you know what i mean

Author : FYA (@FYA_VIP)

Title : You Know What I Mean part 5 the Final

Genre : Romance, Family, Thriller, Comedy dll

PG/RATING : PG 17

Cast :

  • Choi Hyun Yoo
  • Kwon Ji Yong
  • Choi Seung Hyun
  • Kwon Seungri
  • Park Minzy
  • Park Sandara
  • Lee Chaerin
  • Lee Park Bom
  • Kang Daesung
  • Dong Young Bae

 

~~~You Know What I Mean part 5 the final begin’s~~~

Seung Hyun mematikan teleponnya dan menatap nanar ke benda kotak di gengaman  tangannya itu. Hyun Yoo menatap Seung Hyun dalam, bingung akan apa yang telah terjadi dan setumpuk pertanyaan sedang bernaung di otaknya saat dan menhantuinya saat ini.

Pertanyaan mengenai sesuatu yang sedang terjadi, hingga membuat mata Seung Hyun menjadi sendu secara mendadak.Walaupun Hyun Yoo bertanya sekali pun tentang keadaan yang sedang terjadi. Seung Hyun tak akan pernah menjawabnya. Ia tahu benar sikap oppanya yang tak pernah ingin membuatnya khawatir dengan berbagai masalah yang menerpanya. Namun saat ini berbeda, Hyun Yoo sangat ingin tahu dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan rasa ingin tahu itu terlihat sangat kentara sekali di wajah Hyun Yoo saat ini.

Ia mulai menyiasati agar oppanya mau mengatakan apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan memasang mimik wajah memelasnya yang sangat ampuh untuk meruntuhkan pertahanan Seung Hyun. Bak seorang ksatria yang hebat, walaupun ia sangat kuat dan memiliki pedang yang mampu menubas semua orang. Ia akan selalu ingin terlihat lemah dan disayangi oleh ibunya.

“Hmmm, oppa…” Hyun Yoo mulai membuka mulutnya yang sedari tadi ia paksa untuk mengatup dan memberontak hebat karena Hyun Yoo tak mengizinkannya untuk terbuka.

“Oppa, pergi dulu ya Hyun Yoo!Hanya sebentar!”Seung Hyun mengelus puncak rambut adiknya yang berwarna hitam kecoklatan itu.Mata Hyun Yoo menatap manik mata Seung Hyun tajam ketika tatapan mereka saling bertemu.

Seung Hyun membalas tatapan adiknya yang jelas terlihat kentara kalau ia sedang marah padanya itu dengan segores senyuman di ujung bibirnya. Membentuk sebuah bulan yang indah, lalu mulai melangkahkan kakinya pergi untuk meninggalkan ruang rawat Hyun Yoo. Hyun Yoo hanya mampu menatap punggung Seung Hyun datar, yang semakin lama semakin mengecil hingga akhirnya menghiland di balik pintu.

“Hhhh…” Hyun Yoo hanya mampu mendengus kesal ketika oppanya sudah berhasil keluar dari ruang rawatnya.

***

Seung Hyun memicingkan matanya, menatap tajam ke arah appanya yang duduk di atas kursi kerjanya.

“Apa yang sebenarnya terjadi tuan Choi Dong Wook? Apakah kau ingin Hyun Yoo menderita dan di salahkan kembali atas semua ini?Kau sungguh appa yang hebat!”Seung Hyun bergegas pergi meninggalkan ruang kerja appanya, namun tangan itu memegang pergelangan tangannya dan menyapu bulu rambut tangannya lembut.

“Jamkkaman, dengarkan aku dulu. Aku sebenarnya sudah tahu siapa pembunuhnya dan apa motifnya. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu untuk mengetahuinya, karena jika kau mengetahuinya kau pasti akan langsung menemuinya dan membunuhnya untuk membela adikmu tersayang itu!” Dong Wook memalingkan wajahnya, menatap nanar ke arah lantai.Mimik wajah bingungnya sangat kentara sekali saat ini.Ia tak mampu menatap Seung Hyun yang menatap tajam ke arahnya, tatapan yang mampu membunuh andaikan seseorang mampu mati hanya dengan sebuah tatapan.

“Jadi?Kau rela? Kau rela jika Hyun Yoo yang disalahkan atas tindakan yang tidak pernah ia lakukan! Kau benar – benar appa dan sajangnim yang tidak bertanggung jawab! Bahkan untuk menyumbangkan sumsum tulang belakangmu untuk kesembuhan Hyun Yoo pun kau tak mau! Cihh..”

