Title : She’s Mine (Love)

Author : G-Kyung

Genre : Romance,Friendship, & Tragedy

Cast (s) :  -Kang Daesung

-Lee Ha Mi (OC)

-Dong Yong Bae (Taeyang)

-Kwon Eun Ji (OC)

-All Big Bang member

A/N : Ceritanya rada mirip pertandingan sepakbola ._.

Twitter : @Lady_KangDae

 

Cerita Sebelumnya :

“Kau, tahu aku merasa kita sekarang telah bersaing” Taeyang memasukkan kedua tangannya ke saku celana

“Bersaing dalam hal apa? Bukankah kita tidak memperebutkan sesuatu?” Daesung akhirnya membalikkan badannya

“Kita bersaing, memperebutkan Hami” Taeyang menatap lurus Daesung

Daesung menggertakkan giginya

“Setuju…”

Mereka berdua melemparkan senyum kecut

 

Aku,Kita, dan Dia

 

Chapter 3 :

Taeyang menelusuri jalanan dengan tergesa-gesa. Padahal ini sudah jam 23.00 malam.

 

“Siaall!! Kemana dia? Kenapa dia tidak mengangkat telfonku” Taeyang mencengkram ponselnya

Asap terus membumbung dari mulutnya. Cemas, Kalut, dan Takut

 

“Hyung, Hami ada di kantor? Tidak ada? Ne.. gomawo” ia memasukan kedua tangannya kedalam kantong jaket

 

Hami selalu membuat Taeyang cemas

 

Daesung menduduki ayunan kayu di sisi taman. Lega hatinya saat mengetahui kalau Hami sudah sampai dirumah dengan selamat.

 

Kenapa dia bisa tahu? Itu rahasia Kang Daesung seorang

 

“Maaf Hyung aku akan mengambilnya”

Ia tersenyum sambil menatap bulan yang tengah bersinar di atas

 

 

She’s  Mine

“Hami tidak apa-apa kan?” GD melirik kearah dua orang yang tengah menyantap sarapan itu

 

Daesung mengangkat kepalanya, “Dia sudah ada dirumah jam 23.00 semalam. Ibunya menelfonku”

Taeyang beku, kenapa hanya Daesung yang diberitahu?

 

“Kau mengantarnya?” Taeyang menatap Daesung

 

“Ani.. ibunya yang menelfonku” Daesung tersenyum

 

GD menatap keduanya heran, “Ya..ya.. kalian kenapa sih, pagi-pagi sudah dingin seperti itu”

 

“Rahasia” ucap keduanya berbarengan

 

“Kalian ikut paduan suara? Kompak sekali merahasiakannya. Lain kali ajak aku” sambung TOP yang tengah mengaduk-aduk isi kulkas

 

Seungri keluar dari ruangannya, “Daesung hyung, Eunji menelfonku. Dia ingin bertemu denganmu siang ini di Basement

 

“Kau tanyakankenapa tak langsung menelfonku?” Daesung menyendok nasi terakhirnya

 

“Aku tidak sempat” geleng Seungri

 

Daesung memutar bola matanya , “Bilang padanya aku menunggu di taman Hwaseong. Jam 2 siang nanti”

“Kenapa tidak Hyung saja yang bilang padanya?” Seungri memasang wajah Victory nya

 

“Aiisshh!! Lupakan”

 

 

She’s Mine

Taeyang memasuki toko kue yang cukup besar di kawasan Insandong. Bel diatas pintu berbunyi diikuti masuknya Taeyang kedalam.

“Annyeonghaseo, ada yang bisa kami… oh!! Taeyang.. BigBang!” seorang pegawai wanita menutup mulutnya

 

“Ah, ne.. aku mencari Hami. Apa dia disini?” Taeyang mengetukan cincinnya ke meja kaca

 

“Ne, dia ada di dalam, lewat sana” pegawai itu menunjuk pintu diujung lorong

 

“Gomawo…” Taeyang tersenyum kecil yang sukses membuat pegawai itu mundur dari tempatnya

 

Langkah kaki Taeyang langsung terhenti saat melihat Hami keluar dari pintu itu. Gerakan Hami tertahan saat melihat Taeyang menatapnya.

