he's more than my brother cover

Author   : nadyaombing

Genre    : Romance, school life, brother complex

Length   : 1 of 3

Cast      :

– Kwon Jiyong (bigbang)

– Min ah Girls Day

– Seung Ri (bigbang)

-other

Disclaimer  : FF ini adalah asli hasil karya saya sendiri,jadiii jangan dibajak yaap. Gomawo :3

A/N : Mian,kl kalian gasuka sm castnya..penulis cuma pengen klimaks cerita tercapai dengan menyesuaikan karakter cerita dan pemainnya,hehe. Setiap yang diitalic menggambarkan perasaan pemain. Selamat Membaca!

comment yaa supaya penulis dpt tetap berkarya,kkk~

twitter : @nadyaombing

Quotes for this chapter

“You are the creziest girl I’ve ever met, I guess that makes me even crazier for loving you the way I do.”

“Kyaaa!!” teriakan cewe-cewe cantik memenuhi ruang aula itu.

“Jiyong oppa kerennnn!” “Hebat sekali,lagi-lagi dia mencetak angka!!”

“Tentu saja karna dia OPPAKU!” Seorang cewe berlari menerobos kerubunan cewe-cewe lain yang sepertinya masih belum lelah setelah berteriak dari awal pertandingan basket sampai akhir pertandingan. Min Ah, adalah adik kandung dari orang yang mereka teriakkan tadi. Kwon Jiyong memang oppa yang paling sempurna di matanya,dan Min Ah sangat menyukainya. Memang tidak ada seorang pun yang tak mengagumi Kwon Jiyong. Dia pintar, wajah yang manis, kapten tim basket dan baik kepada siapa saja. Siapa yang tidak mengenalnya?

“Min Ah…ada apa?” tanya Jiyong setelah melihat Min Ah berlari menghampirinya.

“Oppaa,tadi sewaktu klub masak aku membuat cemilan untuk oppa!” Min ah mengeluarkan bungkusan cemilan dari belakang badannya,wajah ceria dan tak berhenti tersenyum menatap oppanya itu.

“Min Ah,gomawoyo~” Min Ah begitu asik melihat jiyong oppa yg tampaknya senang menerima cemilan yang ia buat,Min Ah tak menyadari ada tangan yang mengambil sebagian dari cemilan itu tapi…….itu bukan tangan kakak.

“(haup haup) Apanih?madeoptta!Kau gak niat ya buatnya??” Dia…dia adalah Seung Ri.

“Kau bahkan gak bisa membuat cemilan segampang ini?!Sudah gosong,rasanya pahit lagi….”

“Kamu tuh beneran anggota klub masak??”

Dan dia adalah teman masa kecil Min Ah yang sangat dia benci.

Coba bayangkan bisa-bisanya dia berkata jahat seperti itu??Apa dia tidak tahu aku membuatnya dengan susah payah,dan memang yang ikut klub masak harus bisa masak??bukannya klub itu dibuat biar kita bisa masak?Huhh,dia selalu berkata seenaknya.Huhu! umpat Min Ah dalam hati.

“Min ah..”, Ia menoleh mendengar Jiyong oppa memanggilnya “Enak kok…tidak apa-apa kamu sudah berusaha.”

Jiyong terus memakan cemilannya sambil tersenyum menatap adiknya itu. DEG!Jantung Min Ah memaksa keluar dari tempatnya. Inilah yang membuat Min Ah semakin menyukai kakaknya itu. Ia tidak pernah membuat Min Ah sedih.

“Aku paling suka sama kakak!!Beda banget sama Seung Ri!!” Min Ah berkata sambil memeluk Jiyong dan menatap Seung Ri dengan sinis.

Seung Ri balas menatap ke arahnya dengan wajah kesal, “Aku cuma berkata terus terang,uh..” Kemudian dia mendorong tubuh Min Ah yang terus menempel pada Jiyong,

“ Hyung,tolong lihat latihan shootku dong..”

“Ne ne..”,sahut Jiyong. Min Ah melihat kepergian oppanya bersama orang itu. Dia sangat kesal melihatnya. Namja itu sengaja menjauhkan aku dari oppaku!

