POSTER TURN BACK TIME

Author : Sholasido

Title     : Turn Back Time

Cast     : Yoon Eun Hye, Top Big Bang as Choi Seunghyun

Genre/ length : Romance/ Vignette

Disclaimer       : Ide dan alur cerita asli milik sendiri🙂

Songfict           : SNSD- Time Machine/ JYJ- In Heaven

A/N                  : Sebenernya ni cerita terinspirasi dari Time Machine nya SNSD, tapi perkembangannya malah lebih ke arah MV nya JYJ yang In Heaven, Yah mungkin beberapa udah nebak jalan cerita, pasaran soalnya, hehe.

Maaf banget buat yang ga suka pasangan yang satu ini, tapi untuk selanjutnya InsyaAllah jika pemeran utamanya Top pasangannya pasti Yoon Eun Hye, wkwkwk I love This Couple….

Oia , jangan lupa kritik n sarannya buat perbaikan tulisan-tulisan selanjutnya, terima kasih ^^

N maaf jika sengaja atau tidak, udah nyinggung perasaan cingu sekalian….

Twitter                        : @sholakhiyya

 

Aku tertegun memandang tubuh yang kini telah terbaring kaku. Terlambat, hanya lima menit yang lalu, andai aku lebih cepat lima menit saja, andai aku tidak mengabaikannya, andai aku lebih memperhatikannya, semua ini pasti tidak akan terjadi. Aku pasti masih akan bersamanya, aku pasti bisa merasakan tubuh hangatnya, meskipun untuk terakhir kali dalam hidupnya, setidaknya aku masih bisa melihat senyum terakhirnya, setidaknya aku bisa  mengucapkan kalimat itu, setidaknya aku tidak akan menyesal sedalam ini. Sekarang semua telah berakhir, aku tidak akan pernah lagi melihatnya.

Seolah lutut ini tak mampu lagi menahan berat badanku, aku terjatuh lemas. Kelenjar mataku terlalu kering untuk mengeluarkan air mata. Tenggorokanku seolah tersumbat sehingga tak ada satu kata pun yang keluar, hanya penyesalan, penyesalan yang akan kurasakan seumur hidupku.

“Eun Hye…. Kau baik-baik saja?” suara Yoochun menjadi semacam dengung di telingaku, dia memegangiku sebelum aku benar-benar terjatuh, “Kau perlu istirahat,”

Aku memandanginya, seolah berharap menemukan jawaban dalam wajahnya yang memaksa tersenyum padaku, “Tidak, aku tidak butuh istirahat, aku butuh Seunghyun, kumohon…. Kembalikan Seunghyun padaku, kau bilang akan melakukan apapun untukku kan?” entah apa yang membuat kalimat-kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku. Aku tahu itu tidak mungkin, aku tahu aku hanya mencari pembenaran atas semua yang telah kulakukan, bahwa hal ini tidak benar, ini hanya mimpi, dan aku akan terbangun dengan Seunghyun yang sudah berada di sampingku.

“Maaf Eun Hye, aku benar-benar tidak bisa mengabulkan permintaanmu yang satu itu,” Iya aku tahu, kau tidak akan mungkin bisa, tapi tak bisakah kau menghiburku meskipun dengan sedikit kebohongan…kepalaku pening, pandanganku mulai terasa kabur, “mungkin…. kecuali jika aku punya mesin waktu…..” mesin waktu katanya, apa yang dia katakan? Bagaimana aku mendapatkannya? Katakanlah dengan jelas, kumohon…. aku tidak bisa mendengarnya, Kenapa dia tidak melanjutkan kalimatnya? Kumohon…. Seunghyun apa yang harus kulakukan?

……..

“Sayang…. Bangunlah….” Samar-samar aku mendengar sebuah suara memanggilku, suara yang benar-benar kurindukan

“Eun Hye…. Sampai kapan kau akan tidur?” aku yakin mendengarnya, aku membuka mataku pelan-pelan, dan benar saja, Seunghyun ada di sampingku.

“Akhirnya kau bangun…. Hei!” tentu saja itu mimpi, Seunghyun akan selamanya disisiku, Seunghyun tidak akan pernah meninggalkanku. Aku memeluknya sekuat tenaga, aku bisa merasakannya, tubuh hangat Seunghyun, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepasnya.

“Aku mencintaimu,” kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutku

“Hm? Aku tidak salah dengar?”

“Aku mencintaimu,” Aku ingin mengucapkannya sebanyak ku mampu, aku tidak ingin lagi menyesal

“Sudah jelas kan? Aku juga mencintaimu…. Sekarang lepaskan pelukanmu hah… aku tidak bisa bernafas”

“Kenapa? Kau merindukanku? Oh… sejak kapan kau semanja ini padaku hah?” Seunghyun berusaha melepas pelukanku, tapi aku tidak mengijinkannya, aku terus memeluknya.

