cherryquartz_pearl_necklace_wedding_3-picsay

Main Cast

  • Choi Seunghyun a.k.a TOP BIGBANG  
  • You

Disclaimer: Choi Seunghyun is belongs to himself. But this storyline is belong to me.

Warning: AU,Mungkin pasaran, typo(s), and semoga tidak OOC..^^, my first ff of Choi Seunghyun.

Genre: Romance, a ‘lilcomedy, vignette.

Word: 2714.

Youngdinna Presents

“Beautiful Anniversary?”

Semua orang selalu bilang kalau aku adalah gadis yang beruntung karena memiliki Seunghyun. Seunghyun yang tampan, Seunghyun yang lembut, Seunghyun yang tinggi, dan masih banyak pujian lainnya. Harusnya, aku senang dengan semua itu..tapi semua orang melupakan satu hal dari Seunghyun. Seunghyun itu…

27 Maret 2013

Mentari pagi nampak sudah mulai meninggi, bunga-bunga di sekitar pekarangan rumahku juga mulai menggeliat, meneteskan beberapa embun pagi yang sejuk.Seharusnya aku senang karena hari ini adalah hari yang indah, tapi aku hanya bisa mengerutkan kening tak suka saat pagi ini aku menemukan pesan di ponselku, pesan dari Seunghyun, kekasihku.

Ne, chagi..maaf aku tidak bisa datang ke rumah untuk menghias telur paskah bersama. Kali ini aku ada pekerjaan mendadak di kantor, maaf ya.. ^^. Have a nice day!’.

Aku mendecakkan lidahku kesal. Apanya yang ‘Have a nice day’?!, lagi-lagi kau mengingkari janjimu,pikirku kesal. Ya, itulah yang kubenci dari sifat Seunghyun.Ia tak pernah menomorsatukan diriku yang jelas-jelas adalah pacarnya. Pernah aku bertanya, apa ia benar-benar mencintaiku, namun ia hanya tersenyum lalu memelukku hangat.

Aku kesal dengannya, tapi aku tak pernah bisa menolak perlakuannya padaku. Seunghyun pemuda yang berbakti padaorangtuanya, ia adalah orang yang penyayang, dan aku juga tahu ia sangat menyayangiku. Hanya saja, terkadang aku merasa ia tak pernah meluangkan waktunya yang padat untuk menepati janjinya padaku.

Aku menghela nafas, aku jadi teringat saat pertama kali Seunghyun menyatakan cintanya padaku. Bukan pernyataan cinta yang manis, tapi aku suka itu.

FLASHBACK

Aku dan Seunghyun masih duduk di bangku universitas. Seunghyun memiliki banyak penggemar, karena ia tampan. Meskipun terkenal, sebenarnya ia adalah orang yang pemalu dan tak pandai memulai suatu obrolan. Dulu aku juga tak begitu peduli dengannya, karena aku merasa tak pantas mendekati orang populer sepertinya.

“Permisi”, suara baritone itu sontak membuatku mengalihkan perhatian dari buku yang sedari tadi kubaca.Seunghyun nampak tersenyum, senyum yang menurutku lebih mirip dengan seringai. Harus kuakui, ia memang tampan namun ada sisi wajah seram di rupanya yang nyaris sempurna itu.

“Ya?”, ucapku kala itu. Ia nampak cemas, entah apa yang membuatnya cemas.

“Boleh aku meminjam ponselmu?.Aku lupa menaruh ponselku di mana”, aku semakin menatapnya heran. Baru kali ini, ada seseorang melupakan ponselnya sendiri.Namun, aku tetap meminjamkannya.Ia lalu menelepon ponselnya sendiri, tak lama ponselnya berdering di saku celananya. Ia lalu tersenyum sambil menyerahkan ponselkukembali.Dasar aneh!.Ponselnya ada di celananya, untuk apa ia mencarinya?. Pabbo!.

Setelah ia pergi dan berucap’terimakasih’, berselang beberapa menit ada satu pesan yang masuk di ponselku.Pesandarinomoryangtakkukenal.

Sabtu sore di Cheonggecheon. Aku akan menunggumu’.

Seunghyun.

Seketika aku menatap Seunghyun tak percaya.Ia nampak tersenyum malu.Aku kembali menekuri ponselku. Apa ini artinya ia mengajakku kencan?.Akhirnya, aku ketikkan pesan balasan untuknya.

‘Tentu’.

