Title :  She’s Mine (Start!)

Author : G-Kyung

Genre : Romance, Friendship & Tragedy

Cast(s) :     -Kang Daesung

-Lee Ha Mi (OC)

-Dong Yong Bae (Taeyang)

-Kang BoRa (Daesung sister)

-All Big Bang member

-Kwon Eun Ji  (OC)

Length : Cerita berchapter part 2  .-.

A/N : Konflik memanas…. Dibeli mumpung masih panas

Twitter : @Lady_Kangdae

 

Cerita Sebelumnya :  

 

“Hami?” Daesung menatapnya heran

“Dae oppa?” Hami juga heran

Tiba tiba muncul si Namja, “Hami? Kau kena…” omongannya terhenti.

“Taeyang Hyungg???”  Daesung menatapnya  kaget.

Taeyang ikut kaget menatap Daesung, “Kenapa dia bisa ada disini?” batinnya….  

 

Saat cinta mendominasi, sahabat tidak ada artinya lagi

CHAPTER 2 : Heartache

Taeyang berjalan bagaikan ketua kelompok di depan, meninggalkan Hami dan Daesung yang sok cuek dibelakang.

“Ya! Kalian lambat banget sih?” Taeyang menoleh kebelakang

Mendengar itu, Hami bergegas menyusul di samping Taeyang diikuti Daesung. Jadi, formasi ketiga manusia kece ini adalah Daesung:Hami:Taeyang. Yang artinya Hami ditengah.

“Hyung…” Daesung menatap Hyungnya dengan sedih.

Taeyang niatnya ingin membalas dengan tatapan kejam, tapi habis liat mata sipit dongsaengnya yang memelas itu ia mengurungkan niatnya.

“Mwoya?” Taeyang mencoba membalas selembut mungkin.  “Hari ini jahat banget sih?” Daesung menatap Taeyang.

Perlukah Taeyang mengatakan bahwa ia merasa terganggu? Ah.. Jangan, Daesung bagaikan adik seperjuangan (?) yang telah bersamanya selama  8 tahun lebih.

“Ani… mungkin karena udaranya agak panas” Taeyang beralasan aneh

“Mwo? Panas?? Oppa!! Coba lihat salju masih tersisa dan kau bilang panas?” Hami menyela

Taeyang mengalihkan pandangan malu. Daesung mengangguk sok ngerti.

“Daesung-ah..” Taeyang menepuk pundak Daesung

“Hmm?” Daesung mengalihkan pandangan dari depan

“Kali ini kita bagi tugas, kau cari minum, aku dan Hami akan mencari tempat. Mengerti?” Taeyang menunjuk keduannya.

“Kenapa tidak aku saja yang cari minum?” Hami menunjuk dirinya.

“Ya! Kau itu, jangan membantah!” Taeyang menatapnya sengit

“Ah, Hami biar aku yang beli kau sama Hyung saja biar aman” Daesung menatap Hami dan berlalu dari situ.

“Dae oppa..” Hami menatap Daesung yang telah menjauh

“Hami, ayo!” Taeyang menarik tangan Hami. Hami sih nurut aja.

Triangle Love?

 

AT YG OFFICE (GYM)~

 

“Hyung, kau sadar” GD duduk di samping TOP yang sedang berlari diaatas treadmill

“Wae?” TOP menyahut singkat.

“Pasti karena Daesung dan Yongbae,kan?” TOP nyahut lagi

“Tuh tau, entahlah kenapa sejak seminggu belakangan ini mereka sepertinya semakin jauh” GD mengelus dagunya

“Tepatnya ketika ada Hami” TOP mematikan treadmillnya dan turun. Mulai tertarik dengan perbincangan

“Yes! That’s right..” GD mengangguk cepat. “Untung saja Seungri gak nyangkut dalam masalah ini.

“Maksudmu?” TOP gak ngerti ternyata

GD mengerutkan keningnya. “Hyung lupa kalau dia yang paling ‘agresif’?”

