Poster Hope

Disclaimer: Semua orang yang ada dalam fanfic ini adalah milik tuhan (kecuali OC), aku Cuma minjem nama doang kok, Sedangkan plot adalah milikku or kisahku???,,, Sedangkan poster, untuk sang cewek dikasi Mbah Google, sisanya ya ku edit sendiri.

Warning:OC, OOC, Abal, GaJe, Tipo(s), dll

Title: Hope

Cast: Kwon Ji Yong, Choi Riah (OC), Choi Seung-hyun, dll

Genre: Romance, Friendship, dll

Rated: PG-15 (T)

Author : Dandeliona23(@Ayik_Aryoni)

Don’t like, Don’t Read

 

Happy Reading

 

Dia memandang ponselnya antusias, seakan ponsel itu adalah sebuah dress limited edition karya seorang desainer ternama. Sesaat dia mengalihkan pandangannya, mencoba untuk mengikuti pembiracaraan teman-temannya yang biasanya terdengar cukup menarik. Tapi entahlah, akhir-akhir ini semua yang mereka bicarakan terdengar membosankan di telinganya. Kembali melihat ponselnya dan membuka semua aplikasi jejaring sosial yang ada. Namun sekali lagi dia harus kecewa, nama akun orang itu tidak satupun tertera di semua pemberitahuan jejaring sosial yang dibukanya. Pada akhirnya dia hanya dapat menghela nafas dalam.

“Kau memikirkan dia?” tanya salah satu sahabatnya terdengar cemas.

Ahni,” jawabnya dengan senyum terbaiknya saat itu.

Tapi Dae Hee dan yang lainnya jelas tidak dapat dibohongi. Dia memang pembohong yang payah. Yeah, setidaknya menyenangkan mendapati kepedulian sahabat-sahabatnya.

“Riah-ah lupakan dia!” tegas Ni Ra dengan mata yang berkilat marah.

Riah hanya tersenyum menanggapi kata-kata sahabatnya tersebut. Entah sudah berapa kali mereka mengatakan kalimat tersebut sejak hari itu. Ah hari itu, hari yang menyakitkan. Tapi sayangnya Riah tidak dapat melupakan setiap kenangan indah yang telah dilaluinya bersama namja babbo tersebut. Seperti saat mereka pertama kali dekat  .  .   .

Flashback

Cafetaria Miruen High School sangat penuh sesak di jam istirahat seperti itu. Dia dan ketiga sahabatnya sangat beruntung karena bisa mendapat meja kala tersebut.Tapi tidak untuk dua orang sunbaenya yang terlihat bingung dengan nampan di tangan mereka.Tanpa pikir panjang Dae Hee – sahabatnya – melambaikan tangan pada salah satu dari mereka.

“Chaerin Eonnie, disini,” teriak Dae Hee dengan semangat.

Chaerin dan sahabatnya – yang dia kenal sebagai Jiyong Sunbae – terlihat berjalan menuju kemejanya. Mereka terlihat meliuk-liuk diantara gerombolan siswa-siswa kelas XII yang sibuk bergosip ria.

“Tidak apakan mereka bergabung?” tanya Dae Hee dengan bodohnya.

Bukankah tidak ada gunanya menanyakan itu sekarang. Walaupun dia menjawab tidak beribu kali, dua orang itu akan tetap duduk bersama mereka. Jadi yang dapat dia lakukan sekarang hanya mengangguk pasrah.

Gomawo telah menawarkan tempat duduk untuk kami,” kata Chaerin dengan senyum termanisnya.

“Tidak masalah, kami juga senang dapat menampung kalian,” jawab Ni Ra dengan gurauannya yang terdengar sedikit menyakitkan.

Tapi pada akhirnya tawa meledak di meja tersebut. Berikutnya mereka mulai mengobrol dan bergosip ria. Namun tidak untuk Riah dan Jiyong, dua orang tersebut hanya memandang makan siangnya dengan tatapan kosong.

“Ni Ra-sshi, Jian Songsaening sedang menungumu di ruang guru,” kata seseorang dibelakang Riah yang seketika membuyarkan apapun yang sedang dipikirkan gadis itu.

Ne, ayo temani aku Yeon Ka-ah,” kata Ni Ra sambil menarik Yeon Ka dengan paksa.

Ya, ya, ya!” teriak Yeon Ka degan sebal tapi tetap mengikuti Ni Ra.

Setelah dua orang tersebut benar-benar menghilang, Dae Hee mulai mengoceh lagi tentang namjachingunya yang baik hati, tidak sombong dan suka menabung tersebut. Hingga tiba-tiba sebuah ponsel berdering, Dae Hee pemilik ‘sah’ ponsel tersebut dengan sigap mengangkat telepunnya dengan gembira. Diapun mulai senyum-senyum sendiri tidak jelas pada orang diseberang telepun, walau semua orang tahu orang tersebut tidak akan dapat melihat apapun. Senyum manis itu masih setia menempel di bibir Dae Hee hingga bunyi ‘tutttttt’ panjang terdengar dari ponselnya.

“Chaerin Eonnie ayo temani aku menemui Jung Ra oppa,” kata Dae Hee sambil menarik Chaerin dengan gembira.

“Aku pergi dulu,” teriak Chaerin sambil melambai pada dua orang bodoh yang masih duduk di meja.

Suasana di meja tersebut seketika menjadi seperti rumah kosong tak berpenghuni setelah ditinggal empat orang penghuninya. Bahkan keramaian Cafetaria tak bisa menembus sebuah dinding bernama ‘kecanggungan’ dianantara dua orang tersebut. Mereka hanya duduk dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan, bahkan seorang legimenst1 handalpun tak akan dapat membaca pikiran mereka.

“Sepertinya mereka mengerjai kita,” Sang Namja akhirnya memulai pembicaraan lebih dulu.

Namja tersebut merubah posisi duduknya sambil menguap bosan. Riah dengan gugup menatap Sang Namja a.k.a Kwon Jiyong setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya yang tercecer dilantai.

Aish, mereka selalu begini. Pernah sekali aku ditinggal sendiri disini sampai bell masuk kelas berbunyi,” curhat Riah sambil mencoba tersenyum manis pad sunbaenya tersebut.

Tapi Jiyong hanya diam mendengar jawaban Riah. Otaknya seakan kehilangan semua kata-kata yang telah dipelajarinya sejak lahir. Entah karena apa, pikiran namja itu sekarang malah berkelana jauh ke masa lalu, setelah berhasil menatap wajah Riah dengan jelas. Jiyong merasa pernah melihat bahkan mengenalnya yeoja yang duduk di depannya tersebut. Dan sebuah ingatan yang lapuk dan sudah berdebu itupun muncul di kepalanya.

“Riah-sshi, bukankah dulu kita satu taman kanak-kanak?!” kata Jiyong sambil menatap Riah lekat.

“Ah ne, ternyata Sunbae masih mengingatku,” kata Riah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kau gadis kecil berambut pendek itu kan?!” ceroscos Jiyong. Dan Riah hanya dapat mengangguk membernarkan penyataan Jiyong tersebut dan seterusnya.

End of Flashback

Disanalah semua bermula, semua kenangan itu terasa sulit untuk dilupakannya. Bahkan dia mengingat kenangan itu lebih sering setelah namja itu memutuskan semua hubungan diantara mereka. Memutuskan? Itu terdengar ironi ditelinganya, karna bahkan namja itu tak berkata sepatah katapun padanya.

 

Tobecontinued

A/N:

Wah anehhhhhhhh………

Tapi yang baca wajib comment yea, ada comment satu aja aku pasti lanjut deh😀 .