lo

Author            : Zhie (@Zhiedara44)

Main Cast       :

  • Park Sandara (25 Th)
  • Kwon Jiyong (23 TH)

Support Cast :

  • Lee Donghae (27 Th)
  • Nam Gyu Ri (18 Th)
  • Lee Seung Hyun (18 Th)
  • Jun Il Woo (28 Th)

Genre             : Romance

Length            : Chapter

Disclaimer      : Please…coment and don’t copy paste. ^^

Twitter            : @Zhiedara44

 

Dara POV

“Oppa.” Ucapku lirih dan saat itu tanpa sadar air mataku jatuh menetes….

“Ya! Noona.” Panggil Jiyong menyadarkanku, akupun segera menghapus air mataku sebelum ia mengetahuinya. “Kau sangat lambat Noona…” Ucapnya kemudian kembali mendekatiku.

“Ah…mianhe Ji.” Jawabku pelan.

“Mwo…bukankah itu Donghae Hyung?”

“Kau mengenalnya?”

“Ne…kami pernah beberapa kali terlibat dalam pekerjaan.” Jawab Jiyong dan aku kembali memperhatikan tempat dimana Donghae Oppa berada, dan ia mulai tidak terlihat karena banyaknya  fans yang mulai memenuhi  tempat itu.  “Kajja mari kita pergi dari sini Noona…tempat ini akan lebih ramai dari sebelumnya.” Ucap Jiyong kemudian.

“Ah…Ne.” Jawabku segera kembali membawa 2 kantong belanjaan kami, tapi Jiyong menahannya.

“Aku yang akan membawanya Noona.” Ucap Jiyong kemudian, akupun menatapnya sesaat kemudian tersenyum menggodanya.

“Seharusnya kau menawarkan diri sejak tadi Ji?”

“Aigo…cepat berikan padaku, sebelum aku berubah pikiran.”

 

Jiyong POV

Kami telah berada dimobil sekarang, Dara tidak seperti sebelumnya…ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.

“Noona…apa ada masalah?” Tanyaku kemudian, iapun menatapku sekilas dan tersenyum.

“Ah…anio.”

“Benarkah? Kau seperti memikirkan sesuatu Noona.”

“A…Ne, aku memikirkan bagaimana jika aku telah menjadi manajermu nanti Ji.”

“Kau yang menyanggupinya Noona…tapi jangan terlalu memikirkannya, aku yakin Il Woo Oppa telah membuat ini akan menjadi mudah untukmu Noona…ia tak mungkin mempersulitmu.”

“Ne…aku tahu itu Ji.” Jawab yeoja yang duduk disampingku ini, tapi aku merasa ia memikirkan hal lain sekarang…akupun kembali fokus menyetir sampai aku teringat sesuatu.

“Noona.”

“Wae?”

“Bisa kau ambil kotak berwarna biru dibelakangmu.” Yeoja itupun segera berbalik dan mengambilnya.

“Apakah ini Ji?”

“Ne…bukalah Noona.” Ucapku kemudian, iapun menurutiku untuk membukanya.

“Kau membeli ponsel baru Ji?” Tanyanya saat berhasil membuka kotak itu.

“Ne…kau suka Noona?”

“Mwo…?”

“Itu untukmu Noona…kau memerlukannya sekarang, bukankah kau akan menjadi managerku nanti. Aku rasa kau sangat membutuhkannya.” …”Anggaplah itu sebagai bayaranmu di awal Noona, karena kau bekerja pada kami sekarang.” Ucapku kemudian.

“Ah…ne, gomawo Ji.”

“Aku harap aku tidak memilih warna yang salah.” Ucapku, kulihat iapun menyunggingkan senyumnya.

“Ani…aku suka warna ini Ji.” Jawabnya memperhatikan ponsel berwarna merah muda digenggamannya.

“Baguslah, aku telah memasukkan nomorku dan Il Woo Hyung di dalamnya…dan kau bisa mengeceknya nanti.”

“Ne…araesso.” Jawabnya cepat, aku rasa ia mulai kembali seperti biasa, dan saat ini aku merasa benar-benar lelah…kepalaku terasa pusing, aku harus istirahat setibanya dirumah.

 

Donghae POV

Aku telah berada di apartemenku sekarang, aku merebahkan diriku ditempat tidur…hari ini sangat melelahkan…acara jumpa fans yang juga untuk mempromosikan film drama baruku berlangsung cukup lama, padahal aku baru saja pulang dari Thailand kemarin.

