Please, don't remember me 1

Title       : PLEASE ! DON’T REMEMBER ME

Main Cast   :

  • Choi Seung Hyun aka TOP (BIG BANG)
  • Lee Teuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Sora

Other  :

  • Gong Min Ji (2NE1)
  • Lee Eun Hyuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Dae Sung (BIG BANG)
  • Tae Yang (BIG BANG)
  • Seungri (BIG BANG)
  • Kwon Ji Yong aka G.D (BIG BANG)

Lenght    : Chaptered

Gendre  : complicated, Hurt / comfort, romance dll

Rating    : G, mungkin butuh sedikit bimbingan orang tua :D

POV  : pengarang yang sok tau, hehe

Disclaimer   : Plot is mine, BIGBANG punya saya juga ^^b dan totoh-tokoh yang      lainnya adalah milik Tuhan YME.

 

“Choi Seung Hyun apa yang kau lakukan disini? Mereka sudah menunggu mu” Gummy datang tergesa. dan seperti melihat hantu, noona TOP terhenti dari langkahnya ketika mendapati Sora berdiri di hadapan adiknya – nyata.

“sepertinya aku sudah gila, aigoo,..” Gummy tidak percaya dengan pandangannya.

“Kang Sora-ssi?”

“Lee Teuk-ssi? kenapa kau ada disini?” tanya Minzy saat Lee Teuk keluar dari Lift yang akan mereka masuki tadi.

“aku ada pertemuan,. Kalian sedang apa disini?”

“Oh, mianhata ternyata ada Ji Yeon-ssi” ralat Lee Teuk ketika mendapati Gummy yang berdiri disisi TOP yang masih tidak melepaskan pandangan tidak percayanya dari Sora.

“kau datang juga, sepertinya semua pemegang saham sudah hadir, rapat sudah bisa kita mulai” Gummy merubah kembali tegas intonasi suaranya.

Mianhae, Minzy-ssi aku tinggal sebentar,. . .”

“kau mengenal mereka?” Gummy memotong pembicaraan Lee Teuk masih penasaran

Ne, Gong Minzy-ssi ini adalah temanku dari Amerika, dan kang Sora-ssi adalah tunangan ku” ucapan terakhirnya terdengar lebih tegas.

Lee Teuk menerima pandangan yang tidak mampu di gambarkan dengan kata-kata dari Sora, di iringin tatapan dingin TOP walaupun tetap dia tidak bisa menutupi keterkejutannya.

“sepertinya situasi ini sudah jelas. Kajja, kita selesaikan masalah yang lain lagi, TOP?” Gummy menekankan suaranya di kalimat terakir.

Di lihatnya kembali Sora dan berakhir dengan pandangan membunuhnya pada Lee Teuk. TOP meninggalkan mereka dengan menyimpan begitu banyak hal yang bahkan perubahan sikapnya tidak mampu di baca oleh Gummy – Orang yang paling mengerti dirinya didunia ini.

 

In MEETING ROOM

Dia berdiri di depan podium di hadapan seluruh pemengang saham perusahan yang ayahnya bangun. Dari tatapannya saja dia sudah bisa mengenggam semua orang yang sedang memperhatiknnya.

“disini, saat ini saya Choi Seung Hyun menyatakan akan mengambil alih seluruh tanggung jawab yang ditinggalkan oleh almarhum ayah saya. Oleh karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya membutuhkan bimbingan dari para dewan direksi. Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Dan saya dengan sekuat tenaga berusaha tidak akan mengecewakan kalian” pidato singkat TOP dengan suara Bassnya mampu membius manusia yang berada didalam ruangan tersebut. Tak terkecuali orang-orang yang sedari tadi berbisik dan mencemooh dirinya.

 

~ ~ ~

Tidak sulit bagi seorang Choi Seung Hyun untuk mengikuti pelajaran bisnis dari para trainernya – orang-orang kepercayaan ayahnya. Kuliah management bisnis yang tidak dia selesaikan bisa teraplikasi dengan baik olehnya. Terlebih lagi ketika dia mengetahui ternyata Lee Teuk yang juga merupakan pemegang saham terbesar diperusahaan yang dia pimpin memiliki hubungan keluarga dengan Lee Eun hyuk. Bukan hanya masalah pribadi saja, jika ia tidak mampu bertahan maka semua yang dia miliki akan jatuh ke tangan Lee Teuk. Kerja keras ayahnya dan juga gadis yang dia cintai yang ntah dengan bagaimana bisa bersama pria yang menjadi rival bisnisnya tersebut.

 

Keberhasilan pertama yang sudah ia raih adalah ketika TOP bisa mengembalikan kunci basecamp kepada Ji Yong.

“apa ini?” tanya GD binggung menerima lemparan sebuah kunci.

“bukalah pintu  itu!” kata TOP singakat dengan seulas senyum khasnya

“apa Hyung, kau berhasil mendapatkan tempat ini lagi? ” Teriak Dae sung tidak percaya.

“kalian harus hati-hati dengan pemilik baru tempat ini, dia orang yang kejam” ujar TOP membuat yang lain berdiri membeku, tidak terkecuali GD yang  mengurungkan niatnya membuka pintu.

“tidak lebih kejam dari mu kan Hyung?” sebenarnya Seungri serius dengan ucapannya, namun dibubuhkannya sedikit senyum ketika dia harus berhadapan dengan tatapan maut TOP.

