please, don't remember me part 2

Title       : PLEASE ! DON’T REMEMBER ME

Main Cast   :

  • Choi Seung Hyun aka TOP (BIG BANG)
  • Lee Teuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Sora

Other  :

  • Gong Min Ji (2NE1)
  • Lee Eun Hyuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Dae Sung (BIG BANG)
  • Tae Yang (BIG BANG)
  • Seungri (BIG BANG)
  • Kwon Ji Yong aka G.D (BIG BANG)

Lenght    : Chaptered

Gendre  : complicated, Hurt / comfort, romance dll

Rating    : G, mungkin butuh sedikit bimbingan orang tua :D

POV  : pengarang yang sok tau, hehe

Disclaimer   : Plot is mine, BIGBANG punya saya juga ^^b dan totoh-tokoh yang      lainnya adalah milik Tuhan YME.

 

PUB in KOREA

“Ini Hnyung,..” Seungri memberikan gitar bass pada TOP. Sesaat dilihatnya benda berbungkus itu, ragu untuk mengambilnya. Dia sedang menimbang, sudah berapa lama dia tidak bertemu dengan benda kesangannya itu.

“Tenang saja, aku rawat dengan sangat baik!” kata Seungri tetap dengan cengirannya. Matanya yang tajam hanya melihat ujung soft cast gitar bass miliknya yang berwarna hitam metalik, ragu untuk meraihnya.

welcome back Hyung! Aku sempat cemas, kalo kalian tidak datang mungkin kita ketemunya dirumah sakit saja” kata Dae sung sambil meremas bahu tegap TOP.

kamsayo, kau memutuskna untuk ikut!” ucap GD sambil menyunggingkan seulas senyum pada TOP.

“Nah, begini lebih baik ! LET’S PUNK IT UP BRO!!” teriak Seungri membakar semangat semua orang.

Suara distorsi musik berebut didalam ruang yang tidak begitu luas, namun PUB itu masih bisa menampung beberapa ratus orang. Kepulan asap rokok membuat jarak pandang tidak begitu jauh, belum lagi bau minuman keras yang menyengat hidung. Musik dengan ketukan bass dan drum yang khas tersebut mampu membius pengunjung PUB yang rata-rata sudah teler dengan minuman maupun obat. Beberapa dari mereka mengikuti lirik yang dinyanyikan oleh si rambut pink dengan suara cemprengnya namun hal tersebut yang membuat dia cocok di aliran ini – Punk.

Semakin malam lagu yang mereka bawakan semakin Up beat. Sangat mampu membakar semangat dari para pengunjung PUB yang mayoritas berpenampilan sama nyentriknya dengan band yang menyebut diri mereka VyKing. Beberapa dari mereka sudah mulai main sikut, dan di sudut panggung ada yang sudah saling beradu kepala. Akhirnya pria-pria berbadan Aderai masuk kedalam kolam manusia itu, melerai bahkan menyeret si pembuat onar ke luar PUB. Seungri dengan semangatnya menebuh drum, tidak peduli dengan situasi yang semakin panas dengan permainannya yang kejar-kejaran beatnya dengan TOP. Tae Yang pun seolah tersihir dan sangat menikmati melody yang ia petik beriringan dengan distorsi Dae Sung yang membahana.

Kekacauan semakin menjadi-jadi. Sekarang para penonton tidak hanya saling sikut atau adu kepala, tapi mereka sudah saling lempar botol minuman. Hingga puncak acara berakhir dengan nyaris sebuah botol bir mendarat di atas rambut pinknya Ji Yong. Memaksa mereka untuk berhenti menikmati maha karya mereka sendiri.

“Ok guys, be calm!! control you’re self Bro!” GD berusaha menenangkan situasi.

Boro-boro tenang, yang ada malah satu botol lagi melesat kearahnya. Namun segera TOP menarik GD hingga bisa menghindari benda berbahaya itu.

NUGU YAA?!” kata Ji Yong panas sambil mengedarkan pandangan ke dalam ruangan yang remang itu. Hampir separo pengunjung sudah mulai berebut untuk keluar ruangan, menghindari hal yang lebih buruk terjadi, hingga tidak terlalu ramai lagi orang mengerubungi tepi pentas.

“Choi Seung Hyun, si mata elang!” suara itu terdengar seiring dengan seseorang yang melangkah medekati pentas, cahaya mulai meneranginya dari bagian kaki.

