Please, don't remember me 1

Title       : PLEASE ! DON’T REMEMBER ME

Main Cast   :

  • Choi Seung Hyun aka TOP (BIG BANG)
  • Lee Teuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Sora

Other  :

  • Gong Min Ji (2NE1)
  • Lee Eun Hyuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Dae Sung (BIG BANG)
  • Tae Yang (BIG BANG)
  • Seungri (BIG BANG)
  • Kwon Ji Yong aka G.D (BIG BANG)

Lenght    : Chaptered

Gendre  : complicated, Hurt / comfort, romance dll

Rating    : G, mungkin butuh sedikit bimbingan orang tua :D

POV  : pengarang yang sok tau, hehe

Disclaimer   : Plot is mine, BIGBANG punya saya juga ^^b dan totoh-tokoh yang      lainnya adalah milik Tuhan YME.

 

 

“anda mengalami short lost memory, menyebabkan beberapa kenangan tidak dapat anda ingat. Hal ini terjadi karena benturan keras dibagian kepala ketika anda mengalami kecelakaan. Ada kemungkinan ingatan itu untuk kembali, memang butuh waktu, dan juga faktor penunjang kenangan itu bisa muncul lagi”

Perkataan dokter tersebut berputar-putar di kepalanya, tak sadar Sora akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sejak dia kembali ke Korea, dia memang tidak tinggal di rumahnya mengacuhkan permintaan ibunya untuk kembali, karena merasa begitu sangat kecewa dengan keputusan ayah dan ibunya yang selama ini menyembunyikan segala sesuatu hal darinya.

“Sora-ah kau kembali nak? Ibu senang sekali” dengan dekapan penuh haru ibunya berujar. Ketika itu juga segala kekecewaan Sora luntur bersama air mata yang mengalir di antara mereka.

Mianhae Omunim, mianhata” bisik Sora terisak

“Ibu yang seharusnya minta maaf, ibu yang membuatmu bersedih. Ibu yang tidak pernah memikirkan perasaanmu nak. Penyakit ayahmu bertambah parah karena dia selalu memikirkan betapa besar rasa bersalahnya padamu” ibu Sora semakin sedih

uljima Oemma, geumanhae,.. gwenchanayo Oemma” Sora berusaha menenangkan Ibunya

“hiduplah bahagia nak bersama orang yang mencintaimu. Kau tau ayah mu ingin sekali kau hidup bersama orang yang mencintaimu” ucap ibunya sambil mengusap wajah anaknya

“Lee Teuk-ssi sangat mencintaimu Sora-ah, kau beruntung mendapatkan pria seperti dia”

Perlahan Sora melepaskan tangan ibunya yang sedari tadi membelai lembut wajahnya.

Oemma, apa Oemma dan Appa mengenal Choi Seung Hyun-ssi?” tiba-tiba wajah ibunya berubah tegang. Seperti Kang Sora baru saja mengucapkan hal yang terlarang.

“I — bu, tidak tau. S – siapa dia?” dengan canggung ibu sora berucap

“sepertinya dia orang yang begitu dekat denganku sebelum aku mengalami kecelakaan. Tapi kenapa aku sedikitpun tidak mengingatnya ya Oemma?”

“mungkin dia tidak sedekat itu dengan mu, hingga kau bisa mengahapusnya dari ingatanmu” kata ibunya dengan sedikit tersenyum lega

“sebaiknya kau segera beristirahat, ibu akan siapkan makan malam untukmu”    “Sora-ah, ibu lupa. Kamarmu tidak bisa dibuka. Ibu lupa dimana meletakkan kuncinya. Kau bisa beristirahat dikamar ibu” sambung nyonya yang masih tampak muda itu ketika melihat sora berjalan menuju lantai atas dimana kamarnya berada.

~ ~ ~

In Sora Dream

“kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” kali ini ku keraskan suara ku, dia masih diam berkonsetrasi mengendari hartopnya.

“baiklah kalo begitu, aku tidak akan mengganggumu lagi Oppa” ucapku galak

“aku turun disini saja” ucapku segera ketika dia berhenti di lampu merah

yaa, kau mau kemana?” tangan besarnya segera menyambar lenganku, mengurungkan niatku yang sudah membuka separuh pintu mobil.