“Apa yang oppa lakukan disini?” Hami melihat Taeyang dengan tatapan shock

 

“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu, ikut aku” Ia menarik tangan Hami keluar dari toko

 

 

HWASEONG PARK

“Kenapa kau tidak menelfonku langsung?” Daesung menghela nafas panjang

 

Eunji memainkan gelas milkshake ditangannya, “Aku sudah bisa menebak kalau oppa tidak akan mengangkatnya”

 

Daesung menyedot milkshake coklatnya sembari mengerutkan mata menahan pancaran sinar matahari siang itu

 

“Sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu tentang tadi malam” Eunji menatap Daesung

 

“Sudah kuduga kau mau membicarakan hal ini” Daesung enggan menatap Eunji

 

Eunji menahan rasa jengkelnya, “Aku sebenarnya ingin minta maaf atas kejadian semalam, aku tidak bermaksud seperti itu. sungguh”

“Aku memaafkanmu…” Daesung tersenyum

 

“Syukurlah, gomawo oppa” Eunji menggenggam tangan Daesung

Daesung menarik tangannya dari genggaman Eunji, “Apakah Hami memaafkanmu?”

 

Eunji tidak dapat membuka mulutnya

 

“Bisakah oppa menghubunginya dan menyuruhnya datang di kantorku? Aku ingin bicara dengannya” Eunji mengalihkan pandangannya

 

“Apakah kau akan memukul dan mempermalukannya dihadapan temanmu?”

 

“Apakah aku tipe orang yang seperti itu?” Eunji mengerang pasrah

“Baiklah..” Daesung tersenyum

 

 

COFFE SHOP

“Kau langsung pulang malam tadi?” Taeyang menatap intens ke arah Hami

 

“Ne, maaf aku tidak memberitahu kalian”

 

“Tapi ibumu memberitahu Daesung?”  entah kenapa rasa cemburu ini teru datang kehati Taeyang

Hami menaikkan kepalanya, “aku tidak tahu tentang hal itu,oppa..”

 

“Lain kali kau harus memberitahuku, bagaimanapun aku juga khawatir padamu” Taeyang mengelus rambut Hami halus

 

Hami terpaku, ia ingat dengan kejadian beberapa hari yang lalu

 

 

“Apa kau sudah memikirkannya?” sadar dengan kecanggungan Taeyang kembali ke posisi semula

“Tentang apa oppa?? Kejadian semalam?” Hami mengalihkan pembicaraan

 

Taeyang menggigit bibir bawahnya

 

“Bukankah kau bilang ingin waktu 3 hari?” Taeyang menatap heran

 

“Masalah itu… aku…” Hami bingung harus mengatakan apa

“Kalau kau belum siap, katakan saja. Aku terus menunggu” Taeyang tersenyum lembut

 

Ponsel Hami berbunyi

“Ah, ada telfon. Jankkaman oppa” Hami berdiri dari kursinya

 

Taeyang mengangguk

 

“Yeoboseyo? Daesung oppa? Ne, aku segera kesana” Hami menutup ponselnya

“Siapa? Daesung?” Taeyang penasaran

 

“Ya, Eunji-shi ingin bertemu denganku. Aku pergi dulu oppa” Hami membungkuk dan keluar dari coffe shop

 

Tatapan sendu Taeyang mengiringi keluarnya Hami dari coffe shop

“Aku akan menunggu Hami-ah, selalu”

 

SBS RADIO STATION

Hami mengetuk pintu salah satu studio. Sebenarnya ada ragu dihatinya

 

“Ya, masuk saja” suara dari dalam cukup meyakinkan Hami untuk mendorong pintu itu

 

“Annyeonghaseo, Eunji-shi…” salam dari Hami membuat Eunji menoleh dari pekerjaannya

 

“Oh, Hami-shi, duduklah… maaf kalau aku mengajakmu bertemu terlalu pagi” ujar Eunji sembari menarik kursi dihadapanya

 

“Ah, ne… tidak apa. Lagipula aku mengambil kelas siang” Hami tersenyum

 

“Aku ingin minta maaf atas insiden tadi malam, aku mengacaukan semuanya”

 

“Justru aku yang harusnya minta maaf, tidak seharusnya aku berkata seperti itu kepadamu” potong Eunji

 

“Aku merasa sangat bersalah pada kalian, terutama padamu dan para member”

 

Eunji terdiam. Apa katanya? Para member?

