar berada disekitar kami.

“Apa yang akan kau katakan pada mereka Hyung? Kau tak mendiskusikan ini sebelumnya pada kami?” Tanya Jiyong kemudian mendekatiku.

“Percayalah padaku Ji…aku hanya ingin kalian berada disana dan hanya membenarkan apa yang akan ku katakan nanti, kalian tidak perlu menjelaskan apa-apa karena aku akan membuat ini berlangsung sangat cepat.” Jawabku kemudian meyakinkan mereka.

 

Jiyong POV

Kamipun memasuki tempat konfrensi itu, Il Woo Hyung berjalan lebih dulu menuju tempat yang telah disediakan disusul oleh Dara, dapat kulihat Dara tidak biasa dengan banyaknya sorotan kamera yang menuju kearahnya…itu membuatnya tak nyaman dan menundukkan kepalanya, akupun segera berjalan disampingnya…mensejajarkan langkahku padanya agar ia dapat sedikit merasa lebih tenang. “Angkat kepalamu Noona…tak ada yang perlu kau takuti, karena kau berada disini bersama kami.” Ucapku kemudian. Dan kamipun telah duduk di kursi yang telah ada dihadapan para pencari berita dengan Dara yang berada di antara Il Woo Hyung dan aku…Dara tampak mengepalkan tangannya sekarang, ia telah berusaha untuk lebih tenang dan aku berharap konfrensi pers ini segera berakhir.

 

Dara POV

Aku sekarang telah berada di depan puluhan para wartawan yang mengarahkan kameranya pada kami, kami telah jadi sorotan sekarang dan aku cukup gugup menghadapinya. Dan saat itu sesi pertanyaan telah dibuka…bisa kutebak pertanyaan pertama yang akan muncul adalah tentang diriku dan tebakanku benar…mereka menanyakan namaku, akupun sekilas menatap Il Woo Hyung…dan kulihat ia mengangguk meyakinkanku untuk menjawabnya.

“Jae ireumen Park Sandara imnida.” Jawabku kemudian. Dan pertanyaan selanjutnya bisa ditebak seputar tentang keberadanku di rumah Kwon Jiyong dan apa hubunganku dengannya dan saat itu Il Woo Hyung yang mengambil alih untuk menjawabnya…

“Baik…ini adalah sebuah kesalahpahaman, berita yang telah berkembang jauh dari kebenaran yang ada. Ia bukanlah seorang sasaeng ataupun seseorang yang memiliki hubungan spesial dengan Kwon Jiyong. Perihal keberadaannya di rumah Kwon Jiyong saat itu memang benar…kami membutuhkannya sekarang, karena sekarang ia adalah….” Aku mendengarkan setiap jawaban yang dikeluarkan Il Woo Oppa…tapi saat ia tak melanjutkan ucapannya akupun tanpa sadar mengalihkan perhatianku padanya menunggu apa yang akan dia katakan. Kulihat ia sempat membalas tatapanku sekilas dan kembali menghadap para pencari berita.

“Ia adalah manajer baru dari Kwon Jiyong.”

 

Jiyong POV

Aku cukup terkejut dengan ucapan Il Woo Hyung…apa yang ia maksud dengan manajer baru, apa ia akan meninggalkanku sekarang hah? Apa ia sudah sangat lelah mengurusku…aku tak mengerti mengapa Il Woo Hyung tak membicarakan ini sebelumnya padaku. Dan tak lama Konfrensi inipun berakhir…kami telah berada di mobil kami sekarang untuk kembali ke rumah. Kami belum memulai pembicaraan sejak berada di mobil…

“Il Woo Oppa…kau tadi hanya bercandakan? Kau mengatakan aku sebagai manajer baru dari Jiyong…aku rasa kau terlalu berlebihan.” Akupun menatap yeoja disampingku yang juga terlihat sangat bingung sekarang.

“Ani…aku tidak bercanda.”

“Ya! Apa maksudmu Hyung, kau tidak pernah membicarakan ini sebelumnya padaku.” Ucapku kemudian membuatnya melihat kearahku.

“Tenanglah Ji…ini hanya untuk sementara, aku benar-benar harus mengurus bisnisku di Jepang sekarang…karena ada beberapa masalah yang harus kuselesaikan. Mianhe…karena tak membicarakan denganmu sebelumnya.” Jawab Il Woo Hyung, dan akupun berusaha mengerti tapi aku rasa ia memilih yeoja itu sebagai manajerku adalah sesuatu yang salah…”Dan untuk mu Dara-yah, ini adalah sebagai hukumanmu karena menyusahkan…kau harus menggantikan pekerjaanku disini untuk sementara.”