“Oh, ne.. aku lupa” TOP menggaruk kepalanya

“Sejak mereka mengenal siapa? Hami? Mereka seakan memiliki dunia tersendiri” ujar GD sok dektektip

“Sudah dua bulan kan, mereka mengenal Hami?” TOP menaikkan alis.

“Atau jangan-jangan mereka……..” TOP dan GD berpandangan

“Hyungdeull! Kalian dapat telfon dari Ajusshi?” Seungri masuk kedalam GYM yang langsung mengagetkan kedua namja itu.

“Ajjushi yang mana? Mobil?” GD  menoleh

“Yap… hyung tau? Katanya Daesung keluar dari mobil saat di lampu merah

“Mwoya?? Keluar dari mobil, apa dia gila?” TOP terkejut

“Itu kenyataannya hyung” Seungri sweetdrop

“Ajusshi memberi tahu kemana Ia pergi?” GD menarik rambutnya frustasi

“Katanya Daesung hilang di belokan gang” Seungri mengangkat bahunya

Mereka bertiga terdiam. Kayanya sih mikir…

SEOUL TOWER—

“Hami, sebenarnya sih rencanaku kesini…” Taeyang memutus omongannya. Masih ragu rupannya.

“Kenapa? Kita jalan-jalan bukan?” Hami menarik rumput di sampingnya.

“Ahh….bukan itu” Taeyang menggeleng

“Lalu, apa?” Hami mengerutkan kening heran

“Kau ingat saat pertama kali datang ke YG office?”  Taeyang tersenyum geli

“Ahhhh~`yang itu… aku salah masuk ruangan ya? Konyol” Hami menunduk menahan malu

Taeyang mengalihkan pembicaraan, “Hey, bagaimana dengan Imo? Tokonya baik-baik saja?”

“Heem, semuanya lancar bahkan eomma akan membuat cabang” Hami tersenyum bahagia mengingat eommanya

“Hah.. syukurlah” Taeyang menghembuskan nafas

“Bagaimana dengan oppa? Titipkan salamku untuk DongHyunBae oppa, ya??” Hami memang nge fans sama DongHyunBae yang gantengnya sama kaya DongYongBae

“Ya!! Kenapa dia?” Taeyang manyun

“Memang gak boleh?” Hami bales manyun

“Gak juga sih…” Taeyang termenung sesaat

Hami kembali memandang pemandangan di hadapannya. Tanpa sadar kalau Taeyang menatapnya.

“Emm… Hami, sebenarnya aku memiliki maksud mengajakmu kesini” Taeyang menoleh kebelakang sesaat takut ‘dia’ datang.

“Apa? Kejutan ulang tahunku? Tidak usah repot-repot. Cukup bilang Saengill chukae hamnida saja. Lagipula ulang tahunku masih lama” Hami sok tahu

“Ani… sebenarnya sudah lama aku suka padamu….” Taeyang berkata lirih

“A..apa? Hami sedikit shock

Taeyang menatap Hami cukup lama

Menanti Jawaban

DAESUNG SIDE~

 

“Ah… aku lagi korbannya” Daesung menenteng 3 botol air isotonic yang habis dibelinya dengan susah payah karena gerombolan orang yang terus ngeliatin dia.

“Tapi.. kenapa ya, Hyung dan Hami bisa disini?” Daesung mengingat kejadian di puncak tower tadi

“Jangan-jangan mereka…Aiishh,lupakan!” Daesung menggelengkan kepalanya cepat

Daesung mempercepat jalannya karena risih sama pandangan dan teriakan fans yang udah jejer bak prajurit Inggris di sepanjang jalan.

“Titipkan salamku untuk DongHyunBae oppa,ya?”

“Itu suara Hami “ batin Daesung

 

“Ya! Kenapa dia?”

Daesung menghentikkan langkahnya. Ia berada sekitar 6 meter dibelakang Hami dan Taeyang

“Memangnya gak boleh?”