“Ah baiklah, jangan salahkan aku jika setelah ini aku akan menyekapmu di kamar dan tidak akan mengijinkan sedetik pun untuk keluar,” sekarang aku yakin kalau yang berada dalam pelukanku benar-benar Seunghyun milikku, dengan enggan kulepaskan pelukanku darinya.

“Hei… ada apa? Kau menangis…” tanpa seijinku, air mata itu mengucur begitu saja, dengan lembut Seunghyun mengusapnya.

“Jangan menangis, air mata ini adalah perhiasan untukku, terlalu berharga untuk disia-siakan,” katanya sambil mengecup kedua mataku. Aku hanya tersenyum merasakan sentuhannya, ini nyata, aku benar-benar merasakannya.

“Jika kau berjanji untuk selamanya disisiku, untuk selamanya menemani, dan mencintaiku, setetes pun, air mata ini tidak akan kuijinkan keluar,” pintaku serius, lama Seunghyun hanya memandangiku dalam diam.

“Kenapa kau seserius itu sih, aku kan hanya bercanda, lagi pula mana mungkin setetes pun tak akan keluar, kalau kau menguap juga akan keluar kan, dasar pembohong,” Seunghyun beranjak dari bangku di sebelahku, aku juga beranjak mengekor dibelakangnya. Aku baru sadar kalau kami berada di taman tempat kami dulu menghabiskan masa kecil bersama, taman yang sudah lama sekali terlupakan, taman ini masih sama, tidak berubah sama sekali.

“Kita kesini?” tanyaku tak percaya

“Kan kau yang memaksaku kesini, sudah kubilang aku ada pekerjaan penting, tapi kau bilang akan pisah ranjang kalau tidak mau menurutimu, apa-apaan itu?!” Aku hanya tertawa mendengarnya merajuk. Aku tidak ingat memaksanya kesini, tapi aku tidak peduli, tempat inilah saksi kehidupan kami berdua, disinilah kami tumbuh bersama dan akhirnya menemukan cinta.

“WOW ternyata masih ada, hebat”

“Ada apa?” aku berlari kearah Seunghyun yang tampaknya menemukan sesuatu, mungkin harta karun, dulu kami sering mencari harta karun, tapi paling bagus hanya menemukan sepasang sandal yang ternyata bersisihan dan tidak bisa dipakai tentu saja.

“Lihat,” Seunghyun menggali tanah di samping sebuah pohon cheri yang tumbuh dengan subur.

“Oh…. Harta karun?” tentu saja, bagaimana aku bisa lupa, harta karun kami yang kami pendam bertahun-tahun yang lalu.

“Ah…. Tunggu, kenapa kau membukanya?” aku mengembalikan lagi galian tanah yang sudah ada di permukaan, “Kita kan belum setua itu, kau bilang akan membukanya saat sudah punya cucu,” kataku sebal

“Ah sudahlah, tidak apa-apa, aku sudah penasaran, lagipula sudah ada calon bayi kita yang menyaksikannya, hehe,” katanya kemudian beralih memandang perutku, “Nak nanti kau katakan pada cucuku ya, aku khawatir kalau ibumu ini tidak bisa dipercaya,” katanya seolah bisa melihat isi dalam perutku.

“Aish…. Tenang saja, aku bisa diandalkan!” kataku meyakinkan. Seunghyun kembali menggali harta karun kami, aku pasrah saja, biasanya aku selalu menang melawannya, tapi semenjak hamil, kekuatanku jadi sedikit melemah.

“Wah… kotaknya masih bagus, hebat, aku benar-benar tidak percaya,” Seunghyun terlihat sangat kagum, sebenarnya aku juga, bagaimana tidak, kotak itu sudah tersimpan sangat lama, tapi masih sangat bagus.

“Kau benar-benar akan membukanya?” tanyaku ragu

“Tidak, kaulah yang akan membukanya,” Seunghyun membersihkan kotak itu lalu memberikannya padaku.

“Itu tidak adil, kita kan menguburnya bersama jadi harus membukanya bersama juga,”

“Aku sudah melihatnya, kotak ini tersimpan dengan baik, jadi isinya juga pasti masih bagus,” Seunghyun mengacak-acak rambutku dengan tangan kotornya, kemudian beralih mengelus bayi di perutku, “Aku tidak penasaran dengan isinya sayang, karena aku sudah memilikinya, aku sudah mengunci pemiliknya dalam hatiku, tapi kau perlu tahu tentang ini, meskipun tidak harus memilikinya, meskipun kau akan membuangnya setelah melihat isinya” kurasa hari semakin sore, sinar jingga yang terpantul dari wajah Seunghyun membuatnya berkilau, senyum itu terlihat sangat indah, namun semakin silau oleh pantulan mentari yang membuat mataku berkunang-kunang….