Aku pun tiba-tiba mengingatnya… mengingat tatapan yeoja itu, yeoja yang dulu pernah kutinggalkan. Aku tidak pernah berpikir ia akan berada di Kota ini…apa yang ia lakukan disini? Akupun kembali merasakan rasa sesak ini…rasa sesak yang selama ini aku berusaha singkirkan, tapi ternyata waktu 3 tahun  tak mengubah perasaan ini.

“Dara-yah…apa kau membenciku?” Ucapku lirih, berharap ia akan menjawabnya sekarang. Dan saat itu terdengar ketukan dipintu depan…akupun segera membukanya.

“Oppa…kau meninggalkanku.” Ucap yeoja dihadapanku.

“Masuklah dulu Jessica, kita akan bicara didalam.” Jawabku iapun menurut.

“Kau tau…aku mencarimu, kau tiba-tiba menghilang setelah acara tadi…bukankah kita akan makan siang bersama.”

“Mianhe…tapi aku lelah sekarang, bisakah kau biarkan aku untuk beristirahat.” Ucapku pada yeoja ini, berharap ia dapat mengerti.

Terlihat ia sedang mempertimbangkannya, Jessica Jung…ia adalah yeoja yang dekat denganku sekarang, ia juga lawan mainku di film drama yang kubintangi ini.  Tapi perlu kupertegas kami belum memiliki hubungan yang spesial sampai saat ini, walaupun berita diluar sana telah mengatakan aku menjalani suatu hubungan dengannya dan akupun tak bisa menampiknya karena itu juga bagian dari promosi kami.

“Baiklah Oppa beristirahatlah…tapi kita akan bertemu nanti malam untuk makan bersama, karena kita belum merayakan kedatanganmu…araesso?”

“Ne…aku akan menjemputmu nanti.” Jawabku, iapun tersenyum mengangguk dan pergi meninggalkan apartemenku. Ia adalah yeoja pengertian yang kutemui setelah dirinya…aku tau ia telah mengharapkan lebih dari hubungan baik ini, tapi aku masih bingung untuk memutuskannya…yang bisa kulakukan sekarang hanyalah tetap menjaga hubungan ini sampai tiba saatnya aku dapat meyakinkan perasaanku padanya.

 

Dara POV

“Ini sangat lezat.” Ucapku saat mencicipi masakan yang kubuat. Akupun telah selesai memasak sekarang…dan menyajikannya dimeja makan sekarang, untuk segera kami santap. Aku akan memanggil Jiyong sekarang karena ia langsung beristirahat dikamarnya sehabis mengantarku berbelanja dan aku tahu ia belum makan sejak pagi tadi…akupun mengetuk pintu kamarnya tetapi tak ada jawaban dan saat ku mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata tidak terkunci.

“Jiyong-shi.” Panggilku lagi saat aku melihatnya terbaring ditempat tidur, akupun mendekatinya. Aku melihatnya tertidur dengan napas yang berat, ia terlihat pucat sekarang…”Jiyong-shi, apa kau baik-baik saja?” Panggilku lagi dan ia membuka matanya.

“Ada apa Noona?”

“Aku sudah menyiapkan makan siang, bisakah kau bangun untuk makan terlebih dahulu?”

“Aku akan memakannya nanti Noona.” Jawabnya kemudian, akupun memperhatikannya…ada yang aneh dengan namja ini. Akupun meletakkan telapak tanganku di dahinya.”

“Omo…kau demam Ji, badanmu sangat panas.” Ucapku terkejut.

“Aku baik-baik saja Noona.”

“Ani…kau sakit Ji, aku akan menelfon Il Woo Oppa.” Ucapku kemudian tapi ia menahan tanganku.

“Jangan hubungi dia Noona, dia sedang sibuk sekarang…jangan membuatnya repot, aku hanya butuh istirahat.” Jawab Jiyong membuatku mengurungkan niatku…ia masih memikirkan kesibukan Il Woo Oppa disaat ia sedang sakit, ia namja yang tak bisa ditebak.