“Kalau Seung Ri, mau latihan sesering apapun, gak akan bisa jadi sehebat kakak!!” teriak gadis itu. Seung Ri belum melangkah terlalu jauh dari sana jadi dia masih bisa mendengar apa yang gadis itu katakan. Seung Ri semakin kesal wajahnya tertunduk memerah,

“Ayo hyung kita pergi,tinggalkan saja cewe BROTHER COMPLEX ituu!”

Yaitulah keakraban yang terjadi setiap hari antara Min Ah dengan Seung Ri.

Seung Ri Aku benci padamu!!

Ơ.Ơ

Min Ah berjalan ke luar kelas sambil sedikit menangis, pelajaran telah selesai tetapi materi jam terakhir sama sekali tak ia mengerti. Apa yang harus aku lakukan?Aku gak ngerti sama sekali apa yang guru itu katakan tadi, PR ini harus dikumpulkan sekarang..Aku gak bisa pulang sekarang.Ah,apa kakak masih ada ya?Minta kakak ajari saja~

Ia segera berlari menuju ke lapangan basket indoor itu, samar-samar ia mendengar suara orang sedang mendribel bola basket sambil sesekali mengarahkan bola itu ke ring basket………..dia Seung Ri. Wajahnya terlihat begitu serius dan semangat dalam berlatih.

Apa yang dia lakukan?Padahal udah gak ada siapa-siapa…Seung Ri yang seperti itu…AH!!padahal aku bilang dia tidak bisa sehebat kakak dalam bermain basket habis aku enggak tahu kalau dia berusaha sampai seperti ini……Sepertinya aku sudah keterlaluan. Min Ah terus merenung wajahnya bersemu saat menatap Seung Ri yang mulai basah oleh keringat. Tanpa Ia sadari Seungri mulai membuka bajunya karena kepanasan….

“GYAAA!!” Min Ah mengalihkan pandangannya. Seung Ri mengenali suara gadis itu,ia segera menutup bajunya yang sudah setengah terangkat dan berlari ke tempat gadis itu.

“Dasar Mesum…” Seung Ri berkata jahil menggoda yeoja yang pipinya mulai memerah itu.

“Bu-bukan!!Aku sedang mencari oppaku kok bukan Seung Ri!!Enak sajaa.”Min ah buru-buru menjelaskan maksudnya datang ke lapangan itu.

“Hyung Jiyong?Dia sudah pulang daritadi..”

“EH!!Bohong…” kata Min Ah tercekat.

Gimana nih?Aku gak bisa ngumpulin tugas ini dong?huhu.

Min ah sungguh tak tahu harus bagaimana lagi, Min Ah tidak menyadari Seung Ri menatapnya lama seakan tahu ada sesuatu yang mengganjal hati yeoja itu.

“Bukankah itu materi hari ini?Kamu belum mengumpulkan tugasnya?Mau aku ajari??” Seung Ri mendekat untuk memastikan bahwa kertas yang dipegang Min Ah memang benar materi dan PR yang harus dikumpulkan hari ini. Min ah terkejut mendengar perkataan Seung Ri,wajar saja karena Seung Ri ketemu Min Ah ga pernah akur tapi tiba-tiba dia menawarkan untuk mengajari gadis itu.

“Ta-tapi sepertinya kamu gak meyakinkan..” ucap Min Ah pelan.

“Apa!?” Seung Ri menarik tangan gadis itu lembut,

“Kamu gak berhak menolak niat baik seseorang…!!”

“Ehh??”

Min ah tak kuasa menolak ia segera duduk mengikuti Seung Ri yang sudah mulai menulis.

Aneh..jangan-jangan Seung Ri mau mengajariku karena mau mengerjaiku. Min Ah bertanya dalam hatinya dia masih ragu untuk menerima kebaikan Seung Ri.

“Oi,cewe bodoh!!”

Tuh kan pasti dia mau marah. Min Ah menyiapkan batinnya ini memang salahnya yang tidak mendengarkan pelajaran seonsaengnim tadi,

“Ini hitungannya salah..makanya jawabannya jadi aneh…”

lho?lho?