“Oppa…aku tak akan bisa melakukan itu Oppa.”

“Benar Hyung, ia tak akan bisa…ia hanya akan mengacaukan pekerjaanku nanti.” Ucapku kemudian, membuat yeoja disampingku ini menatapku.

“Apa maksudmu Ji?” Tanyanya kemudian.

“Ani…aku hanya mencoba membantumu untuk membuat Il Woo Hyung merubah keputusannya.”  Jawabku cepat.

“Kau tidak berpikir aku bodohkan?”

“Anio…ani, aku tidak pernah berpikir seperti itu Noona.”

“Kau bohong Ji, bukankah kau mengatakan waktu itu bahwa ia benar-benar yeoja yang bodoh.” Ucap Il Woo Hyung kemudian membuatku merasa tersudut sekarang…

“Omo…kau mengatakan itu Ji?”

“A…itu…itu hanya saat aku merasa kesal denganmu Noona.”

“Jadi kau benar mengatakannya…kau mengatakan aku bodoh hah?” Aku hanya diam menatapnya membuat ia mengangguk entah karena apa. “Oppa…aku akan menggantikan pekerjaanmu untuk sementara.”

“Ya! Apa yang kau katakan Noona?”

“Ne…Ji, aku akan menjadi manajermu untuk beberapa waktu kedepan…jadi bersikap baiklah, aku akan buktikan kalau aku bukan yeoja yang bodoh.” Ucapnya membuatku tak percaya akupun menatap kembali Il Woo Hyung.

“Hyung.”

“Tenang Ji, aku akan mengajarinya dengan baik…aku tak mungkin meninggalkanmu sebelum ia mengerti semuanya. Aku juga akan terus memantaumu nanti…jadi janganlah terlalu khawatir.” Jawab Il Woo Hyung membuat aku tak bisa lagi berpikir sekarang.

***

Dara POV

Beberapa hari telah berlalu…berita itu telah mereda sekarang, akupun telah mendapatkan banyak pelajaran dari Il Woo Oppa karena aku sekarang selalu mengikuti kemana mereka pergi…mengikuti setiap kegiatan mereka, dan aku berusaha untuk tak mengecewakan Il Woo Oppa yang sudah mempercayakan pekerjaannya untuk kutangani sementara kedepannya. Dan hari adalah hari libur bagi kami setelah kesibukan yang sangat-sangat padat akhir ini…dapat kulihat Il Woo Oppa tengah bersiap-siap untuk pergi sementara Jiyong sedang merebahkan dirinya di Sofa…aku tahu ia sangat lelah, ditambah waktu tidur yang sangat terbatas.

“Aku akan pergi menemui rekan bisnisku sekarang.” Ucap Il Woo Oppa kepada kami…kulihat Jiyongpun membuka matanya, menandakan ia belum benar-benar terlelap tadi.

“Ne…Hyung, berhati-hatilah.” Ucap Jiyong kemudian.

“Janganlah bekerja terlalu keras Oppa.” Ucapku menambahkan karena aku tahu banyak yang ia pikirkan sekarang.

“A…kalian seperti orang tua yang mengkhawatirkan anaknya sekarang.” Jawabnya membuat aku dan Jiyong saling berpandangan…dan membuang muka setelahnya, aku berjalan menuju dapur dan saat itu kulihat persediaan makanan yang telah banyak berkurang…akupun kembali keruang tengah menghampiri Jiyong yang masih tetap berada diposisi semula.

“Jiyong-shi.” Ucapku memanggilnya, iapun kembali membuka matanya…”Mian telah mengganggumu.” Ucapku dalam hati.

“Wae…Noona?” Tanyanya kemudian.

“Aku akan pergi ke Supermarket untuk belanja…aku akan membeli beberapa bahan makanan.”

“Kau akan pergi sendiri?”

“Ne…aku bisa menggunakan taksi sekarang.” Jawabku kemudian, tapi ia tiba-tiba beranjak dari posisinya tanpa menjawabku dan pergi menaiki tangga.

“Tunggu aku Noona…aku akan siap dalam 5 menit, aku akan mengantarmu.” Ucapnya saat itu.

