top

By : Atikpiece

 

Main Cast :

T.O.P as Choi Seunghyun (BIGBANG) | Lee Parkbom (2NE1)

Genre : Angst, Hurt, Romance, Psychology

Rating : PG-15

Length : Drabble

 

Lets Enjoy!

*****

.

.

.

.

 

Musim dingin masih melanda jalanan di sudut kota, menciptakan hembusan angin salju yang bertiup melewati ranting pohon tak berdaun, menyusup ke dalam syal, sweater dan jaket tebal para pejalan kaki yang melewati traffic light bersamaan. Silih berganti, dan terus bergulir sampai lampu khusus itu kembali menyala merah.

Tiada sahutan, tiada komunikasi, hanya terus saja berjalan, itulah hal yang bisa ia lakukan ketika langkah kakinya berhasil mendarat di karpet merah manyala. Deritan pintu yang terdengar jelas disertai napasnya yang kian memburu, ikut andil dalam latar belakang saat mengetahui dirinya menemukan siapa yang berada dalam dekapan seorang wanita dengan surai rambut panjang bergelombangnya.

Awal mula ia hanya menarik sudut kanan bibirnya ke bawah, mengetahui wanita itu juga menatapnya dengan senyum menawan—atau mungkin—senyum paksa yang sengaja disunggingkan supaya ia tidak merasa curiga. Padahal lelaki itu benar-benar tahu, jika itu hanyalah sebuah kepalsuan nyata. Dan wanita ini pun tak bisa menutupi tingkah laku apa saja yang dilakukan di saat ia tak ada di dekatnya, di sisinya, atau apapun.

“Hyun…” lirih wanita itu, “Lihat ini… bukankah dia terlihat sangat manis?”

Alis pria itu pun mengernyit.

Hanya itu yang bisa kau ucapkan padaku untuk mendiskripsikan apa yang ada dalam pelukanmu?

Baik, cukup bagus untuk dikatakan oleh seorang pembohong.

“Mungkin…” jawabnya singkat. ”But, I’m not sure…

“Tentang apa?”

Pria itu mempertajam tatapan matanya.

“Aku tahu, kau telah menyembunyikan sesuatu dariku.”

Kemudian hening menguasai lingkup partikel udara di sekitar mereka. Sorotan mata menyakitkan itu bergegas menghujam hati si wanita hingga tubuhnya bergetar sepersekian detik. Lalu beralih menatap sosok makhluk suci tak berdosa yang berada dalam dekapannya. Merasa muak, tak tahan, kedua tangannya pun segera merengkuh sosok itu diikuti pekikan menyayat hati dari sang wanita. Tangannya teracung, berniat melawan, namun ia sadar bahwa kekuatannya tak mungkin cukup untuk menghadapi seseorang di hadapannya yang jelas-jelas adalah pria.

Dadanya mendadak sesak, bernapas pun terasa sulit. Tubuhnya melemas dan terjatuh ke lantai. Air matanya dibiarkan mengalir begitu saja, ditambah ia tak kuasa menahan tangis, mengetahui jika pria itu akhirnya mengerti akan segala hal yang dianggap tabu. Segala hal yang tak mungkin, dan dengan senang hati bersembunyi di belakangnya berbulan-bulan hingga menjelang akhir musim dingin.

“Hyun… kumohon… ”

“…Pengkhianat!” suara bariton itu menggelegar, menimbulkan tamparan keras di hati si wanita.  Tangis sesosok bayi mungil dalam dekapan pria itu pun pecah karenanya.

 

 

…Dia, bukan anakku, kan?

 

 

“Benar, kan, dia bukan anakku?”

Dunia terasa berhenti berputar. Detak jantungnya pun seakan tak dirasakannya lagi. Wanita itu sudah tak ingat kapan terakhir kali air matanya menetes. Dan ia pun tak ingat kapan terakhir kali ia jatuh terduduk. Seluruh organ tubuhnya seakan mati rasa. Bahkan yang dapat berfungsi hanyalah indera pendengarannya yang dapat menangkap desahan napas memburu yang berasal dari paru-paru Seunghyun.

“Katakan,” teriakan Seunghyun kembali membuatnya terlunjak.

“Katakan kalau ini bukan anakku, Bom!”

Wanita itu terdiam, dan hanya bisa menunduk tak mempedulikan seberapa banyak air mata yang menggenang di pelupuknya.

“Wajahnya tidak mirip denganku…” Seunghyun kemudian meraba kedua pipi bayi itu perlahan, namun hanya ditanggapi dengan senyum getir.

“Dia… dia lebih mirip dengan Dongwook.”

“Hyun…”

Napas Seunghyun tercekat disusul menggeleng tak pasti. “Dia bukan anakku…”

“Hyun… dengarkan aku…”

“Dia bukan anakku! Dia adalah anak hasil perselingkuhanmu dengan Dongwook. Iya, kan?!”

Mata wanita itu terpejam perlahan. Sementara Seunghyun berusaha menjaga nada bicaranya agar tidak bergetar. Namun ia kira itu tidak akan berlangsung lama, begitu mengetahui kenyataan pahit yang menyelimuti sebagian besar rentang waktu hidupnya, semenjak ia mempersunting Parkbom.

Ia tak tahu jika ada sesuatu yang janggal terhadapnya. Ia tidak mengetahui jika Parkbom memiliki hubungan khusus dengan Dongwook. Ia tidak mengetahui apapun. Bahkan ia pun tak tahu jika sebelum menikahinya, Parkbom telah mengandung anak sahabatnya sendiri selama dua bulan.

Ia memang bodoh, tidak peka, bahkan tolol.

Setolol dengannya yang sama sekali tak tahu-menahu perihal wanita itu sendiri.

Hingga isakan menyakitkan itu pun terdengar lagi di telinganya. Dan ia juga tidak menyadari, bahwa wajah tirusnya kini telah dirusak oleh air mata yang tiba-tiba mengalir melewati pelupuknya.

“Hyun… maafkan aku…”

Seunghyun tak menjawab, membiarkan semuanya berakhir dengan hati dan perasaannya dirundung kekecewaan oleh sepengetahuan Parkbom, yakni sang wanita pengrusak janji suci mereka.

Ia harap ini tidak akan terulang kembali. Seperti apapun caranya.

 

 

 

-fin-

 

A/N : Ini drabble kayaknya aneh banget yak -_- maaf kalo hasilnya jelek (banget), karena saya baru belajar bikin drabble. Jadi jika kamu berkehendak, mungkin bisa meninggalkan kritik dan sarannya buat saya, biar saya bisa memperbaikinya di ff mendatang?