Poster by : Mbah Google

Author : chanyb

Title : Hai, Siapa Namamu

Casts : Kang Daesung — Gong Min Ji

Genre/Rating/Length : Romance/G/Ficlet

Disclaimer : Tokoh dan blablabla adalah milik mereka pribadi dan Tuhan YME sementara ide cerita beserta kerandoman adalah milik saya.

=====HSN=====

Di suatu siang di musim panas sebagaimana di hari-hari biasa, Daesung melangkah gegas menuju halte bus yang berjarak beberapa meter dari kampusnya. Dengan tampang semrawut dia melontarkan omelan bernada sebal begitu tiba di tujuan, menendang udara dan melempar ransel kuat-kuat ke bangku di belakangnya. “Sial!”

Namun, menyadari dirinya tak sendirian di sana, serta-merta Daesung melayangkan tatapan sengit ke arah sosok yang hanya duduk manis tanpa suara. “kenapa, hah? Naksir? Huh! Maaf, aku tak menyukaimu!” Ujar pemuda sipit sarkatis, mengibas poninya ke belakang selagi menunggu respon.

Memang, sejauh ini kadar ketampanan Daesung masih disembunyikan sedikit lebih banyak ketimbang Choi Seunghyun, senior sekaligus model profesional–setiap majalah dan produk yang mendaulat pemuda tersebut sebagai model pasti laku keras. Hingga memunculkan pertanyaan konyol tak terpecahkan di benak Daesung , perihal dukun serta gunung mana yang didatangi sang senior.

Lagi pula dia yakin 100% bahwa ketampanannya hanya boleh diumbar saat dia mengibas poni seperti sekarang, agar tidak terkesan sombong dan entah kenapa di mana ada kata keren di sanalah dia ingin mengibas poni.

Selewat lima menit masih belum ada respon dari lawan bicara, membuat Daesung menghela napas berat. Mendudukkan diri di sebelah sosok yang terus-menerus menatapnya aneh. Jangankan sosok itu dia sendiri saja merasa aneh terhadap sikapnya barusan.

Apakah sikapnya tergantung kepada siapa dia berbicara? Mungkin.

“Begini….” Daesung memulai dan kembali menghela napas. “Aku menyukai seseorang. Dia selalu duduk di tempatmu. Tapi, sepertinya hari ini aku terlambat dan malah kau makhluk budukan yang duduk di situ. Kenapa mesti kau sih?… Aku, kan, belum sempat berkenalan dengannya!”

Daesung mencebik mendapat jawaban hanya berupa uapan lebar. “Sebenarnya, aku tidak begitu heran kalau kau tak pernah jatuh cinta. Tapi setidaknya, cobalah bersopan-santun sedikit! Apa orangtuamu tidak mengajarimu sopan-santun, hah?”

Daesung mendengus sementara lawan bicara melengos. “Meeooong….” Lalu melompat turun.

“Kucing sial….” Umpatannya tersendat oleh degup liar di rongga dada gegara derap teratur mendekat, terdiam seketika seiring menguarnya aroma buah-buahan segar beberapa belas senti di sisinya.

Kedua mata sipit Daesung sibuk mencuri pandang ke arah seorang gadis berseragam SMA yang empat hari ini selalu Daesung temui. Tepatnya, saat tahun ajaran baru.

Dua puluh tahun, belum tua-tua amat, kan, untuk mendekati siswi SMA kelas 1? Lantas, mengapa sangat sukar bagi Daesung untuk sekadar bilang: hai manis, boleh kenalan? Minta nomor hp nya dong…? Walau probabilitas antara dia akan ditampar dan menerima sambutan hangat adalah 5 : 1.

Padahal semalaman dia sudah merancancang berbagai strategi perkenalan jitu. Semacam pertanyaan klise: ‘cuaca hari ini panas, ya?’ Tetapi nanti disahuti: ‘Ya iyalah, jelas-jelas ini musim panas! Bego dipelihara!’ Terus berujung berdiri di bawah pancuran, bagaimana?

Dia juga tidak pandai menebar gombalan berawalan bapak kamu…. Daesung, kan, ingin berkenalan dengan gadis manis disebelahnya bukan bapak gadis itu.

Maka, tiga jam berikutnya kebisuan tetap melingkupi mereka. Belum seorang pun dari mereka beranjak kendati bus maupun taksi terus silih berganti melewati mereka. Ingin rasanya Daesung mengangsurkan tisu melihat debu bercampur asap kendaraan telah menyebabkan gadis manis penunggu halte terbatuk-batuk kecil sambil mengibas-ngibas telapak tangan di depan wajah.

“Ehmm.” Daesung berdeham kasar, membentur-bentur tapal sepatu samar ke lantai guna meminimalisir kegugupan. Dan otomatis gadis itu melirik dia sekilas.

“Kau payah!” Gadis berambut sebatas leher itu akhirnya beranjak bersamaan kedatangan sebuah bus. “Namaku Gong Min Ji.”

Daesung terperangah melihat gadis bernama Gong Min Ji tiba-tiba berpaling dengan mengulas senyum tipis sebelum menaiki Bus. “Aku capek menunggumu berbicara.”

Daesung masih tercengang tanpa kata-kata, bahkan ketika siluet kendaraan bongsor mulai berjalan pun dia tergagap-gagap mendapati gadis itu tersenyum di balik jendela. “Min Ji. Gong Min Ji….”

“Jangan lupa telepon aku, ne?”

“Telepon? Hei, aku….” Namun ketika sepasang matanya memerhatikan selembar kertas yang diremukkan membentuk bola kecil menggelinding di antara kedua sepatunya, cengiran lebar dibarengi lambaian tangan tak urung dia lepaskan meski tak ada apa pun di depan selain seliweran kendaraan bermotor. “Dah!… Aku Kang Daesung.”

.

.

.

– Udahan Dulu Yaw –

Okesippo ini ff request tercepat saya bikin karena yah, ide buat egmt dan triad masih macet mwahahaha. . . Moga suka riaaa dan semuanya :3 doakan saya bisa ngepost seminggu sekali :*