  Daesung menajamkan pendengarannya. “Ah, hanya perdebatan konyol” batin Daesung cuek  dan terus berjalan

 

“Sebenarnya sudah lama aku suka padamu”

Daesung  menghentikkan langkahnya. Senyum gembiranya perlahan pudar. Ia termangu untuk beberapa saat.

Ia mencengkram jaket  yang membungkus dadanya. Ia ragu jalan lagi atau tidak?

Akhirnya…..

Daesung membuang ketiga botol air mineral itu lalu berjalan cepat,pergi dari situ

HAMI AND TAEYANG~

 

“Apa yang harus aku lakukan?” Hami panic. Di situasi seperti ini dia cukup bimbang.

Disatu sisi ia sangat menyayangi Taeyang di sisi yang lain Daesung adalah namja yang paling menyayanginya.

Apa yang harus dia lakukan?

Author yakin, kalian juga pasti bimbang kalau di posisi Hami

“Jadi, apa jawabanmu?” Taeyang memainkan cincin ditangannya. Gugup menanti jawaban

Hami masih terdiam. Dia tidak ingin melukai keduannya.

“Aku……..

AT  STUDIO~

“Yongbae..” GD duduk disebelah Taeyang

Taeyang hanya menoleh kecil.

“Cuek banget sih jadi orang?” GD melirik kejam

“OK.. wae? Aku tidak terlambat lagi kan?” Taeyang menatap jenaka GD

“Tidak sih, tapi.. dimana Daesung-ah? Padahal tadi pagi dia yang mencarimu” GD curiga

Taeyang ingat. Tadi dia pulang dari Seoul Tower hanya berdua. Ia menghembuskan nafas keras.

“Aku yakin kalian tadi bertemu” GD menepukkan tangannya.

“Ah.. iya tapi aku tidk melihatnya lagi” Taeyang menatap kedepan kosong

“Kuharap kau bisa bertanggung jawab sebagai seorang Hyung terhadap Doengsaengnya” GD keluar dari studio.

Taeyang menggigit bibirnya ,kalut

She’s Mine 

 

“na jib e wasseo…” Daesung masuk kedalam rumahnya.

Rumah di Itaewon

“Ehh.. Daesung-ah, tumben kau pulang? Tidak ada jadwal?” BoRa menghampiri adiknya

“Ani, nuna.. terlalu banyak jadwal toh tidak baik bagiku” Daesung tersenyum kecil yang bermaksud mengejek

“Aiisshh.. sekarang kau sombong ya??” BoRa menepuk kepala Daesung

Keduanya tertawa

“Nuna, aku ke kamar dulu” Daesung membuka pintu kamarnya

“Kau tidak makan?” BoRa menahan pintu yang ditutup Daesung

“Ani, Nuna” Ia menggeleng

“Ah…” BoRa mengangguk

Hami turun dari bis.  Dimana dia?

Itaewon

Ia berjalan memasuki salah satu gang. “Yang ini rumahnya” Ia membuka pagarnya pelan.

Hami menekan pintu bel rumah itu. Tidak dibuka. Tidak ada orangkah?

“Ne.. jamkkanman”  suara seseorang terdengar dari dalam.

Pintu terbuka. Hami tidak sadar karena menghadap kearah sebaliknya.

“Hami?” Daesung mencoba melihat muka gadis itu.

“O..oppa? Kenapa oppa di Itaewon?” Hami menampakkan muka bingungnya.

“Apa yang kau lakukan di Itaewon? Ini rumahku Hami…” Daesung memutar matanya

“Oh.. iya aku lupa. Aku mencari Bora eonni, apa dia ada?” Hami tertawa garing

“Bora Nuna keluar 30 menit yang lalu. Lalu kau mau apa?” Daesung tersenyum misterius

Hami menatap sepatunya. Mau ngapain lagi dia disini kalau orang yang dia cari tidak ada?