“Lee Eun hyuk?” gumam TOP lambat. Tulang rahangnya beradu dengan tatapan mata menajam menanti ketepatan tebakannya ketika cahaya pentas menerpa wajah pemilik suara yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup.

“Lee Eun Hyuk?!” suara Ji Yong terdengar syok

“kenapa begitu terkejut teman lama?!” seringainya terlihat sangat mengesalkan.

Seungri, Tae Yang dan Dae Sung sudah cemas melihat ke arah TOP. Mereka siap untuk menahan lengan Top jika tiba-tiba pria berbadan lebih tinggi dari mereka itu melompat dan menerkam pria berwajah mengesalkan di bawah sana.

Tidak meleset memang prediksi mereka, hanya saja kecepatan TOP yang tidak mereka perhitungkan. Seperti predator melihat mangsanya, TOP yang menatap dengan alis tebalnya itu tidak sedikitpun melepaskan Eun Hyuk, dia melangkah tanpa ada tujuan lain. Nafasnya tersengal kesal dengan bibir tipisnya terkatup menahan dendam yang tidak akan pernah hilang di pikiran dan jiwanya.

“aku dengar kau sedang mencariku? Waeyo? merindukanku?” kata Eun Hyuk yang tidak benar-benar berusaha untuk lari, dia hanya terus mundur kearea yang lebih gelap di PUB itu sambil terus menertawakan Top dari nada bicaranya.

Ketika pria berambut biru terang itu sudah bisa meraih leher mangsanya, tiba-tiba seseorang melayangkan sebuah botol tepat mengenai pelipis TOP. Dia terhempas ke meja bundar disisinya dan terhempas kelantai.

Ternyata Eun Hyuk tidak sendiri, diantara kegelapan terdapat beberapa anak buahnya yang telah siap menyerang balik TOP.

HYUNG?! DASAR BANCI, BERANINYA KEROYOKAN?!” kata GD berlari ke arah TOP dan gerombolan Eun Hyuk disusul oleh Seungri, Tae Yang dan Dae Sung.

Perlahan TOP berusaha mengembalikan kesadaran, meskipun rasa nyeri menghendak-hentak kepalanya. Namun  keinginan untuk menghancurkan manusia yang sudah membuat hidupnya berantakan menghilangkan rasa apapun. Sekarang yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana secepatnya melenyapkan manusia yang paling dia benci nomer 2 di dunia itu.

Di tariknya salah saru kursi besi dan berhasil didaratkannya pada salah satu bodyguardnya Eun Hyuk dan beberapa lagi di tumbangkannya dengan bantuan 4 orang Brodernya. TOP fokus mengejar Eun Hyuk yang masih dengan tawanya yang mengesalkan, namja itu berlari menghindari TOP. Sampai akhirnya TOP dapat merenggutkan lehernya dan menghempaskan ke lantai. Dilayangkan  pukulan keras penuh amarah ke wajah mangsanya itu bertubi-tubi tanpa jeda.

“mengaku keparat! Di malam kecelakaan itu kau disanakan?” tanya TOP sambil mencengkram leher Eun Hyuk, kepalanya sudah terkulai dengan wajah berlumur darah. Bibirnya yang mengeluarkan darah segar itu tersenyum dan meludah dengan bercampur darah ke TOP.

go to hell!” katanya dengan tawa yang semakin mengesalkan. Amarah TOP semakin ke ubun-ubun. Dicengkramnya Eun Hyuk dengan tangan kiri dan tangan kananya sudah terkepal tinggi untuk kembali melayangkan pukulan. Hatinya terbakar kesal yang memuncak. Sudah tidak ada kejernihan di dalam otaknya.

Saat ini hanya bagaimana orang dihadapannya ini bisa merasakan kesengsaraan yang diarasakan selama ini. Tapi, tidak sempat mendaratkan tinjunya, seseorang sudah menahan lengannya lalu ditempat yang sama – pelipis, ia memecahkan botol minuman itu dengan sukses. Tubuhnya limbung dan terhempas dengan kepala menghantam lantai dengan suara debam yang keras. Perlahan pandangannya mengabur . . .