“Padahal konsepnya udah bener..” Min ah terkesima dia memandang wajah Seung Ri, ternyata dia benar mengajariku.

“Apa sih lihat muka orang seperti itu?” sadar wajahnya diperhatikan oleh Min Ah,wajah Seung Ri sedikit bersemu.

“Gapapa kok…”

abis dia beda dari biasanya. Pandanganku tentang Seung Ri jadi sedikit berubah….

 “Ayo kerjakan lagi…salahnya disini.” Seung Ri melanjutkan menjelaskan materi itu.

“Lagi-lagi hitungannya salah!!Memangnya kamu anak SD?”

hiks hiks hiks.

Ơ.Ơ

Keesekon harinya…

Min Ah sudah berlari menuju lapangan basket pagi itu,ia mengintip dari pintu lapangan sepertinya yeoja itu sedang mencari seseorang.

“Apa yang kamu lakukan?” Min Ah terkejut dan menoleh mendapati Seung Ri berada di belakangnya.

“Ah pasti kau lagi-lagi mencari kakakmu??Dasar Brother Complex…” ledek Seung Ri yang tidak sadar wajahnya terlihat kesal saat mengucapkan kata-kata tadi.

“Ani-aniyo.Ini…” Min ah menyerahkan cupcake yang telah ia buat wajahnya tertunduk malu. Seung Ri tertegun,wajahnya mulai memerah.

“Apa ini??Sampah?” jawab Seung Ri-sok jutek padahal mukanya merah-sambil menerima bungkusan cupcake yang atasnya sedikit gosong itu. Ia tak peduli, ini pertama kalinya Min ah datang mencarinya dan memberikan kue kepadanya.

“Jinjja?ini untukku….?Sepertinya gak enak.” Seung Ri tetap berusaha bersikap biasa.

“Seung Ri-ssi,kalau kau gak mau kembalikan saja!!” Min ah kesal mendapati Seung Ri bersikap seperti biasa lagi. Ia mendongak menatap wajah Seung Ri tapi…apa yang ia lihat tidak salah??!Wajah Seung Ri benar-benar bersemu merah.

Lho?Jangan-jangan…dia senang menerimanya?kata Min ah dalam hati.

“Ku terima deh,apa boleh buat…” Seung Ri menghindari tatapan Min Ah,berusaha menutupi wajahnya yang sukses bersemu karena rasa senangnya. Seung Ri sepertinya orang yang baik.

“Hei Min Ah,sebenarnya aku………” Seung Ri mendekatkan wajahnya kepada Min Ah. Hingga jarak wajah diantar keduanya sangat dekat. Rasanya siapapun yang ada disana pasti bisa mendengar suara hati Seung Ri yang terus mengetuk dengan cepat.

“AHH!Aku menemukan Oppa!!” Seung Ri terkejut,Min ah segera mengeluarkan bungkusan cupcake lain dari tasnya.

“YAA!Ka-kau membuat satu lagi ya??!” tanya Seung Ri tak percaya.

“Ne,yang ini untuk oppa Jiyong~” Seung Ri melotot,mwo??tidak bisa dipercaya cupcake untuk Jiyong tidak gosong seperti punyanya. Min Ah segera berlari menghampiri oppanya.

Dasar!anak itu…kapan lulus dari brother complexnya??tanya Seung Ri dalam hati.

Sepulang Sekolah….

Seung Ri berjalan sambil menatap langit yang mulai gelap,situasi sekolah sudah sepi. Seperti biasa hari ini ia pulang telat karena latihan basket dan latihan nyanyi dahulu sebelum pulang.

Ya,kalian harus tau setelah lama terpikat dengan basket,sekarang Seung Ri menyadari bahwa menyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan membuat hatinya benar-benar tenang.Seperti mampu meluapkan apa yang ia tahan selama ini. Itu pula yang membuat dia mampu menahan perasannya kepada yeoja itu…Didekat pintu gerbang sekolah dia menangkap sosok Min Ah yang berjalan entah mau kemana.

“Kau baru mau pulang juga?” tanya Seung Ri saat langkahnya berada tepat di belakang gadis itu.

“Tumben sekali,kamu gak bareng oppa tersayangmu?” Min ah menoleh,kemudian tersenyum.