“Bagaimana kalau kita menunggu di atap?” Daesung menunjuk keatas

“Bagaimana naiknya?” Ia mengikuti tangan Daesung yang menunjuk ke plafon. “Dasar  babo… tentu saja lewat tangga” Dae menggaruk rambutnya frustasi.

“Ayo…” Daesung mendahului ke dalam. Diikuti oleh Hami.

She’s Mine

 

Daesung duduk di kursi besi yang ada di atas loteng rumahnya.

“Ayo, duduk” Daesung tersenyum pada Hami yang masih kaku di atas tangga loteng

Hami mendekati Daesung dan menduduki kursi di hadapannya.

“Oppa kemana tadi? Aku menunggumu 1 jam di gerbang. Tapi oppa tidak keluar juga” Hami memainkan jarinya.

Daesung tersentak, “Aku duluan ,Bora nuna menelfonku untuk segera pulang” Daesung tersenyum lagi.

“Padahal aku menunggu oppa selama 1 jam di gerbang. Sampai-sampai aku dimarahi eomma karena pulang terlambat” Hami terisak

“Ya, mianhe.. jangan nangis. Cengeng” Daesung mengacak poni Hami yang rata.

Hami mengelap air matanya.

“Jangan nangis,” Daesung mengangguk

“Apa oppa mengetahui hal ini?” Hami melirik hati-hati kearah Daesung

Daesung terdiam, “Hal apa? Apa kau ada masalah?”

“Ani… aku hanya merasa bersalah kalau tidak menceritakkan ini ke oppa” ucap Hami dengan volume kecil

“Ceritakanlah, jangan rahasiakan apapun dari aku” Daesung menopang dagunya dengan tangan di atas meja.

Siap mendengar cerita….

“Tadi  Tae oppa mengatakan sesuatu kepadaku” Hami menelan ludahnya keras

“Apa? Hal seperti apa?” Daesung mengubah posisinya menjadi duduk tegak.

Mulai connect ternyata abang Dae ini…

“Dia membuatku bingung, aku tidak tahu harus berkata apa” Hami menarik nafas

“Apa hyung menyakitimu? Dia memarahimu?” Dae menutupi bahwa ia sudah tahu hal itu

“Dia menyatakan cinta padaku, aku tidak tahu harus berbuat apa… Dia begitu tulus, aku tidak sanggup menolaknya apalagi menyakitinya” Hami meneteskan air mata

Daesung tahu hal itu, bahkan ia mendengar secara langsung

“Menyakitinya? Kau menolaknya? Apakah kau mencintai namja lain?” Daesung mengintrogasi Hami

“Entahlah, dia bagaikan saudaraku. Aku meminta waktu 2 hari untuk memberikan jawaban.  Mungkin ada namja lain, tapi aku takut menyakitinya” Hami menggigit bibirnya

“Kau harus jujur pada dirimu sendiri” Daesung kehabisan kata-kata

“Sini, biar oppa peluk, HaHa-chan”  Daesung berdiri dan merentangkan tangannya kearah Hami

Hami menyambut dengan pelukan frustasi

“Otoke, oppa?” Hami berbisik

Daesung mengelus punggung Hami.  Perlahan,ia melingkarkan tangannya di pinggang Hami dan memejamkan matanya.

Daesung merasa… entahlah, nyaman mungkin?

She’s Mine

 

Kwon EunJi berjalan memasuki YG ent. Sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri

“Oh.. Eunji?? Cari siapa?” Seorang dancer menghentikan langkahnya

“Anyeong.. aku cari Daesung oppa?,Apa dia ada?” Eunji melirik kea rah lift

“Daesung-shi dari kemarin tidak kelihatan” si Dancer menjelaskan

“Aaa… apa di basement ada orang?” Eunji berharap

“Ada Taeyang-shi dan TOP-shi, mereka sedang makan siang. Lewat lift di ujung biar cepat” Dancer itu menunjuk lift di pojok lorong

