Hope 4

Disclaimer: Semua orang yang ada dalam fanfic ini adalah milik tuhan (kecuali OC), aku Cuma minjem nama doang kok, Sedangkan plot adalah milikku or kisahku???,,, Sedangkan poster, untuk sang cewek adalah seorang ulzzang bernama Lee So Ah.

Warning: OC, OOC, Abal, GaJe, Tipo(s), dll

Title: Hope

Cast: Kwon Ji Yong, Choi Riah (OC),

Support Cast: Choi Seunghyun, Lee Chairin (CL), Lee Seunghyun (Seungri)

Genre: Romance, Friendship, dll

Rated: PG-15 (T)

Author : Dandeliona23(@Ayik_Aryoni)

Sebelumnya : Part 1 | Part 2 | Part 3 


Happy Reading

 

Hari ini adalah hari kelulusan, tepat setahun namja tersebut telah meninggalkan Riah. Dan hari terakhir dia akan menggantungkan harapannya. Dia hanya bisa berharap tahun ini tak seperti tahun lalu.

Flashback

Besok adalah hari kelulusan, hari terakhir kelas XII menginjakan kakinya di Miruen High School. Panitia sedang sibuk mempersiapkan hari kelulusan. Begitu juga dengan Jiyong, dia berencana untuk bernyanyi besok. Dari salah satu bangku penonton terlihat Riah duduk dengan bosan menunggu selesainya gladi untuk acara besok.

Gamsahamnida telah menghadiri gladi ini,” seru sang ketua pada semua pengisi acara besok.

Para pengisi acara tersebut tanpa aba-aba langsung membubarkan diri. Riah bangun dari tempat duduknya dan meregangkan tubuhnya.

“Bosan menunggu?” tanya Jiyong yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

Riah lalu memandang Jiyong dan mengangguk bosan. Jiyong malah merangkul dan memeluknya.

Oppa,” seru Riah sambil mencoba mendorong dada Jiyong.

Mianhe, Oppa akan mentraktirmu ice cream sepuasnya, kajja” kata Jiyong melepas  pelukannya dan menarik Riah.

Riahpun hanya mengikuti Jiyong dengan senyum tertempel dibibirnya. Kini mereka duduk di sebuah bangku taman dengan ice cream di tangan masing-masing. Riah memakan ice cream coklat favoritnya dengan bersemangat, tanpa mempedulikan bibirnya yang telah belepotan. Jiyong berhenti memakan ice creamnya dan beralih memperhatikan Riah dengan antusias.

Ya, kenapa Oppa terus memperhatikanku?” tanya Riah sebal.

“Apa itu begitu enak?” tanya Jiyong sambil memandang ice cream Riah.

Riah mengangguk antusias dan kembali memakan ice creamnya.

“Bolehkah aku mencicipinya sedikit?” tanya Jiyong layaknya anak berumur lima tahun.

Andwae,” kata Riah sambil menjauhkan ice creamnya dari Jiyong.

Dan merekapun mulai berkejar-kejaran layaknya anak kecil. Hingga akhirnya Jiyong menjatuhkan ice cream Riah ke tanah.

YA, lihat Oppa membuat ice creamku jatuh. Sekarang apa yang akan Oppa cicipi?” tanya Riah sebal.

“Aku masih bisa mencicipinya,” kata jiyong sambil menyeringai.

Mata Riah tiba-tiba membulat, dan tanpa peringatan apapun bibir Jiyong telah menempel di bibir Riah. Mereka berdua menikmati sentuhan bibir masing-masing. Sedangkan Jiyong menjilati sisa ice cream di bibir Riah. Keduanya baru memisahkan diri saat pasokan oksigen mereka telah habis.

Mereka saling memandang dengan nafas yang masih terengah-engah. Melihat wajah Riah yang semerah tomat, Jiyongpun akhirnya berpaling.

“Hah ini sudah senja, kajja kita pulang,” kata Jiyong sambil mengulurkan tangannya.

Riah menerima uluran tangan Jiyong dengan masih menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat.

 

***

 

Keesokan harinya hari kelulusan, hari dimana para sunbaenya akan meningglkan sekolah, termasuk Jiyong. Riah duduk dengan sabar menunggu giliran Jiyong tampil. Tapi saat giliran itu tiba Jiyong tidak muncul. Mungkin bagi semua orang itu tidaklah penting. Tapi baginya itu sangat penting, kemana namja itu pergi? Apa dia baik-baik saja? Berbagai pertanyaan berkelebat di pikiran Riah. Dia segera keluar dari aula tempat acara di laksanakan, dan langsung mencoba menghubungi ponsel Jiyong. Tapi ponsel namja tersebut tidak aktif.