 

JAZCO CAFFE In AMERIKA

“ayolah Sora-ssi kembali nyanyikan sebuah lagu untuk ku” Lee Teuk merajuk sangat mengemaskan, membuat Sora mengeleng sambil menahan tawa melihat tingkah pria tampan yang sedikitpun tidak takut image tampannya hancur.

“sebaiknya kau tidak mendengarkan nyanyian kematian gadis ini” celetuk Minzy kembali kesal

“nyanyian kematian?” tanya Lee Teuk penasaran

“Sora-ssi sedang hobi memainkan broken string (nada minor). Sepertinya dia sedang terbawa begitu dalam cuaca musim ini” Mr. Brown menyempatkan nimbrung ketika dia sedang mengantarkan capuccino hangat  pesanan Lee Teuk.

omo, pasti karena begitu rindunya bertemu dengan tunanganmu ini, makanya kau melampiaskannya pada lagu-lagu mu kan?” ucap Lee Teuk seyakinnya tidak perduli tatapan aneh Minzy dan Mr. Brown yang begitu terganggu dengan ke percayaan diri Lee Teuk yang berlebihan.

“Oya, aku punya kejutan untuk mu, dan aku sudah mempersiapkan beberapa hal untuk pesta pernikahan kita, jadi kau jangan begitu cemas ya”

“bukannya Cuma Lee Teuk-ssi yang begitu kerepotan mengurus segala sesuatunya? Yang ku lihat kangSora lihat tidak begitu memikirkannya” Timpal Minzy dengan ke-realistisannya berbicara. Kali ini Sora mengeluarkan seluruh tenanganya tertawa dan Lee Teuk hanya bisa merengut membenarkan pernyataan Minzy.

“Lee Teuk-ssi bukannya kau punya kejutan?” Sambil menyeka air mata tawanya Sora berujar berusaha menyemangati kembali Lee Teuk – dan dia berhasil.

chagamanyo, akan ku ambilkan!” dengan semangat yang datang entah dari mana, Lee Teuk langsung bangkit dan berlari ke arah mobilnya yang terparkir di tengah hujan salju yang deras.

“walaupun berat mengatakan hal ini, sepertinya dia benar soal kau akan galau kalau dia tidak dekatmu” Sora menanggapi kesimpulan Minzy dengan senyum simpul khasnya.

“kira-kira menurutmu dia akan memberikan kejutan apa lagi?” tanya Minzy penasaran sambil terus mengawasi Lee Teuk yang masih sibuk di mobilnya.

Zzz  Zzz  Zzz

Sora dan Minzy bersamaan melirik ke arah HP pria yang bersama mereka tadi. Penasaran mereka semakin menjadi ketika melihat nama yang tertera di screen HP tersebut.

“Apa itu perlu?” tanya Minzy khawatir ketika melihat Sora meraih HP tersebut.

Ragu namun tetap di ambilnya Iphon tersebut sesaat Sora hanya diam mendengar pembicaraan si penelpon

Oemmunim?” dengan cemas Sora berujar membuat Lee teuk yang sudah berada dibelakang gadis itu terdiam mengetahui apa yang sora lakukan.

 

HOSPITAL In KOREA

“MANA DOKTERNYA?!!!” teriak Ji Yong, ketika ia, Seungri, Tae Yang dan Dae sung mengangkat tubuh TOP yang sudah tidak bergerak dari dalam hartop segera sesat setelah sampai di rumah sakit. Tanpa ba bi bu, para petugas ICU mendorong TOP dan menghentikan 4 pria lainya yang bersimbah darah di pintu ruang emergency

 

 

JAZCO CAFE In AMERIKA

“Sora-ah, Dengarkan penjelasan aku dulu”

“kau memang harus menjelaskannya! Bagaimana ibuku harus meminta izin dulu padamu untuk mengatakan bagaimana keadaan ayahku? Kenapa Ia tidak langsung saja menghubungiku?” todong Sora tidak sabar

“itu karena mereka tidak ingin kamu cemas” jawab Lee Teuk pelan

“cemas? Ayahku sudah keuar masuk rumah sakit selama satu tahun, dan sekarang dia tidak sadarkan diri! Lalu kalian menunggu moment yang mana yang membuat aku tidak cemas?!!” ujar Sora bercampur panik

“Sora kau mau kemana?” Minzy menahan lengan Sora

“tolong lepaskan aku, aku hanya ingin bertemu orang tuaku”

 

**TOBECONTINUED**