Moodnya sedang bagus yaa?tanya Seung Ri dalam hati.

“Iya dong,habis hari ini ulang tahun oppa!” jawab Min Ah dengan ceria. “Karena itu,aku mau beli hadiah dulu…” lanjutnya.

“Kalau begitu aku ikut!!” Seung Ri menyahut.

“Eh..gausah kamu pasti mau mengganguku…” Min Ah tampak enggan menerima sikap aneh kedua Seung Ri ini.

“Bukan begitu..”,Seung Ri menepuk dan membelai cepat kepala gadis itu,”sekarang sudah sore, bahaya kalau seorang yeoja berjalan sendirian..”

Min Ah tersipu melihat perlakuan Seung Ri terhadapnya,

lho?Aneh sekali..aku hanya terkejut karena Seung Ri yang biasanya mengatai dan mengerjaiku,tiba-tiba…jadi baik.Iya pasti hanya karena ini saja hatiku berdebar aneh seperti ini.

Min Ah mencoba mencari alasan di dalam hatinya atas sikapnya yang tiba-tiba deg-degan dan tersipu ketika mendengar perkataan Seung Ri dan merasakan belaian lembut tangannya di puncak kepalanya.

Sesampainya di toko kalung dan gelang..

“Ini dia kalung yang sudah aku incar sejak lama!Demi ini aku rela gak jajan atau beli baju baru nihh!” Min ah menyodorkan kalung-bergambar bola basket yang jika dibuka terdapat jam di dalamnya-itu kepada Seung Ri,Namja itu terdiam seolah menyadari sesuatu..

“Jangan beli yang ini…Pilihanmu jelek,gak akan cocok sama Hyung Jiyong!!” Seung Ri mengambil kalung itu dari tangan yeoja itu,

“Lebih baik pilih yg lain saja!?” ia berusaha meyakinkan gadis itu untuk memilih kalung yang lain. Min ah terlihat kesal,ia merasa Seung Ri sedang mengerjainya lagi.

“Pokoknya aku mau beli yang itu!!” jawab gadis itu ketus. “Kembalikan!” Min ah tak menyadari kalau orang-orang di toko itu mulai menatapnya karena kencangnya suara yang ia keluarkan.

“Ne ne,tenang sedikit ini…”

“Uh,oppa..kalau oppa pasti gak akan jahat kayak kamu!!” kata Min Ah setengah berteriak kepada Seung Ri.

Seung Ri terdiam,hatinya terasa sakit..ia benar-benar merasa kalah oleh sosok yang gak akan mungkin tergantikan olehnya. Tapi kenapa Min Ah harus berbicara seperti itu?Setelah hubungan baik mereka akhir-akhir ini??

“Maaf ya…Aku bukan kakakmu,dan kalung ini aku ingin membelinya.” Ucapnya pelan penuh penekanan sambil meninggalkan Min ah yang mulai berkaca-kaca matanya.

Kenapa dia?Kenapa melakukan hal yang keterlaluan seperti ini?!Padahal pandanganku tentang Seung Ri sudah berubah sedikit…Padahal aku sudah senang dengan kebaikan Seung Ri.Perlahan-lahan Min ah mulai menangis,entah kenapa ada sesuatu yang menekan hatinya. Seung Ri…Aku benci….

Seung Ri berjalan pulang,setelah membeli kalung itu.Namja itu masih terlihat kesal,tetapi ada yang mengganjal hatinya ia tidak pernah tega melihat yeoja itu sedih walaupun mereka sering bertengkar. Bagi Seung Ri bertengkar adalah satu-satunya cara agar gadis itu tetap mengingatnya setiap hari.

Apa yang kulakukan?Kenapa aku membeli kalung ini?Harusnya aku terus terang saja kepadanya..dia sangat menyukai kalung ini. Bodohnya aku!

Seung Ri mencoba untuk tidak mempedulikan sakit di hatinya,ia berbalik menuju ke rumah Min Ah. Aku harus mengembalikan ini.

Di rumah Min Ah…

“Oppa… saengil chukha hamnida….” Min ah menyerahkan hadiah sambil setengah terisak. Hatinya masih sakit karena perlakuan Seung Ri tadi.