Sebegitu pedulinya kah mereka pada Hami?

 

“Apakah salah satu dari mereka mencarimu?” nada suara Eunji berubah

Hami menatap Eunji, “Ani, aku pulang sendiri. Tapi kata Yongbae oppa, ibuku menelfon Daesung oppa”

 

Daesung?

Eunji menggertakan giginya perlahan. Tanpa suara.

 

“Kau memiliki hubungan dengan Daesung atau Taeyang?” Eunji mengubah nada suaranya seaakan menginterogasi

 

“Mereka dekat denganku 2 tahun ini” jelas Hami

 

Eunji mengubah raut wajahnya

“Kurasa aku yang lebih dulu dekat dengan mereka”

 

“Ne?” Hami mengangkat wajahnya

 

Suasana menjadi canggung karena perkataan Eunji barusan

 

“Kau mengenal mereka tidak lebih lama dari aku, kau tidak tahu apapun tentang mereka. Jadi kurangi kedekatanmu dengan mereka. Mengerti?” Eunji berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan

 

Hami tekejut, apa maksudnya?

 

 

She’s Mine

Hami termenung di salah satu halte bus. Ia masih bingung, kenapa dengan orang-orang disekitarnya?

 

“Kau mengenal mereka tidak lebih lama dari aku, kau tidak tahu apapun tentang mereka. Jadi kurangi kedekatanmu dengan mereka. Mengerti?”

 

Kata-kata Eunji masih tergiang-giang ditelinga Hami

Salahkah dia dekat dengan member Big Bang?

 

Bus sudah datang, Hami bergegas masuk dan mengambil tempat duduk. Orang disebelahnya cukup aneh. Jaket hitam ,topi putih, kacamata hitam… jangan-jangan…….

 

Seketika matanya membelalak saat melihat siapa orang yang berada sebelahnya

Kang Daesung !!

 

“Hei, kita bertemu ternyata”  senyuman Daesung kali ini terkesan sok polos

 

“Oppa, Kenapa naik bus? Bukankah Ajusshi membawa mobil hari ini?” tanya Hami dengan suara yang super pelan agar semua orang tidak melihat ke arah mereka

 

“Aku mencarimu” ucapan singkat,padat,dan jelas dari Daesung sukses membuat Hami terenyuh

 

“Hami.. kau tidak apa kan?”

 

“Oh.. Ne. aku tidak apa-apa”

 

“Jadi apa yang dibicarakan oleh Eunji tadi? Dia mengatakan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?” suara Daesung memecah keheningan yang terjadi beberapa saat yang lalu

 

“Tidak. Dia tidak mengatakan apapun. Aku hanya meminta maaf diapun sudah memaafkanku. Aku lega sekali” sungguh, hanya orang bodoh yang tidak mengetahui nada suara Eunji yang terkesan ragu

 

“Syukurlah. berhati-hatilah dengannya” ucap Daesung

 

Tiba-tiba perkataan Eunji kembali melintas di kepalanya

 

“Kau mengenal mereka tidak lebih lama dari aku, kau tidak tahu apapun tentang mereka. Jadi kurangi kedekatanmu dengan mereka. Mengerti?”