FLASHBACK END

Kalau mengingat kenangan itu  kadang membuatkusenang, tapi jugakadang menyesal. Aku sadar kalau aku juga mencintai Seunghyun, tapi aku tak pernah berpikir kalau ia adalah orang yang gila kerja dan melupakan waktu luangnya, termasuk waktu luangnya bersamaku. Terkadang aku iri dengan pasangan-pasangan lainyangpunyabanyakwaktubersama.

Mereka bisa pergi berkencan di akhir pekan, makan makanan favorit bersama, menonton film, atau apa saja. Bukan berarti Seunghyun tak pernah mengajakku, ia juga pernah mengajakku pergi beberapa kali. Tapi, pasti akan berakhir dengan diriku yang menangis diam-diam di kamar.

Tahun lalu, ia mengajakku untuk melihat festival kembang api, aku sangat antusias saat itu, dan sedikit berharap mungkin akan ada adegan romantis yang di rancang Seunghyun. Namun, belum sampai ke tujuanmobil Seunghyun kehabisan bensin dan saat kutanyakan bagaimana bisa begitu, ia hanya mengatakan alasan yang begitu membuatku ingin mencekik lehernya.

“Aku lupa mengisinya tadi pagi”.Saat itu aku marah padanya selama semalam penuh. Aku mengabaikan pesan dan telepon darinya, dan aku yakin ia pasti menyadari kalau aku kecewa padanya.

Esoknya ia datang ke rumahku, mengantarku ke kampus, dan meminta maaf dengan nada lembutnya. Seharusnya aku bisa menolaknya, karena aku sudah menyusun kalimat-kalimat makian untuknya, namun pada akhirnya aku luluh juga, dan memaafkannya.

Aku menghela nafas, sedikit kesal.Aku pun berjalan menuju lemari es, dan membukanya.Ada satu keranjang penuh telur angsa yang belum kuhias. Aku berencana akan membagikannya ke panti asuhan besok di hari paskah setelah kuhias, tapi sepertinya aku tak mungkin bisa menyelesaikannya sendirian. Aku menghela nafas, sepertinya aku memang harus menghiasnya sendirian.Dengan tampang bersungut-sungut aku pun mengeluarkan telur itu dan bersiap untuk memulai ‘acara menghias telur paskah tanpa kekasih-ku’.

@@@@@

Mianhae..”, aku memutar bola mataku jengah mendengar kata ‘maaf’ dari Seunghyun untuk yang kesekian kalinya. Pada akhirnya kemarin aku menghias telur-telur itu sendirian, dan Seunghyun pulang tepat ketika aku sudah selesai menghiasnya.

Chagi..”, ia nampak menyesal. Aku menghela nafas, lalu menyingkirkan tangannya.

“Iya, tidak apa-apa.Ayo, bantu aku membawa telur-telur itu”, ucapku.Ia nampak tersenyum cerah. Ia lalu memelukku erat, aku balas memeluknya, aku tak pernah bisa menolak kata maafnya. Seunghyun nampak membawa telur-telur itu sendiri tanpa memperbolehkan aku membawanya sendiri. Satu hal sikap yang kusuka darinya, ia adalah seorang gentleman. Aku tersenyum saat pemilik panti asuhan menyambut kami dengan ramah.

“Ah, kau beruntung sekali nona..kekasih anda adalah orang yang baik”, aku tersenyum, memang benar kalau Seunghyun itu baik. Telur-telur itu sudah di taruh di meja makan, Seunghyun nampak berkeliling melihat-lihat bangunan panti asuhan yang bergaya eropa klasik itu, meninggalkan aku yang masih mengobrol dengan pemilik panti.

GUBRAK..

Aku seketika menghentikan obrolanku dengan pemilik panti begitu mendengar suara gaduh yang terdengar di koridor.Aku memejamkan mataku sambil menghela nafas. Kulihat Seunghyun terjatuh dan sepertinya ia terpeleset karena lantainya basah, pemilik panti nampak menahan tawanya.

Gwenchanayo, oppa..”, ia nampak tersenyum kecil. Sepertinya ia tak memperhatikan tanda lantai basah. Aku menggelengkan kepalaku. Satulagi hal yang perlu kalian ingat, terkadang Seunghyun itu..konyol.

Setelah berpamitan dengan pemilik panti.Kami berdua pulang.Seunghyun nampak meringis memegangi sikunya.Aku jadi kasihan.

“Kau baik-baik saja, oppa?”, tanyaku. Seunghyun tersenyum sambil mengusap pipiku.

Ne.. aku baik”, ucapnya, ia lalu nampak mengingat-ingat sesuatu.

“Ada apa?”, tanyaku.