Dia akhirnya bertanya pada setiap orang yang mungkin tahu keberadaan namja tersebut. Tapi hasilnya Nihil, mereka hanya menjawab Riah dengan gelengan yang tak berarti.

End Of Flashback

Riah tak pernah menyanggka sore itu akan menjadi hari terakhirnya melihat Jiyong sampai hari ini. Dan jika hari ini namja itu tidak datang  itulah waktunya dia untuk melupakan semua kenangan mereka. Mengubur semua harapannya di sekolah ini. Serta menganggap namja itu tak pernah muncul dalam hidupnya.

“Riah-ah kimchi,” teriak Seungri sambil menjepret Riah dengan kameranya.

Ya, aku belum siap!” teriak Riah sebal.

“Salahmu sendiri terlalu lama melamun,” balas Seungri cuek.

Aish, lupakan! Kajja Seungri-ah photo kami,” kata Dae Hee sambil merangkul Riah.

Merekapun sibuk mengambil photo bergantian bersama teman-temannya untuk terakhir kalinya. Saat Riah berhasil melarikkan diri, dia kembali mengedarkan pandangannya ke penjuru arah. Tapi dia tak melihat ujung hidung namja itu, dan kinilah saatnya dia untuk berhenti berharap namja tersebut akan kembali. Dan pada akhirnya tahun ini sama saja dengan tahun lalu.

***

Riah’s POV

10 September, Incheon Airport

Aku telah memutuskan untuk meninggalkan Korea dan melanjutkan pendidikanku di Jepang. Aku akan menetap disana setidaknya selama lima tahun. Berharap selama itu aku dapat melupakannya dan menemukan seseorang yang lebih baik.

“Riah-ah, Seungri-ah jagalah kesehatan kalian, kami akan mengunjungi kalian sesering mungkin,” kata Eomma sambil memelukku dan Seungri bergantian.

Yeah, aku tidak pergi sendirian. Seungri juga memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Jepang, kebetulan kami diterima di universitas yang sama.

“Riah-ah, jagalah putra Ahjumma yang bodoh ini neh,” tambah Lee Ahjumma sambil memegang pundak kami.

Ya Eomma,” Protes Seungri tak terima dengan perkataan Eommanya.

Neh Eomma, Ahjumma,” kataku sambil tersenyum.

“Coquesttish-ah makanlah yang banyak, Oppa tidak suka melihatmu kurus. Dan kau Panda jagalah Dongsaengku baik-baik, Arraso?” kata Seunghyun Oppa pada kami berdua.

Neh Oppa/Hyung,” jawab kami bersamaan.

“Masuklah pesawat kalian akan segera berangkat,” kata Appa menyuruh kami untuk segera masuk.

Akupun malah termenung menatap semua anggota keluargaku.

Kajja Riah-ah, kita berangkat,” kata Seungri menyadarkanku.

“Semuanya kami pergi,” teriakku sambil melambaikan tangan. Tanpa terasa setetes air mata jatuh membasahi pipiku.

Jiyong’s POV

10 September, Incheon Airport

Akhirnya aku bisa menginjakan kakiku kembali di Korea. Aku tidak sabar untuk bertemu Yeojachinguku, aku hanya dapat berharap dia masih menungguku.

End of Jiyong’s POV

Tanpa mereka sadari, mereka berpapasan. Andai saja Riah menoleh ke arah kirinya dan begitupun sebaliknya mereka mungkin tidak akan menyesal di kemudian hari. Atau Jiyong kembali lebih awal ke Korea, atau bahkan jika Riah mau menunggu lebih lama. Tapi sayangnya itu tidak terjadi. Ruang, waktu dan takdir telah memisahkan mereka. Mereka kini telah berada di jalan yang berbeda, namun kita tak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Waktu akan terus berjalan dan akan menentukan takdir mereka selanjutnya.

THE END

A/N: Tada selesai,🙂 Aneh, gak nyambung, ngegantung, pendek and alur kecepetan, (IYA) Mian. Ini ff pertamaku. Dan terima kasih untuk semua reader dan para admin yang mau post ff abal ini. Gomawo🙂 Dan satu lagi rencananya aku mau buat sequal,, Semoga masih ada yang mau baca🙂