“jadi siapa pemilik tempat ini sekarang?” tanya Tae Yang mewakili kecemasan seluruh brodernya.

“Kwon Ji Yong” jawab TOP ringan.

“sepertinya aku pernah mendengar nama itu?” Dae Sung benar-benar berfikir keras

Dan mereka tertawa lepas, seolah ini adalah tawa pertama kali setalah beberapa abad yang lalu.

“aku bertemu Kang Sora-ah” sukses TOP merubah suasana ruangan yang penuh dengan alat-alat band itu berbanding lurus dengan suasaran kuburan.

“apa kau yakin?” Yong Bae kembali mentransletkan ekspresi terkejut broder-brodernya.

“dia masih hidup. hajjiman, dia tidak ingat padaku” beritahu TOP ragu, seolah hal tersebut begitu terlarang untuk d bicarakan

ehm, Seung Hyun Hyung, aku rasa, sepertinya, delusimu sudah cukup mengkhawatirkan. Hmm, bagaimana jika aku mengenalkan mu pada beberapa teman psikiaterku?” Seungri sangat hati-hati memilih kalimat demi kalimat, namun . .

“Aku yakin kau tidak mungkin salah orang!” Seungri segera meralat ucapannya saat dia harus menghadapi tatapan cadas TOP.

“jadi bagaimana bisa orang yang sudah 2 tahun meninggal bisa kau temui?” pertanyaan polos Ji Yong terdengar sangat masuk akal, membuat the Vyking terlihat begitu berfikir keras.

“bisa jadi Sora-ssi memang belum meninggal?” Yong Bae memberi pencerahan

“bagaimana bisa?” Seungri komplen.

“bisa saja, karna kita tidak pernah melihat Sora-ssi benar-benar dimakamkan. Seingatku keluarga Sora-ssi menutupi upacara kematiannya. Yang diizinkan masuk hanya keluarga dekat saja. Saat itu kau masih koma di rumah sakit Hyung” Yong Bae segera menjawab tatapan tanya TOP yang memang sebenarnya Ia tidak banyak tahu kejadian setelah dia kecelakaan, karena dia terbaring di rumah sakit selama 1 bulan. Koma.

“Dan tidak ada yang tau dimana Sora-ssi dimakamkan kan?” sambung Yong Bae dengan analisisnya membuat Dae Sung manggut-manggut kagum setuju dengan pernyataan Yong Bae.

“mereka bilang Sora-ssi tidak di makamkan, melainkan abunya di buang ibunya ke sungai Han” sambung Seungri, sekarang Dae Sung dengan semangat mengiyakan pernyataan si magnae itu.

hajjiman, kenapa harus segalanya di tutup-tutupi?” pertanyaan Ji Yong  kembali membuat semua terdiam untuk kembali berfikir.

“karena mereka tidak ingin kami bersama,” suara bass TOP terdengar semakin berat. Tidak ada yang sanggup menyahut sekarang, mereka terbenam dalam pemikiran mereka masing-masing berusaha merasakan rasa sakit TOP yang sudah mereka anggap sebagai saudara kandung bagi mereka.

 

STREET In SEOUL

“Jadi, kira-kira menurutmu siapa namja yang bertemu dengan kita di hotel tempo hari? Sepertinya dia sangat mengenalmu” tanya Minzy masih penasaran

Mollayo, yang jelas kita harus mencarinya. Paling tidak kita bisa mendapatkan sedikit informasi darinya” jawab Sora Optimis

“Ok lah kalo begitu, . . So, sekarang posisi kita dimana ya? Jujur aku benar-benar tidak mengenal daerah ini, sebenarnya hampir seluruh bagian negara ini yang tidak ku ketahui” ujar Minzy meringis masih berusaha mengikuti langkah cepat Sora.

Molla

“Kang sora-ah, . . aku tau kau sangat ingin tau masa lalu mu, tapi aku rasa akan lebih baik tidak melakukan hal-hal ekstrim,. Kau tau maksudku kan? Berkeliran di daerah asing!” Minzy mulai cemas dengan metode sobatnya untuk mengembalikan ingatan.

“aku benar-benar tidak ingat tempat ini, tapi kenapa rasanya aku sering melewati jalan ini,..” ucap Sora dengan langkah kakinya yang melambat sambil memperhatikan toko-toko, resto di seberang jalan, halte bus yang membuatnya merasa sangat familiar berada di lingkungan tersebut.

arasseo, biar aku cari tau dengan teknologi, saat ini kita berada dimana,” Minzy memecahkan masalahnya dengan mengeluarkan gadgetnya.

Auuch, now what?” Minzy mengusap keningnya yang beradu dengan gadgetnya ketika menabrak sora

Oh,my god kau tiba-tiba berhenti Kang Sora?!” gumam Minzy lagi melihat tingkah sobatnya yang tidak terprediksi.

Sora berhenti di depan sebuah rumah yang memiliki berada besar tanpa pagar pembatas. Lama dia memandang rumah itu, tanpa ada sedikit pun kenangan terlintas dibenaknya. Dia hanya berdiri melihat rumah yang terlihat sepi dan tak terurus itu.

“apa kau mengingat sesuatu?” Minzy berharap

 

**TOBECONTINUED**