 

“Ayo kita ke department store yang baru dibuka. Kudengar ada beberapa toko baju dengan desain yang sangat bagus” Daesung menunjuk department store di seberang jalan. Ia langsung menekan bel rem diatas kepalanya

 

Mereka berdua keluar dari bus dan langsung bergabung dengan beberapaorang yang menunggu di garis penyeberangan

 

“Apa oppa tidak ketahuan dengan kostum terbuka seperti  itu? disana terihat sangat ramai” Hami mengeraskan suaranya untuk melawan bisingnya suara kendaraan

 

“Aku seperti bunglon, dapat menyamar disaat apapun. Bahkan menyamar untuk mendapatkanmu” perkataan dari Daesung barusan seaakan menjadi lubang hitam yang menarik Hami ke alam lain.

 

Hami seaakan terhipnotis

Tatapan Hami mengiringi langkah Daesung yang maju kedepan

Namun,bagai di rollback Daesung kembali ke sebelah Hami

 

“Hey,aigoo…ayo jalan! Lampunya sudah merah..” Daesung langsung menarik tangan Hami agar tidak terdorong oleh orang-orang

“Ne, oppa”

 

“Lambat banget sih jalannya.. ayo Hyung, cepet aku gak mau kehabisan koin lagi”

 

Taeyang bener-bener setengah mati dibuat jengkel oleh Seungri hari ini. Dari pagi Seungri sudah menerornya dengan ajakan ke Timezone yang menurutnya mematikan.

 

“Gara-gara hyung kemarin kita kehabisan koin!” omelan dari mulut Seungri terus meluncur

 

“Diam atau kau kutinggal” Taeyang berjalan lebih cepat dan meninggalkan Seungri

“Ya! Hyung… aku kan hanya bercanda”

 

 

“Hami-ah, lihat! Ada boneka lucu lagi disana. Kau yakin tidak mau?” sudah berkali-kali Daesung menawarkan Hami untuk membeli sesuatu. Tapi tetap saja Hami menolak .

 

“Ani, oppa. Merepotkan oppa saja kalau aku beli” Hami menggeleng

 

Daesung menatap Hami tajam, “Kalau kau menolak kuadukan kau pada eomma mu” lalu Daesung menariknya untuk masuk ke toko boneka itu

“Mwo? Bagaimana bisa?” dengan langkah pasrah Hami mengikutinya

 

“Hami-ah, menurutmu bagus yang mana? Yang bajunya merah atau biru?”

Memang tepat pilihan Daesung untuk mengajak Hami kesini. Pertama ini adalah toko boneka, Kedua dia adalah Namja tulen yang pas kecil mainnya kuda-kudaan.

 

“Aku lebih menyarankan yang merah. Karena lebih cocok untuk Namja” tunjuk Hami kearah boneka di tangan kiri Daesung

 

“Ani!! Ini untukmu. Kau Yeoja kan? Pasti kau suka yang biru” Daesung menyodorkan Teddy bear dengan baju biru.

 

Hami menatap Daesung ragu,”Untukku? Oppa yakin?”

 

“Ne.. yang merah untukku. Jadi kita punya teddy bear yang berpasangan”

Melihat tatapan Hami yang bingung, Daesung menyambung,”Maksudku, teddy bear kita sama”.

 

“Gomawo oppa”

 

Daesung tersenyum puas

 

 

“Hyung, kau yakin tidak mau ke sana?”

Habis sudah kata-kata dari mulut Taeyang menghadapi panda yang bernama SeungHyun ini

 

“Bisakah kau diam? Aku sudah mentraktirmu dengan kartu kreditku, tidak lagi dengan kartu perusahaan. Jadi diam, dan nikmati perjalanannya” ini sepertinya sudah menjadi ceramah untuk yang kesekian kali bagi Seungri.

 

Taeyang benar-benar menyesal sudah menjanjikan Seungri main sepuasnya di Dept Store baru. Isi kartu kreditnya kandass!!

 

“Ayolah hyung, aku ingin Baskin Robins.. ingat kan iklan kita??” Seungri menunjukan pose CF nya

Sayangnya mata Taeyang tertuju kearah lain. Seorang Namja dan Yeoja yang tengah berjalan berdampingan memasuki lift

 

Keningnya mengerut, seperti kenal? Mustahil dia tidak kenal. Itu Hami dan Daesung

Matanya tetap terpaku pada Daesung dan Hami. Mereka berdua tertawa,

Bahagia……

Lihat YongBae-ah, Hami dan Daesung membawa Teddy bear yang Kyeopta!!

