That Brown Cover

Author:        Nam Hee Rin

Genre :         Fluffy

Rating          : T

Length :       Oneshoot

Cast   :

-Park Hee Ra (OC)

-Lee Seunghyun Bigbang

-Lee Han Na

-Lot Of Cameo

Aku melirik Lee bersaudara yang sedang asik tertawa, memang menarik memperhatikan saudara kembar ini. Lee Seunghyun dan Lee Seungri adalah saudara kembar yang terlalu mirip. Wajah, postur tubuh, tingkah laku, bahkan selera humor mereka sangat persis. Yang membedakan mereka berdua adalah warna rambut mereka yang berbeda, si Seunghyun berwarna hitam dan si Seungri berwarna cokelat. Tidak ada yang tahu siapa yang kakak dan siapa yang adik. Entah kenapa kalau melihat wajah mereka aku pasti akan tertawa, mungkin karena apa saja tingkah konyol yang mereka lakukan sukses membuat semua murid di kelas kursus Bahasa Inggris ini tertawa bahkan sang guru akan tertawa sampai terguling-guling (?) Bahkan aku yang jarang berbicara banyak akan tertawa terbahak-bahak.

Aku berdiri di depan pintu kelas menunggu appaku menjemput, lama sekali sih… Tinggal aku dan Lee bersaudara yang berada disini, yah Lee bersaudara itu memang ribut dan mengajakku untuk mengikuti keributan mereka tapi aku masih waras untuk menahan kepribadian asliku. Aku bukan yeoja yang pendiam dan kalem, sebenarnya aku setipe dengan si Lee bersaudara itu tapi… Entah kenapa aku masih sedikit canggung di tempat kursus ini padahal sudah 1 tahun aku kursus disini, aku memang terkadang mengobrol dengan beberapa murid disini tapi tetap saja…

“Oppa !!!” Teriakan yeoja membuyarkan lamunanku dan Lee bersaudara itu segera menghentikan keributan mereka

“Han Na kau lama !!!” Si Seunghyun dan Seungri menghampiri yeoja itu dan Seungri menjitaknya lalu merangkulnya lembut

“Mianhae oppa !!! Kajja !!!”

Seungri menoleh kearahku lalu mendekatiku dan aku mati-matian menahan tawaku

“Kau masih belum dijemput juga ?” Aku mengangguk dan dia berfikir sebentar

“Han Na !!! Seunghyun !!! Kalian duluan saja, aku menyusul”

“Oppa naik apa nanti ?”

“Itu gampang, sudah sana !!!”

Yeoja itu dan Seunghyun saling pandang sebentar

“Geurae, Seungri dan Hee Ra kami duluan ya !!!”

Mereka melambaikan tangan dan segera berlalu dari pandangan kami. Wae ? Kenapa Seungri menungguiku ?

“Seungri, gwaenchana ?”

“Gwaenchana~ Lagipula aku kasihan padamu hahaha”

Aish menyebalkan tapi niatnya baik juga… Tanpa sadar dia sudah mengacak-ngacak rambutku dan tertawa kecil

“Aigooo apa yang kau lakukan ???!!!”

Aku menatapnya heran dan dia hanya tersenyum

“Kenapa kau tidak selalu seperti ini ?”

“Maksudmu ?”

“Kau selalu terlihat dingin dan pendiam, kenapa kau tidak bersuara ?”

Aku hanya diam, peduli sekali dia ?

“Aku tahu kau tidak mengekspresikan dirimu yang sebenarnya, aku melihatnya tahu”

“Sok tahu…”

“Lalu aku salah ?”

Aku menelan air ludahku yang terasa sangat susah untuk ditelan

“A-a-ani…”

Dia menatapku dengan senyum di bibirnya

“Kau semestinya lebih terbuka, semua sudah terlihat nyaman sedangkan kau tidak terlihat nyaman”

Aku membalas tatapannya. Ah aku baru sadar mata kecokelatannya itu terlihat begitu bersinar dan dia memiliki… Kantung mata yang besar, mengingatkanku pada sesosok hewan

“Hee Ra !!!” Aku segera menoleh ke sumber suara

“A-a-appa !!!”