…….

“Kau sudah sadar?” yang kulihat pertama saat membuka mata bukanlah rerimbunan pohon, ataupun harum segar rerumputan, tapi hanyalah langit-langit putih sebuah bangunan yang membuatku sesak, juga bau obat-obatan yang menguar, dan suara itu,.. itu bukan suaranya, aku memandang ke arah pemilik suara dan menemukan Yoochun yang tersenyum lemah padaku

“Ini dimana?” tanyaku ragu, kemudian aku teringat Seunghyun, “Seunghyun?”

“Kau pingsan Eun Hye,” Yoochun tersenyum ringan, “Aku tidak mau mengatakannya, tapi…. Pemakaman Seunghyun akan dilakukan sebentar lagi, maukah kau melihatnya untuk terakhir kali?” Aku tertegun mendengar kalimatnya, sebenarnya apa yang terjadi, aku baru saja melihat dan merasakan Seunghyun, bagaimana mungkin….

“Kau harus merelakannya Eun Hye, mana Eun Hye yang selalu kuat? mana Eun Hye yang mampu menaklukkan Seunghyun si gunung es? Seunghyun pasti tidak ingin melihatmu seperti ini” jadi dia benar-benar sudah pergi, lalu apa arti semua itu? Berapa kali pun kupikirkan, aku tidak juga menemukan jawabannya…

“Yoochun, apakah menurutmu mesin waktu benar-benar ada?” tanyaku lemah

“Kalau ada, aku akan mencarikannya untukmu,” aku hanya tersenyum

“Kau baik-baik saja?” Yoochun terlihat khawatir padaku

“Ya, aku baik-baik saja…., mungkin mesin waktu itu tidak pernah ada Yoochun,” aku berdiri dan mencoba menegakkan langkahku yang agak gontai, “Aku tidak membutuhkan mesin waktu lagi untuk mengembalikan Seunghyun, karena dia selalu bersamaku, dia selalu terkunci rapat di dalam hatiku” kataku sambil tersenyum kemudian melangkah pergi untuk melihat wajah Seunghyun terakhir kalinya, aku akan mengingatnya di dalam hati dan pikiranku sebagai kenangan terindah seumur hidupku.

JJJ

 

Taman kecil itu belum juga kutemukan. Aku yakin terakhir kali kami melihatnya, taman itu terletak persis di sebelah rumah kosong yang selalu kami jadikan bahan untuk menakut-nakuti teman-teman kecil kami. Tapi sejauh ini, yang kulihat adalah bunga-bunga yang tumbuh subur membentuk taman yang cantik, dengan air mancur di tengahnya. Aku ragu jika itu adalah taman yang benar. Bahkan dalam mimpi ku, taman itu tidak berubah.

Sebenarnya aku sudah lupa dengan taman dan harta karun kami, semua itu sudah terlalu lama, sebelum kami memutuskan tinggal di Seoul. Sepertinya Seunghyun ingin mengingatkanku.

“Eun Hye, kau datang?” aku tersentak ketika suara berat itu menyapaku dari belakang

“Oh… paman, apa kabar?” dia adalah paman tetangga kami yang sangat baik, dulu rumahnya selalu menjadi tempat persembunyianku dan Seunghyun jika orang tua kami memarahi kami.

“Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Aku sudah mendengarnya, dia terlalu cepat meninggalkan kita,” senyumnya sedikit memudar, kesedihan itu jelas tersirat di wajahnya

“Paman dengar dari mana? Aku bahkan ragu kalau paman masih mengingatku, sudah lama aku tidak kesini,” kataku sambil mengedarkan pandangan ke seluruh taman

“Seunghyun tidak pernah absen kesini,” pernyataannya membuatku terkejut, “Dialah yang menanam bunga-bunga ini,”

“Jadi taman ini…..”

“dan rumah itu,” paman menunjuk rumah kecil cantik yang di tumbuhi bunga-bunga indah, sekarang aku baru sadar, ternyata rumah kosong itu sudah menjadi rumah yang sangat indah, dan taman itu…… Jangan-jangan selama ini, sebenarnya setiap hari minggu Seunghyun tidak pergi bermain golf tapi kesini? Diam-diam dia melakukan ini semua? Tapi kenapa dalam mimpiku taman itu masih…. Ah ya, tentu saja aku tidak akan mengenalinya jika dia menunjukkan taman yang indah ini. Tunggu, kotak itu…

“Paman, aku permisi dulu, ada sesuatu yang harus kulakukan,” kataku berpamitan, dan segera mencari pohon ceri. Kalau dugaanku benar, pohon ceri itu pasti sama dengan yang ditunjukkannya padaku, dan benar saja… Dengan tidak sabar kugali tanah di bawah pohon ceri itu, setelah dengan susah payah menggali, akhirnya aku menemukan kotak itu. Kotaknya tidak sekotor yang kupikirkan, mungkin Seunghyun sudah menggantinya.

