please, don't remember me part 2

Title       : PLEASE ! DON’T REMEMBER ME

Main Cast   :

  • Choi Seung Hyun aka TOP (BIG BANG)
  • Lee Teuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Sora

Other  :

  • Gong Min Ji (2NE1)
  • Lee Eun Hyuk (SUPER JUNIOR)
  • Kang Dae Sung (BIG BANG)
  • Tae Yang (BIG BANG)
  • Seungri (BIG BANG)
  • Kwon Ji Yong aka G.D (BIG BANG)

Lenght    : Chaptered

Gendre  : complicated, Hurt / comfort, romance dll

Rating    : G, mungkin butuh sedikit bimbingan orang tua :D

POV  : pengarang yang sok tau, hehe

Disclaimer   : Plot is mine, BIGBANG punya saya juga ^^b dan totoh-tokoh yang      lainnya adalah milik Tuhan YME.

~ ~ ~

Namja itu melangkahkan kakinya dengan ragu, mengedarkan pandangan keseluruh penjuru semampu yang dia bisa. Sesekali dia berlari dan mengitari setiap taman kota yang paling dekat dari rumah Kang Sora namun tidak menemukan Yeoja itu. Sekarang dengan putus asa Lee Teuk kembali menyusuri jalan kota dengan mobilnya perlahan. Dan pandangannya tertuju pada sesosok yang begitu sangat dia kenal setiap detailnya.

“Sora-ah, Kang Sora” panggilnya dari dalam mobilnya pada seorang Yeoja yang sedang berjalan di sisi jalan.

“Lee Teuk-ssi? Kenapa ada disini?” tanya Sora

“kebetulan aku sedang melewati jalan ini, kau mau kemana?”

“ada yang harus aku kerjakan. Oia Lee Teuk-ssi, aku sudah mengingat semua” ucapnya dengan senyum terindah yang dia miliki

“benarkah? Jadi kau mengingat semuanya?” tanya Lee Teuk bersemangat di sambut dengan anggukan bahagia Sora.

“lalu sekarang apa rencanamu?”

Lama sora berfikir

“apakah aku bisa meminta bantuanmu?” pinta Sora ragu

“apapun itu” jawab Lee Teuk meyakinkan

~ ~ ~

Tulang rahan TOP merapat

“begitu sangat santai Eun Hyuk-ssi?” tatapan elangnnya menyorot tajam pada mangsannya itu

“kenapa harus terburu-buru? Hanya menunggu waktu saja bukan untuk mengganti kepemilikan perusahaan ini. Apakah kau bisa meresakan hal itu Seung Hyun-ssi?” seulas senyum membuat ucapnya lebih terdengar mengesalkan.

“saya suka dengan semangat anda Eun Hyuk-ssi, patut diteladani. Tapi terkadang perasaan percaya diri yang begitu tinggi dapat membuat jatuh lebih terasa menyakitkan” kali ini TOP juga tidak mau kalah memamerkan seulas senyum datarnya, membuat rona wajah mengesalkan Eun Hyuk berubah muram kesal.

“kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa. Akan lebih bijaksana jika kau menyerahkan semuannya baik-baik. Sebelum menyesal” lurus-lurus Eun Hyuk membalas hujaman tatapan TOP.

“apa cuma itu keahlian anda Eun Hyuk-ssi, mengancam?” ujar TOP dengan nada menyindir.

“tapi selalu berhasil bukan? apa kau ingat aku sudah pernah membuat kau kehilangannya. Dan tidak akan sulit untuk membuat kau mengalami hal yg sama bahkan lebih”

Dengan Geram TOP melihat namja itu, nafasnya tersengal tidak sabar ingin menghancurkan Eun Hyuk yang berwajah sangat mengesalkan tersebut. Tidak akan masalah baginya untuk menghadiahkan sebuah pukulan pada namja tersebut, namun dia berusaha untuk menjernihkan pikirannya. Jika dia terpancing dia tidak akan pernah mendapatkan dukungan dari dewan direksi perusahaannya, dan dia bisa kehilangan perusahaan ayahnya. Dia memilih menghindar

“Choi Seung Hyun! Jika aku menjadi kau, aku tidak akan menemui Yeoja itu”

segera TOP berbalik arah lurus-lurus pada Eun Hyuk. Kenapa orang ini bisa tau?

“begini saja, mari kita membuat kesepakatan, kau melepaskan gadis itu dan seluruh bagian dari perusahaan ini akan kembali menjadi milikmu” tawar EunHyuk

“apa maksudnya ini? apa hubunganmu dengan Kang Sora-ssi?”

“yang jelas bukan aku. Begini saja Seung Hyun-ssi, dengan wajah yang sangat menawan yang kau miliki Kau bisa saja mendapatkan seribu gadis yang lebih cantik dari Kang Sora. Jadi lebih baik lepaskanlah dia jika kau tidak ingin kehilangan banyak hal”

“lalu kenapa kau begitu menghabiskan waktu jika ini bukan tentangmu?”

Eun Hyuk diam tanpa membalas ucapan TOP

“sebaiknya kau urus dirimu sendiri. Pikirkanlah apa yang akan kau lakukan setelah tidak memiliki bagian dari perusahaan ini. jagalah diri baik-baik patner”

Ucap TOP dengan senyum penuh kemenangan sambil melangkahkan kaki meninggalkan Eun Hyuk yang sudah tersengal menahal rasa kesal.