 

“Ya,kan hyung? Sepertinya aku yang tampak paling kece saat itu… Ya!! Hyung!!” cerocosan Seungri berhenti seketika saat melihat Taeyang berlari mengejar pintu lift yang akan menutup

 

Taeyang berlari. Ekspresi hatinya absurd, antara benci, marah dan cemburu

Benci karena Hami tidak pernah tertawa selepas itu dengannya

Marah karena Hami tidak pernah menunjukkan dirinya yang sebenarnya dengannya

Cemburu? Jelas karena Daesung berjalan bersama Hami

 

Seluruh orang di lift terpaku saat melihat Taeyang menahan pintu lift yang tinggal 15 centi lagi tertutup.  Tawa keduannya terhenti saat melihat Taeyang, seperti merasakan klise balik saat di N Seoul Tower namun kali ini yang muncul di lift tertukar.

 

“O..oppa?” suara Hami bergetar karena kaget

 

Daesung menganga sesaat. Dan kemudian menarik Taeyang masuk

“Hyung, kau akan terjepit!” jelas saja, sejak tadi Taeyang berdiri di pintu lift

 

Taeyang terhenyak dan langsung merespon tarikan tangan Daesung untuk masuk

 

“Ya!! Hyung, tunggu aku” dari kejauhan terdengar suara Seungri yang berlari bak sinetron. Ketiga orang itu serentak menoleh kedepan. Tapi, terlambat baginya… pintu sudah menutup.

“Aisshhh!!!” Seungri menghentakkan kaki kesal

 

“Ceritakan padaku bagaimana kalian berdua bisa bersama”  sekarang beginilah keadaan mereka bertiga. Duduk-duduk canggung sembari berbincang tegang.

 

“Tadi, aku bertemu dengan Daesung oppa di bus. Aku baru pulang dari kantor Eunji” bagai pemecah ketegangan Hami mengeluarkan suara

 

“Bagaimana Daesung? Kenapa kau ada di bus?” pertanyaan beralih kepada Daesung

“Perlukah Hyung mengetahuinya?” suara lirih Daesung terdengar

 

“Mwo? Apa yang kau katakana barusan?” Taeyang mengerutkan alisnya

 

Mimik wajah Daesung berubah seketika. Ia tidak suka dengan hal seperti ini!

 

“Aku sudah 25 tahun, Hyung. Aku sudah dewasa, bisakah kau membiarkanku melakukan hal yang kuinginkan? Ini tidak melewati batas seperti yang dikatakan Jiyong hyung kan?”

 

Taeyang dan Daesung bertatapan. Perkataan Daesung benar-benar membuat Taeyang naik darah kali ini. Belum pernah Daesung berkata seperti itu pada para member

 

“Aku hyung mu, dan menurutku itu melewati batas” Taeyang mengalihkan pandangan dari mata sipit Daesung

 

“Hyung,Apakah semua yang berkaitan dengan Hami ,bagimu melewati batas?”

 

Sontak Hami dan Taeyang tersentak. Apa-apaan itu?

 

“Bisakah aku melewatkan barang satu hari hanya bersama Hami? Hyung bebas melakukannya”

 

Taeyang diam. Apa Daesung tahu hal itu?

“Apa maksudnmu? Aku tidak mengerti!”  Taeyang meninggikan suaranya

 

“Aku juga mencintai Hami” Daesung menatap kearah Hami

 

Sontak Taeyang mengepalkan tangannya

 

Mata Hami berkaca-kaca. Masalah apa lagi yang harus dia terima? Setelah Taeyang kenapa Daesung lagi?

 

 To Be Continued

 

A/N: Ampun kalo ceritanya kurang feel. chapter 3 ini juga pendek… aku kehabisan ide T.T #prustasi. Ok dah, jngn lupa RNR ya!! Gomawo…