Dengan perlahan kubuka kotak itu, harta karun kami berdua. Kami berjanji untuk mengubur benda paling berharga dan permohonan kami saat itu, aku masih ingat memasukkan jepit rambut yang dibelikan ayah dari Amerika, aku penasaran dengan benda berharga apa yang dimasukkan Seunghyun.

Jepit rambut itu sudah karatan, Seunghyun pasti menertawakanku karena menganggap jepit rambut sebagai sesuatu yang paling berharga, dan permohonanku,… sebuah kotak kecil menyita perhatianku, ini bukan punyaku, jadi kurasa pasti punya Seunghyun, dia menuliskan sesuatu di atasnya kalau bukan aku, hanya Yoon Eun Hye yang boleh membukanya, dasar bodoh, memangnya ada orang lain lagi yang tertarik? Aku membukannya, dan menemukan sebuah foto usang, foto yang sangat ku kenal, seorang gadis kecil berkepang yang menjulurkan lidahnya. Jadi kau yang mencurinya? Ibu sudah curiga, bagaimana bisa foto yang terpajang di dalam bingkai bisa diterbangkan angin?

Seunghyun bodoh! Jadi sudah selama itukah aku menjadi sesuatu yang paling berharga untukmu?

Aku menemukan sebuah surat yang terlipat rapi di bawah foto tersebut. Aku membukanya, dan mengenal siapa pemilik tulisan itu.

Sayangku Eun Hye

Akhirnya kau membuka kotak harta karun kita, aku khawatir jika kau melupakannya, karena satu kali pun kau tidak pernah menyinggungnya

Bagaimana dengan Seunghyun kecil? Kau menjaganya dengan baik kan? Awas saja kalau tidak, aku selalu melihatmu, jadi hati-hati kau

Kau sudah bertemu paman? Hehe dia pasti sudah mengatakan semuanya, ya… aku bukannya main golf tapi ada pekerjaan lebih penting yang selalu kulakukan. Mewujudkan permohonanku.

Sebenarnya satu minggu setelah kita mengubur harta karun itu, aku kembali kesini dan menggalinya, aku terlalu penasaran, aku mencari tahu apa harta paling berhargamu dan apa permohonanmu. Haha…Kau benar-benar kekanakan, bagaimana bisa kau menganggap jepit rambut sebagai harta berhargamu? Itu sangat membuatku kecewa, padahal aku berharap kau melakukan hal yang sama denganku.

Aku juga membaca permohonanmu, mungkin saat ini kau sudah lupa, tapi sejak saat itu aku selalu memikirkannya, permohonan kekanak-kanakanmu yang membuatku memikirkan seribu cara untuk mewujudkannya, “aku ingin selamanya seperti saat ini”. Apa yang harus kulakukan? Segalanya selalu berubah, tapi satu yang bisa kujanjikan untukmu, hatiku tidak akan pernah berubah . aku akan selalu mencintaimu, mengingatmu dalam hatiku, tapi aku tidak bisa berjanji selamanya menemanimu.

Aku juga minta maaf tidak memberitahumu tentang penyakit jantung yang sudah kuderita sejak kecil ini, kupikir semua akan baik-baik saja, ternyata Tuhan berkehendak lain. Mungkin ini balasan untukku karena telah membiarkanmu menungguku didunia tiga tahun lebih awal, sekarang akulah yang harus menunggumu disini, sekarang aku juga akan merasakan kesepian seperti yang pernah kau rasakan…..

Taman dan rumah ini untukmu Eun Hye, hanya ini yang bisa terpikirkan olehku. Aku memang tidak akan bisa berada disisimu, tapi aku akan selalu hidup dalam hati dan kenanganmu.

Aku mencintaimu…..

Seunghyun

 

Tanpa sadar air mata ini telah membasahi kedua pipiku, aku melipat surat dari Seunghyun, dan tidak sengaja melihat gulungan kecil kertas yang sudah lusuh, aku membukanya dan menemukan tulisan yang jauh lebih buruk dari tulisan sebelumnya,

Permohonan Choi Seunghyun (8 th)

Aku ingin mengabulkan semua permohonan Yoon Eun Hye

 

Bodoh, memangnya apa yang bisa dilakukan anak delapan tahun? aku sudah cukup dengan kau yang selalu disisiku dan mencintaiku…

Aku mengambil kotak harta karun dan melangkah gontai menuju rumah cantik peninggalan Seunghyun. Sejak kapan aku jadi tergila-gila pada Seoul, inilah rumahku, disinilah tempatku seharusnya, akulah yang selalu menolak ajakannya untuk tinggal di luar Seoul. Aku akan menjaga rumah dan taman ini sepenuh hati seperti menjagamu tetap hidup dalam hati dan ingatanku.

 

End