“Ya, kau benar! Kau memang benar! Aku memang seseorang yang gagal! Gagal dalam segala – galanya! Ha.. Ha..ha ..ha”  Dong Wook terkekeh mendengar ucapannya sendiri yang sebenarnya ia sendiri tak mengetahui apa yang sedang ia bicarakan.

Manik mata itu, yang berwarna kecoklatan dengan bulu mata yang tebal terlihat sangat tidak bersahabat dengan wajahnya saat ini. Mata itu tak dapat berbohong dengan menyatakn bahwa si empunya sedang bahagia saat ini, Mata itu memancarkan kesenduan yang sangat dalam, hingga membuatmu tak mampu untuk berlama – lama melihatnya dan ingin segera pergi dari tempat itu sekarang juga.

“Oppa! Jebal, cepatlah datang kemari! Ada seseorang yang ingin menangkapku secara paksa, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku benar – benar takut oppa, mereka berperilaku kasar padaku,” Ungkap Hyun Yoo di tengah isak tangisnya dan ketakutan hebat yang sedang melanda dirinya saat ini.

“Ayo cepat, matikan handphonemu dan ikut dengan kami sekarang juga!” perintah seseorang itu berteriak dan .. Prak..terdengar suara pecahan sesuatu dari sana. “Ani, aku tidak mau!Lepaskan aku!”Hyun Yoo berteriak meronta – ronta agar dirinya di lepaskan, namun mereka tak mau melepaskannya.“Hyun Yoo-ya kau masih disana bukan?Kau baik – baik saja eoh?”  Bruk……..

Tiiiiiiitttt….

Sambungan telepon Seung Hyun terputus.Ia memandangi layar kaca handphonenya dan mendekatkan benda kecil itu kembali ke dekat telinganya, “Hyun Yoo-ya, tolong jawab aku!” teriak Seung Hyun berharap sesuatu yang semu akan terjadi, mengharapkan bahwa kenyataan bahwa sambungan teleponnya dengan Hyun Yoo sudah terputus hanyalah sebuah ilusi, kebohongan belaka.

Seung Hyun segera mempercepat langkah kakinya.Matanya berkilauan seperti api yang menyambar. Ia tampak berjalan serius dengan pandangan lurus ke depan. Peluhnya berjatuhan membasahi pelipisnya walaupun di dalam mobilnya sebenarnya sangat dingin karena menggunakan AC. Perasaanya harap – harap cemas saat ini, bingung akan apa yang sedang terjadi pada Hyun Yoo dan nasib adik kesayangannya itu.

***

“Hyung, apabila kau tak datang sekarang juga bersama dengan berkas – berkas itu, er… maka putri kesayanganmu ini akan segera tidur dengan tenang! Ha ha ha…” namja itu bekata dengan suara yang lantang dan penuh kemenangan.

Secepat kilat Dong Wook mengambil berkas – berkas penting itu dari dalam almari coklatnya yang sudah mulai using tersebut.Ia melesat bak Jet Cooster menuju ke parkiran mobilnya. Menyalip Seung Hyun yang ternyata langkah kakinya lebih lamban dari orang tua yang tak lain adalah appanya yang sebenarnya sangat ia sayangi itu.

Seung Hyun mengerutkan alisnya, ia bertanya – Tanya dalam otaknya. Sesuatu yang semendesak apa, hingga mampu membuat appa berjalan sekencang itu dan membuat raut wajah yang nampak sangat serius dan berbeda dari biasanya tersebut? Tersirat kekhawatiran yang sangat besar di dalamnya.

Sontak Seung Hyun langsung masuk ke mobil sedan terbukanya pada bagian atapnya dan mengikuti appanya dari belakang. Tiba – tiba Ji Yong datang entah dari arah mana, melompat tinggi lalu duduk manis di samping mobil Seung Hyun yang berwarna merah mengkilat bak porselen itu. “Yak!Apa yang sedang kau lakukan, eoh?”

“Sudah kau diam saja!Jangan membuang – buang waktu!”

Seung Hyun menyingkirkan permasalahan kecil antara Ji Yong dan dirinya saat ini.Ia bergegas memakai seat beltnya dan menyalakan mesin mobilnya. Deru mobil Seung Hyun terdengar sangat merdu bak orchestra acara musik terkenal.Memang benar kata orang, jika harga membawa rupa.