“Besok tanggal 31..”, ucapnya menggantung. Ia lalu tersenyum ke arahku. “Hari minggu, bukankah itu anniversary kita?”, aku terkejut antara senang dan heran. Kukira ia tak ingat soal hari istimewa itu.

“Kukira oppa lupa”, gumamku.Ia lalu mengacak rambutku pelan.

“Tentu tidak”, ucapnya sambil tersenyum geli. “Kita ke cheonggecheon ya?”, pintanya. Aku terkejut.

Jeongmal!.Kau ada waktu?”, tanyaku antusias. Seunghyun tersenyum, ia lalu mengangguk mantap.

“Aku rasa aku banyak melakukan kesalahan padamu, aku harus melakukan sesuatu yang istimewa. Kau keberatan?”, tanyanya lembut. Aku menggeleng cepat, kemudian kupeluk Seunghyun erat.Ia nampak tersenyum kecil.

Kansahamnida,saranghaeyo”, ucapku tulus.Seunghyun mencium puncak kepalaku.Aku merindukan saat-saat seperti ini bersamanya.Saat-saat di mana kami bisa berdekatan begini.Aku berdoa kepada Tuhan, semoga saja besok berjalan lancar.

@@@@@

Paginya aku pun menyiapkan baju yang bagus.Aku harus tampil cantik hari ini, agar Seunghyun tidak kecewa. Aku aduk semua isi lemari bajuku dan menemukan dress hijau lumut kesukaanku. Ah, akan lebih bagus kalau aku memakai high-heels karena Seunghyun selalu menyukainya. Aku mencari heels putihku, dan ketemu!.Ah, aku merasa berdebar dan sangat bersemangat. Aku sudah mulai membayangkan sesuatu yang mungkin Seunghyun berikan, mungkin saja ia akan datang dan membawakan sebuket bunga mawar putih favorit-ku atau mungkin yang lain. Membayangkannya saja membuatku tak bisa berhenti tersenyum dan merona.

Setelah menyiapkan semuanya.Aku bersiap memulai hariku.Kencan kami masih nanti malam, jadi tak ada salahnya aku menyiapkan bekal untuk kami berdua.Aku menilik lemari dapurku. Mungkin aku akan membuat yanggeng, bukankah itu makanan kesukaan Seunghyun?.Dan mungkin beberapa sushi dan nasi kepal, kalau-kalau kami lapar.

Aku begitu larut dalam keasyikan sampai-sampai tak sadar harisudah beranjak sore.Selesai masak, aku segera mandi dan mempersiapkan diri.Tepatketikaaku selesai mengancingkan cardigan putihku, bel apartemenku berbunyi.Aku tersenyum lebar, itu pasti Seunghyun, dan dugaanku benar.

Ia nampak tampan dengan kemeja kotak dan jaket hitamnya(Yah,takmasalahiatakmembawabungamawarsepertibayanganku).Aku memeluknya erat, mencoba mencium aroma yang begitu kudambakan.

“Happy anniversary”, ucapku lirih. Seunghyun tersenyum lembut, ia mencium keningku lembut begitu aku melepas pelukannya.

“Happy anniversary”, ucapnya.Aku tersenyum riang.

“Sudah siap?”, tanyanya. Aku mengangguk antusias.Seperti biasa, Seunghyun membawakan semua barang-barang yang nantinya kami pakai.Aku tersenyum sepanjang perjalanan.Aku sangat senang hari ini.

“Kenapa kau terus tersenyum?”, tanyanya. Aku tersenyum kekanakan dan menggeleng.Aku menyenderkan kepalaku, memandang Seunghyun di jarak yang lumayan dekat dari tempatku duduk.

“Ini hari yang istimewa, kan?.Apa aneh jika aku bahagia?”, tanyaku. Seunghyun nampak berpikir sesuatu sambil mengernyit.

“Menurutku biasa-biasa saja”, ucapnya. Okay, satu hal yang tak kusuka darinya (lagi),Seunghyun adalah orang yang tak peka. Aku mengabaikanperkataannya, aku tak mau merusak mood yang sudah susah payah kubangun.

Tak berapa lama kami sudah sampai di cheonggecheon.Seunghyun membukakan pintu mobil sambil membawa perlengkapan bekal kami nanti. Aku tersenyum cerah melihat keadaan sekitar taman.

“Kita jalan-jalan dulu, bagaimana?”, tanyanya sambil menggandeng tanganku. Aku mengangguk antusias.Sudah lama sekali aku tak berjalan-jalan berdua dengan Seunghyun, dan berada dekat seperti ini membuatku sedikit melupakan sikapnya yang menyebalkan.