Aku segera melangkah menuju appaku tapi aku kembali berbalik

“Seungri gamsahamnida !!! Sudah menungguiku dan… saranmu itu” Aku tersenyum lebar dan melambaikan tanganku. Tanpa kuduga sang badut kelas bisa melihat apa yang aku sembunyikan.

Sudah 1 minggu berlalu sejak kejadian itu dan ini saatnya untuk kembali masuk ke kelas kursus Bahasa Inggris lagi, bertemu namja berambut cokelat itu. Dan bodohnya aku akan mencoba sarannya. Kukira datang lebih cepat akan mempermudah segalanya tapi kemacetan membuatku sampai pada jam 10.30, telat 30 menit

“Cklek”

Suara pintu terbuka ini menggema keseluruh penjuru ruangan, loh kok tidak ada siapa-siapa ? Aku berjalan mengitari semua kelas di koridor ini tapi semuanya kosong berpenghuni oleh murid yang tidak aku kenal, aku membalikkan badanku dengan tergesa-gesa

“BRUUUK !!!”

“Auuuw !!!”

“Aigo gwaenchana ???”

Aku membuka mataku dan mendapati namja berambut cokelat mengangkat badanku yang terjatuh untuk berdiri

“Eeeh gwaenchana, jeosonghamnida…”

“Gwaenchana~” Butuh beberapa detik sampai aku menyadari namja itu Seungri

“Hee Ra ? Ada yang sakit ?”

“A-a-ani… Seungri dimana yang lain ?”

“Kau tidak baca pengumuman di papan tulis kelas ? Semua murid kelas kita keluar ruangan untuk berkeliling sekitar dan yang terlambat harus menunggu mereka kembali” Pabo, aku tidak memperhatikan papan tulis itu. Seungri hendak berjalan kembali ke kelas dan aku mengikuti langkahnya dan kami duduk bersebelahan di kelas ini

“Seunghyun dimana ?”

“Dia ada rapat pengurus kelas”

“Kalian tidak satu sekolah ?”

“Ani, akan membosankan melihatnya terus”

Aku tertawa kecil dan dia hanya tersenyum

“Mmm Seungri bolehkah aku bertanya ?”

“Bukankah dari tadi kau sudah bertanya ?”

Aku menatapnya sinis dan dia tertawa

“Palli”

“Mmm bagaimana bisa kau begitu cuek ? Mudah beradaptasi ?”

Dia sedikit berfikir dan menatapku dengan tatapan aku-juga-tidak-tahu

“Semua terjadi begitu saja, aku hanya melakukan apa yang biasa kulakukan”

“Mudahnya ?”

“Ne, jangan terlalu banyak memikirkan apa yang akan kau lakukan. Lakukanlah dan nikmati saja” Kata-kata Seungri membuatku sedikit bersemangat, mungkin kursus ini tidak akan terlalu membosankan lagi.

Seungri di sebelah kananku, tidur. Tayako di sebelah kiriku menggambar. Yeoja ini… Pintar sekali menggambar, mungkin aku bisa membuat topik pembicaraan tentang itu

“Tayako kau kursus menggambar ya ?”

Dia menoleh padaku

“Ani, wae ?”

“Gambarmu bagus, daebak. Ini kan salah satu karakter dari komik Jepang Sankarea ?”

Tiba-tiba matanya berbinar

“Jinjja ? Woah gamsahamnida Hee Ra !!! Apa kau juga menyukai komik-komik Jepang ?”

“Tentu saja !!!”

Kami mulai terhanyut dalam perbincangan ini dan beberapa murid yeoja maupun namja mulai bergabung dan mengobrolkan hal-hal lain dan lama kelamaan aku mulai memperlihatkan tabiat asliku, aku sungguh menikmati hal ini dan aku tidak sadar bahwa sedari tadi seorang namja memperhatikanku dan tersenyum.

3 Minggu Kemudian

“Hee Ra-ya~” Seorang yeoja merangkulku dan berjalan bersamaku “Tayako kau berat !!!” Kami tertawa dan meneruskan langkah kami menuju ruang kelas. Semua murid sudah datang dan tersisa 2 bangku kosong yang berjauhan dan aku memutuskan menduduki yang berada di sebelah kiri Seungri. Namja itu, sampai saat ini aku sama sekali belum sempat berterima kasih padahal sudah 3 minggu ini kami sering mengobrol.