Dan pertanyaan itu terbukti dan terpampang nyata dengan fakta bahwa mobil Seung Hyun yang harganya mencapai  10 juta USS itu mampu mengeluarkan deru mobil yang mengalun merdu seperti alunan musik yang mampu menghipnotis setiap orang yang mendengarnya hingga menyebabkan orang – orang membuat sebuah tanda tanya besar MENGAPA? Mengapa deruan mobil yang biasanya hanya menjadi sesuatu yang sangat mengangu untuk di dengar, sekarang malah menjadi alunan music yang membangkitkan semangat? Oh, dunia memang mulai gila!

Seung Hyun segera memacu mobilnya kencang mengekor mobil appanya.Hingga tiba – tiba gerombolan itu datang dan menghalangi jalannya hingga membuatnya terpaksa untuk mengerem secara mendadak.

“Yak! Kalian ini ingin mati apa?” Seung Hyun melepas seat beltnya lalu berdiri sambil memicingkan matanya ke arah Daesung, Seungri, dan Young Bae. Mereka hanya tersenyum mebalas tatapan  Seung Hyun. Dengan kompak mereka langsung berlari dan masuk ke dalam mobil Seung Hyun dan berebut tempat duduk.Pertarungan kecil khas anak TK pun tak dapat dihindari.

Seung Hyun mengacak – acak rambutnya kesal.

“Yak! Jika kalian ingin ikut, diam dan duduklah dengan tenang! Atau..”

“Atau apa?,” tanya Seungri polos.

You know what I mean,” jawab Seung Hyun dengan logat khas keluarga Choi, mirip dengan Hyun Yoo ketika ia mengatakan kata – kata tersebut padanya sebelumnya. Seungri langsung speechless dan duduk manis di tempatnya. Sementara Daesung dan Young Bae, mereka hanya mampu menundukan kepalanya.

***

“Ini berkas yang kau inginkan!,” Dong Wook melemparkan map yang ia bawa kepada Siwon. “Ambil saja sekolah itu aku tak membutuhkannya!Sekarang dimana putriku? Cepat kembalikan!,” tambah Dong Wook.

“Yak..tidak bisakah kau bersabar dan bagaimana kalau kita bersenang – senang sebentar?” Siwon mengerdipkan matanya, memberikan kode kepada para sewaanya untuk membawa Hyun Yoo keluar.

“Apalagi yang kau inginkan, eoh?”

“Aku menginginkan kematianmu!”

Deg..

Jantung Dong Wook dan Hyun Yoo seolah berhenti berdetak seketika.Hyun Yoo tak mampu mengatakan apapun dan berbuat sesuatu untuk menyelamtkan appanya karena saat ini tangannya sedang diikat dengan kencang dan mulutnya di bungkam oleh kain.Wajahnya saat ini sangat pucat dan kumel. Ia mirip seorang gelandangan di pinggiran kota.

Wajahnya sangat berantakan, bekas air mata yang jatuh membasahi permukaan wajahnya meninggalkan bekas di wajah nun indah itu.Rambutnya sudah tidak teratur lagi, tak dapat di ungkapkan dengan kata – kata seberapa parahnya kondisi rambut Hyun Yoo saat ini, terlebih lagi kondisi fisik dan psikisnya.

“Jika kau menginginkannya, ambil saja nyawaku! Aku tak masalah! Tapi aku mohon lepaskan Hyun Yoo!”Dong Wook mulai berjalan mendekat ke arah Hyun Yoo dan berniat untuk menariknya menjauh dari orang – orang bayaran Siwon.

“Jeongmal? Hahaha” Siwon tertawa terbahak mendengar apa yang dikatakan Dong Wook. “Sejak kapan kau mulai berniat untuk menjadi appa yang baik sebagai anak – anakmu, eoh?Bukannya kau selalu gila kerja dan tidak pernah memikirkan Seung Hyun? Hingga ia tak mendapat kasih sayang darimu sama sekali dan membuatnya sangat benci kepadamu karena kau tak pernah punya waktu untuknya? Dan Hyun Yoo? Sejak kapan kau mulai mempedulikannya dan mengangapnya sebagai putrimu? Lucu sekali!,” tambahnya sambil tertawa renyah.

“Akhirnya berhasil, Dong Wook berhasil melepas ikatan di tubuh Hyun Yoo, dan sontak ketika Siwon menyadari hal itu ia langsung mengeluarkan senapannya dan berniat menghunuskannya ke jantung Hyun Yoo. Alhasil, Dong Wook berdiri di depan Hyun Yoo dan menerima peluru yang berasal dari senapan Siwon.Asap putih tebal keluar dari bagian tubuh Dong Wook yang terkena senapan itu. Peluru itu telah menusuk bagian terpenting dalam dirinya.Bagian yang paling vital.

“Shit! Tak kena!,” umpat Siwon.