Selama jalan-jalan, kami sama sekali tak mengobrol. Keheningan memang menyelimuti kami, namun aku suka dengan keadaan ini.Seunghyun memang bukan tipe orang yang banyak bicara, ataupun memulai suatu obrolan.Ia tak pandai soal itu.

“Ah!”, aku melepas gandenganku dengan Seunghyun begitu melihat seorang pedagang kerajinan kalung dan anting di dekat kami. Seunghyun nampak mengikutiku dari belakang.

“Kau mau membelinya?”, tanya Seunghyun. Aku terdiam, aku memang mau membelinya. Aku sangat tertarik dengan anting mutiara berukirkan gambar  bunga teratai merah ini. Tapi, aku tak bawa uang.

“Tidak.Tidak usah. Ayo!”, akupun menyeret Seunghyun menjauh dari penjual tadi. Tidak apa-apalah kalau tidak beli.Mungkin Seunghyun juga bisa membelikannya, tapi aku bukanlah tipe wanita yang merengek meminta sesuatu.

Baru saja kami berjalan beberapa meter, tiba-tiba ponsel Seunghyun bergetar dan membuat kami menghentikan langkah kami.

Yeoboseoyo?.Ah, ne..aku mengerti. Baiklah, aku akan ke sana sekarang”, ucap Seunghyun.Ia lalu nampak melempar tatapan menyesal ke arahku. Aku merasakan firasat buruk saat itu.

“Siapa yang menelepon?”, tanyaku, berusaha untuk terlihat normal.

“Jiyong menelepon..ada urusan mendadak di kantor”, ucapnya. “Bisakah kita-“.

“Tidak!”, potongku tegas. “Kau sudah berjanji kalau hari ini kita akan merayakan anniversary, kenapa mendadak kau melanggarnya?”, ucapku marah.

Chagi..aku tidak melanggarnya. Ada urusan penting-“.

“Kau selalu bilang urusan penting terus!.Apa aku juga tak penting bagimu?”, tanyaku. Aku mulai merasakan mataku memanas.

“Bukan begitu, aku hanya..”, ia nampak tak bisa meneruskan perkataannya. Aku mendesah keras. Cukup sudah!.

“Aku pulang sendiri”, ucapku memecah keheningan. Seunghyun nampak terkejut dan melarangku, ia menarik lenganku.

“Ini sudah malam, bahaya kalau-“.Aku menepis tangannya kasar.Ia nampak tak marah aku melakukannya. Aku benar-benar kecewa dengannya kali ini.

Aku melangkah menjauh darinya yang tak melakukan gerakan apapun. Aku membencimu Choi Seunghyun!.

@@@@@

Pagi ini aku menyambutnya dengan tak bersemangat.Bahkan, kucingku yang daritadi mengeong kuabaikan begitu saja.

Aigoo..menyingkirlah sebentar”, ucapku menyingkirkan kucingku dengan kaki pelan-pelan. Semalam aku menangis sangat lama dan menyebabkan mataku bengkak.Seunghyun juga meneleponku, tapi kuabaikan begitu saja. Apa ia tak sadar kalau aku sedang marah?.Ish, dasar tak peka!. Pabbo!.

Aku menghela nafas keras.Lebih baik aku pergi belanja ke minimarket terdekat. Aku butuh makanan manis kali ini. Biarkan saja kalau akhir mingguiniberat badanku naik.

Sesampai di minimarket, aku segera berjalan menyusuri etalase makanan manis di sana. Ada berbagai macam cokelat aneka rasa, permen karet, lollipop, dan aneka yanggeng kemasan.Memandang yanggeng membuatku ingat soal Seunghyun.Aku sengaja membantingnya saat memasukkannya ke keranjang belanja.Terlihat konyol mungkin, tapi aku senang melakukan itu sambil membayangkan kalau yanggeng itu Seunghyun.

Seusai membayar semuanya.Aku segera bergegas pulang ke apartemenku.Mungkin melihat Korean drama tak ada salahnya sekali-sekali.Dulu, aku selalu menghina teman-temankuyang suka menonton acara macam itu.Tapi, sekarang aku suka melihatnya.Setidaknya drama itu mau menemaniku kala aku sedang galau begini.

Aku mempercepat langkahku begitu aku keluar dari lift.Namun, kali ini aku berhenti melangkah saat melihat sosok yang kukenal. Sosok itu berdiri cemas di depan apartemenku. Ia sepertinya sudah menunggu lama di sana karena ia tampak pegal.Ia nampak tersenyum saat aku mendekat. Aku mengabaikannya.