“Gomawo, maaf mengganggu” Eunji membungkuk

“Ne..” dancer itu berlalu

BASEMENT

“Anyeonghaseo!!” Eunji membungkuk kepada beberapa trainer yang lewat

Serentak Taeyang dan TOP yang tengah bersantai itu terlonjak

“Eunji, apa yang kau lakukan di YG? Katanya ada jadwal?” TOP berdiri menyambut Eunji

“Aku tidak jadi siaran, ada orang yang menggantikanku. Lagipula ini hari liburku” Eunji cuek

“Kau cari siapa?” Taeyang nyahut

“Daesung oppa.. apa kalian bertemu dengannya?”  Eunji mengangguk antusias

“Oh, Dae pulang kerumahnya. Bora Nuna pulang, entah kenapa tiba-tiba” sahut TOP

“Itaewon… ada kemungkinan dia akan segera pulang ke Seoul?” Eunji bertanya cemas

“Katanya hari ini dia pulang, tunggu saja disini dengan kami” Taeyang menepuk kursi disebelahnya

“Ne….” Eunji beranjak duduk

“Tunggu saja, mungkin sebentar lagi datang” TOP sotoy

LIFT~

“Kau benar-benar baik saja?” Daesung melirik Hami

“Ne, oppa.. eomma bahagia sekali akhir ini.aku juga ikut bahagia.Padahal appa belum pulang dari perbatasan. ” celetuk Hami

“tapi ajusshi baik-baik saja kan? Kudengar kondisi sedikit rawan disana” Daesung mengingat berita yang dia tonton beberapa hari yang lalu

“Ah, iya. Tugas appa sebenarnya sudah selesai. Tapi dia ngotot ingin tetap disana. Kadang aku bingung, dia lebih cinta pekerjaan atau keluarganya” Hami kesal

“Heiisshh.. jangan seperti itu!” Daesung mengacak rambut Hami

“Ya, oppa!!”

BASEMENT

“Anyeongsaheo!! “ Daesung dan Hami  menyapa bersamaan

Eunji menoleh. Ia tersenyum gembira mendengar suara Daesung, namun sesaat kemudian pudar saat melihat Hami berjalan di sampingnya.

“Tumben ngumpul disini? Biasanya di GYM. Ah, pasti Hwangssabu-shi pergi” Daesung duduk di samping TOP

“Tidak juga, aku kehabisan energy setelah latihan. Jadi aku harus makan untuk mengisi energy” Jelas TOP panjang lebar

Daesung menaikkan alisnya

“Eunji mencarimu. Ajaklah dia berbicara” Taeyang menunjuk Eunji

“Ada apa? Tumben mencariku. Biasanya kau yang paling cuek padaku” celetuk Daesung

“Ya! Enak saja… aku ingin mengajak kalian makan di restaurant baru dekat kantorku. Katanya di sana enak. Sayangnya Seungri dan GD oppa tidak ada disini”

Eunji menghela nafas

“Kalau begitu, ajak saja Hami. Untuk menggantikan kedua orang itu” Taeyang menepuk pundak Hami yang saat itu tengah termenung . “Bagaimana?”

“Ahh.. itu terserah kalian saja” Hami tersenyum

Eunji menatap Hami lekat. Ada sedikit keraguan di mata Eunji.

“Baiklah…” hela Eunji seakan tidak rela

Hami membungkukan badannya.

“Ayo kita pergi!! Go Go Go!!” Daesung mendahului mereka memasuki lift

She’s Mine

 

“Ternyata butuh perjuangan juga untuk sampai disini” keluh Taeyang

“Biasalah, resiko orang seperti kita” TOP menaikan kedua alisnya

“Orang seperti apa,Hyung?” Daesung menahan tawanya

“Ah.. lupakan” TOP mengibaskan kedua tanganya

“Baiklah, ayo duduk. Hari ini aku yang traktir! Kalian makanlah sepuasnya!” Eunji menarik kursinya sendiri