Seketika tubuh Dong Wook terhuyung jatuh ke lantai, wajahnya mulai memucat.Darah segar mengalir deras dari dalam tubunya. Hyun Yoo yang berdiri di didepan appanya tak mampu mengatakan apa – apa lagi. Urat – urat tubuhnya seakan mati rasa, tubuhnya terasa seperti tersengat listrik bertegengan 2 juta volt yang mampu membuat tubuh si korban mati rasa untuk sementara waktu hingga akhirnya ia tidur dengan tenang di sisinya ia tak dapat membendung lagi bola – bola itu.

Bola – bola kristal berwarna keputihan itu mengalir dengan deras membasahi pipinya. Tubuhnya terhuyung ke lantai, mulutnya menganga untuk sementara waktu. Tak percaya akan apa yang ada di depan penglihatannya saat ini. Appanya mati untuk melindunginya!

“Appa…………………………………………………”

“Yak, jangan bergerak!Angkat kaki kalian.Ups, tangan kalian maksud saya ke bawah. Eh salah – salah ke atas! Kalian sudah di kepung!,” ungkap seseorang dari balik pintu sambil membawa senapan dan berbaris rapi menempati posisi mereka masing – masing.

“Sssh.. pabo!” desis salah satu dari mereka.

Sontak Siwon dan para preman bayarannya itupun mengangkat tangannya dan tak berani menoleh ke belakang untuk melihat siapa gerangan yang datang karena itu pasti polisi. Dengan gerakan cepat bak seorang tentara yang sudah terlatih Seung Hyun, Ji Yong, Daesung, Seungri dan Young Bae langsung meringkus Siwon dan para preman bawaannya. Tak lama kemudian Siwon dan para preman – preman itu menyadari bahwa yang meringkus mereka bukanlah para polisi, namun itu semua sudah terlambat.Tangan dan kaki mereka sudah terikat sekarang, mulut mereka juga di bungkam kain, menggantikan posisi Hyun Yoo tadi.

“Kantor polisi?Saya ingin mengabrakan bahwa ada sebuah tindak kejahatan di pergudangan lama di derah Mokpo.Mohon segera datang kemari dan tangkap penjahatnya!”

Tiit

Young Bae mematikan teleponnya dan tersenyum penuh kemenangan.

“Appa, jangan meninggalkanku!Jeongmal!”Hyun Yoo menggerak – gerakan tubuh appanya di tengah isakannya.

Seung Hyun langsung datang mendekat ke arah Hyun Yoo begitu mendengar isakannya.Ia tak percaya bahwa appanya sekarng sedang terkapar di depannya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

“Seung Hyun….” Dong Wook berusaha keras meraih tangan Seung Hyun di tengah kesarannya yang perlahan tapi pasti mulai menghilang.

“Tolong jaga Hyun Yoo! Appa yakin kau bisa melindunginya! Appa menyayangimu Hyun Yoo, mianhae!”Dong Wook mengucapkan kata – kata terakhirnya sekaligus menghebuskan nafas terakhirnya di saat yang bersamaan.Tangannya yang tadi memegang Seung Hyun, seketika jatuh ke lantai bersamaan dengan nyawanya yang diambil dara raganya.

“Aniyo!Aniyo!”Hyun Yoo mengusap air matanya dengan punggung tangannya.“Appa!!!!!!” teriak Hyun Yoo kencang.

 

Triiiiiiiiinggggg….. Triiiiiiiiiiiiiiiiingggg……

“Cepat bangunlah putri tidur appa dan eomma sudah menunggumu untuk sarapan sejak tadi!”Seung Hyun mengguyurkan seember air ke badan Hyun Yoo hingga membuatnya bangun gelagapan seperti ikan yang kekurangan air.

“Yak Hyung! Kau mau mati, eoh?,” bentak Hyun Yoo ketika ia mulai mampu mengumpulkan nyawa – nyawanya.

Seung Hyun meletakan ember yang ia bawa tadi di atas kepala Hyun Yoo dan mengejeknya dengan menjulurkan lidahnya panjang sambil memasang raut wajah evil yang seevil – evilnya. Bahkan mungkin lebih dari sekedar evil, lalu ia berjalan keluar dari kamar Hyun Yoo dan menuruni tangga menuju ke ruang makan.

“Kau sudah membangunkannya Seung Hyun?,” tanya appa yang terdengar samar – samar di telinga Hyun Yoo.

“Ne”

Hyun Yoo mengambil ember itu dari kepalanya.Alisnya berkerut dan bertaut.

“Ck…. Apa itu tadi?”

 

 

 

 

THE END ~

Yak, gimana readers endingnya? Bagus nggak?Kwkwkwk ada yang mau sequel? Ayo – ayo komen buat yang pada mau. Jangan lupa RCL nya ya😀 love you❤