“Mau apa kau ke sini?”, tanyaku dingin sambil membuka pintu. Ia nampak tersenyum mahfum.

“Apa aku salah menemui kekasihku?”, tanya Seunghyun. Ya, sosok itu adalah Seunghyun.Aku memutar mataku bosan. Aku memasuki rumah tanpa mempersilahkan ia masuk.Toh,ia juga tetap masuk tanpa kupersilahkan. Aku mengabaikannya, dan nampaknya ia menyadarinya. Ia malah bermain dengan kucingku yang bergelung di sofa.Dasarmenyebalkan!.

“Semalam kau naik apa?”, tanyanya memecah keheningan kala aku sedang menyisir rambutku di depan cermin.

“Apa urusanmu?”, tanyaku ketus. Ia nampak tersenyum lembut. Aku masih menyisir rambutku ketika tiba-tiba Seunghyun memelukku dari belakang sambil bersandar di pundakku.

“Ya!.Lepaskan!”, ucapku berusaha melepas pelukan eratnya. Aku benci setiap kali ia melakukan ini, karena aku pasti akan segera memaafkannya. Seunghyun bersikukuh memelukku erat.

“Seunghyun-“.

Mianhae..”, lirihnya. Ia lalu nampak mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi ia genggam. Aku terkejut saat ia memakaikan sebuah kalung mutiara berbandul batu mulia berwarna merah muda, warna favorit Seunghyun.

“I-ini-“.

“Maaf.Selama ini aku bekerja untuk membeli kalung ini, kemarin Jiyong menelepon dan mengabari kalau batunya sempat tidak ada.Jadi, aku kemarin mencarinyabersama Jiyong”, jelasnya.Aku terperangah.

“Kemarin kau bilang urusan kantor?”, tanyaku menghadapnya. Ia tersenyum sambil membelai pipiku.Ialalumenggaruktengkuknyakikuk.

“Aku tidak mau merusak kejutan yang ingin kuberikan padamu, chagi..”, ucapnya. Ia lalu mengecup keningku lembut. Lama aku terdiam, meresapi rasa hangat yang Seunghyunsalurkan ke tubuhku. Ia lalu memelukku erat seperti biasa, sambil bergumam ‘maaf’.

Pabbo..”, isakku pelan. Seunghyun nampak terkejut mendapatiku menangis di pelukannya.

Chagi..-“.

“Aku bodoh, oppa..aku tidak berpikir panjang..”, ucapku sambil menangis. Seunghyun mengusap kedua mataku.Ia lalu menggeleng.

“Aku juga salah karena aku terlalu sering mengingkari janjiku, wajar kalau kau marah padaku, sudah jangan menangis..”, ucapnya sambil tersenyum lembut. Aku menghela nafas, berusaha untuk tenang kembali.

“Happy anniversary..again”, ucapnya. Aku tertawa kecil, lalu kupeluk erat dirinya.Aku bodoh, memang Seunghyun bukan sosok pemuda yang sepenuhnya sempurna. Tapi, bukankah ia memang di ciptakan Tuhan begitu?.Seunghyun yang kikuk, Seunghyun yang tak pandai mengungkapkan perasaannya, Seunghyun yang mau melakukan apapun demi membahagiakan orang-orang yang di sayanginya.Seunghyun terkejut saat tiba-tiba aku mengecup bibirnya singkat.Pipinya tiba-tiba sedikit merona.Akutertawakecil.

Kansahamnida, oppa..”, ucapku tulus.

Seunghyun itu manusia paling konyol yang pernah kukenal..dan aku sangat mencintainya sampai kapanpun..

FIN*

Yak, selesai sudah drabble bang yang kedua dengan waktu yang begitu singkat..*karena ide baru ngalir-ngalirnya.. Sedikit lebih pendek memang, dan tema ceritanya juga gak berat kayak LATWD kemarin..*sengaja biar readers gak bosen.. Ah, kali ini saya mencoba pake sodara jauh saya, bang TOP..*plak..hehe semoga tidak OOC ya.. karena saya sudah berusaha agar bang TOP gak OOC.. Ngomong2 soal scene di mana TOP minjem ponsel, sebenernya itu aku dapet inspirasi waktu aku liat variety show You and I..*liat aja..lucu banget..^^.O,iyainiaqbuatuntukmemperingatiharipaskah…soselamatbagiyangmerayakan…*telat!!.Oke, gak banyak bicara lagi..silahkan tinggalkan kritik, uneg-uneg, pujian*kalo ada.. saya akan terima semuanya dengan lapang..*plak-abaikan.

Kansahamnida-@youngdinna