“Ada apa,Min ah?” tanya Jiyong khawatir melihat adiknya yang biasa ceria tiba-tiba menangis karenanya.

Min ah menjawab “Sebenarnya aku mau memberi hadiah yang lebih bagus tapi….”

Jiyong tersenyum,kemudian mengelus puncak kepala Min ah dengan penuh rasa sayang. “Barang apapun yang kuterima dari Min ah,apapun itu..aku akan senang!!” Min ah tersipu dan merasa lega.

Aku memang sangat menyukai kakak,beda banget sama Seung Ri!!Huh.

Min ah kembali memperhatikan kakaknya yang sibuk membuka kadonya, ketika ia menyadari kakaknya mengenakan sesuatu yang tidak asing dimatanya…

“Op-oppa,kalung itu…” Min Ah terkejut melihat kakaknya mengenakan kalung,kalung yang seharusnya ia beli tadi siang,kalung yang membuat dirinya dan Seung Ri bertengkar tadi.

“Aah,ini..?Aku beli ini setelah pertandingan basket waktu itu,kalungnya bagus!” jawab Jiyong. Wajah Min Ah berubah,sepertinya ia hampir mengerti sesuatu… apakah mungkin??

“Oppa,saat itu apakah ada Seung Ri juga?Saat oppa membeli itu??” Jiyong mencoba mengingat,

”Ne..ada kok..”

Ah,jadi itu alasan Seung Ri melarangku membelinya?Aigoo..tapi aku malah…Berpikiran buruk tentangnya.

“Kakak aku mau pergi minta maaf pada Seung Ri!!” Min ah segera berlari memakai sendalnya,ia harus menemui Seung Ri. Tetapi ia tidak tahu Seung Ri sedang apa dan ada dimana sekarang?Apakah di rumah?Minimarket??Ketika ia akan membuka pagar….Seung Ri,dia sudah berdiri disana!!

“Aku bermaksud mengembalikan ini…” Seung Ri mengeluarkan kalung basket itu.

“Mianhae..” kata Seung Ri sambil menyodorkan kalung itu.

Waeyo??Padahal harusnya aku yang minta maaf,malah Seung Ri yang minta maaf…

Min ah mulai menangis,ia merasa sudah sangat keterlaluan.

“Yaa,uljima..Kan aku bilang aku mengembalikannya..” Seung Ri semakin merasa bersalah melihat gadis itu menangis karenanya.

“Jangan nangis,mianhae..” Seung Ri berkata sambil mengelus kepala Min ah. Tangan Seung Ri tidak lembut seperti kakak,sedikit menakutkan…tapi terasa hangat dan kuat. Aku tidak membencinya…

“Seung Ri-ya,mianhae…Kupikir tadi kamu hanya ingin membuatku kesal di toko,tapi sebenarnya kamu lakukan itu untukku. Aku sudah salah paham terhadapmu..Mulai saat ini kita jangan bertengkar lagi yaa!Mulai saat ini kita jadi teman baik…” Min ah tersenyum,senyuman termanis yang selalu ingin Seung Ri lihat. Min ah mengangkat kelingkingnya menunggu Seung Ri menautkan kelingkingnya disana.

“Gak mau..” Seung Ri menjawab dengan tegas kemudian dia menarik lengan Min ah hingga jarak wajah di antara mereka sangat dekat.Seung Ri menatap kedua mata gadis itu berusaha menyampaikan apa yang selama ini berusaha ditahannya,

“Aku gak mau jadi teman!!Yang benar saja,sadar dong cewe brother complex!Aku…suka padamu..

Eh?!Bohong…tadi Seung Ri….Bilang suka padaku?Suka….denganku?Suka……

To Be Continued

Thanks for Read, maaf kepanjangan biar kalian nahan nunggu sampai next chapter,kkk~ semoga menyentuh..Sangat diterima comment2 kalian teruma yang bikin saya jadi semangat buat nulis ini lagi,haha. Sampe ketemu di He is More Than My Brother Chapter 2 yaap! ☺♥

Regard, Nadya Ombing.