“turun” jawabku ketus

“kenapa kau harus turun?” suara beratnya bertanya terdengar lebih dingin

“kenapa aku harus disini ketika tidak ada orang yang bisa aku ajak bicara?” todongku tidak senang

“apa kau harus bicara?”

“apa kau tidak mau bicara denganku?” balasku cepat membuatnya terdiam, seperti sesuatu yang menyenangkan mengalir dari ujung kakiku hingga kepala ketika bisa membuat orang ini terdiam.

Aku membalas tatapan kucingnya hingga akhirnya dia menyerah – tidak banyak orang yang mampu melakukan hal itu. Karna tau dia sudah tidak bisa membalas ku, segera dia menarikku kembali duduk dengan baik, menggapai pintu yang sudah ku buka dengan tanggannya yang panjang dan menghempaskannya dengan keras hingga sesuatu terdengar bergetar. Lalu tanpa kata dia memasangkan saftybelt ku.

“besok aku akan kembali ke kampus, jadi berhentilah bertanya.” katanya singkat dan padat namun sudah cukup mampu membuat ku melompat kesenangan.

“wah, kau manis sekali Oppa” ucapku se-cool yang ku mampu tanpa menatapnya – aku tau dia pasti begitu kesal.

Perasaan ini terasa begitu sangat hangat mengalir di tubuhku.

~ ~ ~

Dia mengendarai hartop melebihi batas maksimum. Sesekali dia melihat kaca spion dengan tegang saat beberapa mobil lain mengikuti.

“kenapa mereka memperlakukan kita seperti penjahat Oppa?” tanyaku disela kesedihan yang tiba-tiba menyelimut hati. keadaan berubah begitu sangat suram.

“apapun yang terjadi malam ini, kau harus mencari Yong Bae, minta dia mengantarkanmu pada kakakku, arraseo?” baru kali ini aku mendengar suara beratnya berujar begitu cemas. Entah apa yang terjadi aku tidak berani bertanya, namun aku tetap mengangguk.

“aku akan menurunkanmu di depan, dan segera kau ke basecamp. Disana Yong Bae sudang menunggu” katanya masih konsentrasi dengan hartonya yang melaju dengan sangat cepat.

~ ~ ~

Dengan tiba-tiba segalanya terasa seperti neraka. Rasa ngilu menusuk-nusuk menjalar dari pinggang hingga ubun-ubunku. Bau anyir darah bercampur dengan bensin dan dunia terasa berputar. Bahkan aku tidak sanggup menggerakkan jariku, rasanya sesuatu yang berat menghimput kepalaku.

“b– bertahanlah S–Sora-ah,” rintih pemilik suara berat itu terdengar disisiku

“Sora-ah K—Katakan se—suatu..” suaranya semakin panik terdengar, aku masih bisa merasakan jarinya menyetuh wajahku. Aku bahkan tidak sanggup mengerakkan lidahku untuk mengetakan aku baik-baik saja.

“KELUARKAN YEOJA ITU DULU!!” aku merasakan seseorang mengapai tubuhku dan megeluarkanku dari segala yang menghimpitku. Pandanganku sudah semakin gelap ketika aku melihat hartop yang ku naiki tadi remuk dengan posisi terbalik menghantam pembatas jalan.

“BUNUH DIA SEKARANG ! PALLI !!”

“JANGAN BIARKAN DIA HIDUP?!”

OPPA?!!”

Segera dengan nafas yang sesak Sora terbangun dari tidurnya dengan bersimbah keringat. Bekas luka di pelipisnya terasa gilu menghentak-hentak. Kang Sora berusaha mengingat kembali mimpinya disela rasa limbung dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali.

Tanpa mengunakan gelas sora langsung menegak air dalam botol yang didapatkannya di kulkas. Pikirannya masih melayang ke pada mimpi yang seperti gambaran flashback masa lalunya. Kenapa dia bisa bermimpi bersama Namja yang baru beberapa hari lalu dia kenal. Siapa Choi Seung Hyun?