“Baiklah Ji…tapi bisakah kau lepaskan tanganmu, aku harus mengambil Obat sekarang.” Ucapku membuat ia melepaskan pegangannya. Akupun segera mencari obat yang bisa menurunkan demamnya dan mengambilkan makanan untuknya…karena ia harus mengisi perutnya terlebih dulu. “Ya! Ji…bangunlah, kau harus makan sekarang.” Ucapku saat tiba kembali dikamarnya, iapun membuka matanya.

“Letakkan saja dimeja Noona…aku akan memakannya nanti.”

“Anio…kau harus makan sekarang, atau aku harus menyuapimu?”

“Aigo…aku bukan anak kecil Noona.”

“Kalau begitu…makanlah sekarang, aku akan mengawasimu…aku harus memastikan kau benar-benar memakannya.” Ucapku membuat ia menggurutu kesal, tetapi iapun akhirnya menurutinya. “Sekarang minum obatnya Ji.” Ucapku saat ia telah menyelesaikan makannya.

Dan tak lama setelah itu iapun tertidur…aku terus memantaunya, berharap ia akan segera membaik, aku berharap Il Woo Oppa segera datang sekarang.

 

Jiyong POV

Aku membuka mataku saat mendengar ponselku berbunyi, dan saat itu aku dapat melihat Dara-yah masih menungguiku….ia duduk tak jauh dari tempatku berbaring. Akupun menatap layar ponselku ternyata Il Woo Hyung yang menelpon.

“Yeoboseyo Hyung…..A…ne….araesso.” Akupun meletakkan kembali ponselku.

“Apa itu tadi Il Woo Oppa?”

“Ne….ia mengabarkan ia tidak pulang malam ini, ia akan kembali besok pagi karena ia sedang menyelesaikan urusannya.”

“Mwo…? Tapi ia harus tahu kau sedang sakit Ji.”

“Jangan bersikap berlebihan Noona…aku  pernah mengalami ini sebelumnya, dan ini tak kan berlangsung lama…aku akan segera baikkan. Jadi tenanglah.” Ucapku padanya, dan setelah itu aku kembali memejamkan mataku berusaha kembali untuk tertidur.

 

Dara POV

Hari telah larut, aku masih berada di kamar Jiyong untuk mengompresnya karena demamnya semakin tinggi sekarang. Aku mulai panik sekarang…“Ji…aku akan pergi sebentar untuk memanggil dokter.” Ucapku padanya beranjak pergi, tapi ia kembali menahanku. Iapun menatapku.

“Kau akan membuatku khawatir Noona…jadi kumohon tetaplah disini, hanya itu yang kubutuhkan sekarang.” Ucapnya lemah…aku terpaksa menurutinya karena ia tidak melepaskan genggaman tangannya di tanganku, aku dapat merasakan suhu panas ditubuhnya. Akupun kembali duduk disamping tempat tidurnya.

“Aku tidak akan pergi Ji…jadi kembalilah tidur.” Jawabku…Iapun tersenyum mengangguk. Namja ini menjadi sangat manja sekarang…dan ia sama sekali tak melepaskan genggamannya ditanganku, ia benar-benar tak ingin aku  pergi.  Aku berharap ia akan membaik besok karena melihatnya seperti ini…aku sangat sedih, dia bukan Kwon Jiyong yang ku kenal sekarang… “Cepatlah sembuh Ji, kau terlihat lemah sekarang.” Ucapku lirih walaupun aku tahu ia telah tertidur.

 

Jiyong POV

Aku kembali terbangun dari tidurku…aku cukup terkejut Dara masih berada disampingku. Ia telah tertidur sekarang…sementara tangan kami masih saling bertautan.

“Babbo…bukankah seharusnya ia tidur di kamarnya.” Ucapku dalam hati. Tetapi entah mengapa saat itu aku tak ingin membangunkannya. Aku memperhatikannya sekarang…memperhatikan wajahnya yang tengah tertidur pulas, tanpa sadar aku mengaguminya…mengagumi wajah bayinya, ia memiliki mata yang indah, hidung yang indah, semua terlihat sangat sempurna sekarang.

“Apa yang kau pikirkan tentang yeoja ini Kwon Jiyong?” Batinku pada diriku sendiri, dan aku tak bisa menjelaskan mengapa aku mendekatkan wajahku padanya…aku benar-benar tak bisa menahannya sekarang. Dan aku semakin mendekatkan wajahku, aku memejamkan mataku saat bibirku telah menyentuh bibirnya.

 

To be continued …