Jiyong POV

Aku terpaksa menahan rasa kantukku sekarang…aku tidak mungkin membiarkan Dara untuk berpergian sendirian, aku tahu ia telah lebih berhati-hati dan mengurangi kecerobohannya. Tapi aku tak ingin dibuat khawatir lagi olehnya.  Akupun mengarahkan mobil Bentley Continental GTku menuju COEX mall…. sebuah mall bawah tanah terbesar di Asia, yang di bagian atasnya terdapat gedung exhibition centre, area mall-nya cukup luas, dan berlantai-lantai. Aku memilihnya karena jaraknya yang tak terlalu jauh dari kediamanku. Akupun memarkirkan mobil dan memakai masker serta topi sebelum keluar dari mobil, karena aku tak ingin ada yang menyadari keberadaanku disini.

“Kau terlihat seperti orang yang memiliki penyakit menular Ji.” Komentar yeoja yang duduk disampingku.

“Kau tak ingin kehadiranku disisi membawa berita barukan Noona…ini adalah salah satu cara untuk menghindarinya.”

“Ne..aku tahu Ji.”

Yeoja itu berjalan di depanku, dan aku mengikuti kemanapun setiap ia melangkah…dan sekarang kami telah berada di stand bahan makanan.

“Aku akan belanja banyak sayuran dan beberapa ikan serta daging, jadi kita tidak perlu membeli makanan kaleng sekarang. Aku akan memasak untuk kalian…itu akan lebih sehat.”

“Ne…terserah padamu Noona.”

“Ji…ini terlihat lezat.” Yeoja itu menunjuk seekor gurita besar yang masih hidup berada di aquarium.

“Aku tak ingin memakannya.”

“Wae Ji…kita bisa membuat Sannakji.”

“Aih…aku tak pernah membayangkan memakan hewan yang masih dapat bergerak dimulutku, pilihlah yang lain Noona.” Iapun tertawa mendengarnya…apa ia berpikir aku sedang bercanda sekarang? Ia kembali sibuk memilih bahan-bahan makanan yang sekarang telah memenuhi troli yang kudorong. “Aku rasa ini sudah cukup…kau tidak akan berbelanja untuk persediaan satu bulan bukan?”

“A…Ne, kau benar Ji…aku terlalu asik tadi, kau tau aku suka berbelanja disini…ini tak pernah kulakukan sebelumnya…karena kami biasanya hanya mengambil bahan makanan dari kebun karena tak ada tempat seperti ini di Desa kami.”

“Ya! Kalau begitu nikmatilah…bersyukur kau bisa berada disini sekarang.”

Dara POV

Aku membawa 2 kantong penuh berisi bahan makanan, sementara Jiyong hanya berjalan disampingku tanpa membantuku, ia berjalan dengan memasukkan kedua tangannya disaku celananya. Ia namja yang tak berperasaan sekarang…aku akan membuktikan aku dapat membawa ini tanpa bantuannya. Kamipun melewati kerumunan orang yang memenuhi Ballroom Mall tersebut.

“Omo…apa yang berada disana Ji?” Tanyaku menghentikan langkahku.

“Sepertinya sedang diadakan Jumpa Fans Noona.”

“Benarkah…apakah itu berarti ia artis terkenal?”

“A…Ne, mungkin…ayolah kita pergi Noona, bukankah aku juga seorang artis terkenal…kau lupa itu Hah?”

“Aish…aku sangat tahu itu Ji.”

“Bagus Noona, kajja…kita pergi sekarang.” Ucapnya kemudian berjalan mendahuluiku…akupun akan meneruskan langkahku sampai aku melihatnya, aku melihat seseorang yang sangat kukenal berada diatas panggung yang telah disediakan di ballroom tersebut…dan ia menjadi pusat perhatian sekarang, aku bisa melihatnya dengan jelas…jarak kami tidak terlalu jauh dan saat itu tanpa sadar mata kami saling bertemu.

Aku merasa aliran darahku berhenti seketika…dadaku berdetak lebih cepat, refleks aku menjatuhkan barang bawaanku dan memegang sepasang cincin yang telah berada di kalung yang ku kenakan…aku tak berharap ini nyata, tapi aku juga tak berharap ini mimpi…aku dapat melihat kembali mata itu, mata yang dulu menatapku lembut dan aku masih merasakannya sekarang. Aku sadar aku merindukannya, sangat merindukannya…dan saat itu dapat kulihat seorang yeoja berparas cantik duduk disampingnya membuat ia tak kembali melihatku.

“Oppa.” Ucapku lirih dan saat itu tanpa sadar air mataku jatuh menetes…

 

To be continued…