“kau akan menyesal dengan keputusan yang kau ambil” teriak Eun Hyuk sebelum pintu elevator yang dinaiki TOP tertutup sempurna.

~ ~ ~

“waw, kau membuat tempat ini begitu sangat indah” ucap Lee Teuk sesaat setelah membuka pintu atap sebuah gedung pencakar langit yang terdapat di tengah jantung kota Seoul.

“tidak juga, Seung Hyun Oppa, melakukannya lebih baik dari ku” ujar Sora malu

“walaupun terlihat sangat dingin, tapi dia sangat baik dalam masalah perasaan” sambung Sora dengan perasaan begitu sangat mengenal TOP

“Sora-ah, aku mendengar beberapa rumor. kalau ayahnyalah yang menghianati ayahmu. Apa itu tidak menganggumu?” tanya Lee Teuk hati-hati

Sora terdiam sejenak “aku ingat, betapa Aboji menentang hubungan kami dan menyalahkan Seung Hyun Oppa dan Ayanya. Aboji sangat tidak suka dengan Seung Hyun Oppa, bahkan Aboji memukuli Seung hyun Oppa ketika kami meminta izin agar bisa bersama” ingat sora sedih

“atau mungkin memang kalian tidak bisa bersama?” ucap Lee Teuk ragu

“Lee Teuk-ssi. Maafkan aku” Sora merasa bersalah

“sudah begitu banyak hal yang kita lewati bersama 2 tahun terakhir ini. walau begitu, perasaan kosong ketika aku tidak bisa mengingat, tidak pernah bisa tersisi meskipun aku sudah berusaha meletakkan mu diruang tersebut. Sekarang saat ingatan bersama Seung Hyun Oppa itu kembali muncul, perasaan itu berlimpah seperti air yang memenuhi bejana hingga aku tidak bisa menahannya”

Tak sanggup Sora membaca air muka Lee Teuk yang hanya diam ketika mendengarkan perasaan Sora yang jujur terhadapnya.

“mungkin memang sebaiknnya begitu” ujar Lee Teuk dengan senyum lembut miliknya.

“apa kau ingat Sora-ah, ketika kau masih disekolah dasar. Kau menangis setelah jatuh dari sepeda karena sekumpulan anak-anak nakal yang selalu menganggumu saat kau pulang sekolah. Seseorang mengendongmu dipunggungnya. Dan dibalik sedu sedanmu kau bertanya “maukan kau menjadi malaikat pelidungku?” tanya Lee Teuk mengigat masa itu membuat mata sora semakin bulat, terkejut dengan pernyataan Lee Teuk.

Oppa yang selalu memakai pakaian berwarna putih? Malaikat, . . Dari mana kau tau? jadi kau adalah?” sora tidak bisa menahan setiap keterkejutan ingatannnya membuat Lee Teuk tersenyum mengangguk.

“aku tidak menyalahkanmu karena telah melupakanku. Kebersamaan kita memang tidak lama, karena aku harus pindah ke Amerika dan tidak sempat mengabarimu. padahal saat itu aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku akan selalu menjadi malaikatmu,melindungimu. Akhirnya aku baru bisa kembali 2 tahun yang lalu.”

“kenapa kau tidak mencariku?” tanya sora antusias

“aku mencari, tapi kau sudah memiliki malaikatmu sendiri. Tapi saat aku mendapati kau sudah terbaring di rumah sakit tidak sadarkan diri, aku sadar kalau dia tidak bisa melindungimu, dia bukanlah malaikat yang baik” ucapnya sedih memandang Kang Sora dalam seolah dia tidak bisa diraih meskipun mereka duduk bersebelahkan.

“kau ingat ketika kita di Jazzco, aku ingin memberi mu sesuatu.” Ujar Lee Teuk sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantungnya.

“aku ingin kau mengenakan ini di pesta pernikahan kita”  Sebuah cincin dengan ornamen daun yang berlilit menjadi sebuah lingkaran dan setiap ujungnya berkilau karena batu permata-permata halus yang indah.

“Lee Teuk-ssi?” Kang soran tidak sanggup berucap

“apakah kau tau, betapa sangat sedihnya aku saat kau mengatakan kau sudah kembali mengingat orang itu, karena itu adalah sebuah pertanda aku akan kehilanganmu lagi.” Suarannya terdengar berat.

“aku tidak akan mengatakan kalau aku akan bahagia jika kau bahagia, ini menyakitkan Sora-ah. Aku tidak akan bahagia jika tidak bersamamu” lirih dia berucap

“Lee Teuk-ssi” ujar sora dengan linangan air mata karena merasa bersalah

“aku sudah berusaha, tapi tidak menyangka akan begitu sulit. Aku hanya ingin bersamamu” kali ini air matanya jatuh tanpa mampu ia tahan lagi.

“maafkan aku, sungguh aku mohon maaf” hanya itu ucapan yang mampu Sora katakan.

“jangan katakan itu, jangan pernah. Aku tidak ingin kau mengatakan maaf. Aku tidak ingin kau bersamanya kang sora, jangan lakukan ini padaku” kata Lee Teuk merana dengan perasaannya.

*TOBECONTINUED