Aku duduk dengan canggung di sebelahnya dan memberikan senyum tertulusku sebelum dia sempat bertingkah konyol dengan Seunghyun aku menarik lengan bajunya, dia terlihat sedikit bingung. 1 menit sudah berlalu dan entah kenapa kata ‘Terima kasih’ sangat sukar keluar dari mulutku karena debaran jantungku yang begitu keras, ah rasa apa ini ?

“S-S-Seungri gamsaham…”

“PET !!!”

“Kyaaa !!!”

Semua menjadi gelap, mati lampu dan tanganku masih berada di lengan baju Seungri

“Seungri gamsahamnida atas semuanya, aku… senang bisa menjadi dekat denganku aku…” Lengan baju Seungri sudah tidak ada di tanganku lagi, kini tangan Seungri menggenggam lembut tanganku dan mengusap punggung tanganku lembut. Kenapa dia melakukan ini ? Apa dia hanya berusaha memenangkanku akan kegelapan ini ? Beribu alasan yang seharusnya tidak usah difikirkan muncul di otakku sampai lampu kembali menyala dan tangan Seungri masih ada di genggamanku

“Kenapa kau menggenggam tanganku ???!!!” Aku menarik tanganku dan entah kenapa suaraku meninggi seolah aku tidak menyukainya. Tapi… aku menyukainya

“Aku cuma ingin menenangkanmu !!! Bisakah lebih santai untuk berbicara ?”

Dia marah ? Apa itu menyakiti hatinya ? Seungri segera bermain dengan Seunghyun tanpa memperdulikan aku, sampai waktu kursus berakhir. Kenapa dia begitu sensitif ?

2 minggu bukan waktu yang sebentar untuk menghindar dari seseorang, walaupun aku dan Seungri hanya bertemu 6 kali dalam 2 minggu ini tapi semua keanehannya serasa seabad. Aku selalu gelisah, aku tidak tertawa lagi saat melihat wajahnya dan aku tidak berani menanyakannya melalui Seunghyun karena itu bisa membuat Seunghyun mengira aku menyukai Seungri. Padahal itulah kenyataannya, semua tentang Seungri terekam di memoriku tapi aku ragu apa dia akan membalas semua ini karena yeoja yang @. Hari ini aku berharap Seungri akan duduk di sebelahku dan aku akan berbicara padanya karena sudah 6 kali dia duduk dengan jarak sangat jauh dariku. Aku tidak bernafsu untuk terlibat dalam keributan teman-teman yang lain “BRUK” Sepertinya ada seseorang yang duduk di sebelahku dan… Syukurlah itu Seungri. Aku menoleh padanya dan dia terlalu dingin, aku ragu apa dia akan menoleh saat kupanggil jadi aku hanya diam selama pelajaran.

Kursus hari ini sudah berakhir dan aku sama sekali tidak berbicara pada Seungri satu patah kata padanya. Menyedihkan. Aku menunggu appa yang lagi-lagi terlambat menjemputku, dan baru kusadari ada Seungri di pintu depan kelas ini, eottokhae ??? Aku berjalan menuju pintu depan kelas dan berdiri 40 sentimeter di sebelahnya dan entahlah apa yang kufikirkan, aku menggenggam tangannya erat. Tangannya meronta tapi aku menahan tangannya sehingga dia mengalah

“Jeosonghamnida Seungri apabila waktu itu aku membuatmu kesal tapi… Aku…”

Dia menoleh kearahku dan penasaran akan kelanjutan kalimatku

“Saranghae Lee Seungri neomu saranghae, tapi yeoja waktu itu… Aku tak ingin mengganggumu…”

Dia tertawa keras dan aku hanya mengernyitkan dahiku

“Dia yeodongsaengku Hee Ra… Tidak usah khawatir”

WUAAAH MEMALUKAN !!!

Seharusnya aku tidak sok tahu seperti itu !!!

Aku tetap menggenggam tangannya “Hmmm… Nado saranghae Hee Ra waktu itu aku hanya… Sedikit kesal kau menolakku” Kami tertawa kecil dan menyadari bahwa wajah kami memerah. Tiba-tiba aku merasakan udara berhembus ditelingaku aku menoleh dan sebuah bibir lembut menyapa bibirku dan menciumku lembut.

 

THE END