Pertanyaan tersebut tidak berhenti berkeliaran dibenaknya, sampai dia berada di depan pintu kamarnya. Dia mengapai handle pintu dan memang benar, terkunci. Namun entah kenapa perasaannya membawanya ke sebuah guci besar yang terdapat di ujung lorong kamarnya. Lama dia melihat dengan tatapan binggung bercampur penasaran dengan sesuatu yang seharusnya dia tau dimana letaknya. Tiba-tiba tangannya refleks mengapai kedalam guci yang tingginya hampir separoh tubuhnya dan lobang di pipinya muncul ketika jarinya menyentuh sesuatu didasar guci tersebut.

“ternyata masih ada” katanya mendapati kunci yang memang dulu sengaja ia letakkan di dalam guci tersebut karena faktor penyakit lupa yang dideritanya sering menghilangkan kunci.

Segera dia berlari kembali ke pintu kamarnya dan membuka pintu dengan kunci yang dia dapat.

CLEK,..

 

Pelan-pelan dia kembali menutup pintu dan melangkah kedalam kamar bernuansa kuning lembut, warna favoritnya. Di edarkannya pandangan ke seluruh bagian kamar itu. Rasannya begitu sangat familiar namun canggung. Dilihatnya beberapa deret foto tanpa frame yang terpajang memenuhi salah satu bagian dinding kamar tersebut.

Dia melihat dirinya bersama beberapa yeojadeul dengan pakaian seragam dan dibagian lain dia melihat beberapa foto dirinya dan Yeojadeul memegang alat musik dalam sebuah ruang orkestra dengan menggunakan almamater sebuah perguruan tinggi. Terdapat beberapa bagian kosong, seperti foto-foto tersebut diambil dengan paksa. Namun dibagian sudut terdapat satu fotonya dengan namja yang dia temuni beberapa hari lalu. dia melingkarkan tangganya pada namja yang begitu tampak sangat mempesona dengan senyum canggungnya. Mereka mengenakan almamater yang sama. Namja yang baru dia temui

“Choi Seung Hyun?” batinnya berbisik

Dan sora melihat dirinya begitu sangat bahagia.

Kembali sora menjelajahi laci-laci lemari yang barang-barang didalamnya tersusun seolah tidak pernah berubah, akhirnya sesuatu menarik perhatinnya. Handphone yang berada di bawah tumpukan kertas dan buku. Ketika aktif kembali dia terkejut saat melihat screensaver hape tersebut, fotonya bersama TOP?

Sora semakin penasaran dengan kebersamaanya dengan namja tersebut. Galeri fotonya dipenuhi foto TOP dan dia, tiba-tiba seperti gambaran demi gambaran melintas difikirannya. Tawa renyah disebuah musim semi di tengah taman kota, berseling cahaya lampu yang menyilaukan, teriakan. Kembali perasaan hangat ketika seseorang mengandeng tangannya di dalam rintik hujan, lalu rasa nyeri yang mengubun-ubun. Senyum hangat disebuah malam yang sedang turun salju, debaran yang menyesakkan dan bau anyir darah. Deretan lampu yang membuat sebuah kalimat “would u be mine?” dari atap sebuah gedung pencakar langit dan aliran hangat menjalar ke seluruh tubuh ketika sebuah kata keluar dari bibirnya

“i do”

Nafasnya tersengal, dia berkeringat ketika harus menahan rasa sakit di kepalannya. Segera di tepis rasa pusing yang membuat  perutnya seperti dipenuhi kupu-kupu.

Voice mail” dia menekan icon tersebut.

“Seung Hyun Oppa?”

“Tenanglah Sora-ah, jangan khawatir semua akan baik-baik saja. Sekarang bersiaplah, aku akan menunggumu di taman. Nanti kita akan bersama-sama menemui ayahmu. Saranghae”

Dengan seketika segala sesuatunya berkelebat dalam pandangan nanarnya. Seolah sebuah film yang diputar dengan kecepatan maximum dan memenuhi ruang-ruang yang telah lama kosong. Terasa kepalanya seperti dihantam benda yang keras, sora seperti limbung dalam kenangannya sendiri. Pertanyaan yang dilontarkannya selama 2 tahun terakhir ini seolah telah mendapatkan jawabannya sendiri. Flashback yang di alaminya tadi adalah kenangannya bersama namja yang dia kenal beberapa hari lalu. Siapa Choi Seung Hyun, apa hubungan mereka, dan kenapa mereka terpisah?

 

*TOBECONTINUED*