“Baiklah, bawakan semua makanan yang ada disini” teriak TOP semangat

Hami menarik kursi dihadapan Eunji. Daesung langsung menduduki tempat di samping kirinya dan Taeyang di samping kanannya

“Jadi tidak ada yang mau duduk di sampingku nih?” ujar Eunji kecut

“Ok.. aku disebelahmu” TOP mengalah

Eunji memutar kedua bola matanya

“Jadi… aku sudah lama tidak minum” Taeyang mengetuk meja

“Ah, biar aku tuangkan untukmu” Eunji mengangkat botol di hadapannya dan menuangkannya ke gelas Taeyang

“Gomawo” Taeyang meneguknya cepat

“Hami-ah, tuangkan di gelasku dong” TOP mengangkat gelasnya

Hami yang sedari tadi diam langsung terhenyak, “Ne, oppa. Jankkanman..” Hami menuangkan ke gelas milik TOP

Namun, tangan Daesung yang hendak membalik daging menyenggol tangan Hami yang tengah menuangkan bir

Lantas, bir itu tumpah dan mengenai rok yang dipakai Eunji juga Jaket milik TOP

“YA!!! Kau bisa menuangkan tidak? Haiisshh.. aku sudah menebak akan begini jadinya” bentak Eunji yang langsung berdiri dari duduknya

“Mianhe, Eunji-shi.. aku tidak sengaja” Hami membungkukkan badan berkali-kali

“Kau harusnya bisa menggunakan tanganmu dengan baik! Babo!!” Eunji semakin berapi-api

“Ya, Eunji-ah dia tidak sengaja. Bisakah kau tidak membentaknya seperti itu?”  Taeyang ikut berdiri dari singgansananya

“Oppa tidak lihat? Bajuku basah!” Eunji menarik tissue dari atas meja

“Mianhe..Mianhe ini salahku” Hami meneteskan air mata

Melihat itu TOP ikut angkat bicara

“Sudahlah Eunji, bajuku juga basah. Lagipula tidak banyak” TOP menunjuk jaketnya yang basah

“Aku tidak peduli, aku tidak mau dia ada disini” hardik Eunji

“Aku minta maaf, ini semua salahku. Baiklah aku pergi dulu. Terimakasih sudah mengajakku makan disini” Hami mengambil tas dan jaket di kursinya dan berjalan cepat keluar dari tempat itu

“Begitu lebih baik” Eunji kembali duduk

“Tidakkah kau punya rasa kasihan. Aku sudah mengenalmu selama 3 tahun. Aku baru tahu kau seperti ini. Ini sudah malam, bagaimana dia sendiri diluar? Daesung melirik tajam Eunji

“Opp..oppa..” tangan Eunji bergetar

“Seharusnya kau bilang dari awal kalau tidak ingin mengajaknya. Lebih baik aku pergi dengannya dari tadi” Taeyang memainkan kunci mobilnya

Daesung dan Taeyang berpandangan, dan langsung berlari keluar dari restaurant

“Oppa! Kalian mau kemana?” teriak Eunji

“Eunji-ah, sudahlah..” TOP menahan Eunji yang hendak menyusul keduannya

OUTSIDE

“Daesung-ah, jankkanman..” Taeyang menahan Daesung yang hendak berlari menyusul Hami

Daesung menghentikan langkahnya spontan

“Wae hyung?” Daesung tidak membalikkan badannya

“Kau, tahu aku merasa kita sekarang telah bersaing” Taeyang memasukkan kedua tangannya ke saku celana

“Bersaing dalam hal apa? Bukankah kita tidak memperebutkan sesuatu?” Daesung akhirnya membalikkan badannya

“Kita bersaing, memperebutkan Hami” Taeyang menatap lurus Daesung

Daesung menggertakkan giginya

“Setuju…”

Mereka berdua melemparkan senyum kecut

A/N : Whoo… ini ngirimnya lama banget. Aku akui, ternyata bikin konflik susah banget!!! *prustasi

Penasaran? Tunggu chap selanjutnya!!